Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat hasil kerja keras Tim
MFK Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda , maka sebuah buku Pedoman Manajemen Fasilitas
dan Keselamatan Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda telah diterbitkan.
MFK di Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda merupakan cerminan dari mutu rumah sakit,
sehingga K3 RSmerupakan suatu hal yang harus diperhatikan untuk peningkatan mutu pelayanan
rumah sakit dan karena dampaknya yang cukup luas pada masyarakat sekitar rumah sakit. Maka
hal ini perlu diperhatikan terutama oleh pihak Manajemen Rumah Sakit.
Buku Pedoman MFK di Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda ini dibuat untuk menjadi
acuan Tim MFK Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda sebagai bahan untuk melaksanakan dan
memantau kegiatan MFK pada Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda sehingga dapat dilaksanakan
dengan sebaik-baiknya. Dengan mengambil materi mengenai hal - hal yang terkait dengan
program MFK di Rumah Sakit Umum Prasetya Bukti serta tata laksana kerja pada masing-masing
bagian dan sudah dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda. Buku ini disusun dengan
acuan pada Departemen Kesehatan RI serta beberapa referensi kegiatan MFK yang sudah
dilakukan di Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda selama ini.
Betapapun baiknya sebuah buku pedoman, tanpa pelaksanaan yang konsisten dan
menyeluruh oleh semua pihak yang terlibat, maka tujuan pedoman ini tidak akan tercapai. Buku
pedoman ini secara terus menerus diperbaharui dan diharapkan dapat disebarluaskan kepada
seluruh jajaran yang terkait yang mengabdi di Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
masukan demi terlaksananya penerbitan buku Pedoman dan Tata Laksana ini. Kami sadar bahwa
buku ini masih jauh dari sempurna, koreksi dari para pembaca sangat diharapkan dan semoga
buku ini dapat dipergunakan sebagai Pedoman dan Tata Laksana khususnya dan pihak lain yang
terkait dengan MFK pada umumnya.

Tasikmalaya, November 2017

( Tim MFK RSU Prasetya Bunda )

i
DAFTAR ISI

Lampiran
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………..................................... i
DAFTAR ISI......……………………………………………………………………………………................................. ii
BAB I DEFINISI…………………………………………………................................................................ 1
A. Latar Belakang…………………………………………………………………….......................... 1
B. Maksud dan Tujuan………………………………………………………................................. 2
C. Batasan Operasional………………………………………………………………….................... 2
3
D. Landasan Hukum…………………………………………………………………..........................
3

BAB II RUANG LINGKUP…………………………………………................…….................................... 4

A.Pedoman Penanggulangan Pengamanan dan kebakaran………………………. 5


1. Tujuan…………………………………………………………………………….......................... 5
2. Penatalaksanaan pengamanan dan kebakaran……………………………............ 5
1)Tindakan Pencegahan Kebakaran…………………………………………………………… 5
2)Pengaturan Kontruksi Bangunan…………………………………………………………….. 6
6
3)Akses Keluar dan berkumpul saat Kebakaran………………………………………….. 7
5)Sistem Peringatan Dini/deteksi dini………………………………………………………… 7
6)Penaggulangan Kebakaran……………………………………………………………………… 7

BAB III DOKUMENTASI……………………………………………………………............................................


8
A. Dokumen Monitoring dan evaluasi…………………………………………………………….......
1. Keamanan dan kebakaran…………………………………………………......................

BAB IV PENUTUP……………………………………………………………………………………...........................
9

LAMPIRAN………………………………………………………………………………………………................................
10

ii
iii
BAB I
DEFINISI

A. LATAR BELAKANG.
Sebagai institusi kesehatan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, Rumah
Sakit Umum Prasetya Bunda wajib memenuhi ketentuan/peraturan perundang-
undangan yang berlaku, oleh Direktur Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda secara
operasional dituangkan dalam berbagai kebijakan umum tentang program kegiatan
disetiap unit pelayanan maupun unit terkait. Sebagian dari program kegiatan tersebut
ada yang harus dilaksanakan secara terpadu yang melibatkan berbagai unit pelayanan
di lingkungan Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda salah satu diantaranya adalah
program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan. Di lingkungan Rumah Sakit Umum
Prasetya Bunda sendiri selalu ada kemungkinan terjadinya kecelakaaan kerja dalam
pengoperasian peralatan kedokteran serta penunjang medik lainnya, bahkan resiko
terjadinya penyakit akibat kerja dapat pula timbul penyebabnya bisa dari fasilitas yang
dimiliki rumah sakit atau sebagian besar disebabkan faktor ketidak hati-hatian
manusianya, dipihak lain setiap sumber daya manusia yang bekerja di rumah sakit
berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan profesinya/pekerjaannya, terjamin
keamanan pemakaian peralatan penunjang medik dan non medik yang terdapat di
rumah sakit termasuk pasien dan pengunjung yang mendatangi Rumah Sakit Umum
Prasetya Bunda.
Karena itu lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi petugas dan pengunjung
Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda, dapat diwujudkan dengan pelaksanaan
keselamatan keamanan kerja yang dijalankan dengan baik dan konsisten. Dengan
lingkungan yang sehat, petugas dapat bekerja tanpa resiko cedera sehingga dapat
melayani pasien dengan sebaik-baiknya. Juga dapat menciptakan lingkungan aman dan
bebas dari pencemaran limbah berbahaya dan beracun.
Pada akhirnya tercipta suatu kesejahteraaan pegawai yang juga dapat menekan
biaya untuk angka kesakitan yang timbul pada petugas sehingga dapat meningkatkan
mutu pelayanan Rumah Sakit. Untuk itu perlu menyusun pedoman Manajemen Fasilitas
dan Keselamatan sebagai panduan dalam pengelolaaan K3 RS.

1
B. MAKSUD DAN TUJUAN.
1.Maksud
Pedoman Pengamanan dan Kebakaran Ini dimaksudkan umtuk menjadi acuan bagi
Tim MFK Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda sebagai bahan untuk melaksanakan
dan memantau kegiatan MFK pada Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda sehingga
dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
2.Tujuan
2.1. Tujuan umum
Tujuan umum dari pedoman Keamanan dan Kebakaran ini adalah sebagai dasar
untuk memberikan pedoman kepada petugas Rumah Sakit Umum Prasetya
Bunda khususnya petugas yang berhubungan dengan Fasilitas dan Keselamatan
Rumah Sakit.
2.2 Tujuan Khusus
a. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan kerja pegawai di semua unit
kerja ke tingkat setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun kesejahteraan
sosialnya.
b. Mencegah timbulnya gangguan kesehatan pada petugas berupa kecelakaan
dan penyakit akibat kerja yang diakibatkan oleh keadaan/kondisi lingkungan
kerjanya.
c. Memberikan pekerjaan dan perlindungan bagi petugas di dalam pekerjaannya
dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh faktor-faktor yang
membahayakan kesehatan.
d. Menempatkan dan memelihara pekerja di suatu lingkungan pekerjaan yang
sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis pekerjanya.

C. BATASAN OPERASIONAL.
Upaya Untuk Memberikan jaminan keselamatan dan meningkatan derajat
kesehatan pasien dan atau karyawan Rumah Sakit dengan cara pencegahan
kecelakaan dan penyakit akibat kerja, pengendalian bahaya di tempat kerja, promosi
kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi.

2
D. LANDASAN HUKUM.
a. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
b. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
c. Undang-undang No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.
d. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per. 05 / Men / 1996, tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3 RS).
e. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1087/MENKES/SK/VIII/2010, tentang Standar
Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.
f. Keputusan Menteri Kesehatan No.1204/MENKES/SK/X/2004, tentang Persyaratan
Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
g. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 472/MENKES/PER/V/1996, tentang
Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan.
h. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 02/MEN/1980, tentang Pemeriksaan Tenaga
dan Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.
i. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 04/Men/1980, tentang Syarat-syarat
Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

3
BAB II
RUANG LINGKUP

Ruang lingkup Kesehatan dan Keselamatan kerja Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda
yaitu merupakan kegiatan untuk menyediakan fasilitas yang aman, berfungsi dan menunjang
kebutuhan pasien, keluarga dan staf serta pengunjung. Dan yang menjadi fokus kegiatan MFK
adalah fasilitas gedung, bahan berbahaya, manajemen emergensi, pengamanan kebakaran,
peralatan medis dan sistim utilitas. Secara khusus kegiatan MFK berupaya untuk:
1. Mengurangi dan mengendalikan bahaya dan resiko
2. Mencegah kecelakaan dan cidera
3. Memelihara kondisi yang aman

4
BAB III
PEDOMAN PENGAMANAN DAN KEBAKARAN.

a. Tujuan

Pencegahan terjadinya kebakaran di rumah sakit dan memastikan penghuni


rumah sakit selamat dan aman dari resiko adanya cedera maupun kemungkinan
kehilangan nyawa saat terjadinya kebakaran.

b. Penatalaksanaan Pengamanan dan Kebakaran

1) Tindakan pencegahan kebakaran


Tindakan berikut yang harus dilakukan oleh seluruh petugas sbb:
a) Bahan yang mudah terbakar seperti tabung gas ditempatkan pada
area yang aman dari api/ panas, dengan penempatan yang diatur
sedemikian rupa dan teridentifikasi baik untuk mencegah jatuhnya
tabung, serta akses masuk dibatasi (pintu masuk terkunci).

b) Jika meninggalkan ruangan, periksalah bahwa seluruh peralatan listrik


diruang kerja sudah dimatikan.

c) Jangan bebani titik listrik terlalu melebihi beban yaitu melebihi dari
kapasitas yg ada.

d) Larang orang memasak di dalam ruangan tanpa izin dari Kasi


Jangwat.
e) Perhatikan dan ingat-ingat lokasi tanda bahaya kebakaran, letak
tabung pemadam kebakaran, jalan keluar.

5
f) Lakukan patroli secara rutin didaerah tempat gas dapur Elpiji dari
kemungkinan orang merokok serta daerah yang rawan terhadap
kebakaran.

g) Jangan menyimpan sembarangan benda-benda yang mudah terbakar.

h) Larang atau tidak diberikan ijin/ingatkan setiap pekerja yang


pekerjaanya menimbulkan api, tetapi ia tidak melengkapi alat
keselamatan dan keamanan kebakaran.

i) Larangan merokok di areal rumah sakit. Kebijakan larangan merokok


di seluruh area rumah sakit kepada staf, pasien/ keluarganya dan
pengunjung, dan di tiap akses masuk ke rumah sakit dipasang poster
larangan merokok sebagai informasi pada staf, pasien dan pengunjung
rumah sakit.

Jika kedapatan orang merokok dilingkungan Rumah Sakit Umum


Prasetya Bunda, maka:
(1) Petugas Kemanan yang terdekat menegur. jika ingin
meneruskan rokoknya arahkan keluar areal Rumah Sakit Tk. III
Baladhika Husada, jika perokok tidak mau keluar dari areal
Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda maka perintahkan rokoknya
dimatikan.
(2) Petugas Piket akan melakukan patroli diareal Rumah Sakit
Umum Prasetya Bunda dengan dilengkapi Atribut dibaju
seragamnya.
(3) Petugas Piket setiap melakukan patroli membawa buku yang
telah disediakan, untuk mencatat hasil temuan orang yang
merokok di lingkungan Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda.
(4) Tindak lanjut hasil temuan akan disampaikan ke pimpinan
masing-masing Devisi atau Departemennya untuk diberikan
arahan agar tidak mengulangi hal yang sama.

6
(5) Hasil temuan Petugas Piket disampaikan ke Urpam dan
Urpam mencatat kedalam form yang telah disediakan.
(6) Posko pengaduan larangan merokok dimasing-masing pos
telah disiapkan formulir pengaduan, bagi siapapun jika ingin
mengadukan bisa mengisi form tersebut dan pihak Keamanan
akan menindak lanjuti berupa peneguran. jika pelakunya
karyawan dan berulang kali diperingatkan oleh Urpam tetapi tidak
ada perubahan, maka kasusnya akan disampaikan kepada Kaur
Tuud.
(7) Guna menghindari kesalafahaman maka pola yang dilakukan
oleh Petugas Piket adalah pendekatan/persuasif.

2) Pengaturan kontruksi Bangunan

Bahan bangunan yang digunakan pada proyek pembangunan di


rumah sakit menggunakan bahan yang dominan tidak menyebabkan
kebakaran seperti penggunaan bahan dinding dari kayu tidak
dianjurkan. Bangunan tambahan untuk unit bisnis di dalam lingkungan
rumah sakit merupakan bangunan permanen yang tidak terbuat dari
papan/ triplek.

3) Akses keluar dan area berkumpul saat kebakaran


a) Seluruh pintu keluar dari dalam unit pelayanan diberi tanda ‘EXIT’,
dimana pintu darurat tersedia di semua unit pelayanan dan
perkantoran untuk keadaan darurat.
b) Semua area di sekitar pintu keluar merupakan area bebas yang
tidak dihalangi oleh tumpukan barang maupun terhalang meubel dan
fasilitas lain.

7
c) Tanda-tanda menuju area berkumpul terpasang pada area strategis
yang menuju kearah area berkumpul dan dapat dilihat dari semua area
keluar dari tiap unit pelayanan maupun perkantoran
d) Area berkumpul di Area Aman dari bencana berada d lapangan parkir
RSU Prasetya Bunda.
4) Sistem peringatan dini/ deteksi dini.
Sistem deteksi dini dilakukan dengan pemasangan smoke detector pada
bangunan. Gedung yang belum memiliki smoke detector akan
dilakukan patroli kebakaran oleh petugas keamanan rumah sakit setiap
harinya dengan berkeliling rumah sakit untuk mengidentifikasi risiko
kebakaran.

Jika tercium bau asap, gas elpiji atau benda yang terbakar, tindakan yang
harus dilakukan oleh seluruh petugas adalah sbb:

a) Lapor ke Pj ruangan / Posko Keamanan / Piket Ext. 132


b) Piket / Pihak Keamanan lapor ke Komandan.
c) Komandan perintahkan tim Keamanan dan Urpam untuk:
(1) Cari sampai ketemu sumber bau gas elpiji atau benda yang
terbakar dan atau asap berasal.
(2) Koordinasi dengan pengguna ruangan atau PJ ruangan untuk
mencari hal tersebut sampai ditemukan
(3) Jangan menunggu alat Proteksi kebakaran berbunyi tim baru
berkerja.

5) Penanggulangan Kebakaran
a) Kebakaran dalam jam kerja pukul 07.00 s/d 15.30 wib.
(1) Bila terjadi kebakaran pada saat jam kerja yang bertanggung
jawab sebagai komandan adalah Kepala Rumah Sakit.
(2) Kepala Rumah Sakit berkoordinasi dengan Ketua Tim
Penanggulangan Bencana.
(3) ketua TPB melakukan koordinasi dengan seluruh unit kerja
yang ada di Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda.

8
(4) Bila diperlukan Ketua TPB melakukan koordinasi dengan
Polisi, PMI, Dinas Damkar, Kodim 0824 dan Dinkes Pemda
Jember.

b) Kebakaran di luar jam kerja pukul 15.30 – 07.00 wib.


(1) Bila terjadi kebakaran pada saat di luar jam kerja yang
bertanggung jawab sebagai komandan adalah Perwira Pengawas
Rumah Sakit/Perwira Piket.
(2) Perwira Pengawas berkoordinasi dengan Ketua TPB
kemudian melaporkan kejadian bencana kepada Kepala Rumah
Sakit.
(3) Ketua TPB melakukan koordinasi dengan seluruh unit kerja
yang ada di Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda.

c) Meredakan api kebakaran dan pengendalian asap.


Tindakan berikut ini yang harus dilakukan oleh seluruh petugas
Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda atau Tim Penanggulangan
Bencana (TPB) Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda, untuk
meredakan kebakaran dan pengendalian asap:
Lakukan terus pemadaman sesuai prosedur.
(1) Lakukan evakuasi setempat baik benda maupun orang.
(2) Singkirkan dari lokasi kejadian benda yang mudah
terbakar.
(3) Tutup pintu daerah yang terbakar setelah penghuni
terevakuasi.
(4) Jika api telah padam, hidupkan Exhaust Fan pembuang
udara kotor atau asap keluar ruangan, bila masih berfungsi dan
atau buka jendela agar asap keluar dari gedung

d) Paska Kebakaran
Untuk mengadakan evaluasi sampai sejauh mana akibat yang
ditimbulkan setelah kebakaran dapat dipadamkan, maka
Komandan segera memanggil/mengumpulkan Tim

9
Penanggulangan Bencana untuk melaksanakan fungsi-fungsi
yang terkait guna mengambil langkah-langkah Sebagai berikut:

(1) Pengamanan atas bangunan yang terbakar


(2) Penyelidikan mengenai sebab-sebab terjadinya kebakaran
untuk menentukan usaha-usaha agar kejadian yang serupa tidak
terulang kembali.
(3) Mengadakan survey untuk menilai kerugian yang timbul.
(4) Mengadakan penelitian/pemeriksaan teknis sehubungan
dengan kondisi bangunan dan penggunaan kembali.
(5) Mengadakan penelitian sehubungan dengan usaha
pembenahan dan rehabilitasi bangunan.
(6) Mengambil langkah dalam usaha memberikan pelayanan
perawatan pasien.

10
BAB IV
DOKUMENTASI

DOKUMENTASI MONITORING DAN EVALUASI

A. Pengamanan dan kebakaran


1) Koordinator membuat program inspeksi ketersediaan dan kesiapan alat
deteksi dini dan fasilitas pemadaman api, yang dilakukan setiap bulan yang
dibuktikan dengan dokumentasi hasil inspeksi.
2) Disusunnya program untuk memastikan penghuni rumah sakit
aman saat terjadinya kebakaran, program disusun dari hasil inspeksi
termasuk program pemeliharaan alat penanganan kebakaran.
3) Dilakukan pengujian/ simulasi prosedur penanganan kebakaran setahun
sekali yang diikuti oleh seluruh staf rumah sakit, termasuk pengujian pada
prosedur evakuasi pasien.

11
BAB V
PENUTUP

Demikian Pedoman Pengamanan dan Kebakaran Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda dibuat
sebagai acuan dalam melaksanakan manajemen fasilitasdan keselamatan di Rumah Sakit
Umum Prasetya Bunda.

Tasikmalaya,

Direktur RSU Prasetya Bunda

Dr. Muzwar Anwar.MM.Kes

12
LAMPIRAN :

CONTOH MSDS BERSIFAT MUDAH TERBAKAR:

LEMBARAN DATA PENGAMAN

CONTOH:
Rumus Kimia : C2H5OH Penandaan:
Berat Molekul : 45.1
Tipe Bahaya Bahaya Pemadam api Manajemen Kebakaran

Kebakaran Air Dilarang merokok


Hindarkan dari nyala api, percikan
Tabung CO2 api
Pemaparan Gejala Pertolongan pertama Pencegahan
1. Inhalasi sakit kepala bawa ke udara segar, istirahat Ventilasi
Lokal
Pusing bawa ke UGD jika perlu exhaust
Pakai
Batuk masker
singkirkan bahan pakaian yang Sarung
2. Kulit kemerahan terkontaminasi tangan
aliri dengan banyak air
Kacamata
3. Mata Sakit cuci mata dengan banyak air pelindung
Merah bawa ke UGD jika perlu
pakai
4. Tertelan sakit kepalacuci mulut dengan banyak air masker
Pusing bawa ke UGD jika perlu
Manajemen tumpahan
- Kumpulkan bahan yang terkena tumpahan
- Buang di sampah medis
- Bersihkan lantai/wadah dengan banyak air
Penyimpanan
Simpan di tempat tahan api, pisahkan dengan oksidator
Untuk semua kasus pemaparan parah, setelah penanganan pertama,
Perhatian segera bawa ke UGD

13
14
CONTOH MSDS / LEMBARAN DATA PENGAMAN BERSIFAT BERACUN / TOXIC
LEMBARAN DATA PENGAMAN / MSDS
CONTOH
Rumus Kimia : C46H56N4O10.H2SO4
Berat Molekul : 923,1 g/mol Penandaan:
Pemadam
Tipe Bahaya Bahaya api Manajemen Kebakaran

Kebakaran Gas beracun Air Dilarang merokok


Tabung
Nitrogen oksida CO2 Hindarkan dari nyala api, percikan api
sulfur oksida Memakai perlengkapan pemadam
Kebakaran
Pemaparan Gejala Pertolongan pertama Pencegahan
1. Inhalasi iritasi saluran bawa ke udara segar Ventilasi
beri nafas buatan/oksigenasi bila tidak
Nafas bernafas Lokal exhaust
Batuk segera bawa ke UGD
Bersin
Alat pelindung
2. Kulit iritasi tanggalkan pakaian yang terkontaminasi kerja
cuci kulit dengan sabun dan banyak air 15
Merah menit
segera bawa ke UGD
cuci mata dengan banyak air selama 15 Kacamata
3. Mata iritasi berat menit pelindung
Merah segera bawa ke UGD Pelindung muka
mata berair
4. Tertelan Melilit kumur-kumur, minum air banyak
Diare minum susu atau putih telur
segera bawa ke UGD
Manajemen tumpahan
- Jauhkan orang lain dari daerah tumpahan
- Pakai alat pelindung kerja, sarung tangan dan alat pelindung nafas
- Serap sisa tumpahan dengan handuk penyerap atau bantal penyerap
- Hindari dari menghirup debu tumpahan
- Bersihkan bahan yang tersisa dengan deterjen dan banyak air

15
- Buang limbah di kantong plastik ungu khusus obat sitostatika
Penyimpanan
Simpan di tempat kering, gelap, dan sejuk (2-8 C).
Untuk semua kasus pemaparan, setelah penanganan pertama, segera bawa
Perhatian UGD.

CONTOH MSDS / LEMBARAN DATA PENGAMAN BERSIFAT OKSIDATOR

LEMBARAN DATA PENGAMAN


Rumus Kimia : H2O2 Penandaan:
Berat Molekul : 34
Pemaparan Gejala Pertolongan pertama Pencegahan

1. Inhalasi sakit kepala bawa ke udara segar, istirahat Ventilasi


Pusing bawa ke UGD jika perlu Lokal exhaust
Batuk Pakai masker
singkirkan bahan pakaian yang
2. Kulit kemerahan terkontaminasi Sarung tangan
aliri dengan banyak air
Kacamata
3. Mata Sakit cuci mata dengan banyak air pelindung
Merah bawa ke UGD jika perlu
4. Tertelan sakit kepala cuci mulut dengan banyak air pakai masker
Pusing bawa ke UGD jika perlu
Manajemen tumpahan
- Kumpulkan bahan yang terkena tumpahan
- Buang di sampah medis
- Bersihkan lantai/wadah dengan banyak air
Penyimpanan
Simpan di tempat tahan api, pisahkan dengan NaOH, pelarut organik
Untuk semua kasus pemaparan parah, setelah penanganan pertama,
Perhatian segera bawa ke UGD

16
LEMBARAN DATA PENGAMAN
CONTOH
XYLENE ( = xylol ) Penandaan:
Tipe Bahaya Bahaya Pemadam api Manajemen Kebakaran
Kebakaran +++ CO2,busa & serbuk Dilarang merokok
Mudah
terbakar Hindari dari nyala api,
Uapnya lebih percikan api.
berat dari udara Hindari kerja di tempat
dan ada panas.
kemungkinan Kasus kebakaran:
terbentuk dilarang berdiri di
campuran daerah berbahaya tanpa
dengan udara menggunakan baju
yang dapat pelindung dan alat
meledak. pernafasan sendiri.
Hindarkan dari nyala api, percikan api
Pemaparan Gejala Pertolongan pertama Pencegahan
Ventilasi,kipas
Hirup udara segar, bila henti nafas lakukan pembuangan
1. Inhalasi Sesak nafas resusitasi . asap
Lokal exhaust
Pakai masker
2. Kulit kemerahan Cuci / bilas kulit dengan air banyak. Sarung tangan
Lepas baju yang terkontaminasi.

Kemerahan Bilas dengan air banyak selama 10 menit


Nyeri dengan membuka kelopak mata, lalu segera Kacamata
3. Mata Pandangan bawa ke dokter mata. pelindung
kabur Bawa ke UGD

4. Tertelan Pusing,gelisahCegah pasien muntah pakai masker


Beri korban minum activated charcoal (20-
Mual,muntah 40 g
Kram lambung Dalam 10% slirty), Segera bawa ke UGD.
Manajemen tumpahan
- Kumpulkan bahan yang terkena tumpahan
- Buang di sampah medis,
- Bersihkan lantai/wadah dengan banyak air
- Dilarang buang ke
dalam dalam saluran Air kotor, karena Bahaya meledak.

17
Penyimpanan
Simpan di tempat tahan api, pisahkan dengan oksidator
Temperatur < 25°C
Untuk semua kasus pemaparan parah, setelah penanganan pertama, segera
Perhatian bawa
ke UGD

18