Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Program linear adalah suatu cara untuk penyelesaian masalah


dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan linear yang
mempunyai banyak penyelesaian dengan memperhatikan syarat-syarat
agar diperoleh hasil yang maksimum atau minimum. Program linear
ditemukan dan dikembangkan oleh beberapa matematikawan di masa
sebelum Perang Dunia ke-I. penemuan dan pengembangan oleh beberapa
matematikawan tersebut rata-rata didasarkan karena persoalan atau
masalah yang sedang berkembang saat itu, yaitu dalam hal industry dan
peperangan.

Persoalan tersebut berkaitan dengan produksi, ia harus


menyelesaikan masalah mengefisiensikan biaya produksi dan pemakaian
bahan baku tetapi produksi tetap maksimal. Pada awalnya, masalah ini
dinilai sederhana tetapi ternyata lebih rumit dari kelihatannya. Dari sinilah
muncul berbagai macam metode penyelesaian program linier. Pada dunia
industry, manajemen sring menghadapi masalah-masalah yang yang
berhubungan dengan penugasan optimal.

Salah satu bagian dari program linear yang dapat membantu


masalah kehidupan sekitar adalah masalah penugasan (assignment
problem) . masalah umum penugasan adalah meliputi n tugas yang harus
ditetapkan kepada m pekerja dimana setiap pekerja memiliki kompetensi
yang berbeda dalam menyelesaikan setiap tugas. Salah satu metode dalam
menyelesaikan masalah program linear adalah metode penugasan atau
metode Hungarian. Untuk dapat menerapkan metode Hungarian, jumlah
sumber-sumber yng ditugaskan harus sama dengan jumlah tugas yang
harus diselesaikan.

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, Penulis merumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan Model Penunjukan?
2. Bagaimana langkah-langkah dalam Model Penunjukan dalam
menyelesaikan masalah program linear?
3. Bagaimana contoh penerapan Model Penunjukan dalam menyelesaikan
masalah program linear?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, Penulis mempunyai tujuan sebagai
berikut:
1. Menjelaskan yang dimaksud dengan Model Penunjukan
2. Mendeskripsikan langkah-langkah Model Penunjukan dalam
menyelesaikan masalah program linear
3. Mendeskripsikan contoh penerapan Model Penunjukan dalam
menyelesaikan masalah program linear

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Model Penunjukan


Model penunjukan disebut juga dengan metode penugasan. Persoalan
penugasan (assigntment problem) termasuk jenis persoalan transportasi
dengan demikian persoalan penugasan dapat dipecahkan dengan metode-
metode yang dapat dipergunakan untuk memecahkan persoalan transportasi.
selain ada metode transportasi untuk memecahkan persoalan-persoalan
transportasi juga ada metode penugasan untuk memecahkan persoalan-
persoalan penugasan. Kedua metode ini untuk beberapa hal merupakan
metode yang lebih efisien apabila dibandingkan dengan metode simplex1.
Model ini merupakan penunjukan alokasi dari banyak pekerjaan atau
individu pekerja yang dinyatakan dengan m pekerja yang akan ditunjukkan
pada n pekerjaan atau mesin dengan unit pembayaran atau biaya yang sudah
ditentukan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan setiap pekerja pada satu
mesin dengan memperhatikan total biaya paling rendah. Pekerja dinyatakan
dengan i untuk i = 1,2,3 . . . . . , m yang akan ditunjukkan pada mesin yang
dinyatakan dengan j, untuk j = 1,2,3, . . . .,n dengan unit d pembayaran atau
biaya yang dinyatakan dengan Cij2.

Sebagai suatu ilustrasi mengenai persoalan penugasan (assigment method)


ialah sebagai berikut: misalkan ada 3 macam pekerjaan yang harus
dikerjakan/diselesaikan/diproses melalui 3 mesin. Katakan 3 pekerjaan
tersebut P1, P2,& P3. Sedangkan 3 mesin tersebut kita beri singkatan M1, M2, &
M3. Persoalannya ialah pekerjaan yang mana harus diproses dengan mesin
yang mana pula,agar seluruh biaya pemprosesan dalam rangka penyelesaian
tugas atau pekerjaan dapat dicapai dengan jumlah biaya minimum atau
keuntungan maksimum. Setiap jenis pekerjaan dapat diproses secara tuntas

1
J.supranto.M.A, Linear Programming(Jakarta,1980),hlm.280
2
Hayatun Nufus dan Erdawati Nurdin,Program Linear(Pekanbaru,
2019),hlm.125

3
pada salah satu mesin tersebut (P1 dapat diselesaikan pada M1, M2, atau M3).
Selain daripada itu, biaya pemprosesan untuk setiap pekerjaan pada setiap
mesin sudah diketahui. Setiap mesin hanya bisa dipergunakan untuk
memproses satu jenis pekerjaan, dasar metode penugasan adalah satu lawan
satu (one to one basis)3.

Di dalam tabel persoalan penugasan, baris menunjukkan jenis pekerjaan


sedangkan kolom menunjukkan jenis mesin. Banyaknya baris = banyaknya
kolom, berarti banyaknya jenis pekerjaan sama dengan banyaknya jenis mesin.
Di dalam persoalan transportasi banyaknya daerah asal tidak harus sama
dengan banyaknya daerah tujuan,4 jadi banyaknya baris (m) tidak harus sama
dengan banyaknya kolom (n), akan tetapi di dalam persoalan penugasan baris
m harus sama dengan kolom n. Selain itu, metode penugasan ini bisa
diterapkan untuk persoalan minimasi dan maksimasi, seperti persoalan
meminimunkan total waktu yang diperlukan oleh sekelompok karyawan untuk
mengerjakan tugas yang telah diberikan dan masalah maksimasi seperti berupa
pendapatan, laba, keuntungan dan nilai kemenangan5.

2.2 Langkah-Langkah Model Penunjukan


Langkah-langkah penggunaan prosedur penugasan adalah sebagai
berikut:
1. bentuk tabel penugasan. Letakkan pekerjaan sebagai baris dan pekerja
(mesin) sebagai kolom. Jumlah baris = jumlah kolom, untuk memenuhi
asumsi. Jika jumlah baris ≠ jumlah kolom (pekerja ≠ pekerjaan ), maka
kita perlu menyeimbangkannya dengan menambahkan variable dummy.
Jika jumlah pekerjaan > jumlah pekerja, maka kita memerluakan dummy

3
Opcit,hlm.280
4
J.supranto.M.A, Linear Programming(Jakarta,1980),hlm.280

4
pekerja. Jika jumlah pekerjaan < jumlah pekerja, maka kita memerlukan
dummy pekerjaan. Berbeda dengan metode transportasi, jumlah dummy
yang dibutuhkan tergantung dari selisih jumlah pekerjaan dengan jumlah
pekerja, karan masing-masing pekerja dan pekerjaan bernilai 1. Di dalam
setiap sel tabel diletakkan biaya penugasan atau keuntungan penugasan
2. pilihlah bilangan terkecil utuk tujuan minimasi biaya atau bilangan
terbesar untuk tujuan maksimasi dari setiap baris pada tabel
3. kurangkan setiap bilangan pada masing-masing baris dengan bilangan
terkecil atau bilangan terbesar yang telah ditentukan pada langkah 1
4. bila langkah 3 belum menghasilkan paling sedikit satu nilai nol pada tiap
kolom, maka pilihlah bilangan terkecil untuk tujuan minimasi atau
bilangan terbesar untuk tujuan maksimasi dari setiap kolom yang belum
memiliki nilai nol satupun.
5. Kurangkan setiap bilangan pada masing-masing kolom yang belum
memiliki nilai nol dengan bilangan terkecil untuk tujuan minimasi atau
bilangan terbeesar untuk tujuan maksimasi yang telah ditentukan pada
langkah 4.
6. Tariklah sejumlah garis minimun horizontal dan atau vertikal untuk
meliput seluruh elemen bernilai nol yang terdapat dalam tabel. Bila jumlah
garis sama dengan jumlah baris atau kolom, maka penunjukan telah
mencapai hasil yang optimal. Jika tidak sama, maka tabel harus di revisi.
7. Untuk merivisi tabel, pilih bilangan terkecil untuk tujuan minimasi dan
bilangan terbesar untuk tujuan maksimasi yang belum terliput garis.
8. Kurangkan seluruh bilangan yang belum terliput oleh garis dengan
bilangan terkecil untuk tujuan minimasi atau bilangan terbesar untuk
tujuan maksimasi yang telah ditentukan pada langkah 7.
9. Tambahkan bilangan terkecil atau terbesar tersebut pada nilai yang terletak
pada persilangan garis dengan bilangan yang telah ditentukan pada
langkah 8

5
10. Ulangi langkah 66

2.3 Contoh Penerapan


Persoalan 1
Ketua yayasan pondok pesantren Daarun Nahdhah mempunyai 5
ustadz yang harus dialokasikan pada 4 mata pelajaran agama yaitu fiqih,
hadits, akidah akhlak, dan sejarah kebudayaan islam. Semua ustadz
mempunyai penilaian yang telah dinilai oleh para santri dari mata
pelajaran agama terdahulu. Tabel dibawah ini memperlihatkan hasil
penilaian (100 = sempurna). Ketua yayasan tersebut ingin menentukan
alokasi optimal sehingga didapatkan nilai rata-rata yang maksimal untuk
menentukan ustadz yang mengajar mata pelajaran agama tersebut. Ustadz
yang tidak mendapat mata pelajaran akan diusulkan untuk menjadi
anggota Tata Usaha (TU) di ponpes tersebut. Bantulah ketua yayasan
tersebut untuk menentukan penilaian yang maksimal dan tentukan ustadz
yang menjadi anggota TU7.
Ustadz Mata pelajaran
Fiqih Hadits Akidah SKI
akhlak
1 75 70 85 80
2 90 85 85 92
3 80 90 83 86
4 88 86 75 79
5 86 87 88 83

Solusi:

6
Hotniar Siringoringo, pemrogragraman Linear(jogja,2005),hlm.206
7
https://www.academia.edu/29524056/makalah_masalah_penugasan_riset_op
erasi.

6
Dari permasalahan penugasan di atas, kita lihat bahwa ketua yayasan ingin
menentukan penilaian yang maksimal untuk menentukan ustadz pengajar
maka jenis masalahnya berupa maksimasi. Diketahui pula bahwa ustadz
sebagai sumber-sumber yag ditugaskan ada 5. Akan di alokasikan ke 4
mata pelajaran agama yang merupakan tugas. Hal ini menunjukkan baris ≠
kolom sehingga baris dan kolomnya perlu di seimbangkan terlebih dahulu
sebagai berikut:

Tabel-1

Ustadz Mata pelajaran


Fiqih Hadits Akidah SKI Dummy
akhlak
1 75 70 85 80 0
2 90 85 85 92 0
3 80 90 83 86 0
4 88 86 75 79 0
5 86 87 88 83 0
a. Memilih bilangan terbesar dari setiap baris pada tabel
Bilangan terbesar pada stiap tabel-1 adalah
Baris I : 85
Baris II : 92
Baris III : 90
Baris IV : 88
Baris V : 88
b. Mengurangkan setiap bilangan pada masing-masing baris dengan bilangan
terbesar yang telah ditentukan pada langkah a
Tabel 2
Ustadz Mata pelajaran
Fiqih Hadits Akidah SKI Dummy
akhlak

7
1 75-85 70-85 85-85 80-85 0
2 90-92 85-92 85-92 92-92 0
3 80-90 90-90 83-90 86-90 0
4 88-88 86-88 75-88 79-88 0
5 86-88 87-88 88-88 83-88 0
Hasilnya:

Ustadz Mata pelajaran


Fiqih Hadits Akidah SKI Dummy
akhlak
1 -10 -15 0 -5 -85
2 -2 -7 -7 0 -92
3 -10 0 -7 -4 -90
4 0 -2 -13 -9 -88
5 2 -1 0 -5 -88

c. Karena kolom dummy belum memiliki 0. Maka bilangan terbesar pada


setiap kolom dikurangkan dari masing-masing nilai kolom yang
bersangkutan sehingga diperoleh.
Tabel-3
Ustadz Mata pelajaran
Fiqih Hadits Akidah SKI Dummy
akhlak
1 -10 -15 0 -5 0
2 -2 -7 -7 0 -7
3 -10 0 -7 -4 -5
4 0 -2 -13 -9 -3
5 2 -1 0 -5 -3

8
d. Tarik sejumlah garis horizontal dan vertical yang diperlukan untuk
mencoret semua angka 0 pada tabel biaya opportunity yang lengkap.

Tabel-4
Ustadz Mata pelajaran
Fiqih Hadits Akidah SKI Dummy
akhlak
1 -10 -15 0 -5 0
2 -2 -7 -7 0 -7
3 -10 0 -7 -4 -5
4 0 -2 -13 -9 -3
5 2 -1 0 -5 -3
e. Karena jumlah garis sudah sama dengan jumlah baris atau kolom maka
tabel sudah optimal. Oleh karena itu, tabel-4 sudah mencapai maksimum.
Alokasi penempatan ustadz pengajar yaitu:
Ustadz 1 akan dialokasikan pada mata pelajaran akidah akhlak
Ustadz 2, akan dialokasikan pada mata pelajaran SKI
Ustadz 3, akan dialokasikan pada mata pelajaran hadits
Ustadz 4, akan dialokasikan pada mata pelajaran fiqih
Ustadz 5, akan dialokasikan pada anggota TU

Dengan penilaian:
Ustadz Mata pelajaran
1 85
2 92
3 90
4 88
5 0
Total penilaian 355

9
Nilai rata-rata maksimal 71

Persoalan 2

Terdapat 3 orang pembersih mesjid yang akan dipekerjakan pada 3


mesjid, dengan catatan:

a. Setiap pekerja pada setiap lowongan kerja mempunyai waktu yang


dibutuhkan (dalam jam) yang dinyatakan dalam tabel dibawah ini:

Tabel 1 Tabel contoh ke-1 Model Penugasan

A B C

L 15 18 21

Ll 19 23 22

Lll 26 17 16

b. Semua pekerja dibayar sama besarnya

Tentukanlah penunjukan masing-masing pekerja pada lowongan kerja yang


tersedia dan berapakah total waktu yang diperlukan ?

Penyelesaian :

Tabel 2 Langkah ke-1 Model Penunjukan

A B C

10
L 15* 18 21

Ll 19 23 22

Lll 26 17 16*

c. Memlilih bilangan terkecil dari setiap baris pada tabel. Bilangan terkecil
pada tiap baris tabel-1 adalah :

Baris I = 15

Baris ll = 19

Baris ll = 16

d. Mengurangkan setiap bilangan pada masing-masing baris dengan bilangan


terkecil yang telah ditentukan pada langkah c.

Baris l kolom A = 15 - 15 = 0

Baris l kolom B = 18 - 15 = 3

Baris l kolom C = 21 - 15 = 6

Baris ll kolom A = 19 - 19 = 0

Baris ll kolom B = 23 - 19 = 4

Baris ll kolom C = 22 - 19 = 3

Baris lll kolom A = 26 - 16 =10

Baris lll kolom B = 17 - 16 = 1

Baris lll kolom C = 16 - 16 = 0

Berdasarkan uraian diatas, maka tabel 1 berubah menjadi :

Tabel 3 Tabel Model Penunjukan hasil langkah ke-2

11
A B C

I 0 3 6

II 0 4 3

III 10 1 0

Pada langkah d, kolom B belum terdapat bilangan nol. Oleh karena itu,
dipilihlah bilangan terkecil dari kolom B, yaitu : 1

e. Mengurangkan setiap bilangan pada kolom B dengan 1, sehingga :

Kolom B baris l = 3 – 1 = 2

Kolom B baris ll = 4 – 1 = 3

Kolom B baris lll = 1 – 1 = 0

Berdasarkan uraian diatas, maka tabel 3 berubah menjadi :

Tabel 4 Tabel Model Penunjukan hasil langkah ke-3 dan ke-4

A B C

I 0 2 6

II 0 3 3

III 10 0 0

f. Pada tabel 3, hanya terdapat minimum garis sebanyak 2, seperti terlihat


pada tabel berikut :

Tabel 5 Tabel Model Penunjukan hasil langkah ke-5

12
A B C

I 0 2 6

II 0 4 4

III 10 0 0

g. Pada tabel diatas, banyaknya garis sama dengan banyaknya jumlah baris
dan kolom. Terdapat 2 buah garis dan 3 buah baris dan kolom, sehingga
perlu dlakukan revisi tabel. Oleh karena itu, dipilih bilangan terkecil yang
belum meliputi garis, yaitu bilangan 2.

h. Mengurangkan seluruh bilangan yang belum terliput oleh garis dengan


bilangan 2

Baris l kolom B = 2 – 2 = 0

Baris ll kolom B = 4 – 2 = 2

Baris I kolom C = 6 – 2 = 4

Baris II kolom C = 4 – 2 = 2
i. Menambahkan bilangan yang terletak pada persilangan garis, yaitu
bilangan 10 (kolom A baris lll ) dengan bilangan 2.
Kolom A baris lll = 10 + 2 = 12

Tabel 6 Tabel Model Penunjukan hasil langkah ke- 6 dan ke-7

A B C

I 0 2 6

II 0 4 4

13
III 12 0 0

j. Pada tabel 5 terdapat minimum garis sebanyak 3, seperti terlihat pada tabel
berikut

Tabel 7 Tabel Model Penunjukan langkah ke-5

A B C

I 0 0 4

II 0 2 2

III 10 0 0

Pada tabel diatas, banyaknya garis sama dengan banyaknya baris dan kolom.
Oleh karena itu, tabel-8 telah mencapai hasil yang maksimum.

Keempat karyawan dapat diposisikan pada masing-masing lowongan kerja


dengan cara yaitu:

Karyawan l diposisikan pada lowongan kerja B = 18

Karyawan ll diposisikan pada lowongan kerja A = 19

Karyawan lll diposisikan pada lowongan kerja C = 16

( 18 + 19 + 16 ) = 53

Jadi, total waktu yang diperlukan adalah 53 jam.

2.4 Latihan Soal


1. Pengusaha kubah mesjid menangani pekerjaan pembuatan kubah di daerah
sekitarnya. Saat ini mempunyai 3 pekerjaan yang harus digarapnya yaitu

14
A, B, dan C. mempunyai 3 mesin X, Y, dan Z. setiap pekerjaan dapat
diproses penuh pada setiap mesin.

Pertanyaan: tentukan penugasan yang dikerjakan oleh masing-masing


pekerjaan pada masing-masing mesin tersebut

Tabel 1 Tabel Latihan Soal Model Penugasan

MESIN PEKERJAAN

A B C

X 25 15 22

Y 31 20 19

Z 35 24 17

2. Terdapat 3 orang yang akan di pekerjakan pada pembangunan 3 masjid


masing-masing masjid membutuhkan 1 tenaga kerja, dengan catatan:
a. Setiap pekerja pada setiap pembangunan masjid mempunyai waktu
yang dibutuhkan (dalam jam) yang dinyatakan pada tabel dibawah ini:

Tabel 2 Tabel Latihan Soal Posisi dan Jam

A B C

I 18 22 25

II 23 21 19

III 18 26 15

15
b. Semua pekerja di bayar sama besarnya.
Tentukan penunjukan masing-masing pekerja pada masjid yang tersdia dan
berapakah total waktu yang diperlukan?

KUNCI JAWABAN

1. Penugasan :
1) Pekerjaan A diposisikan pada mesin X = 25
2) Pekerjaan B diposisikan pada mesin Y = 20
3) Pekerjaan C diposisikan pada mesin Z = 17

2. Posisi dan jam


1) I diposisikan di A = 18
2) II diposisikan di A = 21
3) III diposisikan di A = 15
Dengan jumlah jam (18 + 21 + 15) = 54

16
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan di atas, penulis
menyimpulkan bahwa:
1. Model penunjukan (assigntment problem) adalah suatu masalah
mengenai pengaturan objek untuk melaksanakan tugas, dengan
tujuan meminimalkan biaya, waktu, jarak, dan sebagainya,
ataupun memaksimalkan keuntungan yang salahsatu
penyelesaiannya menggunakan metode penunjukan.
2. Model penujukan memiliki beberapa langkah yang telah di
jabarkan dipembahasan makalah dan penyelesaiannya
menggunakan tabel dengan jumlah kolom harus sama dengan
jumlah baris pada setiap kolom. Jika jumlah kolom tidak sama
dengan jumlah baris maka kita harus menambhakan dummy
(tabel semu)
3. Contoh penerapan dari Metode penunjukkan yaitu banyaknya
m pekerja yang melakukan n pekerjaan, di metode penunjukan
banyak pekerja harus sama dengan jumlah pekerjaan.
3.2 Saran
Makalah ini disusun oleh penulis untuk memenuhhi tugas mata kuliah
program linear. Penulis berharap makalah ini dapat dijadikan referensi
atau bahan bacaan bagi para pembaca. Penulis menyarankan

17
DAFTAR PUSTAKA

Nufus, Hayatun, Erdawati Nurdin. 2019. Program Linear.Pekanbaru:Cahaya


Firdaus

Siringoringo, Hotniar.2005. Pemrograman Linear. Yogyakarta: Graha Ilmu

J.Supranto, M.A. 1983.Linear Programming. Jakarta: Fakultas Ekonomi


Universitas Indonesia

https://www.academia.edu/29524056/makalah_masalah_penugasan_riset_ope
rasi.

18