Anda di halaman 1dari 12

AP – 1.

Surat Keputusan Direktur


ASESMEN PASIEN
MENCAKUP STATUS
NUTRISI

RUMAH SAKIT IBU & ANAK


“ PONDOK TJANDRA “
Waru – Sidoarjo – Jawa Timur
2018
RUMAH SAKIT IBU & ANAK
“ PONDOK TJANDRA “
Jln. Mangga I E-225 Pondok Tjandra Indah, Waru – Sidoarjo
Telp. (031) 8662206, 8664488 Fax. (031) 8664345
E-mail: rsb_tjandra@yahoo.co.id

KEPUTUSAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”


NOMOR: /SNARS-Ed 1/SKP/RSIA-PT/I/2018

TENTANG

KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN MENCAKUP STATUS NUTRISI

DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”

Menimbang :
a. bahwa perlu dilakukan asesmen pasien mencakup status nutrisi saat pelayanan
maupun pengobatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”;
b. bahwa agar asesmen pasien mencakup status nutrisi terlaksana dengan baik, perlu
diterbitkan kebijakan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan dalam a dan b, ditetapkan Keputusan Direktur
Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”..

Mengingat :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009.tentang Pelayanan Publik
4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008.tentang Informasi Publik
5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004.tentang Praktik
Kedokteran
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1171/MENKES/PER/VI/2011 tentang Sistem Informasi Rumah Sakit
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1438/MENKES/PER/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008
tentang Rekam Medis
10. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/MENKES/SK/II/2008
tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit
.
1. Keputusan Ketua Yayasan …… Nomor: SK 002/RSBPT/IX/201 (?), Tahun 2013
tentang Struktur Organisasi Rumah Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”.
2. Keputusan Ketua Yayasan …… Nomor: SK 001/YHB/VIII/2012 (?) tentang
Penetapan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

Pertama : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK


“PONDOK TJANDRA” TENTANG ASESMEN PASIEN MENCAKUP
STATUS NUTRISI

Kedua : Kebijakan asesmen awal pasien mencakup status nutrisi di Rumah Sakit
Ibu dan Anak “Pondok Tjandra” sebagaimana tercantum dalam Lampiran
Keputusan ini.
Ketiga : Pembinaan dan pengawasan asesmen awal pasien mencakup status nutrisi
dilaksanakan oleh Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila di kemudian
hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya
Ditetapkan di : Sidoarjo
Pada tanggal : Agustus 2018

Direktur,
Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”,

dr. Ricky Herdianto,M.Mk


Lampiran
Keputusan Direktur RSIA “Pondok Tjandra”
Nomor : /SNARS-Ed 1/SKP/RSIAPT/I/2018
Tanggal : Agustus 2018

KEBIJAKAN TENTANG ASESMEN PASIEN MENCAKUP STATUS NUTRISI RUMAH


SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”

KEBIJAKAN UMUM:
Informasi yang diperoleh pada asesmen awal medis atau asesmen awal keperawatan,
dapat menunjukkan kebutuhan asesmen lebih lanjut atau lebih mendalam tentang status
nutrisional, fungsional termasuk resiko pasien jatuh
Asesmen lebih mendalam dibutuhkan untuk identifikasi pasien yang memerlukan
intervensi nutrisi, layanan rehabilitasi, atau layanan lain terkait kemampuan untuk berfungsi
mandiri. Secara umum seleksi dilakukan melalui evaluasi sangat sederhana, mendalam
terhadap pasien untuk mementukan apakah pasien menunjukan gejala sebagai sebuah resiko
yang kemudian dibutuhkan asesmen lebih lanjut secara mendalam
KEBIJAKAN KHUSUS:
1. Rumah sakit menetapkan kriteria resiko nutrisional yang dikembangkan bersama staf
yang kompeten dan berwewenang. (R).
2. Pasien disrining untuk resiko nutrisional sebagai bagian dari asesmen awal. (D,W)
3. Pasien dengan risiko nutrisional dilanjut dengan asesmen gizi. (D,W)

Direktur,
Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”,

dr. Ricky Herdianto,M.Mk


AP – 1.4

Surat Keputusan Direktur


PANDUAN ASESM EN
PASIEN MENCAKUP
STATUS NUTRISI

RUMAH SAKIT IBU & ANAK


“ PONDOK TJANDRA “
Waru – Sidoarjo – Jawa Timur
2018
Lampiran
Keputusan Direktur RSIA “Pondok Tjandra”
Nomor: 001/SNARS-Ed 1/SKP/RSIA-PT/I/2018
Tanggal : Agustus 2018

KEBIJAKAN TENTANG ASESMEN MENCAKUP STATUS NUTRISI


RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK “PONDOK TJANDRA”

BAB 1

PENDAHULUAN

Melakukan penilaian pada pasien mengenai status gizinya, apakah diperlukan


intervensi dengan diet tertentu untuk memenuhi nutrisinya.

BAB 2

TUJUAN

Status nutrisi dengan menggunakan kriteria Malnutrition


Universal Screening Tool (MUST), yang bertujuan untuk
m e n g i d e n t i f i k a s i d a n menatalaksana pasien dewasa yang mengalami gizi
buruk, kurang gizi,dan obesitas.

BAB 3

MANFAAT

Kriteria pemeriksaan digunakan oleh staf yang berkompeten dan diberi kewenangan
yang mampu melakukan asesmen lebih lanjut, jika perlu, memberi pelayanan yang
diperlukan. Misalnya kritreria pemeriksaan nutrisi dibuat oleh perawatn yang menggunakan
kriteria, dietisen yang memberi saran intervensi diet, dan nutrisionis yang akan
mengintregasikan kebutuhan nutrisi dengan kebutuhan lain pasien.

BAB 4

TATA LAKSANA

A. Kaji status gizi pasien dengan metode skrining, sebagai berikut :


1. Menanyakan identitas pasien ( nama, umur, jenis kelamin )
2. Menanyakan riwayat penyakit pasien :
a. Penyakit sekarang, penyakit yang pernah di derita
b. Hamil ; berat badan menyimpang dari normal
c. Anorexia
d. Mual, muntah
e. Keadaan yang memerlukan penambahan/pengurangan zat gizi tertentu,
seperti ; kanker, mal absorbs, diare
3. Menanyakan riwayat gizi pasien :
a. Gangguan mengunyah /menelan, nafsu makan
b. Sering jajan/makan di luar rumah
c. Intake makanan
d. Berdiet yang memungkinkan terjadinya defisiensi gizi, seperti ; makan
cair lebih dari 3 hari, berdiet ketat
4. Tanyakan riwayat sosial pasien ( pendidikan, pekerjaan, penghasilan )
5. Antropometri :
a. Status nutrisi pada dewasa dapat dinilai dengan cara :
 Ukur tinggi badan dengan alat pengukur tinggi badan
 Timbang berat badan dengan timbangan berat badan
 Hitung berat badan ideal
- BB Ideal ( Kg ) = ( Tinggi Badan dalam cm – 100 – 10 % ) atau
- BB Relatif ( % ) = BB x 100 %
( TB-100 )
- IMT = Berat Badan ( kg )
Tinggi Badan ( m² )
 Nilai status gizi
- BB Ideal
> 20 %, Obesitas
> 11 %, Over Weight
9 – 11 %, Ideal
7 – 9 %, Under Weight
< 7 %, Severe Under Weight
- BB Relatif
>120 %, Obesitas
>110 %, Over Weight
90 – 110, Normal
<90, Under Weight
- IMT
>27, Obesitas
>25 – 27, Over Weight
>18,5 – 25, Normal
17 – 18,5, Under Weight
<17, Severe Under Weight

Pengukuran alternative

Jika tinggi badan dan berat badan tidak diketahui, untuk memperkirakan IMT, dapat
menggunakan pengukuran lingkar lengan atas ( LLA )
 Lengan bawah sisi kiri pasien harus ditekuk 90o terhadap siku, dengan lengan atas
paralel di sisi tubuh. Ukur jarak antara tonjolan tulang bahu (akromion) dengan
siku (olekranon). Tandai titik tengahnya.
 Perintahkan pasien untuk merelaksasikan lengan atasnya, ukur lingkar lengan atas
di titik tengah, pastikan pita pengukur tidak terlalu menempel terlalu ketat

LLA < 23,5 cm = perkiraan IMT < 20 kg/m2


LLA > 32 cm = perkiraan IMT > 30 kg/m2

b. Pada anak – anak : pertumbuhan di bawah atau di atas normal di lihat


dari standar PB/BB/umur dan BB/umur
6. Menanyakan riwayat obat yang sering digunakan :
- Penurun tekanan darah
- Vitamin dan mineral
7. Menayakan data laboratorium ( Hb, GDS, SGOT, SGPT )
BAB 5

PENUTUP

Panduan Asesmen awal pasien RSIA Pondok Tjandra tersusun berdasarkan kolaborasi antara
regulasi nasional, referensi dan implementasi dilapangan. Panduan ini dibuat untuk
menstandarisasi proses pemberian pelayanan Asesmen status nutrisi pasien dengan harapan terciptanya
pelayanan yang bermutu dan berkualitas. Pemberian pelayanan yang berkualiatas selain adanya
standarisasi tatacara penyelenggaraannya juga harus dilakukannya evaluasi secara berkala apakah standar
yang telah ditetapkan ini dapat diterapkan secara maksimal atau ketidak patuhan staf terhadap
standar yang dilakukan. Oleh karenanya, tidak ada gading yang tak retak, kesempurnaan hanya milik
Allah semata, sehingga panduan ini tetap harus selalu dilakukan review secara berkala agar tercipta pelayanan
yang berkualiatas secara terus menerus.

DAFTAR PUSTAKA

Sutoto, 2017. Standart Nasional Akreditasi Rumah Sakit EDISI 1. Jakarta Selatan: Komisi Akreditasi
Rumah Sakit (KARS).

Sutoto, 2018. Instrumen Survei Standart Nasional Akreditasi Rumah Sakit EDISI 1. Jakarta Selatan:
Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

https://www.academia.edu/8312573/CONTOH_Panduan_Asesmen_Pasien

Direktur,
Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”,

dr. Ricky Herdianto,M.Mk


AP – 1.4

Standar Prosedur Operasional


ASESMEN MENCAKUP
STATUS NUTRISI

RUMAH SAKIT IBU & ANAK


“ PONDOK TJANDRA “
Waru – Sidoarjo – Jawa Timur
2018
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK

A PONDOK TJANDRA ASESMEN MENCAKUP STATUS NUTRISI

Jln. Mangga I E-225 Pondok Tjandra Indah,


Waru – Sidoarjo
Telp. (031) 8662206, (031) 8664488
Fax. (031) 8664345 No. Dokumen No. Revisi Halaman
E-mail: rsb_tjandra@yahoo.co.id
001/SNARS-Ed 0 1 s/d 2
1/SKP/RSIA-
PT/I/2018

STANDAR PROSEDUR Tanggal terbit Ditetapkan Direktur,


OPERASIONAL
Agustus 2018

dr. Ricky Herdianto,M.Mk

Pengertian : Melakukan penilaian pada pasien mengenai status gizinya,


apakah diperlukan intervensi dengan diet tertentu untuk
memenuhi nutrisinya.

Tujuan : Penilaian status giziz awal pasien masuk rumah sakit sangat
penting dilakukan karena dapat menggambarkan status gizi
pasien saat itu dan membantu mengidentifikasi perawatan
gizi secara spesifik pada masing-masing pasien.

Kebijakan : SK Direktur Nomor: 001/SNARS-Ed 1/SKP/RSIA-


PT/I/2018, tanggal Agustus 2018, tentang Status Nutrisi
di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pondok Tjandra.

Prosedur : 1. Lakukan asesmen awal (perawat IGD/bangsal) yang


meliputi : Berat Badan(BB) dan Tinggi Badan (TB), Indeks
Massa Tubuh (IMT), Penurunan Berat Badan, Penurunan
Nafsu Makan.
2. Lakukan pengkajian pada pasien dengan resiko nutrisi.
3. Lakukan asesmen lanjutan terintegrasi pada pasien yang
mempunyai resiko nutrisi.
4. Malnutrisi di rumah sakit ini mengakibatkan masa rawat
pasien lebih panjang dibandingkan dengan tanpa
malnutrisi rumah sakit
5. Penilaian status gizi pasien di rumah sakit adalah untuk
menentukan status gizi pasien secara akurat,
menentukan hubungan dengan malnutrisi secara klinis
dan memonitor perubahan status gizi selama
mendapatkan terapi gizi
6. Ahli gizi yang akan menyediakan intervensi diet yang
direkomendasikan dan nutrisionis yang mampu
mengintegrasikan kebutuhan nutrisi dengan kebutuhan
lain dari pasien
Instalasi terkait : 1. Ruang Perawatan
2. Instalasi Gizi