Anda di halaman 1dari 4

UAS TAKE HOME

FILSAFAT DAN SAINS KEPERAWATAN

RESUME PHILOSOPHICAL THEORY, GRAND THEORY DAN


MIDDLE RANGE THEORY

Disusun oleh :

HAKIM TOBRONI HR (1110018003)

Program Studi S2 Terapan Keperawatan


Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
2018
A. PHILOSOPHICAL THEORY
Falsafah keperawatan merupakan keyakinan terhadap nilai nilai keperawatan yang menjadi
pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan kepada indnividu, keluarga, kelompok,
masyarakat. Keyakinan terhadap nilai keperawatan harus menjadi pedoman bagi setiap
perawat. Falsafah keperawatan menjadi pedoman dalam menjalankan profesinya. Philosophy
theory / Meta theory dalam ilmu keperawatan sangat abstrak dan tidak mudah untuk diuji, meta
teori keperawatan menyajikan kalimat-kalimat dan struktur situasi yang berkaitan dengan
kejadian yang diobservasi oleh perawat-perawat dalam skala global.

Ada banyak teori keperawatan yang terdapat dalam phylosofy theory, salah satunya merupakan
teori dari Florence nightingale yang intinya tentang modern nursing yang menitibertakan pada
lima dimensi kesehatan lingkungan dalam rangka mningkatkan kualitas pemberin ashuan
keperawatan pada klien yaitu: (udara murni, air murni, drainase yang efisien, kebersihan, dan
cahaya). Florence nightingale Meyakini bahwa lingkungan yang sehat diperlukan untuk
perawatan yang tepat & pemulihan/pemeliharaan kesehatan.

B. GRAND THEORY

Grand theory adalah setiap teori yang dicoba dari penjelasan keseluruhan dari kehidupan sosial,
sejarah, atau pengalaman manusia. Pada dasarnya berlawanan dengan empirisme, positivisme
atau pandangan bahwa pengertian hanya mungkin dilakukan dengan mempelajari fakta-fakta,
masyarakat dan fenomena.

Grand Theory menekankan pada konsep keseimbangan, pengambilan keputusan, sistem dan
bentuk komunikasi sebagai sarana dasar perangkat pengatur (central organizing devices) untuk
mengkaji hubungan internasional.

Grand theory adalah suatu teori yang paling mendasar dari ke empat teori philosophical
keperawatan dimana teori ini memiliki ruang lingkup yang luas dan menyajikan konsep dan
proposisi umum. Teori pada tingkat ini mungkin mencerminkan dan memberikan wawasan
yang berguna untuk praktik tetapi tidak dirancang untuk pengujian empiris. Teori Ini
membatasi penggunaan teori-teori besar untuk mengarahkan, menjelaskan dan memprediksi
keperawatan dalam situasi tertentu. Teori pada tingkat ini cenderung berhubungan dengan
semua contoh keperawatan. Parker, Marilyn. (2005)
Dalam grand theory terdapat beberapa ahli yang mengemukakan teorinya tentang keperawatan
yang trmasuk dalam ruang lingkup grand theory. Contohnya seperti madeleine leininger dan
teorinya tentang “theory of culture care diversity and universality”, dalam teorinya leininger
membahas tentang bagaimana factor kultural dapat mempengaruhi keadan sehat sakit seorag
individu.

C. MIDDLE RANGE THEORY


Middle range theories dapat didefinisikan sebagai serangkaian ide/ gagasan yang saling
berhubungan dan berfokus pada suatu dimensi terbatas yaitu pada realitas keperawatan (Smith
dan Liehr, 2008).

Teori-teori ini terdiri dari beberapa konsep yang saling berhubungan dan dapat digambarkan
dalam suatu model. Middle range theories dapat dikembangakan pada tatanan praktek dan riset
untuk menyediakan pedoman dalam praktik dan riset/penelitian yang berbasis pada disiplin
ilmu keperawatan.

Mid-range teori memberikan manfaat bagi perawat, mudah diaplikasikan dalam praktik dan
cukup abstrak secara ilmiah. Teori Middle Range, tingkat keabstrakannya pada level
pertengahan, inklusif, diorganisasi dalam lingkup terbatas, memiliki sejumlah variabel
terbatas, dapat diuji secara langsung.

Sependapat dengan Merton, beberapa penulis keperawatan mengemukakan middle range


theory jika dibandingkan dengan grand theory:

 Ruang lingkupnya lebih sempit

 Lebih konkrit, fenomena yang disajikan lebih spesifik

 Terdiri dari konsep dan proposisi yang lebih sedikit

 Merepresentasikan bidang keperawatan yang lebih spesifik/ terbatas

 Lebih dapat diuji secara empiris

 Lebih dapat diaplikasikan secara langsung dalam tatanan praktik

Ada banyak tokoh kepererawatan dalam theory middle range, salah satunyaaa adalah Katharine
Kolcaba Teori ini melibatkan semua aspek (holistik) yang meliputi fisik, psikospiritual,
lingkungan dan sosial kultural. Namun untuk menilai semua aspek tersebut dibutuhkan
komitmen tinggi dan kemampuan perawat yang trampil dalam hal melakukan asuhan
keperawatan berfokus kenyamanan (pengkajian hingga evaluasi), yang di dalamnya
dibutuhkan teknik problem solving yang tepat.

Dari beberapa ciri yang dimiliki Middle Range Teori ada beberapa aspek yang menjadi catatan
penting yaitu posisi Middle Range Teori berada pada lingkaran tengah, semi konsep semi
praktis. Dapat dilakukan ditarik keatas mendekati tatanan konsep dapat pula ditarik kebawah
lebih mendekati praktik klinik, tergantungan penggunaan konsep-konsep dan aplikasinya. Hal
ini dapat kita lihat pada beberapa cirri yang diungkapkan oleh beberapa ahli yang menyatakan
Middle Range Teori dipengaruhi oleh penggunaannya yang mampu diaplikasikan dalam
berbagai situasi, masih memiliki suatu unsur abstrak ,namun lebih mudah diaplikasikan ke
dalam praktik dibandingkan dengan Grand Teori.