Anda di halaman 1dari 10

RSS Feed Twitter

Kesehatan Kita
Amy. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive
 ▼ 2015 (22)
o ► Juni (1)
o ► Mei (15)
o ▼ April (6)
 contoh penerapan kompetensi dan praktik profesiona...
 kompetensi dan praktik profesional bidan
 TERAPI KOMPRES HANGAT
 JUSTIFIKASI KEMATIAN DALAM KEBIDANAN
 PSIKOLOGI SOSIAL
 Tahapan Proses Persalinan

Mengenai Saya

Armi Miyamy
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog
 ▼ 2015 (22)
o ► Juni (1)
o ► Mei (15)
o ▼ April (6)
 contoh penerapan kompetensi dan praktik profesiona...
 kompetensi dan praktik profesional bidan
 TERAPI KOMPRES HANGAT
 JUSTIFIKASI KEMATIAN DALAM KEBIDANAN
 PSIKOLOGI SOSIAL
 Tahapan Proses Persalinan

 Home
 Kesehatan Pria
 Kesehatan Wanita
 Bidan
 Featured
 Health
 Uncategorized

TERAPI KOMPRES HANGAT


09.47 Armi Miyamy
A. Pengertian
Kompres hangat adalah suatu metode dalam penggunaan suhu hangat setempat yang dapat
menimbulkan beberapa efek fisiologis seperti rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan
nyeri, mengurangi atau mencegah terjadinya spasme otot, memperlancar sirkulasi darah,
merangsang peristatik usus, serta memberi rasa hangat. Pada kasus demam di sarankan untuk
tidak menggunakan pakaian tebal ataupun selimut tebal karena hal ini tidak di butuhkan dan
justru akan mmperhambat proses pengeluaran panas dalam tubuh, pakaikan saja pakaian dengan
kain tipis jika sangat mendesak (tubuh dalam keadaan sangat menggigil) karena pada dasarnya
apabila tubuh menggigil ataupun sebaliknya berkeringat dalam suatu aktivitas, hal tersebut
menandakan tubuh sedang dalam mempertahankan/ menyeimbangkan ketahanan suhunya. Efek
terapeutik pemberian kompres hangat :

 Mengurangi nyeri

 Meningkatkan aliran darah

 Mengurangi kejang otot

 Menurunkan kekakuan tulang sendi .

Penggunaan Kompres Hangat :

 Untuk mereka yang demam

Kompres badan dapat dilakukan dengan dua metode. Yaitu kompres dengan air hangat dan air
dingin. Kedua metode kompres ini punya argumen pembenaran tersendiri sehingga sulit untuk
disalahkan secara mutlak. Kompres dengan air dingin agaknya berlindung kepada hukum fisika
bahwa panas dari suatu tempat akan berkurang setelah diserap benda lain. Dengan diserapnya
panas tubuh oleh kain dingin maka suhu tubuh akan turun mendekati normal. Sedangkan
kompres menggunakan air hangat didasarkan bahwa kompres dengan menggunakan air dingin
itu sebenarnya tidak begitu efektif menurunkan panas. Karena kontak dengan air dingin maka
pembuluh darah yang kontak dengan kain kompres dingin akan menyempit (vasokonstriksi)
sehingga menyulitkan pengeluaran panas.
Di samping itu, benda dingin yang ditempelkan di tubuh menyebabkan thermoregulator
(pengatur suhu) yang terdapat di hipotalamus keliru memberi perintah. Perintah yang seharusnya
menurunkan suhu berubah menjadi menaikkan suhu karena benda dingin yang menempel. Itulah
sebab mengapa orang yang demam diberikan kompres menggunakan air dingin atau es akan
lebih demam lagi saat kompres tersebut dihentikan.

Lain halnya bila dilakukan kompres dengan air hangat. Pusat pengatur suhu menerima
informasi bahwa suhu tubuh sedang berada dalam kondisi hangat, maka suhu tubuh butuh untuk
segera diturunkan. Apalagi, saat demam kita memang merasa kedinginan meskipun tubuh kita
justru mengalami peningkatan suhu. Kompres air hangat memiliki beberapa keuntungan,
disamping membantu mengurangi rasa dingin, air hangat juga menjadikan tubuh terasa lebih
nyaman.

Letak Bagian Tubuh yang Sebaiknya Dikompres, Penanganan demam pada anak sebaiknya
dilakukan dengan melakukan kompres di ketiak atau lipat paha. Iklan yang selama ini
menayangkan cara menurunkan panas dengan menempelkan plester pada dahi tidaklah benar.
Kompres pada daerah kepala tidak efektif karena terhalang tulang tengkorak.

 Untuk cedera lama/ kondisi kronis, yang mana bisa membantu membuat rileks, mengurangi
tekanan pada jaringan serta merangsang aliran darah ke daerah tersebut.

 Untuk mereka yang perutnya kembung dan yang mempunyai sakit radang sendi.

 Untuk pengobatan nyeri dan merelaksasi otot-otot yang tegang tegang tetapi tidak boleh di
gunakan untuk yang cedera akut atau ketika masih ada bengkak, karena panas dapat
memperparah bengkak yang sudah ada.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memberikan Kompres Hangat :


Jangan letakan kantong air hangat di bagian tubuh yang telanjang, lapisi kantong dengan kain
flanel atau handuk.
Kantong air hangat yang diletakkan diatas bagian badan tertentu hanya boleh terisi sepertiganya
untuk menghindari berat yang tidak diperlukan.
Pada penggunaan kompres hangat yang berlangsung lama, jangan lupa memeriksa kulit
penderita.
Kompres hangat tidak diberikan di kepala karena dapat menyebabkan pembuluh darah di area
tersebut mengalami dilatasi dan menyebabkan sakit kepala.
Kompres hangat tidak boleh diberikan di perut jika mengalami radang/ infeksi usus buntu.
B. Mekanisme Tubuh Terhadap Kompres Hangat dan Upaya Menurunkan Suhu Tubuh
Pemberian kompres hangat pada daerah tubuh akan memberikan sinyal ke hipothalamus
melalui sumsum tulang belakang. Ketika reseptor yang peka terhadap panas dihipothalamus di
rangsang, system efektor mengeluarkan sinyal yang memulai keringat dan vasodilatasi perifer.
Erubahan ukuran pemburu darah diatur oleh pusat vasomotor pada medulla oblongata dari
tangkai otak, dibawah pengaruh hipothalamik bagian anterior sehingga terjadi Vasodilatasi.
Terjadinya vasodilatasi ini menyebabkan pembuangan/kehilangan energi/ panas melalui kulit
meningkat (berkeringat), diharapkan akan terjadi penurunan suhu tubuh sehingga mencapai
keadaan normal kembali.
Indikasi Perawatan
Kompres panas dapat digunakan dalam keadaan berikut:
Leher : amandel (tonsilitas), radang tekak, radang tenggorokan, sakit telinga
Sendi : sakit dan bengkak karena arthritis, demam rematik, trauma
Dada : batuk karena pilek atau flu, bronkitis, pneu-monia, batuk karena sesak nafas pada anak-anak,
batuk rejan, asthma
Perut : susah buang air, hepatitis, bengkak pada perut besar dan kecil, mual pada kehamilan, sakit
perut (kolik), susah tidur, keadaan cemas
Kaki : indikasi sama pada rendaman air kaki panas.

C. Prinsip Fisiologis Kompres Panas


Pemakaian kompres panas biasanya dilakukan hanya setempat saja pada bagian tubuh
tertentu. Dengan pemberian panas, pembuluh-pembuluh darah melebar. Sehingga akan
memperbaiki peredaran darah didalam jaringan tersebut. Dengan cara ini penyaluran zat asam
dan bahan makanan ke sel-sel diperbesar dan pembuangan dari zat-zat yang dibuang akan
diperbaiki. Jadi akan timbul proses pertukaran zat yang lebih baik. Aktifitas sel yang meningkat
akan mengurangi rasa sakit dan akan menunjang proses penyembuhan luka, radang yang
setempat seperti abses, bisul-bisul yang besar dan bernanah, radang empedu, dan juga beberapa
radang persendian. Pada otot-otot, panas memiliki efek menghilangkan ketegangan. Setelah
suatu pemberian kompres panas dapat dilakukan latihan fisioterapi dengan lebih mudah pada
seorang pasien/penghuni.
Panas sudah di pergunakan sebagai obat melawan rasa sakit oleh setiap bangsa selama
berabad-abad. Bahkan hewan apapun rupanya tahu bahwa panas akan mengurangi rasa sakit dan
nyeri. Amati saja anjing tua yang sakit rematik, lihatlah bagaimana hewan itu mencari bagian
terpanas di kebun untuk menghangatkan tulang-tulangnya. Panas memperbaiki masokan darah
pada otot, sehingga sisa-sisa yang mengandung racun bias terbilas. Salah satu keuntungan besar
terapi panas ialah kemudahannya dan kepraktisannya.

D. Sumber Panas dan Cara penggunaannya


panas dapat diberikan dalam bentuk yang banyak melalui:
1. kompres panas basah
Persiapan alat :
 kom berisi air hangat sesuai kebutuhan (40-46c)
 bak seteril berisi dua buah kasa beberapa potong dengan ukuran yang sesuai
 kasa perban atau kain segitiga
 pengalas
 sarung tangan bersih di tempatnya
 bengkok dua buah (satu kosong, satu berisi larutan Lysol 3%)
 waslap 4 buah/tergantung kebutuhan
 pinset anatomi 2 buah
 korentang
Prosedur :

 dekatkan alat-alat kedekat klien


 perhatikan privacy klien
 cuci tangan
 atur posisi klien yang nyaman
 pasang pengalas dibawah daerah yang akan dikompres
 kenakan sarung tangan lalu buka balutan perban bila diperban. Kemudian, buang bekas balutan
ke dalam bengkok kosong
 ambil beberapa potong kasa dengan pinset dari bak seteril, lalu masukkan ke dalam kom yang
berisi cairan hangat.
 kemudian ambil kasa tersebut, lalu bentangkan dan letakkan pada area yang akan dikompres
 bila klien menoleransi kompres hangat tersebut, lalu ditutup/dilapisi dengan kasa kering.
selanjutnya dibalut dengan kasa perban atau kain segitiga
 lakukan prasat ini selama 15-30 menit atau sesuai program dengan anti balutan kompres tiap 5
menit
 lepaskan sarung tangan
 atur kembali posisi klien dengan posisi yang nyaman
 bereskan semua alat-alat untuk disimpan kembali
 cuci tangan
 dokumentasikan tindakan ini beserta responnya

Hal yang perlu diperhatikan :


a. kain kasa harus diganti pada waktunya dan suhu kompres di pertahankan tetap hangat
b. cairan jangan terlalu panas, hindarkan agar kulit jangan sampai kulit terbakar
c. kain kompres harus lebih besar dari pada area yang akan dikompres
d. untuk kompres hangat pada luka terbuka, peralatan harus steril. Pada luka tertutup seperti memar
atau bengkak, peralatan tidak perlu steril karena yang penting bersih.

2. kompres panas kering menggunakan Kantong panas atau bui-bui panas


Kantong karet berisi air panas, yang diisi air panas (jangan yang mendidih). Suatu kantong
air panas yang diletakkan diatas bagian badan tertentu, hanya boleh terisi sepertiganya, dalam hal
lain secara maksimal hanya boleh dua pertiganya. Sebelum kita menutup kantong air panas
rapat-rapat, kita akan keluarkan udara yang ada dalam kantong ini. Selanjutnya kita periksa
kantong tadi sekali lagi apakah terdapat kebocoran atau tidak. Kita tidak boleh meletakkan
kantong ini langsung diatas badan, oleh kerena harus dialasi oleh sebuah kain flanel.disamping
pemeriksaan apakah bocor, mungkin dapat terjadi bahwa dalam pemakaiannya terjadi kebocoran
(yang dapat mengakibatkan luka bakar). Jadi kita harus secara teratur memeriksanya, dan hal ini
sangat penting.
Persipan alat :
 buli-buli panas dan sarungnya
 termos berisi air panas
 termomerter air panas
 lap kerja
prosedur :

 persiapan alat
 cuci tangan
 lakukan pemasangan telebih dahulu pada buli-buli panas dengan cara : mengisi buli-buli dengan
air panas, kencangkan penutupnya kemudian membalik posisi buli-buli berulang-ulang, lalu
kosongkan isinya. Siapkan dan ukur air yang di inginkan (50-60ºc)
 isi buli-buli dengan air panas sebanyak kurang lebih setengah bagian dari buli-buli tesebut. Lalu
keluarkan udaranya dengan cara :
- letakkan atau tidurkan buli-buli di atas meja atau tempat datar.
- Bagian atas buli-buli di lipat sampai kelihatan permukaan air di leher buli-buli
- Kemudian penutup buli-buli di tutup dengan rapat/benar
 Periksa apakah buli-buli bocor atau tidak lalu keringkn dengan lap kerja dan masukkan ke dalam
sarung buli-buli
 Bawa buli-buli tersebut ke dekat klien
 Letakkan atau pasang buli-buli pada area yang memerlukan
 Kaji secara teratur kondisi klien untuk mengetaui kelainan yang timbul akibat pemberian
kompres dengan buli-buli panas, seperti kemerahan, ketidak nyamanan, kebocoran, dsb.
 Ganti buli-buli panas setelah 30 menit di pasang dengn air anas lagi, sesuai yang di kehendaki
 Bereskan alat alat bila sudah selesai
 Cuci tangan
 Dokumentasikan
Hal-hal yang peril di perhatikan :

a. buli-buli panas tidak boleh diberikan pada klien pendarahan


b. pemakaian buli-buli panas ada bagian bdomen, tutup buli-buli mengarah ke atas atau ke samping
c. pada bagian kaki, tutup buli-buli mengarah ke bawah atau ke samping
d. buli-buli harus di periksa dulu atau tidak cicin karet pada penutupnya

3. Kain Priessnitzverband
Kain ini dapat di pakai untuk meninggikan suhu setempat (misalkan pada peradangan), cara
bekerjanya sebagai berikut. Kain linen yang di basahi dengan air hangat (ataupun kain katun),
kita lipat dua pada tempat yang diinginkan. Sebagai pengganti kain tadi dapat juga dipakai kain
kasa untuk kompres. Setelah diatas ini diletakkan kapas yang tebal-tebal, kita membalutnya
dengan kain pembalut luka . sering diantara kapas-kapas yang tebal dengan kain yang basah itu
masih diberi suatu lapisan plastik. Dengan cara ini tempat yang diikat tadi akan secara perlahan
suhunya naik. Oleh karena peningkatan suhu ini di atur sendiri oleh tubuh. Maka risiko
kepanasan dan terbakar tidak akan terjadi. Sehubungan dengan ini di kenal tempat-tempat yang
sudah lama sekali dikenal pada sakit leher atau infeksi tenggorokan dingin. Bila dikenal suatu
cara dengan membalut leher dengan suatu kain basah dan membalut ini dengan suatu syal kain
wol atau kain biasa.
4. Bantal dan selimut listrik
Bantal listrik hanya di pakai pada kejang perut dan kejang usus. Bantal ini langsung di
letakkan di atas permukaan kulit atau di beri alas kain yang tipis. Selimut listrik ini sering di
pakai oleh orang-orang yang sudah tua.
Pada pemakaian bantal atau selimut listrik bias timbul risiko sbb:
Tidak boleh melipat selimut karena kemungkinan akan
terjadi kabel yang putus;

Tidak adanya kesempatan yang baik untuk


membersihkan dan mendesinfektasi bantal-bantal dan
selimut;

Risiko terjadinya hubungan pendek (korstluiting),


meskipun risiko ini sangat terbatas.

Kemungkinan risiko kebakaran, terutama jika suhunya di


setel tinggi untuk waktu yang lama, dan pasien tidak
memungkinkan untuk bergerak
5. Lampu-lampu penyinaran
Lampu penyinaran yang paling terkenal adalah lampu inframerah. Terminology inframerah
berarti suatu penyinaran panas yang intensif. Lampu harus minimal 30 cm dari kulit. Penempatan
lampu dengan jarak yang lebih pendek dari kulit, untuk waktu yang cukup lama, dapat
menimbulkan luka-luka bakar. Suatu pengaturan waktu yang tepat dari jam pengatur otomatis
dan observasi yang baik dalam hal ini adalah sangat penting sekali. Lampu inframerah masih di
pakai untuk:
Radang persendian;
Untuk menciptakan pengendoran otot;
Untuk mengatasi rasa sakit.
6. Pembungkusan yang panas dan mandi panas
Suatu pembungkusan yang panas dapat di lakukan secara kering maupun secara
lembab/basah pada suatu tempat tertentu. Pembalutan panas kering biasanya di kombinasikan
dengan botol, kantong pemanas, bantal listrik. Pembalutan panas basah sering menimbulkan
keringat setempat. Untuk mengatasi masuk angin, hal ini sebaiknya jangan d lakukan. Setelah
melepas balutan panas-basah, pasien/penghuni harus di keringkan dengan seksama.

Efek mengendorkan dari mandi hangat sudah banyak di kenal orang. Tidak hanya
mengendorkan otot-otot tapi juga rasa sakit; tapi orang juga merasa lebih tenang dan lebih sejuk.
Suhu yang ideal untuk mandi hangat adalah 34-37ºC. suatu risiko dari mandi panas adalah
penempatan panas di kepala yang dapat menimbulkan kepala pusing, rasa ingin muntah, dan rasa
mau pingsan.
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Search

Popular Posts
 TERAPI KOMPRES HANGAT
A. Pengertian Kompres hangat adalah suatu metode dalam penggunaan suhu hangat
setempat yang dapat menimbulkan beberapa efek fisiolog...

 JUSTIFIKASI KEMATIAN DALAM KEBIDANAN

2.1 Pengertian Justifikasi Dan Justifikasi Kematian Justifikasi menurut KBBI :


merupakan putusan (alasan, pertimbangan) berdasarkan ha...

 askeb kehamilan TM 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Awal kehamilan ditandai


berdasarkan menstruasi terakhir pada wanita. Banyak perubaha...

 DEMAM PADA IBU HAMIL

BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Ketika anda merasa tidak enak


badan, maka hal pertama kali yang sering and...

 contoh penerapan kompetensi dan praktik profesional bidan

CONTOH PENERAPAN KOMPETENSI & PRAKTIK PROFESIONAL BIDAN No


KOMPETENSI CONTOH PENERAPAN 1. Peng...

 PSIKOLOGI SOSIAL

A. SEJARAH SINGKAT PSIKOLOGI SOSIAL 1. Masa prenatal (prakelahiran)


Cikal bakal kelahiran psikologi social mulai muncul ket...

 kompetensi dan praktik profesional bidan

KOMPETENSI & PRAKTIK PROFESSIONAL BIDAN 1. Kompetensi bidan 2.


Pengetahuan dan keterampilan dasar 3. Peng...

 KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN

KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN A. Pendahuluan Tujuan utama asuhan


antenatal (perawatan semasa kehamilan) adalah untuk memfasilitas h...

 kode etik bidan bab 2

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar belakang Perkembangan ilmu dan tekhnologi


kesehatan yang semakin maju telah membawa manfaat yang b...

 PSIKOLOGI PADA PERKAWINAN


BAB II ISI dalam menghadapi pernikahan bukan suatu yg mudah bagi kedua calon
pasangan karena akan banyak rintangan dan kendala yang a...

Blog Archive
 ▼ 2015 (22)
o ► Juni (1)
o ► Mei (15)
o ▼ April (6)
 contoh penerapan kompetensi dan praktik profesiona...
 kompetensi dan praktik profesional bidan
 TERAPI KOMPRES HANGAT
 JUSTIFIKASI KEMATIAN DALAM KEBIDANAN
 PSIKOLOGI SOSIAL
 Tahapan Proses Persalinan

Copyright © 2016 Kesehatan Kita | Powered by Blogger


Design by Kesehatan Kita |Theme by Abank Jack