Anda di halaman 1dari 7

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

I. Informasi Umum Kegiatan


Pekerjaan : Rehabilitasi / Pemeliharaan Jaringan Irigasi D.I. Begasing
Lokasi : Desa Sedahan Jaya Kecamatan Sukadana
Tahun Anggaran : 2018
Waktu : 45 hari kalender

II. Uraian Kegiatan Pekerjaan Persiapan

Kegiatan / Pekerjaan Persiapan terdiri dari :


1. Sosialisasi Lapangan
2. Mobilisasi Peralatan dan Tenaga Kerja
Segera setelah kontrak ditandatangani penyedia jasa akan memobilisasi peralatan dan personil
yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan.
3. Membuat barak kerja, kantor Direksi beserta fasilitasnya.
Pembuatan kantor sementara dilapangan lengkap dengan alat-alat untuk Direksi teknis beserta
stafnya dilengkapi fasilitas yang diperlukan, jika dilihat kondisi di lokasi pekerjaan penyedia jasa
akan mencari dan menyewa rumah penduduk untuk dijadikan sebagai kantor sementara dilapangan.
4. Pembuatan dan Pemasangan Papan Nama Kegiatan
Penyedia Jasa akan membuat papan nama kegiatan pekerjaan dan dipasang di lokasi yang
strategis dan mudah dibaca Dibuat lengkap, minimal meliputi : Nama Kegiatan Pekerjaan, Jenis
Pekerjaan, Waktu Pelaksanaan, Biaya dan Pemberi Pekerjaan serta Nama Pelaksana.
5. Pengukuran dan pemasangan bowplank
Pengukuran dan pemasangan bowplank harus dilaksanakan dan harus sudah selesai sebelum
pekerjaan fisik dimulai, hasil pemasangan bowplank dipakai sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan
konstruksi untuk menentukan elevasi permukaan tanah serta posisi elevasi puncak konstruksi.
Karena akan digunakan dalam waktu yang lama, Bouwplank ini harus dibuat dengan konstruksi
yang cukup kuat, tidak mudah goyang atau berubah posisinya, baik secara vertikal maupun
horinzontal.

III. Uraian Kegiatan Pelaksanaan Pekerjaan


1. Galian Tanah
- Galian tanah dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul dan penggali Mengenai
ukuran dan dimensi lubang galian akan disesuaikan dengan gambar pelaksanaan pekerjaan.
- Galian adalah menggali tanah yang dilakukan baik secara mekanis maupun dengan tenaga
manusia dan mencakup penyediaan semua pekerja, peralatan, pembekalan dan material.
- Semua peralatan dan perlengkapan untuk menggali kami sediakan terlebih dahulu di
lokasi pekerjaan. Seperti : cangkul, sekop, keranjang, pickup untuk mengangkut tanah dan
P3K.
- Pelaksana membawa gambar kerja untuk mengarahkan pada mandor yang
selanjutnya diteruskan kepada pekerja supaya dalam pelaksanaan tidak melenceng dari
gambar.
- Pekerja menggali tanah menggunakan cangkul, gancu bila ada akar atau batu besar
harus diambil, agar dalam pekerjaan pasangan tidak mengganggu.
- Buangan tanah tersebut perlu diperhitungkan lokasi buangannya, karena nantinya tanah akan
digunakan kembali sebagai pekerjaan urugan tanah kembali.

2. Pasangan Batu Kali


Pekerjaan pasangan batu adalah pekerjaan pasangan batu kali/gunung dengan menggunakan
campuran semen pasir yang dibentuk sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis.
Cara pelaksanaan :
- Pasangan batu ini dilakukan dengan menggunakan campuran 1 semen : 3 pasir pasang,
pekerjaan akan dilaksanakan setalah pekerjaan galian tanah dan pemasangan cerucuk selesai
dilaksanakan.
- Campuran yang dipersyaratkan adalah 1Pc : 3Psr
- Kedua bahan tersebut diaduk dan diberi campuran air secukupnya dan diletakkan antara sisi
batu kali yang satu dengan yang lainnya yang merupakan sebagai perekat batu sehingga
batau - batu tersebut terikat monolit satu dan lainnya menjadi kokoh yang bentuk tampangnya
sesuai dengan gambar rencana.
- Pekerjaan pasangan batu kali yang kami laksanakan menggunakan tenaga kerja serta peralatan
manual yang biasa digunakan. Campuran yang di syaratkan adalah 1 : 3. Kedua bahan tersebut
diaduk dan diberi campuran air secukupnya dan diletakkan antara sisi-sisi batu kali yang satu
dan yang lainnya yang merupakan sebagai perekat batu sehingga batu-batu tersebut terikat
monolit satu dan lainnya menjadi kokoh yang bentuk dan tampangnya sesuai dengan gambar
rencana.
- Batu kali yang kami gunakan akan dibersihkan terlebih dahulu denga disiram air agar betul -
betul bersih dari segala kotoran lumpur, dengan diameter batu yang digunakan berkisar antara
diameter 10 s/d 15 cm.
- Batu yang dipakai harus batu yang bersih dan keras dan telah disetujui oleh Direksi.
- Pasir yang digunakan harus yang baik dan telah disetujui Direksi.
- Spesi/adukan pekerjaan pasangan batu harus dari campuran semen dan pasir dengan
perbandingan volume 1 pc : 3 psr dengan menggunakan concrete mixer
- Pasangan batu harus tersusun sedemikian rupa sehingga antara batu dengan batu terisispesi
secara homogeen, sehingga batu-batu tersebut tidak saling berhimpitan / bersentuhan.Susunan
batu raen (batu muka) harus mempunyai jarak (lebar nat antara 1-2 cm).

3. Plesteran Camp. 1 : 3 Tebal 1,5 cm


- Pekerjaan plesteran akan dilaksanakan setelah pasangan batu selesai dan atau sedang
berlangsung dimana telah memasuki pertengahan atau akhir dari pekerjaan pasangan batu.
- Adukan yang digunakan adalah campuran 1 : 3 dimana terdiri dari komposisi 1 semen dan
3 pasir pasangan, sebelum pelaksanaan dimulai maka permukaan yang akan diplester
dibersihkan terlebih dahulu baik dari kotoran lumpur maupun kotoran non organik lainnya
karena bila dikotori oleh kotoran maka akan mengurangi daya rekat dari pasangan
plesteran tersebut.
- Pekerjaan ini akan dikerjakan oleh tukang- tukang yang telah berpengalaman dan akan
dikerjakan sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk dari Direksi.
- Pada pekerjaan plesteran dinding harus sesuai dengan yang telah direncanakan dan harus
betul-betul kelihatan halus, rata dan tidak bergelombang, bahan-bahan yang digunakan adalah
sama seperti pada pekerjaan beton.
IV. STRUKTUR ORGANISASI

SITE MANAGER

PELAKSANA LAPANGAN

ADMINISTRASI

JURU HITUNG KUANTITAS MANDOR

V. PELAKSANA KERJA

Tenaga inti dari team pelaksana lapangan berjumlah 7 orang. Berikut ini disajikan uraian singkat
mengenai tugas masing-masing tenaga ahli di dalam pelaksanaanya.

Site Manager
Site Manager bertugas untuk menangani kegiatan-kegiatan sebagai berikut
1. Melakukan fungsi koordinasi dan supervisi I pengawasan internal team untuk keseluruhan
pekerjaan, baik pekerjaan lapangan maupun pekerjaan analisa .
2. Memberi petunjuk dan pengarahan kepada masing-masing anggota team sesuai dengan bidang
tugasnya .
3. Melakukan mekanisme kerja eksternal yang menyangkut t indakan diskusi dengan pihak direksi
pekerjaan untuk diteruskan sebagai bahan arahan kerja kepada semua anggota team.
4. Membuat pedoman dan catatan pelaksanaan
5. Menjalankan tugas keseluruhan secara menerus dan koordinatif.

Pelaksana Lapangan
Adapun Tugas Pelaksana Lapangan :
1. Melaksanakan dan mengawasi pekerjaan di lapangan.
2. Melakukan monitoring pekerjaan serta melaksanakan spesifikasi teknis dan jaminan mutu untuk
hasil yang optimal.
3. Mengelola data tiap jenis pekerjaan ke dalam bentuk form untuk kemudian di konsultasikan
kepada site manager.
4. Bersama - sama dengan Site Manager melakukan diskusi, agar tepat waktu tepat sasaran,
dan tepat mutu dalam pelaksanaan pekerjaan .
5. Melaksanakan diskusi horizontal dengan sesama anggota tim yang menangani bidang atau
aspek pekerjaan lainnya yang terkait untuk menjamin agar hasil pekerjaannya menjadi sesuai
dengan rencana kerja.
6. Mempersiapkan serta menyampaikan kepada nm Pengelola Teknik untuk mendapat persetujuan
mengenai perubahan (variation order), bersama-sama dengan spesifikasi dan gambar-gambar yang
diperlukan, Perintah terhadap setiap perubahan (variation order) yang mengakibatkan penambahan
atau perubahan biaya hanya dikeluarkan oleh Pemberi Tugas atau pejabat yang dikuasakan .
7. Membuat laporan, membuat hitungan waktu penyelesaian pekerjaan dan perubahannya bersama
Site Manager yang kemudian dikoordinasikan dengan direksi pekerjaan.
Mandor
Adapun Tugas Mandor :
1. Mengawasi pekerja dalam melaksanakan pekerjaan dilapangan.
2. Menggunakan seluruh aspek pengetahuan untuk mengidentifikasi dan meminimalkan resiko dalam
suatu pekerjaan, baik dari segi engineering maupun segi keselamatan pekerja dilapangan.
3. Menerapkan Kesehatan dan keselamatan kerja di semua tempat kerja yang di dalamnya melibatkan
aspek manusia sebagai tenaga kerja, bahaya akibat kerja dan usaha yang dikerjakan.
4. Menafsirkan dan mengevaluasi kepatuhan terhadap standar atau kode keamanan, mengembangkan,
merekomendasikan dan melaksanakan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja; meninjau segala
proses yang ada seperti proses atau aliran produksi baru atau konstruksi baru atau yang sudah ada
untuk memastikan kepatuhan dengan kode atau standar keselamatan.

Juru Hitung
Adapun Tugas Juru Hitung :
1. Melaksanakan Semua Kegiatan Yang Mencakup Pengumpulan Data Harga Satuan Bahan Dan Upah.
2. Merhitungan analisa harga satuan dan perhitungan kuantitas pekerjaan yang dihasilkan adalah benar
dan akurat.
3. Menghitung Peralatan-Peralatan, Tenaga Kerja Dan Waktu Yang Diperlukan.
4. Memiliki integritas tinggi dalam merencanakan perhitungan untuk pelaksanaan pekerjaan sumber
daya air dengan baik sesuai prosedur yang diinginkan berbagai pihak terutama pada ketua tim yaitu
Site Manager.

Administrasi
Tugas Administrasi adalah sebagai berikut :
1. Mengarsipkan administrasi dengan lancar
2. Membuat laporan kemajuan hasil pekerjaan di lapangan, yaitu :
- Membuat laporan harian
- Membuat laporan mingguan
- Membuat laporan bulanan

Tenaga Pendukung
Bertugas untuk membantu tenaga ahli dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan.

VI. Daftar Peralatan Kerja


1. Peralatan Kantor
 Komputer
 Printer
2. Peralatan Lapangan
 Concrete Mixer
 Pompa Air
 Gerobak Dorong
 Meteran
 Alat Tukang
 Alat Bantu
3. Peralatan Transportasi
 Mobil Pick Up
 Sep. Motor
VII. BAGAN ALIR KEGIATAN

PENDAHULUAN

Galian Tanah Pasancan Batu Kali

Pelaksanaan

7
Galian Tanah Plesteran Selesai
Selesal

Tidak Tidak Tidak


C.k Cek

Ya
Ya
VIII. PEKERJAAN MONITORING DAN EVALUASI
Setelah penandatangan Kontrak dilakukan, pihak Kontraktor, Konsultan Pengawas dan Pemilik
Proyek harus mengadakan pertemuan Pre Constrution Meeting (PCM) tentang hal-hal yang harus
dipahami didalam pelaksanaan suatu pekerjaan yang meliputi :
- Membuat Laporan Harian
- Membuat Laporan Mingguan
- Membuat Laporan Bulanan
- Mengevaluasi kemajuan fisik lapangan sesuai dengan Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule)
 Laporan Harian
Laporan harian dibuat berdasarkan hasil pekerjaan yang dicapai per harinya mulai dari Mobilisasi,
Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Tanah, Pekerjaan Beton dan Pembesian, pekerjaan Kayu dan lain-
lain.

 Laporan Mingguan
Laporan Mingguan dibuat berdasarkan dari laporan harian yang dijumlahkan perminggunya dan
Volume hasil pekerjaan harus berdasarkan Opname Lapangan bersama antara Ketiga Pihak dan
harus ditandatangi. Hasil perhitungan Opname lapangan ini juga dipergunakan sebagai data
Back Up MC pada bulan yang bersangkutan.

 Laporan Bulanan
Laporan Bulanan adalah penjumlahan dari hasil laporan perminggunya, dengan data-data kuantitas
maupun kualitas

 As Build Drawing
Pengukuran akhir untuk As Build Drawing ( ABD ), serta Final Kuantitas.

 Evaluasi Hasil Kemajuan Fisik Pekerjaan


Dari hasil Laporan Bulan diatas dapat dijadikan patokan apakah pekerjaan fisik dilapangan
mengalami deviasi minus ataukah plus, jika terjadi diviasi minus harus diadakan pertemuaan
sesuai dari keterlambatan pekerjaan fisik tersebut, berapa persen keterlambatannya.

IX. DOKUMENTASI PEKERJAAN


Sebelum memulai suatu pekerjaan harus diambil foto 0% (Nol persennya) begitu juga setelah
pekerjaan tersebut sudah mencapai 50% harus diambil data foto (foto dokumentasi) Dan
setelah pekerjaan dianggap mencapai 100% olek Pemilik Proyek juga harus ada data
dokumentasinya berupa foto selain laporan tertulis.

X. PEKERJAAN AKHIR
Setelah semua pekerjaan selesai seratus persen Pihak Kontraktor harus memelihara hasil pekerjaan
tersebut selama masa pemeliharaan yang ditetapkan dalam Kontrak, jika terjadi kerusakan pada
masa pemeliharaan pihak Kontraktor harus memperbaiki kerusakan tersebut.
Demobilisasi Personil Proyek dan Tenaga Kerja maupun Peralatan. Pembersihan lokasi sisa
pekerjaan dan pembokaran barak kerja.
Pekerjaan pemeliharaan selama masa pemeliharaan perawatan. Pemeliharaan dilakukan
selama masa waktu yang telah ditentukan dalam kontrak. Pihak kontraktor akan selalu
melakukan pemeliharaan terhadap bagian-bagianMpekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan
item-item yang tertulis dalam
surat perjanjian kerja.

XI. RENCANA INSPEKSI DAN TEST


Mekanisme inspeksi untuk pekerjaan Rehabilitasi / Pemeliharaan Jaringan Irigasi D.I Begasing
dilakukan melalui kontrol dari pihak pemilik melalui koordinasi langsung dengan pelaksana pekerjaan,
dalam hal ini pihak pelaksana untuk mendapatkan hasil pekerjaan sesuai dengan standar pelaksanaan
dilakukan kontrol secara menyeluruh melalui tahapan pelaksanaan pekerjaan seperti tercantum pada
bagan alir kegiatan pokok.
Demikianlah uraian secara garis besar yang dapat kami sampaikan sebagai usulan tentang pekerjaan-pekerjaan
yang terlingkup dalam paket ini.
Metode pelaksanaan yang lebih detail akan dibuat setelah kami ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan ini, yang
akan kami sajikan sebelum pelaksanaan di lapangan. Tentu saja di dalam pelaksanaannya nanti dapat timbul
ide-ide baru, yang disesuaikan dengan dokumen dan gambar-gambar dalam tender.
Semoga uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup tentang langkah-langkah dalam pelaksanaan
proyek ini.

Pontianak, 23 Oktober 2018


CV. PUSARINDO UTAMA

( RIZA ARIFIN )
Direktur