Anda di halaman 1dari 3

Penetuan Kandungan Tanin Dan Uji Aktivitas Anti

Bakteri Menggunakan Ekstrak Etanol Daun Disentri


Terhadap
Bakteri Escherichia Coli

Isnaniyah
164820144820019

Program Studi S1 Farmasi


Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Harapan Bangsa Purwokerto
2019
A. Latar belakang

Tanaman obat merupakan jenis tanaman yang dipercaya oleh masyarakat memiliki
khasiat dan digunakan sebagai bahan obat tradisional. Diantaranya tumbuhan disentri, tumbuhan
disentri merupakan tumbuhan obat yang jarang ditemukan di indonesia. Tumbuhan disentri
banyak digunakan dimasyarakat sebagai obat diare, biyasanya tumbuhan disentri yang
dimanfaatkan sebagai antidiare yang digunakan adalah daun nya. Dimasyarakat daun disentri
digunakan sebagai antidiare dengan cara merebus langsung daunya. Daun disentri termasuk
dalam merupakan tumbuhan apocynaceae yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan
pengobatan. Tanaman disentri merupakan jenis tanaman kamboja, tanaman kamboja
merupakan bahan obat alternatif, seluruh bagian dari tanaman kamboja dapat digunakan dalam
pengobatan tradisional. Bagian batang dan daun kamboja merupakan bagian yang paling
sering dimanfaatkan karena adanya kandungan flavonoid dan alkaloid (gunawan et al. 2010).
Tanaman kamboja merupakan tanaman berbiji serta bergetah di beberapa bagian
tubuhnya, triterpenoid tersebar luas dalam damar, jaringan gabus, dan kutin tumbuhan.
Damar atau resin merupakan hasil oksidasi dari asam triterpenoid dengan gompolisakarida,
sehingga kandungan triterpenoid banyak ditemukan pada tanaman kamboja (ferrolina, 2012).
Adanya senyawa steroid yang ditemukan pada ekstrak daun kamboja putih dan
kamboja merah tidak terlepas dari senyawa triterpenoid yang ditemukan. Senyawa steroid
bersifat non polar yang pada jaringan tumbuhan berasal dari triterpenoid sikloartenol
yang telah mengalami sintesis dan perubahan-perubahan tertentu (ferry, 2012; harborne,
1987).
Adanya kandungan senyawa triterpenoid dan steroid pada ekstrak daun kamboja
putih dan merah yang ditemukan didukung juga oleh hasil penelitian dari choundary et al.
(2014) yang menemukan senyawa triterpenoid dan steroid pada daun plumeria alba, serta pada
daun plumeria obtusa yang mengandung senyawa pentasiklik triterpenoid (sidiqqui et al.,
1989).
Tanin merupakan salah satu kandungan diare adalah suatu kondisi ketika konsistensi
feses lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga
kali atau lebih) dalam satu hari. Penyebab yang sering ditemukan di lapangan ataupun secara
klinis adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan. Penelitian ini dilakukan untuk
mengidentifikasi senyawa tanin yang terdapat pada daun disentri dan pengujian ekstrak daun
disentri terhadap bakteri escherichia coli.

B. Perumusan masalah
a. Bagaimana cara menentukan kadungan tanin dari daun disentri?
b. Bagaimana cara melakukan pengujian ekstrak daun tanin terhadap bakteri escherichia coli?

C. Tujuan penelitian
a. Menentukan senyawa tanin dalam daun disentri
b. Mengetahui aktivitas ekstrak daun disentri terhadap penghambatan bakteri escherichia coli

D. Manfaat
Untuk mendapatkan hasil mengenai kandungan tanin yang ada di daun disentri dan juga
memiliki aktivitas antibakteri yang bisa dijadikan untuk mengobati diare pada masyarakat.