Anda di halaman 1dari 37

RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan


Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

DAFTAR ISI

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi


A.1 Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
A.2 Komitmen Keselamatan Konstruksi

B. Perencanaan keselamatan konstruksi


B.1 Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2 Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3 Standar dan peraturan perundangan

C. Dukungan Keselamatan Konstruksi


C.1 Sumber Daya
C.2 Kompetensi
C.3 Kepedulian
C.4 Komunikasi
C.5 Informasi Terdokumentasi

D. Operasi Keselamatan Konstruksi


D.1 Perencanaan Operasi

E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi


E.1 Pemantauan dan evaluasi
E.2 Tinjauan manajemen
E.3 Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi


CV. TUNGGAL DAYA adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan pada komitmen untuk turut serta dalam
pembangunan melalui jasa konstruksi.
Kami menyadari bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah penting dalam pelaksanaan seluruh
kegiatan operasi perusahaan, oleh karena itu kami berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan
menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat dengan menerapkan perbaikan yang berkelanjutan melalui
Sistem Manajemam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

A.1 Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal

Isu Eksternal maupun Internal sangat penting dalam menentukan arah kebijakan pelaksaanaan K3. dari
unsur pimpinan CV. TUNGGAL DAYA sebagai langkah awal akan mengidentifikasi isu eksternal maupun
internal. Isu yang dimaksud dapat berupa isu yang bersifat positif ataupun negatif. Isu internal dan isu
eksternal ini diibaratkan seperti bola liar, yang jika bisa dikelola dengan baik akan mampu digunakan
sebagai suatu tools untuk memajukan organisasi.

Dengan mengidentifikasi isu internal maupun eksternal lebih awal diharapkan kami dapat mengambil
langkah-langkah antisipasi dalam penanganan permasalahn yang mungkin akan muncul

A.2 Komitmen Keselamatan Konstruksi

Pemenuhan terhadap peraturan dan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) menjadi
prioritas bagi CV. TUNGGAL DAYA untuk melindungi segenap karyawan, aset, data, properti perusahaan
serta lingkungan.

Upaya-upaya keselamatan kerja yang dilaksanakan pada suatu lingkungan kerja merupakan tanggung
jawab manajemen perusahaan beserta seluruh karyawan. Karyawan pada konteks ini tidak hanya terbatas
pada personil dari perusahaan yang bersangkutan namun juga personil dari luar perusahaan seperti halnya
tamu, karyawan kontraktor, pekerja/tukang atau pun pemasok.

Dalam lingkungan Perusahaan, keselamatan karyawan menempati urutan teratas. Oleh karena itu, Kami
mengupayakan yang terbaik bagi karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi
keselamatannya. Perusahaan memastikan bahwa seluruh karyawan menjalankan tugasnya sesuai dengan
prosedur standar keselamatan yang sesuai dengan peraturan Perusahaan. Perusahaan mengembangkan
budaya keselamatan yang mendukung dan melibatkan peran aktif seluruh karyawan, subkontraktor, serta
pihak lain yang melaksanakan aktivitasnya di area proyek.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : SUHARDI
Jabatan : Direktur
Bertindak Untuk
dan Atas Nama : CV. TUNGGAL DAYA

dalam rangka pengadaan Pekerjaan " REHABILITASI JARINGAN IRIGASI TAMBAK RAWANG ( DAK 2019 ) "
pada Kelompok Kerja ( POKJA ) 031 BPBJ Kabupaten Kayong Utara berkomitmen melaksanakan konstruksi
berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan
konstruksi:

1. Memenuhi ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi;


2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP)

Sukadana, 18 Juni 2019


CV. TUNGGAL DAYA

( SUHARDI )
Direktur
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

B. Perencanaan keselamatan konstruksi

B.1 Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.

Tabel. 1. IDENTIFIKASI BAHAYA , PENILAIAN RESIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIK

1 Nama Perusahaan : CV. TUNGGAL DAYA


2 Kegiatan : Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )
3 Lokasi : Kecamatan Sukadana
4 Tanggal Dibuat : 18 Juni 2019

Penilaian Resiko
No. Jenis / Type Pekerjaan Identifikasi Bahaya Dampak Skala Prioritas Penet
Kekerapan Keparahan Tingkat Resiko

1 Galian Tanah, Pembuatan Kisdam Terjadi kecelakaan akibat terkena - Luka 3 2 2 2 -


- Patah Tulang -
alat penggali, Kecelakaan di tempat
- Cacat
lokasi pekerjaan, tertimpa kayu, -

transportasi maupun di tempat

pembuangan,Bahaya akibat lereng

galian longsor.

2 Timbunan Tanah, Urugan Pasir Terjadi kecelakaan akibat - Cacat 3 3 2 3 -


operasional di tempat lokasi - Luka -
timbunan, kecelakaan akibat - Meninggal -
tumpukan material tanah atau -
pasir yang akan digunakan
3 Begisting Lantai, Dinding, Mercu, Terjadi Kecelakaan di lokasi - Cacat 3 2 2 2 -
pekerjaan akibat kelalaian,
Bangunan Pilat, Plat Pelayan, - Luka -
Balok Atap Jembatan Beton kecelakaan benda tajam, - Patah Tulang
Terjatuh dari perancah -
-
4 Penulangan Lantai Mercu, Dinding, Terjadi Kecelakaan di lokasi - Cacat 3 2 2 2 -
Pilar, Jembatan, Dak Jematan, pekerjaan akibat kelalaian, - Luka -
Kolom, Balok Jembaatan Pelayan kecelakaan benda tajam, - Patah Tulang
Terjatuh dari perancah -
-

5 Beton Lantai, Mercu, plat dinding, Terjadi kecelakaan akibat - Cacat 3 2 2 2 -


Plat Pelayan, pilar, Dak Jembatan operasional di tempat lokasi - Luka -
pengecoran, terpelesat saat - Patah Tulang -
membawa adukan, terjadi
iritasi pada kulit dan paru-paru -
oleh debu, terjadi kebutaan -
terkena percikan adukan beton

Di Buat Oleh
CV. TUNGGAL DAYA

( SUHARDI )
Penanggung Jawab Teknis
NCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

LAIAN RESIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3

Penetapan Pengendalian Resiko K3

Menggunakan Peralatan Kerja Yang benar


Menjaga jarak antara para pekerja
pada jarak yang aman
Disediakan Sepatu Boat,
Sarung Tangan, Perlengkapan P3K

Menyusun Instruksi Kerja


Penggunaan APD yang sesuai
Operator / supir harus bekerja secara hati-hati
Menempatkan petugas pemandu lapangan
Menyusun Instruksi Kerja
Menggunakan peralatan kerja dan APD yang

benar ( Sepatu Boot,Sarung tangan )


Menjaga jarak antara para pekerja
Menyiapkan perlengkapan medis dan
Petugas K3
Menyusun Instruksi Kerja
Menggunakan peralatan kerja dan APD yang
benar ( Sepatu Boot,Sarung tangan )
Menjaga jarak antara para pekerja
Menyiapkan perlengkapan medis dan
Petugas K3

Menyusun Instruksi Kerja


Operator / supir harus bekerja secara hati-hati
Menggunakan peralatan kerja dan APD yang
benar ( Sepatu Boot,Sarung tangan )
Menjaga jarak antara para pekerja
Menyiapkan perlengkapan medis dan
Petugas K3

CV. TUNGGAL DAYA

( SUHARDI )
Penanggung Jawab Teknis
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUK
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

B.2 Rencana tindakan (sasaran & program)

a. Sasaran
1 Sasaran Umum
Sasaran Umum yang akan dicapai adalah Nihil Kecelakaan Kerja yang fatal pada pekerjaan konstruksi

2 Sasaran Khusus
Sasaran Khusus adalah Sasaran Rinci dari setiap pengendalian resiko yang disusun guna tercapainya sas

C. Dukungan Keselamatan Konstruksi

Dukungan Keselamatan Konstruksi dapat terwujud apabila Pihak manajemen memiliki kebijakan yang
pelaksanaan K3

Sehubungan dengan hal itu Kami menyadari bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah pe
pelaksanaan seluruh kegiatan operasi perusahaan, oleh karena itu kami berkomitmen untuk meningkatka
pelanggan dan menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat dengan menerapkan perbaikan yang b
melalui Sistem Manajemam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

CV. TUNGGAL DAYA konsisten untuk melaksanakan pengelolaan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja s
dan efesien dengan cara :

1. Menginformasikan kepada seluruh personil baik internal dan eksternal perusahaan mengenai tanggun
dalam pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan perusahaan

2. Mematuhi perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan K3, serta menginte
kedalam semua aspek kegiatan operasi perusahaan
3. Meminimalkan jumlah terjadinya kesalahan kerja, terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja

4. Melakukan identifikasi bahaya sesuai dengan sifat dan skala resiko-resiko K3


5. Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya
6. Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran kebijakan ini kepada seluruh personil secara berkala

Kebijakan ini dibuat untuk dapat dipahami oleh seluruh karyawan dan menjadi acuan dalam
pelaksanaan seluruh kegiatan operasi perusahaan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUK
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

C.1 Sumber Daya

Menyediakan fasilitas yang memadai dan sumber daya sehingga kebijakan kesehatan dan keselam
diimplementasikan dengan baik -termasuk anggaran, personil, pelatihan, kesempatan meningkatkan
wadah untuk berpartisipasi dalam perencanaan, evaluasi pelaksanaan, dan tindakan menuju perbaikan

Pelatihan K3 harus dimulai dengan orientasi karyawan, ketika seorang karyawan baru atau ditransfer k
baru. Sesi orientasi yang berkaitan dengan K3 biasanya harus mencakup:

1. Prosedur darurat;
2.
3. Tanggung Jawab K3 ;
4. Pelaporan cedera, kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman;
5. Penggunaan peralatan pelindung diri (APD);
6. Hak untuk menolak pekerjaan yang berbahaya;
7. Bahaya, termasuk di luar area kerja mereka sendiri;
8. Alasan untuk setiap aturan K3.

Pekerja tidak harus dilihat sebagai pengamat dalam K3. Mereka bertanggung jawab untuk melindungi
dan kesehatan mereka sendiri di tempat kerja sehingga mereka perlu mengambil bagian dalam
berfungsinya kebijakan K3. Untuk melakukan ini, mereka perlu menyadari dan memahami berb
kesehatan dan keselamatan, standar dan praktekpraktek
yang relevan dengan pekerjaan mereka

C.2 Kompetensi

Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No 13 tahun 2005 tentang Ketenagakerjaan, setiap
wajib melaksanakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi keselamatan tenag
sarana produksi. Untuk itu diperlukan tenaga-tenaga K3 yang profesional dan kompeten dalam meng
mengkoordinir, memfasilitasi dan melaksanakan program-program K3 dalam perusahaan.

Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, diperlukan pembinaan dan pengembangan kompetensi SD


berbagai bidang keahlian dan bidang kegiatan.

Salah satu bidang kompetensi yang diperlukan dalam dunia usaha adalah Ahli K3 untuk tingkat utama
muda yang dituangkan dalam SKKNI bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pada Paket pekerjaan ini Kami menyiapkan Petugas K3 dengan Sertifikat K3.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUK
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

C.3 Kepedulian
Kepedulian kami terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan d
operasional dan bisnis perusahaan yang pelaksanaannya merupakan tanggung jawab semua jajaran di p

Kami bertekad untuk melaksanakan kegiatan perusahaan yang bergerak dalam bidang JASA KONST
mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja dengan penerapan program perbaikan berkelanju
Sistem, Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (OHSAS 18001) sehingga dapat tercipta tempa
aman serta nyaman bagi siapapun yang berada di tempat kerja

Untuk dapat memenuhi hal tersebut maka kami berkomitmen:

1. Membangun manajemen perusahaan yang mengacu pada sistem manajemen keselamatan dan kes
(K3) berpedoman pada Permen PU. Nomor: 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen
dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU

2. Menetapkan tujuan, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sasaran dan program Ma


(Kesehatan & Keselamatan Kerja) secara berkala agar selaras, baik dengan perkembangan kondisi
peraturan atau standar yang berlaku
3. Mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan
mengintegrasikannya ke dalam semua aspek kegiatan operasi perusahaan kami
4. Melaksanakan identifikasi bahaya seuai dengan sifat dan skala resiko K3 dalam semua aktivitas opera

5. Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran - sasaran K3


6. Menyediakan sumberdaya yang cukup untuk mengimplementasikan Sistem manajemen K3
7. Mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara SMK3
8. Memelihara program Lindungan Lingkungan terhadap kegiatan disemua area lokasi kerja
9. Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran akan kebijakan ini kepada semua personil secara b

10. Mengelola dan menangani semua material, baik yang berbahaya maupun yang tidak berbahay
mengendalikan potensi bahaya terhadap pekerja
11. Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya
12. Meninjau aspek Manajemen K3 secara periodik agar tetap relevan
13. Memberikan perlindungan bagi semua personil di tempat kerja sehingga dapat dicegah terjadinya
dan penyakit akibat kerja
14. Memberikan pelatihan dan kompetensi yang sesuai dan memadai agar tenaga kerja dapat bekerja
dan selamat
15. Memperhatikan aspek K3 dalam semua kegiatan operasinya
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUK
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

C.4 Komunikasi

Faktor Komunikasi memiliki unsur yang penting dalam mengkoordinasikan pelaksanaan K3 di Lapangan.

Karena hal itu, maka Kami akan membuat Prosedur Operasi Standard sebagai acuan dalam pelaksanaan

C.5 Informasi Terdokumentasi


ISO 9001: 2015 mendefinisikan informasi terdokumentasi sebagai data yang diperlukan untuk diken
dikelola oleh organisasi,

Dalam ISO 9001:2015 dijelaskan bahwa persyaratan mengenai Informasi Terdokumentasi adalah sbb :

1. Membuat dan memperbarui informasi didokumentasikan,


2. Dikontrol dan tersedia khususnya dan sesuai dengan yang diperlukan oleh organisasi,
3. Perlindungan yang memadai,
4. Ketentuan Distribusi yang berlaku misalnya akses, pengambilan, penggunaan, penyimpanan
5. pengendalian perubahan, retensi dan disposisi.

Ada beberapa informasi terdokumentasi yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2015

1. Bukti untuk menunjukkan kesesuaian produk / Jasa


2. Hasil kajian persyaratan yang berkaitan dengan produk dan jasa
3. Konfirmasi bahwa persyaratan desain dan pengembangan telah dipenuhi
4. Output dari proses desain dan pengembangan
5. Perubahan desain dan pengembangan
6. Hasil evaluasi, pemantauan kinerja, dan re-evaluasi penyedia eksternal
7. Definisi karakteristik produk dan jasa, termasuk kegiatan yang akan dilakukan dan hasil yang akan di

8. Informasi yang diperlukan untuk mempertahankan traceability


9. Hasil perubahan ketentuan produksi dan pelayanan
10. Tindakan yang diambil pada output yang tidak sesuai baik itu pada proses, produk, dan jasa, term
yang diperoleh
11. Hasil kegiatan pemantauan dan pengukuran
12. Bukti pelaksanaan program audit dan hasil audit
13. Bukti hasil tinjauan manajemen
14. Bukti ketidaksesuaian dan tindakan yang diambil, dan hasil dari setiap tindakan korektif
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUK
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

D. Operasi Keselamatan Konstruksi

D.1 Perencanaan Operasi


Penyedia jasa wajib membuat identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Ris
Penanggung jawab untuk diserahkan, dibahas, dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan Pelaksana
Pre Construction Meeting (PCM) sesuai lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan

Kegiatan Konstruksi pada pelaksanaan Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang (
merupakan suatu kegiatan yang sangat kompleks dengan perpaduan antara kondisi lingkungan d
Spesifikasi Teknis yang di dalamnya terdapat interaksi antara peralatan, bahan dan sumber daya manusi

Interaksi tersebut sangat berpotensi menjadi penyebab terjadinya insiden dan kecelakaan kerja, pen
kondisi tempat kerja serta dapat menyebabkan terjadinya dampak lingkungan yang disebabkan oleh p
limbah dari proses produksi sehingga terjadi ketidak sesuaian antara mutu produk dengan spes
dipersyaratkan.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan secara berkesinambungan sebagai antis
meminimalisasi terjadinya resiko kecelakaan kerja dan penyakit yang timbul akibat lingkungan yang tida
pemenuhan dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.

Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah dokumen rencana penyelenggaraan K3 Konstru
yang disusun oleh Penyedia Jasa dan diajukan kepada Pengguna Jasa untuk mendapat persetujuan yan
dijadikan sebagai kerangka acuan antara Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa serta pihak-pihak yang t
rangka penyelenggaraan dan penerapan K3 Konstruksi pada Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringnan Iri
Rawang ( DAK 2019 ).

Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Um
09/PER/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konst
Pekerjaan Umum.

E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi


E.1 Pemantauan dan evaluasi
Perusahaan membangun metode sistematis untuk pengukuran dan pemantauan kinerja K3 secara ter
satu kesatuan bagian dari keseluruhan sistem manajemen Perusahaan. Pemantauan melibatkan p
informasi-informasi berkaitan dengan bahaya K3, berbagai macam pengukuran dan penelitian berka
resiko K3, jam lembur tenaga kerja serta penggunaan peralatan/mesin/perlengkapan/bahan/material b
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUK
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

Pengukuran kinerja K3 dapat berupa pengukuran kualitatif maupun pengukuran kuantitatif kinerja K
kerja.

Pengukuran dan Pemantauan bertujuan antara lain untuk :

1. Melacak perkembangan dari pertemuan-pertemuan K3, pemenuhan Tujuan K3 dan peningkatan berk

2. Memantau pemenuhan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya berkaitan dengan p


di tempat kerja.
3. Memantau kejadian-kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
4. Menyediakan data untuk evaluasi keefektivan pengendalian operasi K3 atau untuk mengevalu
modifikasi pengendalian ataupun pengenalan pilihan pengendalian baru.

5. Menyediakan data untuk mengukur kinerja K3 Perusahaan baik secara proaktif maupun secara reakti

6. Menyediakan data untuk mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kese
Perusahaan.
7. Menyediakan data untuk menilai kompetensi personil K3

Perusahaan mendelegasikan tugas pemantauan dan pengukuran kinerja K3 kepada Ahli K3 Umum Peru
Sekretaris Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja termasuk anggota-anggota di bawah kewe
K3 Umum Perusahaan.

Hasil dari pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dianalisa dan digunakan untuk mengidentifi
keberhasilan kinerja K3 ataupun kebutuhan perlunya tindakan perbaikan ataupun tindakan-tindakan
kinerja K3 lainnya.

Pengukuran kinerja K3 menggunakan metode pengukuran proaktif dan metode pengukuran reaktif di t
Prioritas pengukuran kinerja K3 menggunakan metode pengukuran proaktif dengan tujuan untuk
peningkatan kinerja K3 dan mengurangi kejadian kecelakaan kerja di tempat kerja.

Termasuk dalam pengukuran proaktif kinerja K3 antara lain :

1. Penilaian kesesuaian dengan perundang-undangan dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan p
di tempat kerja.
2. Keefektivan hasil inspeksi dan pemantauan kondisi bahaya di tempat kerja
3. Penilaian keefektivan pelatihan K3.
4. Pemantauan Budaya K3 seluruh personil di bawah kendali Perusahaan.
5. Survey tingkat kepuasan tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUK
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

6. Keefektivan hasil audit internal dan audit eksternal Sistem Manajemen K3.
7. Jadwal penyelesaian rekomendasi-rekomendasi penerapan K3 di tempat kerja.
8. Penerapan Program - program K3
9. Tingkat keefektivan partisipasi tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja
10. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja di tempat kerja.

Termasuk dalam pengukuran reaktif kinerja K3 antara lain :

1. Pemantauan kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).


2. Tingkat keseringan kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
3. Tingkat hilangnya jam kerja akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
4. Tuntutan tindakan pemenuhan dari pemerintah.
5. Tuntutan tindakan pemenuhan dari pihak ke tiga yang berhubungan dengan Perusahaan.

Perusahaan menyediakan peralatan-peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pemantauan dan


kinerja K3 seperti alat pengukur tingkat kebisingan, pencahayaan, gas beracun dan alat-alat lainnya se
aktivitas operasi perusahaan yang berkaitan dengan K3.

Perusahaan juga menggunakan komputer dan program-program komputer sebagai alat untuk meng
pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.

Keseluruhan alat-alat yang digunakan dalam pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dikalibrasi secara
disesuaikan pengaturan nilai besaran satuannya sesuai dengan standar nilai besaran satuan yang
Internasional maupun secara lokal.

Perusahaan tidak menggunakan alat-alat yang tidak dikalibrasi dengan tepat ataupun yang sudah
kerusakan untuk melaksanakan pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.

Kalibrasi dan perawatan alat ukur pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dilaksanakan oleh personil a
pelaksanaan kalibrasi dan perawatan alat-alat ukur yang digunakan.

E.2 Tinjauan manajemen

Tinjauan Manajemen fokus terhadap keseluruhan kinerja Sistem Manajemen Keselamatan dan Kese
dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Kesesuaian Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap operasional d


Perusahaan.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUK
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

2. Kecukupan pemenuhan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap K
Perusahaan.
3. Keefektivan penyelesaian tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan serta hasil-hasil lain yang dic

Tinjauan Manajemen dilaksanakan oleh Pimpinan Perusahaan dan dilaksanakan secara berkala yang s
dilaksanakan minimal 1 (satu) tahun sekali untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Kesel
Kesehatan Kerja Perusahaan berjalan secara tepat.

Hal-hal yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan Tinjauan Manajemen antara lain :

1. Laporan keadaan darurat (termasuk kejadian serta pelatihan/simulasi/pengujian tanggap darurat).

2. Survey kepuasan tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja.


3. Statistik insiden kerja (termasuk kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja).
4. Hasil-hasil inspeksi.
5. Hasil dan rekomendasi pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.
6. Kinerja K3 Kontraktor
7. Kinerja K3 Pemasok
8. Informasi perubahan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan p
di tempat kerja.

E.3 Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi

Peninjauan yang dilakukan terhadap manajemen perusahaan diantaranya tentang evaluasi kepatuh
persyaratan peraturan, kinerja K3, pencapaian sasaran K3, komunikasi yang terjalin dengan pihak lu
dengan kritik dan saran yang membangun, status penyelidikan IBPR serta persyaratan perundang-und
terkait dengan K3.

Untuk menjamin kesesuaian dan kefektifan yang berkesinambungan guna pencapaian tujuan SMK3
dan/atau pengurus perusahaan atau tempat kerja harus:

1. Melakukan tinjauan ulang terhadap penerapan SMK3 secara berkala


2. Tinjauan ulang SMK3 harus dapat mengatasi implikasi K3 terhadap seluruh kegiatan, produk bara
termasuk dampaknya terhadap kinerja perusahaan.

Tinjauan ulang penerapan SMK3, paling sedikit meliputi :

1. Evaluasi terhadap kebijakan K3


2. Tujuan, sasaran dan kinerja K3
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUK
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

3. Hasil temuan audit SMK3


4.

Perbaikan dan peningkatan kinerja dilakukan berdasarkan pertimbangan:

1. Perubahan peraturan perundangan-undangan;


2. Tuntutan dari pihak yang terkait dan pasar;
3. Perubahan produk dan kegiatan perusahaan;
4. Perubahan struktur organisasi perusahaan;
5. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk epidemologi;
6. Hasil kajian kecelakaan dan penyakit akibat kerja;
7. Adanya pelaporan dan/atau
8. Adanya saran dari pekerja/buruh.

Sukadana, 18 Juni 2019


CV. TUNGGAL DAYA

( SUHARDI )
Direktur
NCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

dalah Nihil Kecelakaan Kerja yang fatal pada pekerjaan konstruksi

ci dari setiap pengendalian resiko yang disusun guna tercapainya sasaran umum.

at terwujud apabila Pihak manajemen memiliki kebijakan yang mendukung

yadari bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah penting dalam
erusahaan, oleh karena itu kami berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan
rja yang aman dan sehat dengan menerapkan perbaikan yang berkelanjutan
dan Kesehatan Kerja (SMK3).

melaksanakan pengelolaan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara efektif

personil baik internal dan eksternal perusahaan mengenai tanggung jawabnya


n Kesehatan Kerja di lingkungan perusahaan

n persyaratan lainnya yang berkaitan dengan K3, serta mengintegrasikannya


rasi perusahaan
salahan kerja, terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja

kan kesadaran kebijakan ini kepada seluruh personil secara berkala


NCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

dai dan sumber daya sehingga kebijakan kesehatan dan keselamatan dapat
ermasuk anggaran, personil, pelatihan, kesempatan meningkatkan kualitas dan
erencanaan, evaluasi pelaksanaan, dan tindakan menuju perbaikan

orientasi karyawan, ketika seorang karyawan baru atau ditransfer ke pekerjaan


dengan K3 biasanya harus mencakup:

pengamat dalam K3. Mereka bertanggung jawab untuk melindungi keselamatan


tempat kerja sehingga mereka perlu mengambil bagian dalam memastikan
melakukan ini, mereka perlu menyadari dan memahami berbagai bahaya
r dan praktekpraktek
eka

ndang-undang No 13 tahun 2005 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan


matan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi keselamatan tenaga kerja dan
kan tenaga-tenaga K3 yang profesional dan kompeten dalam mengembangkan,
elaksanakan program-program K3 dalam perusahaan.

rsebut, diperlukan pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM K3 untuk


g kegiatan.

diperlukan dalam dunia usaha adalah Ahli K3 untuk tingkat utama, madya dan
I bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja

yiapkan Petugas K3 dengan Sertifikat K3.


NCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

atan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan
yang pelaksanaannya merupakan tanggung jawab semua jajaran di perusahaan.

n kegiatan perusahaan yang bergerak dalam bidang JASA KONSTRUKSI yang


kesehatan kerja dengan penerapan program perbaikan berkelanjutan melalui
Keselamatan Kerja (OHSAS 18001) sehingga dapat tercipta tempat kerja yang
ang berada di tempat kerja

haan yang mengacu pada sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
PU. Nomor: 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan
nstruksi Bidang PU

akan, melaksanakan dan mengevaluasi sasaran dan program Manajemen K3


a) secara berkala agar selaras, baik dengan perkembangan kondisi perusahaan,
laku
ng-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan K3, serta
semua aspek kegiatan operasi perusahaan kami
a seuai dengan sifat dan skala resiko K3 dalam semua aktivitas operasi

uk menetapkan dan meninjau sasaran - sasaran K3


cukup untuk mengimplementasikan Sistem manajemen K3

Lingkungan terhadap kegiatan disemua area lokasi kerja


amkan kesadaran akan kebijakan ini kepada semua personil secara berkala

mua material, baik yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya, termasuk
erhadap pekerja
ja sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya

semua personil di tempat kerja sehingga dapat dicegah terjadinya kecelakaan

petensi yang sesuai dan memadai agar tenaga kerja dapat bekerja secara aman
NCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

ang penting dalam mengkoordinasikan pelaksanaan K3 di Lapangan.

mbuat Prosedur Operasi Standard sebagai acuan dalam pelaksanaan di lapangan

formasi terdokumentasi sebagai data yang diperlukan untuk dikendalikan dan

hwa persyaratan mengenai Informasi Terdokumentasi adalah sbb :

a dan sesuai dengan yang diperlukan oleh organisasi,

u misalnya akses, pengambilan, penggunaan, penyimpanan

jasa, termasuk kegiatan yang akan dilakukan dan hasil yang akan dicapai

tput yang tidak sesuai baik itu pada proses, produk, dan jasa, termasuk konsesi

kan yang diambil, dan hasil dari setiap tindakan korektif


NCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

ntifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan
n, dibahas, dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak /
uai lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan

aan Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )
sangat kompleks dengan perpaduan antara kondisi lingkungan dan tuntutan
terdapat interaksi antara peralatan, bahan dan sumber daya manusia.

si menjadi penyebab terjadinya insiden dan kecelakaan kerja, penyakit akibat


menyebabkan terjadinya dampak lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan
ngga terjadi ketidak sesuaian antara mutu produk dengan spesifikasi yang

n upaya pencegahan secara berkesinambungan sebagai antisipasi untuk


celakaan kerja dan penyakit yang timbul akibat lingkungan yang tidak sehat demi
as produk yang dihasilkan.

an Kerja (K3) adalah dokumen rencana penyelenggaraan K3 Konstruksi di proyek


an diajukan kepada Pengguna Jasa untuk mendapat persetujuan yang selanjunya
antara Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa serta pihak-pihak yang terkait dalam
apan K3 Konstruksi pada Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringnan Irigasi Tambak

an Kerja (K3) disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :


Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Bidang

stematis untuk pengukuran dan pemantauan kinerja K3 secara teratur sebagai


ruhan sistem manajemen Perusahaan. Pemantauan melibatkan pengumpulan
an bahaya K3, berbagai macam pengukuran dan penelitian berkaitan dengan
a serta penggunaan peralatan/mesin/perlengkapan/bahan/material beserta cara-
NCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

pa pengukuran kualitatif maupun pengukuran kuantitatif kinerja K3 di tempat

temuan-pertemuan K3, pemenuhan Tujuan K3 dan peningkatan berkelanjutan.

n perundang-undangan dan persyaratan lainnya berkaitan dengan penerapan K3

asi keefektivan pengendalian operasi K3 atau untuk mengevaluasi perlunya


n pengenalan pilihan pengendalian baru.

kur kinerja K3 Perusahaan baik secara proaktif maupun secara reaktif.

gevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja

kompetensi personil K3

pemantauan dan pengukuran kinerja K3 kepada Ahli K3 Umum Perusahaan atau


atan dan Kesehatan Kerja termasuk anggota-anggota di bawah kewenangan Ahli

gukuran kinerja K3 dianalisa dan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat


ebutuhan perlunya tindakan perbaikan ataupun tindakan-tindakan peningkatan

an metode pengukuran proaktif dan metode pengukuran reaktif di tempat kerja.


menggunakan metode pengukuran proaktif dengan tujuan untuk mendorong
angi kejadian kecelakaan kerja di tempat kerja.

rundang-undangan dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan penerapan K3

personil di bawah kendali Perusahaan.


kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja.
NCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

dan audit eksternal Sistem Manajemen K3.


si-rekomendasi penerapan K3 di tempat kerja.
3
enaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja
kerja di tempat kerja.

at kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).

dari pihak ke tiga yang berhubungan dengan Perusahaan.

n-peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pemantauan dan pengukuran


gkat kebisingan, pencahayaan, gas beracun dan alat-alat lainnya sesuai dengan
erkaitan dengan K3.

mputer dan program-program komputer sebagai alat untuk menganalisa hasil


a K3 di tempat kerja.

an dalam pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dikalibrasi secara berkala dan


an satuannya sesuai dengan standar nilai besaran satuan yang berlaku baik

lat-alat yang tidak dikalibrasi dengan tepat ataupun yang sudah mengalami
mantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.

emantauan dan pengukuran kinerja K3 dilaksanakan oleh personil ahli terhadap


n alat-alat ukur yang digunakan.

ap keseluruhan kinerja Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja


agai berikut :

n Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap operasional dan aktivitas


NCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

an Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kebijakan K3

an perbaikan dan tindakan pencegahan serta hasil-hasil lain yang dicita-citakan.

oleh Pimpinan Perusahaan dan dilaksanakan secara berkala yang secara umum
hun sekali untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan
n secara tepat.

dalam melaksanakan Tinjauan Manajemen antara lain :

suk kejadian serta pelatihan/simulasi/pengujian tanggap darurat).

perundang-undangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan penerapan K3

ap manajemen perusahaan diantaranya tentang evaluasi kepatuhan terhadap


pencapaian sasaran K3, komunikasi yang terjalin dengan pihak luar berkaitan
bangun, status penyelidikan IBPR serta persyaratan perundang-undangan yang

kefektifan yang berkesinambungan guna pencapaian tujuan SMK3, pengusaha


u tempat kerja harus:

pat mengatasi implikasi K3 terhadap seluruh kegiatan, produk barang dan jasa
kinerja perusahaan.
NCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Pekerjaan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )

Sukadana, 18 Juni 2019


CV. TUNGGAL DAYA

( SUHARDI )
TABEL PENYUSUNAN SASARAN DAN PROGRAM

1 Nama Perusahaan : CV. TUNGGAL DAYA


2 Kegiatan : Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tambak Rawang ( DAK 2019 )
3 Lokasi : Kecamatan Sukadana
4 Tanggal Dibuat : 18 Juni 2019

Type / Sasaran Khusus


NO Pengendalian Resiko
Jenis Pekerjaan Uraian Tolak Ukur Sumber Daya

1 Galian Tanah, Pembuatan Kisdam - Menggunakan Peralatan Kerja Yang benar - Seluruh lokasi galian Lulus test dan - Rambu dan barikade
- Menjaga jarak antara para pekerja diberikan rambu dan paham mengenai - SDM sesuai dengan
pada jarak yang aman barikade standart system kebutuhan
- Disediakan Sepatu Boat, keselamatan galian - Masker, sepatu, Helm
Sarung Tangan, Perlengkapan P3K keselamatan, pelindung
kepala

2 Timbunan Tanah, Urugan Pasir - Menyusun Instruksi Kerja - Sesuai pekerja Lulus test dan - Rambu dan barikade
- Penggunaan APD yang sesuai Mengunakan APD paham mengenai - SDM sesuai dengan
- Operator / supir harus bekerja secara hati-hati standart system kebutuhan
- Menempatkan petugas pemandu lapangan - Nihil kecelakaan keselamatan - Masker, sepatu, Helm
Timbunan keselamatan, pelindung
kepala

3 Begisting Lantai, Dinding, Mercu, - Menyusun Instruksi Kerja - Tersedianya Instruksi - Rambu dan barikade
Lulus test dan
Bangunan Pilat, Plat Pelayan, - Menggunakan peralatan kerja dan APD yang Kerja / Tersedia - SDM sesuai dengan
paham mengenai
Balok Atap Jembatan Beton benar ( Sepatu Boot,Sarung tangan ) Metodenya / Seluruh
system
kebutuhan
- Menjaga jarak antara para pekerja Lokasi diberikan rambu - Masker, sepatu, Helm
keselamatan
- Menyiapkan perlengkapan medis dan peringatan dan keselamatan, pelindung
Begesting Beton
Petugas K3 barikade sesuai kepala
standard
Type / Sasaran Khusus
NO Pengendalian Resiko
Jenis Pekerjaan Uraian Tolak Ukur Sumber Daya

4 Penulangan Lantai Mercu, Dinding, - Menyusun Instruksi Kerja - Tersedianya Instruksi - Rambu dan barikade
Lulus test dan
Pilar, Jembatan, Dak Jematan, - Menggunakan peralatan kerja dan APD yang Kerja / Tersedia paham mengenai - SDM sesuai dengan
Metodenya / Seluruh system kebutuhan
Kolom, Balok Jembaatan Pelayan benar ( Sepatu Boot,Sarung tangan )
Lokasi diberikan rambu keselamatan
- Menjaga jarak antara para pekerja peringatan dan - Masker, sepatu, Helm
Penulangan Beton
- Menyiapkan perlengkapan medis dan barikade sesuai keselamatan, pelindung
Petugas K3 standard kepala

5 Beton Lantai, Mercu, plat dinding, - Menyusun Instruksi Kerja - Tersedianya Instruksi - Rambu dan barikade
Plat Pelayan, pilar, Dak Jembatan - Operator / supir harus bekerja secara hati-hati Kerja / Tersedia Lulus test dan - SDM sesuai dengan
- Menggunakan peralatan kerja dan APD yang Metodenya / Seluruh paham mengenai kebutuhan
Lokasi diberikan rambu system
benar ( Sepatu Boot,Sarung tangan ) peringatan dan keselamatan - Masker, sepatu, Helm
- Menjaga jarak antara para pekerja barikade sesuai Konstruksi Beton keselamatan, pelindung
- Menyiapkan perlengkapan medis dan standard kepala
Petugas K3
SASARAN DAN PROGRAM K3

Program

Jangka Waktu Indikator Pencapaian Monitoring Penanggung Jawab

Sebelum bekerja
100% Check List Pimpinan Teknik Pelaksana K3, Unit
harus sudah
sesuai standard pelatihan K3/ petugas pengawas
lengkap
pelaksanaan

Sebelum bekerja 100% Check List Pimpinan Teknik Pelaksana K3, Unit
harus sudah
sesuai standard pelatihan K3/ petugas pengawas
lengkap
pelaksanaan

Sebelum bekerja
100 % sesuai standard Check List Pimpinan Teknik Pelaksana K3, Unit
harus sudah
pelatihan/HRD Inspektom K3/ petugas
lengkap
pengawas pelaksanaan
Program
Jangka Waktu Indikator Pencapaian Monitoring Penanggung Jawab

Sebelum bekerja 100% Check List


harus sudah Pimpinan Teknik Pelaksana K3, Unit
sesuai standard pelatihan K3/ petugas pengawas
lengkap
pelaksanaan

Sebelum bekerja 100% Check List


harus sudah Pimpinan Teknik Pelaksana K3, Unit
sesuai standard pelatihan K3/ petugas pengawas
lengkap
pelaksanaan

Dibuat Oleh,
CV. TUNGGAL DAYA

( SUHARDI )
Penanggung Jawab Teknis
STRUKTUR ORGANISASI
MANAJEMEN KESELEMATAN & KESEHATAN KERJA (K

GENERAL SUPERINTENDENT

PENGENDALI SISTEM K3

PPDK3 TIM TANGGAP DARURAT Petugas K3

PETUGAS PETUGAS
KOMUNIKASI TEKNIK

KOORDINATOR KOORDINATOR KOORDINATOR


KEBAKARAN EVAKUASI P3K

KETERANGAN :
PSK3= Pengendali Sistem Keselamatan & Kesehetan Kerja
PPDK= Pusat Pengendali Dokumen Keselamatan & Kesehatan Kerja
TTD = Tim Tanggap Darurat
I
TAN KERJA (K3)

Petugas K3

UGAS
KNIK

KOORDINATOR
HURU-HARA
STRUKTUR ORGANISASI
PANITIA PEMBINA KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (P2K3)

DIREKTUR UTAMA

KETUA UNIT K3/P2K3

Wakil Ka.Unit K3/P2K3

Sekretaris Anggota
A (P2K3)