Anda di halaman 1dari 2

BAB 4

PEMBAHASAN
Pengkajian dimulai dari identitas klien yang bernama Tn. AM berjenis kelamin laki-
laki berusia 44 Tahun, pekerjaan wiraswasta, alamat Lamongan, Tanggal Masuk 30 Januari
2019, Tanggal Pengkajian 11 Februari 2019, No. Register 12.73.xx.xx dan Diagnosa
Medis Close fraktur clavicula sinistra 1/3 lateral + close fraktur verebra thorakal 12 – Lumbal
1 flexion distraction denis type B frankel A dengan data penanggungjawab Ny. TS, berusia
42 tahun dan hubungan dengan pasien adalah istri. Berdasarkan data yang diperoleh pada
klien didapatkan keluhan utama adalah nyeri. Pada saat dilakukan pengkajian didapatkan
diagnosa I dengan masalah hmabatan mobilitas fisik, ditemukan Data Subjektif: Pasien
mengatakan kedua kakinya tidak dapat digerakkan seperti mati rasa. Data Objektif: Skala
kekuatan otot 5 5 0 0, Status neurologis sensoris Th2-Th12= 2, Status neurologis (motorik)
L1-S4-5= 0, VAC (-), DAP (-), Flexion distraxion denis type B frankel A. Hasil TTV: N:
82x/mnt, TD: 120/80 mmHg, S: 36,6oC dan RR 20x/mnt. Implementasi yang sudah
dilakukan adalah pengaturan posisi (semifowler), perawatan tirah baring miring kanan dan
miring kiri selama 2 jam sekali, perawatan mobilisasi: traksi, terapi ROM atau latihan gerak
sendi.
Berdasarkan pengkajian, didapatkan diagnosa II dengan masalah keperawatan Gangguan
pola tidur dengan didapatkan Data Subjektif: Pasien mengatakan tidak dapat tidur pada
malam hari karena merasa kurang nyaman dengan kondisi pinggul hingga kaki yang terasa
panas. Tidur malam lebih kurang 1 jam. Data objektif: Pasien tampak kesulitan memulai tidur
dengan Hasil TTV: N: 82x/mnt, TD 120/80x/mnt, S: 36,6oC dan RR: 20x/mnt dengan
Flexion distraction denis type B Frankel A. Implementasi yang sudah dilakukan adalah terapi
relaksasi dan peningkatan kualitas tidur.
Diagnosa III dengan masalah keperawatan gangguan hambatan rasa nyaman dengan
didapatkan Data Subjektif: Pasien mengatakan tidak nyaman dengan kondisinya saat ini
(pinggul hingga kaki terasa panas). Data Objektif: Pasien tampak menahan sakit saat
bergerak dengan Hasil TTV: N: 82x/mnt, TD: 120/80 mmHg, S: 36,6oC, RR 20x/mnt dan
Flexion distraction denis type B frankel A. Implementasi yang sudah dilakukan mengurangi
kecemasan dan fasilitasi meditasi dengan cara menyiapkan lingkungan yang tenang, latihan
nafas dalam dan menutup mata, melakukan kolaborasi dengan dokter dan ahli gizi dalam
memberikan terapi oral paracetamol 3x500mg dan diit nasi TKTP. Terapi oral paracetamol
diberikan untuk menurunkan nyeri dan panas (Hannes Salmon, 2017) dan diit TKTP untuk
memenuhi kebutuhan kalori dan protein dalam tubuh (Mustamin, 2010).
Perawat dapat memberikan penyuluhan/pendidikan kesehatan pada klien dan keluarga
klien dalam melakukan perawatan dan pengobatan. Ketika klien dan keluarga membutuhkan
dukungan psikologis seperti motivasi atau dukungan, maka perawat sebagai konselor dapat
memberikan konseling dengan pendektan kepada klien atau keluarga dengan cara
mendengarkan keluhan, melakukan sentuhan dann hadir secara tatap muka, saling bertukar
pikiran dan pendapat dengan klien atau keluarga klien dan membantu mencari alternatif
penyelesaian masalah (Supartini, 2004).

SOURCE
Supartini, Yupi (2004). Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC
Mustamin, Salmiah, Suriani Rauf (2010) Asupan Diit Tktp Dan Status Gizi Pasien Kusta Di
Rs. Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Media Gizi Pangan, Vol. IX, Edisi 1, Januari –
Juni 2010

Honnes Salmon (2017) ‘Journal Pediatric Cardiology’ Further Experience with Oral
Paracetamol as a Rescue Therapy for Patent Ductus Arteriosus in Preterm Infants
DOI: 10.1007/s00246-017-1791-6