Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Rumah sakit merupakan tempat kerja yang unik dan komplek, tidak saja menyediakan pelayanan
kesehatan bagi masyarakat tetapi juga tempat pendidikan dan penelitian kedokteran. Semakin luas
pelayanan kesehatan dan fungsi suatu rumah sakit maka semakin kompleks peralatan dan fasilitasnya.
Kerumitan yang yang meliputi segala hal tersebut menyebabkan rumah sakit mempunyai potensi bahaya
yang sangat besar tidak hanya bagi pasien tapi juga tenaga medis. Oleh karena itu diperlukan pedoman
peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang benar-benar jelas, kontinyu, serta konsekuen dengan visi
dan misi rumah sakit yang diemban.

Manajemen resiko adalah salah satu kegiatan utama tim MFK dalam mengangani keselamatan di
rumah sakit. Manajemen resiko dimulai dari pendataan resiko, assessmen resiko, stratifikasi resiko, dan
tatalaksananya. Laporan ini adalah FMEA tahun 2018 sebagai tindak lanjut dari register resiko dan
laporan insiden.

Penyusun menyadari masih terdapat banyak kekurangan dan ruang untuk perbaikan dalam
manajemen resiko ini, untuk itu kami mohon maaf dan menerima saran serta masukan untuk perbaikan ke
depannya.

Penyusun

Tim MFK
RE-DESAIN FAKTOR UTAMA PENYEBAB KEBAKARAN
DI RSIA BUNDA ALIYAH

BAB I
PENDAHULUAN

Kebakaran merupakan hal yang sangat tidak diinginkan, tidak mengenal waktu, tempat atau siapapun
yang menjadi korbannya Masalah kebakaran di sana-sini masih banyak terjadi.Hal ini menunjukkan
betapa perlunya kewaspadaan pencegahan terhadap kebakaran perlu ditingkatkan. Kebakaran dapat
dicegah dengan melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran mulai dari perencanaan
darurat kebakaran, organisasi/unit penanggulangan kebakaran, penyediaan jalur evakuasi, penyediaan
sarana dan fasilitasdalammenghadapi kebakaran serta pembinaan danlatihan.

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang memerlukan tindakan penanganan secara cepat dan
tepat.Semakin cepat dan tepat penanganan bencana kebakaran, maka kerugian (baik kerugian berupa
hilangnya nyawa, cederanya manusia maupun kerugian materiil) yang timbul akibat kebakaran semakin
kecil. Tidak terkecuali apabila bencana kebakaran terjadi di rnunah sakit.

Penanganan bencana kebakaran di rumah sakit meliputi dua kegiatan besar, yaitu kegiatan pemadaman
kebakaran itu sendiri dan kegiatan kedua adalah tindakan evakuasi terhadap penghuni gedung apabila
ternyata kebakaran tidak dapat lagi diatasi. Agar kedua kegiatan tersebut dapat berjalan dengan cepat,
maka semua sumberdaya di rumahsakit tersebut harus dapat berfungsi dengan baik, dengan cara
penetapan masing-masing tugas dan tanggungjawab pada sumber daya manusia yang ada, serta kesiapan
dan ketersediaan sumber daya peralatan yang memadai.

Bencana kebakaran harus dikelola dengan baik dan terencana mulai dari pencegahan, penanggulangan
dan rehabilitasi setelah terjadi kebakaran, karena kecenderungan masyarakat selama ini hanya bereaksi
setelah kebakaran terjadi bahkan bahaya kebakaran sering diabaikan dan tidak mendapat perhatian dari
sistem manajemen.

Pengelolaan bencana kebakaran juga bukan sekedar menyediakan alat pemadam atau melakukan latihan
perankebakaran, namun diperlukan suatu program yang terencana dalam suatu system manajemen
kebakaran yang merupakan upaya terpadu untuk mengelola resiko kebakaran mulai dari perecanaan,
pelaksanaan, pemantauan, dan tindak lanjutnya.
BAB II
LANGKAH-LANGKAH FMEA

I. PENENTUAN TOPIK FAILURE MODE EFFECT ANALYSES


TOPIK FMEA: Mengatasi Risiko Penyebab Utama Kebakaran di RSIA Bunda Aliyah

II. PENENTUAN ANGGOTA TIM


Ketua Tim FMEA : Parti Septiana, SKM (Ketua K3RS)
Sekretaris : Khairina Ariesta, S.Tr.KL
Anggota : Rangga Juni Pranata
Andri Permana
Hardi
III. IDENTIFIKASI MODUS KEGAGALAN
Sub Proses : Penyebab terjadinya kebakaran

Tingkat
Severity / Probability /Peluang Band
Efek Bahaya dan Resiko = Sisa Resiko
No Tahap Kerja Kritis Lokasi Dampak (D) (P) Resiko Ranking Pengendalian Resiko
Kesehatan Severity x
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Prob L MH E Dampak Peluang Resiko

Mitigasi kebakaran, sosialisasi


ledakan dan Sentral gas medis, R.
penanggulangan kebakaran, pengawasan dan
1 Ledakan gas O2 menimbulkan percikan Ranap, R. VK, R.Poli, V V 3 V
maintenance gas Medis, instalasi gas medis,
api ambulance
Membuat SOP penangan ledakan gas
3

Mitigasi kebakaran, sosialisasi


Sentral gas medis, R.
Zat racun, Ledakkan dan penanggulangan kebakaran, pengawasan dan
2 Kebocoran Gas Ranap, R. VK, R.Poli, V V 3 V
kebakaran maintenance gas Medis, instalasi gas medis,
ambulance
Membuat SOP penangan kebocoran gas
4

Mitigasi kebakaran, sosialisasi


penanggulangan kebakaran, pengawasan dan
3 Ledakan gas Elpigi ledakan dan kebakaran Dapur V V 3 V
maintenance gas elpiji, Membuat SOP
penangan ledakan Elpigi
5
Mitigasi kebakaran, sosialisasi
penanggulangan kebakaran akibat konsleting
4 Hubungan Pendek arus listrik kebakaran Semua area V v 3 v
listrik, Membuat SOP penanganan konsleting
listrik
1

Gudang farmasi, Mitigasi kebakaran, sosialisasi


Laboratorium, R. VK, penanggulangan kebakaran, pengawasan
6 Bahan kimia mudah terbakar kebakaran V V 2 V
R, Poli , R. Perawatan, bahan kimia mudah terbakar, Membuat SOP
IGD, OK penanganan bahan kimia mudah terbakar
6

Mitigasi kebakaran, sosialisasi


Kebakaran akibat puntung penanggulangan kebakaran akibat konsleting
7 kebakaran Semua area V v 3 v
rokok listrik, Membuat SOP penanganan konsleting
listrik
2
IV. IDENTIFIKASI AKAR MASALAH
Berdasarkan identifikasi modus kegagalan di atas, terlihat modus yang memiliki skor tertinggi adalah penyebab utama kebakaran ialah konsleting
listrik . Faktor-faktor yang mungkin memengaruhi terjadinya konsleting listrik antara lain:

Methods Manpower

Tidak ada SOP pemeliharaan Money


instalasi listrik
Kurangnya keterampilan
teknisi
Tidak ada monitoring instalasi listrik
Tidak ada perbaikan
perawatan terhdap
Kurangnya pelatihan dan
instalasi listrik
supervisi

Hubungan Pendek
Arus Listrik

Penumpukan colokan

Pemakaian lebih dari kapasitas


Kabel listrik terkena air (banjir, beban Jenis dan ukuran kabel tidak sesuai
tetesan kebocoran) peruntukan dan kapaitas hantar arusnya

Machine alat-alat listrik tidak


terSNI

Environment
Material
V. DESAIN ULANG PROSES
Melihat faktor-faktor yang terkait dengan faktor utama penyebab kebakaran di RSIA Bunda Aliyah,
dapat disimpulkan bahwa sebagian besar resiko tersebut terjadi karena material dan mechine . Oleh
sebab itu, dipikirkan untuk selalu melakukan pengecekkan berkala mengenai alat alat listrik apakah
sudah bersertifikasi SNI, jenis kabel sesuai dengan kapasitas dan pemakaian tidak melebihi beban
kapasitas.

Keuntungan yang didapat jika dilakukan pengecekkan secara berkala terhadap faktor pendukung
terjadinya konseleting listrik:
- Risiko kebakaran dapat diminimalkan
- Meningkatkan keselamatan di rumah sakit terutama kebakaran

VI. IMPLEMENTASI DAN MONITORING PROSES BARU


Monitoring terhadap jaringan listrik dan hubungan listrik secara rutin dan berkala.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
a. Faktor utama penyebab kebakaran adalah konsleting listrik

B. SARAN
a. Menggunakan alat alat instalasi listrik bersertifikasi SNI
b. Gunakan jenis dan kabel sesuai peruntukan kapasitasnya
c. Tidak menumpuk colokan
d. Pelatihan terhadap petugas terhadap pemeliharaan dan penanganan instalasi listrik
e. Selalu melakukan perbaikan/ perawatan terhadap instalasi listrik
FMEA INSIDEN KEBAKARAN
RSIA BUNDA ALIYAH
TAHUN 2019

RSIA BUNDA ALIYAH


JL. KARTINI NO. 2 PANCORAN MAS, KOTA DEPOK
ANALISIS MODUS KEGAGALAN DAN DAMPAK
(Failure Mode, Effect and Analysis)

JUDUL RISIKO : Mengatasi Risiko Kegagalan Pada Proses Insiden Kebakaran di RSIA Bunda Aliyah
JENIS RISIKO : KPC
KETUA TIM : Parti Septiana, SKM (Ketua K3RS)
SEKERTARIS : Khairina Ariesta, S.Tr.KL
ANGGOTA TIM : Rangga Juni Pranata (Wakil Ketua K3RS)
Andri Permana
Hardi
MASALAH : Rumah Sakit memiliki penyebab potensi terjadinya insiden kebakaran.
TUJUAN / SASARAN : Menurunkan angka potensi kegagalan pemicu risiko kebakaran
ALUR PROSES INSIDEN KEBAKARAN

DIREKTUR
ASURANSI

PEMKO & BP
MANAGER UMUM

MEDIA MASSA POLSEK DEPOK

KETUA K3RS
PEMADAM
KEBAKARAN
MOD KOTA DEPOK
MOBILISASI KOOR DINASI
FASILITAS KOMUNIKASI

PANEL PLN

KOORDINATOR KETUA TIM KOORDINATOR TRAFO


SECURITY SIAGA TEKNISI LISTRIK
BENCANA

GENSET

TIM MERAH TIM BIRU TIM PUTIH TIM KUNING


PETUGAS PETUGAS KEAMANAN PETUGAS EVAKUASI TIM EVAKUASI PASIEN
PEMADAMAN DOKUMEN

Ket :
Ketua Pusat Komando adalah Ketua Tim Siaga Bencana
Posko Komunikasi adalah Informasi
RISIKO KEGAGALAN PADA PROSES INSIDEN KEBAKARAN

FAILURE MODE PROXIMATE CAUSES


NO PROSES DAMPAK PROBABLILITAS PENDETEKSIAN RPN
(Modus Kegagalan) (Potensi Penyebab) AKIBAT
Penemu insiden tidak tahu kemana harus melapor 5 4 4 80
Pelaporan dari penemu insiden
Tim Siaga Bencana tidak ada di tempat Kebakaran tidak 5 4 4 80
kebakran kepada Koor/PIC Tanggap
PIC Tanggap Bencana kurang paham dengan alur kode diketahui/terdeteksi
Bencana 4 4 4 64
1 Pelaporan kebakaran kebakaran
Security tidak di tempat 5 4 4 80
Pelporan insiden kebakaran dari Pelaporan gagal/tidak
PIC Tanggap Bencana panik 4 4 4 64
Koor/PIC Tanggap Bencana ext 100 terlapor
Telepon rusak 4 2 4 32
Petugas tidak bisa menggunakan APAR 5 4 5 100
Petugas panik/tidak sigap 4 4 4 64
Pemadaman api oleh Petugas Helm APAR expired 5 3 4 60
2 Pemadaman Api Gagal memadamkan api
Merah dengan APAR Penempatan APAR yang jauh sulit terjangkau petugas 5 3 4 60
Pin pengunci APAR sulit dibuka 5 3 3 45
APAR terlalu besar sulit dimobilisasi 3 3 4 36
Ramp terlalu curam dan licin 4 5 4 80
Tidak ada hand rail 4 4 4 64
Menggunakan sepatu hak tinggi Terjatuh 4 4 4 64
Petugas panik 4 4 4 64
Petugas Helm Kuning penyelamat Lantai licin 5 3 3 45
3 Penyelamatan pasien
pasien, pengunjung dan orang sekitar Jalur evakuasi tidak jelas 5 4 5 100
Petugas panik 4 4 4 64
Tidak tahu kemana harus
Tidak ada maskot/bendera evakuasi untuk petugas yang
menyelamatkan 4 4 4 64
menggunakan penyelamatan
Petugas tidak paham kemana titik kumpul berada 5 2 5 50
Lantai licin 5 5 5 125
Ramp terlalu curam dan licin 4 5 4 80
Terjatuh
Tidak ada hand rail 4 4 4 64
Petugas panik 4 4 4 64
Petugas Helm Biru menyelamatkan
4 Penyelamatan aset Jalur evakuasi tidak jelas 5 4 5 100
aset rumah sakit dan pasien Tidak tahu kemana harus
Petugas panik 4 4 4 64
menyelamatkan aset
Petugas tidak paham kemana titik kumpul berada 5 2 5 50
Lingkungan tidak aman, api terlalu besar Gagal menyelamatkan aset 5 2 4 40
Kurang paham dokumen penting apa saja yang harus
Petugas Helm Putih menyelamatkan Gagal menyelamatkan 5 3 5 75
5 Penyelamatan dokumen diselamatkan
dokumen rumah sakit dan pasien dokumen
Petugas panik 4 4 4 64
Petugas panik Pelaporan gagal/tidak 4 4 4 64
Melaporkan kepada Ketua K3RS
Meminta bantuan kepada Nomor telepon tidak aktif/sulit dihubungi terlapor 5 2 4 40
6
instansi terkait Menghubungi Damkar dan BPBD Pelaporan gagal/tidak
Tidak memiliki nomor darurat bencana Kota Depok 5 4 5 100
untuk meminta bantuan terlapor
Depok, 1 Februari 2019
Penyusun, Mengetahui,

Parti Septiana, SKM dr. Siti Hodidjah


Ketua K3RS Direktur
RENCANA TINDAK LANJUT MODUS KEGAGALAN
FAILURE MODE PROXIMATE CAUSES
NO PROSES AKIBAT RPN RENCANA TINDAK LANJUT OUTCOME PIC PERSETUJUAN PIMPINAN
(Modus Kegagalan) (Potensi Penyebab)
Sosialisasi kode kebakaran dan alur proses apabila terjadi insiden Seluruh pasien, penunggu pasien, K3RS, Tim Pimpinan setuju dilakukan sosialisasi
Penemu insiden tidak tahu kemana
80 kebakaran di RSIA Bunda Aliyah kepada pasien, penunggu pengunjung, dan karyawan tahu harus melapor Siaga Bencana dengan metode pelatihan, leaflet,
harus melapor
pasien, pengunjung, dan karyawan kemana apabila terjadi kebakaran per lantai maupun banner
Pelaporan dari penemu Tim Siaga
insiden kebakran Peningkatan disiplin, tanggap darurat kebakaran, dan jiwa Petugas disiplin ada d pos masing-masing
Tim Siaga Bencana tidak ada di tempat Kebakaran tidak 80 Bencana per Pimpinan setuju
kepada Koor/PIC diketahui/terdeteksi melayani sesuai tupoksi
lantai
Tanggap Bencana
K3RS, Tim
PIC Tanggap Bencana kurang paham Sosialisasi SPO, alur kode kebakaran untuk Pimpinan setuju dilakukan sosialisasi
64 SPO, alur kode kebakaran untuk dijalankan Siaga Bencana
1 Pelaporan kebakaran dengan alur kode kebakaran dijalankan SPO dan alur kode kebakaran
per lantai
Setiap telpon darurat ext 100 selalu ada yang
Security tidak di tempat 80 Selalu menempatkan Petugas/Security pada posnya siap sedia mengangkat telepon dan Umum Pimpinan setuju
Pelporan insiden
mengumumkan ke seluruh rumah sakit
kebakaran dari Pelaporan gagal/tidak
Petugas terlatih tidak panik saat menangani Pimpinan setuju dilakukan simulasi
Koor/PIC Tanggap PIC Tanggap Bencana panik terlapor 64 Simulasi kebakaran K3RS
insiden kebakaran kebakaran
Bencana ext 100
Telepon rusak 32 Preventif pemeliharaan telepon berkala setiap bulan Telepon selalu siap untuk digunakan kapanpun Teknisi Pimpinan setuju
K3RS, Tim
Petugas tidak bisa menggunakan Seluruh petugas rumah sakit paham dan bisa
100 Sosialisasi cara penggunaan APAR Siaga Bencana Pimpinan setuju
APAR mempraktikan cara menggunakan APAR
per lantai
K3RS, Tim
Petugas terlatih tidak panik saat menangani Pimpinan setuju dilakukan simulasi
Petugas panik/tidak sigap 64 Simulasi kebakaran Siaga Bencana
insiden kebakaran kebakaran
per lantai
Pemadaman api oleh
APAR expired 60 Pengecekan berkala APAR, setiap 1 bulan Seluruh APAR siap untuk digunakan K3RS Pimpinan setuju
2 Pemadaman Api Petugas Helm Merah Gagal memadamkan api
dengan APAR Penempatan APAR yang jauh sulit Pemetaan area berisiko tinggi kebakaran, untuk dipasang APAR APAR berada di area dekat petugas dan
60 K3RS, Teknisi Pimpinan setuju
terjangkau petugas didekatnya, pemindahan APAR yang tempatnya belum selesai terjangkau
Pin pengunci APAR sulit dibuka 45 Pengecekan berkala APAR, setiap 1 bulan Seluruh APAR siap untuk digunakan K3RS Pimpinan setuju
Pemetaan area penempatan APAR sesuai petugas laki-
APAR berada di area yang sesuai dengan
APAR terlalu besar sulit dimobilisasi 36 laki/perempuan, pemindahan APAR besar yang berada di area K3RS, Teknisi Pimpinan setuju
petugasnya
petugas perempuan dipindah ke area petugas laki-laki
Pemasangan lantai yang bercorak agar tidak licin, perbaikan
Ramp terlalu curam dan licin 80 Ramp lebih mudah dilalui dan lebih aman K3RS, Teknisi Pimpinan setuju, program selanjutnya
kemiringan lantai agar tidak tergenang air
Adanya hand rail lebih aman dan mencegah
Tidak ada hand rail 64 Pengadaan dan pemasangan hand rail pada area arah evakuasi K3RS, Teknisi Pimpinan setuju, program tahun depan
risiko terjatuh
Sosialisasi Kode Red, cara evakuasi kebakaran tidak boleh Seluruh petugas rumah sakit paham bagaimana
Menggunakan sepatu hak tinggi Terjatuh 64 K3RS Pimpinan setuju
menggunakan sepatu hak tinggi cara evakuasi kebakaran
Petugas terlatih tidak panik saat menangani Pimpinan setuju dilakukan simulasi
Petugas panik 64 Simulasi kebakaran K3RS
insiden kebakaran kebakaran
Analisa area risiko terpeleset dengan HVA, pemasangan rambu Area risiko terpeleset terpasang rambu
Lantai licin 45 K3RS, Teknisi Pimpinan setuju, perbaikan berkala
Petugas Helm Kuning peringatan risiko terpeleset peringatan, perbaikan fasilitas
penyelamat pasien, Pemetaan jalur evakuasi/denah evakuasi untuk disosialisasikan Jalur evakuasi jelas dan dipahami petugas,
3 Penyelamatan pasien
pengunjung dan orang Jalur evakuasi tidak jelas 100 kepada petugas, pasien, penunggu pasien, pengunjung, dan pasien, penunggu pasien, pengunjung, dan K3RS, Teknisi Pimpinan setuju, berkala perbaikan
sekitar karyawan. Pemasangan rambu jalur evakuasi karyawan. Terpasang rambu arah evakuasi
K3RS, Tim
Petugas terlatih tidak panik saat menangani Pimpinan setuju dilakukan simulasi
Petugas panik 64 Simulasi kebakaran Siaga Bencana
Tidak tahu kemana insiden kebakaran kebakaran
per lantai
harus menyelamatkan
Tidak ada maskot/bendera evakuasi
Pengadaan bendera evakuasi sebagai tanda petugas penyelamat Ada bendera evakuasi sebagai tanda petugas
untuk petugas yang menggunakan 64 K3RS Pimpinan setuju, program selanjutnya
pasien penyelamat pasien
penyelamatan
Jalur evakuasi, titik kumpul jelas dan dipahami
Petugas tidak paham kemana titik Sosialisasi denah evakuasi sampai ke titik kumpul kepada
50 petugas, pasien, penunggu pasien, pengunjung, K3RS, Teknisi Pimpinan setuju
kumpul berada petugas, pasien, penunggu pasien, pengunjung, dan karyawan
dan karyawan
Analisa area risiko terpeleset dengan HVA, pemasangan rambu Area berisiko terpeleset terpasang rambu Pimpinan setuju, program perbaikan
Lantai licin 125 K3RS
peringatan risiko terpeleset peringatan, perbaikan fasilitas berkala
Petugas Helm Biru Pemasangan lantai yang bercorak agar tidak licin, perbaikan
Ramp terlalu curam dan licin 80 Ramp lebih mudah dilalui dan lebih aman K3RS, Teknisi Pimpinan setuju, program selanjutnya
4 Penyelamatan aset menyelamatkan aset Terjatuh kemiringan lantai agar tidak tergenang air
rumah sakit dan pasien
Adanya hand rail lebih aman dan mencegah
Tidak ada hand rail 64 Pengadaan dan pemasangan hand rail pada area arah evakuasi K3RS, Teknisi Pimpinan setuju, program tahun depan
risiko terjatuh
PROXIMATE CAUSES FAILURE MODE
NO PROSES SUB PROSES RPN RENCANA TINDAK LANJUT OUTCOME PIC PERSETUJUAN PIMPINAN
(Potensi Penyebab) (Modus Kegagalan)

K3RS, Tim
Petugas terlatih tidak panik saat menangani Pimpinan setuju dilakukan simulasi
Petugas panik 64 Simulasi kebakaran Siaga Bencana
insiden kebakaran kebakaran
per lantai
Pemetaan jalur evakuasi/denah evakuasi untuk disosialisasikan Jalur evakuasi jelas dan dipahami petugas,
Jalur evakuasi tidak jelas 100 kepada petugas, pasien, penunggu pasien, pengunjung, dan pasien, penunggu pasien, pengunjung, dan K3RS, Teknisi Pimpinan setuju, berkala perbaikan
Tidak tahu kemana
karyawan. Pemasangan rambu jalur evakuasi karyawan. Terpasang rambu arah evakuasi
harus menyelamatkan
Petugas Helm Biru aset K3RS, Tim
Petugas terlatih tidak panik saat menangani Pimpinan setuju dilakukan simulasi
4 Penyelamatan aset menyelamatkan aset Petugas panik 64 Simulasi kebakaran Siaga Bencana
insiden kebakaran kebakaran
rumah sakit dan pasien per lantai
Jalur evakuasi, titik kumpul jelas dan dipahami
Petugas tidak paham kemana titik Sosialisasi denah evakuasi sampai ke titik kumpul kepada
50 petugas, pasien, penunggu pasien, pengunjung, K3RS, Teknisi Pimpinan setuju
kumpul berada petugas, pasien, penunggu pasien, pengunjung, dan karyawan
dan karyawan
K3RS, Tim
Meminta bantuan kepada Regu Kebakaran rumah sakit dan
Lingkungan tidak aman, api terlalu Gagal menyelamatkan Api dapat dikendalikan dan aset dapat Siaga Bencana,
40 Damkar Kota Depok dan BPBD untuk menanggulangi Pimpinan setuju
besar aset diselamatkan Security,
kebakaran dan penyelamatan aset
Damkar, BPBD
Petugas Helm Putih Kurang paham dokumen penting apa Petugas terlatih dan paham dokumen apa saja Pimpinan setuju dilakukan simulasi
75 Simulasi kebakaran K3RS
Penyelamatan menyelamatkan saja yang harus diselamatkan Gagal menyelamatkan yang harus diselamatkan saat terjadi kebakaran kebakaran
5
dokumen dokumen rumah sakit dokumen
Petugas terlatih tidak panik saat menangani K3RS, Tim Pimpinan setuju dilakukan simulasi
dan pasien Petugas panik 64 Simulasi kebakaran
insiden kebakaran Siaga Bencana kebakaran
Petugas terlatih tidak panik saat menangani Pimpinan setuju dilakukan simulasi
Petugas panik 64 Simulasi kebakaran K3RS
insiden kebakaran kebakaran
Melaporkan kepada Pelaporan gagal/tidak
K3RS, Security,
Meminta bantuan Ketua K3RS Nomor telepon tidak aktif/sulit terlapor SPO Tanggap darurat bila terjadi kebakaran, nomor telepon Nomor telepon selalu siap kapanpun
40 Tim Siaga Pimpinan setuju, sosialisasi SPO
6 kepada instansi dihubungi stand by yang bisa dihubungi dibutuhkan apabila terjadi insiden kebakaran
Bencana
terkait
Menghubungi Damkar
Tidak memiliki nomor darurat bencana Pelaporan gagal/tidak Pemutakhiran daftar nomor darurat internal dan eksternal yang Daftar nomor darurat terpasang di tiap unit
dan BPBD untuk 100 K3RS Pimpinan setuju
Kota Depok terlapor selalu di update, terpasang di setiap unit kerja kerja
meminta bantuan

Depok, 1 Februari 2019


Penyusun, Mengetahui,

Parti Septiana, SKM dr. Siti Hodidjah


Ketua K3RS Direktur
DESAIN SETELAH FMEA

NILAI RPN SETELAH


NILAI RPN SEBELUM
DESAIN

PENDETEKSIAN

PENDETEKSIAN
PROBABILITAS

PROBABILITAS
AKIBAT (S)

AKIBAT (S)
FAILURE MODE PROXIMATE CAUSES
NO PROSES RENCANA TINDAK LANJUT OUTCOME PIC PERSETUJUAN PIMPINAN
(Modus Kegagalan) (Potensi Penyebab)

(O)

(O)
(D)

(D)
RPN RPN

Sosialisasi kode kebakaran dan alur proses apabila Seluruh pasien, penunggu pasien, Pimpinan setuju dilakukan
Penemu insiden tidak tahu terjadi insiden kebakaran di RSIA Bunda Aliyah pengunjung, dan karyawan tahu K3RS, Tim Siaga sosialisasi dengan metode
5 4 4 80 5 2 2 20
kemana harus melapor kepada pasien, penunggu pasien, pengunjung, dan harus melapor kemana apabila Bencana per lantai pelatihan, leaflet, maupun
Pelaporan dari karyawan terjadi kebakaran banner
penemu insiden
kebakran kepada
Koor/PIC Tanggap Tim Siaga Bencana tidak ada di Peningkatan disiplin, tanggap darurat kebakaran, dan Petugas disiplin ada d pos masing- Tim Siaga Bencana
5 4 4 80 Pimpinan setuju 5 2 1 10
Bencana tempat jiwa melayani masing sesuai tupoksi per lantai

PIC Tanggap Bencana kurang Pimpinan setuju dilakukan


Sosialisasi SPO, alur kode K3RS, Tim Siaga
Pelaporan paham dengan alur kode 4 4 4 64 SPO, alur kode kebakaran untuk dijalankan sosialisasi SPO dan alur kode 4 1 1 4
1 kebakaran untuk dijalankan Bencana per lantai
kebakaran kebakaran kebakaran
Setiap telpon darurat ext 100
selalu ada yang siap sedia
Security tidak di tempat 5 4 4 80 Selalu menempatkan Petugas/Security pada posnya mengangkat telepon dan Umum Pimpinan setuju 5 2 1 10
Pelporan insiden mengumumkan ke seluruh rumah
kebakaran dari sakit
Koor/PIC Tanggap
Bencana ext 100 Petugas terlatih tidak panik saat Pimpinan setuju dilakukan
PIC Tanggap Bencana panik 4 4 4 64 Simulasi kebakaran K3RS 4 2 1 8
menangani insiden kebakaran simulasi kebakaran

Telepon selalu siap untuk


Telepon rusak 4 2 4 32 Preventif pemeliharaan telepon berkala setiap bulan Teknisi Pimpinan setuju 4 2 1 8
digunakan kapanpun
Seluruh petugas rumah sakit
Petugas tidak bisa menggunakan K3RS, Tim Siaga
5 4 5 100 Sosialisasi cara penggunaan APAR paham dan bisa mempraktikan Pimpinan setuju 5 1 1 5
APAR Bencana per lantai
cara menggunakan APAR

Petugas terlatih tidak panik saat K3RS, Tim Siaga Pimpinan setuju dilakukan
Petugas panik/tidak sigap 4 4 4 64 Simulasi kebakaran 4 2 1 8
menangani insiden kebakaran Bencana per lantai simulasi kebakaran

Pemetaan area berisiko tinggi kebakaran, untuk


Penempatan APAR yang jauh APAR berada di area dekat
5 3 4 60 dipasang APAR didekatnya, pemindahan APAR yang K3RS, Teknisi Pimpinan setuju 5 2 2 20
sulit terjangkau petugas petugas dan terjangkau
tempatnya belum selesai
Pemadaman api oleh
2 Pemadaman Api Petugas Helm Merah
dengan APAR Seluruh APAR siap untuk
Pin pengunci APAR sulit dibuka 5 3 3 45 Pengecekan berkala APAR, setiap 1 bulan K3RS Pimpinan setuju 5 2 2 20
digunakan

Pemetaan area penempatan APAR sesuai petugas laki-


APAR terlalu besar sulit laki/perempuan, pemindahan APAR besar yang APAR berada di area yang sesuai
3 3 4 36 K3RS, Teknisi Pimpinan setuju 3 3 2 18
dimobilisasi berada di area petugas perempuan dipindah ke area dengan petugasnya
petugas laki-laki
NILAI RPN SETELAH
NILAI RPN SEBELUM
DESAIN

PENDETEKSIAN

PENDETEKSIAN
PROBABILITAS

PROBABILITAS
AKIBAT (S)

AKIBAT (S)
FAILURE MODE PROXIMATE CAUSES
NO PROSES RENCANA TINDAK LANJUT OUTCOME PIC PERSETUJUAN PIMPINAN
(Modus Kegagalan) (Potensi Penyebab)

(O)

(O)
(D)

(D)
RPN RPN

Pemasangan lantai yang bercorak agar tidak licin, Ramp lebih mudah dilalui dan Pimpinan setuju, program
Ramp terlalu curam dan licin 4 5 4 80 K3RS, Teknisi 4 4 2 32
perbaikan kemiringan lantai agar tidak tergenang air lebih aman selanjutnya

Pengadaan dan pemasangan hand rail pada area arah Adanya hand rail lebih aman dan Pimpinan setuju, program tahun
Tidak ada hand rail 4 4 4 64 K3RS, Teknisi 4 3 3 36
evakuasi mencegah risiko terjatuh depan
Seluruh petugas rumah sakit
Sosialisasi Kode Red, cara evakuasi kebakaran tidak
Menggunakan sepatu hak tinggi 4 4 4 64 paham bagaimana cara evakuasi K3RS Pimpinan setuju 4 1 1 4
boleh menggunakan sepatu hak tinggi
kebakaran

Petugas terlatih tidak panik saat Pimpinan setuju dilakukan


Petugas panik 4 4 4 64 Simulasi kebakaran K3RS 4 2 1 8
menangani insiden kebakaran simulasi kebakaran

Area risiko terpeleset terpasang


Analisa area risiko terpeleset dengan HVA, Pimpinan setuju, perbaikan
Lantai licin 5 3 3 45 rambu peringatan, perbaikan K3RS, Teknisi 5 2 2 20
Petugas Helm Kuning pemasangan rambu peringatan risiko terpeleset berkala
fasilitas
Penyelamatan penyelamat pasien,
3
pasien pengunjung dan orang Pemetaan jalur evakuasi/denah evakuasi untuk Jalur evakuasi jelas dan dipahami
sekitar disosialisasikan kepada petugas, pasien, penunggu petugas, pasien, penunggu pasien, Pimpinan setuju, berkala
Jalur evakuasi tidak jelas 5 4 5 100 K3RS, Teknisi 5 1 2 10
pasien, pengunjung, dan karyawan. Pemasangan pengunjung, dan karyawan. perbaikan
rambu jalur evakuasi Terpasang rambu arah evakuasi

Petugas terlatih tidak panik saat K3RS, Tim Siaga Pimpinan setuju dilakukan
Petugas panik 4 4 4 64 Simulasi kebakaran 4 2 1 8
menangani insiden kebakaran Bencana per lantai simulasi kebakaran

Tidak ada maskot/bendera


Pengadaan bendera evakuasi sebagai tanda petugas Ada bendera evakuasi sebagai Pimpinan setuju, program
evakuasi untuk petugas yang 4 4 4 64 K3RS 4 3 2 24
penyelamat pasien tanda petugas penyelamat pasien selanjutnya
menggunakan penyelamatan
Jalur evakuasi, titik kumpul jelas
Sosialisasi denah evakuasi sampai ke titik kumpul
Petugas tidak paham kemana dan dipahami petugas, pasien,
5 2 5 50 kepada petugas, pasien, penunggu pasien, K3RS, Teknisi Pimpinan setuju 5 1 1 5
titik kumpul berada penunggu pasien, pengunjung,
pengunjung, dan karyawan
dan karyawan

Area berisiko terpeleset terpasang


Analisa area risiko terpeleset dengan HVA, Pimpinan setuju, program
Lantai licin 5 5 5 125 rambu peringatan, perbaikan K3RS 5 2 2 20
pemasangan rambu peringatan risiko terpeleset perbaikan berkala
fasilitas

Pemasangan lantai yang bercorak agar tidak licin, Ramp lebih mudah dilalui dan Pimpinan setuju, program
Ramp terlalu curam dan licin 4 5 4 80 K3RS, Teknisi 4 5 4 80
perbaikan kemiringan lantai agar tidak tergenang air lebih aman selanjutnya
Petugas Helm Biru
Penyelamatan menyelamatkan aset
4
aset rumah sakit dan
pasien Pengadaan dan pemasangan hand rail pada area arah Adanya hand rail lebih aman dan Pimpinan setuju, program tahun
Tidak ada hand rail 4 4 4 64 K3RS, Teknisi 4 4 2 32
evakuasi mencegah risiko terjatuh depan

Petugas terlatih tidak panik saat K3RS, Tim Siaga Pimpinan setuju dilakukan
Petugas panik 4 4 4 64 Simulasi kebakaran 4 2 1 8
menangani insiden kebakaran Bencana per lantai simulasi kebakaran
NILAI RPN SETELAH
NILAI RPN SEBELUM
DESAIN

PROBABILITAS

PROBABILITAS
PENDETEKSIA

PENDETEKSIA
AKIBAT (S)

AKIBAT (S)
FAILURE MODE PROXIMATE CAUSES
NO PROSES RENCANA TINDAK LANJUT OUTCOME PIC PERSETUJUAN PIMPINAN

N (D)

N (D)
(Modus Kegagalan) (Potensi Penyebab)

(O)

(O)
RPN RPN

Pemetaan jalur evakuasi/denah evakuasi untuk Jalur evakuasi jelas dan dipahami
disosialisasikan kepada petugas, pasien, penunggu petugas, pasien, penunggu pasien, Pimpinan setuju, berkala
Jalur evakuasi tidak jelas 5 4 5 100 K3RS, Teknisi 5 1 1 5
pasien, pengunjung, dan karyawan. Pemasangan pengunjung, dan karyawan. perbaikan
rambu jalur evakuasi Terpasang rambu arah evakuasi

Petugas terlatih tidak panik saat K3RS, Tim Siaga Pimpinan setuju dilakukan
Petugas Helm Biru Petugas panik 4 4 4 64 Simulasi kebakaran 4 2 1 8
menangani insiden kebakaran Bencana per lantai simulasi kebakaran
Penyelamatan menyelamatkan aset
4
aset rumah sakit dan Jalur evakuasi, titik kumpul jelas
pasien Sosialisasi denah evakuasi sampai ke titik kumpul
Petugas tidak paham kemana dan dipahami petugas, pasien,
5 2 5 50 kepada petugas, pasien, penunggu pasien, K3RS, Teknisi Pimpinan setuju 5 1 2 10
titik kumpul berada penunggu pasien, pengunjung,
pengunjung, dan karyawan
dan karyawan

Meminta bantuan kepada Regu Kebakaran rumah K3RS, Tim Siaga


Lingkungan tidak aman, api Api dapat dikendalikan dan aset
5 2 4 40 sakit dan Damkar Kota Depok dan BPBD untuk Bencana, Security, Pimpinan setuju 5 2 4 40
terlalu besar dapat diselamatkan
menanggulangi kebakaran dan penyelamatan aset Damkar, BPBD

Petugas terlatih dan paham


Kurang paham dokumen penting
dokumen apa saja yang harus Pimpinan setuju dilakukan
Petugas Helm Putih apa saja yang harus 5 3 5 75 Simulasi kebakaran K3RS 5 1 2 10
diselamatkan saat terjadi simulasi kebakaran
Penyelamatan menyelamatkan diselamatkan
5 kebakaran
dokumen dokumen rumah sakit
dan pasien Petugas terlatih tidak panik saat K3RS, Tim Siaga Pimpinan setuju dilakukan
Petugas panik 4 4 4 64 Simulasi kebakaran 4 1 2 8
menangani insiden kebakaran Bencana simulasi kebakaran

Petugas terlatih tidak panik saat Pimpinan setuju dilakukan


Petugas panik 4 4 4 64 Simulasi kebakaran K3RS 4 1 2 8
menangani insiden kebakaran simulasi kebakaran
Melaporkan kepada
Ketua K3RS Nomor telepon selalu siap
Meminta bantuan Nomor telepon tidak aktif/sulit SPO Tanggap darurat bila terjadi kebakaran, nomor K3RS, Security, Tim
5 2 4 40 kapanpun dibutuhkan apabila Pimpinan setuju, sosialisasi SPO 5 1 3 15
6 kepada instansi dihubungi telepon stand by yang bisa dihubungi Siaga Bencana
terjadi insiden kebakaran
terkait
Menghubungi Damkar Pemutakhiran daftar nomor darurat internal dan
Tidak memiliki nomor darurat Daftar nomor darurat terpasang di
dan BPBD untuk 5 4 5 100 eksternal yang selalu di update, terpasang di setiap K3RS Pimpinan setuju 5 1 1 5
bencana Kota Depok tiap unit kerja
meminta bantuan unit kerja

Depok, 1 Februari 2019


Penyusun, Mengetahui,

Parti Septiana, SKM dr. Siti Hodidjah


Ketua K3RS Direktur