Anda di halaman 1dari 6

Faktor Predisposisi

Edema, spasme bronkus, peningkatan secret bronkiolus

Bersihan Jalan Nafas Obstruksi bronkiolus awal fase ekspirasi


Tidak Efektif
Udara terperangkap pada alveolus

PaO2 Rendah Sesak Nafas,


Suplai O2 jaringan rendah Nafas Pendek
PaCO2 Tinggi

Kompensasi Gangguan Gangguan


Hipoksemi
Kardiovaskuler Metabolisme Pertukaran Gas
Jaringan
Pola Nafas
Hipertensi Tidak Efektif
Pulmonal Metabolisme
Anaerob

Gagal Jantung Produksi ATP


Kanan menurun

Defisit Energi

Lelah, lemah

Intoleransi
Defisit
Aktivitas
Gangguan Pola Perawatan Diri
Tidur
5. Pathway

Pencetus Faktor penyebab


Asma, Bronkitis, emfisema Rokok, Polusi dll

Inflamasi
PPOK

Sputum meningkat
Perubahan anatomis
parenkim Paru Batuk

Perbesaran Alveoli Bersihan Jalan Nafas tdk


Efektif

Hipertiroid kelenjar mukosa


Inflamasi
Penyempitan salurran udara
Leukosit meningkat

hipertermi
Ekspansi paru Gg. Pertukaran Gas Imun menurun
menurun
Kuman patogen &
endogen difagosit
Suplay O2 tida adekuat Frekuensi pernafasan makrofag
cepat
Hipoksia Anoreksia
Kontraksi otot pernafasan
Sesak Penggunaan energi untuk
pernafasan meningkat Gg, Nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh
Pola Nafas Tidak
Efektif Intoleransi Aktifitas

Ansietas

Kurang pengetahuan
DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA
NO INTERVENSI
KEPERAWATAN HASIL
1. Bersihan jalan nafas NOC : 1. Beri pasien 6 sampai 8 gelas
tidak efektif Respiratory status: Ventilation cairan/hari kecuali terdapat kor
berhubungn dengan Respiratory status: Airway patency pulmonal
bronkospasme, Aspiration Control 2. Ajarkan dan berikan dorongan
peningkatan produksi Kriteria Hasil: penggunaan teknik pernapasan
sekret, sekresi tertahan, 1. Mendemonstrasikan batuk efektif diafragmatik dan batuk.
tebal, sekresi kental, dan suara nafas yang bersih, tidak 3. Bantu dalam pemberian tindakan
penurunan ada sianosis dan dyspneu (mampu nebuliser, inhaler dosis terukur
energi/kelemahan.. mengeluarkan sputum, mampu 4. Lakukan drainage postural
bernafas dengan mudah, tidak ada dengan perkusi dan vibrasi pada
pursed lips) pagi hari dan malam hari sesuai
2. Menunjukkan jalan nafas yang yang diharuskan
paten (klien tidak merasa 5. Instruksikan pasien untuk
tercekik, irama nafas, frekuensi menghindari iritan seperti asap
pernafasan dalam rentang normal, rokok, aerosol, suhu yang
tidak ada suara nafas abnormal) ekstrim, dan asap.
3. Mampu mengidentifikasikan dan 6. Ajarkan tentang tanda-tanda dini
mencegah factor yang dapat infeksi yang harus dilaporkan
menghambat jalan nafas pada dokter dengan segera:
peningkatan sputum, perubahan
warna sputum, kekentalan
sputum, peningkatan napas
pendek, rasa sesak didada,
keletihan
7. Berikan antibiotik sesuai yang
diharuskan
8. Berikan dorongan pada pasien
untuk melakukan imunisasi
terhadap influenzae dan
streptococcus pneumoniae.

2. Ketidakefektifan pola NOC : 1. Ajarkan klien latihan bernapas


nafas berhubungan Respiratory status: Ventilation diafragmatik dan pernapasan
dengan suplay oksigen Respiratory status: Airway patency bibir dirapatkan.
dalam jaringan kurang Vital sign Status 2. Berikan dorongan untuk
ditandai dengan Kriteria Hasil: menyelingi aktivitas dengan
sianosis, konjungtiva 1. Mendemonstrasikan batuk efektif periode istirahat.
anemis. dan suara nafas yang bersih, tidak 3. Biarkan pasien membuat
ada sianosis dan dyspneu (mampu keputusan tentang perawatannya
mengeluarkan sputum, mampu berdasarkan tingkat toleransi
bernafas dengan mudah, tidak ada pasien.
pursed lips) 4. Berikan dorongan penggunaan
2. Menunjukkan jalan nafas yang latihan otot-otot pernapasan jika
paten (klien tidak merasa diharuskan.
tercekik, irama nafas, frekuensi
pernafasan dalam rentang normal,
tidak ada suara nafas abnormal)
3. Tanda Tanda vital dalam rentang
normal (tekanan darah (sistole
110-130mmHg dan diastole 70-
90mmHg), nad (60-100x/menit)i,
pernafasan (18-24x/menit)
3. Gangguan pertukaran NOC 1. Deteksi bronkospasme
gas berhubungan Respiratory status: Ventilation saatauskultasi.
dengan gangguan suplai Kriteria Hasil: 2. Pantau klien terhadap dispnea dan
oksigen (obstruksi jalan 1. Frekuensi nafas normal (16- hipoksia.
nafas oleh sekresi, 24x/menit) 3. Berikan obat-obatan bronkodialtor
spasme bronkus, 2. Itmia dan kortikosteroid dengan tepat
jebakan udara) dan 3. Tidak terdapat disritmia dan waspada kemungkinan efek
kerusakan alveoli 4. Melaporkan penurunan dyspnea sampingnya.
5. Menunjukkan perbaikan dalam 4. Berikan terapi aerosol sebelum
laju aliran ekspirasi waktu makan, untuk membantu
mengencerkan sekresi sehingga
ventilasi paru mengalami
perbaikan.
5. Pantau pemberian oksigen
4. Intoleransi aktivitas NOC : 1. Kaji respon individu terhadap
berhubungan dengan Energy conservation aktivitas, nadi, tekanan darah,
ketidakseimbangan Self Care: ADLs pernapasan
antara suplaidan Kriteria Hasil: 2. Ukur tanda-tanda vital segera
kebutuhan oksigen 1. Berpartisipasi dalam aktivitas setelah aktivitas, istirahatkan klien
fisik tanpa disertai peningkatan selama 3 menit kemudian ukur lagi
tekanan darah, nadi dan RR tanda-tanda vital.
2. Mampu melakukan aktivitas 3. Dukung pasien dalam
sehari hari (ADLs) secara menegakkan latihan teratur
mandiri dengan menggunakan treadmill
dan exercycle, berjalan atau
latihan lainnya yang sesuai, seperti
berjalan perlahan.
4. Kaji tingkat fungsi pasien yang
terakhir dan kembangkan rencana
latihan berdasarkan pada status
fungsi dasar.
5. Sarankan konsultasi dengan ahli
terapi fisik untuk menentukan
program latihan spesifik terhadap
kemampuan pasien.
6. Sediakan oksigen sebagaiman
diperlukan sebelum dan selama
menjalankan aktivitas untuk
berjaga-jaga.
7. Tingkatkan aktivitas secara
bertahap; klien yang sedang atau
tirah baring lama mulai melakukan
rentang gerak sedikitnya 2 kali
sehari.
8. Tingkatkan toleransi terhadap
aktivitas dengan mendorong klien
melakukan aktivitas lebih lambat,
atau waktu yang lebih singkat,
dengan istirahat yang lebih banyak
atau dengan banyak bantuan.
9. Secara bertahap tingkatkan
toleransi latihan dengan
meningkatkan waktu diluar tempat
tidur sampai 15 menit tiap hari
sebanyak 3 kali sehari.

5. Gangguan nutrisi NOC 1. Kaji kebiasaan diet, masukan


kurang dari kebutuhan Nutritional Status: food and Fluid makanan saat ini. Catat derajat
tubuh berhubungan Intake kesulitan makan. Evaluasi berat
dengan dispnea, Kriteria Hasil: badan dan ukuran tubuh.
kelemahan, efek 1. Adanya peningkatan berat badan 2. Auskultasi bunyi usus
samping obat, produksi sesuai dengan tujuan 3. Berikan perawatan oral sering,
sputum, anoreksia, 2. Berat badan ideal sesuai dengan buang sekret.
mual/muntah tinggi badan 4. Dorong periode istirahat I jam
3. Mampu mengidentifikasi sebelum dan sesudah makan.
kebutuhan nutrisi 5. Pesankan diet lunak, porsi kecil
4. Tidak ada tanda tanda malnutrisi sering, tidak perlu dikunyah lama.
5. Tidak terjadi penurunan berat 6. Hindari makanan yang
badan yang berarti diperkirakan dapat menghasilkan
gas.
7. Timbang berat badan tiap hari
sesuai indikasi.

6. Ansietas berhubungan NOC 1. Kaji respon psikologis terhadap


dengan ancaman Anxiety self-control kejadian dan ketersediaan sistem
terhadap konsep diri, Coping pendukung
ancaman terhadap Kriteria Hasil: 2. Tetap bersama klien, bersikap
kematian, keperluan a. Klien terlihat lebih tenang dan tenang dan menunjukkan rasa
yang tidak terpenuhi. tidak gelisah empati
b. Klien mengungkapkan bahwa 3. Observasi respon nonverbal klien
ansietasnya berkurang (misalnya: gelisah) berkaitan
dengan ansietas yang dirasakan
4. Dukung dan arahkan kembali
mekanisme koping
5. Berikan informasi yang benar
mengenai prosedur pembedahan,
penyembuhan, dan perawatan post
operasi.
6. Diskusikan pengalaman / harapan
kelahiran anak pada masa lalu
7. Evaluasi perubahan ansietas yang
dialami klien secara verbal