Anda di halaman 1dari 5

PENGAPLIKASIAN TEKNOLOGI ARDUINO SEBAGAI ALAT CONTROLLER

Gusti Cahyono
Perawatan dan Perbaikan Mesin, Politeknik Kediri
E-mail: gusticahyono16@gmail.com

Abstrak: Arduino Uno adalah papan pengembangan


(development board) mikrokontroler yang berbasis chip
ATmega328P. Fungsi PWM yang terdapat pada Arduino digunakan
untuk menetukan 5 kecepatan motor DC yaitu pada kecepatan
0%, 25%, 50%, 75% dan 100% untuk putaran maju dan putaran
mundur. Pengendali kecepatan menggunakan handphone
(android system) yang dirancang menggunakan aplikasi MIT App
Inventor, dari hasil yang diperoleh fungsi PWM pada arduino
dapat bekerja dengan baik, tegangan keluaran PWM Arduino
dapat diterjemahkan oleh motor drive menjadi besaran tegangan
yang dibutuhkan untuk mengatur kecepatan motor DC. Jarak
terjauh kendali menggunakan handphone adalah 40 sampai
dengan 50 meter pada ruang tertutup dan 50 sampai dengan 70
meter pada ruang terbuka.

Kata kunci: Motor DC, Arduino Uno, PWM, Kecepatan, Bluetooth

PENDAHULUAN

Latar belakang

Pada artikel ini akan menggunakan dua software aplikasi elektronika yang dapat
digunakan untuk mendesain dan mensimulasikan system yang menggunakan board Ardunio,
yaitu software Arduino dan Proteus design suite.
Arduino terbagi menjadi dua bagian yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat
lunak (software). Perangkat keras Arduino berupa modul atau bord Arduino yang telah di
rancang khusus agar mudah di gunakan dan dapat di kembangkan tanpa batas. Ada banyak
jenis board Arduino yang di buat dari ukuran yang kecil sampai ukuran besar, dari board
Arduino sederhana sampai board Arduino yang kompleks.
Perangkat lunak Arduino di rancang sederhana mungkin agar dapat di gunakan dengan
mudah tetapi tanpa mengurangi keandalannya. Pada software Arduino telah dilengkapi
berbagai pustaka (library) yang cukup lengkap sehingga para penggunanya tidak harus
membuat library tambahan untuk membuat kode program yang akan dimasukkan pada chip
mikrokontroler yang terdapat pada board Arduino.
Software Arduino menggunakan bahasa pemrograman C/C++ yang sudah sangat familiar
dan sering di gunakan untuk pembuatan software aplikasi serta tidak di ragukan lagi
kehandalannya. Selain itu pada software Arduino telah di lengkapi berbagai driver untuk
mengintegrasikan board Arduino dengan komputer.
Bahkan saat ini perusahaan pengembang software dan hardware yang
dikembangkannya dapat dikoneksikan atau diintegrasikan dengan sistem berbasis Arduino.
Software Proteus juga berguna untuk mendesain dan menyimulasikan rangkaian
elektronika berdasarkan hubungan dari seluruh komponen yang terdapat dari rangkaian
tersebut. Saat ini Proteus telah mengembangkan berbagai fasilitas agar dapat membuat system
dengan menggunakan board Arduino, bahkan pada versi terbarunya Proteus Design Suit telah
menambah fitur baru yang di beri nama Visual Designer. Dengan adanya fitur Visual Designer
maka pemrogaman Arduino dapat lebih mudah di lakukan karena berbasis graphics programing
dengan menggunakan konsep blok flowchart.

Tujuan penelitian

1. Mengenal board Arduino


2. Mengenal software Arduino
3. Mengenal software proteus
4. Pengaplikasian Arduino sebagai controller

MENGENAL BOARD ARDUINO

Sampai pada saat ini, tim pengembang Arduino telah membuat sejumlah board Arduino
yang dapat di pilih dan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi.
Skematik rangkaian dan layout PCB untuk setiap board Arduino serta referensi pendukungnya
dapat diunduh secara gratis melalui situs resmi Arduino.
Sebagain besar perangkat keras board Arduino telah dilengkapi dengan fasilitas untuk
komunikasi serial melalui port USB, sehingga dapat berinteraksi dengan komputer secara
langsung, tanpa membutuhkan modul atau perangkat tambahan lagi.
Dengan menggunakan board Arduino seperti Arduino UNO atau Genuino UNO, Arduino
Leonardo, Arduino Nano dan Arduino Mega atau Genuino Mega, untuk mengunduh progam
kedalam chip mikrokontroler yang terdapat pada board Arduino telah dapat di lakukan secara
langsung tanpa pelu perangkat tambahan lagi, cukup dengan menggunakan kabel USB dan
board Arduino atau board Genuino saja.

Jenis-jenis Board Arduino

1. Arduino UNO
Arduino UNO menggunakan chip ATmega 328P dengan paket kemasan DIP. Untuk
dapat menggunakan komunikasi serial atau sebagai uploader USB menggunakan
chip mikrokontroler ATmega 16U2. Pada Arduino UNO terdapat 14 pin input output
digital dan 6 pin input analog dan bekerja pada frekuensi 16MHz.
2. Genuino UNO
Genuino UNO sama seperti Arduino UNO, mengunakan chip ATmega328 dengan
paket DIP. Untuk komunikasi USB menggunakan chip ATmega16U2. Pada Genuino
UNO terdapat 14 pin input output digital dan 6 pin input analog.
3. Arduino Leonardo
Arduino Leonardo hanya menggunakan satu mikrokontroler saja yang berfungsi
sebagai pusat kendalinya dan sekaligus untuk komunikasi serial. Arduino Leonardo
menggunakan chip ATmega32U4 dengan paket kemasan SMD.

MENGENAL SOFTWARE ARDUINO

Arduino merupakan open source elektronika yang menggunakan chip mikrokontroler


sebagai pusat kendalinya. Arduino menyediakan dua aplikasi utama yaitu perangkat lunak
(software) yang bersifat open source dan perangkat keras (hardware) yang bersifat open
hardware. Saat ini Arduino telah digunakan oleh jutaan pemakai di seluruh dunia dengan
berbagai versi board Arduino. Diharapkan dengan menggunakan board Arduino maka seluruh
pekerjaan yang berkaitan dengan mikrokontroler akan mudah dilakukan.
Selain perangkat keras yang berupa board atau PCB yang telah terpasang komponen
pendukungnya, Arduino juga menyediakan perangkat lunak untuk membuat sket progam
aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrogaman yang sudah dikenal secara umum yaitu
Bahasa pemrogaman C/C++ yang telah di optimasi. Dikatakan dioptimasi karena tidak perlu lagi
melakukan konfigurasi yang rumit dan tampilannya serta fiturnya di buat sederhana agar
mudah digunakan tetapi tidak menghilangkan kehandalannya.
Konfigurasi dan penggunaan perangkat lunak Arduino sangat mudah dilakukan. Pada
Arduino juga telah dilengkapi sejumlah pustaka (library) pendukung sehingga pengguna
Arduino tidak harus membuat library yang baru. Walaupun library Arduino sudah banyak dan
terbilang cukup lengkap, akan tetapi sumber Arduino masih dapat ditambahkan beberapa
library lagi sesuai dengan kebutuhan dari penggunanya.

MENGENAL SOFTWARE PROTEUS

Proteus Design Suite merupakan gabungan dari beberapa progam aplikasi seperti
Schematic Capture, Source Code, Bill of Materials, Visual Designer, PCB Layout, dan beberapa
progam aplikasi pendukung lainnya. Dengan gabungan beberapa program aplikasi ini maka
stematik rangkaian elektronika dapat dirancang serta di simulasikan dan dibuat menjadi layout
PCB.
Schematic Capture merupakan salah satu program aplikasi dan simulasi yang
terintegrasi dengan Proteus dan menjadi program utamanya. Schematic Capture dirancang
sebagai media untuk menggambar skematik rangkaian elektronik yang sesuai dengan standar
nasioal. Tampilan Schematic Capture masih mempertahankan konsep sebelumnya yang
bernama ISIS.
Dalam program Schematic Capture menggunakan ProSPICE yang berguna untuk
menyimulasikan skematik rangkaian, sehingga Proteus dapat menjadi program simulator
rangkaian elektronika yang interaktif. ProSPICE dirancang berdasarkan standar Bahasa
pemrograman SPICE3F5, sehingga mampu menyimulasikan rangkaian analog dan digital.
Untuk mendukung simulasi mikroprosesor dan mikrokontroler pada Proteus juga di
sediakan suatu aplikasi tambahan yang diberi nama Source Code, aplikasi Source Code ini
dikenal juga dengan istilah VSM studio. Aplikasi VSM studio atau Source Code ini berguna untuk
menulis kode program yang akan di integrasikan dengan mikrokontroler. Program aplikasi
Source Code dapat juga di integrasikan dengan Compiler buatan perusahaan lainnya seperti
Arduino, Atmel Studio, MPLABX, IAR Sistem, CodeVision, SDCC, Image Craft, dan masih banyak
yang lainnya.

PENGAPLIKASIAN ARDUINO SEBAGAI KONTROLLER

Motor arus searah adalah sebuah motor yang membutuhkan tegangan searah untuk
menjalankannya. Pada umumnya motor jenis ini menggunakan sikat dan mengoperasikannya
sangat mudah tinggal dihubungkan dengan sumber DC sehingga motor langsung bekerja. Jenis
motor ini memerlukan perawatan pada sikatnya serta banyak terjadi rugi tegangan pada sikat.
Sehingga pada era sekarang ini motor DC dikembangkan tanpa menggunakan sikat yang dikenal
dengan Motor BLDC (Brushless Direct Current Motor).
Dibandingkan dengan motor DC, BLDC memiliki biaya perawatan yang lebih rendah dan
kecepatan yang lebih tinggi akibat tidak digunakannya brush.
Brushless DC Motor termasuk kedalam jenis motor sinkron. Artinya medan magnet yang
dihasilkan oleh stator dan medan magnet yang dihasilkan oleh rotor berputar pada frekuensi
yang sama. Motor BLDC tidak mengalami slip seperti yang terjadi pada motor induksi biasa.
Motor jenis ini mempunyai magnet permanen pada bagian rotor dan elektromagnet pada
bagian stator. Setelah itu, dengan menggunakan sebuah rangkaian sederhana (simple computer
system), maka kita dapat merubah arus di elektromagnet ketika bagian rotornya berputar.
Walaupun merupakan motor listrik sinkron AC 3 fasa, motor ini tetap disebut dengan
BLDC karena pada implementasinya BLDC menggunakan sumber DC sebagai sumber energi
utama yang kemudian diubah menjadi tegangan AC dengan menggunakan inverter 3 fasa.
Tujuan dari pemberian tegangan AC 3 fasa pada stator BLDC adalah menciptakan medan
magnet putar stator untuk menarik magnet rotor. Oleh karena tidak adanya brush pada motor
BLDC, untuk menentukan timing komutasi yang tepat pada motor ini sehingga didapatkan torsi
dan kecepatan yang konstan, diperlukan 3 buah sensor hall dan atau encoder. Pada sensor hall,
timing komutasi ditentukan dengan cara mendeteksi medan magnet rotor dengan
menggunakan 3 buah sensor hall untuk mendapatkan 6 kombinasi timing yang berbeda,
sedangkan pada encoder, timing komutasi ditentukan dengan cara menghitung jumlah pola
yang ada pada encoder. Pada umumnya encoder lebih banyak digunakan pada motor BLDC
komersial karena encoder cenderung mampu menentukan timing komutasi lebih presisi
dibandingkan dengan menggunakan hall sensor. Hal ini terjadi karena pada encoder, kode
komutasi telah ditetapkan secara fixed berdasarkan banyak kutub dari motor dan kode inilah
yang digunakan untuk menentukan timing komutasi. Namun karena kode komutasi encoder
untuk suatu motor tidak dapat digunakan untuk motor dengan jumlah kutub yang berbeda. Hal
ini berbeda dengan hall sensor. Apabila terjadi perubahan pole rotor pada motor, posisi sensor
hall dapat diubah dengan mudah. Hanya saja kelemahan dari sensor hall adalah apabila posisi
sensor hall tidak tepat akan terjadi keselahan dalam penentuan timing komutasi atau bahkan
tidak didapatkan 6 kombinasi timing komutasi yang berbeda.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Pengaplikasian teknologi Arduino sebagai alat kontroller adalah sebuah terobosan baru
untuk bisa lebih dikembangkan di masa sekarang ini, yang terlebih untuk pengembangan sistem
kontroller dinamo motor BLDC yang masih di nilai belum efisien sistem kontrollernya.
Dalam Arduino ini juga dilengkapi software Proteus yang berguna untuk membantu
mensimulasikan rangkaian yang ingin di simulasikan dan di uji apakah rangkaian yang di rakit
sudah benar atau tidak.

Saran
Sistem teknologi Arduino ini perlu di terapkan untuk proses pengembangan teknologi di
Indonesia yang cukup tertinggal jauh dari negara lainnya, dan di perlukan seorang tenaga ahli
untuk membantu mengembangkan teknologi ini di indonesia.

DAFTAR RUJUKAN
Rangkuti, S.2016. Arduino dan Proteus. Bandung: Informatika
Husaini, A.N.2015. Prinsip Kerja Motor Brushless DC.
http://www.insinyoer.com/prinsip-kerja-motor-brushless-dc-bldc-motor/2/