Anda di halaman 1dari 48

BAB III

HASIL KEGIATAN

3.1 Orientasi Umum


Orientasi umum dilaksanakan dari tanggal 25 Maret s.d 18 April 2019.
Untuk mengenal pekerjaan di beberapa ruangan/bagian meliputi ruang rekam
medis, Bidang Perencanaan dan Diklat, Bagian Umum dan Perlengkapan, Bagian
Kepegawaian, Bidang Penunjang Medis dan Non Medis, Bidang Pelayanan Medis
dan Keperawatan, serta bagian keuangan. Berikut tabel kegiatan orientasi
umum:

No Kegiatan Waktu Pelaksanaan Tempat / Ruangan Ket

1 Pembukaan 25 Maret 2019 Ruang Rapat


25-26 Maret 2019 Ruang Rekam Medis
Bidang Perencanaan,
27-28 Maret 2019
pengembangan dan Diklat
29 Maret & 1 April Bagian Umum dan
Orientasi 2019 Perlengkapan
2 Umum 2 & 4 April 2019 Bagian Kepegawaian
Bidang Penunjang Medis
5 & 8 April 2019
dan Non Medis
Bidang Pelayanan Medis
9-10 April 2019
dan Keperawatan
11-12 April 2019 Bagian Keuangan
15 April 2019 Ruang Rapat
3 Materi 16 April 2019 Ruang Rapat
18 April 2019 Ruang Rapat

3.1.1 Ruang Rekam Medis


A. Gambaran Umum Rekam Medis
Dari hasil orientasi salah satu bagian pendukung Rumah Sakit Umum
Daerah Ogan Ilir adalah rekam medis. Ruang ini berada di bagian manajemen
rumah sakit di belakang tempat pendaftaran. Proses kerja di dalam ruangan ini
meliputi proses kerja rekam medis itu sendiri yaitu filing, koding, assembling, dan
pelaporan serta proses lainnya yaitu verifikasi, entry serta pengklaiman.

5
B. Struktur Organisasi
Rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir merupakan salah satu
bagian penunjang yang dikepalai oleh kepala ruangan rekam medis di bawahi
oleh direktur, kepala bidang penunjang medis & non medis, dan kepala seksi
penunjang medis. Digambarkan sebagai berikut:

DIREKTUR RSUD
OGAN ILIR

KABID PENUNJANG
MEDIS & NON MEDIS

KASI PENUNJANG
MEDIS

KARU
REKAM MEDIS

Filing Assembling Koding Pelaporan

C. Uraian Tugas
1. Kepala Ruangan
 Membuat uraian tugas staf
 Mengurusi, mengawasi, dan memeriksa proses kegiatan rekam medis
 Membuat laporan kegiatan rekam medis
 Menyelesaikan masalah yang timbul di lingkungan rekam medis
sehubungan dengan kegaiatan pelayanan yang tidak dapat diselesaikan
oleh bawahan
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung atau yang
terkait dengan kegiatan rekam medis.

6
2. Pelaksana Filing dan Distribusi
 Menyimpan setiap dokumen rekam medis pada rak penyimpanan sesuai
dengan ketentuan sistem penyimpanan
 Mengambil kembali dokumen rekam medis yang dipinjam
 Melakukan pemisahan dokumen rekam medis aktif dan non aktif sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
 Mendistribusikan dokumen rekam medis ke poliklinik yang dituju
 Mengecek secara berkala setiap rak penyimpanan untuk meminimalkan
terjadinya kesalahan penyimpanan dokumen rekam medis
 Membuat laporan dokumen rekam medis yang dipinjam yang belum
dikembalikan ke instalasi rekam medis
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan terkait pelaksanaan
kegiatan filing dan distribusi.

3. Pelaksana Analisa Assembling


 Menerima berkas rekam medis dari poliklinik dan ruang rawat inap
 Mencatat tanggal penerimaan dokumen rekam medis rawat inap
 Menyususn, merapikan dan melengkapi berkas dokumen rekam medis
yang diterima dari poliklinik dan ruang rawat inap
 Melakukan analisa kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat
jalan dan rawat inap sesuai dengan formulir yang telah ditetapkan
 Membuat laporan analisa kelengkapan pengisian dokumen rekam medis
setiap bulan
 Membuat laporan jumlah keterlambatan pengembalian dokumen rekam
medis rawat inap
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan terkait pelaksanaan
kegiatan analisa assembling.

7
4. Pelaksana Koding
 Mengisi kode diagnosis pada lembaran rekam medis dan lembaran
resume pasien rawat jalan dan rawat inap sesuai dengan buku ICD 10
 Mengisi kode tindakan medis pada lembaran rekam medis dan
lembaran resume pasien rawat jalan dan rawat inap sesuai dengan buku
ICD 10
 Melakukan konfirmasi kepada tenaga medis yang menulis diagnosa
apabila terdapat diagnosis dan tindakan medis yang tidak lengkap
dan/atau kurang jelas terbaca
 Membuat laporan hasil koding secara periodik
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan terkait pelaksanaan
kegiatan koding.

5. Pelaksana Pelaporan
 Menerima sensus harian rawat jalan dan rawat inap
 Melakukan pengumpulan data kunjungan rumah sakit
 Melakukan rekapitulasi kunjungan rawat jalan dan rawat inap
 Membuat laporan indikator rumah sakit.

3.1.2 Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Diklat


A. Gambaran Umum
Bidang perencanaan, pengembangan dan diklat mempunyai tugas
koordinasi dalam melakukan penyusunan program, pelaporan dan rekam medis,
koordinasi dalam bidang hukum, publikasi dan informasi serta melaksanakan
penyiapan bahan koordinasi, pemantauan, pengawasan dan penilaian
pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan. (Peraturan Bupati Ogan Ilir
Nomor 27,2015; pasal 13)

8
B. Struktur Organisasi

DIREKTUR
RSUD OGAN ILIR

KABID PERENCANAAN,
PENGEMBANGAN DAN
DIKLAT

KASI PENGEMBANGAN
KASI PERENCANAAN
DAN DIKLAT

STAF-STAF STAF-STAF
PERENCANAAN PENGEMBANGAN DAN
DIKLAT

C. Uraian Tugas
1. Seksi Perencanaan
 Menyiapkan dan mengkoordinir penyusunan program kerja
 Melaksanakan pengawasan, validasi program dan produk
 Merencanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program
rumah sakit
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya. (Peraturan Bupati Ogan Ilir Nomor 27,2015; pasal 13)

2. Seksi Pengembangan dan Diklat


 Menyiapkan bahan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai RSUD
 Menyiapkan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan
bagi pegawai RSUD
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya. (Peraturan Bupati Ogan Ilir Nomor 27,2015; pasal 13)

9
3.1.3 Bagian Umum dan Perlengkapan
A. Gambaran Umum
Bagian Umum dan Perlengkapan merupakan sub bagian dari tata usaha.
Bagian Umum dan Perlengkapan mengurusi urusan rumah tanggah rumah sakit
dan urusan-urusan umum rumah sakit. Urusan rumah tanggah misalnya aset,
penyediaan alat kebersihan; (sapu, pel, sikat, sabun cuci tangan, sabun lantai,
dll), tinta, printer, catridge, kertas, pena, dan alat tulis lainnya.
Urusan umum rumah sakit misalnya surat masuk dan surat keluar,
legalisir, dll. Dapat dijelaskan melalui beberapa gambar terlampir. Serta
membawahi ruang rekam medis dan pendaftaran RSUD Ogan Ilir.

B. Struktur Organisasi

DIREKTUR RSUD
OGAN ILIR

KABID
TATA USAHA

KASI UMUM DAN


PERLENGKAPAN

STAF-STAF

C. Uraian Tugas
Sub Bagian Umum dan Perlengkapan mempunyai tugas:

1. Melaksanakan kegiatan surat masuk, surat keluar, pengarsipan dan


penggandaan
2. Melaksanakan tugas kehumasan, protokoler dan perjalanan dinas
3. Mengelola dokumentasi dan perpustakaan rumah sakit
4. Melaksanakan kegiatan rumah tangga dan perlengkapan kantor
5. Mengelola aset kantor

10
6. Mengelola urusan kemanan kantor
7. Melaksanakan pengawasan, evaluasi dan perlaporan pelaksanaan
kegiatan sub bagian umum perlengkapan
8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang
tugas dan fungsinya.

3.1.4 Bagian Kepegawaian


A. Gambaran Umum
Bagian kepegawaian merupakan salah satu sub bagian dari tata usaha,
dua bagian dari tata usaha lainnya adalah bagian umum dan perlengkapan 3.1.3
dan bagian keuangan 3.1.7.
Bagian kepegawaian ini mengurusi seluruh pegawai RSUD (PNS, CPNS,
Honor) dalam segala hal yang berhubungan dengan kepegawaian, Seperti: data
kepegawaian, berkas administasi staf rumah sakit (ijazah, dll), libur, cuti,
pensiun, mutasi staf, usulan pemberkasan kenaikan pangkat, usulan tugas belajar
dan izin belajar, dan hal lainnya yang berhubungan dengan kepegawaian.

B. Struktur Organisasi

DIREKTUR RSUD
OGAN ILIR

KABID
TATA USAHA

KASI
KEPEGAWAIAN

STAF-STAF

11
C. Uraian Tugas
Pada intinya kepegawaian RSUD Ogan Ilir melakukan kegiatan dan urusan yang
berhubungan dengan kepegawaian. Dapat dijelaskan melalui beberapa gambar.

3.1.5 Bidang Penunjang Medis dan Non Medis


A. Gambaran Umum
Bidang Penunjang Medis dan Non Medis mempunyai tugas melaksanakan
sebagian tugas RSUD meliputi penunjang medis dan non medis. Bidang
Penunjang Medis dan Non Medis mempunyai fungsi :
 Pelaksanaan penyusunan, perencanaan program kebutuhan,
pengawasan, pengendalian, pemeliharaan dan evaluasi sarana dan
prasarana medis dan non medis rumah sakit;
 Pelaksanaan program pengawasan, pemeliharaan dan pengendalian
penggunaan sarana prasarana medis dan non medis rumah sakit;
 Pelaksanaan koordinasi dan kerja sama antar bidang, bagian dan seksi
rumah sakit, instalasi dan lembaga lain dibidang sarana prasarana rumah
sakit;
 Pelaksana evaluasi dan penyusun laporan;

12
 Pelaksana tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya. (Peraturan Bupati Ogan Ilir No. 27, 2015; pasal 10 &11)

B. Struktur Organisasi

C. Uraian Tugas
1. Seksi Penunjang Medis mempunyai tugas:
 Menyiapkan bahan koordinasi kebutuhan penunjang medis pada
instalasi radiologi, laboratorium klinik, farmasi, rehabilitasi medik dan
rekam medis;
 Melaksanakan pemantauan penggunaan fasilitas penunjang medis;
 Melaksanakan pemantauan dan penilaian pelayanan penunjang medis
pada pasien;
 Menghimpun, memelihara, melakukan kegiatan rekam medis dan
menyajikan rekam medis bagi yang membutuhkan;

13
 Melakukan kalibrasi peralatan medis;
 Melaksanakan evaluasi dan menyususn laporan;
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya. (Peraturan Bupati Ogan Ilir No. 27, 2015; pasal 12)

2. Seksi penunjang Non Medis mempunyai tugas:


 Menyiapkan bahan koordinasi kebutuhan penunjang non medis pada
instalasi pemeliharaan sarana dan gizi;
 Melaksanakan pemantauan penggunaan fasilitas penunjang non
medis;
 Melaksanakan pemantauan dan penilaian pelayanan penunjang non
medis pada pasien;
 Melaksanakan evaluasi dan menyususn laporan;
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya. (Peraturan Bupati Ogan Ilir No. 27, 2015; pasal 12)

3.1.6 Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan


A. Gambaran Umum
Bidang pelayanan medis dan keperawatan mempunyai tugas membantu
direktur rumah sakit dalam hal pengkoordinasian, penyelenggaraan, pengawasan
dan pengendalian pelayanan medis dan keperawatan serta rujukan. (Peraturan
Bupati Ogan Ilir No. 27, 2016; pasal 7)
Dari hasil orientasi, bidang pelayanan medis dan keperawatan ini dapat
dikatakan paling erat kaitannya dengan pelayanan perawatan (tenaga medis ke
pasien) karena merupakan manajemen dari pelayanan perawatan itu sendiri.
Fungsi manajemen disini adalah mengatur bagaimana pelayanan yang berada di
bawahnya seperti digambarkan di struktur organisasi di bawah ini bertindak
sesuai yang manajemen harapkan. Untuk itu salah satu usaha yang dilakukan
bidang ini adalah membuat standar operasional prosedur setiap tindakan
perawatan pasien yang di tempatkan di setiap ruangan.

14
B. Struktur Organisasi

DIREKTUR RSUD
OGAN ILIR

KABID PELAYANAN
MEDIS DAN
KEPERAWATAN

KASI PELAYANAN KASI KEPERAWATAN


MEDIS

PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN MEDIS DAN KEPERAWATAN (SDM, LOGISTIK, ASUHAN


KEPERAWATAN, POLIKLINIK, IGD, RAWAT INAP, HCU, OK)

C. Uraian Tugas
1. Seksi Pelayanan Medis
 Melakukan penyiapan bahan koordinasi rencana kebutuhan pelayanan
medis
 Melakukan pemantauan dan pengawasan penggunaan fasilitas pelayanan
dan kegiatan pelayanan medis
 Melakukan pengawasan, pengendalian, penerimaan rujukan dan
pemulangan pasien
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya. (Peraturan Bupati Ogan Ilir No. 27, 2015; pasal 9)

2. Seksi Keperawatan
 Melaksanakan asuhan dan pelayanan keperawatan
 Melaksanakan etika serta mutu keperawatan
 Menyiapkan kebutuhan dan mengatur peralatan keperawatan,
pemantauan dan evaluasi pemanfaatan peralatan keperawatan serta
perawatan jenazah

15
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya. (Peraturan Bupati Ogan Ilir No. 27, 2015; pasal 9)

3.1.7 Bagian Keuangan


A. Gambaran Umum
Bagian keuangan merupakan bagian dari manajemen rumah sakit. Bagian
keuangan mempunyai tugas membantu direktur rumah sakit dalam hal yang
berkaitan dengan keuangan.

B. Struktur Organisasi

DIREKTUR RSUD
OGAN ILIR

KABID
TATA USAHA

KASI
KEUANGAN

PERBENDAHARAAN &
STAF

C. Uraian Tugas

16
3.1 Orientasi Khusus
Orientasi khusus dilaksanakan dari tanggal 22 April s.d 22 Mei 2019.
Untuk mengenal pekerjaan di bagian pelayanan dan penunjang. Berikut tabel
kegiatan orientasi khusus:

No Kegiatan Waktu Pelaksanaan Tempat / Ruangan Ket

22 April 2019 Poliklinik Penyakit Dalam


23 April 2019 Poliklinik Anak
Rawat Inap Penyakit
24-25 April 2019
Dalam
26-27 April 2019 HCU
29-30 April 2019 IGD
Orientasi 2-3 Mei 2019 Rawat Inap Kebidanan
1
Khusus 4 & 6 Mei 2019 Rawat Inap Bedah
7-8 Mei 2019 Rawat Inap Anak
9-10 Mei 2019 OK
11 & 13 Mei 2019 Radiologi
14-15 Mei 2019 Gizi
16-17Mei 2019 Laboratorium
18-20 Mei 2019 IPAL

17
21-22 Mei 2019 Apotik
Pembuatan
2 23-24 Mei 2019 Ruang Rapat
Laporan
3 Penutupan 29 Mei 2019 Ruang Rapat

3.1.1 Orientasi Khusus di Bagian Pelayanan


A. Poliklinik
a. Gambaran Umum
Poliklinik atau rawat jalan RSUD Ogan Ilir terdiri dari poli bedah, poli
umum, poli mata, poli penyakit dalam, poli anak, poli kebidanan, PKBRS,
poli gigi, poli THT, poli TB, poli syaraf.

b. Struktur Organisasi

DIREKTUR RSUD
OGAN ILIR

KABID PELAYANAN
MEDIS DAN
KEPERAWATAN

KASI PELAYANAN KASI KEPERAWATAN


MEDIS

KEPALA RUANGAN
RAWAT JALAN

POLI
POLI POLI POLI POLI POLI POLI POLI POLI POLI
PENYAKIT PKBRS
BEDAH UMUM MATA ANAK KEBIDANAN GIGI THT TB SYARAF
DALAM

18
c. Uraian Tugas
Salah satu uraian tugas di ruang poliklinik, khusunya poliklinik penyakit
dalam adalah pemeriksaan kesehatan rawat jalan pasien penyakit dalam.

B. Rawat Inap Penyakit Dalam


a. Gambaran Umum
Gedung instalasi Rawat Inap Penyakit Dalam terletak di depan gedung
poliklinik rawat jalan. Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Ogan Ilir
memberikan perawatan berbagai kasus penyakit dalam dengan ruanngan
antara lain: ruang isolasi, ruang kelas I & II BPJS, dan jaminan dinsos/kelas
lainnya.

b. Struktur Organisasi
Strukur organisasi dapat dilihat pada struktur organisasi bidang pelayanan
medis dan keperawatanm 3.1.6.
DIREKTUR
RSUD OGAN ILIR

KABID PELAYANAN
MEDIS DAN
KEPERAWATAN

KA. INSTALASI PDL KASI KEPERAWATAN

KARU PDL

KATIM & AGGOTA

19
c. Uraian Tugas
Kepala Ruangan
Kepala Ruangan diberi tanggung jawab untuk memperkerjakan,
mengembangkan dan mengevaluasi stafnya. Mereka di berikan tanggung
jawab untuk pengembangan anggaran tahunan unit yang di pimpinnya
dan memegang kewenangan untuk mengatur unit sesuai tugas dan
tanggung jawabya, memantau kualitas perawatan, menghadapi masalah
tenaga kerjanya, dan melakukan hal-hal tersebut dengan biaya yang
efektif (Potter & Perry, 2005).
Adapun fungsi kepala ruangan menurut Marquis dan Houston
(2000) sebagai berikut:
1. Perencanaan
Dimulai dengan penerapan filosofi, tujuan, sasaran, kebijaksanaan,
dan peraturan - peraturan, membuat perencanaan jangka panjang
dan jangka pendek untuk mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi,
menetapkan biaya-biaya untuk setiap kegiatan serta merencanakan
dan pengelolaan rencana perubahan.
2. Pengorganisasian
Meliputi pembentukan struktur untuk melaksanakan perencanaan,
menetapkan metode pemberian asuhan keperawatan kepada pasien
yang paling tepat, mengelompokkan kegiatan untuk mencapai
tujuaan unit, serta melakukan peran dan fungsi dalam organisasi dan
menggunakan power serta wewenang dengan tepat,
3. Ketenagaan
Pengaturan ketenagaan dimulai dari rekrutmen, interview, mencari,
orientasi dari staf baru, penjadwalan, pengembangan staf, dan sosial
isasi staf, dan sosialisasi staf.
4. Pengarahan
Mencakup tanggung jawab dalam mengelola sumber daya manusia

20
seperti motivasi untuk semangat, manajemen konflik, pendelegasian,
komunikasi dan memfasilitasi kolaborasi.
5. Pengawasan
Meliputi penampilan kerja, pengawasan umum, pengawasan etika
aspek legal, dan pengawasan pofesional. Seorang manejer dalam
mengerjakan kelima fugsinnya tersebut sehari-hari akan bergerak
dalam berbagai bidang penjualan, pembelian, produksi, personalia
dan lain-lain.

C. HCU
a. Gambaran Umum
Berdasarkan hasil orientasi di High Care Unit (HCU) RSUD Ogan Ilir
didapat pelayanan HCU diselenggarakan mulai tahun 2016 akhir. Pada awal
diselenggarakannya pelayanan dan ruangan yang dimaksudkan adalah
Intensif Care Unit (ICU).
Akan tetapi dengan berjalannya waktu karena kemungkinan
keterbatasan sarana prasarana kemudian berubah menjadi HCU, dengan
harapan bisa bergerak dan berkembang menuju dan menjadi ICU
kedepannya.
Dari hasil orientasi, pelayanan yang dilakukan di HCU RSUD Ogan Ilir
pada intinya meliputi monitor TTV dan EKG, observasi keadaan umum secara
ketat, resusitasi cairan, balance cairan, BHD, pemenuhan kebutuhan dasar,
tindakan kolaborasi dan pemberian terapi sesuai indikasi. Pada dasarnya
pasien HCU adalah pasien yang tidak bisa dirawat di rawat inap biasa tetapi
belum juga dapat dikatakan pasien ICU, jadi ruang HCU ini berdasarkan
orientasi adalah ruangan pertengahan/intermedit antara rawat inap biasa
dengan ICU.

21
b. Struktur Organisasi
HCU RSUD Ogan Ilir dikepalai oleh kepala instalasi dr. Anastesi dibantu
oleh kepala ruangan dan perawat. Strukur organisasi dapat dilihat pada
struktur organisasi bidang pelayanan medis dan keperawatanm 3.1.6.

c. Uraian Tugas
Tugas kepala instalasi perawatan serta tugas kepala ruangan pada
umumnya. Tugas ka ruangan dapat dilihat di 3.1.1 Orientasi Khusus di
Bagian Pelayanan poin B.

D. IGD
a. Gambaran Umum
Di IGD dari hasil orientasi terdapat 16 perawat PPGD, bidan 20
PONEK. Penanggungjawab IGD dr. SPPD. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat
Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir adalah pelayanan IGD Level I sebagai
standar minimal untuk Rumah Sakit Kelas D.
Rumah sakit harus memiliki Standar Instalasi Gawat Darurat sehingga
dapat memberikan pelayanan dengan respon cepat dan penanganan yang
tepat dengan prinsip umum:
1) Setiap Rumah Sakit wajib memiliki pelayanan gawat darurat yang
memiliki kemampuan:
Melakukan pemeriksaan awal kasus-kasus gawat darurat
Melakukan resusitasi dan stabilitasi (life saving)
2) Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit harus dapat
memberikan pelayanan 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam
seminggu
3) Berbagai nama untuk instalasi/unit pelayanan gawat darurat di rumah
sakit diseragamkan menjadi Instalasi Gawat Darurat (IGD)
4) Rumah Sakit tidak boleh meminta uang muka pada saat menangani kasus
gawat darurat

22
5) Pasien gawat darurat harus ditangani paling lama 5 (lima) menit setelah
sampai di IGD
6) Organisasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) didasarkan pada organisasi
multidisiplin, multiprofesi dan terintegrasi, dengan struktur organisasi
fungsional yang terdiri dari unsur pimpinan dan unsur pelaksana, yang
bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan terhadap pasien gawat
darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan wewenang penuh yang
dipimpin oleh dokter
7) Setiap Rumah sakit wajib berusaha untuk menyesuaikan pelayanan gawat
daruratnya minimal sesuai dengan klasifikasi rumah sakit.
(Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
856/Menkes/SK/IX/2009 Tentang Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD)
Rumah Sakit).

23
b. Struktur Organisasi
Strukur organisasi dapat dilihat pada struktur organisasi bidang pelayanan
medis dan keperawatanm 3.1.6 dan bagan di bawah ini:

DIREKTUR RSUD
OGAN ILIR

KABID PELAYANAN
MEDIS DAN
KEPERAWATAN

KA. INSTALASI IGD KASI KEPERAWATAN

KARU IGD

KATUA PONEK KATUA PONEK

KATIM & ANGGOTA

c. Uraian Tugas
Tugas kepala instalasi perawatan serta
tugas kepala ruangan pada umumnya.
Tugas ka ruangan dapat dilihat di 3.1.1
Orientasi Khusus di Bagian Pelayanan poin
B.

Ponek sesuai dengan pedoman menurut


Depkes ini.

24
E. Rawat Inap Kebidanan
a. Gambaran Umum
Gedung kebidanan terdiri dari ruang rawat inap kebidanan dan VK/kamar
bersalin. Jumlah ketenagaan di ruangan ini terdiri dari 17 staf di
perawatan dan 16 staf di VK yang dibagi dalam shift-shift.

b. Struktur Organisasi
Strukur organisasi dapat dilihat pada struktur organisasi bidang pelayanan
medis dan keperawatanm 3.1.6.

c. Uraian tugas
Tugas kepala instalasi perawatan serta tugas kepala ruangan pada
umumnya. Tugas ka ruangan dapat dilihat di 3.1.1 Orientasi Khusus di
Bagian Pelayanan poin B.

F. Rawat Inap Bedah


a. Gambaran Umum

25
26
b. Struktur Organisasi

DIREKTUR
RSUD OGAN ILIR

KABID PELAYANAN
MEDIS DAN
KEPERAWATAN

KA. INSTALASI BEDAH KASI KEPERAWATAN

KARU BEDAH

KATIM & AGGOTA

G. Rawat Inap Anak


a. Gambaran Umum
Menyelenggarakan pelayanan perawatan anak dengan berbagai kasus
penyakit. Khusus untuk DBD, penyakit yang bisa dicegah dengan
imunisasi, dan surveilance penyakit dibuat laporan.

b. Struktur Organisasi

DIREKTUR
RSUD OGAN ILIR

KABID PELAYANAN
MEDIS DAN
KEPERAWATAN

KA. INSTALASI ANAK KASI KEPERAWATAN

KARU ANAK

KATIM & AGGOTA

27
c. Uraian Tugas
Tugas kepala instalasi perawatan serta tugas kepala ruangan pada
umumnya. Tugas ka ruangan dapat dilihat di 3.1.1 Orientasi Khusus di
Bagian Pelayanan poin B.

H. OK
a. Gambaran Umum
Gedung OK terdiri dari 2 kamar operasi. Ketenagaan OK terdiri dari 19
staf honorer (9 Bidan, 10 Perawat) yang terbagi menjadi 4 tim.
Gambar SOP di OK:

b. Struktur Organisasi
DIREKTUR
RSUD OGAN ILIR

KABID PELAYANAN
MEDIS DAN
KEPERAWATAN

KA. INSTALASI ANAK KASI KEPERAWATAN

KARU ANAK

KATIM & AGGOTA


28
c. Uraian Tugas
Tugas kepala instalasi perawatan serta tugas kepala ruangan pada
umumnya. Tugas ka ruangan dapat dilihat di 3.1.1 Orientasi Khusus di
Bagian Pelayanan poin B.

3.1.1 Orientasi Khusus di Bagian Penunjang


A. Radiologi
a. Gambaran Umum
Instalasi radiologi RSUD Ogan ilir terletak di belakang gedung IGD dan
juga tidak jauh dari pelayanan rawat inap. Instalasi radiologi RSUD Ogan
ilir memberikan pelayanan foto rontgen. Alur pelayanan radiologi dapat
dilihat pada gambar di bawah ini:

29
Gbr.Ruang operator dan print hasil foto rontgen

b. Struktur Organisasi
Strukur organisasi dapat dilihat pada struktur organisasi bidang
penunjang medis dan non medis 3.1.5.

c. Uraian Tugas
1) Kepala Ruangan Radiologi
 Membuat dan mengevaluasi sistem, pedoman, SPO, dan juknis
kegiatan pelayanan Instalasi Radiologi
 Mengatur shift dinas radiografer
 Merencanakan sumber daya untuk pelaksanaan kegiatan,
mengevaluasi kebutuhan sumber daya yang dipergunakan
 Mengolah data menjadi informasi sebagai penunjang pengambilan
keputusan manajemen

2) Radiografer Pelaksana
 Menyiapkan alat untuk melakukan tindakan kepada pasien
 Menerima pasien sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku
 Memelihara peralatan perawatan/medis agar selalu dalam keadaan
siap pakai

30
 Melaksanakan tugas sore, malam dan hari libur secara bergilir sesuai
jadwal dinas
 Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara pasien
dan keluarganya sehingga terciptanya ketenangan
 Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dibidang pelatihan
Radiologi antara lain melalui pertemuan ilmiah dan penataran atas
izin atasan

B. Gizi
a. Gambaran Umum
Dari hasil orientasi di ruangan/instalasi Gizi, dari segi ruangan gizi RSUD
Ogan Ilir ini masih belum tetap/sementara, mengingat memang
pelayanan gizi harus tetap berjalan di RSUD Ogan Ilir, untuk kedepannya
akan dibangun instalasi gizi yang lebih baik akhirnya.

Visi:
Tercapainya pelayanan terapi gizi medis yang komprehensif, proposional
dan dinamis di lingkungan RSUD Ogan Ilir.

Misi:
Sebagai pedoman kerja bagi petugas dalam memberikan pelayanan gizi di
rumah sakit.

Sasaran:
Petugas gizi dalam pelayanan gizi kepada pasien rawat inap dan pasien
rawat jalan.

Prinsip Pelayanan:
Aplikasi pelayanan gizi dilaksanakan dalam satu tim dengan melibatkan
dokter, perawat dan nutrisionis, keterlibatan masing-masing profesi
dalam pelayanan ini benar-benar maksimal dan terjadi koordinasi antar

31
profesi sehingga dalam memutuskan bentuk pelayanan yang diberikan
kepada pasien memiliki tujuan yang sama.

Ruang Lingkup:
 Penyediaan, pengolaan dan penyaluran makanan bagi penderita baik
makanan biasa maupun makanan diet
 Pelayanan gizi di ruang perawatan, terutama untuk melayani pasien
yang memerlukan makanan khusus atau diet khusus
 Pelayanan konsultasi gizi, baik pasien rawat jalan maupun rawat inap
 Berbagai kegiatan penelitian untuk mengembangkan teknologi
penyembuhan penyakit melalui pengaturan makanan dan aspek-
aspek lain dari pelayanan gizi
 Pendidikan bagi tenaga paramedic terutama yang bertugas di ruang
perawatan bertalian dengan kegiatan pelayanan gizi di ruang
perawatan

Kegiatan Pokok:
 Penyelenggaraan makanan
Penentuan kecukupan gizi
Perencanaan menu
Menentukan indicator mutu
Pengawasan kualitas dan kuantitas makanan
Menganalisa harga makanan
 Asuhan gizi rawat inap
Assessment atau pengkajian gizi
Perencanaan pelayanan gizi dengan menentukan tujuan dan
strategi
Implementasi gizi sesuai rencana
Monitoring dan evaluasi
 Asuhan gizi rawat jalan
Klinik konsultasi rawat jalan
Penelitian dan pengembangan gizi terapan

32
b. Struktur Organisasi
Strukur organisasi dapat dilihat pada struktur organisasi bidang
penunjang medis dan non medis 3.1.5.

c. Uraian tugas
1) Kepala Instalasi Gizi
 Memimpin kegiatan pelayanan gizi antara lain Perencanaan,
pembelian, penerimaan bahan makanan, Produksi dan distribusi
makanan, Konsultasi gizi dan Asuhan Gizi klinik
 Menyusun Standart Mutu Pelayanan Gizi dan Standart Prosedur
Operasional Pelayanan Gizi
 Menyusun menu makanan untuk kebutuhan pasien dan
karyawan Rumah Sakit
 Melaksanakan pengawasan terhadap hygiene dan sanitasi
penyelenggaraan makanan
 Melaksanakan perencanaan, monitoring dan evaluasi terhadap
sarana dan mutu pelayanan gizi.
 Melaksanakan program keselamatan pasien dan pengendalian infeksi
di Rumah Sakit
 Membuat laporan rutin tentang kegiatan yang dilaksanakan di
Instalasi Gizi
 Merencanakan kebutuhan SDM di Instalasi Gizi
 Membuat uraian tugas staf di Instalasi Gizi
 Melakukan penilaian kinerja dan pembinaan staf di Instalasi
Gizi
 Melakukan koordinasi dengan unit lain yang terkait dalam rangka
pelaksanaan kegiatan pelayanan gizi
 Mengadakan pertemuan berkala dengan staf di Instalasi Gizi
 Meminta data dan informasi kepada staf yang terkait dengan
pelayanan gizi

33
 Memeriksa hasil-hasil kegiatan atau tatalaksana sebagaimana telah
ditetapkan oleh rumah sakit
 Memberikan bimbingan dan arahan kepada staf berkenaan dengan
tata laksana yang telah ditetapkan
 Menandatangani surat dan dokumen yang ditetapkan menjadi
wewenang Kepala Instalasi Gizi

2) Ahli Gizi Pelaksana Asuhan Gizi


 Melakukan skrining pada pasien rawat inap
 Melakukan pengukuran antropometri
 Melakukan perhitungan status gizi pasien (menurut BB, TB, LLA,
Umur)
 Melakukan anamnesa kebiasaan makan dan rata-rata konsumsi
sehari dengan menggunakan lembar anamnesa dan food model oleh
petugas
 Melakukan analisa dan interpretasi riwayat kebiasaan makan,
identitas dan keterangan lain
 Merencanakan terapi diet bagi pasien baru dan evaluasi terapi diet
bagi pasien lama oleh ahli gizi
 Pengisian leaflet diet yang disediakan oleh instalasi gizi sesuai
dengan jenis dietnya
 Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarganya mengenai
diet dengan menggunakan leaflet dan food model
 Melakukan evaluasi konsultasi dan merencanakan kunjungan
pasien kembali
 Hasil konsultasi gizi dicatat dalam buku register gizi oleh ahli gizi

3) Pelaksana Logistik dan Gudang


 Menyediakan bahan makanan kering sesuai dengan standart menu,
standart porsi dan standart resep
 Menerima bahan makanan kering sesuai dengan spesifikasi

34
 Mempersiapkan snack dokter pagi dan sore
 Menyediakan jus kemasan bagi pasien
 Membuat, memorsi jus untuk pengganti buah siang pasien VIP
 Menyediakan dan membuat paket minuman pasien baru VIP
 Pencatatan stock bahan makanan kering (Stock Opname barang)

4) Pelaksana Administrasi dan Keuangan


 Melakukan rekapitulasi pencatatan pelaporan harian, bulanan,
tahunan diet pasien khusus
 Melakukan rekapitulasi pencatatan pelaporan harian, bulanan,
tahunan diet pasien biasa
 Melakukan rekapitulasi pencatatan dan pelaporan penggunaan
snack dan makan dokter serta direksi
 Melakukan pencatatan pembuatan tanda terima faktur untuk
pemasok unit pelayanan gizi
 Melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas kecil di unit
pelayanan gizi
 Melakukan input data pembelian unit pelayanan gizi di
komputer
 Menyerahkan faktur pembelian asli ke unit keuangan untuk
diproses
 Melakukan pembuatan jadwal snack pasien

5) Staf Pramusaji
 Membuat minum pagi
 Menerima diet pasien klas I,II,III,VIP dan penunggu VIP pagi dari
petugas produksi
 Mengemas alat makan pagi pasien kelas I,II,III,VIP dan penunggu
VIP
 Mendistribusikan minum dan diet pagi ke pasien kelas I,II,III,VIP
dan penunggu VIP

35
 Mencuci alat minum yang kotor (gelas, sendok)
 Persiapan membuat minum umtuk dikirim pada saat
distribusi snack (merebus air)
 Membuat minum (teh) untuk pasien kelas I,II,III,VIP dan
penunggu VIP
 Menerima snack pasien dari petugas produksi
 Mengemas snack pasien sesuai kelas (I,II,III,VIP, penungguVIP)
 Mengambil alat makan kotor
 Membagi minum dan snack pagi ke pasien
 Mencuci alat mainum kotor (gelas, sendok, tutup gelas)
 Membungkus sendok, menata nampan untuk klas VIP dan klas I
 Membantu membuat jus untuk pasien VIP
 Menerima diet dari petugas produksi
 Mengemas diet untuk pasien klas I, VIP
 Merebus kacang hijau dan air putih untuk minum siang pasien
 Menyajikan diet/ makan siang ke pasien
 Serah terima dengan petugas jaga sore

6) Pelaksana Distribusi Air Minum dan Galon


 Mengambil alat minum kotor di unit kerja
 Mencuci dan melakukan sterilisasi alat minum dokter dan direksi
 Melakukan pembuatan minum untuk dokter dan direksi
 Mendistribusikan minum dokter dan direksi
 Mendistribusikan air minum dalam kemasan ke unit kerja
 Mendistribusikan tabung gas LPG ke unit yang membutuhkan

7) Pelaksana Pengolahan Umum


 Mempersiapkan sayuran yang akan digunakan pada hari
tersebut
 Melakukan persiapan bahan makanan pokok (Beras)

36
 Melakukan pengolahan bahan makanan pokok sesuai standart
resep (nasi, bubur, nasi tim, bubur halus)
 Melakukan persiapan alat masak
 Melakukan pencucian alat masak pasien dan direksi
 Melakukan pembersihan peralatan masak

8) Pelaksana Pengolahan Diet Biasa/ Diet Khusus


 Merekap jumlah pasien berdasarkan pemberian diet dan kelas
perawatan (kelas I,II,III,VIP dan penunggu VIP)
 Melakukan persiapan buah untuk seluruh pasien dan konsumen
lain (dokter,direksi, pegawai)
 Melakukan pengemasan buah pasien sesuai dengan kelas
perawatan dan konsumen lain dokter, direksi dan pegawai lain)
 Melakukan pemorsian snack pasien sesuai dengan kelas
perawatan
 Melakukan verifikasi etiket makan pasien sesuai dengan pesanan
 Menempelkan etiket makan pasien sesuai dengan kelas
perawatan
 Mempersiapkan peralatan makan untuk pasien rawat inap sesuai
dengan kelas perawatan dan konsumen lain (dokter)
 Melakukan persiapan dan memorsi jus ektra untuk pasien dengan
makanan cair
 Melakukan pemorsian sayur untuk menu pasien diet biasa sesuai
dengan kelas perawatan dan konsumen lain (dokter)
 Melakukan pemorsian lauk hewani untuk menu pasien diet biasa/
khusus sesuai dengan kelas perawatan dan konsumen lain (dokter)
 Melakukan serah terima kepada petugas Distribusi Gizi
 Melakukan pencatatan dan pelaporan tentang jatah dan diet yang
di porsi sesuai dengan shift, menu, kelas perawatan

37
C. Laboratorium
a. Gambaran Umum

b. Struktur Organisasi
Strukur organisasi dapat dilihat pada struktur organisasi bidang
penunjang medis dan non medis 3.1.5.

c. Uraian tugas
1) Kepala Instalasi laboratorium
 Menyusun rencana kerja koordinator
 Menyusun rencana kebutuhan tenaga laboratorium dari segi
jumlah maupun kualifikasi
 Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan di
laboratorium
 Menyusun jadwal/daftar dinas tenaga laboratorium dan tenaga
lain sesuai kebutuhan pelayanan dan peraturan yang berlaku di
rumah sakit

38
 Melaksanakan orientasi kepada tenaga laboratorium (analis
baru)/tenaga lain yang akan bekerja di laboratorium
 Membimbing petugas laboratorium untuk melaksanakan
pelayanan sesuai standar
 Mengadakan pertemuan berkala/sewaktu-waktu dengan staf
laboratorium dan petugas lain yang bertugas di ruang
laboratorium
 Mengupayakan pengadaan peralatan dan reagensia sesuai
kebutuhan berdasarkan ketentuan/kebijakan rumah sakit.
 Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan alat agar selalu
dalam keadaan siap pakai
 Mengendalikan kualitas system pencatatan dan pelaporan semua
kegiatan di laboratorium secara tepat dan benar
 Memberi motivasi kepada petugas dalam memelihara kebersihan
lingkungan laboratorium
 Mengendalikan dan menilai pelaksanaan pelayanan laboratorium
yang telah ditentukan
 Melakukan penilaian kinerja tenaga laboratorium yang berada
dibawah tanggung jawabnya
 Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga
laboratorium peralatan dan reagensia.
2) Reagent / bahan pemeriksaan
 Iventarisir reagensia yang digunakan di laboratorium
 Mengecek jumlah pemakaian reagensia dan jumlah tersisa setiap
hari
 Membuat laporan setiap bulan kepada atasan
 Bertanggung jawab atas ketersediaan kebutuhan reagent/bahan
untuk pemeriksaan
 Merancang protap mengorder reagent/bahan untuk pemeriksaan

39
 Mengorder kebutuhan reagent/bahan untuk pemeriksaan dari
gudang farmasi ke laboratorium
 Membuat laporan bulanan tentang pemakaian dan stok reagent/
bahan pemeriksaan
3) ATK / Sarana penunjang
 Menyiapkan perlengkapan dan fasilitas yang berhubungan dengan
administrasi
 Bertanggung jawab atas ketersediaan ATK/sarana penunjang
laboratorium
 Mengorder kebutuhan ATK/sarana penunjang dari gudang ATK ke
laboratorium
 Merancang protap mengorder barang ATK/sarana penunjang
 Merancang laporan bulanan tentang pemakaian dan stok
ATK/sarana penunjang
4) Administrasi dan Arsip Laboratorium
 Menyiapkan perlengkapan dan fasilitas yang berhubungan dengan
administrasi
 Mengecek kelengkapan data yang masuk kekomputer
 Memasukkan hasil kekomputer dan di cros cek kembali oleh
petugas laboratorium
 Melakukan serah terima keuangan setiap pergantian shift
 Membuat laporan keuangan untuk diserahkan kebagian sentral
keuangan Rumah Sakit pada waktu shift akhir
 Melaksanakan tugas jaga pagi,sore,malam dan hari libur secara
bergiliran sesuai jadwal dinas
 Bertanggung jawab atas kegiatan proses administarasi dan
pengarsipan di laboratorium
 Merancang protap administrasi, menginput kekomputer dan
pengarsipan laboratorium
 Membuat laporan bulanan jumlah pasien laboratorium

40
5) Peralatan, Sarana dan Prasarana Laboratorium
 Iventarisir peralatan medis,baik jumlah maupun keadaan
peralatan
 Mengecek jumlah maupun keadaan peralatan medis maupun non
medis setiap hari
 Membuat pelaporan tertulis setiap bulannya kepada atasan
Bertanggung jawab atas perawatan, operasional peralatan, sarana
dan prasarana agar dapat beroperasional dengan baik
 Merancang Protap operasional peralatan pemeriksaan
laboratorium
 Inventarisasi peralatan, sarana dan prasarana laboratorium

6) Kebersihan sarana dan prasarana Laboratorium


Bertanggung jawab atas kegiatan, proses kebersihan, kerapihan,
keindahan, kenyamanan sarana dan prasarana serta pengolahan
limbah laboratorium

D. IPAL
a. Gambaran Umum
Instalasi Pengelolaan Air Limbah/IPAL RSUD Ogan Ilir ruangannya belum
ada. Walaupun begitu kami dikenalkan dengan Instalasi Perbaikan Sarana
dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS).

b. Struktur Organisasi
Strukur organisasi dapat dilihat pada struktur organisasi bidang
penunjang medis dan non medis 3.1.5, dan juga dapat dilihat pada
gambar di bawah ini:

41
c. Uraian Tugas
1) Kepala IPSRS
 Memonitoring seluruh kegiatan IPSRS
 Merekap dan mencatat seluruh kegiatan IPSRS
 Melaporkan seluruh kegiatan IPSRS ke Seksi Penunjang Medis
 Melakukan pembinaan terhadap staf di IPSRS

2) Staf Administrasi IPSRS


 Membuat laporan bulanan
 Membuat laporan barang masuk dan keluar
 Membantu kepala IPSRS dalam pengawasan terhadap petugas
cleaning services dan petugas taman
 Menyusun rencana program kerja dan kegiatan serta laporan kinerja
petugas cleaning service dan petugas taman

42
 Melakukan monitoring dan evaluasi kinerja petugas cleaning service
dan petugas taman
 Memberikan rekomendasi terhadap petugas cleaning service dan
petugas taman tentang layak atau tidak layak untuk di perpanjang
masa kerjanya
 Menindaklanjuti laporan dari petugas cleaning service
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan
 Melaporakan hasil kerja petugas cleaning service dan petugas taman
kepada kepala IPSRS
 Melakukan koordinasi dengan pengawas yang lain
 Melaksanakan tugas sesuai jam kerja (08.00 s/d 14.00 WIB)

3) Bagian Listrik dan Mesin


 Melakukan pengecekan listrik
 Menghidupkan dan mematikan lampu
 Mengecek panel dan lampu
 Mencatat, memperbaiki dan mengganti lampu yang rusak
 Melakukan pengecekan mesin air secara berkala
 Melakukan pengecekan mesin genset secara berkala
 Melakukan pengecekan mesin incinerator secara berkala
 Melakukan pengecekan mesin IPAL secara berkala

4) Bagian Lingkungan dan Limbah


 Menerima, menimbang, mencatat, memusnahkan dan melaporkan
limbah B3 dari Puskesmas
 Melakukan chek list sanitasi rumah sakit setiap hari pada pagi hari
dan meminta tanda tangan petugas kebersihan (CS)
 Melakukan pengecekan dan mengambil sampah medis di seluruh
ruangan setiap hari pada pagi dan sore hari
 Melakukan penimbangan sampah medis

43
 Menimbangan sampah medis apabila sudah mendekati 100 kg di
wajibkan melapor ke kepala IPSRS untuk melakukan pembakaran
 Melakukan pencatatan kegiatan dalam pengolahan limbah padat dan
cair
 Melakukan pengelolaan limbah padat dan cair
 Melakukan pemusnahan sampah medis di incenerator

5) Bagian Bangunan
 Melakukan pengecekan gedung
 Melakukan pemeliharaan gedung secara berkala

6) Bagian Air
 Melakukan pengecekan air bersih (PAM) di seluruh ruangan setiap
hari pada pagi, siang dan malam
 Mengisi tedmon/reservoir di semua gedung
 Memperbaiki instalasi air bersih
 Mengecek setiap keran air di semua gedung

7) Bagian Gas Medis


 Melakukan pengecekan ketersedian oksigen di rawat inap penyakit
dalam, rawat inap bedah, rawat inap anak, rawat inap kebidanan,
IGD, OK, HCU dan ambulance
 Mengganti oksigen yang telah habis di rawat inap penyakit dalam,
rawat inap bedah, rawat inap anak, rawat inap kebidanan, IGD, OK,
HCU dan ambulance
 Mengecek ketersedian oksigen di gudang

8) Bagian Cleaning Services


 Menyapu lantai dan langit-langit di dalam gedung, di teras dan
selasar Rumah Sakit
 Mengepel lantai di dalam gedung, diteras dan diselasar Rumah Sakit

44
 Membersihkan WC dan kamar mandi yang ada di setiap gedung
Rumah Sakit
 Mengumpulkan sampah non medis yang ada di setiap gedung Rumah
Sakit
 Membuang sampah non medis serta membersihkan kotak sampah
 Membersihkan kaca pintu dan jendela yang ada di setiap gedung
Rumah Sakit
 Menyirami bunga yang ada di lingkungan Rumah Sakit
 Membersihkan bed dan lemari pasien
 Melaporkan segera jika ada kerusakan barang dan alat di bagian
IPSRS
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan
 Menjaga kekompakan dan kebersamaan antar petugas cleaning
service
 Bekerjasama dengan petugas cleaning services yang lain dalam
menjaga dan melakukan kebersihan
 Melakukan pekerjaan sesuai shif dan jam kerja
 Sebelum jam pulang kerja petugas cleaning services menyapu di
setiap gedung Rumah Sakit

9) Bagian Taman
 Melakukan pemangkasan rumput di seluruh lingkungan Rumah Sakit
 Menyapu semua halaman disekitar lingkungan Rumah Sakit setelah
dilakukan pemangkasan rumput
 Mengumpulkan sampah yang ada di halaman lingkungan Rumah
Sakit
 Menata taman
 Menjaga keasrian taman
 Merawat tanaman yang ada di taman

45
 Bekerjasama dengan cleaning services dalam menjaga dan
melakukan kebersihan
 Melakukan pekerjaan sesuai jam kerja (07.00 s/d 11.00 WIB)

10) Bagian Laundry


 Mengambil linen setiap hari di ruangan pelayanan kesehatan
 Mencatat di buku administrasi loundry setiap linen yang di ambil
setiap hari
 Melakukan pencucian dan pengeringan linen dengan mesin cuci dan
pengering
 Menjemur dan menyeterika linen
 Mencatat setiap linen bersih yang antarkan ke ruang pelayanan
kesehatan

E. Apotik
a. Gambaran Umum
Apotik di RSUD Ogan Ilir terletak di sebelah gedung poliklinik. Tempat
pelayanan obat untuk semua pasien baik IGD, Poliklinik, HCU, OK, dan
Rawat Inap.

b. Struktur Organisasi

46
Strukur organisasi dapat dilihat pada struktur organisasi bidang
penunjang medis dan non medis 3.1.5.

c. Uraian Tugas
1) Kepala Instalasi Farmasi
 Mengkoordinir pelaksanakan tugas semua staf dan memantau serta
melaporkan hasil kepada Seksi Penunjang Medis
 Memberikan laporan pelayanan kefarmasian ke Seksi Penunjang
Medis
 Membuat perencanaan dan pengembangan instalasi farmasi
 Melaksanakan jaga mutu pelayanan farmasi sesuai dengan standar
 Mengusulkan protap bagi penyelenggaran layanan farmasi
 Melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja diluar Instalasi Farmasi
dalam rangka menghasilkan pelayanan prima
 Menciptakan suasana kebersamaan antar sesama staf sehingga
terwujud suasana kerja yang kondusif
 Menerima masukan dan saran dalam rangka meningkatkan kualitas
pengelolaan Instalasi Farmasi baik dari bawah maupun kepada atasan
 Memantau dan melaksanakan proses administrasi di Instalasi Farmasi
 Melakukan cross check kepada bagian lain yang diperlukan berkaitan
dengan layanan obat
 Mengambil tindakan darurat untuk penyelamatan mutu layanan
farmasi dengan persetujuan Direktur
 Membuat usulan untuk pengembangan pelayanan kesehatan di
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ogan Ilir berkaitan dengan
layanan farmasi
 Melakukan pembinaan terhadap staf di Instalasi Farmasi

2) Apoteker Penanggung Jawab Rawat Jalan dan Rawat Inap


 Mengkoordinir pelayanan resep dan secara langsung ikut dalam
pelayanan resep

47
 Membuat dan mengawasi jadwal dinas staf apotek rawat inap
 Mengatur dan melaksanakan tertib administrasi dan pelaporan di
apotek
 Mengkoordinasikan dokumentasi resep, laporan psikotropik dan
narkotik
 Menerima laporan pengisian CPO
 Mengkoordinir dan mengawasi pengisian kartu stock di Apotek
 Mengkoordinasikan persediaan obat dan alkes di Apotek
 Mengkoordinir pelaksanaan stok Opname tiap 3 (tiga) bulan
 Melaporkan obat yang akan kadaluarsa kepada kepala Instalasi
Farmasi
 Bertanggung jawab terhadap seluruh kelancaran kegiatan di Apotek
yang menyangkut penerimaan, penyimpanan, distribusi , pelayanan
dan informasi obat kepada pasien
 Bertanggung jawab terhadap tata tertib, disiplin, kebersihan,
keamanan dan kelancaran tugas di lingkungan Apotek
 Bertanggung jawab terhadap semua laporan kegiatan apotek
 Melaksanankan penilaian hasil kinerja staf yang berada di wilayah
tanggung jawabnya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu
kegiatan dan pelayanan farmasi rumah sakit
 Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala Instalasi
Farmasi

3) Apoteker Penanggung Jawab Gudang Farmasi


 Melakukan perencanaan Mengelola penerimaan, penyimpanan dan
pendistribusian perbekalan farmasi
 Melakukan pengendalian dan pelaporan perbekalan farmasi
 Membuat administrasi penyimpanan dan pendistribusian perbekalan
farmasi secara baik dan benar

48
 Membuat rekapitulasi laporan bulanan kepada kepala instalasi
mengenai persediaan, pemakaian dan penggunaan perbekalan
farmasi
 Melakukan stock opname secara berkala yang dilakukan tri bulan dan
dibuat laporannya
 Melaporkan obat yang akan kadaluarsa ke kepala Instalasi Farmasi
 Melakukan pengawasan pemusnahan obat
 Mendampingi kepala Instalasi farmasi dalam menerima kunjungan
BPK, BPKP, BPKAD, BPOM dan Inspektorat
 Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala Instalasi
Farmasi
 Bertanggung jawab terhadap seluruh kelancaran kegiatan di Gudang
Farmasi yang menyangkut penerimaan (Obat dan BMHP dari Asset),
penyimpanan, pelayanan dan informasi obat kepada pasien
 Bertanggung jawab terhadap tata tertib, disiplin, kebersihan,
keamanan dan kelancaran tugas di lingkungan Gudang Farmasi
 Bertanggung jawab terhadap semua laporan kegiatan Gudang
Farmasi
 Melaksanankan penilaian hasil kinerja staf yang berada di wilayah
tanggung jawabnya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu
kegiatan dan pelayanan farmasi rumah sakit.

4) Wakil Apoteker Penanggung Jawab Rawat Jalan dan Rawat Inap


 Mengkoordinir pelayanan resep dan secara langsung ikut dalam
pelayanan resep
 Melakukan pemberian informasi obat kepada pasien
 Melaksanakan tertib administrasi dan pelaporan di apotek
 Mengkoordinir dan mengawasi pengisian kartu stock di apotek
 Mengkoordinasikan persediaan obat dan alkes di Apotek
 Mengkoordinir pelaksanaan stok Opname tiap 3 bulan

49
 Bertanggung jawab atas sediaan yg dititipkan di OK, IGD dan
dibuatkan stok opname perbulan
 Menyiapkan stok blanko etiket, copy resep, dll di apotek dan gudang
(perlengkapan Administrasi)
 Mengisi dan menjaga kerapian kartu stok di Apotek
 Menjaga Kebersihan dan kerapian di Instalasi Farmasi
 Melaksanakan dan melaporkan kepada Apoteker penanggung jawab
dan kepala Instalasi Farmasi segala pelaksanaan tugas

5) Staf Administrasi Instalasi Farmasi


 Melakukan penyiapan, penyusunan perencanaan dan pelaporan
mengenai persediaan dan penggunaan obat, alat kesehatan dan
perbekalan farmasi
 Membantu merencanakan, menyusun dan membuat kebijakan dalam
pelayanan kefarmasian
 Membantu merencanakan, menyusun dan membuat tata tertib
pelayanan kefarmasian
 Membuat surat menyurat
 Mengentry stok opname apotek
 Membantu mengentry obat BPJS
 Mengentry laporan E-Monev
 Mengisi dan menjaga kerapian kartu stok
 Menjaga Kebersihan dan kerapian di Instalasi Farmasi
 Menerima arahan dan melaporkan kepada Apoteker Penanggung
Jawab dan kepala Instalasi Farmasi segala pelaksanaan tugas

6) Staf Gudang Farmasi


 Melakukan penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan dan
pendistribusian obat, alat kesehatan dan perbekalan farmasi

50
 Melakukan penyiapan, penyusunan rencanaan dan pelaporan
mengenai persediaan dan penggunaan obat, alat kesehatan dan
perbekalan farmasi
 Mengisi buku barang masuk, barang keluar dan membuat SBBK
 Mengelompokkan dan merekap obat dan BMHP yang mendekati
tanggal kadaluwarsa (3 - 6 bulan sebelum tanggal kadaluwarsa)
 Mengentri data obat di gudang farmasi
 Melaporkan obat yang akan kadaluarsa kepada Apoteker
Penanggung jawab Gudang Farmasi
 Melakukan retur obat yang akan kadaluarsa
 Membantu proses pemusnahan obat
 Membuat laporan obat generik dan non generik
 Anggota Panitia Penerima Barang
 Mengurus Inventaris
 Mengawasi pelaporan SPM dan laporan obat generic dan non generik
 Membuat surat-menyurat
 Mengisi dan menjaga kerapian kartu stok
 Menjaga kebersihan dan kerapian di Instalasi Farmasi
 Melakukan stok opname di gudang farmasi
 Melaksanakan dan melaporkan kepada Apoteker penanggung jawab
dan kepala Instalasi Farmasi segala pelaksanaan tugas

7) Staf Apotek Rawat Jalan dan Rawat Inap


 Melaksanakan pelayanan resep
 Melakukan pemberian informasi obat ke pasien
 Mengisi CPO pada saat resep masuk
 Melakukan stok opname di Apotek
 Mengisi dan menjaga kerapian kartu stok
 Menjaga Kebersihan dan kerapian di Instalasi Farmasi
 Membuat laporan SPM

51
 Membantu membuat laporan SIPNAP dan OOT
 Membuat stock opname obat Psikotropik, narkotik dan OOT
 Mengentry resep BPJS
 Memilah dan memisahkan resep berdasarkan resep umum,
jamsoskes dan BPJS
 Mencatat obat yang expired di apotek
 Melakukan pencatatan resep di buku pencatan resep
 Melakukan pemeriksaan tanggal kadaluwarsa secara berkala setiap
bulan
 Melakukan permintaan, penerimaan, penyusunan dan pencatatan
obat dari gudang farmasi kepada apotek
 Menerima arahan dan melaporkan kepada Apoteker Penanggung
Jawab Rawat Inap segala pelaksanaan tugas
 Melaksanakan dan melaporkan kepada Apoteker Penanggung jawab
dan kepala Intalasi Farmasi segala pelaksanaan tugas. (Keputusan
direktur RSUD Kabupaten Ogan ilir No. /KEP/RSUD.Oi/2018 tt Uraian
Tugas dan Fungsi Instalasi Radiologi, Laboratorium Klinik, Farmasi,
Rehabilitasi Medik, Rekam Medis, Sterilisasi, Pemeliharaan Sarana
dan Gizi Pada Rumah Sakit Umum daerah Kabupaten Ogan Ilir)

52