Anda di halaman 1dari 18

DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH 01.04.

01
RUMAH SAKIT TK IV 01.07.02

PANDUAN ASESMEN RESIKO JATUH

BAB I
DEFINISI

1. Pengertian.

a. Jatuh adalah suatu peristiwa di mana seseorang mengalami jatuh dengan


atau tanpa disaksikan oleh orang lain, tidak disengaja / tidak direncanakan, dengan
arah jatuh ke lantai, dengan atau tanpa mencederai dirinya. Penyebab jatuh dapat
meliputi faktor fisiologis (pingsan) atau lingkungan (lantai yang licin).
b. Resiko jatuh adalah pasien yang beresiko untuk jatuh yang umumnya
disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor fisiologis yang dapat berakibat cidera.
Faktor resiko jatuh dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori :
1) Intrinsik : berhubungan dengan kondisi pasien, termasuk kondisi
psikologis.
2) Ekstrinsik : berhubungan dengan lingkungan.

Selain itu, faktor resiko juga dapat dikelompokkan menjadi kategori dapat
diperkirakan (anticipated) dan tidak dapat diperkirakan (unanticipated). Faktor
resiko yang dapat diperkirakan merupakan hal-hal yang diperkirakan dapat terjadi
sebelum pasien jatuh.

Intrinsik (berhubungan Ekstrinsik (berhubungan dengan


dengan kondisi pasien) lingkungan)

- Riwayat jatuh sebelumnya. - Lantai basah / silau, ruang


Dapat
- Inkontinensia.
berantakan, pencahayaan kurang,
diperki - Gangguan kognitif/psikologis.
- Gangguan keseimbangan / kabel longgar/lepas.
rakan
- Alas kaki tidak pas.
mobilitas.
- Dudukan toilet yang rendah.
- Usia > 65 tahun.
- Kursi atau tempat tidur beroda.
- Osteoporosis.
- Rawat inap berkepanjangan.
- Status kesehatan yang-buruk.
- Peralatan yang tidak aman.
- Gangguan muskuloskeletal.
- Peralatan rusak.
-Tempat tidur ditinggalkan dalam posisi
tinggi.
2

- kejang.
Tidak
- Aritmia jantung.
dapat - Stroke atau serangan Iskemik - Reaksi individu terhadap obat-
diperki sementara (Transient obatan.
rakan Ischaemic Attack-TIA).
- Pingsan.
- Serangan jatuh’ (Drop Attack).
- Penyakit kronis.

2. Tujuan Pencegahan Jatuh.


Sebagai suatu proses untuk mencegah kejadian jatuh pada pasien dengan
cara:
a. Mengidentifikasi pasien yang memiliki resiko tinggi jatuh dengan
menggunakan “Asesmen Resiko Jatuh”.
b. Melakukan asesmen ulang pada semua pasien (setiap hari).
c. Melakukan asesmen yang berkesinambungan terhadap pasien yang
beresiko jatuh dengan menggunakan “Asesmen Resiko Jatuh Harian”.
d. Menetapkan standar pencegahan dan penanganan resiko jatuh secara
komprehensif.

BAB II
RUANG LINGKUP

3. Ruang Lingkup.
Resiko pasien jatuh terutama dapat terjadi pada pasien yang dirawat di ruangan:
a. Unit Rawat Inap.
b. Unit Rawat Intensif.
c. Unit Kamar Bersalin.
Semua petugas yang bekerja di rumah sakit harus memahami bahwa semua
pasien yang dirawat inap memiliki resiko untuk jatuh, dan semua petugas tersebut
memiliki peran untuk mencegah pasien jatuh.

BAB III
TATA LAKSANA

4. Petugas penanggung jawab dan Perangkat kerja.


3

a. Petugas penanggung jawab: Perawat penanggung jawab pelayanan


(PPJP).

b. Perangkat kerja.
- Berkas Rekam Medis Pasien.
- Tanda risiko pasien jatuh (kancing penanda berwarna kuning).
- Formulir pengkajian resiko pasien jatuh.
- Formulir dokumentasi informasi resiko pasien jatuh.
- Formulir catatan kegiatan perawat tentang asesmen dan intervensi
resiko jatuh.
.
5. Tatalaksana.
a. Asesmen awal / skrining
1) Perawat akan melakukan penilaian dengan Asesmen Resiko Jatuh
Morse Fall Scale dalam waktu 12 jam dari pasien masuk RS.
2) Rencana intervensi akan segera disusun, diimplementasikan, dan
dicatat dalam Rencana Keperawatan Interdisiplin setelah skrining.
b. Asesmen ulang
1) Setiap pasien akan dilakukan asesmen ulang resiko jatuh setiap:
setelah pasien jatuh (Post Falls), perubahan kondisi (Change of Condition),
menerima pasien pindahan dari ruangan lain (On Ward Transfer), setiap
minggu (Weekly), saat pasien pulang (Discharge), Bila resiko sedang dikaji
ulang setiap hari ( Everyday ), Bila resiko tinggi dikaji ulang setiap
pergantian jaga (Every Shift ).
2) Penilaian menggunakan Asesmen Risiko Jatuh Morse Fall Scale dan
Rencana Keperawatan Interdisiplin akan diperbaharui/ dimodifikasi sesuai
dengan hasil asesmen.
c. Perawat penanggung jawab pelayanan yang bertugas akan
mengidentifikasi dan menerapkan “Prosedur Pencegahan Jatuh”,
berdasarkan pada:
1) Kategori resiko jatuh (rendah, sedang, tinggi).
2) Kebutuhan dan keterbatasan per pasien.
3) Riwayat jatuh sebelumnya dan penggunaan alat pengaman (safety
devices).
4) Asesmen Klinis Harian.
d. “Prosedur Pencegahan Jatuh” pada pasien yang beresiko rendah,
sedang, atau tinggi harus diimplementasikan dan penggunaan peralatan yang
sesuai harus optimal.
e. Intervensi pencegahan jatuh.
1) Tindakan pencegahan resiko rendah:
a) Pastikan rem tempat tidur terkunci.
4

b) Pastikan semua kebutuhan pasien dalam jangkauan.


c) Tempatkan pasien sesuai dengan tinggi badannya.
d) Tempatkan meja, kursi dan lainnya dengan baik agar tidak
menghalangi.
2) Tindakan pencegahan resiko sedang :
a) Pastikan rem tempat tidur terkunci.
b) Pastikan semua kebutuhan pasien dalam jangkauan.
c) Tempatkan pasien sesuai dengan tinggi badannya.
d) Tempatkan meja, kursi dan lainnya dengan baik agar tidak
menghalangi.
e) Pasang penanda resiko jatuh di tempat tidur pasien
f) Libatkan keluarga/ penunggu pasien untuk mendampingi
pasien di samping tempat tidur selama perawatan.
g) Lakukan pengkajian ulang tiap hari.

3) Tindakan pencegahan risiko tinggi :


a) Pastikan rem tempat tidur terkunci.
b) Pastikan semua kebutuhan pasien dalam jangkauan.
c) Tempatkan pasien sesuai dengan tinggi badannya.
d) Tempatkan meja, kursi dan lainnya dengan baik agar tidak
menghalangi.
e) Pasang kancing penanda berwarna kuning pada gelang
identitas.
f) Tempatkan pasien di dekat nurse station.
g) Libatkan keluarga / penunggu pasien untuk mendampingi
pasien di samping tempat tidur selama perawatan.
(1) Rendahkan sedikit posisi tempat tidur.
(2) Cepat menanggapi bel atau keluhan pasien.
(3) Lakukan pengkajian ulang tiap shift.
f. Strategi Rencana Keperawatan.
1) Strategi umum untuk pasien resiko jatuh, yaitu:
a) Tawarkan bantuan ke kamar mandi setiap 2 jam (saat pasien
bangun).
b) Gunakan 2-3 sisi pegangan tempat tidur.
c) Jangan ragu untuk meminta bantuan.
d) Barang-barang pribadi berada dalam jangkauan.
e) Anjurkan pasien menggunakan sisi tubuh yang lebih kuat saat
hendak turun dari tempat tidur.
f) Strategi untuk mengurangi / mengantisipasi kejadian jatuh
fisiologis, yaitu:
(1) Pantau ketat efek obat-obatan, termasuk obat
psikotropika.
(2) Kurangi suara berisik.
(3) Lakukan asesmen ulang.
(4) Sediakan dukungan emosional dan psikologis.
5

(5) Strategi pada faktor lingkungan untuk mengurangi


resiko jatuh, yaitu:
(a) Posisi tempat tidur rendah.
(b) Lantai tidak silau/ memantul dan tidak licin.
(c) Pencahayaan yang adekuat.
(d) Ruangan rapi.
(e) Sarana toilet dekat dengan pasien.
(f) Manajemen Setelah Kejadian Jatuh.
i. Nilai apakah terdapat cedera akibat jatuh
(abrasi, kontusio, laserasi, fraktur, cedera kepala).
ii. Nilai tanda vital.
iii. Nilai adanya keterbatasan gerak.
iv. Pantau pasien dengan ketat.
v. Catat dalam berkas rekam medis pasien.
vi. Laporkan kejadian jatuh kepada perawat
yang bertugas dan lengkapi laporan insiden.

2) Edukasi pasien/keluarga.
a) Pasien dan keluarga harus diinformasikan mengenai faktor
resiko jatuh dan setuju untuk mengikuti strategi pencegahan jatuh
yang telah ditetapkan. Pasien dan keluarga harus diberikan edukasi
mengenai faktor resiko jatuh di lingkungan rumah sakit dan
melanjutkan keikutsertaannya sepanjang keperawatan pasien.
b) Informasikan pasien dan keluarga dalam semua aktivitas
sebelum memulai penggunaan alat bantu.
c) Informasikan pasien mengenai dosis dan frekuensi konsumsi
obat-obatan, efek samping, serta interaksinya dengan makanan/ obat-
obatan lain.

1. Penilaian resiko jatuh pada pasien rawat jalan


Pasien rawat jalan harus dilakukan penilaian resiko jatuh dengan skala Time
Up and Go atau dengan melakukan pengamatan dari duduk ke bediri.
1.Pengkajian
No Penilaian /Pengkajian Ya Tidak

a. Cara berjalan pasien (salah satu atau lebih)


1. Tidak seimbang / sempoyongan / limbung
2. jalan dengan menggunakan alat bantu (kruk,
tripot, kursi roda, orang lain)

b. Menopang saat akan duduk : tampak memegang


pinggiran kursi atau meja / benda lain sebagai
penopang saat akan duduk
6

2. Hasil
No Hasil Penilaian / pengkajian Ket

1. Tidak beresiko Tidak ditemukan a & b

2. Resiko rendah Ditemukan salah satu dari a/b

3. Resiko tinggi Ditemukan a & b

3. Tindakan
No Hasil Kajian Tindakan Ya Tidak TTD/Nama
Petugas

1. Tidak beresiko Tidak ada tindakan

2. Resiko rendah Edukasi

3. Resiko tinggi Pasang gelang kuning

Edukasi

Cara kerja
a. Siapkan satu buah stopwatch dan satu buah kursi tanpa sandaran tangan
b. Siapkan tempat yang datar dan rata dengan panjang ruangan minimal 3 meter,
beri tanda di lantai dengan pita atau spidol pada jarak 3 meter dari kursi
c. Pasien diminta duduk di kursi dan pemeriksa (perawat) menjelaskan langkah –
langkah pelaksanaan test Time up and Go
d. Pemeriksa memberi aba – aba mulai bertepatan stopwatch dinyalakan sebagai
tanda perhitungan waktu dimulai
e. Pasien berdiri dari kursi dengan dengan menyilangkan kedua tangan didepan
dada
f. Pasien berjalan sepanjang 3 meter kemudian berputar balik 180 derajat,
berjalan balik 3 meter dan duduk kembali di kursi semula
g. Jika waktu yang dibutuhkan < 30 detik, berarti pasien mempunyai resiko
rendah untuk jatuh. Jika waktu yang dibutuhkan > 30 detik berarti pasien
mempunyai resiko tinggi untuk jatuh.

BAB IV
Dokumentasi
7

Demikian Buku Panduan Risiko Cidera Jatuh dibuat untuk memberikan


pemahaman kepada petugas dalam mengimplementasikan faktor risiko jatuh,
pencegahan, dan penanganannya, maka pelaksanaan kegiatan Risiko Cidera Jatuh di
rumah sakit sangatlah penting. Melalui panduan Risiko Cidera Jatuh ini diharapkan terjadi
penekanan, penurunan insiden sehingga dapat lebih meningkatkan kepercayaan
masyarakat terhadap Rumah Sakit Tk IV 01.07.02 Binjai.

Binjai, Februari 2015


Kepala Rumah Sakit Tk. IV 01.07.02,

dr. Rahmawan Budiaji,Sp.Rad


Mayor Ckm NRP 11010008320973

Lampiran 1

ALGORITMA PASIEN SAAT MASUK RUMAH SAKIT


8

Pasien rawat inap di RS

Asesmen resiko pasien jatuh


saat pasien masuk RS (Morse
Fall Scale)

Tindakan pencegahan
risiko rendah: Tindakan pencegahan Tindakan pencegahan
1.Pastikan rem tempat risiko sedang : risiko tinggi :
tidur terkunci.
2.Pastikan semua 1. Tindakan pencegahan 1. Tindakan pencegahan
kebutuhan pasien dalam risiko rendah (no. 1-4) risiko tinggi (no. 1-3)
jangkauan. 2. Pasang penanda risiko 2. Rendahkan sedikit
3.Tempatkan pasien jatuh di tempat tidur posisi tempat tidur
sesuai dengan tinggi pasien 3. Cepat menanggapi
badannya tempatkan 3. Libatkan keluarga/ keluhan pasien
meja, kursi dan lainnya penunggu pasien untuk 4. Tempatkan pasien di
dengan baik agar tidak mendampingi pasien di dekat nurse station
menghalangi samping tempat tidur
4.Pasang palang tempat selama perawatan
tidur

Asesmen ulang risiko jatuh setiap:


- setelah pasien jatuh (Post Falls)
- perubahan kondisi (Change of
Condition)
- menerima pasien pindahan dari ruangan
lain ( On Ward Transfer)
- setiap minggu (Weekly)
- saat pasien pulang (Discharge).
- Bila resiko sedang dikaji ulang setiap
hari ( Everyday ).
- Bila resiko tinggi dikaji ulang setiap
pergantian jaga ( Every Shift ).

Lampiran 2
9

Nama :
PENGKAJIAN RESIKO
JATUH DEWASA Tgl. Lahir/ Umur :
(Skala Morse)
No. RM :

Ruangan :………………… Lembar ke : …………….

Tgl
Jam
NO ITEM PENILAIAN
Skor 1A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

1 RIWAYAT JATUH
a. Ya
25
b. Tidak
0
2 DIAGNOSA
SEKUNDER ≥1
15
a. Ya
b. Tidak 0
3 ALAT BANTU
JALAN
30
a. Peralatan Khusus
b. Tongkat / Walker 15
c. Tidak Menggunakan
0
Alat Bantu
4 PASIEN DI INFUS
a. Ya 20
b. Tidak
0
5 CARA
20
BERJALAN/BERPI
10
NDAH
a. Terganggu 0
b. Lemah
c. Normal/bed
rest/imobilisasi
6 KONDISI MENTAL
a. Keterbatasan Daya 15
Ingat
b. Normal 0

TOTAL SKOR
KETERANGAN :
Resiko Rendah 0 - 24

Risiko Sedang 25 -44

Risiko Tinggi ≥ 45
10

Nama / Paraf

CATATAN :
1. Pengkajian Awal Resiko Jatuh dilakukan pada saat pasien masuk rumah sakit, dituliskan
pada kolom IA (Initial Assessment).
2. Pengkajian ulang untuk pasien resiko jatuh ditulis pada kolom keterangan dengan kode :
a. Setelah pasien jatuh (Post Falls ) dengan kode : PF
b. Perubahan kondisi (Change of Condition ) dengan kata kode : CC
c. Menerima pasien pindahan dari ruangan lain ( On Ward Transfer ) dengan kode :
WT.
d. Setiap minggu (Weekly ) dengan kode : WK
e. Saat pasien pulang (Discharge ) dengan kode : DC
f. Bila resiko sedang dikaji ulang setiap hari ( Everyday ) dengan kode : ED
g. Bila resiko tinggi dikaji ulang setiap pergantian jaga ( Every Shift ) dengan kode :
ES.
Kode ini dituliskan pada kolom keterangan.

Implementasi Resiko Jatuh (Skala Morse)


Resiko Rendah : Resiko Sedang : Resiko Tinggi :
Skor 0 – 24 Skor 24 - 44 Skor ≥ 45
1. Pastikan rem tempat tidur 1. Lakukan semua 1. Lakukan semua
terkunci. implementasi resiko implementasi resiko
2. Pastikan semua kebutuhan rendah (Poin 1 – 4). sedang (Poin 1 – 3)
pasien dalam jangkauan. 1. 2. Pasang penanda 2. Cepat menanggapi
3. Tempatkan meja, kursi dan risiko jatuh di tempat keluhan pasien
lainnya dengan baik agar tidak tidur pasien. 3. Tempatkan pasien di
dekat nurse station
menghalangi 2. 3. Libatkan keluarga /
4. Pasang palang tempat tidur. penunggu pasien untuk
mendampingi pasien di
11

samping tempat tidur


selama perawatan.

PETUNJUK PENGGUNAAN
ASESMEN RISIKO JATUH (MORSE FALL SCALE)

1. Riwayat jatuh:

a) Skor 25 bila pasien pernah jatuh sebelum perawatan saat ini, atau
jika ada riwayat jatuh fisiologis karena kejang atau gangguan gaya
berjalan menjelang dirawat
b) Skor 0 bila tidak pernah jatuh

2. Diagnosis sekunder:
a) Skor 15 jika diagnosis medis lebih dari satu dalam status pasien
b) Skor 0 jika tidak
3. Alat bantu:
a) Skor 0 jika pasien berjalan tanpa alat bantu/dibantu,
menggunakan kursi roda, atau tirah baring dan tidak dapat bangkit
dari tempat tidur sama sekali
b) Skor 15 jika pasien menggunakan kruk, tongkat, atau walker
c) Skor 30 jika pasien berjalan mencengkeram furniture untuk
topangan

4. Terapi intravena (terpasang infus):


a) Skor 25 jika pasien diinfus
b) Skor 0 jika tidak

5. Gaya berjalan:
a) Skor 0 jika gaya berjalan normal dengan ciri berjalan dengan
kepala tegak, lengan terayun bebas di samping tubuh, dan
melangkah tanpa ragu-ragu
b) Skor 10 jika berjalan lemah, membungkuk tapi dapat mengangkat
kepala saat berjalan tanpa kehilangan keseimbangan. Langkah
pendek-pendek dan mungkin diseret
12

c) Skor 30 jika gaya berjalan terganggu, pasien mengalami kesulitan


bangkit dari kursi, berupaya bangun dengan mendorong lengan
kursi atau dengan melambung. Kepala tertunduk, melihat
kebawah. Karena keseimbangan pasien buruk, beliau
menggenggam furniture, orang, atau alat bantu jalan dan tidak
dapat berjalan tanpa bantuan
6. Status mental:
a) Skor 0 jika penilaian diri terhadap kemampuan berjalan normal. Tanyakan pada
pasien, “Apakah Bapak dapat pergi ke kamar mandi sendiri atau perlu bantuan?”
Jika jawaban pasien menilai dirinya konsisten dengan kemampuan ambulasi,
pasien dinilai normal.
b) Skor 15 Jika pasien mempunyai over-estimasi terhadap kemampuan fisiknya

Lampiran 3

Tindakan pencegahan risiko rendah:


ALGORITMA
1. Beritahukan kepada orang tua/PASIEN
penjagaANAK SAAT MASUK RUMAH SAKIT
Pasien
pasien untuk tidak meninggalkan anak rawat inap di RS
pasien
sendirian Tindakan pencegahan risiko
2. Pastikan rem tempat tidur terkunci
Asesmen tinggi:
risiko pasien jatuh
3. Pastikan palang tempat tidur terpasang
saat pasien masuk RS (Humpty
1. Lakukan semua
pada semua sisi
Dumpty
4. Pastikan semua kebutuhan pasien Scale) implementasi resiko
terjangkau rendah (Poin 1 – 5)
5. Pasang penanda risiko jatuh dengan 2. Cepat menanggapi bel
atau keluhan pasien
memakai kancing penanda berwarna 3. Tempatkan pasien di dekat
kuning di gelang identitas nurse station
13

Asesmen ulang risiko jatuh setiap:


- setelah pasien jatuh (Post Falls)
- perubahan kondisi (Change of Condition)
- menerima pasien pindahan dari ruangan
lain (On Ward Transfer)
- setiap pergantian jaga (Every Shift)
- saat pasien pulang (Discharge).

Nama :
PENGKAJIAN RESIKO
JATUH ANAK-ANAK Tgl. Lahir/ Umur :
(Skala Humpty Dumpty)
No. RM :
Ruangan : ………………… Lembar ke : …………….
Tgl
N
ITEM PENILAIAN Jam
O
Skor 1A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 USIA
a. Dibawah 3 tahun 4
b. 3 – 7 tahun
3
c. 7 – 13 tahun
d. > 13 tahun 2
1
14

2 JENIS KELAMIN
a. Laki-laki 2
b. Perempuan
1
3 DIAGNOSA
a. Kelainan Neurologi 4
b. Perubahan dalam
3
oksigenasi (Masalah
saluran nafas, Dehidrasi,
Anemia, Anoreksia,
Sinkop / pusing, dll)
c. Gangguan
Psikis/Perilaku
d. Diagnosis lain 2

1
4 GANGGUAN KOGNITIF
a. Tidak menyadari 3
keterbatasan
b. Lupa keterbatasan
2
c. Mengetahui kemampuan
1
diri

5 FAKTOR LINGKUNGAN
a. Riwayat jatuh atau bayi 4
-balita ditempatkan di
tempat tidur
b. Pasien menggunakan
3
alat bantu / bayi-balita
ditempatkan di box bayi
c. Pasien berada di tempat
2
tidur
d. Area rawat jalan.
1

6 RESPON TERHADAP
OPERASI / OBAT
PENENANG / EFEK
ANESTESI 3
a. Dalam 24 jam
2
b. Dalam 48 jam
c. > 48 jam/ tidak sama 1
sekali
15

7 PENGGUNAAN OBAT
a. Penggunaan 2 atau lebih 3
obat di bawah sbb : obat
sedatif (kecuali pasien
ICU yang menggunakan
sedasi dan paralisis),
Hipnotik, Barbiturat,
Fenotiazin, Antidepresan,
Laxatives/ Diuretika,
Narkotik
b. Salah satu dari
2
pengobatan diatas
c. Pengobatan lain/ tidak
1
TOTAL SKOR
KETERANGAN :
Risiko Rendah 7 - 11
Risiko Tinggi ≥ 12
Nama / Paraf

CATATAN :
1. Form pengkajian ini digunakan pada pasien berumur lebih dari 28 hari.
2. Pengkajian Awal Resiko Jatuh dilakukan pada saat pasien masuk rumah sakit, dituliskan
pada kolom IA (Initial Assessment).
3. Pengkajian ulang untuk pasien resiko jatuh ditulis pada kolom keterangan dengan kode :
a. Setelah pasien jatuh (Post Falls ) dengan kode : PF
b. Peru bahan kondisi (Change of Condition ) dengan kata kode : CC
c. Menerima pasien pindahan dari ruangan lain ( On Ward Transfer ) dengan kode : WT
d. Setiap pergantian jaga (Every Shift ) dengan kode : ES
e. Saat pasien pulang (Discharge ) dengan kode : DC
f. Kode ini dituliskan pada kolom keterangan.

4. Implementasi Resiko Jatuh

Risiko Rendah : Risiko Tinggi :


Skor 7 – 11 Skor ≥ 12
1. Edukasi pasien dan keluarga tentang
1. Lakukan semua implementasi resiko
strategi pencegahan risiko jatuh. rendah (Poin 1 – 6).
2. Beritahukan kepada orang tua/ penjaga
2. Cepat menanggapi keluhan pasien.
pasien untuk tidak meninggalkan pasien Tempatkan pasien di dekat nurse
16

sendirian. station
3. Pastikan rem tempat tidur terkunci.
4. Pastikan palang tempat tidur terpasang
pada semua sisi.
5. Pastikan semua kebutuhan pasien
terjangkau.
6. Pasang penanda risiko jatuh di tempat
tidur

PETUNJUK PENGGUNAAN ASESMEN


RESIKO JATUH ( HUMPTY DUMPTY SCALE )

1. Usia.
Jika anak-anak dibawah 3 tahun, beri skor 4. Jika antara 3-7 tahun, beri skor 3. Jika
antara 7-13 tahun beri skor 2. Jika > 13 tahun beri skor 1.

2. Jenis kelamin.
Jika anak-anak berjenis kelamin laki-laki, beri skor 2. Jika berjenis kelamin perempuan
beri skor 1.

3. Diagnosa.
Jika diagnosa dokter berkaitan dengan kelainan neurologi, beri skor 4. Jika diagnosa
berkaitan dengan perubahan dalam oksigenerasi (masalah saluran nafas, dehidrasi,
anemia, anoreksia, sinkop / pusing dll) beri skor 3. Jika diagnosa berkaitan dengan
gangguan psikis / perilaku beri skor 2. Jika diagnosa dokter lain dari diagnosa-diagnosa
diatas beri skor 1.

4. Gangguan kognitif.
Jika tidak menyadari keterbatasan beri skor 3. Jika anak tersebut lupa keterbatasannya
beri skor 2. Jika anak tersebut mengetahui kemampuan diri beri skor 1.

5. Faktor lingkungan.
Jika ada riwayat jatuh dari anak atau bayi balita, ditempatkan di tempat tidur, beri skor 4.
Jika pasien ada menggunakan alat bantu / bayi balita ditempatkan di box bayi, beri skor 2.
Jika pasien berada ditempat tidur, beri skor 1.

6. Respon terhadap operasi / obat penenang / efek anestesi.


Jika respon terhadap operasi / obat penenang / efek anestesi terjadi dalam 24, jam beri
skor 3. Bila terjadi dalam 48 jam, beri skor 2. Jika terjadi >48 jam / tidak sama sekali beri
skor 1.

7. Penggunaan obat.
17

Jika penggunaan 2 atau lebih obat dibawah sbb: obat sedatif (kecuali pasien ICU yang
menggunakan sedasi dan paralisis) hipnotik, barbiturat, fenotiazin, antidepresan, laxatives
/ diuretika dan narkotik, beri skor 3. Jika menggunakan salah satu dari pengobatan diatas,
beri skor 2. Jika pengobatan menggunakan obat lain dari yang tersebut diatas atau tidak
menggunakan obat tersebut diatas, beri skor 1.
Lampiran 4

DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH 01.04.01


RUMAH SAKIT TK IV 01.07.02 BINJAI

DAFTAR OBAT RISIKO JATUH


DI RUMAH SAKIT TK. IV 01.07.02.BINJAI

OBAT PSIKOTROPIKA OBAT NARKOTIKA


1. Clobazam 1.Fentanyl injeksi

2. Diazepam 2.codein
3. Stesolid injeksi

OBAT SEDATIF-HIPNOTIK
OBAT DIURETIK
1. Recopol 10 mg Inj 1. Furosemid tab
2. Furosemid inj
2. Bupivacaine Inj

3. Ketamin Inj BARBITURAT

4. Fentanyl Inj 1. Phenobarbital


5. Tramadol Inj
6. Pehacain Inj

7. Prostigmin Inj
8. Sulfas Atropin Inj ANTI DEPRESAN

9. Efedrin Inj 1. Amitriptyline Tab

OBAT LAXATIVES 2. Alprazolam Tab

3. Diazepam Tab
1. Dulcolax tablet 4. Stesolid Inj
2. Dulcolax Supp

Binjai, Februari 2015


Kepala Rumah Sakit Tk. IV 01.07.02,

dr. Rahmawan Budiaji,Sp.Rad


Mayor Ckm NRP 11010008320973
18