Anda di halaman 1dari 17

Nama : Mario Fernando

NIM.1011711032
METROLOGI FISIK

Metrologi (ilmu pengukuran) adalah disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara


pengukuran, kalibrasi dan akurasi di bidang industri, ilmu
pengetahuan dan teknologi. Metrologi mencakup tiga hal utama:

1. Penetapan definisi satuan-satuan ukuran yang diterima secara


internasional (misalnya meter)
2. Perwujudan satuan-satuan ukuran berdasarkan metode ilmiah (misalnya
perwujudan nilai meter menggunakan sinar laser)
3. Penetapan rantai ketertelusuran dengan menentukan dan merekam nilai
dan akurasi suatu pengukuran dan menyebarluaskan pengetahuan itu
(misalnya hubungan antara nilai ukur suatu mikrometer ulir di bengkel dan
standar panjang di laboratorium standar)
Metrologi dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama dengan tingkat kerumitan
dan akurasi yang berbeda-beda:

1. Metrologi Ilmiah: berhubungan dengan pengaturan dan pengembangan


standar-standar pengukuran dan pemeliharaannya.
2. Metrologi Industri: bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pengukuran
dan alat-alat ukur di industri berfungsi dengan akurasi yang memadai,
baik dalam proses persiapan, produksi, maupun pengujiannya.
3. Metrologi Legal: berkaitan dengan pengukuran yang berdampak pada
transaksi ekonomi, kesehatan, dan keselamatan.
Bidang-bidang Metrologi
Metrologi Ilmiah dibagi oleh BIPM (Bereau International des Poids et
Measures), Biro Internasional Timbangan dan Takaran menjadi 9 bidang teknis:

 panjang
 kelistrikan
 massa dan besaran terkait
 waktu dan frekuensi
 suhu
 radiasi pengion dan radioaktivitas
 fotometri dan radiometri
 akustik
 jumlah zat
Sejarah Metrologi di Indonesia

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai pengelola teknis ilmiah SNSU di


Indonesia

Legalitas metrologi di Indonesia berpijak pada Undang-undang Republik


Indonesia No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (UUML) yang mengatur hal-
hal mengenai pembuatan, pengedaran, penjualan, pemakaian, dan pemeriksaan
alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya.
Sesuai dengan amanat UUML tersebut, maka ditetapkanlah Peraturan
Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 1989 tentang Standar Nasional untuk Satuan
Ukuran (SNSU) yang menjabarkan perihal penetapan, pengurusan, pemeliharaan
dan pemakaian SNSU sebagai acuan tertinggi pengukuran yang berlaku di
Indonesia. Sejumlah lembaga pemerintahpun telah menjalankan peranan ini,
diantaranya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengawas Obat
dan Makanan (BPOM), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian
Kelautan dan Perikanan. Penelitian dan pengembangan metrologi di LIPI telah
dirintis sejak tahun 1960an di sejumlah bidang oleh para peneliti yang berada di
berbagai unit/ satuan kerja di bawahnya. Khusus metrologi di bidang fisika,
penelitian dan pengembangan metrologi ini dilakukan oleh para peneliti di
Lembaga Instrumentasi Nasional, yang kemudian berubah namanya menjadi
satuan kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kalibrasi,
Instrumentasi dan Metrologi (KIM) LIPI pada tahun 1984. PPOMN dari Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah sejak tahun 1990 berperan sebagai
laboratorium rujukan tingkat nasional dan produsen CRM di bidang pengujian
obat dan makanan. Selain itu, Balai Besar Pengolahan dan Pengembangan Hasil
Perikanan (BBP2HP)–Kementrian Kelautan dan Perikanan serta Pusat Sarana
Pengendalian Dampak Lingkungan (PUSARPEDAL)-Kementrian Lingkungan Hidup
juga berperan sebagai laboratorium rujukan masing-masing untuk produk
perikanan dan lingkungan.
Seiring dengan meningkatnya peranan metrologi, Pemerintah menetapkan
Keppres No. 79 tahun 2001 tentang Komite Standar Nasional untuk Satuan
Ukuran (KSNSU) sebagai penjabaran UUML yang mengharuskan adanya lembaga
yang membina standar nasional. Keppres ini memandatkan pembentukan
organisasi KSNSU yang dikoordinasi oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Untuk mendukung BSN, maka pengelolaan teknis ilmiah SNSU diserahkan
kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Lebih jauh, Keppres ini
secara gamblang menjelaskan bahwa pelaksana pengelola SNSU adalah unit kerja
di LIPI yang memiliki kompetensi di bidang metrologi. Pada saat itu, Puslit KIM-
LIPI adalah unit organisasi di bawah LIPI yang bidang kegiatannya paling
berkaitan dengan pengelolaan standar nasional. Sehingga, dapat dikatakan bahwa
Puslit KIM–LIPI merupakan instansi pemerintah yang menjalankan fungsi sebagai
Lembaga Metrologi Nasional atau National Metrology Institute (NMI) di
Indonesia. Hal ini semakin diperkuat dengan berubahnya nama Puslit KIM
menjadi Puslit Metrologi pada tahun 2014, yang menunjukan semakin fokusnya
LIPI pada pengembangan metrologi.
Meski demikian, semua SNSU yang diperlihara dan disediakan oleh Puslit KIM
LIPI merupakan standar tertinggi di Indonesia untuk pengukuran fisika saja,
seperti panjang, waktu, massa dan besaran terkait, kelistrikan, suhu, radiometri
dan fotometri, serta akustik dan getaran. Puslit KIM LIPI tidak memiliki standar
acuan atau Certified Reference Material (CRM) untuk pengukuran kimia dan
tidak memelihara SNSU untuk pengukuran dalam bidang radiasi nuklir karena
kedua bidang pengukuran ini tidak termasuk dalam lingkup kompetensinya.
Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi NMI Puslit Metrologi baru terbatas
pada bidang fisika. Padahal, lebih dari 70% pengujian yang dilakukan di Indonesia
adalah pengujian kimia.
Untuk melengkapi kekurangan ini, pada tahun 2007 LIPI memberi mandat kepada
Pusat Penelitian (Puslit) Kimia sebagai Pengelola Teknis Ilmiah Standar Nasional
untuk Satuan Ukuran di bidang Metrologi Kimia. Hal ini sesuai kompetensi
penelitian dan pengembangan bahan acuan yang telah dikembangkan sejak lama di
Puslit Kimia. Mandat ini tertuang secara resmi dalam keputusan Kepala LIPI
nomor 237/M/2007 dan semakin diperkuat dengan diterimanya Puslit Kimia LIPI
secara internasional sebagai DI (Designated Institute) untuk bidang metrologi
kimia melalui sidang General Assembly oleh organisasi metrologi Asia Pasifik
(Asia Pacific Metrology Program, APMP) di Kuala Lumpur pada bulan Desember
2009. Pengakuan ini melengkapi penandatanganan CIPM-MRA (International
Committee for Weight and Measures – Mutual Recognition Arrangement) yaitu
perjanjian saling pengakuan untuk standar ukur, sertifikat kalibrasi dan
pengukuran yang dilakukan oleh Puslit KIM-LIPI. Dengan demikian keberadaan
metrologi kimia ini semakin meneguhkan peranan LIPI dalam pengembangan
metrologi di Indonesia.
Pengembangan metrologi ini akan terus diperluas di berbagai bidang secara
terpadu dan berkelanjutan. Dalam rapat KSNSU yang digelar BSN pada tahun
2010, telah diagendakan secara bertahap untuk menyatukan pihak-pihak yang
terlibat dalam SNSU menjadi suatu lembaga metrologi nasional. Tugas dari NMI
adalah mendiseminasikan kemamputelusuran pengukuran yang diakui secara
internasional kepada laboratorium kalibrasi terakreditasi, produsen CRM
terakreditasi, laboratorium rujukan terakreditasi, penyelenggara uji profisiensi
teregistrasi dan laboratorium penguji terakreditasi.

Pentingnya Metrologi
Salah satu faktor penting untuk kemajuan suatu negara adalah pertumbuhan
ekonominya. Perdagangan internasional amat diperlukan dalam memacu
pertumbuhan ekonomi. Namun terdapat penghambat yang besar untuk
peningkatan perdagangan antar negara, salah satunya adalah Technical Barrier to
Trade (TBT) atau hambatan teknis perdagangan. Disamping itu persaingan antar
negara yang semakin meningkat dalam era perdagangan bebas sekarang ini
menuntut kualitas yang tinggi bagi produk-produk yang dipasarkan, artinya
kualitas yang dapat diterima oleh pasar yaitu kualitas produk yang memenuhi
regulasi dan standar internasional. Kualitas suatu produk dinyatakan dalam
sertifikat pengujian produk tersebut. Disini diperlukan data yang valid yang
berarti hasil uji di negara pengekspor komparabel (tidak berbeda) dengan di
negara pengimpor. Tanpa pengujian yang valid tidak ada jaminan bahwa kualitas
produk memenuhi regulasi/standar internasional dan hal ini dapat menghambat
ekspor.
Lemahnya infrastruktur metrologi yang diakui internasional merupakan akar
penyebab hambatan teknis seperti diuraikan diatas, yang juga berarti
menghambat perkembangan ekonomi negara. Dalam hal ini negara-negara
berkembang merupakan kelompok yang paling dirugikan oleh adanya TBT,
termasuk diantaranya Indonesia. Dilain pihak, membanjirnya produk
manufacturing impor saat ini sudah mengancam kelangsungan hidup sebagian
industri dalam negeri. Hal ini terjadi karena SNI (Standar Nasional Indonesia)
untuk produk terkait belum tersedia, yang artinya infrastruktur laboratorium
pengujian untuk produk tersebut juga belum ada. SNI diperlukan untuk
menangkal/membatasi masuknya produk-produk non standar berkualitas rendah
yang merugikan konsumen, merusak pasaran dan mematikan industri lokal.
Lembaga Metrologi Nasional, NMI yang kompeten sangat dibutuhkan sebagai
landasan terbentuknya infrastruktur metrologi nasional yang kuat dan kokoh.
Dengan adanya infrastruktur metrologi yang kuat dan kokoh, maka masalah-
masalah nasional yang bermuara dari tidak akuratnya data hasil pengujian dapat
diatasi. Selain itu, segala hambatan perdagangan (TBT) dapat ditanggulangi
sehingga akan meningkatkan perekonomian nasional.

MACAM-MACAM ALAT UKUR DALAM METROLOGI

1.Mistar baja
mistar baja yaitu alat yang digunakan untuk mengukur dimensi panjang, lebar,
dan tebal. Ketelitiannya adalah ± 0,5 mm.

Dalam membaca skala pada mistar, mata harus tegak lurus dengan skala yang
akan dibaca.
Cara penggunaanya:
- Rapatkan benda ukur pada landasan tumpuan atau balok landas.
- Letakkan mistar baja diatas benda ukur, letakkan titik nol atau ujung mistar
baja pada balok landas.
- Baca dimensi atau ukuran panjang benda ukur.

2.Micrometer sekrup
micrometer sekrup ini biasanya digunakan untuk mengukur ketebalan suatu
benda, diameter, dll. Misalnya mengukur ketebalan kertas dan mengukur
diameter kawat.
Cara Penggunaanya:
- Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka
- Buka rahan dengan cara memutar kekiri pada skala putar hingga benda dapat
masuk kerahang.
- Letakkan benda yang diukur pada rahang, dan putar kembali sampai tepat.

3.Ampere Meter
Amperemeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik.
Pada umumnya alat ini dipakai oleh teknisi elektronik yang biasanya terletak pada
alat multitester listrik yaitu gabungan amperemeter, voltmeter dan ohm meter.

4.Voltmeter
Voltmeter alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik. Dengan
ditambah alat multiplier akan dapat meningkatkan kemampuan pengukuran alat
voltmeter berkali-kali lipat.

5.Ohmmeter
Ohmmeter ialah alat yag digunakan untuk mengukur hambata listrik yang
merupakan suatu daya yang mampu menahan aliran listrik pada konduktor. Alat
tersebut menggunakan galvanometer untuk melihat besarnya arus listrik yang
kemudian dikalibrasi kesatuan ohm.
6.Thermometer
Thermometer adalah alat untuk mengukur suhu, baik suhu udara maupun suhu air.
Satuan umum yang digunakan adalah celcius.

Cara penggunaanya:
thermometer bekerja berdasarkan perubahan kuantitas fisik, ketika
temperaturnya berubah. Jadi bisa berdasarkan pemuaian (thermometer air
raksa), perubahan resistivitas, perubahan kuantitas listrik(termokopel), radiasi
bahan (thermometer temperature tinggi).
7.Jangka sorong

jangka sorong ialah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang suatu
benda dengan ketelitian hingga 0,1mm.
kegunaan jangka sorong adalah:
- untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit,
- untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya beruapa lubang( pada
pipa, maupun yang lainnya) dengan cara di ulur,
- untuk mengukur kedalaman celah/lubang pada suatu benda dengan cara
menancapkan atau menusukkan di bagian pengukur.

8.Barometer
barometer merupakan alat pengukur tekanan udara dalam satuan Mb. Barometer
termasuk peralatan meteorology golongan non recording yang pada waktu
tertentu harus dibaca agar mendapat data yang diinginkan.

9.Stopwatch
stopwatch adalah alat yang digunakan untuk mengukur lamanya waktu yang
diperlukan dalam kegiatan, misalnya: berapa lama waktu yang ditemuh si pelari
dalam jarak 100 M.
cara penggunaanya: tombol start, stop dan reset yang dipergunakan untuk
memulai, menghentikan dan mengulang pengukuran waktu.
skala yang digunakan:
1. dalam detik, skala ini disusun melingkar di bagian pinggir dengan jarak antar
skala 0,2 detik. Jarum panjang ialah yang berfungsi untuk pengukuran dalam
detik.
2. Dalam menit, skala ini disusun melingkar dengan jarak antar skala 1 menit.
Jarum pendek berfungsiuntuk penunjuk waktu dalam menit.

10.Speedometer
speedometer adalah alat pengukur kecepatan kendaraan darat, yang merupakan
perlengkapan standar setiap kendaraan yang beroperasi dijalan.

cara kerjanya : perangkat pengukur kecepatan yang dihubungkan langsung dengan


roda depan ataupun transmisi dengan menggunakan suatu kabelyang ikut
berputar saat kendaraan bergerak, gerakan berputar ini kemudian di ubah untuk
menggerakkanjarak kecepatan.
11.Hygrometer
hygrometer adalah alat untuk mengukur tingkat kelembapan pada suatu tempat.

Cara penggunaanya : alat ini ditempatkan didalam kotak penyimpanan barang yang
memerlukan tahap kelembapan yang terjaga seperti dry box penyimpanan
kamera. Kelembapan yang rendah akan mencegah bertumbuhnya jamur yang
menjadi musuh pada peralatn tersebut.

12.Manometer
Manometer adalah alat pengukur tekanan udara di dalam ruang tertutup.

Penggunaannya:
Manometer digunakan untuk menentukan perbedaan tekanan diantara dua titik
disaluran pembuangan gas atau udara. Perbedaan tekenan kemudian digunakan
untuk menghitung kecepatan aliran disaluran dengan menggunakan persamaan
Bernoulli (perbedaan tekanan = V2/2g).

13.Densimeter
Densimeter adala alat yang digunakan untuk mengukur kerapatan zat cair secara
langsung.

Cara penggunaan:
Densimeter dimasukkan kedalam sampel. Pastikan densimeter tidak boleh
menyentuh dasar dan dinding pada wadah sampel (misalnya gelas ukur). Jika
densimeter masih menyentuh dinding maka densimeter harus diputar sehingga
posisinya tepat ditengah.

14.Anonemeter meter
Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin yang
banyak dipakai dalam bidang meteorology dan geofisika atau stasiun perkiraan
cuaca.

Cara penggunaan:
Anemometer harus ditempatkan di daerah terbuka. Pada saat tertiup angin
baling-baling yang terdapat pada anemometer akan bergerak sesuai arah mata
angin. Didalam anemometer terdapat alat pencatat kecepatan angin. Maka
dengan itu kita dapat memperoleh kecepatannya berapa.
15.Altimeter
Altimeter adakah alat untuk mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan
laut. Biasanya alat ini digunakan untuk navigasi dalam penerbangan, pendakian,
dan kegiatan yang berhubungan dengan ketinggian.

Altimeter bekerja dengan beberapa prinsip:


- Tekanan udara
- Magnet bumi
- Gelombang.
Penggunaan altimeter umumnya selalu diikuti dengan kompas.

16.Meteran pita
Meteran pita adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang benda atau
sebagainya. Meteran pita ini untuk mengukur suatu obyek yang tidak bisa
dilakukan dengan mistar.
17.Luxmeter
Luxmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat pencahayaan suatu
ruangan.

Cara penggunaanya:
System kerja dari peralatan luxmeter menggunakan sensor cahaya. Alat
tersebut cukup di letakkan diatas meja atau jug bisa dipegang setinggi 75cm
dari atas permukaan lantai. Maka layar penunjuk dari luxmeter tersebut akan
menunjukkan angka yang merupakan nilai dari intensitas pencahayaan ruangan
yang bersangkutan.

18.Antique caliper ( alat ukur diameter tua )

Alat ukur ini diproduksi pada tahun 1930-an ini masih memakai teknologi
sederhana , jauh sebelum vernier caliper ( baik yang manual maupun digital ) di
temukan. Capit dari besi bisa direnggangkan dan terkunci rapat sesuai panjang
barang yang akan di ukur. Sangat cocok untuk mengukur diameter benda – benda
yang susah diukur langsung penggaris biasa , misalnya mengukur transisi leher
botol.

19.Echosounder
Echosounder adalah alat untuk mengukur kedalaman air dengan mengirimkan
tekanan gelombang dari permukaan ke dasar air dan di catat hasilnya sampai
echo kembali kedasar air.
Prinsip kerjanya yaitu: pada transmitter terdapat tranduser yang berfungsi
untuk merubah energy listrik menjadi energy suara. Kemudian suara yang di
hasilkan dipancarkan dengan frequensi tertentu.

20.Ombrometer
Ombrometer adalah alat untuk mengukur curah hujan.

Cara penggunaan ombrometer yang manual adalah dengan menampung hujan yang
terjadi pada setiap jam pengamatan alat akan di lepas dan air hujan ditakar
dengan menggunakan gelas ukur. Prinsip kerja alat manual ini adalah menghitung
besar air yang ditampung pada alat dan di ukur dengan gelas ukur.

SUMBER :

https://id.wikipedia.org/wiki/Metrologi

https://wiwinwibowo.wordpress.com/2012/03/11/metrologi-industri-teknik-
mesin-universitas-andalas-2/