Anda di halaman 1dari 8

E learning minggu 6-10 mei 2019

Wayang

Mengapa seni drama masuk ke dalam seni wayang? Jawab: Karena dalam pegalaran wayang itu
sendiri, dikemas dalam sebuah pertunjukan. Dan apabila kita belajar akan drama, ciri khusus dalam
drama yaitu dalam penyampaian pesan serta amanat yang diberikan kepada penonton. Hal tersebut
sama dengan tujuan wayang yaitu menekankan atau sebagai media penyampaian pesan akan nilai
nilai positif yang ada dalam kehidupan.

Apa bukti bahwa seni drama ada dalam seh wayang? Sebelumnya kita harus mengerti
terlebih dahulu apa itu seni drama? Seni Drama adalah curahan perasaaan seseorang yang
dituangkan dalam bentuk gerak bercerita yang diramu dengan musik yang sesuai. Dari
pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahawasannya pertunjukan wayang bercerita
tentang nilai-nilai kehidupan, bahkan dalam pagelarannya diiringi dengan gending musik
gamelan serta alunan tembang yang sarat akan nilai-nilai kehidupan sebagai pesan kebaikan
yang harus kita lakukan semasa hidup seseorang.

Gender feminisme

Tujuannya untuk:

Memperjuangkan kesetaraan hak sejak abad ke-19. Setelah dua abad terlewati, mengapa kesamaan
hak antara kaum wanita dan pria masih belum tercapai sepenuhnya?

Memberikan kesempatan bagi anak perempuan untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih
tinggi dibandingkan tingkat pendidikan anak laki-laki.

Memberikan kesempatan bahwa seorang wanita berhak memperjuangkan hah-hak yang


dianggpanya mampu mereka lakukan.

Mendapatkan kesetaraan dan kedudukan hak yang sama dengan laki-laki.

Menghilangkan eksploitasi serta penindasan terhadap perempuan.

Mendobrak sistem sosial yang di mana laki-laki memiliki kekuasaan penuh atau mendominasi
terhadap perempuan.

Membuat perubahan akan ketidakadilan sistem sosial, bahwa laki-laki dan perempuan sejatinya
memiliki hak yang sama, maka dari itu sesungguhnya goals dari gerakan feminisme adalah equality
atau kesetaraan.

Marginalisasi adalah proses pemutusan hubungan kelompok-kelompok dengan lembaga sosial


utama, seperti struktur ekonomi, pendidikan, dan lembaga sosial ekonomi lainnya. Perbedaan
antara populasi kelompok seperti.etnis, ras, agama, budaya, adat istiadat dan bahasa. Marginalisasi
orang selalu melibatkan kemampuan penduduk dominan untuk melaksanakan kekuasaan atas
kelompok-kelompok yang terpinggirkan.
Contoh :

1) Guru TK, perawat, pekerja konveksi, buruh pabrik, pembantu rumah tangga dinilai sebagai
pekerja rendah, sehingga berpengaruh pada tingkat gaji atau upah yang diterima.

Subordinasi atau penomorduaan adalah suatu penilaian atau anggapan bahwa suatu peran yang
dilakukan oleh satu jenis kelamin lebih rendah dari yang lain. Telah diketahui, nilai-nilai yang berlaku
di masyarakat, telah memisahkan dan memilah-milah peran-peran gender, laki-laki dan perempuan.

Teknik berbicara

Yang menjadi kendala saya ketika bicara di depan publik salah satunya adalah, takut jikalau audien
merasa garing atau tidak dipahami dengan apa yang saya sampaikan. Bisa saja kita menguasai
materi, namun yang ada malah kita terpaku pada teks yang kita catat poinnya. Bisa jadi kita sudah
percaya diri, namun pengalaman yang ada audien sibuk berbicara sendiri, main hp, tiduran, bahkan
ada yang ngalamu. Jujur itu kendala bagi saya, di mana kita sudah merasa orang paling keren, e
malah dikacangin. Alhasil apa yang kita sampaikan, malah tidak sampai ke pembaca.

Lalu, bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Biasanya saya menggunakan cara pengandaian atau
perumaan yang ada di sekitar, misalkan persoalan yang sedang tranding. Bisa juga kita ambil contoh
yang kebanyakan audien alami. Kemudian, interaksi antar audien juga penting. Spontan kita tunjuk
audien yang kiranya sedang mengantuk atau apa. Nah, terkadang juga saya menggunakan cara joke
atau candaan yang berbobot, agar tidak suntuk, namun pesan yang ingin saya sampaikan mengalir
sampai ke audien. Terimakasih..

Penulisan populer

“Rida, Si Anak Peri yang Pantang Menyerah”

Dahulu kala hiduplah seorang peri bernama Rida. Rida bukan peri biasa. Dia dilahirkan dengan
sepasang sayap yang terlalu kecil untuk terbang, namun sayapnya yang kecil itu memiliki kilau warna
yang memukau bagi siapa yang melihatnya.

Suatu hari, Rida mendaftar ke sekolah terbang, dia tidak diterima. "Tapi Bu, aku berjanji
akan berusaha lebih keras dari murid-murid lain”, kata Rida.

"Maaf, Nak. Kami hanya menerima murid yang memiliki sayap untuk terbang," kata Bu
Guru.

Rida ditolak.
Keesokan harinya dia datang untuk mendaftar lagi. Dia datang setiap hari tapi akhirnya dia
tetap ditolak. Peri-peri lain yang mendaftar dan berhasil lolos, gempar menertawakan Rida.

“Sayap kecil begitu, mau jadi peri? Mimpi! HAHAHAHA...” begitulah ejek mereka.

Tapi Rida tidak menyerah. Lalu dia melamar menjadi petugas kebersihan di sekolah. Tak ada
peraturan yang melarang peri bersayap kecil bekerja di sana, sehingga dia pun diterima. Tiap
hari Rida bekerja dengan gigih, menyapu, mengepel, membersihkan toilet, apa saja dia
kerjakan demi menjaga kebersihan Sekolah Terbang tersebut. Dengan begitu, setiap hari
ketika peri muda lainnya belajar teori terbang di kelas, Rida membersihkan jendela kelas dan
memperhatikan. Pun ketika peri lain berlatih terbang di lapangan, Rida menyapu lapangan
dan memperhatikan.

Setelah jam sekolah usai, Rida pergi ke lapangan dan mencoba melakukan hal-hal seperti peri
lain. Tapi tidak ada kemajuan. “Sudah kubilang, tidak usah repot-repot mencoba, kamu akan
gagal untuk terbang, Rida!” kata Bu Guru.

Rida sedih.Tapi dia sudah bertekad untuk terbang. Maka dia bangun pagi-pagi sekali untuk
berlatih. Siang-malam dia berlatih. Seluruh waktu luangnya dipakai untuk berlatih. Rida yang
malang, namun pantang untuk menyerah.

Ketika peri-peri lain bisa terbang setinggi semak-semak, dia masih saja tidak bisa terbang.
Tapi dia tekun mencoba.Ketika peri lain sudah bisa terbang setinggi pohon, akhirnya Rida
bisa terbang. Dia hanya terbang setinggi rumput. Tapi paling tidak ada kemajuan!

Rida terus gigih berlatih. Perlahan tapi pasti, dia bisa terbang sebaik peri-peri lain yang
bersayap normal. Tapi tetap saja Bu Guru dan para peri lain memandang rendah sayap
kecilnya. Hingga suatu hari...

JENG JENG JEEEEENNNGGGG ...

... Seorang peri muda yang belum mahir terbang terjatuh ke dalam lubang yang dalam.
Lubang itu tidak hanya dalam, tapi juga kecil dan sempit. Lubang perangkap itu digali oleh
kucing liar bernama Meong, untuk menangkap para peri. Meong adalah salah satu kucing liar
yang menjadi musuh para peri.

Tidak ada peri yang dapat terbang ke dalam lubang karena lubang itu terlalu sempit untuk
merentangkan sayap mereka. Tapi Rida melompat masuk tanpa ragu.Karena Rida yakin dapat
melakukannya. Hanya dalam hitungan detik, Rida berhasil menerbangkan peri muda itu
keluar lubang. Sayap kecilnya berfungsi baik di dalam lubang sempit itu, selain itu kilauan
warna dari kepakan sayap kecil itu menghiasi langit di Sekolah Terbang tersebut. Rida tahu
kegigihannya selama ini telah membuahkan hasil. Sejak hari itu, tidak ada yang menganggap
remeh dirinya lagi.

Pesan Moral: Apa artinya Berusaha dengan Gigih? Berusaha dengan gigih artinya terus mencoba
meskipun usaha sebelumnya gagal, pantang menyerah, berjuang mengatasi segala rintangan untuk
meraih mimpi kita. Dan setiap usaha yang kita kerjakan, yakinlah bahwa akan datang waktunya
usaha kita akan dihargai oleh orang lain.
“Penyesalan Si Kurcaci Tua”

Alkisah, di sebuah negeri antah berantah yang sangat jauh untuk dijangkau mata, hiduplah
kurcaci tua. Kurcaci itu bermaksud untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai arsitektur di
Kerajaan Kurcaci yang sangat kaya raya.

Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada Baginda Raja. Tentu saja, karena tak
bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia
merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian
bersama istri dan keluarganya, menikmati pemandangan hijau luas yang masih terjaga di
negeri ini.

Baginda Raja merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya, si Kurcaci Tua itu.
Ia lalu memohon pada si Kurcaci Tua tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk
miliknya. Si Kurcaci Tua tukang kayu itu mengangguk menyetujui permohonan pribadi dari
Baginda Raja. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak
sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Cuma
menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Kurcaci Tua merasa, Baginda Raja hanya
mempersulit jalannya untuk bekerja di singgasananya ini.

Dan akhirnya ...

Selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia
harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Dalam hatinya
Kurcaci Tua sangat kurang puasa atas kinerjanya, dia berpikir dengan beginilah Baginda Raja
akan berpikir untuk memberhentikan si Kurcaci Tua.

Namun ...

Ketika Baginda Raja itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah
kunci rumah pada si Kurcaci Tua tukang kayu. “Ini adalah rumahmu“ katanya.

”Hadiah dari kami”. Betapa terkejutnya si Kurcaci Tua tukang kayu. Betapa malu dan
menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk
dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus
tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Pragmatik

Implikatur konvensional Yaitu implikatur yang dapat diperoleh secara langsung dari makna kata, dan
merupakan bukan dari prinsip percakapan.

Contoh:
Aminah adalah seorang yang tuli, oleh karena itu ia tidak dapat berbicara.
Implikatur tuturan itu adalah bahwa Aminah tidak dapat berbicara merupakan konsekuensi karena ia
tuli. Jika Aminah tidak tuli, tentu tuturan itu tidak berimplikasi bahwa Aminah tidak dapat berbicara
karena ia tuli.

Praanggapan

Implikatur Praanggapan berupa andaian penutur bahwa mitra tutur dapat mengenal pasti orang
atau benda yang diperkatakan. Sebuah tuturan dapat mempraanggapan tuturan yang lain. Sebuah
tuturan dikatakan mempraanggapan tuturan yang lain jika ketidakbenaran tuturan kedua atau yang
dipraanggapan mengakibatkan tuturan yang pertama atau yang mempraanggapan tidak dapat
dikatakan benar atau salah.

Contoh:

(1)Budiono minum Aqua.


(2)Mobil Pak Dayat baru.

Tuturan yang dipraanggapan oleh tuturan (1) dan (2) masing-masing adalah tuturan (3) dan (4)
berikut ini:

(3)Ada minuman merek Aqua.


(4)Pak Dayat mempunyai mobil.

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa tuturan (3) dan (4) masing-masing merupakan
praanggapan dari tuturan (1) dan (2).

Implikatur non konvensional

Implikatur non konvensional atau implikatur percakapan adalah implikasi bersifat pragmatis yang
memiliki makna tersirat di dalam suatu percakapan atau tuturan yang diucapkan oleh penutur.

Contoh:

Wah, Pak Dani sekarang sudah menjadi orang.

Implikatur percakapan tuturan itu adalah bahwa dahulu Pak Dani belum sukses. Prinsip percakapan
yang dilanggar oleh tuturan itu adalah prinsip kerjasama bidal cara, yaitu berupa penutur bertutur
secara tidak langsung.
Semantik

Leksikon merupakan suatu komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna
dan pemakaian kata dalam bahasa atau daftar kata yang disusun seperti kamus, tetapi dengan
penjelasan yang singkat dan praktis, atau bisa disebut juga koleksi leksem pada suatu bahasa.
Kajian terhadap leksikon mencakup apa yang dimaksud dengan kata, strukturisasi kosakata,
penggunaan dan penyimpanan kata, pembelajaran kata, sejarah dan evolusi kata (etimologi),
hubungan antarkata, serta proses pembentukan kata pada suatu bahasa. dalam penggunaan
sehari-hari, leksikon dianggap sebagai sinonim kamus atau kosakata. Leksikon juga disebut
sebagai kosakata.

Leksem adalah satuan kata terkecil dalam sebuah bahasa dan biasa dimasukkan sebagai entri atau
lemma dalam sebuah kamus, atau disebut juga tanda bahasa.

Hubungan:

Leksikon (kosakata) mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama
dalam kegiatan komunikasi di masyarakat. Penguasaan kosakata yang cukup akan
memperlancar pemahaman penutur dan lawan tutur saat berkomunikasi. Kosakata merupakan
alat utama yang harus dimiliki seseorang yang akan belajar bahasa sebab kosakata berfungsi
untuk membentuk kalimat serta mengutarakan isi pikiran dan perasaan, baik secara lisan
maupun tertulis.

Kridalaksana (2008: 140) menyatakan bahwa Ferdinand de Sasussure, peletak dasar linguistik
modern, menyatakan bahwa tata bahasa (signe linguistique)yang terjadi dari penanda
(significant dalam bahasa Perancis) dan petanda (signifie dalam bahasa Perancis) bersifat
arbitrer. Artinya, hubungan antara penanda dan petanda bersifat tidak wajib atau manasuka.
Akan tetapi, terkecuali onomatope dan lambing bunyi, misalnya dalam bahasa Indonesia kata
mengetuk yang berasal dari tiruan bunyi [tUk tUk tUk], dan bunyi [i] pada berbagai kata, seperti
mungil atau bukityang dianggap mewakili makana ‘kecil’. Jadi, tidak ada alasan mengapa rumah
harus bermakna ‘rumah’, karena kata itu bersifat arbitrer. Jadi, leksem dianggap sebagai tanda
bahasa.

Debat dan wawancara

Bentuk wawancara
 Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat,
seniman, olahragawan dan sebagainya.
 Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
 Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
 Wawancara dengan banyak orang.
 Wawancara pribadi.
 Wawancara dadakan atau mendesak.
 Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.

Sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh sikap wartawan juga ditentukan oleh
perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan
akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang
komunikatif dan hidup ikut ditentukan oleh penguasaan permasalahan dan informasi seputar
materi topik pembicaraan baik oleh nara sumber maupun wartawan.

Arsip dan perpustakaan

Saya akan mengambil contoh pelayanan pada perpustakaan keliling, sebagai berikut:

Layanan perpustakaan keliling pada dasarnya bersifat terbuka, demokratis, karena perpustakaan
keliling melayani semua lapisan masyarakat tanpa membedakaan status sosial, budaya, ekonomi,
pendidikan, kepercayaan maupun status- status lainnya. Semua warga masyarakat, tanpa mengenal
batas usia, bebas memanfaatkan layanan jasa perpustakaan keliling.

 meratakan layanan informasi dan bacaan kepada masyarakat sampai ke daerah


terpencil yang belum/tidak memungkinkan adanya perpustakaan permanen,
 membantu perpustakaan umum dalam mengembangkan pendidikan nonformal kepada
publik luas,
 memperkenalkan buku-buku dan bahan pustaka lainnya kepada publik,
 memperkenalkan jasa perpustakaan kepada publik,
 meningkatkan minat baca dan mengembangkan cinta buku pada masyarakat, dan
 mengadakan kerja sama dengan lembaga masyarakat sosial, pendidikan, dan
pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan kultural
masyarakat (PerpustakaanNasional 1992).

Layanan sirkulasi merupakan layanan peminjaman koleksi yang diberikan untuk pengguna yang berhubungan dengan
pemanfaatan koleksi perpustakaan.

Layanan membaca di perpustakaan, Gunanya memberi kesempatan bagi pengunjung yang belum menjadi anggota
perpustakaan, mereka dapat membaca saja, maka disediakan layanan membaca di tempat layanan (service point).

Layanan Bercerita, Tujuan utamanya adalah meningkatkan minat baca anak–anak, terutama anak pra sekolah. alaupun
layanan ini lebih sering dilakukan oleh perpustakaan umum kotamadya, namun perpustakaan keliling dapat juga
memberikan layanan ini, dalam hal pemerataan pelayanan kepada masyarakat yang jaraknya tidak terjangkau oleh
layanan perpustakaan umum kotamadya menetap. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan adalah pem
bawa ceritanya terampil bercerita, materi cerita tepat, dan pembawaanya ramah serta dapat menghidupkan cerita yang
disesuaikan dengan koleksi-koleksi yang ada di dalam perpustakaan keliling tersebut.

Pemutaran film merupakan jenis layanan yang sangat digemari masyarakat. Pemutaran film merupakan sarana yang
sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan dan promosi perpustakaan, jenis layanan ini memang belum populer,
tetapi perlu dipertimbangkan untuk masa–masa yang akan datang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi informasi yang begitu pesat

Layanan Jasa Informasi, Untuk memenuhi kebutuhan informasi, orang tidak cukup hanya melalui satu sarana jasa
informasi saja, melainkan dari berbagai sarana jasa informasi lainnya, termasuk perpustakaan keliling sebagai salah
satu sarana layanan jasa informasi.
Telaah drama
Aspek-aspek pokok kritik sastra adalah analisis, interpretasi (penafsiran), dan evaluasi
atau penilaian.

Pada kritik drama, yang dilakukan bisa memilih dua jalan. Jalan pertama adalah kritik
teks atau memeberikan ulasan pada drama sebagai karya sastra. Kedua adalah jalan
pertunjukan, yakni meberi ulasan dan penilaian pada drama sebagai seni pertunjukan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penilaian drama:

1. Tata suara; pada bagian ini, unsur yang perlu dinilai adalah keras maupun lembutnya
vokal, kejelasan ucapan serta variasi dari intonasi.
2. Ekspresi pemeranan; yang dinilai pada point kedua ini yaitu apakah pemeran tokoh-
tokoh telah mampu mengekspresikan sesuai isi naskah drama yang ditandai dengan
mimik yang tepat.
3. Tata letak atau bloking; penilaian yang dilakukan dan perlu diperhatikan disini yaitu
apakah pemeran mampu memposisikan dirinya dengan tepat. misalnya tidak
membelakangi penonton, maupun tidak menutupi pemain lainnya.
4. Moving atau gerakan; di point terakhir ini yang dinilai adalah gerakan-gerakan dari
pemeran apakah mendukung ekspresi dan dilakukan secara wajar atau tidak?

Kritik sastra dalam pemahaman awalnya adalah penilaian atau pertimbangan baik atau
buruk sesuatu hasil kesusastraan dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan
bentuk hasil kesusastraan. Jadi, kekuatan dan kelemahan karya sastra harus
ditunjukkan dengan alasan-alasan yang adekuat. Alasan yang adekuat akan didapat
dengan menganalisis unsur-unsur dan kaitan unsur karya sastra. Singkatnya, dalam
kegiatan kritik, selain terdapat aspek penilaian, terkandung juga kegiatan menganalisis.

Karena tata panggung merupakan setting atau latar, nggak lucu dong kalau misalnya setting
tata pangung tidak sesuai dengan jalannya cerita. Oke oke, begini ...

Tata panggung adalah keadaan panggung yang dibutuhkan untuk permainan drama.
Panggung menggambarkan tempat, waktu, dan suasana terjadinya suatu peristiwa. Peristiwa
yang terjadi dalam suatu abak berbeda dalam tempat, waktu, dan suasana yang berbeda
dengan peristiwa dalam babak yang lain. Untuk itu, penataan panggung harus diubah-ubah.

Kalau kita bicara tentang tata panggung, pasti tidak lepas dengan seseorang yang bertugas
yaitu “Penataan Panggung” yang tugasnya hanya menuruti apa yang diminta naskah.
Meskipun demikian, secara kreatif ia boleh menambahkan, mengurangi, atau mengubah letak
perabotan asal perubahan itu menambah baiknya keadaan panggung. Berkaitan dengan itu,
penata panggung sebaikinya dipilih orang-orang yang mengerti keindahan dan tahu
komposisi yang baik, meletakkan barang-barang di panggung tidak sembarangan. Sebab,
mengatur panggung ada seninya. Komposisi yang tepat akan menimbulkan keindahan dan
keindahan menimbulkan rasa senang.

Di dunia film, biasa dikenal dengan Tim Direktur Art, atau Tim Art (kreatif).