Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN

PAGI SIANG
PUSKESMAS KEDUNGSARI
KECAMATAN KEMLAGI, KABUPATEN MOJOKERTO
SEPTEMBER 2017

Masriani 15710167
Faris Syarifudin H 15710171
Andry Cipta P 15710184
Dipta Bagus Yudha P 15710201
Grady Christian 15710216
Febri Christna Suya 15710126
Tri Suci Kiki N 15710234
I Made Dwi Tirtana 15710246
Ida Ayu Ratih A 15710253

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA
2017
LEMBAR PENGESAHAN

PAGI SIANG
PUSKESMAS KEDUNGSARI
KECAMATAN KEMLAGI, KABUPATEN MOJOKERTO
SEPTEMBER 2017

Mojokerto, September 2017


Menyetujui,
Kepala Puskesmas Kedungsari

Farida Wahyu Utami, S.KM


NIP: 198102032005012008
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kegiatan harian praktik kerja lapangan merupakan kegiatan wajib
bagi dokter muda yang mengikuti kepaniteraan klinik ilmu Kedokteran
Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya di wilayah kerja
Puskesmas Kedungsari. Kegiatan ini selain bertujuan memenuhi tugas namun
juga untuk membantu puskesmas setempat memenuhi kegiatan pokoknya.
Adapun tujuan pokok yang diharapkan bisa dicapai adalah penilaian kinerja
salah satu upaya wajib puskesmas dan home visit. Sedangkan kegiatan
lainnya adalah posyandu balita, posyandu lansia, pusling, musyawarah
masyarakat desa dan penelitian.

B. Tujuan
1. Menilai kinerja salah satu upaya kesehatan wajib Puskesmas
Kedungsari.
2. Melaksanakan home visite sesuai kasus yang disarankan.
3. Melaksanakan upaya kesehatan ibu dan anak (posyandu ibu dan anak).
4. Melaksanakan upaya kesehatan lansia (posyandu lansia)
5. Melaksanakan musyawarah masyarakat desa.
7. Melaksanakan puskesmas keliling (pusling)

C. Jadwal Kegiatan
Hari/Tgl Jam Kegiatan
1. Apel pagi Puskesmas
07.30-08.00
2. Presensi pagi Puskesmas
Selasa, 5 Sept
08.00– 09.00 Pengarahan dari perwakilan Kepala Puskesmas
2017
dan dokter pembimbing Puskesmas Kedungsari
09.00 – 12.00 Orientasi Puskesmas Kedungsari
12.00-13.00 ISHOMA
13.00-13.30 Pembekalan tentang tugas puskesmas
13.00 Pulang

1. Apel pagi Puskesmas


07.30-08.00
2. Presensi pagi Puskesmas
10.00-12.00 1. Musyawarah Masyarakat Desa ( Desa Betro)

Rabu, 2. Puskesmas keliling

6 Sept 2017 3. ANC terpadu


12.00 -13.00 ISHOMA
13.00 -13.30 Pembagian judul penelitian
13.30 Pulang

1. Apel pagi Puskesmas


07.30 - 08.00
2. Presensi pagi Puskesmas
Kamis,
08.00 - 11.00 Pelayanan Poli Umum
7 Sept 2017
11.00 - 13.30 Mini Lokarya UPT Puskesmas Kedungsari
13.30 Pulang

1. Apel pagi Puskesmas


07.30 – 08.00
2. Presensi pagi Puskesmas

Jumat, 08.00 – 11.00 Senam Lansia,


8 Sept 2017 Posyandu Balita
11.00 – 13.00 Pembuatan Proposal
13.30 Pulang

07.00-08.00 Presensi pagi puskesmas


Sabtu, 08.00-09.00 Balai pengobatam
9 Sept 2017 09.00-11.30 KIA
Pulang
1. Apel pagi Puskesmas
Senin, 07.00-07.30
2. Presensi Pagi Puskesmas
11 Sept 2017
08.00 - 11.00 1. Posyandu Balita
2. Skrining obat cacing
09.00-12.00 Home Visite
12.00-13.00 ISHOMA
13.00 Pulang
1. Apel pagi Puskesmas
07.00-07.30 2. Presensi Pagi Puskesmas
08.00-11.00 Pembuatan Laporan Kinerja Puskesmas
Selasa,
11.00-12.00 ISHOMA
12 Sept 2017
1200-13.30 Pembuatan proposal penelitian
13.30 Pulang
1. Apel pagi puskesmas
07.00-07.30
2. Presensi pagi puskesmas
08.00-11.00 Bertugas pada bagian masing-masing
Rabu, 11.00-12.00 ISHOMA
13 Sept 2017 1. Pengambilan data kinerja puskesmas
12.00-13.30
2. Konsultasi pasien home visit
13.30 Pulang

1. Apel pagi Puskesmas


07.0-07.30
2. Presensi pagi Puskesmas
Kamis, 08.00-11.00 Posyandu balita
14 Sept 2017 11.00-12.00 Penyuluhan
12.00-13.00 ISHOMA
13.00 Pulang
07.00-08.00 Presensi pagi puskesmas
Jumat,
08.00-11.30 Balai pengobatan
15 Sept 2017
11.30 Pulang
1. Apel pagi Puskesmas
Sabtu, 07.00-07.30
2. Presensi pagi Puskesmas
16 Sept 2017
08.00-12.00 Penyuluhan Gosok Gigi
dan penyuluhan kepada dokter kecil di SD
12.00-13.00 ISHOMA
13.00 Pulang
1. Apel Pagi Puskesmas Kedungsari
07.00-07.30
2. Presensi Pagi Puskesmas

Senin, 1. Kunjungan dokter pembimbing


09.00-12.00
18 Sept 2017 2. Konsultasi Proposal Penelitian
12.00-13.00 ISHOMA
13.30 Pulang

1. Apel pagi Puskesmas


07.00-08.30
Selasa , 2. Presensi Pagi Puskesmas
19 Sept 2017 09.30-12.00 Melakukan Penelitian di Desa Mojowiryo
12.00 Pulang
07.00-08.30 Senam Prolanis
08.00-11.00 Istirahat
Rabu ,
11.00-12.00 Penyuluhan Prolanis
20 Sept 2017
12.00-13.00 Pembuatan laporan hasil penelitian
13.00 Pulang

Kamis,
21 Sept 2017 Libur Tahun Baru Islam

Jumat,
Konsul Penelitian di Kampus
22 Sept 2017
Sabtu ,
23 Sept 2017 Konsul Penelitian di Kampus

07.00-07.30 1. Apel pagi Puskesmas


2. Presensi Pagi Puskesmas
Senin,
08.00-12.00 Bertugas pada bagian masing-masing
25 Sept 2017
12.00-13.00 ISHOMA
14.30 Pulang

Selasa,
Responsi II di Kampus
26 Sept 2017

07.00-08.00 1. Apel pagi Puskesmas


Rabu, 2. Presensi Pagi Puskesmas
27 Sept 2017 08.00-11.30 Bertugas pada bagian masing-masing
11.30 Pulang
07.00-07.30 1. Apel pagi Puskesmas
Kamis, 2. Presensi Pagi Puskesmas
28 Sept 2017 08.00-12.00 Bertugas pada bagian masing-masing
12.00-13.00 Pulang
07.00-07.30 1. Apel pagi Puskesmas
Jumat, 2. Presensi Pagi Puskesmas
29 Sept 2017 08.00-12.00 Bertugas pada bagian masing-masing
12.00-13.00 Pulang

Jumat,
Penutupan di Puskemas Kedungsari
30 Sept 2017
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kegaiatan pagi-siang
Kegiatan harian praktik kerja lapangan yang kami ikuti selama periode
5 Sept 2017 – 30 Sept 2017:
1. Posyandu balita
Pelaksanaan kegiatan posyandu balita dilaksanakan di masing-
masing desa di wilayah kerja Puskesmas Kedungsari, kami bersama
dengan bidan puskesmas dan beberapa kader yang berasal dari desa
tersebut. Balita yang datang diantar oleh ibu atau neneknya, seluruhnya
membawa buku KMS. Di posyandu terdapat beberapa meja
berdasarkan fungsinya masing-masing. Kegiatan di posyandu tersebut
dimulai dengan pendaftaran, penimbangan balita, pencatatan hasil
penimbangan ke KMS, penyuluhan perorangan dan pelayanan kesehatan.
Pelaksanaan kegiatan posyandu di masing-masing desa ini ada yang
bertempat di salah satu rumah warga dan ada yang di balai desa. Dari
seluruh kegiatan tersebut, pelayanan kesehatan hanya dilakukan oleh bidan
dan keempat kegiatan lainnya dibantu oleh kader. Pelayanan kesehatan
yang dilakukan pada saat itu adalah imunisasi. Untuk imunisasi, vaksin
dibawa dari puskesmas menggunakan coolbox dan setelah digunakan
vaksin yang tersisa dikembalikan ke petugas imunisasi di Puskesmas untuk
dinilai apakah masih dapat digunakan atau sebaiknya dibuang. Kami
melakukan Posyandu balita di Desa Betro, Desa Mojowiryo.
2. Posyandu lansia
Pelaksanaan kegiatan posyandu lansia dilaksanakan di masing-
masing desa di wilayah kerja Puskesmas Kedungsari, kami bersama
dengan petugas dari puskesmas dan beberapa kader yang berasal dari desa
tersebut. Di posyandu terdapat beberapa meja berdasarkan fungsinya
masing-masing. Kegiatan di posyandu tersebut dimulai dengan
pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan perorangan dan
pelayanan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan posyandu di masing-masing
desa ini ada yang bertempat di salah satu rumah warga dan ada yang di
balai desa. Posyandu Lansia yang kami ikuti bertempat dib alai desa
Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang diikuti
kurang lebih 35 lansia.
3. Home visite
Kegiatan home visite diselenggarakan dengan tujuan untuk
mempersiapkan dokter muda sebagai dokter keluarga dengan mengunjungi
rumah pasien guna memahami permasalahan pasien secara holistik. Kasus
yang diangkat untuk menjadi sasaran home visit antara lain Diabetes
Melitus tipe 2, Morbus Hansen, Tuberculosis, Skizoprenia, Asma
bronkialis, Decomcordis, Hipertensi, Hematemesis Melena et causa
Gastritis erosiva, CVA.
4. Musyawarah Masyarakat Desa
Musyawarah masyarakat desa (MMD) adalah pertemuan seluruh
warga desa untuk membahas hasil Survei Mawas Diri dan merencanakan
penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari Survei Mawas
Diri (Depkes RI, 2007).
Tujuan dari MMD adalah sebagai berikut:
1. Masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya
2. Masyarakat sepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan
3. Masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi
masalah kesehatan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan MMD adalah
sebagai berikut:
a. Musyawarah Masyarakat Desa harus dihadiri oleh pemuka
masyarakat desa, petugaspuskesmas, dan sektor terkait kecamatan
(seksi pemerintahan dan pembangunan, BKKBN, pertanian,
agama, dll)
b. Musyawarah Masyarakat Desa dilaksanakan di balai desa atau
tempat pertemuan lain yangada di desa.
c. Musyawarah Masyarakat Desa dilaksanakan segera setelah SMD
dilaksanakan.
Cara pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa adalah sebagai berikut:
1) Pembukaan dengan menguraikan maksud dan tujuan MMD dipimpin
oleh kepala desa
2) Pengenalan masalah kesehatan oleh masyarakat sendiri melalui curah
pendapat denganmempergunakan alat peraga, poster, dll
dengan dipimpin oleh ibu desa
3) Penyajian hasil SMD
4) Perumusan dan penentuan prioritas masalah kesehatan atas
dasar pengenalan masalah danhasil SMD, dilanjutkan dengan
rekomendasi teknis dari petugas kesehatan di desa atauperawat
komunitas
5) Penyusunan rencana penanggulangan masalah kesehatan dengan
dipimpin oleh kepala desa
6) Penutup
Musyawarah Masyarakat Desa kali ini bertempat di Desa Betro, yang
mana dihadiri oleh pemuka masyarakat desa, petugas puskesmas, dan
sektor terkait kecamatan. Pada musyawarah ini yang menjadi prioritas
masalah adalah banyaknya warga Betro yang menderita penyakit
ISPA.
5. Puskesmas Keliling
Puskesmas keliling adalah kegiatan puskesmas yang bertujuan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan terutama yang berhubungan dengan
promotif dan preventif. Unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi
dengan kendaraan bermotor roda 4 atau roda 2 dan peralatan kesehatan,
peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal dari Puskesmas.
Fungsinya menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan
Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan
kesehatan.
Kegiatan Puskesmas Keliling adalah :

1. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah


terpencil yang tidak terjangkau oleh pelayanan Puskesmas atau
Puskesmas Pembantu.
2. Melakukan penyelidikan tentang kejadian luar biasa.
3. Dipergunakan sebagai alat transpor penderita dalam rangka
rujukan bagi kasus gawat darurat.
4. Melakukan penyuluhan kesehatan.

6. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis)

Prolanis merupakan upaya promotif dan preventif yang dilakukan oleh


BPJS kesehatan pada era JKN. Pada buku panduan praktis program
pengelolaan penyakit kronis yang diterbitkan oleh BPJS sudah dijelaskan
secara detail mengenai konsep prolanis. Prolanis adalah suatu sistem
pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara
terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan
dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang
menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal
dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kegiatan yang kami laksanakan sesuai kewajiban dari fakultas
maupun sebagai bagian dari program Puskesmas Kedungsari pada
umumnya telah terlaksana dengan baik. Antusiasme masyarakat terhadap
program puskesmas juga tinggi yang tampak dari penerimaan yang hangat
dan partisipasi masyarakat pada kegiatan home visite, musyawarah
masyarakat desa, penyuluhan, kelas ibu hamil, skrining obat cacing,
posyandu balita, posyandu lansia.
LAMPIRAN
 MMD Desa Betro ( Musyawarah Masyarakat desa )
 Poyandu Balita
 Posyandu Lansia
 Penyuluhan
 Pelayanan Poli Umum

 PUSLING ( Puskesmas Keliling )


 Home Visit
 Skrining Obat Cacing

 Mini Lokarya UPT Puskesmas Kedungsari


 Penelitian
1. Penelitian tentang jamban dengan perilaku kebiasaan BAB

2. Penelitian tentang Angka kejadian penyakit ISPA


 PROLANIS