Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Posisi Semifowler


Sasaran : Tn.N dan Keluarga
Hari/Tanggal : Kamis, 18-4-2019
Waktu : 30 Menit
Tempat : Ruang ICCU RSD Gunung Jati Kota Cirebon

1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan keluarga Tn.N dapat mengetahui mengatur
posisi untuk mengurangi sesak
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan Tn.N dan keluarga diharapkan mampu:
a. Menjelaskan Pengertian posisi semifowler
b. Menjelaskan Manfaat posisi semifowler
c. Menjelaskan tujuan dari posisi semifowler
d. Mempraktekan posisi semifowler
3. Materi pembelajaran/penyuluhan
a. Pengertian posisi semifowler
b. Apa manfaat posisi semifowler
c. Tujuan dari posisi semifowler
d. Mempraktekan posisi semifowler
4. Kegiatan pembelajaran /penyuluhan
a. Metode : Ceramah, Diskusi dan Tanya jawab
b. Langkah-langkah kegiatan
No Kegiatan Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
penyuluhan
1. Pembukaan 5 Menit  Memberi Salam  Menjawab Salam
 Perkenalan  Mendengarkan
 Menjelaskan dan Memperhatikan
tujuan
Penyuluhan
 Menyebutkan
materi/pokok bahasan
yang akan
disampaikan
2. Pemateri 10 menit Pelaksanaan:  Menyimak dan
 Menjelaskan memperhatikan
pengertian, tujuan dan
manfaat serta
mempraktekan bagai
mana posisi
semifowler
3. Evaluasi 10 menit Evaluasi :  Keluarga Tn. N
 Memberikan mengajukan
kesempatan kepada pertanyaan
 Keluarga Tn. N
Tn.N dan keluarga
memperhatikan dan
untuk bertanya
 Menjawab pertanyaan mendengarkan
 Keluarga Tn. N
yang diajukan
 Meminta Tn. N dan mampu
keluarga menjelaskan menyebutkan
atau menyebutkan materi yang sudah
kembali : pengertian, disampaikan
tujuan dan manfaat
serta mempraktekan
bagai mana posisi
semifowler
 Memberikan pujian
atas keberhasilan Tn.N
dan keluarga
menjelaskan apa yang
sudah dijelaskan.

4. Penutup 5 menit Penutup :  Menjawab salam


 Menutup dan
mengucapkan
salam

5. Media dan Sumber


a. Media : leaflet
b. Sumber :
 Black, M. J. & Hawks, H .J., 2009. Medical surgical nursing : clinical
management for continuity of care, 8th ed. Philadephia : W.B. Saunders Company
 dr.Nugroho, Taufan. 2011. Asuhan Keperawatan Maternitas, Anak, Bedah, dan
Penyakit Dalam. Yogyakarta : Nuha Medika
 Muttaqin,Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan
Sistem Kardiovaskuler. Jakarta : Salemba Medika
 Nanda Internasional. 2015. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2015-
2017. Jakarta : EGC
 Smeltzer, Suzanne C. & Bare, Brenda G. 2011. Buku Ajar Keperawatan Medikal
Bedah (Brunner & Suddarth : editor). Jakarta : EGC
 Tarwanto & Wartonah. 2011. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan
Edisi 4. Jakarta : Salemba Medika
6. Evaluasi
a. Metode Evaluasi : Tanya jawab
b. Jenis Evaluasi : Lisan
c. Kriteria Evaluasi
1) Tn. N dan keluarga mampu menjelaskan dan memahami pengertian semi fowler
2) Tn. N dan Keluarga mengetahui dan memahami manfaat dari posisi semifowler
3) Tn. N dan keluarga mampu memahami dan mengetahui tujuan dari posisi
semifowler.
4) Tn. N dan keluarga mampu memahami dan mengetahui bagaimana posisi
semifowler
d. Materi Penyuluhan Terlampir

MATERI PENYULUHAN
A. Pengertian

Posisi semi fowler adalah suatu posisi dimana bagian kepala tempat tidur

dinaikkan 30derajat' bagian ujung dan tungkai kaki sedikit dianggkat' lutut diangkat dan

ditopang' dengandemikian membuat Cairan dalam rongga abdomen berkumpul diarea

pelis

B. Tujuan

,ujuan pemberian posisi semi fowler adalah sebagai berikutmengurangi

tegangan intra abdomen dan otot abdomen' memperlancar gerakan pernafasan

pada pasien yang bedrest total' pada ibu post partum akan memperbaiki drainase uterus'

danmemberikan rasa nyaman bagi pasien dalam beristirahat.


C. Prosedur

pasien ditumpukkan pada bagian punggung bagian kepala tempat tidur dinaikkan

30 derajat digunakan satu' dua atau tiga bantal untuk menopang kepala dan bahu.lutut

dapat ditekuk sedikit dan ditopang dengan bantal dapat ditempatkan di bawah masing-

masing lengan sebagai penopang bantalan kaki mempertahankan kaki pada posisin:

1. Catatan Posisi Fowler Pasien duduk setengah tegak 60 derajat lutut boleh ditekuk

atau lurus. Ada 3 jenis posisi fowler 1. high Fowler kepala pasien diangkat 10

derajat Semi Fowler Kepala pasien diangkat derajat Fowler Kepala pasien diangkat

30 derajat

2. Pemberian posisi semi fowler pada pasien asma dilakukan sebagai cara untuk

membantu mengurangi sesak nafas. Posisi semi fowler dengan derajat kemiringan

45o, yaitu dengan menggunakan gaya gravitasi untuk membantu pengembangan

paru dan mengurangi tekanan dari abdomen pada diagfragma.

Hasil penelitian pemberian semi fowler mengurangi sesak nafas sesuai dengan

penelitian yang dilakukan oleh Kim (2004) bahwa pemberian posisi semi fowler dapat

mengurangi sesak nafas pada pasien asma. Dijelaskan oleh Wilkison (Supadi,dkk 2008:98)

bahwa posisi semi fowler dimana kepala dan tubuh dinaikkan 45o membuat oksigen didalam

paru-paru semakin meningkat sehingga memperingan kesukaran nafas. Penurunan sesak

nafas tersebut didukung juga dengan sikap pasien yang kooperatif, patuh saat diberikan posisi

semi fowler sehingga pasien dapat bernafas.

Hal ini sesuai dengan penelitian dari Refi Safitri dan Annisa Andriyani tahun 2011

yang menyebutkan ada perbedaan rata-rata sesak nafas sebelum dan sesudah pemberian

posisi semi fowler. Sehingga pada pasien asma disarankan diberikan posisi semi fowler

karena mempengaruhi berkurangnya sesak nafas sehingga kebutuhan dan kualitas tidur
pasien terpenuhi. Terpenuhinya kualitas tidur pasien membantu proses perbaikan kondisi

pasien lebih cepat.