Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN HASIL PERJALANAN DINAS

Hari : Sabtu

Tanggal : 24 November 2018

Lokasi tujuan : Hotel Horison Pekalongan

Keperluan : NEW SITUATION OF SNAKEBITES MANAGEMENT IN INDONESIA


Pemateri : DR. dr. Tri maharani Msi, SpEM

Laporan Hasil :
- Snake bites cases in Indonesia from 2012 – 2018

200
disease
150
Column1
100
50
0
HIV snakebites cancer

- Problems identified
a. Data
b. First Aids
c. Transportation
d. Doctors and nurses skills (A,B,C)
e. Antivenom availability
- In hospital mortality
20
15
10 2016
5 2017
0 2018

- Sindrom pada gigitan ular


Sindrom 1: Fase lokal disertai dengan perdarahan atau gangguan pembekuan darah.
Sindrom disebabkan oleh semua jenis Viperidae.
Sindrom 2: Fase lokal disertai dengan perdarahan atau gangguan pembekuan darah,
syok atau cidera ginjal akut dengan konjungtiva edema (chemosis) dan insufisiensi
hipofisis akut yang merupakan sindrom yang disebabkan oleh viper Russell.
Di negara seperti Myanmar dan India Selatan, bisa dari gigitan viper Russell dapat
menyebabkan ptosis, oftalmoplegia luar, kelumpuhan wajah, dan urin berwarna
coklat gelap.
Sindrom 3: Fase lokal disertai dengan kelumpuhan merupakan sindrom yang
disebabkan oleh kobra atau king cobra.
Sindrom 4: Kelumpuhan dengan minimal atau ada envenoming lokal. Pada kejadian
korban gigitan ular yang digigit di darat saat tidur di tanah dan terdapat atau tidak
terdapat nyeri perut, jenis ular penyebabnya merupakan krait. Jika korban gigitan
ular digigit di laut, muara, atau beberapa danau air tawar, jenis ular penyebabnya
merupakan ular laut. Pada korban gigitan ular yang digigit di wilayah Maluku atau
Papua di mana timbul gejala perdarahan atau tanpa perdarahan (pembekuan darah),
jenis ular yang menjadi penyebabnya adalah Australasia elapid.
Sindrom 5: Kelumpuhan dengan urin berwarna coklat atau gelap dan cedera ginjal
akut. Pada korban gigitan ular yang digigit di darat dengan gejala adanya perdarahan
(gangguan pembekuan darah), jenis ular yang menjadi penyebab adalah viper
Russell. Pada kasus gigitan di dalam ruangan saat korban tidur, ular penyebabnya
adalah krait (B. niger, B. candidus, B. multicinctus). Pada korban gigitan ular yang
digigit di laut, muara, dan beberapa danau air tawar dengan gejala tanpa perdarahan
(gangguan pembekuan darah), jenis ular penyebabnya adalah ular laut.
- CLINICAL MANIFESTATION
LOCAL
• Swelling > half bitten limb/48 hours
• Toes especially fingers
• Rapid extension within a few hours
• Enlarged tender lymphnode draining the affected area
SYSTEMIC
• Haemostatic abnormality
• Neurotoxic signs
• Cardiovascular abnormalities
• Acute kidney injury
• Myoglobinuria/generalised rhabdomyolysis/haemolysis
• Supporting lab evidence of systemic envenoming
- Physical Examination
Vital sign (BP, pulse, RR, temp)
Pain score
General examination
o Head and neck include ptosis
o Chest (lungs and heart)
o Stomach
o Upper and lower limb
Localized examination
o Fang mark (do not mark the bite site!)
o Bleeding
o Necrotic tissues
o Bulae
o Etc.
- Types of neurotoxin affecting neuromuscular junction
The neurotoxins can be divided into 2 major types :
- Presynaptic neurotoxin
- Postsynaptic neurotoxin

Pelaksana Kegiatan

1. Fajar Kurniawan W U
NIP. 19860131 201101 1 009
2. Listantina
NIP. 19850322 201001 2 001