Anda di halaman 1dari 33

Disampaikan pada :

SOSIALISASI TIM BOS STAKEHOLDER PROVINSI TAHUN 2019

Oleh:
BAHRI
DIREKTUR PELAKSANAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN DAERAH
DITJEN BINA KEUANGAN DAERAH
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
DAFTAR RIWAYAT HIDUP/CV

DATA PRIBADI
Nama : Bahri, SSTP, M.Si
NIP : 199504281995111001
Tempat dan Tanggal Lahir : Kas ipute, 28 April 1975
Agama : Is lam
Pangk at/G olongan : Pembina Utama Muda, IV/c
Pendidik an Terak hir : S2
J abatan : Direktur Pelaksanaan dan Pertangunggjaw aban Keuangan Daerah
J l. Meranti Indah II No. 10 Bumi Pany awangan Des a Cimek ar Kec . Cileuny i Kab. Bandung
Alamat : Prov ins i J awa Barat
No Telepon : 081386322638
Alamat Email : aryosi .al mer@gmai l .com

RIWAYAT JABATAN/PEKERJAAN
No Jabatan Eselon TMT. Jabatan
1 Lurah Buk it Wolio Indah, Kec . Wolio, Kab. Buton, Prov Sultra V/a 22/05/2000
2 Kepala Sek s i Pemerintahan Kantor Kelurahan Buk it Wolio Indah, Kec . Wolio, IV/b 31/08/2001
Kab. Buton, Prov . Sultra
3 Lurah Buk it Wolio Indah, Kec . Wolio, Kota Bau-Bau, Prov . Sultra IV/a 18/02/2002
4 Pengas uh IPDN - 28/03/2005
5 Kas ubbag Bimbingan dan Pengawas an II Pada Bagian Pengas uhan IPDN IV/a 22/01/2007
6 Kepala Bagian Perenc anaan Pada Biro Adminis tras i Ak ademik , Perenc anaan III/a 16/09/2009
dan Kerjas ama IPDN
7 Kepala Bagian Pelatihan Pada Biro Adminis tras i Ak ademik , Perenc anaan dan III/a 20/03/2013
Kerjas ama IPDN
8 Kepala Bagian Umum Pada Bir o Adminis tras i Umum dan Keuangan IPDN III/a 09/01/2014
9 Kepala Subdit Fas ilitas i Dana Alok as i Khus us Pada Direk torat Fas ilitas i Dana III/a 19/08/2015
Perimbangan dan Pinjaman Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah
10 Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjaw aban Keuangan Daerah II/a 19/02/19

RIWAYAT PENDIDIKAN
No Jenjang Pendidikan Nama Sekolah/TP/Univ Tahun Lulus
1 TK TK Pertiwi Ende Kec . Ende Kab. Ende Prov . NTT 1982
2 SD SD Inpres Ende IX Kec . Ende Kab. Ende Prov . NTT 1988
3 SMP SMP Negeri Tinanggea Kec . Tinanggea Kab. Kendari Prov . Sultra 1991
4 SMA SMA Negeri I Bau-Bau Kec . Wolio Kab. Buton, Prov Sultra 1994
5 Diploma IV (D-IV) Sek olah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri J atinangor Kab. Sumedang 1999
Prov . J awa Barat
6 Strata 2 (S-2) Magis ter Adminis tras i Pemerintahan Daerah (MAPD) Sek olah Tinggi 2007
Pemerintahan Dalam Neger i J atinangor Kab. Sumedang Prov . J awa
Barat
7 Strata 3 (S-2) Magis ter Adminitras i Publik , Univ ers itas Padjajaran Bandung Prov . J awa *Mahas is wa
Barat

RIWAYAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN


No Nama Diklat Angkatan/Tahun Panitia Penyelenggara
1 Prajabatan 1996 Badan Dik lat Kemendagri
2 Adum 1999 Badan Dik lat Kemendagri
3 Dik latpim Tk . III 2009 Badan Dik lat Kemendagri
3 Dik latpim Tk .II 2019 BPSDM Kemendagri

RIWAYAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS


No Nama Diklat Panitia Penyelenggara
1 Dik lat Manajemen Pembelajaran Badan Dik lat Kemendagri
2 Ahli Pengadaan Nas ional LKPP

RIWAYAT PENG HARG AAN/TANDA JASA


No Penghargaan/Tanda Jasa Tahun
1 Saty alanc ana Kary a Saty a X Tahun 2014
2 Saty alanc ana Kary a Saty a XX Tahun 2016

RIWAYAT PENUG ASAN DALAM DAN LUAR NEG ERI


No Negara Tujuan Tujuan Penugasan
1 Korea Selatan Mengik uti Work s hop ICO NPO Korea Univ ers ity

DATA ISTRI DAN ANAK


No Nama Tempat dan Tgl. Lahir Tgl. Nikah Pekerjaan
1 Yos i Rena Kuningan, 07/03/1980 19/03/2000 IBU RUMAH TANG G A
2 Muhammad Almer Fauz an Kuningan, 22/12/2000 Anak Kandung Pr aja IPDN
2
a. BOS menjadi Bagian Dana Transfer ke Daerah

POSTUR DANA TKDD TA 2019


2015 2016 s.d 2019 No Jenis DAK Nonfisik
I. TRANSFER KE DAERAH I. TRANSFER KE DAERAH 1 Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
A. Dana Perimbangan A. Dana Perimbangan 2 Tunjangan Profesi Guru (TPG)
1. Dana Bagi Hasil 1. Dana Transfer Umum 3 Tambahan Penghasilan Guru (Tamsil)
2. Dana Alokasi Umum a. Dana Bagi Hasil 4 Tunjangan Khusus Guru di Daerah
sangat terpencil
3. Dana Alokasi Khusus b. Dana Alokasi Umum
5 Bantuan Operasional Kesehatan dan
Keluarga Berencana (BOK dan
B. Dana Otonomi Khusus 2. Dana Transfer Khusus BOKB)
C. Dana Keistimewaan DIY a. DAK Fisik 6 Bantuan Operasional
Penyelenggaraan PAUD (BOP PAUD)
7 Dana Peningkatan Kapasitas
D. Dana Transfer Lainnya b. DAK Nonfisik
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
B. Dana Insentif Daerah (P2UKM).
C. Dana Otsus dan Dana 8 Pelayanan Administrasi
Keistimewaan DIY Kependudukan
9 BOP Kesetaraan
II. DANA DESA II. DANA DESA
10 BOP Museum dan Taman Budaya
1 Dana Insentif Daerah 11 Dana Pelayanan Kepariwisataan
2 Bantuan Operasional Sekolah
3 Tunjangan Profesi Guru PNSD 12 Dana Bantuan Biaya Layanan
Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Pengelolaan Sampah
4 Sipil
Proyek Pemerintah Daerah dan Desentralisasi Postur TKDD mengalami perubahan dengan reklasifikasi
5 (P2D2) dan refocusing Dana Transfer lainnya selain Dana Insentif
Daerah menjadi DAK Non Fisik
Undang-Undang No.12/2018 tentang APBN TA 2019 3
b. Alokasi Dana BOS pada Provinsi

1. Mulai TA 2012 berdasarkan UU No. 22/2011 tentang APBN TA 2012, alokasi Dana BOS dipindahkan ke
Provinsi sebelumnya ada pada Kab/Kota.
2. UU APBN sampai saat ini setiap tahun hanya menyebutkan besaran alokasi dana BOS.
3. Pepres tentang Rincian TA setiap tahunnya, Lampiran Alokasi BOS pada Daerah Provinsi.

Alokasi Dana BOS untuk Satdikdas, Satdiksus dan Bagian Dari Dana Transfer Ke
Satdikmen Negeri dan Swasta pada APBD Provinsi Daerah (Dana Perimbangan)**

Catatan: 7 hari kerja setelah BOS diterima


Pasal 49 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 (Disalurkan) di RKUD Provinsi
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional bahwa dana pendidikan dari
pemerintah dan pemerintah daerah untuk Rekening Dana BOS pada Satuan Pendidikan
satuan pendidikan diberikan dalam bentuk (Satdikdas, Satdikmen dan Satdiksus)
hibah sesuai peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Dasar Rujukan:
1. Pasal 85 ayat (5) PMK No.50/PMK.07/2017, Pemerintah Provinsi wajib
menyalurkan kepada masing2 Satdik dalam Provinsi yang
bersangkutan, paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah diterimanya
Dana BOS di RKUD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan
2. Butir IV.A.2 Lampiran Permendikbud No.1/2018 ttg Petunjuk Teknis
BOS, BUD harus menyalurkan dana BOS secara Langsung ke
rekening Sekolah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-
Undangan
4
c. Dasar Hukum Pengelolaan Dana BOS pada APBD

UU 5/74
UU 22/99
PP 105/00
KMDN 29/02
UU 25/2004 UU 17/2003 UU 1/2004 UU 15/2004 UU 33/2004 UU 30/2014
1. SE MDN No.903/1043/Sj
tanggal 24/2/2017.
2. SE MDN No.971-7791 Tahun
2018 tanggal 28/9/2018 PP PP PP
3. SE MDN No.971-7790 Tahun
2018 tanggal 28/9/2018 misal: SAP, dstnya
PP 58/2005
UU 32/2004 (Psl 15, 16, (Omnibus
17, 21,22,23
Regulation)
155, 156) dan PP 38/07
UU 23/2014 : Psl 8, 279
s/d 343 PERMENDAGRI 13/06 PP 41/07
PERMENDAGRI 59/07 PP 18/16
PERMENDAGRI 33/2016
PERMENDAGRI 21/11
Pedoman Penyusunan APBD PP 24/05
Setiap tahun anggaran PERMENDAGRI 32/11, 39/12 &14/16
PP 71/10
PERMENDAGRI 64/13 5
d. Penganggaran Pendapatan dan Belanja BOS dalam APBD Provinsi
1. Keterlambatan Pencairan.
Pada penyaluran BOS TA 2011, jumlah Kab/Kota yang mencairkan dana tepat
waktu, dari 497 Kab/Kota, adalah sebesar: Triwulan I : 21 Kab/Kota (4,23%);
Dana BOS adalah program pemerintah sebagai Triwulan II : 54 Kab/Kota (10,87%); Triwulan III : 34 Kab/Kota (6,84%); dan
komitmen pemerintah untuk melaksanakan amanat Triwulan IV : 11 Kab/Kota (2,21%)
Undang-Undang Dasar 1945 terkait wajib belajar 2. Belanja Sekolah yang tidak efisien.
3. Belanja sekolah tidak efektif.
untuk penyediaan pendanaan biaya operasi
4. Sebagian permasalahan utama penyaluran BOS TA 2011, sebagai akibat
personalia dan nonpersonalia bagi Satuan kewajiban belanja langsung.
Pendidikan yang bersumber dari dana alokasi
khusus nonfisik yang menjadi salah satu sumber 1. Mulai TA 2012 berdasarkan Pasal 28 ayat (9) UU No. 22
pendanaan pada APBN. Tahun 2011 tentang APBN TA 2012 alokasi Dana BOS yang
sebelumnya dialokasikan pada Kab/Kota dipindahkan
alokasinya menjadi alokasi pada Provinsi untuk mendanai
Satuan Pendidikan sesuai penjelasan lampiran kegiatan operasional pendidikan pada Satdikmen,
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 bahwa Satdiksus dan Satdikdas.
Satdikmen dan Satdiksus menjadi urusan dan
2. Selanjutnya berdasarkan undang-undang APBN setiap
kewenangan Provinsi sedangkan Satdikdas
tahunnya, alokasi Dana BOS ditetapkan di Provinsi.
menjadi kewenangan Kabupaten/Kota.

UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan, UU No.1 Tahun


Pasal 282 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2014 2014 tentang Perbendaharaan Negara dan UU No.17 Tahun 2003
menyatakan bahwa urusan dan kewenangan tentang Pengelolaan Keuangan Negara dan UU No.23 Tahun 2012
dibiayai dari APBD. maka mekanisme pengelolaan dana BOS pada APBD Pemerintah
Provinsi

Permendikbud Nomor 3 Tahun 2019 dan


Satdikmen Negeri dan Satdiksus swasta dan Satdikdas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
Satdiksus Negeri dalam bentuk Negeri serta Satdikdas swasta
50/PMK.07/2018, Dana BOS wajib disalurkan ke
program dan kegiatan dalam bentuk hibah.
rekening Satuan Pendidikan 7 (tujuh) hari
setelah dana BOS diterima di RKUD Pengelolaan Dana BOS harus dikelola secara tertib, efisien, ekonomis, efektif,
transparan dan bertanggungjawab pada APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota
Penganggaran Pendapatan dan Belanja BOS dalam APBD Provinsi

Untuk meningkatkan efektifitas penyusunan anggaran BOS Tahun Pengalihan urusan pengelolaan Satdikmen dan
Anggaran 2018, Pemerintah Daerah perlu memperhatikan bahwa Satdiksus ke Pemprov
dana BOS yang bersumber dari APBN diperuntukkan bagi Sesuai UU No. 23 Tahun 2014 Efektif 1 Januari 2017
penyelenggaraan satuan pendidikan dasar, satuan pendidikan
khusus, dan satuan pendidikan menengah sebagai pelaksanaan Berdampak Penganggaran BOS
program wajib belajar. Untuk dana BOS yang bersumber dari pada APBD Provinsi
APBD, penganggarannya dalam bentuk program dan kegiatan.

Belanja BOS yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2018 2016 sd Skrng
yang dialokasikan pada Pemerintah Provinsi dianggarkan pada
APBD Provinsi Tahun Anggaran 2018 sebagai berikut: Rekening KUN

A B Rekening KUD
Provinsi
Bagi Satuan Pendidikan Menengah Bagi Satuan Pendidikan
(Satdikmen) Negeri dan Satuan Dasar Negeri yang
Pendidikan Khusus (Satdiksus) diselenggarakan oleh hibah Program/
Negeri yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kegiatan
provinsi dalam bentuk program dan Kabupaten/Kota dan
kegiatan, sedangkan bagi Satuan Satuan Pendidikan
Pendidikan Menengah Swasta dan Dasar Swasta yang
Satuan Pendidikan Khusus Swasta Rekening Rekening
diselenggarakan oleh
yang diselenggarakan oleh Satdikdas Swasta Satdikmen/
masyarakat dalam
masyarakat dalam bentuk hibah. + Neg Satdiksus
bentuk hibah.
Kewenangan K/K, Negeri
Satdikmen/ Kewenangan
1. Butir V.8 Lampiran Permendagri No. 33 Tahun 2017 jo Permendagri Satdiksus Swasta Provinsi
No.134 Tahun 2017 Kewenangan Prov
2. Butir V.9.a Permendagri No.38 Tahun 2018
7
e. Pengelolaan Dana BOS Satdikmen/Satdiksus Negeri Kewenangan Provinsi

Permendikbud: Satdikdasmen, nama bank, KAS UMUM NEGARA


no. rekening dan alokasi, per-Kab/Kota

Permendagri Pedoman Transfer dana BOS per-provinsi


Pengelolaan BOS sesuai PERPRES alokasi dana SE MDN No.903/1043/SJ
BOS 1

SKPD Pendidikan Kas Umum Daerah (KUD)


Provinsi Provinsi
Program/ Kegiatan

Transfer ke rekening satuan


Keputusan Gubernur pendidikan dasar dgn
tentang daftar penerima Mekanisme HIBAH SATDIKMEN/SATDIKSUS
dan jumlah BOS Per Satdik (paling lama 7 hari setelah NEGERI KEWENANGAN
BOS diterima di KUD) PROVINSI
NPH BOS ditandatangani
Sisa Dana di Rekening Dana BOS
Satdikmen/Satdiksus Satdikmen/Satduiksus Negeri
1.Pasal 295 ayat (5) UU
No.23/2014 dan Pasal 8 ayat Yang Dilaksanakan
(1) PP 2/2012 , swasta Masyarakat (swasta) SE MDN No. 971-7790
Penerima Hibah 2
Tahun 2018
2.Pengelolaan Hibah mengikuti
Permendagri 32/2011 jo
Permendagri No.13/2018
8
Pengelolaan Dana BOS Satdikmen/Satdiksus Kewenangan Provinsi
Dasar Rujukan:
1. Butir V.8 Lampiran Permendagri No. 33 Tahun 2017 jo Permendagri No.134 Tahun 2017 Permendagri
2. Butir V.9.a Permendagri No.38 Tahun 2018
32/2011, 39/2012,
Belanja BOS yang bersumber dari Satuan Pendidikan Menengah Dalam 14/2016 dan
APBN Tahun Anggaran 2018 yang Swasta dan Satuan bentuk 13/2018 tentang
dialokasikan pada Pemerintah Provinsi Pendidikan Khusus Swasta HIBAH Pengelolaan Hibah
dianggarkan pada APBD Provinsi Tahun dan Bansos
Anggaran 2018 sebagai berikut: SE MDN sebagai tindaklanjut:

1) Arahan Presiden RI ut menyederhanakan mekanisme SPJ dan pengelolaan


Bagi Satuan Pendidikan Menengah Dana BOS tidak dibedakan antara negeri dan swasta
(Satdikmen) Negeri dan Satuan 2) Surat Mendikbud No. 74085/MPK.D/KU/2016 tanggal 15 November 2016 Hal:
Pendidikan Khusus (Satdiksus) Negeri Rencana Penyaluran BOS dalam APBN TA 2017 untuk Jenjang Dikmen/Diksus

Bagi Satdikmen Negeri dan Satdiksus Negeri dalam penggunaan


Dalam bentuk PROGRAM KEGIATAN Dana BOS dimaksud, proses penyaluran dana BOS kepada Satdikmen
Negeri dan Satdiksus Negeri dilakukan melalui mekanisme penerusan
Uang Persedian (UP) atau Tambahan Uang Persedian (TU) dari
Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor bendahara pengeluaran SKPD yang melaksanakan urusan pendidikan
903/1043/SJ tanggal 24 Februari 2017 Fleksibilitas kepada Bendahara Dana BOS pada Satdikmen Negeri dan Satdiksus
tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Negeri yang disesuaikan dengan besaran penyaluran setiap tahapan
BOS Satdikmen Negeri dan Satdiksus penyaluran Dana BOS.
Negeri yang Diselenggarakan Pemerintah
Provinsi pada APBD. Perkembangan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri
Kebijakan Regulasi Nomor 971-7790 Tahun 2018 tentang
Kepastian Dasar Petunjuk Teknis Penganggaran,
Hukum melalui: 1. Sisa dana BOS pada Satdikmen Negeri dan Satdiksus Negeri tetap Pelaksanaan dan Penatausahaan serta
Permendagri Pedoman berada pada rekening bendahara dana BOS dilaporkan kepada Pertangungjawaban Sisa Dana BOS
Penyusunan APBD PPKD melalui dinas pendidikan provinsi; pada Rekening Bendahara Dana BOS
setiap Tahun 2. Selanjutnya digunakan kembali pada tahun anggaran berikutnya
Satdikmen/Satdiksus Negeri yang
dengan berpedoman pada juknis penggunaan dana BOS yang
berlaku.
Diselenggarakan oleh Pemerintah
Provinsi pada APBD
9
Alur Penganggaran Belanja di SKPD Pendidikan 1) Tahapan Penganggaran BOS
1. Format Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS)
1. Sisa BOS di
Satdik Alokasi BOS Berdasarkan
2. Kurang dan 1 Perpres APBN
Leebih Salur
2
SK GUB PENETAPAN DANA
BOS PER SATDIK

JUKNIS BOS Belum ditetapkan

Sudah ditetapkan 3

Satdikmen dan Kepala SKPD Dinas


Satdiksus Negeri Pendidikan Provinsi
4 3. Penyederhanaan Kode Rekening di Sekolah
Menyusun RKA-
Menyusun RKAS A SKPD
5
5
5 2
Belanja
Belanja Langsung
1. Identifikasi Kebutuhan Sekolah
Alokasi BOS TW IV TA 5 2 1 Belanja Pegawai
Sesuai Penggunaan dlm Juknis
sebelumnya (Final) atau 5 2 1 XX Belanja Pegawai Dana BOS
2. Identifikasi harga satuan acu
Alokasi TA sebelumnya 5 2 1 XX XX Belanja Pegawai Dana BOS
standar biaya
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
3. Kebutuhan Juknis dalam kode
5 2 2 XX Belanja Barang dan Jasa Dana BOS
rekening berkenaan
5 2 2 XX XX Belanja Barang dan Jasa Dana BOS
5 2 3 Belanja Modal
RKA-SKPD (RKA 221) di SKPD Disdik Provinsi 5 2 3 XX Belanja Modal Peralatan dan Mesin
5 2 3 XX XX Belanja Modal Peralatan dan Mesin BOS
3. RKA-SKPD Rekapitulasi dari RKAS Per
2. Menjadi Bagian RKA-SKPD 5 2 3 XX Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
Sekolah
4 3 5 2 3 XX XX Belanja Modal Aset Tetap Lainnya BOS
RKAS Belanja BOS:
Masing-masing Satdik RKA-SKPD Dinas
Pendidikan Kelompok Belanja Langsung, Program BOS, Kegiatan Dana BOS, diuraikan dalam
(Rinci dan Detil) jenis belanja: Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, dan Belanja Modal 10
2) Tahap Pelaksanaan BOS Pada Satdikmen/Satdiksus (Negeri)

SPM-UP/GU
3
PEJABAT PENGGUNA
ANGGARAN/KUASA
KUASA BUD

Belanja Langsung Rasa Hibah SP2D


4
SKPD Dinas Pendidikan Provinsi 1
PPK-SKPD
2 SPP-UP/GU PENYALURAN RKUN
1 X 24 JAM
A
Transfer UANG
Bendahara
Pengeluaran SKPD
BANK PENYALUR / RKUD

5
Satuan Pendidikan Menengah/Khusus Negeri

Bendahara BOS 1. PENERUSAN UP/TUP SESUAI TAHAPAN PENYALURAN DANA BOS


2. BUKTI PENERUSAN MENJADI DASAR PENGAJUAN GU/NIHIL

1. Bendahara diangkat oleh Gubernur;


2. Rekening ditetapkan Gubernur (Giro);
SATUAN
3. Jasa Giro disetor ke RKUD Provinsi.
PENDIDIKAN
3) Tahap Laporan dan Pertanggungjawaban

1. LA
4 2. LO
Rekonsiliasi 5
3. Neraca
SKPD Pendidikan 4. LPE
Bendahara Pengeluaran SKPD PPK-SKPD
Provinsi 5. CaLK

SKPD Dinas Pendidikan Provinsi LK SKPD

Bertanggungjawab secara formal dan material


3

a) Melaporkan realisasi belanja dana BOS setiap Semester beserta SPTJM


b) Melaporkan aset tetap dan aset lainnya serta barang persedian sesuai hasil stock opname
Kepala Sekolah akhir tahun untuk dicatat sebagai BMD.

2
Melaporkan realisasi belanja dana BOS setiap bulan kepada Kepala Satdikmen dan Satdiksus
untuk mendapat pengesahan.

Bendahara Dana Satuan Pendidikan Menengah/Khusus Negeri


BOS
BUKU-BUKU
a.BKU d. BP Bank
a) Mencatat Pendapatan dan Belanja pada Buku Kas Umum b.BP Kas Tunai e. BP Rincian Objek
dan Pembantu Kas c.BP Pajak
b) Melampirkan bukti-bukti pendapatan dan belanja yang sah
Alur Penganggaran Belanja di SKPD Pendidikan 1) Penganggaran Sisa BOS Pada Satdikmen/Satdiksus
Sisa BOS Tahun-tahun 1. Penyederhanaan Kode Rekening di Sekolah
sebelumnya di 5 Belanja
Rekening Sekolah 5 2 Belanja Langsung
yang tidak masuk
Sisa BOS TA 5 2 1 Belanja Pegawai
LKPD
2017 5 2 1 XX Belanja Pegawai Dana BOS
Rekening 5 2 1 XX XX Belanja Pegawai Dana BOS
Bendahara Dana 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
SiLPA TA 2017
BOS 5 2 2 XX Belanja Barang dan Jasa Dana BOS
Pada Penerimaan Pembiayaan
1 5 2 2 XX XX Belanja Barang dan Jasa Dana BOS
TA 2018
5 2 3 Belanja Modal
JUKNIS BOS 5 2 3 XX Belanja Modal Peralatan dan Mesin
5 2 3 XX XX Belanja Modal Peralatan dan Mesin BOS
3 5 2 3 XX Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
5 2 3 XX XX Belanja Modal Aset Tetap Lainnya BOS
RKA-SKPD Rekapitulasi RKAS
Kepala SKPD Dinas
2 Satdikmen dan Pendidikan Provinsi RKA-SKPD (RKA 221) di SKPD Disdik Provinsi
Satdiksus Negeri
5 Belanja
Menyusun RKA- 5 2 Belanja Langsung
SKPD 5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 1 XX Belanja Pegawai Dana BOS
Menyusun RKAS
5 2 1 XX XX Belanja Pegawai Dana BOS
1. Identifikasi Kebutuhan Sekolah SMA Negeri 1 Kuningan
Sesuai Penggunaan dlm Juknis Dst…..
2. Identifikasi harga satuan acu 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
standar biaya 5 2 2 XX Belanja Barang dan Jasa Dana BOS
3. Kebutuhan Juknis dalam kode 5 2 2 XX XX Belanja Barang dan Jasa Dana BOS
SMA Negeri 1 Kuningan
rekening berkenaan
Dst….
5 2 3 Belanja Modal
2. Menjadi Bagian RKA-SKPD 3. RKA-SKPD Rekapitulasi dari RKAS Per 5 2 3 XX Belanja Modal Peralatan dan Mesin
Sekolah
2 RKAS
RKA-SKPD Dinas
5 2 3 XX XX Belanja Modal Peralatan dan Mesin BOS
SMA Negeri 1 Kuningan
Pendidikan 3
Masing-masing Satdik
(Rinci dan Detil) Dst….
5 2 3 XX Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
Belanja BOS: 5 2 3 XX XX Belanja Modal Aset Tetap Lainnya BOS
Kelompok Belanja Langsung, Program BOS, Kegiatan Sisa Dana BOS, SMA Negeri 1 Kuningan
diuraikan dalam jenis belanja: Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, Dst….
dan Belanja Modal 13
2). Tahap Pelaksanaan, Pelaporan dan Pertanggungjawaban
Sisa Dana BOS Satdikmen/Satdiksus

SP2B 4

PPK-SKPD Kepala SKPD Pendidikan KUASA BUD


SPB SKPD Dinas Pendidikan Provinsi
5
3
Bertanggungjawab secara formal dan material

a) Melaporkan realisasi belanja dana BOS setiap Semester beserta SPTJM


b) Melaporkan aset tetap dan aset lainnya serta barang persedian sesuai hasil stop
opname akhir tahun untuk dicatat sebagai BMD.
Kepala Sekolah

2 Menyampaikan aporan Realisasi Penerimaan dan Belanja Dana BOS setiap bulan

1 1. Mencatat Belanja pada Buku Kas dan


BUKU
a.BKU
Pembantu b.Pembantu: 1. BKU 4. Rincian Objek
Bendahara Dana 2. Melampirkan bukti-bukti pendapatan dan
2.. Pajak
BOS belanja yang sah
3. Bank 14
f. Penyaluran Dana BOS Satdikdas Negeri Kewenangan Kab/Kota

Permendikbud: Satdikdasmen, nama bank, KAS UMUM NEGARA


no. rekening dan alokasi, per-Kab/Kota

Permendagri Pedoman Transfer dana BOS per-provinsi


Pengelolaan BOS sesuai PERPRES alokasi dana
BOS

SKPD Pendidikan Kas Umum Daerah (KUD) TEMBUSAN


APBD
Provinsi Provinsi KAB/KOTA
LAPORAN

Keputusan Gubernur tentang


daftar penerima Transfer ke rekening
dan jumlah BOS Per Satdik satuan pendidikan dasar
dgn Mekanisme HIBAH
SKPD Pendidikan (paling lama 7 hari setelah
Kab/Kota BOS diterima di KUD) UU 23/ 2014

NPH BOS ditandatangani PP 71/2010


Penerimaan dan Pengeluaran,
Satdikdas dilakukan pencacatan dan
pengesahan oleh BUD

Yang Yang LAPORAN


Dilaksanakan Dilaksanakan Penerimaan
Masyarakat Pemerintah Belanja
(swasta) (Negeri) Pertanggungjawaban

15
Alokasi APBN 1) Tahap Penganggaran Dikdas Negeri
A
PROVINSI
Pendapatan
Dana BOS
SK GUB Alokasi
Dana BOS Per
Provinsi Sekolah
RKUN
Anggaran
Belanja HIBAH

Penggangaran
Pendapatan
Transfer Alokasi Dana BOS
B Penggangaran Belanja TA Sebelumnya
Satdikdas Negeri
Dinas Pendidikan

Kepala SKPKD
Sekolah PPK-SKPD

KUASA BUD
Bendahara Kepala
Dana BOS SKPD Pendidikan Pendapatan BOS:
Kelompok Lain-Lain Pendapatan Daerah KAB/KOTA
Belanja BOS: Yang Sah, Jenis Hibah, Obyek Hibah
Kelompok Belanja Langsung, Program BOS, yang Dana BOS, Rincian Obyek Hibah Dana
diuraikan dalam kegiatan BOS, Jenis, Objek dan BOS masing-masing Satuan Pendidikan
Rincian Objek Belanja sesuai kode rekening berkenaan Negeri sesuai kode rekening berkenaan.
Alur Penganggaran Belanja di SKPD Pendidikan Tahapan Penganggaran BOS
1. Format Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS)

Alokasi BOS Berdasarkan


Sisa BOS TA
1 Perpres APBN
sebelumnya
2
SK GUB PENETAPAN DANA
BOS PER SATDIK

JUKNIS BOS Belum ditetapkan

Sudah ditetapkan 3

Satdikdas Negeri Kepala SKPD Dinas


Pendidikan Kab/Kota 4. Penyederhanaan Kode Rekening di Sekolah
4 5 Belanja
Menyusun RKA-
A
5 2 Belanja Langsung
Menyusun RKAS SKPD
5 5 2 1 Belanja Pegawai
1. Identifikasi Kebutuhan Sekolah 5 2 1 XX Belanja Pegawai Dana BOS
Sesuai Penggunaan dlm Juknis Alokasi BOS TA 5 2 1 XX XX Belanja Pegawai Dana BOS
2. Identifikasi harga satuan acu sebelumnya 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
standar biaya 5 2 2 XX Belanja Barang dan Jasa Dana BOS
3. Kebutuhan Juknis dalam kode 5 2 2 XX XX Belanja Barang dan Jasa Dana BOS
rekening berkenaan 5 2 3 Belanja Modal
5 2 3 XX Belanja Modal Peralatan dan Mesin
RKA-SKPD (RKA 221) di SKPD Disdik Provinsi 5 2 3 XX XX Belanja Modal Peralatan dan Mesin BOS
5 2 3 XX Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
3. RKA-SKPD Rekapitulasi dari RKAS Per 5 2 3 XX XX Belanja Modal Aset Tetap Lainnya BOS
2. Menjadi Bagian RKA-SKPD Sekolah
4 3
RKAS Belanja BOS:
Masing-masing Satdik RKA-SKPD Dinas
Pendidikan Kelompok Belanja Langsung, Program BOS, Kegiatan Dana BOS, diuraikan dalam
(Rinci dan Detil) jenis belanja: Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, dan Belanja Modal 17
2) Pelaksanaan dan Penatausahan serta Pelaporan dan Pertanggungjawaban

SKPD Dinas Pendidikan Provinsi

SP2B 4

PPK-SKPD Kepala SKPD Pendidikan KUASA BUD


5 SPB

Satdikdas Negeri Bertanggungjawab secara formal dan material


3
1. Menyampaikan Laporan Realisasi Penerimaan Dana BOS Berdasarkan Surat Pernyataan Telah
Menerima Hibah (SPTMH) Dana BOS oleh Kepala Satdikdas Negeri;
2. Menyampaikan Laporan Realisasi Belanja Belanja, disertai:
a. Rekening Koran Dana BOS Satdikdas Negeri dari Bank;
b. Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (SPTJM) Dana BOS oleh Kepala Satdikdas Negeri;
Kepala Sekolah dan
c. Rekapitulasi Pembelian Barang/Aset dari Dana BOS.
2
Menyampaikan Laporan Realisasi Penerimaan dan Belanja Dana BOS setiap bulan
1

Bendahara Dana 1. Mencatat Belanja pada Buku Kas dan Pembantu


BOS 2. Melampirkan bukti-bukti pendapatan dan belanja yang sah
BUKU
1. Bendahara diangkat oleh Bupati/Walikota dari
a.BKU
PNS; b.Pembantu: 1. BKU 4. Rincian Objek
2. Rekening ditetapkan Bupati/Walikota (Giro); 2.. Pajak
3. Jasa Giro disetor ke RKUD Kab/Kota. 3. Bank 18
Dokumen Lampiran:
1. Copy rekening dana BOS Satdikdas
Negeri;
2. SPTJM;dan
3. Rekapitulasi Pembelian Barang/Aset. SP2B 3
Provinsi
Anggaran Disertain Rekapitulasi KAB/KOTA
Belanja HIBAH
Rincian Penerimaan dan
Dinas Pendidikan
Belanja Per Satdikdas
Transfer Dana Negeri
B BOS 1
SKPKD
Penerimaan Dana
BOS disekolah Kepala
Laporan
Penggunaan
SKPD Pendidikan
`` SPB
Belanja Setiap
Semester
Kepala 4
Renkonsiliasi KUASA BUD
Sekolah 2
PPK-SKPD

Belanja diakui Pendapatan


dan dicatat diakui dan
SPTMH

Bendahara pada SKPD dicatat pada


SKPKD
Dana BOS
SPTMH Per Satdikdas Negeri

Tata Pelaporan dan Pertangungjawaban


g. Model RKAS untuk Semua Satuan Pendidikan

RENCANA
RENCANA KEGIATAN
KERJA DANDAN ANGGARAN SEKOLAH
ANGGARAN SEKOLAH (RKAS)
Nama Sekolah : SMK NEGERI
Desa/ Kecamatan :-
Kabupaten/ Kota :-
Provinsi :- Standar Biaya Yang
Sumber Dana BOS : Dana BOS Ditetapkan Oleh Kepala
Daerah Sesuai dengan PMK Penyaluran

RINCIAN PERHITUNGAN TRIWULAN


KODE PROGRAM DAN JUMLAH
NO KODE REKENING URAIAN HARGA I II III IV
KEGIATAN VOLUME SATUAN (Rp)
SATUAN (20%) (40%) (20%) (20%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
PENDAPATAN 1.565.200.000 313.040.000 626.080.000 313.040.000 313.040.000
5.2. Belanja Langsung
5.2.2 Jenis Belanja Barang dan Jasa
5.2.2.xx Obyek Belanja Barang dan Jasa Dana BOS
5.2.2.xx.xx Rincian Obyek Belanja Barang dan Jasa Dana BOS 1.173.900.000 302.540.000 388.998.000 187.722.000 294.640.000
Program SNP 01 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 266.991.900 116.327.700 64.529.200 25.410.000 60.725.000
Sub Program SNP 01.0101 Pencapaian Akademis Peserta Didik
Kegiatan SNP 01.0101.04 Pelaksanaan UASBN Tingkat Kabupaten/ Kota/Provinsi
Komponen Pembiayaan 01.0101.04.04 Pelaksanaan UASBN Tingkat Kabupaten/ Kota/Provinsi
11.434.200 - 11.434.200 - -
Juknis
- Fotocopy
LJK 246 org x 3 mp x 3 lbr x Rp 200 442.800 442.800
Soal 246 org x 3 mp x 14 lbr x Rp 200 2.066.400 2.066.400
- Transportasi 27 org x 3 hr x Rp 50.000 4.050.000 4.050.000
- Konsumsi Ujian -
Makan Siang 65 org x 3 hr x Rp 25.000 4.875.000 4.875.000
01.0101.06.04 Pelaksanaan Ujian Tengah Semester 34.440.000 14.280.000 - 20.160.000 -
a. Ganjil
- Fotocopy
LJK 1200 org x 14 mp x 1 lbr x Rp 200 3.360.000 3.360.000
Soal 1200 org x 14 mp x 5 lbr x Rp 200 16.800.000 16.800.000
b. Genap
- Fotocopy
LJK 850 org x 14 mp x 1 lbr x Rp 200 2.380.000 2.380.000
Soal 850 org x 14 mp x 5 lbr x Rp 200 11.900.000 11.900.000
01.0101.07.04 Pelaksanaan Ujian Akhir Semester 76.790.000 - 32.330.000 - 44.460.000
a. Ganjil

1. RKAS Pendekatan Kode Rekening APBD dan Kode SNP


2. Kode Rekening dibagi 3 Jenis disesuaikan kebijakan pengelolaan daerah, dimana belanja pegawai dan belanja barang dan jasa
dibuka obyek dan rincian obyek baru yaitu belanja pegawai dana BOS dan belanja barang dan jasa dana BOS, sedangkan belanja
Modal agar dirinci.
3. Ketika ada pergeseran anggaran dalam 1 (rincian obyek) untuk jenis belanja pegawai dan barang dan jasa maka menjadi
kewenangan kepala sekolah dimana RKAS dirubah mengetahui Komite Sekolah dan Disampaikan kepada Kepala Dinas
Pendidikan Kab/Kota melalui PPK SKPD Dinas Pendidikan.
4. Mengintegrasikan Perencanaan dan Pelaporan dalam RKAS sehingga memudahkan sekolah dalam Laporan Penggunaan Dana
BOS ke Kemendikbud

20
Integrasi Perencanaan dan Pelaporan

Perencanaan Pelaksanaan Laporan

1. Membuat RKAS 1. Membuat Buku Kas Umum 1. Penggunaan BOS (d/h K-7A) termasuk
(pendekatan kode 2. Membuat Buku Pembantu Kas Tunai Laporan online pendekatan 8 SNP
rekening) 2. Laporan Realisasi Belanja Dana BOS (sesuai jenis
3. Membuat Buku Pembantu Bank
4. Membuat Buku Pembantu Pajak belanja), disertai:
5. Membuat Buku Rincian Obyek Belanja a. Rekening Koran;
b. SPTJM;
c. Rekap Pembelian Barang/Aset
3. Surat Pernyataan Telah Menerima Hibah Dari
Provinsi

1. RKAS Pendekatan Kode Rekening APBD dan Kode SNP. Format


berubah penambahan kolom kode rekening APBD dan Kode 8
SNP.
2. Mengintegrasikan Perencanaan dan Pelaporan dalam RKAS
sehingga memudahkan sekolah dalam Laporan Penggunaan
Dana BOS ke Kemendikbud.

21
Integrasi Perencanaan dan Pelaporan

1. Kata Kunci Pemilihan Kegiatan dalam penggunaan setiap komponen penggunaan Juknis Dana BOS disesuaikan
kegiatan pada 8 SNP.
2. 8 SNP menjadi Dasar penyusunan Laporan

Contoh
Menterjemahkan Pelaksanaan Ujian Tengah Semester pada komponen penggunaan kegiatan evaluasi pembelajaran

4. Kegiatan Evaluasi Kegiatan evaluasi pembelajaran yang dapat dibiayai meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah
Pembelajaran semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau ujian sekolah/nasional.
Komponen pembiayaan dari kegiatan yang dapat dibayarkan terdiri atas:
a)fotokopi/penggandaan soal;
b)fotokopi laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala sekolah, serta dari kepala
sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik;
c)biaya transport pengawas ujian yang ditugaskan di luar sekolah tempat mengajar, yang tidak dibiayai oleh
Pemerintah Pusat/pemerintah daerah.

PROGRAM SUB. PROGRAM KEGIATAN


01 Pengembangan Kompetensi Lulusan 0101 Pencapaian Akademis Peserta Didik 010105 Pelaksanaan Ulangan Harian
01 Pengembangan Kompetensi Lulusan 0101 Pencapaian Akademis Peserta Didik 010106 Pelaksanaan Ujian Tengah Semester
01 Pengembangan Kompetensi Lulusan 0101 Pencapaian Akademis Peserta Didik 010107 Pelaksanaan Ujian Akhir Semester
01 Pengembangan Kompetensi Lulusan 0102 Pengembangan Potensi Peserta Didik 010214 Pemantapan persiapan ujian

01.0101.06.04 Pelaksanaan Ujian Tengah Semester

Pemilihan Kegiatan dalam Penggunaan sesuai dengan 8 SNP

22
Kode Rekening Belanja Modal (SMK)

Kode Rekening APBD SNP Komponen


Penggunaan
Belanja Modal
Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
Belanja Modal Aset Tetap Lainnya Dana BOS

05. Standar Sarana dan Prasarana Sekolah 01


05.15.
05.15.141. Pengadaan Buku Pegangan Guru
05.15.141.01. Pengadaan Buku Pegangan Guru

05.15.142. Pengadaan Buku Peserta Didik 01


05.15.152.01. Pengadaan Buku Pelajaran peser ta didik
Belanja Modal Peralatan dan M esin

Belanja Modal Peralatan dan M esin Dana BOS

01.Standar Kompetensi Lulusan 011


01.01. Pencapaian Akadem ik Peserta Didik
01.01.11 Pelaksanaan Uji Kom petensi Keahlian
01.01.11.11. Pelaksanaan Uji Kom petensi Keahlian
01.02. Pengembangan Potensi Peserta Didik 05
01.02.21. Penyelenggaraan Penghijauan dan Perindangan
Lingkungan
01.02.21.05. Pem belian Gerobak
02. Standar Isi 01
02.04. Penyediaan Kebutuhan Pengembangan Peser ta Didik
02.04.34. Penyusunan Program Perpustakaan
02.04.34.01 Penyusunan Program Perpustakaan (AC, kursi baca,
rak buku dan kursi rapat)

03. Standar Proses 03


03.07
03.07. 90. Pengadaan Alat Pembelajaran
03.07.90. 03. Pengadaan Alat Pembelajaran

05. Standar Sarana dan Prasarana Sekolah 10


05.15.
05.15.129. Pengadaan Kom puter
05.15.129.10. Pengadaan Komputer

05.15.130. Pengadaan Printer 10


05.15.130.10. Pengadaan Printer
05.15.132. Pengadaan LCD/Proyektor/Notebook 10
05.15.132.10. Pengadaan LCD/Proyektor/Notebook
05.15.147. Penambahan Meja Kursi murid 08
05.15.147.08. Penam bahan Meja Kursi Murid
05.15.148. Penambahan Meja Kursi Guru 08
05.15.145.08 Penambahan M eja Kursi Guru
05.15.152. Pengadaan Papan Pengumuman/Papan Tulis 08
05.15.152.08 Pengadaan Papan pengum uman/Papan Tulis
05.16. Pemeliharaan Sekolah 08
05.16.175. Pem eliharaan Taman dan lapangan
05.16.175.08 Pemeliharaan Tam an dan Lapangan
23
Kode Rekening Belanja Modal (SMA)
Kode Rekening APBD SNP Komponen Penggunaan

Belanja Modal
Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
Belanja Modal Aset Tetap Lainnya Dana BOS

03. Pengembangan Standar Proses 01


03.07. Penyediaan Sumber Belajar
03.07.099 Pengadaan Buku Perpustakaan
03.07.099.01. Pembelian Buku Nonteks Pembelajaran

05. Pengembangan Sarana dan Prasarana Sekolah 01


05.15. Kecukupan Sarana Sekolah
05.15.142. Pengadaan Buku Pelajaran Pokok Peserta Didik
05.15.142.01 Pengadaan Buku Kurikulum 2013
05.15. Kecukupan Sarana Sekolah 01
05.15.141. Pengadaan Buku Pegangan Guru
05.15.141.01. Pengadaan Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013
Belanja Modal Peralatan dan Mesin
Belanja Modal Peralatan dan Mesin Dana BOS
03.07. Penyedian Sumber Belajar 03
03.07.091 Penyedian Alat/Bahan Laboratorium
07.03.091.03. Pembelian Alat Praktek Laboratorium
05. Pengembangan Sarana dan Prasarana Sekolah 10
05.15.129. Pengadaan Komputer
05.15.129.10 Pembelian alat Multimedia Pembelajaran

05.15.130. Pengadaan Printer 10


05.15.130.10. Pengadaan Printer
05.15.132. Pengadaan LCD 10
05.15.132.10. Pembelian LCD untuk digunakan dalam proses
pembelajaran
07. Pengembangan Standar Pembiayaan 05
07.23. Pengelolaan Keuangan
07.23.226. Pengadaan Alat Kebersihan
07.23.226.05 Pembelian Gerobak

24
h. Penyesuaian Pagu Dana BOS Berdasarkan Dapodik (Kurang/Lebih
Salur) Pada APBD

1. Perlakuan Penyaluran Berdasarkan Dapodik

Lampiran V.9.b Permendagri No. 38 Tahun 2018

Perubahan pagu alokasi dana BOS pada Satdikdas Negeri pada APBD
Kab/Kota, Satdikmen Negeri dan Satdiksus Negeri pada APBD Provinsi TA
2019 berdasarkan penyaluran dana BOS sesuai cut off Data Pokok
Pendidikan (DAPODIK) pada TA 2019 dilakukan penyesuaian yaitu:

a. Apabila penyaluran Dana BOS b. Apabila penyaluran Dana


melebihi atau kurang dari pagu BOS melebihi atau kurang
alokasi Dana BOS per Satuan dari pagu alokasi Dana BOS
Pendidikan, maka Pemerintah per Satuan Pendidikan yang
Daerah menyesuaikan alokasi telah dicantumkan dalam
Dana BOS pada Perubahan Perubahan APBD TA 2019 ,
APBD maka Pemerintah Daerah
menyesuaikan alokasi Dana
BOS dengan cara terlebih
dahulu melakukan perubahan
peraturan kepala daerah
tentang penjabaran
Permendikbud No. 1 Tahun 2018 untuk BOS TA 2018 Perubahan APBD TA 2019,
dan pemberitahuan kepada
2. Perlakuan Sisa Lebih Salur APBD Lampiran III.1.C.5) Permendagri No. 38 Tahun 2018 pimpinan DPRD selanjutnya
dilaporkan dalam Laporan
Realisasi Anggaran
1 Selanjutnya, terhadap sisa dana BOS 2 Terhadap sisa Dana BOS TA 2018
TA 2018 termasuk sisa dana BOS termasuk sisa Dana BOS di RKUD
pada Satdik Negeri yang Provinsi akibat belum disalurkan TA
diselenggarakan Kab/Kota akibat lebih 2018 ke Rekening Satdikdas Negeri
salur yang telah ditransfer oleh yang diselenggarkan Kab/Kota, agar
Provinsi, diperhitungkan pada APBD diperhitungkan pada APBD Provinsi TA
TA 2019. 2019
25
Dampak Penyesuaian Pagu Satdik Berdasarkan SK Gubernur dan Cut Off Data
Serta Penggunaan Sisa Dana BOS Satdikmen/Satdiksus Negeri Pada APBD
Provinsi di Tahap Penganggaran
1
2
Penyesuaian Pagu Dana BOS per Satdik Akibat Penetapan Pagu Satdik Perubahan pagu alokasi dana BOS Satdikmen Negeri dan Satdiksus
berdasarkan Surat Keputusan Gubernur. Negeri pada APBD Provinsi TA 2019 berdasarkan penyaluran dana BOS
sesuai cut off Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) pada TA 2019.

Butir A.10 SE MDN No.903/1043/SJ Tgl 24 Februari 2017


Lampiran V.9.b Permendagri No. 38 Tahun 2018

2. Dalam hal penyaluran Dana BOS Tw IV ditambah penyaluran dana cadangan


1. Dalam hal penyaluran Dana
(buffer) untuk kurang/lebih salur Tw III dan Tw IV atau semester II
a BOS Tw I, Tw II dan Tw III
ditambah penyaluran dana KURANG/LEBIH
Pagu BOS TA cadangan (buffer) untuk
sebelumnya Pagu kurang/lebih salur Tw I dan
Ditampung P-APBD Ditampung dlm Perkada tentang Penjabaran
BOS TA Tw II atau semester I Perubahan APBD dan Dilaporkan dlm LRA
SK Gub
mendahului P-APBD
KURANG/LEBIH

Rubah Perkada ttg APBD Provinsi Penyesuaian RKAS 3


SATDIK Penjabaran APBD
Mendahului P-APBD
RKAS (awal)
Penyesuaian RKAS 1 Penyesuaian RKAS 2

Penyesuaian RKAS, RKA-SKPD, APBD dan DPA-SKPD


1. Setiap perubahan Pagu Alokasi yang sdah ditampung di APBD harus melalui mekanisme diformulasikan dalam mendahului
P-APBD , P-APBD atau setelah P-APBD dilaporkan dalam LRA;
2. Sekolah dilarang menyesuaikan alokasi perubahan Dana BOS dalam RKAS sebelum adanya mekanisme angka 1 dilakukan,
terutama belanjanya.
3. Penggunaan sisa Dana BOS TA sebelumnya ditambahkan ketika penyesuaian pagu Dana BOS per Satdik berdasarkan SK
Gub dimana saat itu Sisa BOS sudah diaudit oleh BPK.
26
Dampak Penyesuaian Pagu Dana BOS Berdasarkan Dapodik (Kurang/Lebih Salur) dan
Penyesuaian Pagu Satdik SK Gub Penetapan Pada APBD Kab/Kota di Tahap Penganggaran
1
2
Penyesuaian Pagu Dana BOS per Satdik Akibat Penetapan Pagu Satdik Perubahan pagu alokasi dana BOS pada Satdikdas Negeri pada APBD
berdasarkan Surat Keputusan Gubernur. Kab/Kota, Satdikmen Negeri dan Satdiksus Negeri pada APBD Provinsi TA
2019 berdasarkan penyaluran dana BOS sesuai cut off Data Pokok
Pendidikan (DAPODIK) pada TA 2019.
Butir A.10 SE MDN No.971-7791 Tahun 2018
1. Lampiran V.9.b Permendagri No. 38 Tahun 2018
Sisa BOS TA 2. Butir A.10 SE MDN No.971-7791 Tahun 2018
sebelumnya
di Satdik 2. Dalam hal penyaluran Dana BOS Tw IV ditambah penyaluran dana cadangan
1. Dalam hal penyaluran Dana
(buffer) untuk kurang/lebih salur Tw III dan Tw IV atau semester II
BOS Tw I, Tw II dan Tw III
ditambah penyaluran dana KURANG/LEBIH
Pagu BOS TA cadangan (buffer) untuk
sebelumnya Pagu kurang/lebih salur Tw I dan
Ditampung P-APBD Ditampung dlm Perkada tentang Penjabaran
BOS TA Tw II atau semester I Perubahan APBD dan Dilaporkan dlm LRA
SK Gub
mendahului P-APBD
KURANG/LEBIH

Rubah Perkada ttg APBD Kab/Kota Penyesuaian RKAS 3


SATDIK Penjabaran APBD
Mendahului P-APBD
RKAS (awal)
Penyesuaian RKAS 1 Penyesuaian RKAS 2

Penyesuaian RKAS, RKA-SKPD, APBD dan DPA-SKPD


1. Setiap perubahan Pagu Alokasi yang sdah ditampung di APBD harus melalui mekanisme diformulasikan dalam mendahului
P-APBD , P-APBD atau setelah P-APBD dilaporkan dalam LRA;
2. Sekolah dilarang menyesuaikan alokasi perubahan Dana BOS dalam RKAS sebelum adanya mekanisme angka 1 dilakukan,
terutama belanjanya.
3. Penggunaan sisa Dana BOS TA sebelumnya ditambahkan ketika penyesuaian pagu Dana BOS per Satdik berdasarkan SK
Gub dimana saat itu Sisa BOS sudah diaudit oleh BPK.
27
Perubahan Penyaluran Berdasarkan Dapodik Dana BOS TA 2019

31 Oktober TA 31 Januari 31 Oktober TA


sebelumnya Berjalan
Alokasi Final TW I
Alokasi Final TW II
dan IV
Alokasi Sementara
TW I Alokasi Sementara
Alokasi Final TW II TW III
1. Alokasi dana BOS
Reguler tiap
Sekolah dihitung Alokasi Sementara TW IV
berdasarkan jumlah
peserta didik di Permendikbud No. 3 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler
tiap Sekolah
Triwulan I dan semester I Triwulan II Triwulan III, triwulan IV, dan semester II
dikalikan dengan
1. Alokasi sementara tiap Sekolah untuk penyaluran 1. Alokasi tiap Sekolah 1. Alokasi sementara tiap Sekolah untuk penyaluran
satuan biaya yang
triwulan I (untuk penyaluran triwulanan) dan semester I untuk penyaluran triwulan III dan triwulan IV (untuk penyaluran triwulanan),
telah ditetapkan
(untuk penyaluran semesteran) didasarkan pada hasil triwulan II (untuk serta semester II (untuk penyaluran semesteran)
untuk tiap jenjang
cut off tanggal 31 Oktober tahun anggaran sebelumnya. penyaluran triwulanan) didasarkan pada hasil cut off tanggal 31 Januari.
pendidikan.
2. Berdasarkan data cut off tanggal 31 Oktober ini, didasarkan pada hasil 2. Berdasarkan data cut off tanggal 31 Januari ini, provinsi
2. Penetapan alokasi
provinsi menyalurkan dana BOS Reguler ke tiap cut off tanggal 31 menyalurkan dana BOS Reguler ke tiap Sekolah di awal
BOS Reguler tiap
Sekolah di awal triwulan I (untuk penyaluran triwulanan) Januari. triwulan III dan triwulan IV (untuk penyaluran triwulanan),
Sekolah didasarkan
dan semester I (untuk penyaluran semesteran) sesuai 2. Berdasarkan data cut off serta semester II (untuk penyaluran semesteran) sesuai
pada data hasil
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. tanggal 31 Januari ini, ketentuan yang berlaku.
batas waktu akhir
3. Alokasi final tiap Sekolah untuk triwulan I dan semester provinsi menyalurkan 3. Alokasi final tiap Sekolah untuk triwulan III dan triwulan IV
pendataan (cut off)
I didasarkan pada hasil cut off tanggal 31 Januari. dana BOS Reguler ke (untuk penyaluran triwulanan), serta semester II (untuk
Dapodik berikut:
4. Berdasarkan data cut off tanggal 31 Januari ini, provinsi tiap Sekolah di awal penyaluran semesteran) didasarkan pada hasil cut off
a. cut off tanggal
menghitung lebih kurang penyaluran dana BOS Reguler triwulan II (untuk tanggal 31 Oktober tahun anggaran berkenaan.
31 Januari;
di awal triwulan I (untuk penyaluran triwulanan) dan penyaluran triwulanan) 4. Berdasarkan data cut off tanggal 31 Oktober ini, provinsi
dan
semester I (untuk penyaluran semesteran) untuk sesuai dengan menghitung lebih kurang penyaluran dana BOS Reguler
b. cut off tanggal
dikompensasikan dalam penyaluran dana BOS Reguler ketentuan peraturan di awal triwulan III dan triwulan IV (untuk penyaluran
31 Oktober.
triwulan II dan semester II sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. triwulanan), serta semester II (untuk penyaluran
peraturan perundang- undangan. semesteran) untuk dikompensasikan sebelum akhir tahun
anggaran berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
28
Penyesuaian Pagu Dana BOS Berdasarkan Dapodik (Kurang/Lebih Salur) dan Penyesuaian
Pagu Satdik SK Gub Penetapan Pada APBD Provinsi di Tahap Penganggaran
1 2
Penyesuaian Pagu Dana BOS per Satdik Akibat Penetapan Pagu Satdik Perubahan pagu alokasi dana BOS pada Satdikdas Negeri pada APBD
berdasarkan Surat Keputusan Gubernur. Kab/Kota, Satdikmen Negeri dan Satdiksus Negeri pada APBD Provinsi TA
2019 berdasarkan penyaluran dana BOS sesuai cut off Data Pokok
Pendidikan (DAPODIK) pada TA 2019.
Butir A.10 SE MDN No.903/1043/SJ Tgl 24 Februari 2017
Lampiran V.9.b Permendagri No. 38 Tahun 2018

1. Dalam hal penyaluran


sementara BOS Tw I atau 2. Dalam hal penyaluran BOS Sementara Tw IV, final Tw III dan Tw IV atau
Semester I, Final Tw I atau semester II dan kurang/lebih salur Tw III dan Tw IV atau Semester II
Semester I, kurang/lebih salur KURANG/LEBIH
Pagu BOS TA Tw I atau Semester I, Tw II
sebelumnya Pagu dan penyaluran sementara Tw
Ditampung P-APBD Ditampung dlm Perkada tentang Penjabaran
BOS TA III Perubahan APBD dan Dilaporkan dlm LRA
SK Gub
mendahului P-APBD
KURANG/LEBIH

Rubah Perkada ttg APBD Provinsi Penyesuaian RKAS 3


SATDIK Penjabaran APBD
Mendahului P-APBD
RKAS (awal)
Penyesuaian RKAS 1 Penyesuaian RKAS 2

1. Cut Off Data tgl 31 Oktober TA sebelumnya ut penyaluran Sementara TW I atau Semester I;
2. Cut Off Data tgl 31 Januari TA berjalan ut penyaluran Final TW I atau Semester I;
3. Cut Off Data tgl 31 Januari TA berjalan ut kurang/lebih salur ut Tw I atau Semester I, kemudian ut dikompensasikan pada TW II atau
Semester II;
4. Cut Off Data tgl 31 Januari TA berjalan ut penyaluran TW II;
5. Cut Off Data tgl 31 Januari TA berjalan ut penyaluran Sementara TW III dan TW IV atau Semester II
6. Cut Off Data tgl 31 OktoberTA berjalan ut penyaluran Final TW III dan TW IV atau semester II;
7. Cutt Off Data tgl 31 Oktober TA berjalan ut kurang/lebih salur ut TW III dan TW IV atau semester II yang dikompensasikan sebelum akhir
tahun anggaran. 29
Penggunaan Sisa Dana BOS TA Sebelumnya pada Satdikmen/Satdiksus Negeri pada APBD Provisi

Sisa Pagu Dana BOS


TA sebelumnya (SilPA
Menambah Kegiatan Baru
Kalau Ada Penyesuaian Belanja

Rubah Perkada ttg


Penjabaran APBD APBD Provinsi Ditampung P-APBD
SATDIK
Mendahului P-APBD
b Penyesuaian RKAS 3
RKAS (awal)

Penyesuaian RKAS, RKA-SKPD, APBD dan DPA-SKPD

30
I. Langkah Strategis (Inovasi)

1. Belanja Sekolah menjadi bagian belanja dari Kondisi Pengelolaan Saat Ini
SKPD Dinas Pendidikan yang menjadi ruang
lingkup pengelolaan APBD, maka pengelolaan a. Persoalan Regulasi Pengelolaan Dana BOS
mengikuti norma pengelolaan keuangan daerah.
2. Pengelolaan Dana BOS Sekolah khususnya 1. Alokasi Dana BOS untuk Satdikdas tidak
dalam laporan pertanggungjawaban keuangan sejalan dengan ketentuan otonomi daerah;
daerah menggunakan SAP. 2. Hibah dari Provinsi untuk Satdikdas Negeri
tidak sejalan dengan ketentuan hibah pada
b. Persoalan belanja Belanja Sekolah tidak Pemerintah Daerah.
efektif dan efisien 3. Penggunaan langsung hibah dana BOS pada
Satdikdas Negeri dari Provinsi tidak sesuai
Kondisi aktual saat ini bahwa Dana Bantuan dengan ketentuan pengelolaan keuangan
daerah.
Operasional Sekolah belum dikelola
4. Pengelolaan Dana BOS Satdikdas Negeri tidak
secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, masuk RKUD dan tidak disajikan dalam Laporan
transparan dan bertanggungjawab pada Keuangan Pemerintah Daerah.
c. Persoalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 5. Pengelolaan Satdikmen/Satdiksus Negeri dalam
Sumber Daya Provinsi dan Kabupaten/Kota. bentuk program dan kegiatan sehingga
penyaluran dana BOS menjadi bagian belanja
1. Sumber daya pengelolaan dana BOS di di Sekolah khususnya SKPD (UP/TU) yang jumlahnya tidak sesuai
Satdikdas Negeri dengan jumlah yang terbatas dan dalam pengelolaan dengan kebutuhan Satdikmen/Satdiksus Negeri.
keuangan daerah. Pengelola wajib ASN dari PNS. 6. Telah ditetapkan SE Mendagri Nomor
2. Sekolah belum menerapkan MBS dalam pengelolaan sekolah untuk 910/1043/SJ melalui diskresi penerusan UP/TU
mendukung SNP sehingga tidak dapat dipetakan mutu sekolah (BOS dari bendahara pengeluaran SKPD sebesar
instrumen). kebutuhan dana BOS per triwulan/semester tapi
3. Lemahnya mekanisme pelaporan sekolah sehingga pelaporan tidak dalam implementasinya menimbulkan keraguan
tepat waktu. dari Pemerintah Provinsi terkait SE dimaksud
4. Belum adanya alat bantu (tools) yang dapat digunakan dalam yang dianggap lemah dalam aspek kekuatan
pengelolaan Dana BOS berbasis sistem informasi. hukum dan tidak menjadi bagian hirakhi
5. Aset yang belum disajikan sebagai bagian BMD termasuk persedian. peraturan perundang-undangan.
Lanjutan Langkah Strategis (Inovasi)

Peran Kementerian Dalam Negeri: 3. Ketiga, dalam UU No.23 Tahun 2014, Kementerian Dalam Negeri
diposisikan sebagai koordinator dalam pembinaan dan
pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk
1. Pertama, dalam desain UU No.23 Tahun dalam pengelolaan keuangan daerah.
2014, Kementerian Dalam Negeri
diposisikan sebagai organ pemerintah
yang memiliki peran utama dalam Pengelolaan keuangan daerah “tertib, taat pada ketentuan PP,
penyelenggaraan urusan pemerintahan di efisien, efektif, ekonomis, transparan dan bertanggungjawab
daerah. dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatuhan dan manfaat
untuk masyarakat”.
2. Kedua, Kementerian Dalam Negeri
dijadikan sebagai poros pemerintahan,
terutama dalam kerangka Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Ditjen Bina
penyelenggaraan otonomi daerah dan Keuangan Daerah sesuai Pasal 897 Permendagri 43 tahun 2015 jo
NKRI; Permendagri 8 tahun 2018 “melaksanakan sebagian tugas Direktorat
Jenderal Bina Keuangan Daerah di bidang pelaksanaan,
penatausahaan, akuntansi, pelaporan dan pertanggungjawaban
keaungan daerah”.

MENGATASI PERSOALAN PENGELOLAAN DANA BOS


1. Tersedianya regulasi pengelolaan dana BOS
pada APBD Provinsi/Kab/Kota;dan
2. Pengelolaan Dana BOS berbasis elektronik INOVASI PENGUATAN REGULASI DAN
(Aplikasi) Namanya Sistem Informasi PENGELOLAAN DANA BOS BERBASIS APLIKASI
Pengelolaan Dana BOS (SIPBOS)
Pengelolaan dana BOS secara tertib, efisien, ekonomis,
KONDISI YANG DIHARAPKAN efektif, transparan dan bertanggungjawab
Terima Kasih

KEMENTERIAN DALAM NEGERI


REPUBLIK IINDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BINA KEUANGAN DAERAH
Jl. Veteran Nomor 7 Jakarta 10110, Telp/Fax (021) 3504042
http://keuda.kemendagri.go.id Email: dak.djkd@kemendagri.go.id