Anda di halaman 1dari 6

JUDUL ESAI

“Gerakan ‘1 Siswa, 1 Pohon’ bagi para siswa SD, SMP, dan SMA”

Karya ini disusun untuk Mengikuti Lomba Esai


“Pembangunan Berkelanjutan (SDG)”

Penulis :
Salsabila Pristy Anjampiani
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui, pemanasan global terus meningkat sepanjang waktu. Hal ini
dilihat dan ditemukan dari bagian menimbang huruf (e) pada Undang-Undang No. 32 Tahun
2009 Tentang Perlindungan & Pengelolaan Lingkungan Hidup yang berbunyi “bahwa
pemanasan global yang semakin meningkat mengakibatkan perubahan iklim sehingga
memperparah penurunan kualitas lingkungan hidup karena itu perlu dilakukan perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup;”.

Dengan kesadaran masyarakat yang masih kurang tentang bahaya dari pemanasan global,
membuat masyarakat menjadi tidak acuh untuk menanggulangi masalah ini. Pemanasan
global menyebabkan memanasnya suhu rata-rata di permukaan bumi, cuaca menjadi tidak
menentu, musim datang tidak sesuai dengan masanya, banyak peristiwa kebakaran, hasil
pertanian yang menurun, dan lain-lain. Dengan kurangnya kesadaran masyarakat, kurang
juga kesadaran mereka untuk menanamkan kepada anak betapa entingnya dampak dari
pemanasan global. Maka dari itu, diperlukan penanaman kepada anak sejak dini, tentang
bahaya dari pemanasan global, agar anak-anak tertanam di pemikirannya bahwa ia harus dan
wajib menjaga lingkungan demi masa depan.

Anak adalah tumpuan dari negara, kelak mereka akan menjadi pemimpin di negaranya,
dan mereka yang akan merasakan dampak dari ketidak acuhan masyarakat tentang dampak
dari pemanasan global sekarang. Jadi diperlukan wawasan tentang lingkungan, terutama
tentang pemanasan global sejak dini, yang dapat direalisasikan dengan diberlakukannya
gerakan “Satu Siswa, Satu Pohon” untuk Siswa dan Siswi SD, SMP, serta SMA di seluruh
Indonesia. Gerakan ini dapat meminimalisir pemanasan global yang terjadi, dengan
menanam pohon, maka akan dihasilkan senyawa oksigen dari pohon tersebut untuk
mengurangi pemanasan global. Gerakan ini juga dapat menyadarkan masyarakat betapa
pentingnya menanam pohon untuk mengurangi pemanasan global, walaupun hanya satu
pohon bagi satu orang.
1.2 Permasalahan

Urgensi dari permasalahan ini adalah dengan menimbang:

1. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mendidik anak tentang pentingnya


menanam pohon guna mengurangi pemanasan global.
2. Belum ada kebijakan dari pemerintah untuk mewajibkan sekolah untuk melakukan
Gerakan “1 Siswa, 1 Pohon”.
3. Meningkatnya pemanasan global yang menyebabkan dampak negatif bagi seluruh
umat manusia.
4. Kurangnya peran pemerintah untuk menggalakkan gerakan yang bertujuan untuk
melingungi lingkungan.

1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk merealisasikan Gerakan “Satu Siswa, Satu
Pohon” untuk mengurangi pemanasan global dan menanamkan sejak dini kepada para
siswa tentang pentingnya menanam pohon untuk mengurangi dampak dari pemanasan
global, serta menanamkan kepada masyarakat bahwa masyarakat harus peduli terhadap
lingkungan karena dampak yang terjadi dari kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh
pemanasan global juga akan berdampak kepada masyarakat itu sendiri.
BAB II

ISI

2.1 Pembahasan

Mengenai Gerakan “Satu Siswa, Satu Pohon”, dapat direalisasikan dengan


dituangkan pada kebijakan pemerintah dalam mewajibkan seluruh sekolah untuk
merealisasikan Gerakan “Satu Siswa, Satu Pohon”. Keikutsertaan pemerintah dalam
mendukung gerakan ini menjadi inti dari ide yang dikemukakan oleh penulis, selain
kesadaran dari pemerintah untuk memberi kebijakan mengenai “Satu Siswa, Satu Pohon”,
diperlukan juga kemauan dari masyarakat untuk merealisasikan gerakan tersebut.

Dengan mewajibkan seluruh sekolah (SD, SMP, SMA) untuk merealisasikan gerakan
ini, dapat berdampak positif terhadap sekolah tersebut karena memberikan edukasi yang
berdampak positif untuk lingkungan dengan gerakan yang terealisasikan, bukan hanya
sekedar teori. Edukasi yang diberikan di sekolah, tidak cukup kalau tidak direalisasikan di
kehidupan nyata. Maka dari itu, perlu adanya kemauan dari pihak sekolah untuk
merealisasikan gerakan ini, da diperlukan dukungan yang optimal dari pemerintah mengenai
gerakan “Satu Siswa, Satu Pohon”.

Setiap tahun pasti ada penerimaan siswa baru di setiap sekolah, pada saat itu juga
akan ada bibit-bibit calon pohon yang akan ditanam oleh para siswa. Dampak dari menanam
pohon ini tidak bisa langsung dirasakan pada saat itu juga, dampaknya akan dirasakan pada
masa depan. Masa depan itu juga yang nantinya akan dirasakan oleh para siswa yang
menanam pohon tersebut. Gerakan ini mendukung pembangunan berkelanjutan, dengan
bercirikan: memberikan kemungkinan pada kelangsungan hidup dengan jalan melestarikan
fungsi dan kemampuan ekosistem yang mendukungnya, baik secara langsung maupun tidak
langsung (H. M. Hadin Muhjad, 2015: 15).

Gerakan ini juga dapat memberi dampak positif pada masa depan untuk lingkungan,
dampak positif tidak hanya akan dirasakan oleh para siswa yang menanam, tetapi juga akan
dirasakan oleh orang lain yang tidak ikut serta dalam gerakan “Satu Siswa, Satu Pohon”
sehingga akan tersadarkan akan dampak dari menanam pohon, dan akan ikut serta dalam
gerakan menanam pohon.

Dengan terealisasikannya Gerakan “Satu Siswa, Satu Pohon” diharapkan seluruh siswa
di Indonesia sadar bahwa menanam pohon, selain dapat menyelamatkan lingkungan, juga
dapat memberi dampak yang besar di masa depan. Juga, siswa-siswa tersebut akan
merasakan bagaimana menanam pohon, sehingga mereka tidak akan merusak pohon-pohon
yang mereka temui, dan menjaga serta merawat pohon yang mereka tanam. Gerakan ini juga
sebagai salah satu cara untuk merealisasikan tujuan dari Pembangunan Berkelanjutan.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari tulisan ini adalah dibutuhkannya keikutsertaan dan kesadaran dari
pemerintah dan masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup dan pentingnya menjaga
ligkungap hidup dengan merealisasikan Gerakan “Satu Siswa, Satu Pohon” untuk
mengurangi dampak dari pemanasan global sebagai salah satu gerakan yang mendorong
pembangunan berkelanjutan. Dengan direalisasikannya Gerakan “Satu Siswa, Satu Pohon”
diharapkan masa depan yang lebih baik untuk generasi muda, dan juga wawasan tentang
lingkungan bagi para generasi muda.

3.2 Saran

Dibutuhkan kemauan dari masyarakat, serta diharapkan pemerintah mau mendukung


Gerakan “Satu Siswa, Satu Pohon” agar dapat terealisasikan. Serta jika Gerakan ini telah
direalisasikan, ada baiknya untuk dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terus-menerus
supaya berdampak positif untuk masa depan dunia khususnya Indonesia yang lebih baik.