Anda di halaman 1dari 1

Ketepatan Identifikasi Pasien 3.

Perintah lisan telepon melalui cara TBaK


(Tulis, Baca, Konfirmasi), obat NORUM LASA
dapat menggunakan Phoenetic Alphabet.
4. Laporkan hasil pemeriksaan kritis dalam
waktu ≤ 30 menit.
5. Gunakan singkatan yang sudah diberlakukan.

SKP 3
RS USU Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu
Diwaspadai (high-alert medications)
Warna Gelang Identitas Pasien Berdasarkan Jenis Kelamin

SASARAN yaitu Laki-laki : biru dan merah muda: Perempuan

Pasien diidentifikasi menggunakan minimal 2 identitas


KESELAMATAN dari 3 identitas , tidak boleh menggunakan nomor kamar:
1. Nama lengkap dan tanggal lahir

PASIEN 2. Nama lengkap dan nomor RM

Pasien diidentifikasi sebelum:


1. Pemberian obat, darah, produk darah
2. Mengambil darah dan spesimen lain untuk
pemeriksaan klinis Obat yang membutuhkan perhatian adalah obat KTD
3. Pemberian pengobatan dan tindakan / prosedur. (kejadian tidak diharapkan) antara lain:
1. NORUM ( Nama Obat, Rupa dan Ucapan
SKP 2 Mirip) /LASA (look alike sound alike)
Peningkatan Komunikasi yang Efektif 2. Obat-obat high alert
3. Elektrolit konsentrat
Cara peningkatan keamanan
1. Lakukan double check sebelum diberikan ke
pasien
2. Berikan label high alert untuk obat high alert
3. Obat high alert/elektrolit konsentrat tidak
boleh disimpan di unit pelayanan kecuali
dibutuhkan secara klinis atau unit emergency.

Komunikasi yang sering terjadi kesalahan pada saat:


1. Perintah melalui telepon/lisan
2. Pelaporan komunikasi hasil pemeriksaan
RUMAH SAKIT UNIVERSITAS kritis.
Prinsip komunikasi efektif:
SUMATERA UTARA 1. Tepat waktu, akurat, lengkap, jelas dan
dipahami oleh pihak-pihak terkait.
2. Komunikasi menggunakan SBAR

SKP 1

RS USU TIM SKP 2016