Anda di halaman 1dari 2

Nama : Luthfiyyah Nuurika Ramadhani

NIM : 2330018098
Prodi : S1 Gizi / Sem 2 (B)

1. a. Sistem atau metode distribusi boarding school dan panti werdha adalah sistem
distribusi decentralaized karena dapur utama ke tempat lokasi membutuhkan waktu agak
lama karena jarak dapur utama ke tempat lokasi agak jauh, kemudian makanan yang dibawa
dari dapur utama akan diporsikan di area yang kosong tersebut atau bisa dinamakan sebagai
dapur kecil dan dengan sistem distribusi ini makanan yang sudah dimasak temperaturnya
masih terjaga.
b. Sistem atau metode servis yang tepat dilakukan di boarding school adalah self service
karena konsumen itu bisa membawa makanannya sendiri sedangkan pelayan hanya
menyediakan makanan di meja distribusi dan konsumen bisa memilih tempat untuk
mengkonsumsi makanannya.
c. Sistem atau metode servis yang tepat dilakukan di panti werdha adalah tray service
karena makanannya diantarkan ke konsumen menggunakan nampan (tray), jadi konsumen
tidak mengambil makanannya sendiri. Pegawai yang mengantarkan makanan harus dalam
kondisi bersih dan pastinya peralatan yang digunakan harus dalam kondisi bersih.

2. Teknik penanganan sisa makanannya adalah membuang sisa makanan pada tempat
pembuangan yang telah disediakan di rumah sakit jadi sisa makanan tidak perlu dibuang di
pembuangan catering, namun sisa makanan penyakit menular harus segera mungkin
dihancurkan di tempat pembuangan. Dan untuk pencucian alat makan pasien juga dilakukan
di rumah sakit karena jika tidak cepat dibersihkan alat makan akan cepat terkontaminasi
dengan bakteri dari penyakit tersebut, tahapan pencucian alat makan yaitu bersihkan segala
kotoran dan sisa makanan yang terdapat pada alat makan, kemudian alat makan yang telah
dibersihkan ditempatkan pada tempat alat makan yang kotor. Setiap alat makan harus di cuci
terlebih agar bersih dari sisa makanan yang masih menempel pada alat makan, keudian
direndam setelah direndam alat makan dicuci dengan detergen dan harus digosokkan yang
terkena makanan tadi sampai alat makan tidak terasa licin kemudian bilas dengan air juga
sambil digosok. Untuk membebaskan dari infeksi rendam alat makan tersebut dalam air
panas, setelah itu alat makan bisa digunakan kembali.

3. Sistem manajemen pembuangan sampah di maskapai penerbangan yaitu sampah yang ada
di pesawat dikumpulkan terlebih dahulu di satu tempat pembuangan sementara, kemudian
setelah pesawat tersebut berhenti sampah akan diangkut ke tempat pembuangan akhir serta
disortir untuk dipilih dan dipisahkan antara limbah padat dan cair ataupun yang bisa
digunakan untuk dimanfaatkan lagi dan yang tidak dapat diolah. Untuk limbah padat bisa
dimusnahkan dengan alat incinerator yaitu mengubah sampah dari bahan organik menjadi
bahan non organik melalui proses oksidasi dan hasilnya berupa produk gas, sedangkan
limbah cair dilakukan penyaringan sampai material organik hancur dan ditambahkan chlorine
agar terbebas dari organisme penyebab penyakit selanjutnya jika komposisi air limbah sudah
dianggap aman untuk disalurkan bisa menyalurkan air di selokan.

4. Penanganan limbah di sungai yaitu limbah dari sisa bahan makanan tersebut, limbah sisa
bahan makanan dialirkan ke dalam tangki yang besar kemudian diberi organisme
mikrobiologis yaitu bakteri bacillius agar kotoran hanya tersisa endapan saja. Setelah itu
endapan tersebut diberi konsentrasi yang tinggi (chlorine) sehingga air dari limbah bisa
jernih, air jernih yang mengalir di tangki yang khusus air jernih saja sedangkan endapan yang
masih ada sisa bisa disaring sampai kering sehingga bisa membentuk padatan. Padatan yang
sudah disaring sampai kering itu bisa dimanfaatkan seperti pupuk.