Anda di halaman 1dari 5

Decanter

A. Pengertian Decanter
Decanter adalah alat pemisah berdasarkan perbedaan berat jenis dengan menggunakan
prinsip sentrifugal, bisa antara fase liquid-liquid atau fase liquid-solid.
B. Jenis-jenis Decanter
1. Two-Phase Decanter
Alat ini bekerja memisahkan fraksi minyak dengan fraksi air dan fraksi padat atau
fraksi padat dengan cairan, dengan penggunaan tersendiri.

Decanter 2 phase Jenis Lain


Pemisahan fraksi padat dengan fraksi cair.
Cairan minyak yang masuk dari Crude Oil Tank ke dalam Decanter
dipisahkan menjadi dua fraksi yaitu fraksi padat dan cair.Fraksi padat yang berbentuk
lumpur padat diangkut dengan bak trailer ke kebun, sedangkan fraksi cair
dipompakan ke dalam Settling Tank untuk diolah lebih lanjut. Tujuan pengolahan ini
merupakan cara pengurangan bahan padatan dalam cairan dengan maksud agar
pemisahan minyak dalam settling tank

Decanter dapat ditempatkan sebagai pengganti Oil Purifier yakni minyak yang
berasal dari Settling Tank atau Buffer Tank diolah menjadi dua fraksi yaitu fraksi
minyak dan fraksi cairan yang masih mengandung Sludge. Karena prinsip kerja alat
ini menggantikan Oil Purifier maka mekanisme pemisahan berpegang kepada
kemurnian minyak, akibatnya Sludge yang keluar masih mengandung minyak,
sehingga perlu diolah lagi dengan menggunakan Sludge Separatoratau Decanter,
sedangkan fraksi minyak bersih langsung diolah ke Vacuum Drier.

Decanter sebagai pengganti Sludge Separator, yaitu mengolah cairan yang


berasal dari Sludge Tank dipisahkan.Cairan dipisahkan menjadi cairan minyak dan
Sludge.Cairan minyak yang dipisahkan dipompakan ke Settling Tank, sedangkan
fraksi Sludge dibuang ke Fa tPit untuk diteruskan ke unit pengolah limbah.

2. Three-Phase Decanter

Alat ini bekerja dengan prinsip yang sama dengan two-phase Decanter, hanya
terdapat perbedaan dari fase fraksi. Pada alat ini dihasilkan 3 fraksi yaitu fraksi
minyak, fraksi air (cair) dan fraksi padat.
Alat ini dapat ditempatkan sebagai pengganti Oil Purifier dan akan
menghasilkan fraksi minyak, fraksi air dan padatan. Fraksi air yang masih
mengandung minyak dilanjutkan pengolahannya pada Sludge Separator, dan Sludge
dan minyak akan terpisah.

Wesfalia Three Phase Decanter

C. Prinsip Kerja dalam pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS)
Decanter 3 phase berfungsi untuk memisahkan limbah cair pabrik kelapa sawit
(LCPKS) menjadi sludge, minyak dan air. Proses pemisahan dilakukan dengan
menggunakan gaya sentrifugal. Adapun cara kerja decanter 3 phase dapat dijelaskan
melalui proses dibawah ini.

Cara kerja decanter 3 phase:


1. LCPKS masuk ke decanter 3 phase melalui pipa penghubung yang berada didalam
batangan screw decanter dengan laju alir 0.8 m3/ jam .
2. LCPKS dipaksa keluar melalui lubang yang berada di batangan screw akibat
adanya tekanan dari pompa.
3. Dengan kecepatan sentrifugal motor 50 rpm dan back motor 60 rpm, decanter 3
phase memisahan LCPKS antara fraksi padat dan fraksi cair. Fraksi padat/ sludge
akan menempel pada dinding dekanter karena memiliki densitas yang lebih tinggi
dari fraksi cair.
4. Sludge didorong oleh screw ke bagian kerucut decanter lalu keluar melalui output
sludge. Air yang terikut bersama sludge akan terhalang dengan plat yang memisahkan
antara bagian kerucut dan bagian datar screw.
5. Fraksi cair kemudian keluar melalui lubang-lubang yang ada pada bagian
ulir screw dan melewati screw lagi (screw ini lebih rendah dari screw utama). karena
minyak memiliki berat jenis lebih rendah, maka minyak akan terbawa
oleh screw ke oil separator.
Didalam oil separator, selanjutnya minyak yang masih memiliki kandungan air
akan dipisahkan berdasarkan perbedaan berat jenis cairan. Air yang memiliki berat
jenis lebih tinggi akan berada di lapisan bawah sedangkan minyak berada di lapisan
atas. Saat minyak mencapai batas ketinggian yang ditentukan, oil separator secara
otomatis akan mengalirkan minyak ke bak penampungan Sedangkan air limbah
dialirkan menuju pretreated cooling pond

D. Aplikasi Decanter dalam Industri Pengolahan Minyak


Decanter yang berfungsi memisahkan phase padat, phase minyak dan phase air
memberikan peluang penempatannya dihulu, tengah dan diakhir proses klarifikasi.
Umumnya penempatan di :
a. Hulu sebelum Settling Tank
Cairan hasil pressan yang keluar melalui Oil Gutter ditampung di Crude Oil
Tank, memiliki kandungan lumpur yang tinggi. lumpur tersebut jika dipisahkan
sebelum masuk kedalam proses klarifikasi akan lebih baik, karena lumpur tersebut
tidak lagi mengendap di dasar tanki klarifikasi yang dapat menurunkan “Retention
Time”. Decanter bekerja memerlukan keseimbangan, maka diperlukan “Buffer Tank”
tambahan, yaitu ditempatkan diatas decanter.Kalau hanya menggantungkan stabilitas
tekanan pada pompa dapat menyebabkan efisiensi pemisahan lumpur yang rendah dan
kehilangan minyak yang tinggi dalam lumpur.
Decanter yang sesuai untuk dikembangkan pada cara ini adalah Decanter 2
phase, yaitu memisahkan cairan menjadi phase padat (lumpur) dan phase cair. Phase
padat dikirmkan kelapang, sedangkan phase air dipompakan ke settling tank

b. Tengah sebelum Sludge Separator


Cairan yang keluar dari bagian bawah Settling Tank mengandung lumpur yang
tinggi dan kadar minyak yang mencapai 10%. Cairan ini diolah dalam Decanter akan
menghasilkan : phase padat akan dibuang, phase minyak dipompakan ke Settling
Tank sedangkan phase cair tetap dialirkan ke Sludge Tank. Cara ini akan mengurangi
beban lumpur yang masuk ke dalam Sludge Separator, umumnya digunakan adalah
Decanter-3-phase (Gambar 4.15).
Cara ini akan membantu Sludge Separator dan dapat menggantikan “Sand
Cyclone” dan “Strainer”.
c. Hilir klafirikasi sebagai pengganti alat Sludge Separator yang memisahkan
lumpur minyak dan air.
Jika dihulu ditempatkan Decanter maka pemisah lumpur yang ditempatkan diakhir
klarifikasi ialah Sludge Separator. Jenis Decanter yang
digunakan mengganti Sludge Separator ialah Decanter-2 phase dan Decanter-3-phase
d. Hilir klarifikasi sebagai pengganti oil purifier
Pemurnian minyak dilakukan dengan alat Oil Purifier yang memisahkan
minyak dan non minyak.Karena sifat-sifat ini dimiliki oleh Decanter-2-phase maka
ada pabrik yang menggunakan Decanter memisahkan minyak dengan lumpur.
Metode proses yang diterapkan ialah cairan minyak yang keluar dari Crude Oil Tank
dipompakan ke Buffer Tank dan dialirkan kedalam Decanter dan akan menghasilkan
minyak, lumpur dan cair. Dalam proses ini yang menjadi tujuan ialah memisahkan
minyak yang bersih tanpa mempertimbangkan kehilangan minyak pada phase padat.

Decanter 3 phase berfungsi untuk memisahkan limbah cair pabrik kelapa


sawit (LCPKS) menjadi sludge, minyak dan air. Proses pemisahan dilakukan dengan
menggunakan gaya sentrifugal. Adapun cara kerja decanter 3 phase dapat dijelaskan
melalui proses dibawah ini.
Cara kerja decanter 3 phase:
1. LCPKS masuk ke decanter 3 phase melalui pipa penghubung yang berada didalam
batangan screw decanter dengan laju alir 0.8 m3/ jam .
2. LCPKS dipaksa keluar melalui lubang yang berada di batangan screw akibat
adanya tekanan dari pompa.
3. Dengan kecepatan sentrifugal motor 50 rpm dan back motor 60 rpm, decanter 3
phase memisahan LCPKS antara fraksi padat dan fraksi cair. Fraksi padat/ sludge
akan menempel pada dinding dekanter karena memiliki densitas yang lebih tinggi
dari fraksi cair.
4. Sludge didorong oleh screw ke bagian kerucut decanter lalu keluar melalui output
sludge. Air yang terikut bersama sludge akan terhalang dengan plat yang memisahkan
antara bagian kerucut dan bagian datar screw.
5. Fraksi cair kemudian keluar melalui lubang-lubang yang ada pada bagian
ulir screw dan melewati screw lagi (screw ini lebih rendah dari screw utama). karena
minyak memiliki berat jenis lebih rendah, maka minyak akan terbawa
oleh screw ke oil separator.

Didalam oil separator, selanjutnya minyak yang masih memiliki kandungan


air akan dipisahkan berdasarkan perbedaan berat jenis cairan. Air yang memiliki
berat jenis lebih tinggi akan berada di lapisan bawah sedangkan minyak berada di
lapisan atas. Saat minyak mencapai batas ketinggian yang ditentukan, oil
separator secara otomatis akan mengalirkan minyak ke bak penampungan Sedangkan
air limbah dialirkan menuju pretreated cooling pond

E. Contoh Perhitungan
Deskripsi
Tugas : Memisahkan benzaldehyde dari campuran keluar reaktor yang mengandung
benzaldehyde, cinnamaldehyde, serta NaOH dan katalis 2 HPb-CD terlarut
dalam air
Suhu : 50 oC (323 K)
Tekanan : 1 atm
Kondisi : Isothermal adiabatis
Neraca Massa
Arus masuk decanter berasal dari arus keluar evaporator.
Arus hasil atas decanter mengalir ke tangki akumulasi.
Arus hasil bawah decanter direcycle ke reaktor.
Arus masuk dan keluar decanter ditampilkan dalam tabel berikut.
Output
Input
Komponen Top Bottom
kg/jam kg/jam kg/jam
Cinnamaldehyde 9,5728 7,4572 2,1156
Water 1.489,8707 0,0000 1.489,8707
NaOH 59,8298 0,0000 59,8298
2 HPb-CD 997,1633 0,0000 997,1633
Benzaldehyde 79,5396 69,1850 10,3546
Total 2.635,9761 2.635,9761

Sifat Fisis Komponen


Beberapa sifat fisis dari komponen-komponen dalam decanter ditampilkan dalam tabel
berikut.
Mr, ρ,
Komponen kg/kmol kg/m3
Cinnamaldehyde 132 1050
Water 18 1000
NaOH 40 2130
2 HPb-CD 1.375 1624
Benzaldehyde 106 1040
Light dan Heavy Stream

Prinsip dasar kerja decanter adalah pemisahan berdasarkan perbedaan massa jenis. Dipilih
light stream berupa arus yang memiliki massa jenis lebih ringan dan heavy stream berupa
arus yang memiliki massa jenis lebih berat. Dalam hal ini, light stream adalah campuran
benzaldehyde dan cinnamaldehyde, sedangkan heavy stream adalah air yang mengandung
NaOH, 2 HPb-CD, benzaldehyde, dan cinnamaldehyde terlarut.