Anda di halaman 1dari 2

Wednesday, 7 September 2016

BIOGRAFI SUNNY KAMENGMAU, PEBISNIS TAS ROBITA

Bekerja keras dan banyak belajar agar masa depan menjadi lebih baik. Begitulah nasihat yang biasa
diberikan orang tua kepada kita, karena memang kesuksesan diraih bukan tanpa kerja keras. Masa –
masa sulit pasti akan dilewati untuk bisa menjadikan kita menjadi orang yang lebih baik. Kali ini penulis
akan mengupas profil seorang Sunny Kamengmau yang semoga saja bisa menjadi inspirasi para readers
untuk terus semangat mengejar cita - cita.

Pria berusia 38 tahun ini adalah bos pemilik Robita merek tas branded yang sangat terkenal di Jepang.
Tas Robita merupakan merek tas yang populer di antara sosialita Jepang bahkan tas ini termasuk ke
dalam jajaran produk fashion yang berkelas di negeri Matahari Terbit itu. Sunny Kamengmau, nama bos
Robita yang mengolah tas asli Indonesia tersebut menjadi tas yang berkelas di Negeri Sakura.

Sunny kamengmau adalah pria asal Nusa Tenggara Timur yang hanya memiliki ijasah SMP. Pada usia 18
tahun, Sunny melarikan diri dari rumah dan pergi ke Bali. Di Bali dia melamar pekerjaan di Un’s Hotel,
salah satu hotel berbintang di Bali. Kala itu ia diterima menjadi tukang kebun. Setelah satu tahun
bekerja, Sunny diangkat menjadi satpam hotel. Pekerjaan sebagai satpam dijalaninya selama 4 tahun,
hingga akhirnya nasib baik dating kepadanya. Selama dia bekerja di Un’s Hotel, ia banyak belajar
berbahasa asing yaitu bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Karena ia yakin bahwa kesempatan baik akan
datang kapan saja asalkan kita mau berusaha. Sunny sangat rajin belajar bahasa asing sampai – sampai
gaji pertama yang ia dapatkan sebagai tukang kebun sebagian dibelikan kamus bahasa inggris. Ia juga
sering belajar bahasa dari para tamu dan keluarga pemilik Un’s Hotel.

Kemampuannya berbahasa Jepang mempertemukan Sunny dengan seorang tamu bernama Nobuyuki
Kakizaki pada 1995. Lima tahun mereka berteman sebelum akhirnya pengusaha konveksi asal Jepang itu
menawari Sunny sebuah pekerjaan baru: memasok tas kulit. Pada 2000 Sunny memutuskan keluar dari
pekerjaannya sebagai satpam dan mulai menggeluti bisnis pembuatan tas kulit itu. Pada awal bisnisnya
tidak lah mudah. Kala itu Sunny hanya memiliki satu pengrajin tas yang memproduksi tas miliknya.
Berkali kali tas yang dibuatnya gagal karena dinilai kurang berkualitas dan proses pembuatan tas pun
lama yaitu sekitar 6 bulan untuk satu tas. Alhasil pekerja satu satunya yang ia miliki ingin
meninggalkannya karena tidak ada hasil yang didapatkan dari usaha tas milik Sunny. Namun Sunny
membujuk pekerjanya agar mau tetap bersamanya dan bersama membangun bisnis tas.

Lama kelamaan tas yang ia hasilkan bersama pekerjanya menuai respon yang baik. Meski tidak langsung
melejit, namun tas yang ia produksi semakin lama semakin memiliki banyak penggemar dan
penjualannya semakin naik. Sampai 2003, Sunny baru bisa merekrut 15 karyawan. Produksi mereka
terbatas antara 100-200 tas per bulan. Hingga pada tahun 2006 sampai sekarang, mereka mampu
memproduksi dan mengirimkan 5000 tas per bulan yang terdiri dari 20 – 30 model tas. Tas Robita
memiliki dua model yaitu Robita dan Robita Warna dengan rentang harga Rp. 2 juta sampai Rp. 4 juta.

Hebat bukan Sunny Kamengmaru, berawal dari seorang tukang kebun hotel dengan kerja keras
dan semangat belajar, dapat menjadi pengusaha sukses di usia yang masih muda yaitu 38 tahun. Meski
sudah menjadi bos tas bermerek, Sunny tetap menjadi sosok yang ramah dan dermawan. Karena dia
ingat bahwa dia bukanlah apa – apa tanpa orang – orang disekelilingnya yang selalu membantunya.
Sehingga dia berusaha untuk bisa membantu dan bermanfaat bagi orang lain.