Anda di halaman 1dari 19

KOMPETENSI GURU SECARA UTUH

Untuk menjadi seorang guru yang profesinonal, haruslah mennguasai empat


kompetensi, yaitu pedagogis, keperibadian, sosial, dan professional.

A. Kompetensi Pedogogik
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru yang berkenaan
dengan pemahaman terhadap peserta didik dan pengelolaan pembeajaran mulai
dari merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi. Secara umum
kompetensi inti pedagogi meliputi hal sebagai berikut.
1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial,
kultural, emosional, dan intelektual, ditunjukan dengan kemampuan;
 memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek
fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar
belakang social budaya,
 mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran,
 mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik dalam mata
pelajaran,
 mengidentifikasi kesulitan peserta didik.
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik, ditunjukan dengan kemampuan;
 memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
yang mendidik,
 menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik
pembelajaran yang mendidik secara kreatif,
 menerapkan pendekatan pembelajaran berdasarkan jenjang dan
karateristik bidang studi.
3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang
pengembangan yang diampu, yang dilakukan dalam bentuk penyusunan
RPP seperti;
 memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum,
 menentukan tujuan pelajaran,
 menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan
pelajaran,
 memilih materi pelajaran yang terkait dengan pengalaman belajar
dan tujuan pembelajaran,
 menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan
yang dipilih dan karakteristik peserta didik,
 mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.
4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, indikatornya
ditunjukan dengan;
 memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang
mendidik,
 mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran,
 menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk
kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan,
 melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium,
dan di lapangan,
 menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik
peserta didik dan mata pelajaran untuk mencapai tujuan
pembelajaran secara utuh,
 mengambil keputusan transaksional dalam pelajaran sesuai dengan
situasi yang berkembang
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan
pembelajaran, seperti penggunaan media dan penggalian sumber belajar.
6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, kompetensi ini
ditunjukan guru dengan;
 menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong
peserta didik mencapai prestasi belajar secara optimal,
 menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk
mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya
7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik,
seperti;
 memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik
dan santun, baik secara lisan maupun tulisan,
 berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta
didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang
terbangun secara siklikal dari penyiapan kondisi psikologis peserta
didik, dan memberikan pertanyaan atau tugas sebagai ajakan kepada
peserta didik untuk ambil bagian
 respons peserta didik
 reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.
8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar,
Indikator kompetensi ini meliputi;
 memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil
belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu,
 menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk
dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
yang diampu,
 menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar,
 mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil
belajar,
 mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara
berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrument,
 menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai
tujuan,
 melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan
pembelajaran, seperti;
 menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk
menentukan ketuntasan belajar,
 menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk
merancang program remedial dan pengayaan,
 mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku
kepentingan,
 memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Berikut diuraikan indikator masing-masing kompetensi inti pedagogi.
indikator kompetensi ini ditunjukkan dengan;
 melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan,
 memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan
mata pelajaran,
 melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran mata pelajaran

B. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan personal yang mencerminkan
kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan
bagi peserta didik dan berakhak mulia. Kompetensi inti kepribadian seperti
1. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan
nasional Indonesia, seperti;
 menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut,
suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender,
 bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan norma
sosial yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional
Indonesia yang beragam
2. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan
teladan bagi peserta didik dan masyarakat, seperti;
 berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi,
 berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia,
 berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota
masyarakat di sekitarnya.
3. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan
berwibawa, seperti;
 menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil,
 menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa.
4. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga
menjadi guru, dan rasa percaya diri, seperti;
 menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi,
 bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri, Bekerja mandiri
secara professional.
5. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. seperti;
 memahami kode etik profesi guru,
 menerapkan kode etik profesi guru,
 berperilaku sesuai dengan kode etik guru

C. Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian
dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta
didik, sesama pendidik, tenaga kependidian, orang tua siswa, dan masyarakat
sekitar. Kompetensi sosial penting dimiliki bagi seorang pendidik yang
profesinya senantiasa berinteraksi dengan human (manusia) lain. Indikatornya
adalah sebagai berikut.
1. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena
pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang
keluarga, dan status sosial ekonomi, seperti;
 bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat
dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran,
 tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat,
orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan
agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status
sosial-ekonomi.
2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama
pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, kemampuan
ini ditunjukan dengan cara;
 berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya
secara santun, empatik dan efektif,
 berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara
santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran dan
kemajuan peserta didik,
 mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam
program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta
didik.
3. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia
yang memiliki keragaman sosial budaya. Kompetensi ini penting
dikuasai oleh pendidik, apalagi jika tugas tidak ditempatkan di daerah
asal. Kemampuan ini ditunjukan dengan;
 beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka
meningkatkan efektivitas sebagai pendidik, termasuk memahami
bahasa daerah setempat,
 melaksanakan berbagai program dalam lingkungan kerja untuk
mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah
yang bersangkutan.
4. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara
lisan dan tulisan atau bentuk lain, seperti;
 berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas
ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan
kualitas pendidikan,
 mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada
komunitas profesi sendiri secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

D. Kompetensi Professional
Kompetensi professional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan
penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup
penguasaan substansi isi materi pembelajaran, dan substansi keilmuan
yang menaungi materi dalam kurikulum, serta menambah wawasan keilmuan.
dengan indikatornya sebagai berikut.
1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang
mendukung mata pelajaran yang diampu sesuai jenjang pendidikan.
2. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata
pelajaran/bidang pengembangan yang diampu, seperti;
 memahami standar kompetensi mata pelajaran,
 memahami kompetensi dasar mata pelajaran,
 memahami tujuan pembelajaran mata pelajaran.
3. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif;
 memilih materi mata pelajaran yang sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik,
 mengolah materi mata pelajaran secara integratif dan kreatif sesuai
dengan tingkat perkembangan peserta didik.
4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan
melakukan tindakan reflektif, seperti;
 melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus-menerus,
 memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan
keprofesionalan,
 melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan
keprofesionalan,
 mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
berkomunikasi dan mengembangkan diri, seperti;
 memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam
berkomunikasi,
 memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
pengembangan diri.
KETERAMPILAN BELAJAR YANG HARUS DIMILIKI
OLEH GURU DAN SISWA
DALAM MENGHADAPI ABAD 21

Abad 21 yang ditandai dengan kehadiran era media (Digital Age) sangat
berpengaruh pada pengelolaan pembelajaran sehingga menjadi keharusan untuk
mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dengan pembelajaran,
yang berpusat pada siswa.
Pembelajaran pada abad 21 hendaknya disesuaikan dengan kemajuan dan
tuntutan zaman. Begitu halnya dengan kurikulum yang dikembangkan oleh
sekolah dituntut untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada
guru/pendidik (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Hal ini sesuai
dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir
dan belajar (thinking and learning skills).
Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan
berkomunikasi (communicating), kolaborasi (collaborating), berpikir kritis
(critical thinking), dan memecahkan masalah (problem solving). Semua
kecakapan hendaknya dimiliki oleh guru dan peserta didik.

A. Ketrampilan Guru
Keterampilan Abad 21 dapat di integrasikan dalam kompetensi pedagogis,
baik pelaksanaan pembelajaran, sehingga pilihan metode, media dan
pengelolaan kelas benar-benar meningkatkan keterampilan tersebut. Karena
itulah menjadi sebuah keharusan bahwa kemampuan pedogogi guru harus
menyesuaikan dengan karateristik dan keterampilan yang diperlukan di abad 21.
Kompetensi pedagogi menjadi bagian dari kompetensi profesi guru yang
terus untuk ditingkatkan dan dikembangkan baik secara mandiri maupun
kelompok dengan difasilitasi oleh pemerintah, organisasi profesi, komunitas,
lembaga swadaya masyarakat atau atas dasar inisiasi sendiri.
Mendasarkan pada tantangan abad 21 maka guru harus mentrasformsi diri
dalam era pedogogi digital dengan terus mengembangkan kreativitas dan daya
inovatif. Sementara National Educational Technology Standards (NETS) dalam
buku Instruktional Technology and Media for Learning menyatakan guru yang
efektif adalah guru yang mampu mendesain, mengimplementasikan dan
menciptkan lingkungan belajar serta meningkatkan kemampuan siswa. Guru
memiliki kemampuan standar seperti (1) memfasilitasi dan menginspirasi siswa
belajar secara kreatif, (2) mendesain dan mengembangkan media digital untuk
pengalaman belajar dan mengevaluasi, (3) memanfaatkan media digital dalam
bekerja dan belajar, (4 memiliki jiwa nasionalisme dan rasa tanggungjawab
tinggi di era digital, dan (5) mampu menumbuhkan profesionalisme dan
kepemimpinan.
Disisi lain dalam pengelolaan pembelajaran ada beberapa hal yang penting
diperhatikan oleh guru untuk mengembangkan pembelajaran abad 21 ini yaitu;
(1) penguatan tugas utama sebagai perancang pembelajaran, (2) menerapkan
kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking), (3) menerapkan
metode pembelajaran yang bervariasi, serta (4) mengintegrasikan teknologi
dalam pembelajaran. Secara umum kemampuan pedogogi guru abad 21 dalam
mengelola pembelajaran mencakup kemampuan menyusun perencanaan
pembelajaran, melaksanaan pembelajaran, penilaian prestasi belajar siswa, dan
melaksanaan tindak lanjut hasil penilaian dengan prinsip-prinsip pembelajaran
kekinian (Digital Age). Dalam mengelola pembelajaran guru mengawali dengan
perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang disusun dengan
terlebih dahulu guru memahami karateristik siswa, memahami berbagai teori
belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran, mengintegrasikan aneka sumber
belajar berbasis digital dan nondigital, mengintegrasikan pembelajaran dengan
teknologi, memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan potensi dan
karakter siswa serta pilihan metode yang berpusat pada siswa (Student Centred).
Pada tahap perencanaan ini guru mengebangkan rencanan pembelajaran (RPP)
atau lesson plan yang memenuhi prinsip-prinsip perencanaan yang mendidik.
Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan berpusat pada siswa (student
centered), hal ini tentu berpengaruh pada pilihan metode pembelajaran yang
lebih menekakanan siswa aktif seperti pembelajaan berbasis proyek (PBL),
pembelajaran kooperatif (CL), pembelajaran kontektual (CTL) dan lain-lain.
Dalam pelaksanaan pembelajaran variable pilihan metode dan media dapat
berdampak pada pembjaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Pelaksanaan pembelajaran sebagaimana yang dikemukakan oleh Abdul Majid
(2013:7) meliputi kemampuankemampuan yang harus dimiliki mulai dari
membuka pelajaran, menyajikan materi, menggunakan metode/ media,
menggunakan alat peraga, menggunakan bahasa yang komonikatif, memotivasi
siswa, mengorganisasi kegiatan, berintraksi dengan siswa secara komonikatif,
menyimpulkan pembelajaran, memberikan umpan balik, memberikan penilaian,
dan menggunakan waktu secara cermat. Kemampuankemampuan tersebut akan
sangat bergantung pada pilihan metode pembelajaran yang digunakan dengan
mengintegrasikan teknologi dalam pelaksanaanya. Sehingga mulai dari
membuka pelajaran sampai dengan menutup dan memberikan umpan balik
mampu membuat pembelajaran menjadi lebih aktif, efektif, kreatif dan
menyenangkan.
Guru dalam melaksanakan pembelajaran yang merupakan salah satu
aktivitas inti di sekolah, sudah semestinya menunjukkan penampilan terbaik di
depan siswanya. Penjelasannya mudah dipahami, penguasaan keilmuannya
benar, menguasai metodologi pengajaran, dan pengelola kelas sebagai
pengendalian situasi siswa di kelas. Seorang guru juga harus bisa menjadi teman
belajar yang baik bagi siswanya, sehingga siswa merasa senang dan termotivasi
untuk belajar dengan baik bersama guru. Pembelajaran yang dapat memotivasi
siswa belajar dan dapat memanfaatkan media pembelajaran, alat dan bahan
pembelajaran, dan sarana lainnya, dalam pembuatan persiapan mengajar harus
memperhatikan bebagai prinsip. Persiapan mengajar yang dibuat harus
menjelaskan tujuan yang akan dicapai sesuai dengan kompetensi siswa,
perkembangan psikologis siswa, dan merupakan pembelajaran yang utuh.
Kompetensi guru untuk memfasilitasi dan menginpirasi siswa dalam belajar dan
menumbuhkan kreatifitas tentunya harus diawali dengan penguasaan materi
yang baik dan mampu menggunakan pengetahuan tersebut dalam pembelajaran,
menggunakan teknologi untuk memfasilitasi pengalaman belajar yang
menumbuhkan kreativitas siswa melalui pembelajaran dengan lingkungan tatap
muka maupun lingkungan virtual. Di era digital ini, guru diharapkan mampu
mendesain, mengembangkan dan mengevaluasi pembelajaran secara autentik
melalui pengalaman belajar dengan menggabungkan alat evaluasi terkini dan
mengoptimalkan isi dan lingkungan pembelajaran untuk mengembangkan
pengetahuan, keterampilan dan perilaku siswa. Guru juga diharapkan mampu
menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan proses kerja yang representatif
dari seorang profesional yang inovatif dalam masyarakat global dan digital,
dengan menunjukan sistem teknologi untuk mentrasfer pengetahuan dalam
berbagai situasi. Selain dari itu tuntutan berkolaborasi dengan siswa, teman
profesi, orang tua dan komunitas dengan memanfaatkan tool digital dan
peralatan untuk mendukung kesuksesan siswa dalam belajar.
Selanjutnya kemampuan guru abad 21 juga harus memahami isu-isu lokal
dan global dan tanggap terhadap perubahan budaya digital yang berkembang dan
menunjukkan tindakan dengan menjunjung tinggi etika dalam praktik
profesionalnya. Kompetensi ini penting dimiliki oleh guru era digital, karena
pengetahuan dan informasi sangat cepat baik local maupun global yang
terkadang belum tentu sesuai dengan norma dan belum tentu teruji
kebenarannya.

B. Ketrampilan Siswa
Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menuntut siswa untuk
mempunyai kemampuan sebagai berikut.
1. Communication
Peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan
komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan
multimedia. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya
untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-
temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari pendidiknya.
2. Collaboration
Peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok
dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab,
bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada
tempatnya, menghormati perspektif berbeda. Peserta didik juga menjalankan
tanggungjawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan
hubungan masyarakat, menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi
untuk diri sendiri dan orang lain, memaklumi kerancuan.
3. Critical Thinking and Problem Solving
Peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam
memahami dan membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi antara
sistem. Peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk
berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri,
peserta didik juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan,
menganalisa, dan menyelesaikan masalah.
4. Creativity and Innovation
Peserta didik memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan,
dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersikap terbuka
dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
RANCANGAN STRATEGI PENGEMBANGAN GURU
BERKELANJUTAN

Guru secara yuridis diakui sebagai bagian dari tenaga kependidikan sebagai
suatu profesi dengan keahlian khusus. Berbagai produk hukum dan kebijakan
telah dikeluarkan pasca UUGD Nomor 14 tahun 2015 dalam rangkat
meningkatkan kualitas guru. Profesi guru bukan sekedar agen kurikulum namun
secara akademis ikut merancang konsep dan gagasan bagi upaya-upaya
trasformasi dunia pendidikan dan masyarakat pada umumnya.
Menurut Permennegpan itu telah pula dijelaskan bahwa pengembangan
keprofesian berkelanjutan (PKB) terdiri dari 3 komponen, yaitu pengembangan
diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif.

A. Pengembangan Diri
Pengembangan diri merupakan upaya-upaya guru dalam rangka meningkatkan
profesionalismenya. Anda diakui profesional jika memiliki penguasaan 4
kompetensi sesuai peraturan perundang-undangan dan mampu melaksanakan
tugas-tugas pokok dan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
Salah satu kegiatan PKB adalah melakukan pengembangan diri melalui 2 cara,
yaitu (1) diklat fungsional dan (2) kegiatan kolektif.
1. Diklat fungsional berupa kegiatan pendidikan atau latihan yang bertujuan
untuk mencapai standar kompetensi profesi dalam kurun waktu tertentu.
Diklat teresebut dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan guru dalam
melaksanakan layanan pembelajaran bagi kemaslahatan peserta didik.
Kebutuhan yang dimaksud meliputi kompetensi sebagai berikut.
 memahami konteks dimana guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar
 penguasaan materi dan kurikulum
 penguasaan metode pembelajaran
 mengevaluasi peserta didik
 penguasaan Teknologi Informatika dan Komputer (TIK)
 mensikapi inovasi dalam sistem pendidikan di Indonesia, dan
 menghadapi tuntutan teori terkini dan kompetensi lain yang mendukung
dan relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
Melaksanakan penelitian tindakan kelas juga merupakan upaya untuk
pengembangan diri karena PTK bertujuan meningkatkan mutu pembelajaan
sekaligus meningkatkan profesionalisme guru. PTK merupakan hasil refleksi
terhadap program pembelajaran untuk;
 memperbaiki mutu praktek pembelajaran di kelas (masalah yang
dirasakan)
 melakukan tindakan yang diyakini lebih baik
 memecahkan masalah nyata di kelas, memperbaiki mutu pembelajaran,
mencari jawaban ilmiah mengapa dipecahkan dengan tindakanyang
dipilih.
2. Kegiatan kolektif adalah kegiatan bersama dalam forum ilmiah untuk
mencapai standar kompetensi atau di atas standar kompetensi profesi yang
ditetapkan. Misalnya, (1) diklat pengembangan media di Lembaga Penjamin
Mutu Pendidikan (Diklat Fungsional) 2) mengikuti pertemuan Kelompok
Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), kelompok
kajian, diskusi terbatas, simposium, bedah buku, video conference, dan
sebagainya (kegiatan kolektif).

B. Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah merupakan salah satu bentuk kontribusi guru terhadap
peningkatan mutu proses pembelajaran dan dunia pendidikan secara umum.
Publikasi ilmiah bisa berupa suatu karya tulis ilmiah yang disampaikan melalui
kegiatan presentasi karya ilmiah, menjadi narasumber, dan publikasi hasil
penelitian dan gagasan inovatif. Publikasi ilmiah mencakup karya;
1. Laporan hasil penelitian bidang pendidikan yang diterbitkan dalam bentuk;
buku ber-ISBN yang diedarkan nasional, majalah/jurnal ilmiah terakreditasi
(tingkat nasional, provinsi, dan tingkat kabupaten/kota), atau diseminarkan di
sekolah atau disimpan di perpustakaan.
2. Tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada
satuan pendidikan yang dimuat jurnal tingkat nasional yang terakreditasi
maupun tidak terakreditasi/tingkat provinsi maupun jurnal tingkat lokal.
3. Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan/atau pedoman guru.
Publikasi ini mencakup pembuatan buku pelajaran per tingkat atau buku
pendidikan per judul yang lolos penilaian BSNP, atau dicetak oleh penerbit
dan ber-ISBN, atau dicetak oleh penerbit dan belum ber-ISBN
4. Modul diklat pembelajaran per semester yang digunakan di tingkat provinsi
dengan pengesahan Dinas Pendidikan Provinsi; atau kabupaten/kota dengan
pengesahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; atau sekolah/madrasah
setempat.
5. Buku dalam bidang pendidikan dicetak oleh penerbit yang ber-ISBN dan/atau
tidak ber-ISBN; karya hasil terjemahan yang dinyatakan oleh kepala sekolah/
madrasah tiap karya; buku pedoman guru.

C. Karya inovatif
Karya inovatif bisa merupakan penemuan baru, hasil pengembangan, atau
hasil modifikasi sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas
proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan,
sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini mencakup:
1. Penemuan teknologi tepat guna kategori kompleks dan/atau sederhana;
2. Penemuan/peciptaan atau pengembangan karya seni kategori kompleks
dan/atau sederhana;
3. Pembuatan/pemodifikasian alat pelajaran/peraga/-praktikum kategori
kompleks dan/ atau sederhana;
4. Penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya pada tingkat nasional
maupun provinsi.
Guru profesional harus terus mengembangkan diri menyesuaikan tuntutan
perkembangan masyarakat. Perkembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) yang berusaha mengakomodasi perkembangan teori belajar
dan pembelajaran membawa konsekwensi perubahan dalam pendekatan dan
metode pembelajaran termasuk penggunaan media pembelajaran.
Perkembangan perubahan karakteristik peserta didik. Diberlakukannya
Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) akan mendorong adanya kompetisi jasa
pendidikan termasuk penyediaan tenaga pendidik profesional. Guru dari
Indonesia bisa saja menjadi tenaga pendidik di negara lain dalam kawasan Asean
asalkan memenuhi kualifikasi sebagai seorang profesional. Guru profesional
memiliki empat kompetensi yaitu pedagogik, sosial, kepribadian, dan
profesional yang integratif (bukan sebagai sosok terpisah) dan kontekstual.
Artinya tantangan profesi bukan sekedar berkutat pada penguasaan empat
kompetensi namun juga menekankan kompetensi profesional berupa
kemampuan belajar untuk meng up date kompetensinya untuk menjawab
tantangan abad 21. Guru profesional mempersiapkan diri mengembangan
kemampuan belajar baik pada dirinya maupun pada peserta didik. Tantangan
abad 21 nampak perlu ada orientasi khusus dalam pengembangan profesi
spesifik terhadap berbagai dimensi kompetensi dalam rangka menjawab
kebutuhan pembelajaran abad 21.
Apabila didudukan pada konteks abad 21 dan berbagai kompetensi maka
pengembangan profesi perlu diarahkan pada hal berikut.
1. Keterampilan pedagogis; mengembangkan kemampuan peserta didik
untuk berpikir kritis, kebiasaan mencipta, dan menyelesaikan persoalan
kompleks di kehidupannya. Upaya harus sekuat kemauan guru dalam
usaha menmfasilitasi peserta didik menguasai materi.
2. Keterampilan melakukan penilaian terhadap dampak pembelajaran
menggunakan beragam pendekatan dan metode. Penilaian mencakup
kemajuan belajar didasarkan standar kompetensi nasional dalam
kurikulum, pencatatan sistematis pencapaian belajar, melaksanakan
penilaian otentik, merumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur
kemajuan belajar peserta didik, dan mengelola umpan balik dari hasil
penilaian. Pembelajaran abad 21 banyak dimediasi teknologi karena itu
dalam penilaian bisa menggunakan bantuan teknologi. Contoh; dalam
penerapan e-learning berbasis moodle guru dapat menggunakan
Learning Management System (LMS) termasuk dalam penilaian atas
tugas-tugas belajar, memberikan umpan balik, mengolah nilai dan fitur
lain yang memudahkan aspek pengelolaan dan pengolahan nilai.
3. Keterampilan mengelola suasana pembelajaran; proses pembelajaran
adalah respon budaya dimana pada konteks tatap muka langsung guru
mengelola kelas yang menjamin adanya motivasi, saling berkomunikasi
langsung, dan disiplin belajar. Pada konteks pembelajaran berbasis
teknologi (dimediasi teknologi) guru perlu mengembangkan
keterampilan cara menjaga motivasi dan menghindarkan perilaku-
perilaku menyimpang. Contoh; pada pembelajaran e-learning guru harus
mampu mengelola forum diskusi online atau yang sederhana forum
diskusi melalui whatsapp.
4. Keterampilan profesional; guru dihadapkan pada tuntutan mengantarkan
peserta didik memiliki kecakapan abad 21 (konsep 4C), di era dimana
keterampilan tingkat medium tergantikan keterampilan tingkat tinggi
yang mengutamakan kreativitas. Menghadapi situasi ini guru perlu
melengkapi diri dengan rentang keterampilan yang memadai,
penguasaan materi, dan pengalaman praktis. Keterampilan ini membawa
peserta didik memenuhi kualifikasi di bidang pekerjaan dan kehidupan
era ekonomi berbasis pengetahuan atau ekonomi era inovasi.
Perkembangan masif mode pembelajaran dan jaringan komunikasi
membawa konsekwensi perubahan cara bekerja dan cara berinteraksi
para guru, khususnya dalam menggunakan perangkat (tool) berbasis ICT
dan penerapan paradigma baru pembelajaran.
Referensi :
Modul PPG KOMPETENSI GURU.
Modul PPG STRATEGI PENINGKATAN PROFESIONALISME
BERKELANJUTAN.
https://evinoerma.blogspot.com/2014/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html