Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

Observasi Lapangan ke Proyek Pembangunan Bandara Internasional Minangkabau adalah salah satu
bentuk penerapan dari modul-modul yang telah didapat didalam kelas, para peserta dapat melihat
langsung bagaimana Sistem Manajemen Keamanan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam bidang
Konstruksi. Dalam Proyek Pembangunan Terminal Bandara Internasional Minangkabau yang berlokasi di
Kota Padang – Sumatera Barat dikerjakan oleh PT. Waskita Karya, dalam pengerjaannya pihak penyedia
jasa konstruksi telah melakukan penerapan SMK3 Konstruksi.
Pada proyek tersebut diterapkan setidaknya 3 Kebijakan SMK3 Konstruksi yaitu :
1. Kebijakan Dari Perusahaan Pusat PT. Waskita Karya Persero
2. Kebijakan K3LM Proyek Terminal Bandara Internasional Minangkabau
3. Kebijakan Pencegahan dan Penanggulangan HIV / AIDS, Obat-obatan terlarang dan Alkohol
Proyek Terminal Bandara Internasional Minangkabau.

1. Kebijakan Dari Perusahaan Pusat PT. Waskita Karya Persero :


PT. WASKITA KARYA (Persero) Tbk. Sebagai Badan Usaha Jasa Konstruksi selalu mengendalikan risiko
terhadap Keselamatan – kesehatan Kerja, Lingkungan, Mutu dan Pengamatan dengan cara
menerapkan Sistem Manajemen Waskita untuk memenuhi kepuasan Stakeholders.
a) Mematuhi peraturan perundangan dan persyaratan lain yang berlaku
b) Meningkatkan kinerja secara berkesinambungan
c) Melakukan unpaya perlindungan lingkungan, mencegah cidera, sakit akibat kerja, pencemaran
lingkungan dan terjadinya insiden keamanan yang berdampak pada proses bisnis perusahaan.
d) Memberikan pelatihan, menyediakan tempat dan saran kerja yang sehat, aman dan nyaman
kepada seluruh stakeholders.

2. Kebijakan K3LM Proyek Terminal Bandara Internasional Minangkabau


Sebagai bentuk komitmen tersebut, manajemen proyek selalu :

a) Mematuhi dan memenuhi Peraturan dan Perundangan


b) Mencegah terjadinya insiden kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, ketidak sesuaian mutu dan
melaksanakan perlindungan lingkungan
c) Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan
d) Melakukan Peningkatan kerja yang berkelanjutan di bidang Sistem Manajemen K3LM Proyek
e) Melaksanakan “Safety Commitment” Proyek Terminal Bandara Internasional Minangkabau.

3. Kebijakan Pencegahan dan Penanggulangan HIV / AIDS, Obat-obatan terlarang dan Alkohol Proyek
Terminal Bandara Internasional Minangkabau.
Proyek Pembangunan Bandara Internasional Minangkabau, sebagai Unit kerja Perusahaan selalu
melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV / AIDS di ditempat kerja serta tidak
mentolerir penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol sekecil apapun bentuknya. Sebagai
bentuk komitmen tersebut manajemen proyek membuat ketetapan sebagai berikut :
a) Memperlakukan sama dan mengizinkan pekerja HIV / AIDS untuk terus berkarya selama secara
medis mampu memenuhi standar kerja yang ditentukan.
b) Tidak mewajibkan tes HIV / AIDS bagi calon pekerja dan merahasiakan semua informasi medis,
catatan kesehatan atau informasi lain yang terkait
c) Melarang keras penggunaan obat-obatan terlarang (psikotropika) dan alkohol selama
menjalankan ikatan kerja dan / atau bertugas di lingkungan PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.
d) Penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol untuk keperluan kesehatan yang mempunyai
dampak resiko kecelakaan kerja, harus mendapatkan ijin dari dokter guna diambil tindakan
pencegahan / antisipasi terhadap kecelakaan kerja yang akan terjadi.
BIMBINGAN TEKNIS
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3)
PROYEK PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU

OBSERVASI LAPANGAN
KELOMPOK A1
MODUL KEBIJAKAN

TAHUN 2019