Anda di halaman 1dari 34

smock

Tidak ada yang mengetahui secara pasti ketrampilan smock itu pertama kali berasal dari
negara mana. Ada yang mengatakan bahwa smock berasal dari jepang, tetapi
kenyataannya smock juga ada di Amerika. Entah dari negara mana smock pertama kali
dibuat.

Smock dalam bahasa Inggris berarti mengerut. Smock adalah tehnik jahit kain yang
menyebabkan kain mengerut dan memunculkan bentuk-bentuk yang indah. Kain yang
telah di-smock bisa digunakan untuk pelengkap interior dan untuk penghias pakaian.

Sebaiknya kain yang digunakan adalah kain yang mengkilat seperti satin atau higyt
(semacam kaos) dan bermotif polos. Dalam pembuatan kain bersmock ini diperlukan
kesabaran dan ketelitian.

Pertama yang dilakukan adalah membuat pola di atas kertas sesuai smock yang
diinginkan. Setelah itu letakkan kain di atas pola dengan kertas karbon di tengahnya.
Salin pola dengan menggunakan ballpoint bekas.

Harap diingat bahwa kain setelah di-smock akan berkurang ukurannya, jadi buat
percobaan dulu untuk dapat menentukan seberapa panjang dan lebar kain yang
dibutuhkan.

Sekarang aku akan membagikan satu tutorial yang terdapat di buku yang sedang aku
garap, yaitu tutorial Smock Barisan Panah. Gambar Smock Barisan Panah bisa dilihat di
awal artikel ini.

Pola untuk Smock Barisan Panah adalah sebagai berikut:


Langkah pembuatan smock :

 Buat pola di kertas


 Jiplak pola di atas kain dengan menggunakan karbon
 Jangan sampai ada pola yang terlewat atau kurang jelas
 Sekarang ambil benang dan jarum dan ikuti langkah-langkah selanjutnya
 A, B dan C ditarik dan dijahit mati
 C ke D ditusuk biasa 2 kali
 D, E dan F ditarik dan dijahit mati, dan seterusnya

Di buku yang sedang aku buat ini terdapat 40 pola smock, termasuk pola smock khusus
untuk sarung bantal standar dan bulat.
Aku yakin buku ini akan disukai dan diterbitkan oleh penerbit major karena di TB
Gramedia di kota ini belum terlihat buku tutorial smock. Mungkin juga di TB Gramedia
dan di toko buku lainnya di kota-kota lain pun belum tersedia buku tutorial smock yang
selengkap ini.
A. Berkerut akibat teknik jahit
Istilah smok sebenarnya berasal dari bahasa inggris, yaitu smock yang berarti
mengkerut. Sebelum memutuskan memilih model smok, ada baiknya dilakukan
eksperimen untuk menentukan ukuran dan bentuk kotak pola yang akan dismok.
Apabila kain yang akan digunakan memiliki motif atau corak yang beraturan dengan
ukuran yang tetap, tentu saja pola sudah tidak dibutuhkan atau tidak perlu digambar
lagi. Misalnya saja bahan bermotif bujur sangkar, segi empat, berbintik-bintik, dan
sebagainya.
B. Kain Polos lebih baik
Kain yang digunakan sebaiknya menggunakan kain yang polos, walaupun kain yang
bercorakpun juga bisa. kain bercorak yang dapat digunakan sebaiknya dipilih dengan
pola titik-titik / kotak/kotak.
C. Jumlah bahan
Kerutan-kerutan kain (smok) ini mengakibatkan kain yang digunakan akan berkurang
dari ukuran yang sebenarnya. Jadi, sebaiknya panjang dan lebar kain dilebihkan dari
ukuran yang diinginkan dan setelah smok dibuat baru diukur kembali. Bila masih
kurang bisa segera ditambahkan smok kembali. Jumlah kain yang diperlukan untuk
membuat satu model smok juga tidak sama dengan model smok lainnya. Oleh
karena itu, ada baiknya dilakukan uji coba terlebih dahulu sebelum
mempraktekkannya terhadap obyek yang akan dibuat. Caranya, buatlah beberapa
potongan kain dengan ukuran yang sama. Masing¬-masing model smok dibuat pada
potongan kain tersebut. Hentikan pembuatannya setelah seluruh bagian kain penuh
dengan smok. Selanjutnya ukurlah masing-masing potongan kain dengan model
smok yang berbeda tersebut. Dengan demikian, bisa diperkirakan seberapa panjang
smok yang dihasilkan. Bisa jadi, panjang smok yang diperoleh akan berbeda antara
model yang satu dengan lainnya.
BERBAGAI MODEL SMOK
Model smok cukup beragam. Dalam uraian ini akan dijelaskan mengenai cara
pembuatan 8 model smok yang masih bisa dikembangkan menjadi berbagai variasi
lagi. Misalnya dengan mengubah ukuran dan bentuk pola. Smok yang dibuat dengan
pola bujur sangkar akan tampak agak berbeda apabila dibuat dengan pola persegi
panjang.
A. Cara membuat berbagai model smok
Untuk membuat smok, mula-mula dibuat pola kotak-kotak dengan ukuran 1 cm x 1
cm dengan jumlah tertentu sesuai dengan panjang dan lebar yang dikehendaki.
Ukuran 1 cm x 1 cm bukanlah ukuran baku karena jika menginginkan model smok
lebih besar bisa digunakan ukuran 1,5 cm x 1,5 cm, 2 cm x 2 cm, dan seterusnya.
Bahkan, adakalanya yang lebih menyukai ukuran smok yang lebih kecil. Bila
demikian, pola bujursangkar yang dibuat bisa berukuran 0,5 cm x 0,5 cm. Setelah
pola dibuat di atas kain bagian belakang, selanjutnya bisa dipersiapkan jarum dan
benang jahit. Benang yang digunakan sebaiknya berwarna senada dengan bahan
agar terlihat lebih rapi. Apabila baik pola maupun jarum dan benangnya telah siap,
sambil memperhatikan garis pola mulailah menjahit dari kiri ke kanan mengikuti
petunjuk pola setiap model smok (perhatikan angka dan tanda panah pada kotak
pola). Sebagai contoh, bila kita akan membuat smok model ombak besar . Jahit titik
pada nomor 1 dengan benang lalu arahkan jarum ke titik nomor 2. Setelah nomor 2
ditusuk, tarik hingga titik nomor 1 menyatu dengan titik nomor 2 kemudian dijahit
mati. Dari titik nomor 2 lanjutkan langkah jarum menuju ke titik nomor 3. Tarik
kemudian hingga nomor 2 dan 3 menyatu. Setelah kedua titik menyatu kemudian
dijahit mati. Sementara dari titik nomor 3 ke nomor 1 ditusuk biasa dan jangan
sampai dijahit mati. Demikian seterusnya ke arah samping kanan hingga panjangnya
sesuai dengan yang dikehendaki. Langkah yang sama bisa dilanjutkan pada baris ke
dua, tiga, dan seterusnya (ke arah bawah). Berikut akan diuraikan mengenai cara
pembuatan delapan model smok.
1. Model sirip
Model smok ini sengaja disebut dengan model sirip karena bila diperhatikan secara
seksama, bentuknya menyerupai sirip ikan. Model sirip banyak diminati karena
ukurannya yang kecil sehingga hasil smoknya tampak lebih indah dan rapi. Ukuran
pola yang dibuat bisa berukuran 0,5 cm x 0,5 cm, 1 cm x 1 cm, atau tergantung
selera. Cara membuatnya pun cukup mudah. Sambil melihat garis pola pada kain,
ikuti saja tanda panah dan perhatikan titik-titik bernomor pada pola smok. Untuk
mempermudah pembuatan smok model sirip ini, berikut akan diuraikan mengenai
urutan pengerjaannya beserta pola model yang dilen-kapi dengan nomor dan tanda
panah (arah jahitannya). Ukuran garis pola: lcm xlcm

Model Sirip
Urutan pengerjaan:
- Jahit titik nomor 1 dengan benang lalu arahkan jarum ke titik nomor 2. Setelah titik
nomor 2 ditusuk tarik hingga titik nomor 1 menyatu dengan titik nomor 2. Setelah
kedua titik tersebut menyatu kemudian dijahit mati.
- Jahit titik nomor 2 dengan benang lalu arahkan jarum ke titik nomor 3. Setelah titik
nomor 3 ditusuk tarik hingga titik nomor 2 menyatu dengan titik nomor 3. Setelah
kedua titik tersebut menyatu kemudian dijahit mati.
- Dari titik nomor 3, jarum lalu diarahkan ke titik nomor 1. Sama halnya dengan
langkah sebelumnya setelah kedua titik ini menyatu, lalu dijahit mati. Demikian
dilakukan seterusnya hingga mencapai panjang yang diinginkan.
- Urutan pengerjaan bisa disimpulkan seperti berikut.
Nomor 1 ke nomor 2 ditarik dan dijahit mati,
Nomor 2 ke nomor 3 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 3 ke nomor 1 ditarik dan dijahit mati.
2. Model ombak besar
Sesuai dengan namanya model smok ini jika diperhatikan bentuknya menyerupai
ombak. Karena bentuknya yang cukup besar, model ombak umumnya dimanfaatkan
sebagai variasi pada kerajinan kain yang ukurannya cukup besar pula. Misalnya
variasi untuk mempermanis penampilan taplak lemari es, tutup televisi, kerudung
sangkar burung, bagian atas tirai, variasi baju di bagian dada, dan sebagainya.
Urutan pengerjaan:
- Jahit titik pada nomor 1 dengan benang lalu arahkan jarum ke titik nomor 2.
Setelah nomor 2 ditusuk, tarik hingga titik nomor 1 menyatu dengan titik nomor 2
kemudian dijahit mati. Demikian juga dari titik nomor 2 lanjutkan menuju titik
nomor 3 dengan ditarik dan dijahit mati. Dari nomor 3 arahkan jarum menuju titik
nomor 4 dengan ditusuk biasa. Dari titik nomor 4 arahkan jarum ke titik nomor 5
kemudian ditarik dan dijahit mati. Demikian juga dari titik nomor 5 arahkan jarum ke
titik nomor 6, setelah ditarik lalu dijahit mati.
- Urutan pengerjaan bisa disimpulkan seperti berikut.
Nomor 1 ke nomor 2 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 1 ke nomor 3 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 3 ke nomor 4 ditusuk biasa.
3. Model ombak kecil
Sama halnya dengan model smok ombak besar, model ombak kecil jika diperhatikan
bentuknya juga menyerupai ombak. Pola pengerjaan keduanya pun hampir sama.
Hanya saja, smok dengan model ombak kecil memiliki puncak lebih landai jika
dibandingkan tinggi puncak pada model ombak besar. Ukuran garis pola: lcm xlcm
Urutan pengerjaan:
- Jahit titik pada nomor 1 dengan benang lalu arahkan jarum ke titik nomor 2.
Setelah nornor 2 ditusuk, tarik hingga titik nomor 1 menyatu dengan titik nomor 2
kemudian dijahit mati. Lanjutkan menuju titik nomor 3 lalu ditarik lagi hingga nornor
2 dan 3 menyatu.
- Setelah kedua titik menyatu kemudian dijahit mati. Sementara dari titik nomor 3 ke
nomor 1 ditusuk biasa. Demikian seterusnya ke arah samping kanan hingga
mencapai panjang yang dikehendaki.
- Urutan pengerjaan bisa disimpulkan seperti berikut.
Nomor 1 ke nomor 2 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 2 ke nomor 3 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 3 ke nomor 1 ditusuk biasa.
4. Model belah ketupat
Model smok ini sengaja disebut dengan model belah ketupat karena bila
diperhatikan secara seksama, bentuknya menyerupai ketupat. Model belah ketupat
banyak diminati untuk variasi sarung bantal kursi, penutup galon air mineral, dan
tutup televisi. Oleh karena, bentuk kerutannya tersusun rapi sehingga tampak cantik
dan menarik. Kotak pola bisa berukuran 1 cm x 1 cm atau tergantung selera.
Urutan pengerjaan:
- Jahit titik pada nomor 1 dengan benang lalu arahkan jarum ke titik nomor 3.
Setelah nomor 3 ditusuk, tarik hingga titik nomor 1 menyatu dengan titik nomor 3
kemudian dijahit mati. Dari nomor 3 lanjutkan menuju titik no:nor 2 dengan ditusuk
biasa.
- Dari nomor 2 arahkan jarum ke titik nomor 4 lalu ditarik hingga nomor 2 dan 4
menyatu. Setelah kedua titik menyatu kemudian dijahit mati. Sementara dari titik
nomor 4 jarum diarahkan ke titik nomor 1 di sebelah kanannya dengan ditusuk
biasa.
- Urutan pengerjaan bisa disimpulkan seperti berikut.
Nomor 1 ke nomor 3 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 3 ke nomor 2 ditusuk biasa.
Nomor 2 ke nomor 4 ditarik menjadi satu dan dijahit mati.
Nomor 4 ke nomor 1 ditusuk biasa.
5. Model bunga kelopak empat
Model smok ini sengaja disebut dengan model bunga kelopak empat karena bila
diperhatikan secara seksama, bentuknya menyerupai bunga yang memiliki empat
kelopak. Model bunga kelopak empat sepintas lalu mirip dengan model belah
ketupat. Model bunga kelopak empat juga banyak diminati untuk mempermanis
sarung bantal kursi, penutup galon air mineral, tutup televisi, atau taplak lemari es.
Ukuran garis pola : l cm x l cm
Urutan pengerjaan :
- Jahit titik pada nomor 1 dengan benang lalu arahkan jarum ke titik nomor 3.
Setelah nomor 3 ditusuk, tarik hingga titik nomor 1 menyatu dengan titik nomor 3
kemudian dijahit mati. Dari nomor 3 lanjutkan menuju titik nomor 2 dengan ditusuk
biasa.
- Dari nomor 2 arahkan jarum ke titik nomor 41a1u ditarik hingga nomor 2 dan 4
menyatu. Setelah kedua titik menyatu kemudian dijahit mati. Nomor 5 pada pola
sebenarnya merupakan perternuan antara titik nomor 1 dan 3 dengan titik nomor 2
dan 4. Sementara dari titik nomor 4 jarum diarahkan ke titik nomor 1 di sebelah
kanannya dengan ditusuk biasa.
- Urutan pengerjaan bisa disimpulkan seperti berikut.
Nomor 1 ke nomor 3 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 3 ke nomor 2 ditusuk biasa.
Nomor 2 ke nomor 4 ditarik menjadi satu dan dijahit mati.
Nomor 4 ke nomor 1 ditusuk biasa.
6. Model anyaman
Bentuk kerutannya yang menyerupai anyaman cukup tepat apabila digunakan untuk
mempercantik penampilan tas tangan, sarung bantal, taplak meja, dan sebagainya.
Warna kain yang lembut akan memperjelas kerutan kain yang berbentuk anyaman
ini. Bagi pemula urutan pengerjaannya memang agak sedikit rumit, tetapi hal itu
pasti tidak akan menjadi masalah jika dibandingkan hasil yang akan diperoleh.
Ukuran garis pola: lcm xlcm
Urutan pengerjaan:
- Jahit titik pada nomor 1 dengan benang lalu arahkan jarum ke titik nomor 2.
Setelah nomor 2 ditusuk, tarik hingga titik nomor 1 menyatu dengan titik nomor 2
kemudian dijahit mati. Dari nomor 2 lanjutkan menuju titik nomor 3 dengan ditusuk
biasa.
- Dari nomor 3 arahkan jarum ke titik nomor 4 lalu ditarik hingga nomor 3 dan 4
menyatu. Setelah kedua titik menyatu kemudian dijahit mati. Sementara dari titik
nomor 4 jarum diarahkan ke titik nomor 1 di sebelah bawahnya dengan ditusuk
biasa.
Urutan pengerjaan bisa disimpulkan sebagai berikut :
Nomor 1 ke nomor 2 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 2 ke nomor 3 ditusuk biasa.
Nomor 3 ke nomor 4 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 4 ke nomor 1 ditusuk biasa.
7. Model gelombang
Bentuk smok model ini mirip benar dengan gelombang air. Tak salah apabila diberi
nama smok model gelombang. Model smok ini cocok jika digunakan sebagai
penutup bagian atas tirai (menutup gelang kerekan). Ukuran garis pola: lcmxlcm
Urutan pengerjaan:
- Jahit titik pada nomor 1 dengan benang lalu arahkan jarum ke titik nomor 2.
Setelah nomor 2 ditusuk, tarik hingga titik nomor 1 menyatu dengan titik nomor 2
kemudian dijahit mati. Dari titik nomor 2 lanjutkan langkah jarum menuju ke titik
nomor 3 dengan ditusuk biasa.
- Dari titik nomor 3 arahkan jarum ke titik nomor 4. Setelah nomor 4 ditusuk, tarik
hingga titik nomor 3 menyatu dengan titik nomor 4 kemudian dijahit mati.
- Dari titik nomor 4 arahkan jarum kemudian ke titik nomor 1 dengan ditusuk biasa.
Demikian seterusnya ke arah samping kanan hingga panjang yang diinginkan.
- Urutan pengerjaan bisa disimpulkan seperti berikut.
Nomor 1 ke nomor 2 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 2 ke nomor 3 ditusuk biasa.
Nomor 3 ke nomor 4 ditarik dan dijahit mati.
8. Model jangkar
Sama dengan model-model smok lainnya, penamaan smok model ini dikarenakan
bentuknya yang menyerupai jangkar kapal laut. Namun, ada satu hal yang harus
diperhatikan dalam pembuatan smok model jangkar ini, yaitu tidak seperti halnya
model-model smok yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya, khusus untuk
pembuatan smok model jangkar, arah pengerjaannya dilakukan dari bagian atas
menuju ke bawah. Ukuran garis pola: 2 cm x 2 cm
Urutan pengerjaan:
- Jahit titik pada nomor 1 den-an benang lalu arahkan jarum ke titik nomor 2.
Setelah nomor 2 ditusuk, tarik hingga titik nomor 1 menyatu dengan titik nomor 2
kemudian dijahit mati. Lanjutkan menuju titik nomor 3 dengan ditusuk biasa lalu
sambung ke titik nomor 4 kemudian ditarik lagi hingga nomor 3 dan 4 menyatu.
Setelah kedua titik menyatu kemudian dijahit mati.
- Demikian seterusnya ke arah samping kanan hingga panjangnya sesuai dengan
yang dikehendaki.
- Urutan pengerjaan bisa disimpulkan seperti berikut.
Nomor 1 ke nomor 2 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 2 ke nomor 3 ditusuk biasa.
Nomor 3 ke nomor 4 ditarik dan dijahit mati.
Nomor 4 ke nomor 1 ditusuk biasa.
B. Smok untuk mempermanis aksesori
Setelah cara pembuatan beberapa model smok diulas pada subbab sebelumnya,
berikut ini akan disajikan beberapa pola dasar dan cara membuat beberapa aksesori
pelengkap dekorasi ruangan. Di antaran_ya sarung bantal, tutup telepon, tutup
televisi, taplak lemari es, tutup galon air mineral, tutup tudung saji, kerudung
sangkar burung, tas, dan tempat tisu.
1. Sarung bantal kursi
Smok pada sarung bantal kursi selain mempercantik penampilan bantalan, juga bisa
memberi kesan mewah dalam ruangan. Bahkan, kursi tua yang kusam pun bila diberi
sarung bantal yang bersmok berubah kesan menjadi lebih elegan.
Bahan dan alat yang diperlukan :
- Kain (katun, silk, saten) 1 meter
- Kain vuring 1/4 meter
- Resleting 35 cm
- Benang jahit
- Jarum jahit
- Gunting kain
Urutan pengerjaan :
- Buat garis pola di bagian belakang kain. Mulailah membuat smok (model
tergantung selera) kira-kira 2 cm dari bagian atas dan samping kiri.
- Untuk membuat sarung bantal berukuran 35 cm x 35 cm, buat smok berukuran 45
cm x 45 cm.
- Gunting sisa kain kurang lebih pada 2 cm dari batas tepi kain yang bersmok.
- Ambil kain vuring untuk melapisi bagian belakang kain yang sudah dismok.
- Ukur sisa kain untuk bagian belakang sarung bantal (lihat pola). Satukan dengan
kain yang telah dismok dengan cara dijahit pada bagian sisi-sisinya.
- Pasang resleting atau kain perekat di bagian belakang sarung bantal.
- Sebagai catatan, bagian sisi sarung bantal bisa langsung dari sisa kain yang telah
dismok dengan memberi variasi bisban, pita, rol bis, atau neci pada bagian tepi kain.
Bahkan, sumbu kompor pun bisa dimanfaatkan untuk merapikan sisi-sisi sarung
bantal. Caranya, jahit sumbu kompor bersama tepi kain bersmok dan kain untuk
bagian belakang di sepanjang sisi-sisinya.
2. Tutup telepon
Untuk mempermudah pemakaian, umumnya pesawat telepon diletakkan begitu saja
di tempat yang terbuka. Akibatnya, kemungkinan terkena debu besar sekali. Oleh
karena itu, supaya kebersihan pesawat telepon lebih terjaga, sebaiknya diberi
penutup. Namun, dalam perkembangannya, peruntukkan penutup tersebut selain
untuk menjaga kebersihan pesawat telepon, juga untuk mempercantik dekorasi
ruangan. Tak mengherankan apabila tutup telepon dibuat secantik mungkin,
misalnya dengan memberi sentuhan teknik jahit smok pada bagian depannya.
Bahan dan alat yang diperlukan :
- Kain (katun, silk, saten, dan sebagainya)
- Kain vuring
- Busa (spons) tipis
- Kain perekat
- Benang dan jarum jahit Urutan pengerjaan
- Tahap pertama adalah membuat alas badan telepon. Gunting kain sesuai pola atau
ukuran telepon sebanyak 2 lapis. Selipkan spons tipis di antaranya lalu dijahit serapi
mwlgkin. Apabila perlu, di permukaan atas kain bisa dijahit tindas dengan model
tindasan sesuai selera. Namun, apabila kain yang dipergunakan hanya 1 lapis, maka
di bagian belakang kain bisa langsung diberi spons tipis.
- Selanjutnya siapkan kain untuk bagian atas badan telepon. Kain tersebut lalu
dismok hingga mencapai ukuran 9 cm x 25 cm. Lapisi kemudian dengan kain vuring
pada bagian belakangnya.
- Gabungkan kain bagian dasar dan penutup badan telepon tersebut dengan dijahit
menggunakan mesin.
- Untuk penutup gagang telepon digunakan kain bersmok yang dibentuk elips
dengan ukuran 8 cm x 10 cm. Setelah bagian tepinya dijahit rapi (bisa diberi bisban),
pasang kain perekat di bagian ujung dan pangkal kain.
3. Tutup televisi
Sama halnya dengan tutup telepon, tutup televisi bersmok pun berfungsi untuk
menjaga kebersihan pesawat. Selain untuk mempercantik dekorasi ruangan.
Bahan dan alat yang diperlukan :
- Kain (katun, silk, saten, dan sebagainya)
- Kain vuring - Busa (spons) tipis
- Benang dan jarum jahit Urutan pengerjaan
- Kain untuk bagian depan (layar 20") yang belum dismok berukuran kurang lebih 80
cm x 120 cm, sedangkan bagian samping televisi 40 cm x 80 cm. Sementara untuk
bagian atastelevisi, potong kain dengan ukuran 40 cm x 120 cm. Ketiga bagian kain
(bagian samping dan atas televisi) kemudian dismok.
- Setelah smok selesai dibuat, Rain bagian belakang kemudian dilapisi dengan Rain
vuring.
- Ukuran kain yang akan dismok bebeda-beda tergantung model smok yang akan
dibuat. Oleh karena itu, sebaiknya pengukuran dilakukan setelah smok dibuat.
Dengan kata lain, pola untuk penutup televisi dibuat terlebih dahulu lengkap den-an
ukurannya. Begitu kain selesai dismok (untuk bagian samping dan atas) gunting
sesuai denQan ukuran pada pola.
- Setelah kain bersmok digunting sesuai dengan pola kemudian lapisi bagian
belakang kain dengan vuring.
- Seluruh tepi Rain bersmok sebaiknya dirol bis. Selanjutnya bagian yang satu dengan
yang lainnya bisa dijahit menjadi satu (lihat pola).
- Sebagai catatan, kain untuk bagian belakang, atas, hingga depan tidak dipotong
(garis titik dan hubung) dan kain bagian depan tidak dismok.
- Untuk televisi berukuran lain sebaiknya dilakukan pengukuran langsung pada
televisi (dibuat pola terlebih dahulu).
4. Taplak lemari es
Sama halnya dengan tutup televisi, taplak lemari es juga berfungsi untuk menjaga
kebersihan bagian luar lemari es. Selain itu, penampilan taplak lemari es berhias
smok ini bisa mempercantik dekorasi ruangan. Bahkan, kantong (saku) di sisi kanan
dan kirinya dapat berfungsi untuk menyimpan kunci, gunting, dan sebagainya.
Bahan dan alat yang diperlukan :
- Kain (katun, silk, saten, dan sebagainya)
- Kain vuring - Benang dan jarum jahit
Urutan pengerjaan :
- Siapkan kain dengan ukuran panjang sekitar 200 cm. Buat smok pada
permukaannya. Smok bisa dibuat pada seluruh permukaan atau sebagian kain
(bergantung selera).
- Setelah pembuatan smok selesai (ukuran panjang menjadi sekitar 125 cm dan lebar
45 cm), beri vuring pada bagian belakang kain. Sebagai variasi, bagian kain yang
jatuh di sisi kanan dan kiri lemari es bisa diberi pita atau dijahit tindas.
- Kantong (saku) bisa pula dibuat untuk melengkapi taplak lemari es ini. Bisa satu
kantong, dua, atau lebih.
- Apabila bagian samping kanan dan kiri terbuat dari kain polos, kantong bisa
dismok. Namun, apabila bagian samping taplak telah bersmok, sebaiknya kantong
dibuat polos saja (untuk variasi).
- Untuk mempermanis penampilan, sebaiknya sepanjang tepi taplak diberi wiru dari
kain dengan warna yang senada.
5. Kerudung tudung saji
Tudung saji atau penutup hidangan pada dasarnya bertungsi untuk mencegah
makanan dari hinggapan lalat atau binatang sejenisnya. Umumnya permukaan
tudung saji tampak berlubang-lubang kecil. Akibatnya, debu yang beterbangan di
udara bisa jadi masih bisa masuk dan menempel di makanan. Oleh karena itu,
tudung saji sebaiknya diberi kerudung. Untuk mempercantik penampilan kerudung
tersebut, salah satunya adalah diberi hiasan smok.
Bahan dan alai yang diperlukan :
- Kain (katun, silk, saten, dan sebagainya)
- Kain vuring - Pita elastik (karet)
- Gunting kain - Benang dan jarum jahit
Urutan pengerjaan
- Mula-mula lakukan pengukuran pada tudung saji, baik yang bermodel persegi atau
bundar maupun yang berukuran besar atau kecil (lihat contoh pola).
- Buat smok pada masing-masing lembar kain hingga ukurannya sesuai dengan pola.
Beri kain vuring pada bagian di sebaliknya.
- Jahit kupnat di antara bagian A dan B. Jahitan kupnat ini tepat di atas garis
pambatas antara bagian A dan B.
- Supaya melekat erat pada tudung saji, pada kain smok bagian bawah diberi karet
elastik. Sementara di bagian atasnya bisa diberi hiasan berupa bunga dari kain atau
lainnya sebagai penghias sekaligus sebagai pegangan.
- Di sepanjang tepi kerudung, bisa diberi wiru yang terbuat dari kain dengan warna
senada.
6. Penutup galon air mineral
Penutup galon air mineral pada dasarnya berfungsi untuk mempercantik
penampilan galon air tersebut. Sebagai variasi bisa dibuat model smok belah
ketupat, bunga kelopak empat, gelombang, atau anyaman.
Bahan dan alat yang diperlukan :
- Kain (katun, silk, saten, dan sebagainya)
- Kain vuring - Pita elastik (karet)
- Gunting kain - Benang dan jarum jahit Urutan pengerjaan
- Ambil kain yang sudah dismok dengan ukuran 81 cm x 40 cm. Kain tersebut
kemudian dilapisi dengan kain vuring (dijahit menjadi satu di bagian belakang kain).
- Sisi a dan b (seperti pada gambar pola) dijahit hingga membentuk suatu tabung
dengan diameter kurang lebih 27 cm (selanjutnya diberi nama kain untuk badan
galon).
- Siapkan kain biasa untuk bagian alas (tidak perlu dismok) berdiameter 27 cm
(dilebihkan kurang lebih 1,5 cm untuk keliman).
- Bagian alas tersebut kemudian dijahit dengan kain untuk badan galon. Selanjutnya
agar penutup bisa melekat erat pada galon, maka pada bagian leher galon (dekat
dengan guci penampung air) diberi karet elastik.
7. Penutup kotak tisu
Kain bersmok bisa pula dibuat menjadi tutup tempat tisu berbentuk kotak. Caranya
sangat mudah. Dengan mengikuti pola Anda bisa membuat tutup kotak tisu yang
cantik dan menarik dari kain bersmok.
Bahan dan alat yang diperlukan :
- Kain (katun, silk, saten, dan sebagainya)
- Kain vuring - Gunting kain dan pita elastik (karet)
- Benang dan jarum jahit Urutan pengerjaan
- Ambil kain yang sudah dismok. Gunting sesuai dengan pola. Lapisi bagian belakang
kain dengan vuring. Sisi A kemudian dijahit dengan sisi B dan C. Demikian juga
halnya dengan sisi D dijahit dengan sisi B dan C.
- Buatlah garis sepanjang 10 cm di bagian tengah sebagai lubang untuk menggambil
kertas tisu. Lipat tepi potongannya dengan jahit jelujur atau jahit mesin.
- Agar penutup kotak tisu bisa melekat erat pada wadahnya, beri pita elastik di
bagian belakangnya. Dua atau tiga pita elastik'di sepanjang lebar kain penutup.
8. Dompet tisu
Selain tisu dalam kotak, ada pula tisu yang berbentuk saputangan. Agar tampak
cantik dan tidak berdebu, tisu saputangan bisa di¬masukkan ke dalam dompet.
Dengan dompet tisu dari kain bersmok, selain terhindar dari debu,tisu pun bisa
tampil lebih cantik dan unik.
Bahan dan alat yang diperlukan :
- Kain (katun, silk, saten, dan sebagainya)
- Kain vuring dan kain perekat
- Gunting kain
- Benang dan jarum jahit Urutan pengerjaan
- Ambil kain yang sudah dismok dengan ukuran 23 cm x 13 cm. Lapisi kemudian
dengan kain vuring. Selanjutnya sisi B dilipat ke arah atas untuk dijahit dengan kedua
sisi pada bagian A.
Selain mempercantik penampilan, tisu pun terhindar dari debu
- Sisa kain pada bagian A kurang lebih berukuran 13 cm x 7 cm digunakan sebagai
tutup dari dompet tisu.
- Tepat di sisi tepi tutup bagian tengah diberi kain perekat. Demikian pula pada tepi
bagian tengah wadahnya (untuk merekatkan tutup dengan wadahnya). Pola dompet
tisu ini bisa dikembangkan untuk model dengan lubang di tengah (untuk mengambil
kertas tisu, mirip dengan penutup kotak tisu).
B. Bahan dan alat yang diperlukan
- Kain (katun, silk, saten, dan sebagainya)
- Kain vuring
- Gunting kain
- Resleting
- Benang dan jarum jahit Urutan pengerjaan
- Ambil kain yang telah dismok. Gunting sesuai dengan pola bagian atas dan bawah.
Sisi-sisi kain untuk bagian atas saling dijahit sehingga terbentuk bangun limas.
Sisakan kurang lebih 5 cm di tepi puncaknya (lubang) untuk tempat kawat
gantungan. Begitu pula halnya dengan bagian bawah. Hanya saja, untuk bagian
bawah, sisakan satu sisi atau rusuknya untuk pemasangan resleting.
- Beri hiasan wiru pada bagian tepi kain di bagian bawah. Ukuran pola ini
diperuntukkan bagi sangkar burung sedang berbentuk kotak.
9. Kerudung sangkar burung
Umumnya para penggemar burung selalu mempersiapkan kerudung untuk
menutupi sangkar burung peliharaannya. Awalnya kerudung ini berfungsi untuk
melindungi burung dari hembusan angin atau udara dingin. Namun, pada
perkembangan selanjutnya karena mungkin karena sayangnya atau nilai burungnya
yang cukup mahal, penggemar acapkali menghiasi kerudungnya dengan bordir,
lukisan, bahkan smok. Baik bordir, lukisan, maupun smok memiliki nilai seni yang
cukup tinggi. Model smok yang bisa digunakan untuk kerudung sangkar burung
adalah gelombang, bunga kelopak empat, sirip, dan belah ketupat. Kerudung
sangkar burung sebenarnya terdiri dari dua bagian. Bagian atas berupa bangun segi
tiga dan trapesium. Sementara bagian bawah berupa persegi panjang. Berikut akan
diulas mengenai pola dan cara membuat kerudung sangkar burung. selanjutnya
disebut bagian E. Bentuk bagian E yang akan difungsikan sebagai tutup tas dengan
bangun trapesium. Siapkan kain vuring dengan ukuran dan bentuk yang sama
dengan gambar pola. Satukan bagian rangka dan vuringnya dengan cara dijahit
jelujur. Lipat sepanjang garis putus-putus ke arah dalam sehingga terbentuk kotak
(dua sisi sebagai badan tas yang dihubungkan dengan persegi panjang sebagai alas).
Satukan dua bagian rangka badan tas dengan dijahit jelujur di sepanjang sisi samping
(bagian D) Siapkan kain bersmok untuk bagian A dan bagian C serta E (tutup tas).
Sambuiig bagian A dan C dengan bagian alas (kain untuk alas tidak perlu dismok)
berukuran 23 cm x 4,5 cm. 10. Tas wanita Model tas wanita sangatlah beragam.
Namun, pada kesempatan ini penulis akan mencoba memberi pola dasar tas wanita
yang cukup sederhana. Meskipun demikian, model tas ini bisa dikembangkan
menjadi bentuk lain yang lebih variatif. Misalnya, tidak perlu diberi penutup atau
diganti dengan resleting saja.
Bahan dan alat yang diperlukan :
- Kain (katun, silk, saten, dan sebagainya)
- Kain vuring
- Gunting kain
- Rangka tas (terbuat dari plastik)
- Resleting atau kancing hias - Benang dan jarum jahit Urutan pengerjaan
- Ambil rangka tas (umumnya untuk tas dari benang) dan bentuklah seperti gambar
pola. Bagian A: 15 cm x 23 cm, B: 4,5 cm x 23 cm, C: 15 cm x 23 cm, D: 4,5 cm x 15
cm, dan sisa kain Download Ringkasan Smock SMOCK

Teknik Jahit Smock

Smock sebenarnya bukan teknik baru dalam dunia fashion.Bahkan, berpuuh-puluh tahun
yang lalu yaitu pada dekade akhir tahun enam puluhan teknik ini mulai dikembangkan.

Istilah smock berasal dari bahasa Inggris, yaitu smock yang berarti mengerut. Sesuai
namanya, kain bersmock adalah kain yang berkerut-keru akibat dari teknik jahit yang
ditimbulkan.

Smock, adalah salah satu teknik jahit yang menghasilkan produk seni yang unik dan indah.
Beberapa tahun terakhir teknik ini mulai menjamur kembali seiring dengan semakin
maraknya berbagai jenis barang hasil ketrampilan tangan yang mempunyai nilai seni tinggi.

Penggunaan produk hasil smock kini tidak hanya untuk model pakaian atau cover seat saja,
akan tetapi juga untuk tas tangan, topi, sepatu, sandal, bahkan perlengkapan berbagai jenis
keperluan.

Berbagai jenis ketrampilan dan kerajinan tangan, yang dikenal dengan istilah handmade kini
semakin beragam dan terus berkembang. Bahkan pengembangannya menjadi semakin
menarik, indah dan mempunyai daya jual tinggi. Begitupun ketrampilan di bidang jahit
menjahit, khususnya kerajinan jahit teknik smock.

Smock adalah salah satu teknik ketrampilan menjahit dengan cara penarikan-penarikan
diselingi penjahitan mengikuti pola tertentu secara berulang-berulang dan teratur. Hasil
ketrampilan menjahit dengan teknik smock ini akan menghasilkan kain biasa yang sederhana
menjadi tampil menarik dan berseni, dengan kerut-kerutan yang teratur dan terbentuk rapi
sesuai dengan pola yang diinginkan.

Sesungguhnya smock bukan teknik baru di bidang jahit menjaht. Berpuluh-puluh tahun yang
lalu teknik smock sudah dikenal umum di dunia, khususnya di dunia mode pakaian.
Perkembangan di Indonesiapun semakin meluas, meskipun kemunculannya timbul
tengggelam seiring trend mode yang sedang berkembang. Tetapi pada kenyataannya, dengan
semakin banyaknya jumlah peminat produk handmade maka hasil ketrampilan smock tidak
perlu mengikuti trend mode lagi tetapi tergantung selera dan minat terhadap hasil smock yang
indah dan unik. Terlebih kini, hasil smock tidak hanya untuk pakaian, tetapi bisa
dikembangkan untuk berbagai jenis produk, misalnya tas tangan, dompet, tempat handphone,
topi, bandana, gordin, sprei dan lain-lain. Bahkan digunakan pula sebagai cover seat berbagai
jenis barang rumah tangga, misalnya sebagai penutup galon, toples, telephon, tudung saji, dll.
Serta yang paling umum sebagai sarung bantal kursi. Penggunaan cover seat, selain berfungsi
sebagai penutup barang lama, juga dapat memperindah penampilan sekaligus mengubah
suasana dan dekorasi ruangan.
Penggunaan smock tidak hanya indah apabila ditampilkan secara keseluruhan saja. Sebagai
aplikasi pun, smock bisa tampil mempercantik apapun yang akan dibuat. Seperti tutup galon,
tas, kopiah, tirai, bahkan pada busana.

PENGGUNAAN JENIS BAHAN (KAIN)

Bahan atau kain yang akan dikerjakan dengan teknik smock tidak harus mahal. Bahan yang
murahpun bisa tampil mewah dan tetap akan tampak indah dengan smock. Begitupun jenis
bahan kainnya.

Jenis bahan atau kain apapun sesungguhnya bisa dijahit dengan teknik smock. Tidak ada
pengecualian. Semua bergantung juga kepada selera masing-masing orang. Memang banyak
peminat yang menyarankan agar menggunakan kain yang mengilap. Alasan utama adalah
karena hasilnya tampak lebih indah dan cantik dibanding bila menggunakan kain biasa yang
tidak mengilap. Kerutan-kerutan pola akan tampak timbul tenggelam dengan cahaya yang
terpantul akibat kain yang mengilap tersebut. Namun demikian hal tidak menutup
kemungkinan penggunaan kain biasa menjadi tidak tepat bila dijahit dengan teknik smock.
Bahkan kain sederhana yang murah justru akan tampil menawan dan tampak mahal dengan
teknik ini.

Melihat cara penjahitan yang menggunakan pola tertentu, motif kain sering muncul sebagai
pertanyaan. Apakah kain yang digunakan harus melulu kain yang bermotif kotak-kotak?
Bermotif totol-totol atau berbintik-bintik dengan pola tertentu? Tentu saja hal itu bukan
sesuatu yang mutlak. Kain bermotif apapun bisa dijahit dengan teknik smock. Begitu pula
kain polos tanpa motif. Bahan ini tetap bisa digunakan. Tetapi, sebelum penjahitan harus
dibuat terlebih dahulu garis pola yang berbentuk bujur sangkar atau persegi empat dengan
ukuran tertentu. Dengan demikian untuk membuat smock pada kain polos memerlukan waktu
dan ketelatenan yang lebih dibanding dengan kain yang sudah mempunyai titik pola tertentu.

Dibandingkan dengan bermotif atau bercorak, keindahan hasil smock yang diperoleh akan
tampak lebih mencolok apabila menggunakan kain polos tanpa motif. Namun untuk
mempermudah pengerjaannya, ada baiknya dipilih kain polos dengan motif atau corak yang
beraturan dan berukuran tetap. Misalnya kain bercorak bintik-bintik dengan bentuk bujur
sangkar dan berjarak sama antara satu titik dengan titik lainnya.

PEMAKAIAN JUMLAH BAHAN

Dalam teknik jahit smock, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan benar, hal ini
karena hasil yang diperoleh akan menampakkan kain yang berkerut-kerut. Oleh sebab itu,
jumlah bahan akan menjadi berlipat ganda, meskipun secara umum memiliki perbandingan
1:2.

Ukuran garis pola bisa berbeda antara satu model dengan model lainnya sehingga jumlah
bahan yang digunakanpun berbeda-beda. Lakukan percobaan terlebih untuk menentukan
jumlah bahan agar tidak terjadi masalah kekurangan atau kelebihan bahan. Ukur sebelum dan
sesudah pengerjaan setiap model smock. Dari pengukuran tersebut bisa diketahui
perbandingan jumlah bahan dengan hasil yang diperoleh untuk setiap model smock.

GARIS POLA SMOCK


Setiap pengerjaan smock selalu dibutuhkan garis pola. Garis pola adalah garis-garis bantuan
yang dibuat terlebih dahulu untuk mempermudah pengerjaan smock. Garis pola bisa dibuat
sendiri (terutama untuk bahan polos) atau mengikuti corak bahan yang sudah ada, selama
corak tersebut berukuran tetap dan berbentuk persegi (bujur sangkar atau persegi empat).
Bagi pemula, agar mempermudah pengerjaan sebaiknya setiap titik pada kain ditandai dahulu
sesuai dengan pola smock yang akan dibuat.

Membuat garis pola memerlukan bantuan pensil atau kapur. Untuk mudahnya pembuatan
garis pola pada bahan polos digunakan kertas berkotak-kotak yang sudah disiapkan sebagai
cetakan. Selain mempermudah, juga dimaksudkan agar garis pola yang dibuat bisa rapi dan
tepat ukurannya. Ukuran yang tidak tepat akan mempengaruhi hasil smock yang dibuat
sehingga tidak sesuai dengan model yang diinginkan.

Bagi yang sudah terbiasa mengerjakan smock, garis pola tidak harus dibuat, apabila
menggunakan kain bermotif. Pengerjaannya bisa dilakukan dengan berpatokan pada motif
atau corak dari bahan. Khususnya untuk kain yang bermotif kotak-kotak, berbintik-bintik,
polkadot, dan motif sejenis.

MODEL SMOCK

Model smock memiliki pola tertentu, yang beraturan dan dalam ukuran yang tetap. Ukuran
setiap kotak pola tidak mempunyai ukuran khusus. Bisa 1 cm x 1 cm, 2 cm x 2 cm, 0.5 cm x
0.5 cm atau bahkan lebih kecil lagi. Bergantung pada keinginan dan keperluan masing-
masing.

Uniknya dari teknik jahit smock ini, model smock yang digunakan tidak hanya pada sisi
depan saja. Karena sisi belakang dari sebuah model smock juga bisa tampil indah dan
menarik serta bisa pula digunakan. Sehingga untuk satu pola model smock saja bisa menjadi
beberapa model smock hanya dengan mengubah bentuk kotak menjadi persegi atau dengan
menggunakan sisi depan atau belakangnya. Variasi lain bisa dilakukan pula dengan
menambahkan manik-manik, borji atau aksesori lainnya.

Jika menginginkan model smock pada bagian belakangnya, maka lakukan penjahitan smock
pada sisi kain yang mengilap dengan menggunakan benang warna senada agar warna tidak
tampak (mencolok).

smock
Smock adalah teknik menghias kain dengan cara menarik kain ke arah tertentu sesuai pola
sehingga kain menjadi bervolume, bertekstur tebal, dan elastis.

Cara membuat smock yaitu beri tanda titik titik pada bagian dalam/buruk kain dengan jarak
tertentu. Apabila menginginkan hasil smock bentuk kecil-kecil, maka jarak titik-titik dibuat 1
cm. Bila menginginkan hasil smock berukuran besar, maka jarak titik-titik dibuat 4 cm.

Langkah kerja membuat smock :

Untuk pemula dapat berlatih dahulu yaitu dengan cara


1. Siapkan kain satin ukuran 50 x 50 cm
2. Beri tanda titik-titik pada bagian dalam kain dengan jarak 2 cm
3. Tentukan arah pola model smock
4. Siapkan jarum tangan yang telah diisi benang jahit satu helai
5. Buat buhul atau bundel pada awal benang tusukkan pada tanda titik, lalu ke titik
sebelahnya dan seterusnya sehingga kain menjadi berkerut atu terlipat.
6. Kuatkan benang sebanyak 3 kali pada kain, lalu benang direntangkan dan dapat
memulai kembali arah pola berikutnya.

keterangan
gambar :kain sedang dijahit tangan mulai dari satu titik yang dikuatkan lalu ke titik
yang berikutnya kemudian kain ditarik hingga berkerut.

keterangan gambar:
model bentuk pola smock, arah tarikan benang menuju ke sudut segitiga, lalu benang
ditusukkan pada kain sebanyak dua kali agar kuat, dan cukup mengambil satu serat kain .
keterangan gambar :
hasil jadi smock sesuai pola segitiga di atas.

Teman-teman, selamat mencoba. Semoga berhasil ya. Dimana ada kemauan pasti ada jalan.

Smok dalam bahasa umum atau smock (bahasa Inggris) berarti


mengerut. Sesuai dengan namanya kain smock adalah kain yang
berkerut-kerut akibat teknik menjahit dengan tarikan-tarikan tertentu.
Smock bukanlah teknik baru didalam dunia tata busana. Pembuatan
smock pada kain sudah cukup lama dikenal, bahkan berpuluh-puluh
tahun lalu, yaitu pada dekade akhir tahun enam puluhan. Baju-baju ber

smock sempat menjadi mode baik untuk baju anak-anak maupun


dewasa.
Pada pelatihan ini, kain ber-smock digunakan sebagai variasi
dekoratif dalam pembuatan kerajinan smock, diantaranya pembuatan
bantal kursi dengan berbagai macam variasi smock, seperti model sirip,
model ombak besar, model ombak kecil, model belah ketupat, model
bunga kelopak empat, model anyaman, model gelombang & model
jangkar, dan beberapa produk smock lainnya.
Model-model diatas telah disampaikan dalam bentuk teori tata
cara urutan pengerjaannya, kemudian mempraktekkan langsung
pengerjaannya, sesuai ukuran yang sebenarnya. Pokok-pokok kerja
yang harus dipersiapkan dalam pelatihan smock adalah:
 Alat dan bahan yang harus disiapkan:
 Kain, sesuai ukuran untuk model yang akan dibuat.
 Jarum tangan.
 Benang.
 Urutan kerja:
Membuat smock mula-mula dibuat pola kotak-kotak dengan
ukuran 1cm x 1 cm dengan jumlah tertentu, sesuai panjang dan
lebar yang dikehendaki. Ukuran 1cm x 1 cm bukanlah ukuran baku,
karena jika menginginkan model yang lebih besar bisa
menggunakan ukuran 1,5 cm x 1,5 cm atau sebaliknya. Setelah pola
dibuat diatas kain bagian belakang, selanjutnya dipersiapkan jarum
dan benang jahit. Benang yang digunakan sebaiknya sewarna
dengan bahan/kain, agar terlihat lebih rapi (Widayati, 2000). Urutan
pembuatan smock ini diuraikan pada gambar 1 berikut:

Mulai
Memilih Model
Persiapan Alat & Bahan
Pembuatan Pola Pada Bahan
Menentukan Arah Benang Yang Akan
Dijahit
Menjahit Dengan Tangan Sesuai Dengan
Pola
Penyelesaian Dengan Menyambung Bahan
Polos Bagian Belakang Dengan Smock
Selesai

Materi pelatihan smock dalam kegiatan ini adalah:

 Perancangan model smock.


 Pembuatan pola smock pada kertas pola (sesuai dengan model
yang diinginkan).
 Membuat produk smock, dengan cara menyatukan garis pola,
untuk kemudian dijahit tangan dan diikat.
 Pengukuran kembali ukuran smock.
 Pemasangan hiasan tambahan pada smock.
 Pengaplikasian teknik smock pada busana (1 produk baju anak)
dan lenan rumah tangga (3 produk).
 Pemeriksaan dan penyelesaian produk (finishing).

Metode Pelaksanaan
Untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan, maka tahap dan
metode yang digunakan dalam pengabdian pada masyarakat ini adalah sebagai
berikut:
(1) Tahap Persiapan
a. Melaksanakan identifikasi calon peserta didik

Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa cara yakni:


 Menghubungi pihak Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo.
 Menghubungi para tokoh masyarakat di Kelurahan Moodu.
b. Melaksanakan seleksi dan menetapkan calon peserta didik
Kegiatan ini dilakukan dengan cara:
 Data yang terkumpul diinventarisir.
 Setelah diinventarisir dengan baik dilakukan pemilihan prioritas
berdasarkan pertimbangan kelayakan seperti dari aspek usia,
pendidikan, serta kebutuhan.
 Melaksanakan penetapan final calon peserta didik.
(2) Tahap Pelaksanaan
 Tempat Pembelajaran
Untuk kegiatan teori dan praktek, dilaksanakan di Kelurahan
Moodu, Kota Gorontalo.
 Sarana-parasana
Sarana pembelajaran berupa peralatan menjahit, bahan serta modul
pelatihan, disediakan oleh Dosen pelaksana kegiatan pengabdian
kepada masyarakat ini.
(3) Tahap Evaluasi
Untuk mengukur tingkat keberhasilan dan materi pelatihan
keterampilan yang diajarkan, dilakukan ujian praktek.

HASIL DAN PEMBAHASAN

(1) Tingkat keberhasilan pelaksanaan pelatihan, yang ditunjukkan oleh


indikator rata-rata kehadiran peserta didik diatas 90% dari jumlah
kehadiran yang ada.
(2) Jumlah peserta didik lulusan program pelatihan mencapai 95%
(meluluskan 19 orang dari 20 orang peserta saat awal).
(3) Perolehan nilai ujian (baik teori maupun praktek) rata-rata 86,5
(skala 100). Hal ini menunjukkan kemampuan peserta didik dalam
menyerap dan mamahami materi yang diberikan.
(4) Jika dilihat dari rata-rata penyelesaian produk, dapat dikatakan
terjadi peningkatan yang cukup signifikan, dimana warga belajar
mulai terbiasa mengerjakan produk-produk yang cukup rumit dan
tingkat kesulitan yang lebih variatif, dengan produk yang dihasilkan
sebanyak 1 unit pakaian anak dan 3 unit produk lenan rumah
tangga.
(5) Proses kecakapan hidup yang diberikan dalam kegiatan ini tentunya
lebih luas dari keterampilan vokasional atau sekedar keterampilan
untuk bekerja.

Identifikasi Kendala dan Solusi Yang diterapkan


Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, beberapa kendala
yang dihadapi diantaranya:
(1) Tingkat pemahaman pentingnya kecakapan hidup sebagai modal
dasar dalam bekerja & berusaha oleh sebagian peserta didik masih
dirasakan kurang. Hal ini perlu dimaklumi mengingat tingkat
pendidikan formal dari peserta didik rata-rata putus sekolah atau
ibu-ibu rumah tangga.
Solusi: menerapkan aturan disiplin diantaranya menerapkan sistem
absensi dengan ketat, dimana warga belajar yang 3 (tiga)
kali berturut-turut tidak mengikuti kegiatan ini, dianggap
mengundurkan diri untuk selanjutnya digantikan oleh calon
peserta lainnya. Dalam kegiatan ini melibatkan pemuka

pemuka masyarakat, dan lurah agar senantiasa mengawasi


& memberikan pemahaman akan pentingnya kecakapan
hidup bagi warga belajar maupun keluarganya.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
dapat disimpulkan beberapa hal berikut:
(1) Produk smock masih memiliki peluang yang cukup besar,
sehingga peserta pelatihan memiliki peluang berusaha mandiri
atau bekerja pada DUDI sejenis.
(2) Animo masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini cukup besar,
namun dalam pelaksanaannya terbatas oleh jumlah dana dan
waktu pelaksanaan yang singkat.
(3) Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana
dengan baik, jika didukung oleh sarana yang memadai, waktu
pelaksanaan yang cukup, keseriusan yang kuat dari para peserta
pelatihan untuk menyelesaikan pelatihan, dan keterlibatan
pemerintah lokal (lurah dan tokoh masyarakat setempat).
(4) Perlunya kerjasama antara perguruan tinggi sebagai pelaksana
pengabdian pada masyarakat dengan lembaga pemerhati masalah
sosial, agar pelaksanaan dapat tepat sasaran, jumlah dan waktu.
(5) Pelaksanaan kegiatan harus disertai dengan SOP (standart
Operational Procedure) yang jelas, dan penyediaan materi
pelatihan (buku panduan) yang memadai.
(6) Setiap kendala dilapangan dapat diatasi, jika komunikasikan
dengan baik dan ada kerjasama tim yang baik pula

DAFTAR PUSTAKA

Darmaprawira, W.A., 2002, Warna Teori dan Kreativitas


Penggunaannya, ITB, Bandung
Ernawati, et al., 2008, Tata Busana SMK Jilid 3, Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen
Pendidikan Nasional
Riyanto, Arifah A., 2003, Teori Busana Cetakan Kedua, Yapemdo,
Bandung
Roeswoto, H.I, 1999, Menjahit Pakaian Wanita dan Anak Tingkat
Dasar, Carina Indah Utama, Jakarta
Tim Penyusun, 2009, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Menjahit
Pakaian, Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan
Informal, Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta
Widayati, et al., 2000, Kerajinan Kain ; Teknik Menjahit Smok, Trubus
Agrisarana, Surabaya
Bahan-bahan yang harus kita siapkan adalah sebagai berikut :

1. Kain polos, Saya rekomendasikan untuk pemula pilih kain yang tidak melar seperti
kain katun. Kali ini saya memakai kain Blacu.
2. jarum jahit dan benang
3. pensil kain
4. penggaris/meteran kain
5. gunting
6. seterika

Nah, setelah bahan dan alat sudah terkumpul...Mari kita mulai!

Pertama, siapkan kertas karton lebar 2cm untuk panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan
teman-teman.
Kertas karton ini nantinya akan kita gunakan untuk membuat lipatan sebagai dasar membuat
honeycomb smock.

jangan lupa kertas kartonnya diberi garis tengah 1:1, langsung kita mulai menyetrika untuk
lipatan pertama.
abaikan jari lentikku ;)

Setelah selesai sesi membuat lipatannya. kemudian kita membuat tanda pada kain yang
nantinya kita akan jahit manual. Jarak untuk setiap pinggiran kain 1cm untuk kampuh,
selanjutnya masing-masing 4cm seperti pada gambar dibawah ini.

ups, saya kelebihan ukuran! mohon abaikan deretan titik terakhir pada sisi kanan.
Jadi deh...kayaknya enggak perlu penjelasan detail deh...
karena dari gambar yang saya beri sudah cukup menjelaskan alur pembuatannya.
Namun bagi teman-teman yang masih belum jelas, silahkan langsung komen dibawah ini...

Saran saya, saat ingin membuat Smock baiknya diperhitungkan kebutuhan kainnya.
namanya aja Smock a.k.a kerut. Jadinya pasti ada penyusutan kain setelah dismock.

bayangkan kalo anda bisa memproduksi bantal model smock ini...dengan kain ukuran 1m X
1m dan kapas/busa/dakron 1/2 kg,,dengan alat sederhana.Anda bisa menjadi juragan bantal
dikota anda.
Untuk pemasaran pertama teman teman bisa promosikan ke acara acara arisan/perkumpulan
ibu-ibu, saya jamin laris manis asal anda membuat dengan rapi dan apik,,dan bantal model
smock ini saya yakin belum ada di toko toko terdekat,,
Saya kasih deeeh bocoran motif untuk model love
Anda minat,,kirim email aja ke kuatriyadi19@gmail.com/ Hp 085385472222 / cukup murah
dibanding ilmu yang anda dapat cukup Rp.150.000,- Anda bisa mempelajari banyak Tekhnik
sulaman metode SMOCK CANADA.

Kali ini Saya akan kasih 1 cara metode menyulam kain untuk membuat bantal Metode
Canada
Bahan Bahan yang akan kita pakai
Siapin aja
1.Kain Lotto ( sesuai dengan selera anda )
2.Benang Jahit
3.Jarum Jahit
4.Penggaris
5.Pensil

Langkah Pertama

Potong Kain Dengan ukran 1m X 1 m ,bikinlah pola dengan pensil menggunakan penggaris
pada kain mengikuti pola berikut

buat serapi mungkin,,tanda silang ini menandai kemana titik kain yang dijahit manual
dengan tangan....
jahit sesuai alur pola...mudah bukan
Setelah menyulam sesuai pola maka akan menghasilkan hasil sulaman seperti ini..

Balik pola kain yang sudah anda sulam,,hasilnya wooooow cantik bukan
nah kalo anda kreatif sulaman ini bisa anda kreasi menjadi taplak meja,bantal,sprei,tutup
dispenser dll..

Teknik Smock yang saya pakai adalah Canadian Smocking.


Langsung saja yah...

Bahan-bahan yang harus kita siapkan adalah sebagai berikut :

1. Kain polos, Saya rekomendasikan untuk pemula pilih kain yang tidak melar sperti
kain katun. Kali ini saya memakai kain Blacu.
2. jarum jahit dan benang
3. pensil kain
4. penggaris/meteran kain
5. gunting

Nah, setelah bahan dan alat sudah terkumpul...Mari kita mulai!

PERTAMA kita membuat pola pada bagian belakang kain (persis seperti contoh
dibawah ini). Teman-teman harus pakai pensil kain atau bisa pakai pensil tulis yang tidak
terlalu tajam yah, pokoknya yang tidak permanen.
setiap kotaknya masing-masing berjarak 2cm yah. Untuk garis serongnya jangan lupa beri
jeda kosong setiap pingiran kainnya.
canadian smocking weave design pattern
Ini tampak pola kain yang saya buat, teman-teman bisa juga buat pola seperti saya dibawah
ini terlihat lebih simple sih...tapi kalau belum terbiasa akan jadi bingung.

Ok, Siapkan jarum jahit dan benangnya, untuk latihan baiknya memakai benang yang kotras
(saya memakai benang warna hitam). Tapi pada saat mau bikin project smock beneran yah
harus pakai warna yang senada dengan kainnya biar terlihat rapi.
Untuk mulai menjahitnya, bisa dari atas bisa juga dari bawah...senyamannya teman-teman
aja!
Yang penting sesuai dengan pola serongnya.

Setelah tusukan kedua lalu serut benang hingga kainnya terlipat, lalu tusuk kembali pada
tempat tusukan sebelumnya untuk mengunci jahitannya.
Setelah tusukan jahitan dikunci lalu gunting. Dan lanjutkan ke pola selanjutnya....dan
seterusnya!

Tampak baris pertama sudah selesai.

Selanjutnya, baris kedua dengan pola garis serong yang berlawanan.


Just keep going, you can do that...stay focus, dear!

Naaaah.....sudah kelihatan kan motifnyaaa!


(Tampak depan)

Inilah hasilnya pada tampak belakang.

Dan, ini tampak depan...

Untuk sentuhan akhir, jangan lupa disetrika agar lebih cantik dan lebih mudah untuk dijahit!
Naah...Begitulah cara membuat SMOCK.