Anda di halaman 1dari 4

Nino Fahreza

171321024
D3 – T. Listrik
Name Plate Motor Nema Based

1. Hp (horsepower) menyatakan kapasitas output pada motor.


Beberapa literatur juga menyebut sebagai shaft power. Selain hp,
untuk menyatakan ukuran kapasitas output dapat menggunakan
kW. Konversinya adalah 1 hp = 0.746 kw.
2. rpm menyatakan kecepatan rotasi per menit.
3. volt, ph, dan frekuensi menyatakan tegangan rating, sistem
3 fasa dan frekuensi 50 Hz dari jala-jala pada motor tersebut.
4. Amps menyatakan full load ampere atau besar arus pada
beban penuh.
5. Class of insulation menyatakan besar temperature rise serta
temperature maksimum yang diinjinkan pada winding motor.
Untuk winding class F maka temperature maksimum pada
winding adalah 155 C.
6. Motor wt menyatakan bobot dari motor tersebut.
7. SF atau service factor menyatakan kemampuan
pembebanan motor maksimum yang masih dapat diijinkan.
Misalnya pada name plate tersebut tertera serf factor 1.15 artinya
motor tersebut masih dapat diinjinkan untuk dibebani sebesar
1.15 x 25 hp = 28,75 hp. Meskipun demikian, pemakaian di atas
kapasitas 100 % dari motor induksi harus dihindari karena
menurunkan efisiensi serta memperpendek usia dari motor
tersebut
8. ABMA DE BRG menyatakan jenis bearing yang digunakan
pada sisi drive end (sisi motor yang terkouple dengan load). ABMA
(American Bearing Manufacturer Association) adalah standard
bearing di Amerika.
9. ABMA NDE BRG menyatakan jenis bearing yang terpasang
pada sisi non-drive end (sisi motor yang tidak terkouple dengan
load)
10. ENCL menyatakan jenis enclosure yang digunakan pada
motor tersebut. Motor tersebut menggunakan enclosure tipe TEFC
(totally enclose fan cooled) yang di-adopt dari standard NEMA
MG-1. TEFC artinya enclosure tertutup rapat (IP 55 berdasarkan
IEC 60529) dan untuk metode pedingin menggunakan fan (IPW
611 berdasarkan IEC 60034)
11. pF menyatakan power factor pada motor. pF menyatakan
perbadingan daya reaktif, daya aktif dan daya total pada saat
motor dibebani
12. Efficiency menyatakan perbandingan antara daya
output/daya input. Efisiensi ini tergantung pada pembebabanan.
Umumnya efisiensi berada pada titik tertinggi pada pembebanan
sekitar 80%.
13. Pada name plate juga terdapat jumlah rotor bar dan jumlah
stator bar. Hal ini menandakan bahwa jenis stator dari motor ini
adalah slot bars.
14. Class I Div 2 dan class I zone 2 menyatakan classified
hazardous area.
15. Space heater adalah salah satu komponen dalam motor
yang berfungsi sebagai de-humidifier atau penghilang
kelembapan. Kelembapan yang berlebih dalam motor akan
mengurangi kekuatan isolasi.
16. IEEE 841 merupakan standard yang digunakan untuk motor-
motor di area oil and gas dengan kondisi lingkungan yang
ekstrem, yaitu kondisi lingkungan yang korosif, salty (kandungan
garam tinggi), memiliki banyak kandungan kimia dan memiliki
tingkat uap air yang tinggi.

Name Plate Motor IEC Based


1. Is yang menyatakan arus starting sebesar 600% atau 6 kali dari arus full load.
Motor membutuhkan arus starting yang besar pada saat start untuk menciptakan
torsi awal yang besar.
2. Ts menyatakan torsi starting sebesar 200 % dari torsi pada kondisi full load.
3. Motor Fuji tersebut juga menyertakan jenis grease yang digunakan untuk
pelumasan bearing beserta jumlah grease yang digunakan tiap interval waktu
(2000 h).
4. Motor Fuji tersebut comply dengan standard IEC 60034 sehingga motor tersebut
tidak didesain untuk kondisi enviroment yang extreme seperti halnya motor Baldor
di atas.

Sumber : google / Portal-Listrik.com