Anda di halaman 1dari 12

TUGAS PAPER MATA KULIAH IDEOLOGI POLITIK

DAN LEGITIMASI

TINJAUAN TERHADAP SISTEM POLEKSOSBUDHANKAM


NEGARA FEDERASI RUSIA

Jakarta, Maret 2016

1
A. ASPEK POLITIK

1. Sekilas Sejarah Terbentuknya Rusia


Sejarah sistem perpolitikan Rusia dimulai dari bentuk kekaisaran
yang berakhir pada 1917 saat terjadinya Revolusi Bolshevik yang
berdampak pada terbentuknya Russian Federated Socialist Republic
(RFSRS) yang berada dibawah kepemimpinan Vladimir Ilyich Lenin yang
menerapkan ideologi komunisnya. Pasca pemerintahan Lenin, pada 1924
RFSRS berubah nama menjadi Uni Soviet di bawah kepemimpinan Jossef
Stallin yang ditandai dengan bergabungnya sejumlah negara tetangga di
sekitar Rusia. Pada perkembangannya Uni Soviet berakhir bersamaan
dengan mundurnya Presiden Mikhail Gorbachev pada 25 Desember 1991
setelah penerapan Glasnost (keterbukaan) dan Presteroika
(restrukturisasi) pada era reformasi Soviet. Sejak saat itu terbentuklah era
baru Negara Federasi Rusia.
Bentuk Negara Rusia adalah Federasi dengan bentuk
pemerintahan Federal. Sistem pemerintahan yang diaplikasikannya
adalah semi presidensil dimana pelaksana pemerintahan dipegang oleh
presiden serta perdana menteri, dimana parlemen memiliki peranan yang
lebih terbatas dibandingkan presiden.

2. Kekuasaan Eksekutif
Kekuasaan Eksekutif diselenggarakan oleh pemerintah yang terdiri
dari Perdana Menteri beserta deputi yang diangkat oleh presiden atas
persetujuan Duma Negara. Sistem kepresidenan di Rusia terdiri dari
presiden dan para aparatnya, yang sering kali membayangi kinerja
pemerintahan – yang terdiri dari perdana menteri dan kabinetnya.
Terdapat lima badan yang merupakan institusi yang berdiri di bawah
presiden secara langsung, yaitu The Administration Presidential, The
Administration Of Affairs, The Kremlin Property Management Department,
The Presidential Council, Dan The Security Council.1
Kewenangan Presiden Rusia lebih kuat dibandingkan peranan
parlemen karena Presiden dapat membubarkan parlemen Rusia dalam
beberapa situasi dan kondisi yang ditetapkan di dalam konstitusinya.
Selain itu, Kantor Presiden juga mencakup kekuatan keputusan dan
memveto legislatif dan kekuasaan untuk mengangkat dan membubarkan
kabinetnya.
Kondisi seperti ini juga didukung oleh Konstitusi Rusia (Pasal 110 –
tahun 1993), yang menyatakan bahwa kekuasaan eksekutif berada di
tangan pemerintah, namun perdana menteri dibatasi oleh kekuasaan
kepresidenan. Tanggung jawab pemerintah terbatas pada pengaturan di
ranah ekonomi dan sosial, yang mana hal ini sebenarnya telah terjadi
sejak masa Uni Soviet.
Fokus kepresidenan dalam konstitusi ini menyebutkan, mendukung
kekuasaan kepresidenan yang ekstentif, khususnya dalam pemilihan
kabinet, pengusulan legislasi dan pembuatan kebijakan. Presiden juga
menikmati berbagai status, baik sebagai kepala negara, penjamin

1
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/rs.html

2
konstitusi (pasal 80) dan sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.
Presiden juga diberikan hak untuk mengeluarkan dekrit tanpa harus
disetujui oleh parlemen. Namun dekrit yang dikeluarkan tidak boleh
bertentangan dengan konstitusi.
Melalui pasal 80, disebutkan bahwa konstitusi Rusia menjamin
penuh presiden terhadap 4 area isu ; keamanan, pertahanan, domestik
dan luar negeri. Khususnya dalam bidang luar negeri, presiden Rusia
memiliki hak dan kontrol yang sama seperti zaman kekaisaran Tsar pada
konstitusi 1906. Kekuasaan presiden yang terlalu kuat dan luas membuat
peran pemerintah terutama perdana mentri menjadi tidak terlalu
diperhitungkan. Tujuan utama penyusunan konstitusi ini dapat dianalisa
untuk menghindari pengulangan konflik antara eksekutif dengan legislatif
yang terjadi di awal masa pemerintahan Yeltsin, tepatnya pada 21
September 1993. Hal tersebut dilakukan dengan cara menyusun
konstitusi yang menjamin kekuasaan yang lebih kuat di tangan
presiden dan menempatkan pemerintah sebagai subordinasi dari
kepresidenan serta melemahkan parlemen dengan mengatur bahwa
perdana menteri bertanggung jawab terhadap presiden, bukan parlemen.
Presiden dipilih selama masa bakti enam tahun oleh warga negara
Federasi Rusia atas dasar hak pilih universal. Orang yang sama tidak
dapat memegang jabatan presiden Federasi Rusia lebih dari dua periode.

3. Kekuasaan Legislatif
Majelis Federal sebagai parlemen dari Federasi Russia adalah
wakil dan badan legislatif Federasi Russia. Majelis Federal memiliki dua
kamar (bikameral) yaitu Dewan Federasi dan Duma Negara. Dewan
Federasi merupakan majelis tinggi yang memiliki dua perwakilan dari
masing-masing konstituensi dari Federasi Russia, satu wakil masing-
masing dari perwakilan dan badan-badan eksekutif kekuasaan negara dan
satu wakil dari legislatif yang dicalonkan oleh majelis regional. Sedangkan
Duma Negara adalah majelis rendah yang memiliki 450 anggota yang
dipilih untuk masa kerja lima tahun. Persentase proporsi keanggotaan
Duma Negara berdasarkan hasil Pemilu 4 Desember 2011 antara lain :
United Russia 49.3%, CPRF 19.2%, A Just Russia 13.2% , LDPR
11.7%, other 6.6%, sedangkan berdasarkan jumlah kursi sebagai
berikut : United Russia 238, CPRF 92, A Just Russia 64, LDPR
56. 2

4. Kekuasaan Yudikatif
Sistem peradilan Rusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan Mahkamah Agung Arbitrase
(Komersial). Mahkamah Konstitusi adalah pengadilan dengan yurisdiksi
subyek terbatas yang memiliki 19 hakim. Konstitusi 1993 memberdayakan
Mahkamah Konstitusi untuk menengahi perselisihan antara cabang
eksekutif dan legislatif dan antara Moskow dan pemerintah regional dan
lokal. Pengadilan juga berwenang untuk memerintah atas pelanggaran

22
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/rs.html

3
hak konstitusional, untuk memeriksa banding dari berbagai badan, dan
untuk berpartisipasi dalam proses impeachment terhadap Presiden.
Mahkamah Agung mengawasi sektor sipil, sengketa pidana, dan
administrasi yang melibatkan individu pribadi. Mahkamah Agung Federasi
Russia adalah badan peradilan tertinggi untuk kasus perdata, pidana,
administratif dan lainnya yang berada di bawah yurisdiksi peradilan umum.
Sedangkan Mahkamah Agung Arbitrase Federasi Russia adalah badan
peradilan tertinggi untuk menyelesaikan litigasi ekonomi dan kasus lain
yang didengar oleh pengadilan arbitrase, dan juga melakukan
pengawasan peradilan sesuai dengan bentuk prosedural yang ditetapkan
dalam hukum federal. Para hakim Mahkamah Konstitusi, Mahkamah
Agung dan Mahkamah Agung Arbitrase ditunjuk oleh Dewan Federasi
atas permintaan Presiden Federasi Russia. Hakim untuk semua
pengadilan diangkat seumur hidup oleh Dewan Federasi yang
berdasarkan rekomendasi Presiden.

5. Sistem Pemilu
Rusia menggunakan " Sistem Dua-Putaran " untuk pemilihan
presiden dan "Sistem Campuran" untuk pemilu legislatif. Dalam sistem
dua putaran babak kedua pemungutan suara tidak diperlukan jika ada
kandidat dalam putaran pertama memenangkan persentase tertentu,
biasanya mayoritas mutlak menang pada putaran pertama. Pemilu di
Rusia baru saja berlalu. Seperti dapat diduga, Partai Persatuan Rusia
yang dibentuk oleh Vladimir Putin menjadi pemenang mayoritas atas
pemilu parlemen beberapa hari yang lalu. Terdapat 78 partai politik yang
terdaftar pada Kementerian Hukum Rusia pada 2015, namun hanya 4
parpol yang duduk di legislative, diantaranya sebagai berikut : A Just
Russia yang dipimpin oleh Sergey MIRONOV, Communist Party
of the Russian Federation or CPRF yang dipimpin oleh Gennadiy
ZYUGANOV, Liberal Democratic Party of Russia or LDPR yang
dipimpin oleh Vladimir ZHIRINOVSKIY dan United Russia yang
dipimpin oleh Dmitriy MEDVEDEV. 3

6. Pembagian Administratif
Federasi Rusia adalah sebuah republik federal yang terdiri dari 83
entitas konstituen. Ada enam kategori entitas federal yang
konstituen, agak berbeda dalam klasifikasi, secara konstitusional
didefinisikan sebagai anggota yang sama dari federasi. 21 republik
(sesuai dengan tanah air dari berbagai kelompok etnis) menetap di tingkat
tertentu dalam otonomi daerah. Federasi ini selanjutnya dibagi ke dalam
47 oblasts (daerah), salah satu oblast otonom (daerah otonom), dan
sembilan krais (wilayah) di mana empat okrugs otonom (kabupaten
otonom, juga digambarkan untuk berbagai kelompok etnis) berada.
Moskow dan St Petersburg diklasifikasikan sebagai kota federal. 4

3
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/rs.html
4
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20307163-S42266-Fahna%20Nur%20Santika.pdf

4
B. ASPEK EKONOMI

1. Sejarah Perekonomian Rusia


Sejarah perekonomian Rusia berawal dari terpecahnya Negara Uni
Soviet, saat berada di bawah pemerintahan Presiden Mikail Gorbachev. Sejak
runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, presiden Rusia pertama, Borits
Yeltsin telah mencoba merubah sistem ekonominya dari sistem ekonomi
terpusat menjadi sistem ekonomi pasar untuk mencapai pertumbuhan
ekonomi yang konsisten dengan membenahi stabilitas ekonomi makro.
Yeltsin menyampaikan bahwa kepemimpinan Rusia akan dilanjutkan
secara radikal, reformasi berorientasi pasar melalui "shock therapy", seperti
yang direkomendasikan oleh Amerika Serikat dan IMF.5 Namun, kebijakan ini
mengakibatkan keruntuhan ekonomi, dengan jutaan rakyat jatuh ke dalam
jurang kemiskinan, korupsi dan kejahatan menyebar dengan cepat. Secara
garis besar pemerintahan Yeltsin mencoba mengadopsi kapitalisme, namun
gagal memajukan dan mengembalikan keadaan masyarakat. Pemulihan
ekonomi tidak sepenuhnya membawa perubahan pada masyarakat,
khususnya kelas menengah ke bawah, karena yang diuntungkan adalah
kelompok-kelompok ekonomi tertentu yang membentuk pola oligarki.
Beberapa upaya Rusia masa pemerintahan Boris Yeltin di dalam Shock
Therapy antara lain :
a. Liberalisasi perdagangan
b. Mekanisme pasar terbuka
c. Mengurangi pengeluaran pemerintah
d. Menerapkan pajak nilai tambah

2. Model Perekonomian Pasca Tahun 2000


Proses peralihan sistem ekonomi sejak rezim Presiden Vladimir Putin
tahun 2000, berjalan secara perlahan dan hati-hati. Sistem ekonomi liberal
tidak seutuhnya diterapkan oleh Rusia, namun selektif dalam memaknai nilai-
nilai kapitalisme ke dalam proses reformasi yang sedang dijalankan. Sikap
selektif tersebut ditujukan untuk mengadaptasikan proporsi kekuatan ekonomi
makro serta implikasinya terhadap kontinuitas ekonomi dalam jangka
panjang. Dalam hal ini, Presiden Putin menggariskan kebijakan yang
mengedepankan penguatan ketahanan ekonomi ke dalam tahapan reformasi
(inward), yang diperkuat dengan peningkatan leverage ekonomi politik ke luar
(outward).
Jika salah langkah dalam penerapan sistem yang tergolong baru
tersebut, akan berdampak buruk bagi perekonomian Rusia sendiri. Hal ini
merupakan tantangan bagi Rusia di masa transisi. Bahkan ketika menghadapi
arus globalisasi ekonomi yang serba tidak menentu, Rusia berusaha agar
tidak jatuh dalam jurang globalisasi. Rusia tidak ingin menanggung
konsekuensi dari globalisasi ekonomi yang menimbulkan instabilitas,
meskipun Rusia tetap mengikutinya. Dalam konteks ini, Rusia memiliki
kemandirian dalam mengartikulasikan konsep globalisasi yang disesuaikan
dengan karakteristik politik dan ekonominya. Karena itu, dalam proses
peralihan, diupayakan agar langkah reformasi dijalankan secara perlahan-

5
http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Boris_Yeltsin

5
lahan tanpa menimbulkan ’distorsi’ yang bisa menganggu pencapaian cita-
cita Rusia yang ingin kembali berjaya seperti masa lalu.
Positioning peran seperti itu tidak serta merta menegasikan elemen
liberalisme. Putin masih membuka ’kran’ liberalisme ekonomi walaupun
terkontrol kepada sektor swasta. Kran kebebasan dibuka tapi terkendali agar
tidak menganggu jalannya mekanisme pasar, sehingga Rusia tidak mudah
tergelincir ke dalam arogansi ekonomi. Tindakan ’selektif’ Putin ditempuh
karena mengambil pelajaran dari pengalaman krisis pada tahun 1998. Setiap
kebijakan ekonomi yang diambil selalu memperhatikan unsur-unsur penyebab
terjadinya krisis saat itu. Putin berasumsi bahwa krisis dapat terjadi karena
kesalahan dalam penataan ekonomi yang dibentuk saat itu oleh mantan
Presiden Borits Yetlsin. Kejadian krisis menandakan bahwa perekonomian
Rusia untuk sementara ini selama masa transisi masih terlalu rentan dalam
menerapkan sistem kapitalisme, apalagi diterapkan dalam waktu yang begitu
cepat, setelah Uni Soviet bubar.6

3. Pertumbuhan Perekonomian
PDB riil tahun 2009 meningkat dengan persentase tertinggi sejak
jatuhnya Uni Soviet pada 8,1%, rubel tetap stabil, inflasi telah moderat, dan
investasi mulai meningkat lagi. Pada 2007, Bank Dunia menyatakan bahwa
perekonomian Rusia telah mencapai "stabilitas makroekonomi yang belum
pernah terjadi sebelumnya".7 Rusia telah membuat kemajuan dalam
memenuhi kewajiban utang luar negeri. Kemajuan sektor perekonomian saat
itu merupakan hasil perbaikan sistem ekonomi Rusia yang diterapkan oleh
Putin yang dibarengi dengan kenaikan harga minyak bumi dan gas alam
dunia. Sedangkan GDP pada tahun 2013 Rusia mencapai US $ 2096774
million.8
Komoditas minyak dan gas bumi masih mendominasi ekspor Rusia,
sehingga Rusia tetap sangat bergantung pada harga energi. Pada 1 Januari
2004, dana Stabilisasi Federasi Rusia didirikan oleh Pemerintah Rusia
sebagai bagian dari anggaran federal untuk menyeimbangkannya jika
terjadinya penurunan harga minyak dunia. Pada 1 Februari 2008, Dana
Stabilisasi dibagi menjadi dua bagian, yaitu : Bagian pertama akan menjadi
dana cadangan sama dengan 10 persen dari PDB (10% dari PDB setara
dengan sekitar $ 200 miliar sekarang), dan akan diinvestasikan dengan cara
yang sama sebagai Dana Stabilisasi. Bagian kedua akan diubah menjadi
Dana Kesejahteraan Nasional Federasi Rusia.
Selain Minyak bumi dan gas alam, Rusia adalah salah satu produsen
terkemuka di dunia atas logam seperti baja dan aluminium primer. Selain itu,
sector industri pertahanan (termasuk radar, produksi rudal, komponen
elektronik yang canggih, senjata, kendaraan tempur, pesawat dan kapal)
menjadi tumpuan komoditas ekspor Rusia. Namun, sektor manufaktur Rusia
umumnya tidak kompetitif di pasar dunia, sehingga diarahkan untuk konsumsi
domestic. Sedangkan komoditas yang diimpor oleh Rusia antara lain : produk
farmasi, bahan pangan, mesin, kendaraan, peralatan elektronik, dll.

6
http://gantna67.blogspot.co.id/2014/11/sistem-pereknomian-negara-rusia-serta.html
7
https://riyanws.wordpress.com/2014/03/20/cerita-dibalik-ekonomi-rusia/
8
http://data.un.org/CountryProfile.aspx?crName=Russian%20Federation#Economic

6
Pada 2015, Rusia mengalami resesi cukup dalam sebagai dampak
kombinasi penurunan harga minyak, sanksi internasional akibat duguaan
negara-negara barat tentang aneksasi yang dilakukan Rusia terhadap
Crimea, dan keterbatasan struktural, yang turut menurunkan PDB hingga
mendekati angka 4%. Sebagian besar ekonom memperkirakan penurunan ini
akan terus terjadi setidaknya sampai kuartal pertama 2016. Rusia sangat
tergantung pada pergerakan harga komoditas dunia, oleh sebab itu Central
Bank of Russia (CBR) memperkirakan bahwa jika harga minyak masih
mengalami penurunan di bawah $ 40 per barel sampai kuartal pertama 2016,
maka shock ekonomi diproyeksikan menyebabkan penurunan PDB mencapai
sekitar 5% atau lebih.

C. ASPEK SOSIAL BUDAYA

1. Keragaman Etnisitas
Terdapat lebih dari 160 kelompok etnis dan suku-suku pribumi yang
berbeda di Rusia. Menurut sensus 2002 komposisi etnis di Rusia sebagai
berikut : 79,8% penduduknya berasal dari suku Rusia, 3,8% suku Tatar,
2% suku Ukraina, 1,2 suku Bashkir, 1,1% suku Chuvash, 0,9% suku
Chechen, 0,8% suku Armenia, 0,56% suku Avar, 0,43% suku Azerbaijan,
0,56% suku Belarusia, suku Buryat, suku Han, suku Evenk, 0,14%
Ingush, suku Inuit, Yahudi, 0,36% suku Kabardino, suku Kalmyk, 0.13% suku
Karacay, suku Karelia, 0,45% suku Kazakh, 0,20% suku Komi, suku Korea,
0.42% suku Mari, suku Mordvin, suku Nenetse, 0,35% suku Ossetia, suku
Polandia, 0,17% suku Tuvan, suku Udmurt, suku Uzbek, suku Yakut, dan
sisanya orang-orang yang tidak menyebutkan sukunya. Hampir seluruh dari
kelompok-kelompok ini tinggal di kawasannya masing-masing, namun hanya
suku Rusia yang dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di seluruh
kawasan di negara tersebut.9
Rusia adalah negara multikultural yang dipengaruhi oleh berbagai
macam budaya. Budaya dominan di sana adalah budaya Gereja
Ortodoks Yunani yang telah merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan
masyarakat Rusia. Kebudayaan Slavia yang ortodoks, Tatar yang beragama
Islam, Paganisme di Timur Jauh dan suku Buryat yang nomade turut
menambah keragaman Rusia.

2. Perkembangan Karakter Masyarakat


Glasnost dan Perestroika membawa perubahan secara sistemik
melalui era kebebasan dan demokrasi baru yang dapat menampakkan dua
kutub generasi yang berbeda dalam perbandingannya dengan konteks
kekinian. Banyak kemajuan secara material, tetapi ada banyak pula
kemunduran. Saksi hidup runtuhnya Soviet mengatakan bahwa dalam 20
tahun mentalitas masyarakatnya hampir berubah 180 derajad. Bukan hal
jamak kemudian bila dua generasi antara bapak dan anak dibesarkan dalam
nilai yang berbeda, mulai dari nilai pribadi, keluarga, dan sosial. Perubahan
yang terjadi begitu cepat menyebabkan Rusia diguncang begitu banyak
permasalahan sosial pasca perestroika dan Glaznost.

9
http://dokumen.tips/documents/federasi-rusia.html

7
Generasi Soviet tidak terbiasa dengan tayangan telanjang di televisi,
atau pemandangan orang berciuman di pinggir jalan, namun generasi Rusia
terbiasa. Generasi Soviet tidak terbiasa dengan penjualan kondom di etalase
supermarket yang dekat dengan etalase permen dan coklat untuk anak-anak,
tapi generasi Rusia biasa. Tingkat perceraian generasi Soviet rendah, namun
generasi Rusia kawin dua tahun saja adalah umum. Orang Soviet minum
vodka di rumah, orang Rusia minum vodka di jalan-jalan. Orang Soviet sulit
melancong ke luar negeri karena sistem politik yang tertutup, orang Rusia
bisa pergi kemana saja asal mampu secara ekonomi. Pengangguran adalah
illegal di jaman Soviet, namun di Rusia pengangguran adalah hal jamak di
jalan-jalan. Orang Soviet berpikir bahwa orang asing adalah “druzhba
narodov” atau sahabat antar bangsa, dan orang Rusia beranggapan orang
asing adalah kompetitior. Filosofi orang Soviet adalah hidup untuk kecukupan,
pandangan hidup orang Rusia adalah hidup untuk kekayaan. Doktrin orang
soviet adalah rakyat, kepercayaan orang Rusia adalah diri sendiri. Media
Soviet tidak berani mengkritik pemerintah, media Rusia berani mengkritik
pemerintah. Orang soviet malu-malu beragama, orang Rusia beragama dan
tidak beragama secara terang-terangan.10 Selain itu, pengalaman masa lalu
dimana Rusia pernah mengalami masa sulit di bidang ekonomi dan krisis
pangan telah menjadikan karakter rakyatnya sangat menghormati makanan
yang terlihat dalam kebiasaan masyarakat yang tidak meninggalkan makanan
sisa dalam meja dan piringnya.

3. Permasalahan Disintegrasi
Rusia yang terdiri dari berbagai etnis dibarengi dengan kebijakan masa
lalu di era kekaisaran imperium Rusia sampai era komunis Lenin dan Stalin
telah membentuk karakteristik etnis-etnis tertentu sebagai dampak adanya
kebijakan-kebijakan pemerintah pusat yang cenderung terfragmentasi dalam
etnis-etnis tertentu seperti korenizatya, rusifikasi dan deportasi. Kebijakan
tersebut menciptakan pembedaan-pembedaan atas dasar klaim etnisitas
antara bangsa Rusia dengan Non-Rusia yang berada di Rusia. Dalam banyak
penelitian disebutkan bahwa sistem etnofederal Rusia yang telah menjadi
pemantik banyaknya konflik etnit maupun separatism yang berujung pada
disintegrasinya sejumlah daerah di Rusia.11

D. ASPEK PERTAHANAN DAN KEAMANAN

1. Kebijakan Keamanan
Kementerian Pertahanan Rusia mempublikasikan laporan perangkat
militer yang baru-baru ini masuk dalam perbendaharaan senjata tentara
Rusia. Sputnik (Media Rusia) mengutip dalam situs Kementerian Pertahanan
Rusia bahwa tahun ini pasuka militer Rusia menerima 1.172 tank terbaru
termasuk tank cangih jenis T-14 Armata, 250 pesawat termasuk 2

10
http://ardinov.com/?p=142
11
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20307163-S42266-Fahna%20Nur%20Santika.pdf

8
pengangkut misil strategis Tu-95MS dan 3 pesawat pengebom strategis Tu-
160.12
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperkenalkan rancangan
terbaru pertahanan negara. Para pakar percaya bahwa pengadopsian
rencana pertahanan terbaru tersebut kemungkinan merupakan reaksi atas
pengabsahan strategi militer AS, yang di situ Rusia ditunjuk sebagai salah
satu ancaman terhadap kepentingan nasional Amerika Serikat. Pada 13
November 2015, di Sochi, Presiden Rusia menggelar pertemuan dengan
melibatkan hampir seluruh unsur pemerintahannya untuk membahas
rancangan pertahanan terbaru untuk periode 2016 – 2020. Dalam pertemuan
tersebut, presiden mengatakan bahwa dalam rancangan tersebut dimuat
identifikasi risiko dan ancaman baru terhadap negara. Selain itu, dalam
rancangan tersebut juga dibahas mengenai program perlengkapan tentara
dengan persenjataan terbaru, pelatihan mobilisasi, serta pertahanan teritorial.
Rancangan sistem pertahanan merupakan dokumen yang berisi pedoman
atau panduan yang menunjukkan arah dan lingkup aktivitas negara di bidang
pertahanan sekaligus memberikan tugas yang sesuai untuk berbagai
kementerian dan departemen. Dalam dokumen tersebut juga dibahas tentang
pengembangan senjata penyerang nuklir sebagai jawaban atas strategi militer
AS yang ditetapkan oleh Pentagon pada 1 Juli 2015.13
Konflik Suriah kini menjadi wadah konflik gobal mengingat banyaknya
Negara-negara yang turut serta mengambil bagian dalam konflik tersebut
dengan mengatasnamakan kepentingan masing-masing. Negara-negara itu
adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia, Arab Saudi, dan beberapa negara
Teluk lain, Iran serta Turki. Sebelumnya negara-negara tersebut telah
melakukan pertemuan di Wina untuk segera mencari solusi dalam
menghentikan konflik tersebut, tapi hingga saat ini belum ada tindak
lanjutnya. Seperti yang dilansir BBC, jalan buntu dari solusi gencatan senjata
adalah kepentingan dua blok terkait dengan Presiden Suriah Bashar al-
Assad. Assad yang mendapat penolakan dari Turki, Uni Eropa, dan Arab
Saudi, serta Amerika Serikat, di sisi lain mendapat dukungan yang kuat dari
sekutunya, Iran dan Rusia, yang memiliki kepentingan di Suriah. Bentuk
dukungan Rusia berupa dukungan di PBB serta memasok persenjataan bagi
tentara Assad untuk melawan pemberontak yang ingin menjatuhkanya dan
bantuan berupa angkatan udara untuk menyerang ISIS. Rusia melakukan itu
semua demi menjaga pelabuhan Suriah, Tartous, yang berfungsi sebagai
basis Mediterania Rusia untuk armada Laut Hitam, dan sebuah pangkalan
udara di Latakia.

12
http://indonesia.rbth.com/news/2015/12/15/rusia-tingkatkan-kekuatan-militer-dengan-armata-tu-160-dan-
vladimir-monom_551347
13
http://indonesia.rbth.com/politics/2015/11/18/putin-tanda-tangani-rancangan-pertahanan-terbaru-rusia_
541833

9
2. Kekuatan Militer
Adapun beberapa contoh kecil elemen persejatan militer Rusia yang
dikutip dari media internasional sebagai berikut :14
a. Kekuatan Sistem Darat
1) Tank: 15398
2) Kendaraan Lapis Baja Tempur (AFVs): 31298
3) SPGS: 5972
4) Artileri Derek: 4625
5) Sistem Multi-Launch Rocket (MLRSs): 3793
b. Kekuatan Udara
Total pesawat 3429 unit dengan rincian :
1) Pesawat Tempur/Pencegat: 769
a) Pesawat Penyerang Fixed-Wing: 1305
b) Pesawat Transportasi: 1083
c) Pesawat Latih: 346
d) Helikopter: 1120
e) Helikopter Penyerang: 462
Selain itu, sistem pertahanan udara Rusia dilengkapi oleh 6
resimen misil dilengkapi dengan sistem Yars yang melakukan tugas
tempur bersama Pasukan Misil Strategis Rusia. Sejumlah 95 persen
sistem misil Rusia memiliki status operasional tempur. Selanjutnya
terdapat tambahan 5 set sistem rudal SA-21 Growler yang juga dikenal
sebagai S-400 Triumf. S-400 Triumf merupakan sistem rudal jarak jauh
anti-pesawat terbaru yang masuk ke layanan pada tahun 2007 dan
dirancang untuk menghancurkan pesawat, kapal pesiar dan rudal balistik,
termasuk rudal jarak menengah. Sistem ini juga dapat digunakan terhadap
tujuan dasar dan dilaporkan dapat membawa tiga jenis rudal Rusia juga
menempatkan 35 misil balistik baru. Armada nuklir saat ini telah
diperbaharui sebesar 55 persen.
c. Kekuatan Laut
Total alutsita Angkatan Laut Rusia sekitar 352 unit dengan rincian :
1) Aircraft Carriers: 1
2) Frigat: 4
3) Kapal Perusak: 12
4) Corvette: 74
5) Kapal Selam: 55
6) Coastal Defense Craft: 65
7) Mine Warfare: 34

14
http://international.sindonews.com/read/1064665/40/memanas-ini-kekuatan-militer-rusia-dan-turki-
1448517916?fb_comment_id=984865934903707_985015284888772

10
Di samping itu, Angkatan Laut Rusia juga mengalami peningkatan
kapabilitas dengan adanya kapal selam tenaga nuklir Alexander Nevsky
dan Vladimir Monomakh. 15

E. KESIMPULAN
Pada kesimpulannya terdapat ketidakseimbangan sistem semi presidensil
yang diaplikasikan Rusia terkait peran Presiden-Perdana Menteri-Parlemen yang
lebih dominan di tangan presiden. Konsep demokrasi yang mengedepankan
keterbukaan hanya dipakai untuk mengesankan Rusia sebagai negara
demokratis sebagai tuntutan global, sedangkan dalam realitanya masih
cenderung totaliter dimana presiden memiliki kewenangan tertinggi diantara
lembaga tinggi negara lainnya. Dapat diasumsikan bahwa untuk menjalankan
kebijakan negara secara efektif, Rusia masih dibayangi oleh pola di masa lalu
dimana eksekutif yang realitanya dipimpin oleh presiden harus menjadi sentral
kekuatan.
Sejak keruntuhan era komunis di Rusia yang berbarengan dengan
runtuhnya Uni Soviet pada 1991 pasca Revolusi Bolshevick, Rusia mengalami
perkembangan yang cukup mengesankan sebagai negara baru. Era
kepemimpinan presiden pertama Rusia, Borits Yeltsin yang menerapkan sistem
liberalism secara revolusioner melalui shock therapy menyebabkan keruntuhan
ekonomi Rusia pada 1998. Namun sejak tahun 2000 di era kepemimpinan
Presiden Vladimir Putin mulai menerapkan sistem ekonomi yang khas. Sebagai
perwaris Uni Soviet, Rusia mewarisi kurang lebih 50% aset-aset ekonomi
peninggalan Uni Soviet. Sebagai negara eks-Uni Soviet terbesar, Rusia memiliki
tekad kuat untuk membangun ’basis’ perokonomian yang kokoh agar dapat
bertahan dalam menghadapi arus kompetisi ekonomi yang semakin ketat yang
terjadi di era globalisasi, baik antar negara eks-Uni Soviet maupun dengan
negara-negara Asia dan Eropa. Untuk mencapai tujuan tersebut, Putin membuat
rancangan sistem dan mekanisme ekonomi dengan ciri khas tersendiri, yang
mungkin tidak sepenuhnya mengandung nilai-nilai liberalisme Barat ataupun
sistem terpusat. Sistem dan mekanisme ekonomi yang dianut Rusia, kini, dapat
sewaktu-waktu berubah sesuai dengan tuntutan keadaan internal dan perubahan
keadaan ekonomi eksternal. Namun demikian, faktor terpenting yang mesti
dikawal oleh Putin adalah maturitas stabilitas ekonomi. Sehingga, Putin
memposisikan pemerintah sebagai strong hand untuk memegang kendali dalam
mengatur pergerakan ekonomi dan tata ekonomi dalam negeri dan karenanya
dominasi peran pemerintah akan lebih besar.
Secara umum, Rusia telah membuka diri terhadap berbagai hal baru yang
berasal dari luar. Liberalisme dan kapitalisme diterapkan secara hati-hati,
sembari tetap menggantungkan diri pada pemahaman tentang sosialisme dan
tidak jauh-jauh darinya. Sosialisme paska glasnost dan perestroika memang
banyak berubah, namun semuanya dikembalikan untuk kepentingan rakayat. Era
Vladimir Putin misalnya dianggap sebagai era kejayaan Rusia paska reformasi
Gorbachev. Sementara itu, era reformasi Rusia turut mempengaruhi karakter
masyarakatnya yang turut mengalami pergeseran dari ketertutupan menjadi

15
http://radarmiliter.blogspot.co.id/2015/12/rusia-tingkatkan-kekuatan-militer.html

11
masyarakat yang cenderung terbuka dalam menerima arus informasi dan
perkembangan zaman.
Dalam catatan globalfire.com menyatakan bahwa Rusia menempati
kekuatan militer terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Hal tersebut
diperoleh karena mayoritas sistem alutsista dapat diproduksi secara mandiri oleh
Rusia, bahkan Rusia menjadi negara pemasok/produsen perlengkapan dan
persenjataan militer kedua di dunia, sehingga Rusia tidak terpengaruh dengan
adanya embargo dalam pengadaan sistem alutsista negaranya. Kemampuan
srategis Rusia tersebut dilatarbelakangi pengetahuannya sejak sejarah masa
lampau di zaman kejayaan Uni Soviet yang dikembangkan sedemikian rupa
sesuai dengan tuntutan zaman. Romantisme kejayaan Uni Soviet di masa lalu
turut menjadi “cambuk” bagi pemerintahan dan masyarakat Rusia secara umum
untuk kembali menjadi negara adikuasa atau super power dalam tatanan global.
Kebijakan Rusia terkini yang turut intervensi dalam konflik Suriah tidak terlepas
dari kepentingannya di Suriah serta sebagai ajang show off pada dunia tentang
kemampuan persenjataan militer terkini Rusia yang tentunya selain bernuansa
politik sekaligus bernuansa ekonomi dalam hal promosi kepada negara-negara
lain tentang produk-produk militer Rusia.

12