Anda di halaman 1dari 3

PENSIL PATAH

karya MI Negeri Sedan

Kaharudin yang sering dipanggil Udin , setiap pagi ketika ayam jago berkokok, dia
mulai bekerja untuk memulung. Mulai dari menyusuri jalan raya sampai pada tempat
pembuatan akhir, demi mendapatkan sesuap nasi untuk ia dan ibunya. Bahkan ia rela
memungut sampah yang berada di belakang Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sedan.
Keinginannya untuk menempuh pendidikan yang sangat tinggi. Sekolah yang terletak di
sebuah kecamatan di kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pagi itu Udin hanya bisa mengintip,
melihat teman-teman sebayanya bermain. Ketika sekolah MI ini telah dibunyikan bel tanda
masuk, maka Udin menerobos masuk sekolah melewati pagar bumi di belakang sekolah yang
roboh dengan cara meloncat. Udin hanya duduk di belakang kelas dan mendengarkan dari
luar tentang apa yang dijelaskan guru kepada murid-muridnya sambil membayangkan.
Dengan berbekal keberanian dan tekat, hampir setiap pagi Udin ke sekolah itu. Kertas brosur
yang menjadi pengganti buku tulis yang ia dapatkan sepanjang perjalanan, dan pensil bekas
yang tingginya hanya separuh pensil utuh juga yang ia dapatkan di tempat pembuangan akhir,
menjadi bekal Udin untuk belajar di belakang sekolah, tanpa alas meja dan kursi.
Ketika ia pulang ke rumah, Udin minta dibelikan buku tulis oleh ibunya tetapi keinginan itu
tidak dituruti. Karena untuk makan saja masih susah, begitu kata ibunya. Hingga suatu ketika
saat Udin menerobos masuk ke belakang sekolah kembali, untuk ikut belajar. Ada seorang
siswi yang melemparkan kertas kardus keluar kelas melalui jendela dan mematahkan isi
pensil Udin. Udin pun terkejut dan mencoba melihat siapa yang melemparnya. Karena Pak
Guru tahu bahwa ada siswinya yang membuang sampah tidak pada tempatnya, maka guru itu
menyuruh siswinya keluar untuk mengambil sampah tersebut dan membuangnya ke tempat
sampah. Tapi apa yang dilihat siswi tersebut saat berada di belakang kelas adalah Udin si
pemulung. Udin pun lari melihat ada seorang siswi yang melihatnya dan brosur yang menjadi
buku tulisnya pun tercecer. Kemudian sang guru menghampiri muridnya yang sudah terlalu
lama di belakang kelas, siswi itu pun menceritakan semua kejadian yang ia lihatnya kepada
gurunya itu. Dari kejadian itu, sang guru ketika siang mencoba mencari orang yang telah
diceritakan oleh siswinya di belakang kelas. Dan akhirnya sang guru pun menemukan orang
tersebut. Setelah berkenalan dan berbicara berdua, Udin pun di ajak sang guru ke kantor.
Yang pasti bukan kantor polisi, akan tetapi kantor guru. Dan diberi pengarahan serta
motivasi. Saat Udin akan pulang, dia di beri air minum dalam botol dan seragam sekolah.
Dan apa yang selama ini menjadi keinginan Udin terwujud, keesokan harinya Udin diberi
haknya untuk menempuh pendidikan seklah dasar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sedan. Dan
mempunyai teman banyak.
KEPOISME

Karya ANAK-ANAK KAMPUS PARAMADINA

Film ini menceritakan tentang orang yang kepo (memiliki rasa ingin tahu yang
berlebihan). Tasya yang ingin tahu tentang sahabatnya, akhirnya melibatkan dirinya dalam
permasalahan yang lebih rumit.

Kedua sahabat Tasya, Radit dan Rachel terkena masalah yang misterius sehingga
membuat Tasya penasaran dan terus mencari tahu. Ia mencoba menyelidiki Radit melalui
status Facebook dan Twitternya. Setelah selesai menyelidiki Radit, ia kemudian bertemu
dengan Rachel dan Rachel mengajaknya pergi ke toilet. Sesampainya di toilet Rachel
menitipkan barang-barangnya ke Tasya. Karena rasa ingin tahu Tasya yang berlebihan, ia
kemudian membuka BBM milik Rachel dan melihat percakapan antara Radit dan Rachel
yang membahas tentang hasil testpack. Rasa penasaran Tasya semakin besar. Ketika Tasya
dan Rachel keluar dari toilet, mereka bertemu dengan Radit. Kemudian Radit membawa pergi
Rachel ke perpustakaan dan Tasya membuntuti mereka. Tasya mendengar bahwa Radit dan
Rachel akan menikah. Karena Tasya ingin mendengar penjelasan langsung dari Rachel, ia
kemudian pergi menemui Rachel di depan kampus. Rachel menjelaskan bahwa mereka
sedang bersekongkol untuk mengerjai Tasya karena rasa ingin tahunya yang berlebihan