Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH KEGIATAN REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG

PT Desira Guna Utama

DISUSUN OLEH :
Fitria Feirel Yunarti (073001600021)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumber daya alam yang meliputi vegetasi, tanah, air dan kekayaan alam yang
terkandung didalamnya merupakan salah satu modal dalam pembangunan nasional,
oleh karena itu harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untukkepentingan rakyat dan
kepentingan pembangunan dengan memperhatikan kelestariannya. Kegiatan
pertambangan apabila tidak dilaksanakan secara tepat dapat menimbulkan dampak
negative terhadap lingkungan.
Aktivitas penambangan dapat mengakibatkan terjadinya perubahan lingkungan
hidup. Adanya dampak perubahan lingkungan hidup tersebut mengakibatkan setiap
perusahaan tambang di Indonesia wajib melakukan reklamasi. Reklamasi tersebut
yang dilakukan oleh perusahaan tersebut harus sesuai dengan peruntukannya dan
rencana tata ruang wilayah setempat.
Lahan-lahan tambang mineral dan batubara dapat berada pada kawasan hutan
ataupunareal penggunaan lain (APL). Status kawasan ini akan menentukan tujuan
utama penggunaan lahan dari reklamasi lahan bekas tambang: dihutankan kembali,
ditanamitanaman perkebunan, ditanami tanaman pangan, menjadi areal peternakan
atau perikanan, lokasi ekowisata, lahan basah, dan lain-lain. Untuk menentukan
penggunaanlahan tersebut aspek tataruang perlu dipertimbangkan dengan seksama,
yang dalam pelaksanaannya perlu juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat,
kepentinganPemda, kepemilikan lahan, dan lain-lain. Proses penambangan,
khususnya pada tambang permukaan, akan menghilangkan semuavegetasi di lokasi
yang akan ditambang, seperti pohon, semak-belukar, perakarantanaman, benih,
mikroorganisme, termasuk berpindahnya hewan liar. Proses initentunya akan
menghilangkan fungsi-fungsi kawasan bervegetasi tersebut, sepertimenyediakan
berbagai hasil hutan, tempat hidup hewan liar, pangan, dan kawasan penyerap air
atau sumber air, dan lain-lain. Oleh sebab itu lahan-lahan bekas tambang

B. Maksud dan tujuan


Maksud dan tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu referensi dalam
melakukan kegiatan reklamasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Deskripsi lokasi
Penambangan batuan Andesit PT Desira Guna Utama terletak di Gunung Siwaluh,
Kampung Bolang, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Provinsi
Jawa Barat.
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025,
kecamatan Cigudeg secara karakteristik merupakan daerah yang relatif
berkembang di kabupaten Bogor dengan wilayahnya yang beragam meliputi
kawasan hutan yang berfungsi lindung (LH), Hutan Produksi Tetap, Hutan
Produksi, pertanian, perkebunan dan peternakan. Selain itu, wilayah kecamatan
ini juga sumber bahan galian vital dan strategis. Berbagai bahan galian terutama
galian mineral seperti, andesit, batu kapur maupun galena banyak dieksploitasi
didaerah ini.
Pada awalnya, penggunaan areal PT Desira Guna Utama sebagai lahan tambang
bermula dari pemilik lahan yang berkeinginan agar lahan mereka menjadi lebih
produktif sebab selama ini areal lahan mereka kurang produktif dimana hanya
dapat ditanami pada musim penghujan saja. Berdasarkan hal tersebut, maka
rencana kegiatan penambangan Andesit di area tersebut juga telah sesuai dengan
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025 sebagai Area
Penggunaan Lain berdasarkan perda Kabupaten Bogor.
PT Desira Guna Utama mencoba melakukan penambangan andesit guna
memenuhi sebagian kebutuhan tersebut. Dengan harapan dari kegiatan
pelaksanaan penambangan andesit ini akan membuka lapangan kerja baru,
sehingga akan menambah pendapatan penduduk, pendapatan daerah dan
pertumbuhan ekonomi daerah sekitar lokasi khususnya, umumnya wilayah
Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Berikut ini deskripsi rinci PT Desiraguna
Utama.
 Nama perusahaan : PT Desira Guna Utama
 SK : 541.3/034/KPTS/ESDM/2010
 Tanggal SK : 27 Januari 2010
 Tahapan kegiatan : Operasi produksi
 Luas penambangan : 10 ha
 Komoditas : Andesit
 Foto satelit :

B. Pertimbangan pilihan dan kajian reklamasi


Berdasarkan hasil pemodelan yang disesuaikan dengan data rencana produksi dan
dokumen rencana pasca tambang PT Desira Guna Utama diketahui bahwa rona
akhir dari hasil penambangan diperkirakan luas area yang ditambang seluas 15,1
Ha luasan emplacement dan sarana penunjang tambang seluas 5 Ha dan 7,9 Ha
area yang tidak terpakai.
Kegiatan dan teknik reklmasi yang digunakan terlebih dahulu melewati tahap
kajian yang terkait dengan Feasibility pelaksanaan ditinjau dari berbagai segi
seperti ekonomis, operasional, kebermanfaatan, kemudahan, dsb. Tahap awal
adalah memetakan seluruh pilihan yang ada berdasarkan potensi lokasi tambang
lalu memutuskan teknik apa yang dipilih kemudian digunakan dalam reklamasi.
1. Pertimbangan pilihan
Dalam perencanaan reklamasi lahan tambang andesit PT Desira Guna Utama,
terdapat beberapa pilihan pengunaan lahan yang lebih lanjut dan
dimungkinkan untuk dibangun di daerah tersebut. Pilihan-piihan tersebut
memiliki pertimbangan-pertimbangan, seperti.
a. Lahan pertanian dan perkebunan
Pengunaan lebih lanjut lahan tambang tersebut menjadi lahan pertanian
memiliki kelebihan. Kelebihan tersebut adalah keuntungan yang diperoleh
dari hasil pertanian atau perkebunan tersebut akan lebih pasti. Selain itu,
menggunakan lahan tersebut sebagai lahan pertanian atau perkebunan
secara tidak langsung dapat mengembalikan ekosistem yang sempat rusak
akibat pertambangan. Namun, kekurangan dari alternatif ini adalah dapat
memperhatikan sifat tanah dari Desa Argapura yang produktif hanya di
musim penghujan, alasan mengapa para pemilik lahan memutuskan lahan
ini sebagai lahan tambang. Solusi alternative dari langkah ini adalah
menanam tumbuhan yang dapat bertahan hidup dengan kebutuhan air di
musim kemarau dan secara biologis dapat mengembalikan kualitas tanah
namun secara ekonomis juga baik.
b. Tempat wisata
Lahan pertambangan andesit PT Desira Guna Utama dinilai tidak cocok
dijadikan tempat wisata dalam pengunaan lanjut reklamasinya karena
letaknya yang jauh dari perkotaan dan tidak berada di jalur mudik. Hal ini
mengakibatkan tempat wisata yang akan dibangun nantinya sulit
ditempuh sehingga minim pengunjung dan malah mengakibatkan kerugian
yang lebih besar.
c. Tempat tinggal
Pertimbangan pengunaan lanjut lahan tambang ini setelah reklamasi
menjadi tempat tinggal dinilai kurang memiliki nilai lebih. Lahan tambang
memiliki kontur tanahnya yang dapat membuat pembangunan tempat
tinggal sulit untuk dilakukan ataupun membutuhkan dana yang besar
dalam pembuatannya. Letak lahan tambang ini dari pusat kota menjadi
salah satu kekurangan karena dapat dinilai tidak memiliki nilai investasi
yang besar.
2. Pengambilan keputusan Reklamasi
Berdasarkan pertimbangan diatas pilihan a adalah alternative yang dipilih yaitu
pada lahan bekas tambang dilakukan penanaman tumbuhan yang dapat
bertahan hidup dengan kebutuhan air di musim kemarau dan secara biologis
dapat mengembalikan kualitas tanah namun secara ekonomis juga baik. Selain
itu, alternative ini juga bisa diselingi dengann menanam tanaman sisipan
seperti tanaman buah. Disisi lain, reklamasi lahan pertambangan juga harus
diikuti dengan pengalihfungsian fasilitas penunjang PT Desira Guna Utama
yang sebaiknya tidak seluruhnya di bongkar melainkan di hibahkan kepada
masyarakat setempat dan akan digunakan untuk kegiatan yang bersifat
berguna dalam kemasyarakatan.
Disamping itu, sesuai instruksi dari dinas Pemerintah Daerah Bogor bahwa
setiap perusahaan pertambangan harus membuat program reklamasi lahan
bekas area penambangan, program tersebut tidak terlepas dari rencana umum
tata ruang pemda Kabupaten Bogor yang diarahkan untuk lahan perkebunan
atau lahan pertanian. Diharapkan lahan bekas tambang bisa diolah menjadi
lahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi terutama bagi pemilik lahan dan
masyarakat sekitar. Pengukuran areal yang akan direklamasi dilakukan untuk
mengetahui luasan dari beberapa tempat yang nantinya akan direklamasi
dengan memperhatikan asas konservasi tanah, maka secara terperinci
pemanfaatan lahan bekas penambangan sebagai berikut :

C. Kegiatan Reklamasi
Kajian reklmasi yang akan dibahas dalam makalah ini adalah revegetasi lahan
menjadi perkebunan seperti dalam pembahasan B.2, kajian yang akan dilakukan
memperhatikan aspek teknis dan ekonomis sehingga diharapkan rencana kegiatan
reklamasi secara operasional dapat dilakukan dan secara ekonomis dapat
Feasible dilaksanakan oleh perusahaan.
Karakteristik area reklamasi
Keadaan jenjang tambang akhir penambangan diperkirakan tinggi maksimal
sebesar 80 meter dan dengan kemiringan 50 derajat secara overall slope yang
terdiri dari 12 bench dan 6 buah berm berdasarkan hasil optimalisasi pit limit PT
Desira Guna Utama. Dalam kajian yang dilakukan, area yang akan direklamasi
adalah blok penambangan 1-5.
Gambaran umum kegiatan reklamasi
Area penambangan yang terletak jauh dari pusat kota dan akses, sehingga metode
yang dipilih adalah mengembalikan vegetasi area penambangan seperti semula,
atau revegetasi. Secara umum, kegiatan reklamasi yang dilakukan yakni dengan
menimbun kembali lahan pengolahan dengan tanah penutup dan kemudian
ditaburi tanah pucuk serta mengembalikan unsur hara pada lahan tersebut.
Selanjutnya akan dilakukan revegetasi yaitu penanaman pohon kembali supaya
lahan tersebut menjadi subur dan hijau kembali. Pemilihan jenis tanaman
disesuaikan dengan tujuan. Seperti disebutkan pada bagian C, jenis tanaman yang
dipilih adalah tanaman yang cepat tumbuh dan mampu bertahan di lahan bekas
tambang yang awalnya sulit ditanami di musim kemarau. Dalam kajian ini, kami
memilih tanaman sengon. Kayu sengon merupakan jenis kayu keras yang bersifat
empuk dengan serat kayu yang stadar. Kayu ini tergolong kayu marjinal yang
berbeda dengan kayu jati. Secara oermintaan, kayu sengon banyak diminati
sebagai substitusi jati karena harganya yang miring. Selain sebagai furniture
bahkan sengon digunakan sebagai bahan bangunan. Rata-rata bibit sengon dijual
dengan harga Rp 3.500,- dan setelah lima tahun, kayu sengon dapat dijual dengan
harga Rp 500.000,--Rp 750.000,-.
Reklamasi dalam kajian kami ini memiliki jangka waktu 5 tahun. Pada tahun ke-1
hingga ke-5, lahan tambang blok 1-5 PT Desira Guna Utama dengan rata-rata luas
per blok 0,9 ha bisa selesai tereklamasi. Jadi, luas total lahan reklamasi dalam
kajian kami seluas 4,5 ha. Dalam kurun waktu 5 tahun tersebut, sengon yang
digunakan juga dapat dipanen, dengan sengon tahun pertama dipanen ditahun
ke-6, sengon tahun ke-2 dipanen di tahun ke-7, dst. Secara ekonomis, kegiatan
reklamasi tahun pertama higga kelima tentu memberikan arus kas negative ke
perusahaan, namun di tahun keenam hingga ke-10, arus kas positif muncul. Selain
itu, habitat yang sudah terganggu menyebabkan satwa liar melakukan migrasi
ketempat lain mencari habitat baru yang memiliki keanekaragaman tumbuhan
yang tinggi, karena habitat hutan yang kompleks dapat berfungsi sebagai tempat
tinggal, tempat berbiak, tempat mencari makan dan berlindung bagi satwa liar
tersebut. Pada tahun terakhir penambangan, fauna yang tersebut diatas akan
pindah ke daerah sekitar yang tidak terganggu. Setelah dilakukan reklamasi
diharapkan fauna yang berupa mamalia aves dan reptilian tersebut akan kembali
menempati wilayah bekas kegiatan penambangan.
Perencanaan kegiatan reklamasi tahun ke-1 hingga tahun ke-5
Pada area reklamasi blok 1 sampai blok 5 akan dilapisi dengan menggunakan tanah
pucuk setebal 0,8 m yang diangkut dari Nursery Area, sehingga jenjang pada area
bekas tambang tersebut tertimbun dan jenjang tidak nampak lagi. Pada setiap kaki
jenjang akan dibuat saluran air sebagai pengendali air yang masuk ke area
reklamasi dengan panjang sesuai panjang lahan yang akan direklamasi, lebar 1 m
dan kedalaman 1 m. Untuk menjaga stabilitas lereng area tersebut akan dilakukan
penanaman Cover Crop dan kemudian ditanamami dengan tanaman pokok. Syarat
- syarat dari tumbuhan yang dijadikan LCC (Legum Cover Crop) yaitu mudah
diperbanyak (biji atau stek), perakaran dangkal, pertumbuhan cepat dan berdaun
banyak serta memiliki ketahanan terhadap panas, kering, mudah diatur (tidak
membelit), tidak berduri, dan menyuburkan tanah. Pada saat bersamaan PT Desira
Guna Utama juga menambang blok 8 dan kegiatan reklamasi selanjutnya
dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana kemajuan tambang.
Perencanaan kegiatan reklamasi (lihat Gambar 1).
Gambar 1. Perencanaan kegiatan reklamasi

Teknik dan peralatan yang digunakan untuk kegiatan reklamasi


Tanah pucuk (top soil) yang berada di Nursery Area diangkut ke lahan yang akan
direklamasi dan kemudian dilakukan penataan lahan. Alat yang digunakan antara
lain Excavator Komatsu pc400, Dump Truck Hino FM260JD dan Bulldozer
Caterpillar D6T.
Langkah-langkah revegetasi yang dilakukan
Sistem penanaman yang akan diterapkan di PT Desira Guna Utama untuk
reklamasi pasca tambang menggunakan metode kubus dengan sisi-sisi yang
digunakan 4x4 meter dalam penanaman pohon. Hal ini dilakukan untuk estimasi
penggunaan jumlah pohon yang tidak begitu banyak atau lebih sedikit dan
merapatkan jarak antar pohon sehingga lokasi reklamasi terlihat lebih rimbun.
Pada bagian ini merupakan inti dari kegiatan reklamasi tersebut dilakukan karena
pada bagian dapat menentukan apakah kegiatan reklamasi yang dilakukan
berhasil atau tidak sehingga perlu direncanakan secara matang mengenai kegiatan
apa saja yang akan dilakukan pada bagian revegetasi seperti penentuan LCC
(Legum Cover Crop) dan kegiatan penanaman, pengapuran, pemilihan jenis pupuk
dan proses pemupukan, serta kegiatan perawatan (maintenance).
1. Analisis kualitas tanah
Analisis kualitas tanah dilakukan dengan mengambil masing – masing 2 contoh
per tahun dikarenakan luas lahan yang akan direklamasi per tahun relatif
sama.
2. Pemupukan
Pemupukan pada kegiatan penanaman dilakukan pada lahan bekas tambang
dengan luas 0,9 ha di tahun pertama, 0,83 ha di tahun kedua, 0,91 ha di tahun
ketiga, 0,94 ha di tahun keempat dan 0,93 ha di tahun kelima.
3. Penanaman
Kegiatan penanaman dilakukan dengan menanam pohon sengon di area bekas
penambangan. Kegiatan penanaman meliputi penanaman Cover Crop,
pengaturan arah larikan, pemasangan ajir, distribusi bibit, pembuatan lubang
dan penanaman tanaman. Untuk jarak antar tanaman direncanakan 4 m x 4 m
untuk permukaan datar dan 2,3 m x 4 m untuk permukaan miring di mana
banyaknya tanaman disesuaikan dengan luas lahan yang akan direklamasi.
4. Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman dilakukan untuk mendapatkan keberhasilan vegetasi
meliputi pemupukan, penambahan Cover Crop, penyulaman dan
pemberantasan. Pemupukan pada kegiatan pemeliharaan dilakukan pada
lahan bekas tambang dengan luas 0,9 ha di tahun kedua, 1,73 ha di tahun
ketiga, 1,74 ha di tahun keempat dan 1,85 ha di tahun kelima.
D. Organisasi pelaksana
Berikut adalah struktur organisasi pelaksanaan reklamasi oleh PT Desira Guna
Utama :
Fungsi tiap bagian secara garis besar adalah sebagai berikut :
1. Divisi Perencanaan Divisi Perencanaan membantu tugas-tugas manajer dan
bertanggung jawab terhadap perencanaan tambang, laporan produksi harian/
mingguan/ bulanan, penentuan sasaran produksi dan kualitas produk. Divisi ini
bertanggung jawab pada perencanaan tambang baik jangka pendek maupun
jangka panjang.
2. Divisi Operasi Tambang Divisi ini di bagi 2 bagian yaitu bagian ekplorasi yang
bertugas melakukan ekplorasi yang dibantu oleh para staf dan bagian
penambangan yang bertanggung jawab pada pembongkaran , pengangkutan,
dan pemuatan serta kualitas dari bahan galian itu sendiri.
3. Divisi Pengolahan Tugas dari divisi pengolahan antara lain sebagai pengendali
mutu yang mempunyai fungsi menganalisa bahan galian yang akan diolah.
4. Divisi K3 dan Lingkungan Divisi ini bertanggung jawab terhadap:
 Keselamatan dan Kesehatan kerja (K-3)
 Lingkungan, mencegah dampak negative yang timbul karena
operasi tambang, mengontrol dampak terhadap lingkungan, serta
melakukan reklamasi.
 Perawatan kendaran ringan dan alat-alat berat.
 Sarana penerangan daerah tambang.
 Bangunan kantor dan pabrik pengolahan.
5. Divisi administrasi dan keuangan
terhadap kegiatan-kegiatan yangmendukung operasi tambang, anatara lain:
1. Keuangan dan Pembayaran gaji (payroll)
2. Administrasi dan surat-menyurat
3. Personalia dan umum.
4. Security / satpam
5. Hubungan kepada pemerintah dan masarakat setempat
6. Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
Dari organigram diatas, terlihat bahwa pelaksana reklamasi adalah sub-divisi
lingkungan, divisi K3L dan Lingkungan.

E. Timeline pelaksanaan
Berdasarkan penjelasan pada bagian C, berikut table Timeline pelaksanaan
reklamasi lahan tambang PT Desira Guna Utama dari tahun 2015-2019
F. Perencanaan Biaya
Biaya revegetasi pasca tambang meliputi biaya pengadaan benih, bahan- bahan,
pembuatan persemaian, pengisian media, penyapihan, pemeliharaan
dipersemaian, penanaman dan pemeliharaan tahun berjalan. Biaya-biaya
tersebut dihitung dalam satuan hektar dengan perincian sebagai berikut :
a. Persemaian
Pengadaan Benih Tanaman Kayu (Sengon). Untuk revegetasi direncanakan
jarak antar tanaman 4 m x 4 m dimana banyaknya pohon yang di tanam
sebanyak 625 pohon/Ha. Jenis pohon pionir yang di tanam adalah jenis
sengon. Dimana harga bibit pohon sengon Rp.600,- X 625 = Rp. 375.000,-.
b. Pengadaan benih cover crop
Tanaman penutup yang digunakan adalah jenis centrosema pubescens atau
purpureum javanicum yang termasuk pada kelompok colopogonium. Benih
yang digunakan sebanyak 15 kg dengan harga benih Rp.25.000,-. Maka total
harga yang harus di bayar sebesar Rp.375.000,- per ha.
c. Pengadaan pupuk
Kebutuhan pupuk yang digunakan pada penamann pionir sebanyak 20 kg
perhektar dengan harga pupuk Rp. 5.000,-.Kg, sehingga biaya kebutuhan
pupuk Rp. 100.000,-/ hektar. Kebutuhan pupuk untuk penanaman cover croop
dan penanaman tanaman kayu-kayuan sampai pemeliharaan tahun berjalan
antara lain jenis pupuk majemuk (NPK 16 : 16 : 16).
d. Penanaman
Pekerjaan yang dilakukan pada penanaman pohon pionir dimana banyaknya
tanaman yang harus di tanam sebanyak 625/hektar, dimana pekerja yang
bekerja menanam pohon sebanyak 3 orang dengan total jam kerja/bulan
sebanyak 22 hari. Maka biaya upah tenaga kerja adalah 22 x Rp.75.000,- adalah
sebesar Rp.1.650.000,- untuk gaji dalam satu bulan. Maka untuk pengerjaan
penanaman dengan jumlah 3 orang/Ha/bulan sebesar Rp.4.950.000,-.
Gambaran rincian biaya
1. Rincian biaya langsung dan tidak langsung

2. rincian biaya tidak langsung


Perhitungan biaya reklamasi dihitung dari periode 2015-2019. Untuk biaya than 2016
sampai 2019 diperkirakan terjadi eskalasi atau kenaikan harga per tahun sebesar 12%.
Tabel rincian rencana reklamasi dibuat berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor
7 Tahun 2014 adalah sebagai berikut.

PROYEKSI PENDAPATAN
Harga Jual kayu = Rp.750.000/m
Panen Keseluruhan (umur 5 tahun) Diameter 30 cm atau untuk mencapai 1m
Proyeksi Keuntungan
= Pendapatan – Total Pengeluaran
= Rp 951328125 – Rp 839.157.170
= Rp 112.170.955
Break Event Point (BEP)
BEP Harga Produksi
= Total Biaya Produksi / Jumlah kayu yang dijual (𝑚3 )
= Rp 839.157.170 / 1268,4375 𝑚3
= Rp 661568 /𝑚3
Titik impas harga produksi diperoleh bila harga jual sengon Rp 661568 /𝑚3 , dengan
harga jual pohon sengon Rp 750.000/𝑚3 , maka titik impas tercapai. Artinya usaha
penjualan budidaya sengon menguntungkan.
BEP Volume Produksi
= Total Biaya Produksi / Harga Jual kayu Sengon
= Rp 839.157.170 / Rp 750.000/𝑚3
= 1119 𝑚3
Titik impas volume produksi diperoleh bila volume produksi pohon sengon 1119 𝑚3 ,
sedangkan volume produksi selama proses pengusahaan adalah 1268,4375 𝑚3 .
Dengan demikian titik impas tercapai. Artinya usaha budidaya sengon
menguntungkan.
B/C ratio
= KEUNTUNGAN / BIAYA TOTAL
= Rp 112.170.955 / Rp 839.157.170
= 13,4%
G. Kesimpulan
1. Alternative reklamasi yang dipilih yakni dilakukan penanaman tumbuhan yang
dapat hidup dengan kebutuhan air dimusim kemarau dan secara biologis apat
mengembalikan kualitas tanah namun secara ekonomis juga baik.
2. Gambaran umum kegiatan reklamasi yang dilakukan:
a. Pelaksanaan reklamasi dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun, dengan
pertahunnya rata-rata luas lahan reklamasi 0.9 ha, 5 tahun berikutnya
adalah tahap panen tanaman pokok.
b. Lahan bekas tambang ditebari dengan menggunakan tanah pucuk dari
lahan bekas tambang itu sendiri dan tanah pucuk tersebut diangkut dari
Nursery Area
c. Kegiatan reklamasi dilakukan dengan penataan lahan, penanaman
tanaman cover crop dan penanaman tanaman pokok
d. Cover crop yang digunakan adalah sentro (centrosema pubescens)
e. Pohon yang digunakan adalah pohon sengon.
f. Reklamasi dilaksanakan dibawah sub-divisi lingkungan, divisi K3L dan
lingkungan.
3. Proyek keuntungan dari proyek ini yakni Rp 112.170.955, secara ekonomis
proyek ini menguntungkan.