Anda di halaman 1dari 2

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN

PROGRAM KIA

No. Dokumen :
No. Revisi : PUSKESMAS
SOP
Tanggal Terbit : CIKEUSIK
Halaman : 2
Kepala Puskesmas
KABUPATEN
PANDEGLANG Hj. Iyot Sa’diah, S.ST
NIP. 19710804 199103 2 002

1. Pengertian  Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti program


pendidikan bidan dan lulus ujian sesuai persyaratan yang
berlaku
 Dukun bayi / paraji adalah seorang anggota masyarakat pada
umumnya seorang wanita yang mendapat kepercayaan serta
memiliki ketrampilan menolong persalinan secara tradisional
dan memperoleh ketrampilan tersebut dengan secara turun
temurun, belajar praktis atau cara lain yang menjurus kearah
peningkatan ketrampilan tersebut serta melalui petugas
kesehatan
 Dukun terlatih adalah dukun yang telah mendapatkan latihan
oleh tenaga kesehatan yang dinyatakan lulus
 Dukun tidak terlatih adalah dukun bayi yang belum pernah
dilatih oleh tenaga kesehatan atau dukun bayi yang seedang
dilatih dan belum dinyatakan lulus.
 Kemitraan bidan dan dukun adalah suatu bentuk kerja sama
antara Bidan dan dukun yang saling menguntungkan dengan
prinsip keterbukaan, kesetaraan dan kepercayaan dalam upaya
menyelamatkan ibu dan bayi, dengan menempatkan bidan
sebagai penolong persalinan dan mengalihfungsikan dukun
dari penolong persalinan menjadi mitra dalam merawat ibu
dan bayi pada masa nifas, dengan berdasarkan kesepakatan
yang telah dibuat antara bidan dan dukun serta melibatkan
seluruh unsur / elemen masyarakat yang ada.
2. Tujuan Tujuan umum :
meningkatnya akses ibu dan bayi terhadap pelayanan kebidanan yang
berkualitas.
Tujuan Khusus :
1. meningkatnya rujukan persalinan,pelayanan antenatal, nifas dan
bayi oleh dukun ke tenaga kesehatan yang kompeten
2. meningkatnya alih peran dukun dari penolong persalinan menjadi
mitra bidan dalam merawat ibu nifas dan bayinya.
3. meningkatnya persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi kebidanan.
3. Kebijakan

4.

5. Referensi www.Kesehatan Ibu.depkes.go.id


Syahlan, JH, Dr. 1996. Kebidanan Komunitas, Yayasan Bina Sumber
Daya Kesehatan. Jakarta
6. Alat Buku rujukan
7. Langkah - 1. Petugas membuat undangan pertemuan bidan dan
langkah dukun
2. Sosialisasi di lintas sektor di tingkat kecamatan dan
desa
3. Pembekalan terhadap bidan dan dukun
4. Bersama menyepakati untuk kegiatan magang dukun
5. Membentuk kesepakatan dana bergulir untuk setiap
desa
6. Mengadakan pertemuan rutin bidan dukun sebulan
sekali
7. Memantau mobilisasi dukun tentang kemitraan bidan
dukun di wilayah
8. Mengevaluasi hasil kerja sama bidan dan dukun
8. Unit Terkait Bidan, Dukun, petugas kesehatan puskesmas pakem