Anda di halaman 1dari 4

Weru

Untuk nama-nama tempat dan pengertian yang lain, lihat Weru (disambiguasi).
Weru atau ki hiang (Albizia procera) adalah sejenis pohon anggota suku Fabaceae.
Pohon dengan banyak kegunaan ini menyebar luas mulai dari India di barat, Asia Weru
Tenggara, Cina selatan, Nusantara, hingga Australia utara.[3]

Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai white siris, forest siris, tall albizia atau brown
albizia; pohon ini juga mempunyai nama-nama: oriang (Mal.), akleng parang (Fil.),
thington, suan (Thai), sit, kokko-sit (Burma), dan lain-lain[3]. Sebutannya dalam
bahasa daerah antara lain: ki hiang (Sd.); weru, wangkal (Jw.); beru, bangkal
(Md.)[4]. Nama epitet spesifiknya, procera, berasal dari bahasa Latin procerus yang
[5].
berarti “tinggi”, merujuk pada perawakan pohon ini

Daftar isi
Pengenalan
Ekologi dan agihan
Manfaat Buah polong Albizia procera
Kayu
dari Jayanti, Duars, Benggala
Agroforestri
Kegunaan lain
Barat

Catatan kaki Status konservasi


Pranala luar Tidak dievaluasi (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah
Pengenalan Kingdom: Plantae

Pohon yang berukuran sedang, tingginya (tidak Angiospermae


hingga 30 m dan gemang batangnya 35(– termasuk):
60) cm. Batang bebas cabang hingga 9 m,
(tidak Eudikotil
lurus atau membengkok. Pepagan halus, di
termasuk):
luarnya abu-abu hijau pucat, coklat
kekuningan, hingga kecoklatan, dengan (tidak Rosidae
gigir-gigir melintang, kadang-kadang termasuk):
mengelupas dalam kepingan tipis; bagian
Batang pohon Ordo: Fabales
dalamnya jingga, lalu hijau, dan kuning
jerami atau merah jambu di bagian Famili: Fabaceae
ajuknya renggang.[3]
terdalam. Ranting-ranting bulat dan gundul. T Genus: Albizia
Daun-daun majemuk menyirip berganda, dengan 2–5 pasang sirip yang hampir Spesies: A. procera
berhadapan; tulang daun utama 10–30 cm, gundul, dengan kelenjar 1–2,5 cm di atas
Nama binomial
pangkal tangkai daun; kelenjar bentuk jorong menyempit, panjang 4–10 mm, duduk,
rata atau cekung di permukaannya. Sirip-sirip 12–20 cm panjangnya, gundul, berisi Albizia procera
5–11 pasang anak daun, bertangkai pendek 2 mm; anak daun berhadapan, bundar (Roxb.) Benth. (1844) [1]
telur asimetris atau hampir belah ketupat, 2–4,5(–6) cm x 1–2,2(–3,2) cm, seperti Sinonim
kertas yang kaku atau agak sepertijangat, kedua permukaannya sedikit berambut.[3]
Bunga majemuk dalam bongkol, bertangkai Mimosa procera Roxb. (1799)[2]
(0,8–)1,5—2(–3) cm, dengan 15–30 Mimosa elata Roxb. (1832)
kuntum bunga duduk dalam bongkol. Mimosa coriaria Blanco (1837)
Bunga-bunga berkelamin dua, berbilangan-
5; kelopak serupa tabung atau corong
sempit, 2,5–3 mm, gundul, hijau terang, taju menyegitiga runcing; mahkota seperti corong,
6–6,5 mm, putih kehijauan, dengan tabung gundul, taju jorong runcing 2–2,5 mm;
Ranting berdaun
benangsari banyak, menyatu di pangkalnya membentuk tabung yang lebih panjang dari
tabung mahkota. Buah polong lurus, tipis rata, seperti pita seperti kertas, 11,5–20 cm × 2–
2,5 cm, gundul, cokelat gelap atau kemerahan, dengan tanda-tanda yang jelas di bagian
bijinya, memecah sendiri. Biji pipih, bentuk jorong hingga bundar telur terbalik, 7,5–8 mm
× 4,5–6,5 mm × 1,5 mm.[3]

Ekologi dan agihan


Weru menyebar terutama di hutan-hutan musim, hutan luruh daun campuran, sabana,
Biji
padang rumput pirogenik, hingga ke hutan rawa musiman yang kecil. Pohon ini juga umum
dijumpai di hutan-hutan sekunder yang terbuka dan di wilayah dengan musim kemarau yang
jelas. Akan tetapi pertumbuhan terbaik pohon ini adalah pada area dengan curah hujan lebih dari 2.500 mm pertahun dan rata-rata
suhu tahunan antara 21–32 °C. Weru dapat mengkolonisasi padangilalang (Imperata cylindrica), asalkan lahan itu tidak dibakar.[5]

Weru menyebar alami di Nepal, India, Burma, Thailand, Kamboja, Laos, Cina, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Brunei,
Filipina, Papua Nugini, dan Australia. Pohon ini diintroduksi ke Amerika Tengah (Panama, Puerto Rico, Bahama, Barbados, Haiti,
Jamaica, Kuba, Republik Dominika, Trinidad dan Tobago dll.) dan juga Afrika (Sudan, Tanzania, Zimbabwe).[5]

Manfaat

Kayu
Kayu weru tergolong ke dalam kayu menengah hingga berat, dengan densitas 600–950 kg/m³ pada kadar air 15%[6], kuat, awet, dan
tahan serangan rayap[7]. Kayunya berwarna cokelat hingga cokelat terang, dengan jalur-jalur terang dan gelap; sukar untuk digergaji
karena adanya serat yang berpadu[7]. Heyne mencatat bahwa kayu wangkal memiliki bobot sedang hingga agak berat, agak keras,
agak padat, berserat kasar, cokelat mengkilap sampai cokelat kehitaman, serta mutunya agak tinggi (termasuk kelas kuat II dan kelas
awet II)[4]. Percobaan kuburan di Filipina mendapatkan bahwa kayu A. procera tahan hingga 10 tahun, sementara kayu A. saponaria
(langir) bertahan 3 tahun dan kayuA. chinensis (sengon) hanya mencapai 16 bulan[6].

Di Jawa, kayu wangkal dipuji karena sifat awet, kekuatan, dan keindahannya; disenangi untuk membuat alat-alat rumah tangga,
bangunan rumah dan jembatan, alat-alat pertanian dan sebagainya[4]. Kayu weru juga dimanfaatkan untuk membuat kereta, roda,
perahu, mebel, peti, penutup lantai, tiang, dan ukiran; serta untuk pulp dan kertas bermutu tinggi[7]. Kayu gubalnya cocok untuk
digunakan sebagai bahan batang korek api[4].

Agroforestri
A. procera acap ditanam sebagai pohon serbaguna: peneduh, pakan ternak, penghasil kayu bakar, arang, dan kayu pertukangan. Weru
bisa ditanam sebagai peneduh pada perkebunanteh. Daun-daun dan rantingnya dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak yang kaya
protein bagi sapi, kerbau, kambing, unta, dan juga gajah, di Asia Selatan dan Filipina; namun di Nusa Tenggara daun-daun ini tidak
dipakai.[7]
Weru juga ditanam sebagai penghias jalan, penahan angin, sekat bakar
, serta untuk merehabilitasi al han-lahan yang kritis dan tererosi.
Selain untuk meneduhi tanaman teh, weru juga ditanam untuk menaungi kopi. Perakarannya mengikat nitrogen dan meningkatkan
kesuburan, serta menahan air dalam tanah.[3]

Sebagai pakan ternak, daun-daunnya mengandung banyak serat dan lignin, menjadikannya sukar dicerna ternak. Kandungan nutrisi
N, K, Ca dan Mg mencukupi, namun kurang untuk unsur Na dan P; sehingga perlu dicampur dengan bahan pakan yang lain.
Sementara itu, nilai energi weru sebagai kayu bakar mencapai 20.500–21.000 kJ/kg.[3]

Kegunaan lain
Pepagan wangkal menghasilkan tanin dan dimanfaatkan sebagai pengganti kulit kayu tengguli dalam penyamakan kulit. Pepagan ini
juga mengeluarkan banyak getah menyerupai gom arab, yang bisa dimanfaatkan sebagai perekat. Di Priangan selatan, kulit kayu ki
hiang dicampur dengan bahan-bahan lain digunakan untuk membiusikan di sungai.[4] Pepagan dan daunnya mengandung bahan aktif
yang digunakan sebagai obat tradisional dan jugainsektisida[7].

Catatan kaki
1. ^ BENTHAM, G.. 1844. Lond. J. Bot. 3: 89 (http://www.biodiversitylibrary.org/item/6314#page/93/mode/1up)
2. ^ ROXBURGH, W.. 1799. Pl. Corom. 2: 12 (http://www.biodiversitylibrary.org/item/9712#page/7/mode/1up), i. 121 (http://
www.biodiversitylibrary.org/item/9712#page/50/mode/1up)
3. ^ a b c d e f g VAN VALKENBURG, J.L.C.H. 1997. Albizia procera (Roxb.) Benth. (http://proseanet.org/prosea/e-prosea_de
tail.php?frt=&id=2987) [Internet] Record from Proseabase. Faridah Hanum, I & van der Maesen, L.J.G. (Editors).
Auxiliary Plants. : Plant Resources of South-East Asia11: 65-68. PROSEA (Plant Resources of South-East Asia)
Foundation, Bogor, Indonesia. Accessed fromInternet: 25-Jan-2013
4. ^ a b c d e HEYNE, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia2: 872-874. Badan Penelitian dan Pengembangan
Kehutanan, Bogor.
5. ^ a b c ICRAF Agroforestry Tree Database: Albizia procera Benth. (http://www.worldagroforestrycentre.org/sea/produ
cts/afdbases/af/asp/SpeciesInfo.asp?SpID=179) , diakses pada 25/01/2013
6. ^ a b ROJO, J.P. 1998. Albizia Durazz. in M.S.M. Sosef, L.T. Hong and S. Prawirohatmodjo. Timber Trees: Lesser
known timbers. Plant Resources of South-East Asia (PROSEA)5 (3): 58-62. PROSEA Foundation, Bogor. ISBN 979-
8316-19-3
7. ^ a b c d e Winrock Fact Sheet: Albizia procera Benth. (http://www.winrock.org/fnrm/factnet/factpub/FACTSH/ALBPR
O.HTM), diakses pada 25/01/2013

Pranala luar
(Belanda) BHL: Albizzia procera, Benth. @ K. Heyne. De Nuttige Wikimedia Commons
Planten van Ned. Indie, II: 212 (1916)
memiliki media mengenai
(Inggris) ARS-GRIN: Albizia procera Benth. Abizia procera.
(Inggris) Australian Trop. RF Plants: Albizia procera Benth. (foto-foto)
(Inggris) Florida Plant: Albizia procera Benth.
(Inggris) ICRAF: Albizia procera Benth. (sifat-sifat kayu)
(Inggris) ITIS: Albizia procera Benth.
(Inggris) Purdue Horticulture: Albizia procera Benth.
(Inggris) Tamil Nadu Agritech: Albizia procera Benth. (silvikultur)
(Inggris) Trees for Life: Albizia procera Benth. (lembar fakta)
(Inggris) USDA: Albizia procera Benth.

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Weru&oldid=13408477"

Halaman ini terakhir diubah pada 2 Desember 2017, pukul 16.17.

Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons


; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat
Ketentuan Penggunaanuntuk lebih jelasnya.