Anda di halaman 1dari 3

Lawang Sewu

Untuk film, lihat Lawang Sewu (film).


Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu)
Lawang Sewu
(Hanacaraka: , Jawa: Lawang Sèwu)
adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia
yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari
Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau
NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada
tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang
dahulu disebut Wilhelminaplein.
Lawang Sewu tahun 2011
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu
karena bangunan tersebut memiliki pintu yang
<mapframe zoom="13" frameless="1" align="center"
sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah
height="200" latitude="-6.983925" longitude="110.41063333"
pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini
width="270">[
memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, {"properties":{"stroke-width":3,"stroke":"#FF0000","title":"Lawang
sehingga masyarakat sering menganggapnya Sewu"},"type":"ExternalData","service":"geoshape","ids":"Q1704755"},
sebagai pintu (lawang). {"properties":{"stroke-width":5,"stroke":"#FF0000","title":"Lawang
Sewu"},"type":"ExternalData","service":"geoline","ids":"Q1704755"},
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini {"type":"Feature","geometry":{"coordinates":
setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor [110.41063333,-6.983925],"type":"Point"},"properties":{"title":"Lawang
Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia Sewu","marker-color":"5E74F3"}}
(DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia.
Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan ]</mapframe>
Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam Informasi umum
IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil)
Status Berubah menjadi museum
Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada
Alamat Jalan Pemuda
masa perjuangan gedung ini memiliki catatan
sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung Kota Semarang
peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Negara Indonesia
Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini Peletakan batu 1904
menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara
Selesai 1919
pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api
melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka Dibuka 1907
dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, Informasi teknis
memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari
Jumlah lantai 3
102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota
Semarang yang patut dilindungi. Desain dan konstruksi
Arsitek C.G. Citroen
Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami
Firma Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Quendag
tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan
oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan
bersejarah PT Kereta Api Persero
Sejarah
Bangunan Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama lain Het hoofdkantor
van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Awalnya kegiatan
administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang NIS), namun
dengan berkembangnya jalur jaringan kereta yang sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya
personil teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit seiring berkembangnya administrasi
perkantoran.

Pada akibatnya kantor NIS di stasiun Samarang NIS tidak lagi memadai. Berbagai solusi
dilakukan NIS antara lain menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai solusi
sementara yang justru menambah tidak efisien. Apalagi letak stasiun Samarang NIS berada di Lawang Sewu
dekat rawa sehingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting. Maka,
diusulkanlah alternatif lain: membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan
jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan
kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan
Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan
raya menuju Kendal).

NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof.
Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di
Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Belanda, baru kemudian Gedung Lawang Sewu pada tahun
gambar-gambar dibawa ke Kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu 1920–an
tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada
tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di
Amsterdam tahun 1903.

Pranala luar
Loka Wisata Lawang Sewu Semarang
Lawang sewu di explore-indo.com
Wisata Sejarah di Lawang Sewu
Lawang sewu gedung seribu pintu dan seribu hantu disurya.co.id
Lawang Sewu - Seputar Semarang

Galeri
Skema rancangan Cetak biru Gedung B. Lawang Sewu di awal Ruang bawah tanah
Lawang Sewu 1901 1900-an. Gedung B, yang
dikatakan angker.

Foto muka bangunan Foto koridor

Wikimedia Commons
memiliki media mengenai
Lawang Sewu.

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lawang_Sewu&oldid=14787745


"

Halaman ini terakhir diubah pada 9 Februari 2019, pukul 14.12.

Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons


; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat
Ketentuan Penggunaanuntuk lebih jelasnya.