Anda di halaman 1dari 16

Tugas Sejarah Matematika

SEJARAH PERKEMBANGAN STATISTIK

DISUSUN OLEH
1. WA ODE MUSTIKA (A1I2 16 091)
2. NURMIATI (A1I1 16 025)
3. RAHMI NURUL MAULIDYA (A1I1 18 037)
4. MARYAM PRATIWI AZRA (A1I1 17 019)
5. WA ODE UKA (A1I1 16 034)

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur patut kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena

telah melimpahkan hidayah-Nya, sehingga karya tulis mengenai “Sejarah Penemuan

Statistik” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Kami juga mengucapkan terima

kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu dalam pembuatan karya tulis ini dan

berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada makalah ini.

Kami menyadari banyak hambatan dan kesulitan dalam menyelesaikan karya

tulis ini. Dimulai dari tahap persiapan, pencarian materi, dan penyusunan, sampai pada

tahap penyelesaian.

Selain itu, kami pun menyadari bahwa tak ada gading yang tak retak, begitu

pula dengan karya tulis ini tentu jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kami menerima

semua kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan makalah ini.

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ..........................................................................................


KATA PENGANTAR ...........................................................................................
DAFTAR ISI ..........................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN .....................................................................................
1.1. Profil Gottfried Achenwall ....................................................................
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................
2.1 Sejarah .....................................................................................................
2.2. Penemuan ................................................................................................
2.3. Penerapan ................................................................................................
BAB 3 PENUTUP..................................................................................................
3.1. Kesimpulan .............................................................................................
3.2. Saran ........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

Gottfried Achenwall adalah salah satu tokoh ilmuwan yang membawa


pengaruh besar dalam perkembangan matematika, khususnya statistik.
Gottfried Achenwall lahir di Elbing, Provinsi Royal Prusia, Polandia, pada
tanggal 20 Oktober 1719. Ia kuliah di Universitas Leipzig dan mendapatkan gelar
Master pada tahun 1746 pada Fakultas Filsafat Universitas Leipzig. Pada tahun
yang sama, ia pergi ke Marburg untuk bekerja sebagai asisten profesor bidang
sejarah dan hukum internasional. Pada tahun 1748 ia dipanggil oleh University of
Göttingen untuk menjadi Profesor Luar Biasa bidang Filsafat. Ia juga dianugerahi
gelar yang sama namun dalam bidang yang berbeda sebagai Profesor Luar Biasa
bidang Hukum juga oleh Universitas yang sama pada tahun 1753. Pada tahun
1765, Achenwall menjadi court counsellor dari Kerajaan Inggris dan Pengadilan
Pemilihan Hanover.

Ia menjadi terkenal karena menggunakan istilah “Statistik” untuk pertama


kalinya pada karyanya yang berjudul Staatsverfassung der heutigen vornehmsten
Europäischen Reiche und Völker im Grundrisse(Konstitusi Politik Negara dan
Masyarakat Eropa Saat Ini) pada tahun 1749. Dalam karyanya ini, Staatsverfassung
der heutigen vornehmsten Europäischen Reiche und Völker im Grundrisse, dia
memberikan gambaran tentang konstitusi dari berbagai negara di Eropa dengan
menggambarkan kondisi pertanian, manufaktur dan perdagangannya. Ia
mendapatkan dukungan finansial dari Raja George III dalam melakukan
penelitiannya.
Dalam bukunya tersebut, ia menggunakan istilah “Statistik” yang
menggandung arti suatu deskripsi komprehensif dari sosial, politik, dan ekonomi
suatu negara. Jadi pada waktu itu, statistik adalah suatu kegiatan yang berhubungan
dalam proses analisis data kenegaraan. Atas jasanya ini, para ekonom Jerman
memberi julukan “Bapak Statistika”.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Statistika

Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa


latin modern statisticum collegium (“dewan negara”) dan bahasa Italia
statista (“negarawan” atau “politikus”). Gottfried Achenwall (1749)
menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai
nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai
“ilmu tentang negara (state)”. Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran
arti menjadi “ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data”.
Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini
ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya
mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan.
Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan
secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap
saat.
Statistika bermula sebagai suatu cara berhitung untuk membantu
pemerintah yang ingin mengetahui kekayaan dan banyaknya warganya dalam
usaha menarik pajak atau pun berperang. William si penakluk memerintahkan
diadakannya survey di seluruh Inggris untuk tujuan pajak dan tugas kemiliteran.
Hasil Survey ini dikumpulkan dalam sebuah kumpulan yang disebut Domesday
Book.
Beberapa abad setelah Domesday Book, ditemukan suatu penerapan
peluang empirik dalam asuransi perkapalan, yang tampaknya sudah tersedia
bagi kapal-kapal bangsa Flem pada abad ke-14. Perjudian, dalam bentuk
permainan, telah mengantarkan kita ke teori peluang. Teori ini pertama kali
dikembangkan oleh Pascal dan Fermat sekitar abad ke-17, karena mereka
tertarik pada pengalaman-pengalaman judi Chevalier de Mere.
Sekitar tahun 1675 seorang ahli matematika amatir bernama Chavalier
de Mere mengajukan sebuah permasalahan mengenai mengenai judi kepada
seorang jenius matematika bernama Prancais Blaise Pascal. Pascal tertarik
dengan permasalahan ini, dan kemudian mengadakan korespondensi dengan
seorang ahli matematika Prancis lainnya yaitu Pierre de Fermat (1601 – 1665),
dan keduanya mengembangkan cikal bakal teori peluang. Peluang merupakan
dasar dari teori statistika, sebagai konsep baru yang tidak dikenal dalam
pemikiran Yunani Kuno, Romawi, dan bahkan Eropa dalam abad pertengahan.
Teori mengenai kombinasi bilangan sudah terdapat dalam aljabar yang
dikembangkan oleh sarjana Muslim namun bukan dalam lingkup teori peluang.
Kurva normal telah terbukti sangat penting dalam pengembangan
statistika. Persamaan kurva ini pertama kali diumumkan pada tahun 1733 oleh
de Moivre. De Moivre sama sekali tidak tahu bagaimana menerapkan
penemuannya tersebut pada data hasil percobaan, dan karyanya ini tetap tidak
diketahui sampai Karl Pearson menemukannya di suatu perpustakaan pada
tahun 1924. Walaupun demikian, hasil yang sama dikembangkan kemudian
oleh dua astronom matematik, Laplace, 1749-1855 dan Gauss, 1777-1855,
secara terpisah. Pada abad ke-19 pula, perlunya landasan yang lebih kokoh bagi
statistika menjadi semakin jelas. Karl Pearson, seorang ahli fisika matematik,
menerapkan matematika pada biologi. Pearson melewatkan hampir setengah
abad dalam penelitian statistika yang serius. Di samping itu, ia juga mendirikan
jurnal Biometrika dan sebuah aliran statistika. Dengan demikian kajian
statistika memperoleh dorongan besar.
A. Fisher, 1890-1962, yang dipengaruhi oleh Karl Pearson dan Student,
memberikan sumbangan yang sangat banyak dan penting bagi statistika. Ia dan
murid-muridnya memberikan dorongan yang besar bagi penggunaan prosedur-
prosedur statistika dalam banyak bidang, terutama dalam bidang-bidang
pertanian, biologi, dan genetika.
J.Neyman (1895) dan E.S.Pearson (1895), mengemukakan teori
pengujian hipotesis pada tahun 1936 dan 1938. Teori ini meransang sejumlah
besar penelitian dan banyak hasilnya mempunyai kegunaan praktis. Pada tahun
1902-1950, Abraham Wald menulis dua buku yang sangat bermanfaat hingga
saat ini, yakni ‘Sequential Analysis’ dan ‘Statistical Decision Functions’.
Dalam abad inilah (hingga saat ini) hampir semua metode statistika yang kini
digunakan itu dikembangkan.

B. Penemuan

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana


merencanakan,mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan
mempresentasikan data.Istilah ‘statistika’ (bahasa Inggris: statistics) berbeda
dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan
data, sedangkan statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma
statistika pada suatu data. Gottfried Achenwall adalah salah satu tokoh dalam
bidang matematika yang menjadi terkenal karena menggunakan istilah
“Statistik” untuk pertama kalinya pada karyanya yang berjudul
Staatsverfassung der heutigen vornehmsten Europäischen Reiche und Völker
im Grundrisse (Konstitusi Politik Negara dan Masyarakat Eropa Saat Ini) pada
tahun 1749. Dalam karyanya ini, “Staatsverfassung der heutigen vornehmsten
Europäischen Reiche und Völker im Grundrisse”, dia memberikan gambaran
tentang konstitusi dari berbagai negara di Eropa dengan menggambarkan
kondisi pertanian, manufaktur dan perdagangannya. Ia mendapatkan dukungan
finansial dari Raja George III dalam melakukan penelitiannya.
Dalam bukunya tersebut, ia menggunakan istilah “Statistik” yang
menggandung arti suatu deskripsi komprehensif dari sosial, politik, dan
ekonomi suatu negara. Jadi pada waktu itu, statistik adalah suatu kegiatan yang
berhubungan dalam proses analisis data kenegaraan. Atas jasanya ini, para
ekonom Jerman memberi julukan “Bapak Statistika”.

C. Penerapan

Berkat penemuan istilah statistik oleh Gottfried Achenwall membawa


pengaruh yang sangat besar sehingga kita dapat memanfaatkan statistika dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam mengaplikasikan statistika terhadap
permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari
mempelajari sampel dan populasi. Statistika dapat digunakan sebagai bahan
perencanaan, statistika sebagai bahan monitoring dan statistika sebagai bahan
evaluasi. Perhitungan statistika modern juga banyak dilakukan oleh komputer,
dan bahkan beberapa perhitungan hanya dapat dilakukan oleh komputer.

D. Perkembangan Statistika Abad 21

Karl Pearson, Fisher, Neyman dan Wald selama setengah abad telah
meletakkan dasar statistika yang berbasis matematika, sehingga penelitian-
penelitian dan kuliah-kuliah statistika di Perguruan Tinggi umumnya
didasarkan pada beberapa pedoman atau dasar yang ditemukan oleh tokoh-
tokoh tersebut. Penggunaan statistika secara luas, terkadang timbul kontroversi
diantara para ahli tentang pemilihan model data, penggunakan prior probability
dan interpretasi hasil. Hasil analisis terhadap data yang sama dengan lain
konsultan statistika dimungkinkan terjadi perbedaan kesimpulan. Statistika
induktif dapat dipakai untuk menangani masalah dimana perolehan data
dirasakan perlu efesiensi atau perlu biaya mahal., sehingga umumnya dapat
diatasi dengan analisis dengan sampel-sampel ukuran kecil.
Di era millenium dengan dominasi teknologi informasi, data base yang besar,
interaksi dengan komputer dan informasi yang kompleks, maka menurut C.R.
rao dalam tulisannya 14 Nopember 2001 (berjudul Has Statistics a future? If So
in What Form?) statistika yang didasarkan pada model-model probabilistik
tidak mencukupi, sehingga metode-metode yang akan muncul diarahkan untuk
menjawab tantangan zaman yang diberi nama data mining. Istilah data mining
(penambangan data) ini menurut Nasoetion (2002) awalnya berasal dari para
ahli ilmu komputer yang dalam sehari-harinya bekerja dalam dunia kecerdasan
buatan. Untuk pekerjaan ini mereka membangkitkan dan mengumpulkan data
dalam ukuran sangat besar dan mencoba menemukan pola-pola keteraturan data
yang dapat diterangkan.

Pada abad 21 diperkirakan metode data mining merupakan metode yang


akan banyak digunakan dalam berbagai bidang terapan. Pada metode data
mining spesifikasi permasalahan didasarkan pada bidang ilmunya lebih
diutamakan daripada pendugaan parameter sehingga masalah tersebut dapat
diformulasikan dengan benar untuk memperoleh solusi yang tepat melalui
eksplorasi data. Hal ini berbeda dengan periode Fisher yang lebih
mementingkan mencari metode pendugaan dan pendekatan sebaran yang tepat,
sehingga spesifikasi permasalahan lebih diutamakan pada pendugaan
parameter dan asumsi sebaran. Jadi Fisherian Statistic itu sebenarnya model
driven yang agak beda dengan data mining yang lebih bersifat data driven.
Akan tetapi pada pelaksanaannya, kedua “driven” tersebut harus dikuasai ini
akan berpengaruh terhadap model pendidikan dan pengajaran statistika dewasa
ini. Emanuel Parzen (Departement of statistics Texas A & M University
College) baru-baru ini menulis tentang “Data Mining, Statistical Methods
Mining and History of Statistics”. Dalam tulisannya tersebut dibahas juga
masalah pendidikan statistika menghadapi masa depan dimana data mining
akan berkembang, seperti bagaimana cara mengajar matematik statistik untuk
non matematik statistik, materi yang berhubungan dengan komputer seperti
teknik simulasi, analisis numerik, analisis data struktur data perlu ditingkatkan
bagi para mahasiswa. Belum adanya standard analisis untuk eksplorasi data
dalam data ukuran besar inilah diperkirakan, metode data mining akan banyak
dikembangkan dan diteliti oleh para pakarstatistika.

E. Sejarah Statistik Di Indonesia

Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa


Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data
kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai “ilmu tentang negara (state)”.
Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi “ilmu mengenai
pengumpulan dan klasifikasi data”. Sir John Sinclair memperkenalkan nama
(Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara
prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga
administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya
melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi
kependudukan yang berubah setiap saat

Di Indonesia statistic lahir sejak zamna penjajahan. Sesuai dengan


tujuannya pada zaman penjajahan statistic di Indonesia di arahkan untuk
perdagangan denga tujuan untuk mencari keuntungan yang sebesar-besar nya
bagi penjajah. Keberadaan VOC di Indonsia boleh di anggap sebagai printis
statistic colonial yang selanjutnya diteruskan oleh Belanda. Pada tahun 1864
pemerintahan Belanda mendirikan kantor statistic yang pertama di Indonesia .
kantor ini adalah bagian dari kantor Algemene Secretarie yang berpusat di
Nederland. Selanjutnya pada tahun 1870 , bagian tersebut dipindahkan pada
Dapartemen Algemeen Beustuur. Pengumuman – pengumuman statistic dimuat
dalam buku tahunan ketatanegaraan dan perekonomian yang dikeluarkan oleh.
Lembaga Statistik di Belanda. Pada tahun 1920 berdirilah kantor cacah jiwa.
Kantor ini bertugas menghitung jumlah warga (sensus). Bersamaan dengan itu
pula berdirilah kantor statistic pertanian , kerajinan dan perdagangan termasuk
dalam statistic ekspor dan impor. Kantor statistic pertanian , perdagangan , dan
kerajinan berdiri di Bogor , namun pada tahun 1925 dupindahkan ke Jakarta.
Sejak saat itu resmi menjadi Kantor Pusat Statistikdan sampai sekarang disebut
Badan Pusat Statistik. Distikan dengan penyempurnaan pada perstatistik yang
sudah ada , system prastatistikan di Indonesia saat ini disusun berdasarkan
Undang-Undang Statistik No. 7 Tahun 1960 , dari Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No. 6 tahun 1980 tentang organisasi Biro Pusat Statistik.

F. Konsep Dasar Statistika

Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains,


industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna
populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati,
ataupun benda abstrak. Melakukan pendataan(pengumpulan data) seluruh
populasi dinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukanwaktu dan biaya
yang tinggi. Untuk itu,dalam statistika seringkali dilakukan
pengambilansampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat
mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk
menggeneralisasikan seluruh populasi. Jika sampel yang diambil cukup
representatif, inferensial (pengambilan keputusan) dansimpulan yang dibuat
dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi
secarakeseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil
sampel yang tepat dinamakan teknik sampling. Analisis statistik banyak dari
matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dananalisis
matematis menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya.
Sedangkanmatematika statistika merupakan cabang untuk mendapatkan dasar-
dasar teori statistika. Ada dua macam statistika, yaitu Statistika deskriptif
berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-ratadan
varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau
grafik sehingga data mentah lebih mudah dibacadan lebih bermakna. Statistika
ini merupakanawal perkembangan staistika.

b.Statistika inferensial berkenaan dengan permodelan data dan


melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, misalnya
melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa
mendatang (estimasi atauprediksi), membuat permodelanhubungan (korelasi,
regresi, ANOVA, deret waktu), dan sebagainya. Statistika ini dikembangkan
pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak
dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan William
Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil).Teknik-teknik
statistika Analisis regresi dan korelasi , Analisis varians(ANOVA), Chi-
kuadrat , Uji t-Student Statistika Terapan.

Bebebarapa ilmu pengetahuan menggunakan statistika terapan sehingga


antara lain: Aktuaria (penerapan statistika dalam bidang asuransi),
Biostatistikaatau biometrika (penerapan statistika dalam ilmu biologi),
Statistika bisnis, Ekonometrika, Psikometrika, Statistika sosial , Statistika
teknikat au teknometrika, Fisika statistik ,Demografi , Eksplorasi data
(pengenalan pola), Literasi statistik , Analisis prosesdan kemometrika (untuk
analisis data kimia analisdan teknik kimia)\

o Piranti lunak

Perhitungan statistika modern banyak dilakukan oleh komputer, dan


bahkan beberapa perhitungan hanya dapat dilakukan oleh komputer. Beberapa
Piranti Lunak Statistika yangbanyak digunakan antara lain: Piranti lunak
berlisensi o Mathematicao MATLABo Minitabo MS Excel, dan berbagai add-
inso MODDE Umetricso Statgraphics Centurion XV o S programming
languageo SAS programming languageo SIMCA-P Umetrics

SPSSo Statao StatSoft STATISTICA Piranti Lunak Open Sourceo


Bahasa pemrograman Ro Sumberdaya Komputasi Statistika Online (UCLA)o
Mondrian (Piranti lunak untuk Analisis Data Eksploratori)o GNU Octaveo
GNU PSPPo OpenOffice.org/Calco Gnumerico ROOT Piranti Lunak
Bebaso Winpepi o BV 4.1 Peranti lunak untuk analisis dekomposisi dan
pengaturanmusiman data runtun waktuo Zaitun Time Series Piranti lunak untuk
analisis data runtun wakt
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Gottfried Achenwall adalah salah satu tokoh ilmuwan yang membawa


pengaruh besar dalam perkembangan matematika, khususnya statistik. Berkat
penemuan istilah statistik oleh Gottfried Achenwall membawa pengaruh yang
sangat besar sehingga kita dapat memanfaatkan statistika dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains,
industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari sampel dan
populasi. Statistika dapat digunakan sebagai bahan perencanaan, statistika
sebagai bahan monitoring dan statistika sebagai bahan evaluasi. Perhitungan
statistika modern juga banyak dilakukan oleh komputer, dan bahkan
beberapa perhitungan hanya dapat dilakukan oleh komputer.

B. Saran

Kita dapat mengambil contoh berdasarkan orang yang terdahulu, bahwa


mereka tidak pernah puas dalam menuntut ilmu.
Daftar Pustaka

https://statistikamu.wordpress.com/2012/01/23/gottfried-achenwall-1719-1772/

https://dennyagustiawan.wordpress.com/2011/10/20/statistik-dan-probabilitas/

http://diahfajriah12.blogspot.com/2014/05/statistika-simpangan-rata-rata.html