Anda di halaman 1dari 56

USER MANUAL

Role: Perawat

SAP KAMAR BEDAH, CATHLAB,


DAN
ENDOSKOPI
Version Control

Date Version Create by Type Changed Items Description


04.03.2019 0.1 Team KUT Nurse C Initial
05.03.2019 0.2 Team KUT Nurse M
06.03.2019 0.3 Team KUT Nurse A Med. Emergency
07.03.2019 0.4 Shelly Hasan M All Reviewed and
Modified
09.03.2019 0.5 Shelly Hasan F All Finalized
Type: A = Added M = Modified D = Deleted C = Created F = Finalization

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 2/56


Table of Content

[dikosongkan terlebih dahulu, untuk dibuat terakhir - secara automatis berdasarkan bullet point/numbering
dibuat di halaman-halaman selanjutnya]

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 3/56


Pendahuluan
Pada clinical work station terdapat bermacam-macam worklist tergantung pasien rencana tindakan di OT ,
Endoscopy atau ke cathlab, access salah satunya akan muncul beberapa item pada work list yang dituju.
Pada dasarnya worklist pada Surgery-OT nurse, GI Scoper-Nurse dan Cathlab-Nurse hampir sama alur untuk
pengisian distem SAP.

1. Login dan Ubah Password


Password awal dari SAP adalah eka123

Sistem akan meminta mengganti password pada saat pertama kali login. Masukkan password yang
mudah diingat.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 4/56


2. Area Kerja (Work Environment)
Ruang lingkup kerja perawat OT, GI scope (endoskopi/bronkoskopi) dan cathlab tidak jauh berbeda.
Berikut dijelaskan mengenai ruang lingkup kerja perawat di OT, GI Scope dan Cathlab.
A. Work Environment Sugery OT-Nurse.
Merupakan tampilan ruang lingkup kerja ( worklist) yang terdapat di Surgery OT nurse.

B. Work Environment GI Scope-Nurse


Merupakan tampilan ruang lingkup kerja (work environment) diperuntukkan GI Scope-Nurse yang
termasuk untuk Endoscopy dan Bronchoscopy.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 5/56


C. Work Environment Cathlab-Nurse
Merupakan tampilan ruang lingkup kerja yang diperuntukkan Cathlab-Nurse.

Berikut dijelaskan lebih lanjut mengenai fungsi dari masing-masing Work Environment untuk perawat OT,
GI Scope dan Cathlab.

Work Environment Deskripsi


Surgery Planned Merupakan tampilan yang berisi rencana tindakan yang sudah di buat
oleh perawat . Tampilan berisi dari 3 hari sebelum dan 1 hari sesudah.
Surgery Request Merupakan tampilan yang berisi rencana rencana tindakan yang sudah
di buat clinical order oleh dokter.
Surgery Completed Merupakan tampilan jika tindakan sudah selasai dikerjakan. Dan
dokumen sudah lengkap
OT Schedule Monitor Merupakan tampilan jadwal tindakan yang akan dilakukan
Surgery Documents Merupakan tampilan yang berisi dokumen dokumen yang sudah
dilengkapi selama tindakan berlangsung.
GI Scope Planned Merupakan tampilan yang berisi rencana tindakan yang sudah dibuat
oleh perawat. Tampilan berisi dari 3 hari sebelum dan 1 hari sesudah.
GI Scope Request Merupakan tampilan yang berisi rencana rencana tindakan yang sudah
di buat clinical order oleh dokter.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 6/56


GI Scope Completed Merupakan tampilan jika tindakan sudah selasai dikerjakan. Dan
dokumen sudah lengkap
GI Schedule Monitor Merupakan tampilan jadwal tindakan yang akan dilakukan
GI Scope Planned Merupakan tampilan yang berisi rencana tindakan yang sudah dibuat
oleh perawat. Tampilan berisi dari 3 hari sebelum dan 1 hari sesudah.
CATHLAB Request Merupakan tampilan yang berisi rencana rencana tindakan yang sudah
di buat clinical order oleh dokter.
CATHLAB Completed Merupakan tampilan jika tindakan sudah selasai dikerjakan. Dan
dokumen sudah lengkap
CATHLAB Monitor Merupakan tampilan jadwal tindakan yang akan dilakukan
CATHLAB Documents Merupakan tampilan yang berisi dokumen dokumen yang sudah
dilengkapi selama tindakan berlangsung.
Patient’s Current Daftar obat-obatan yang sudah diberikan kepada pasien saat pasien di
Medication Profile (Recon) OT, GI-Scope dan Cathlab untuk satu case id yang sama
OT Med Administration per Pendokumentasian obat-obatan yang diberikan kepada pasien saat di
Patient OT, GI-Scope dan Cathlab.
Cancelled Medication Pemberian obat yang tidak jadi berikan/dibatalkan.
Order
Not-Given Admin Event Obat-obatan atau alkes yang tidak jadi dipakai dan dikembalikan ke
(Return) depo farmasi
Daily Completion Check Obat-obatan yang belum selesai diberikan kepada pasien
(Medication)

Function BAR
Masing-masing work environment memiliki function header yang berbeda. Berikut dijelaskan mengenai fungsi
dari function header:

1. EMR Tombol untuk mengakses Patient Profile

2. Kalendar Untuk menampilkan list pasien tanggal tertentu dan maju mundur tanggal.

3. Attach Document Tombol untuk mengupload dokumen (Scan)

4. Assign Case Membuat link pasien dengan nomor kasus

5. Cancel Surgery Melakukan pembatalan dokumentasi “Surgery”

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 7/56


6. Set Multi Surg Ind Tombol untuk memulai pendokumentasian “Surgery”

7. Surgery Work Station Tombol untuk mengakses Area Kerja “Surgery”

8. Team Tombol untuk menginput Tim “Surgery”

9. Clinical Order Membuat “Clinical Order”

10. Create Doc. Membuat dokumen “PMD”

11. Display Doc Menampilkan dokumen “Surgery”

12. Document Menampilkan semua dokumen pasien

13. Worklist Menampilkan dan menyembunyikan “Worklist”

14. Appt. Changes Membuat perubahan Appointment

15. Planning Grid Mengakses area Penjadwalan/Appointment

16. Patient Appointment Calendar Menampilkan list Appointment

17. Patient Menampilkan visit pasien

18. Case Overview Menampilkan Case pasien

3. EMR (Patient Profile)


Melalui menu ini perawat dapat melihat rekam medis pasien. Ketika klik tombol EMR, perawat akan melihat
satu halaman yang istilahnya di SAP adalah Patient Profile. Di Patient Profile ini perawat bisa melihat
riwayat penyakit pasien, riwayat pemeriksaan laboratori dan radiologi yang telah dilakukan pasien, riwayat
obat-obatan yang telah diorder untuk pasien, serta dokumen pendukung lainnya.
Cara mengakses EMR dengan mengklik tombol EMR, kemudian gambar di bawah akan terbuka.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 8/56


Komponen-komponen dalam Patient Profile adalah, sebagai berikut :
A. Patient header memuat informasi-informasi pasien untuk identifikasi pasien dan data-data medis pasien
yang penting.
B. Patient record untuk menampilkan dan mengubah data-data yang berkaitan dengan pasien dan
casenya.
C. Applications yang menyediakan akses secara cepat untuk melakukan beberapa fungsi, seperti: Edit
Nursing Plan dan Plan Vital Sign.

1.1 Patient Header

Patient header menyediakan tampilan kasus dan data-data spesifik pasien. Informasi pasien disediakan dalam
tiga baris :
 Baris pertama dari Patient Header, terdapat informasi tentang identifikasi pasien, yang meliputi :
o Nama Lengkap (last name, first name)
o Jenis Kelamin (M/F)
o Usia
o Tanggal Lahir
o Nomor RM Pasien/ PRN.

 Baris kedua dari Patient Header memuat informasi dari kasus pasien dan data-data klinis pasien
o Risk Factors : Faktor risiko – berasal dari dokumentasi dokter berdasarkan data standar Medcin
ID yang terkategori sebagai risk factors
o Allergies : Alergi – Alur pendokumentasian alergi berasal dari perawat melalui AIM note yang
nanti akan dicek dan didokumentasikan kembali di pencatatan medis dokter. Ketika dokter
finalize pencatatan medis maka informasi alergi akan tertransfer ke header.
o Department / Ward / Room / Bed: Departemen/ Ward/ Kamar/ Bed
o Case Number: Nomor kasus
o Case Type : Tipe Kasus (Inpatient/Outpatient)
o Insurance : asuransi yang digunakan oleh pasien sebagai pembayaran melalui pihak ke tiga
o Doctor : DPJP
o Status of Movement : Status perpindahan pasien

 Baris ketiga dari Patient Header memuat informasi sebagai berikut:


o Educational Level – Jenjang pendidikan terakhir dari pasien, diambil dari informasi di
registrasi
o Occupation – Pekerjaan pasien, diambil dari informasi di registrasi
o Language – Bahasa yang digunakan pasien, diambil dari informasi di registrasi
o Religion – Agama pasien, diambil dari informasi di registrasi

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 9/56


Risk Factors dan Allergies ditampilkan dalam angka sesuai jumlahnya masing-masing di Patient Header. Detail
dari informasi risk factors/ allergy dapat dilihat dengan cara mengklik tanda panah di bagian jumlahnya.

Melalui patient header, kita juga dapat mengganti pasien dalam satu ward/ ruang rawat yang sama.

Toolbar berfungsi untuk mencari dan filter pasien.


Toolbar berfungsi untuk mengaktifkan atau mendeaktifkan scrolling secara horizontal dan mengatur kolom
yang ingin ditampilkan.

1.2 Patient Record


Patient Record menyediakan tampilan informasi central pasien. Dari Patient Record, kita dapat melihat dan
melakukan perubahan data spesifik pasien, seperti diagnosis pasien, service dan temuan-temuan yang ada pada
pasien.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 10/56


Pada area atas Patient Record, terdapat toolbar dengan fungsi berikut :

A. Update/ Refresh
Untuk melakukan updte/ refresh data pasien. Shortcut refresh adalah F5.

B. Period Selection/ Pilihan Periode Waktu


Periode waktu dapat dipilih untuk menampilkan semua data pasien dalam periode waktu yang dipilih.
Default tampilan periode waktu adalah “Past 1 month” atau 1 bulan yang lalu.
Berikut adalah pilihan periode waktu yang tersedia :
o Overall
o Past 1 Year
o Past 6 Months
o Past 3 Months
o Past 2 Months
o Past 1 Month
o Past 1 Week

C. Mengganti Halaman/ Change Page


Ada 2 Pilihan halaman pada Patient Record, yaitu Overview dan Services.

User Interface Building Blocks (UIBBs)


Patient Record memuat User Interface Building Blocks (UIBBs). Setiap UIBB digunakan untuk menampilkan objek
(contohnya, dokumen) pada Patient Record. Tampilan masing-masing UIBB di Patient Record berbeda-beda
sesuai dengan fungsinya dan peran dari user.

Di bawah ini merupakan beberapa fungsi pada setiap UIBB :


 Menampilkan informasi
 Mengubah objek
 Membuat objek baru
 Melihat data pasien secara layar penuh
 Memfilter objek yang ingin ditampilkan
 Menggunakan indicator untuk menandai objek agar mudah ditemukan.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 11/56


Halaman Overview dan Services
Pada halaman Overview dan Services, terdapat banyak UIBB dan ada beberapa UIBB yang berbeda tergantung
peran dari User.
Overview Services
Applications
Hit List
Supervised Orders Medical Services
QUIPPE Note Nursing Services
SmartChart Administrative Services
Vital Signs Lines and Drains
Laboratory Values Removed Lines
Diagnosis Fluid Balance
Physician Orders
Documents
Medication Orders
Examinations

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 12/56


1.2.1 UIBB – QUIPPE Note
QUIPPE Note UIBB digunakan sebagai tempat untuk melakukan dokumentasi klinis yang terdiri dari macam-
macam template yang dapat dipilh sesuai dengan kebutuhan user.

1.2.2 UIBB – SmartChart


SmartChart UIBB menampilkan data medis pasien dalam bentuk grafik. Smartchart membantu user agar dapat
mengidentifikasi trend dan hubungan antara dua atau lebih perkembangan pasien.
Data-data yang ditampilkan dalam Smart Chart, adalah sebagai berikut :
 Vital Signs
 Documents
 Physician Orders
 Medication Orders
 Lab Values

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 13/56


1.2.3 UIBB – Vital Signs
Pada UIBB Vital Signs terdapat tampilan vital sign yang sudah didokumentasikan oleh perawat atau dokter.
Highlight Orange pada nilaivital sign menandakan warning dan Merah menandakan Critical.

Berikut terdapat beberapa button fungsi pada UIBB Vital Signs :


 Create atau membuat dokumentasi vital sign baru menggunakan button
 Button untuk menampilkan layar penuh.
 Indikator dapat diset pada kolom indicator untuk kepentingan follow-up

1.2.4 UIBB – Laboratory Values


UIBB Laboratory Values menampilkan semua hasil pemeriksaan laboratorium yang sudah dilakukan, dengan
highlight warna Merah menandakan nilai lab yang tidak normal, baik kurang ataupun lebih dari range normal.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 14/56


Apabila ada komen tambahan pada nilai lab dapat ditampilkan dalam bentuk hyperlink. Untuk melihat komen
tersebut, klik pada nilai lab yang dihyperlink.

1.2.5 UIBB – Documents


UIBB Documents menampilkan semua Parameterized Medical Documents (PMD) dan dokumen yang dibuat di
Quippe pada pasien yang dipilih.

 Create atau membuat dokumen baru dengan klik button


 Button untuk menampilkan layar penuh.
 Indikator dapat diset pada kolom indicator untuk kepentingan follow-up
 Edit dokumen dengan button
 Membuat versi baru dari dokumen yang sudah dibuat dengan button

 Print dokumen
 Merelease dokumen
 Menghapus dokumen

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 15/56


1.2.6 UIBB – Diagnoses
Diagnosis UIBB menampilkan Diagnosis Medis pasien yang sudah didokumentasikan oleh dokter.

1.2.7 UIBB – Physician Orders


UIBB Physician Orders menampilkan daftar orderan dokter yang dibuat pada pasien yang dipilih. Daftar tugas ini
harus dilakukan oleh perawat.

1.2.8 UIBB – Medication Orders


UIBB menampilkan semua obat yang sudah diorder oleh dokter.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 16/56


1.2.9 UIBB – Examinations
UIBB Examinations UIBB menampilkan semua pemeriksaan penunjang yang sudah diorder oleh dokter.

Jika ada dokumen yang dibuat terkait pemeriksaan penunjang, seperti hasil intrepretasi radiologi maka terdapat
button .

1.2.10 UIBB – Medical Services


UIBB Medical Services UIBB menampilkan semua order medical services.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 17/56


1.2.11 UIBB – Nursing Services
Pada Pada UIBB Nursing Services, terdapat semua tindakan keperawatan yang sudah dibuat sesuai dengan
perumusan asuhan keperawatan. Asuhan keperawatan dimulai dengan menggunakan Quippe template
perawat. Menu Nursing Service tidak berlaku untuk rawat jalan dan hanya diperuntukan untuk rawat inap. Akan
dibahas lebih lanjut di sesi rawat inap.

1.2.12 UIBB – Administrative Services


Pada UIBB Administrative Services terdapat daftar orderan service yang sudah dilakukan oleh dokter.

1.2.13 UIBB – Lines and Drains


UIBB Lines and Drains UIBB menampilkan semua line dan drain yang terpasang pada pasien. Button
membawa user masuk ke Nursing Round untuk mendokumentasikan line dan drain.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 18/56


1.2.14 UIBB – Removed Lines
UIBB Lines and Drains UIBB menampilkan semua line dan drain yang sudah dilepas pada pasien. Button
membawa user masuk ke Nursing Round untuk mendokumentasikan line dan drain.

1.2.15 UIBB – Fluid Balance


UIBB Fluid Balance menampilkan hasil balance cairan pada pasien. Button digunakan untuk
mendokumentasikan balance cairan.

1.2.16 UIBB – Indicators


UIBB Indicators menampilkan semua indicator yang sudah diset pada UIBB lainnya.
Icon Indicators Description
Follow-up Perlu tindak lanjut
Special attention Perlu perhatian khusus

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 19/56


1.2.17 UIBB - Applications
The Applications UIBB menyediakan bermacam-macam pilihan fungsi yang mempermudah user untuk
melakukan tugas.

4. Penjadwalan operasi
A. Surgery Request
Pasien yang terencana tindakan di OT, Endoscopi, dan Cathlab akan dibuat orderan terlebih dahulu oleh
dokter baik itu pasien dari outpatient, maupun dari inpatient, bila tidak di buat orderan maka nama pasien
tidak akan muncul di surgery request. Apabila nama pasien dan order tersebut sudah muncul di surgery
request, GI scope request, cathlab request, perawat di unit khusus tersebut baru bisa membuat jadwal

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 20/56


operasi yang akan dimasukan melalui planning grid. Bila sudah dibuat oleh perawat di unti khusus tersebut
nantinya akan masuk ke work list surgery planned, GI scope planned, cathlab planned.

• Perawat masuk work list >klik Surgery – OT nurse> Klik Surgery request

• Setelah sudah masuk ke surgery request: pilih pasien yang akan dibuatkan jadwal tindakan, lihat pada
kolom approval apakah indicator sudah berubah menjadi warna hijau atau masih merah :
Indikator warna merah : PBO (persetujuan biaya operasi) belum acc
Indikator warna hijau : PBO sudah acc

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 21/56


Apabila dokter telah melakukan order, maka nama pasien akan ada di work environment surgery request.
Apabila PBO sudah disetujui (warna indikator sudah hijau), maka perawat akan membuatkan appointment untuk
pasien dengan cara klik nama pasien lalu klik planning grid.

Warna hijau menandakan bahwa waktu tersebut kosong dan bisa dibook untuk appointment. Berikutnya
perawat akan klik ikon yang ditandai dengan nomor 1 (select), kemudian pilih slot waktu yang diinginkan sesuai
dengan keputusan waktu yang telah disepakati antara pasien, dokter dan ketersediaan ruang OT.

Slot akan berubah menjadi warna kuning menandakan bahwa waktu sudah dijadwalkan oleh perawat OT. Di
bagian bawah ada kalender yang berfungsi untuk mengganti tanggal apabila diperlukan. Bila sudah masuk ke
time slot akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 22/56


Warna di planning grid memiliki arti dan tujuan yang berbeda. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fungsi
warna bisa diakses melalui planning grid, klik menu setting, pilih color legend. Atau ketika berada di planning
grid, klik bersamaan tombol ctrl+shift+F6.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 23/56


B. SURGERY PLANNED
Nama pasien yang sudah dibuatkan appointment di planning grid akan muncul di surgery planned yang
artinya pasien sudah terjadwalkan rencana tindakannya.
Apabila sudah terkonfirmasi bahwa pasien tidak akan mengubah jadwal appointmentnya maka perawat bisa
mengunci jadwal tersebut dengan cara: Pilih pasien > release > akan berubah menjadi warna orange yang
menandakan tidak bisa dirubah appointmentnya.

5. Surgery Work Station

a) Appt Changes untuk merubah appointment


b) Patient Consent Untuk melihat indicator bahwa informed consent pasien ada dan telah
terupload di sistem
c) Premed. Complete Setelah pemberian obat pre-medikasi selesai diberikan, klik
indicator ini.
d) Start Surgery untuk memulai surgery . OT ARRIVEL TIME akan secara
otomatis jika klik start surgery.
e) Change Clinical order Untuk melihat tindakanmyang sudah dokter order dan merubah
urutan tindakan.
f) Create Secondary Surgery Untuk menambah tindakan yang lebih dari satu pada satu jenis operasi
yang dilakukan oleh spasialis yang berbeda

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 24/56


Langkahnya

Apabila ada lebih dari satu tindakan terencana, maka dua tindakan tersebut dapat di atur ketika di tahap
surgery planned: primary surgery dan subsequent surgery. Pada saat operasi akan terjadwal primary
terlebih dahulu, subsequent surgery akan menjadi secondary surgery.
Apabila belum secondary surgery adalah tindakan yang tidak terencana, maka langkahnya adalah sebagai
berikut:

1. Di Surgery Work Station: Click Create Sec. Surgery.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 25/56


2. Pilih departemen OU dan click Proceed .

3. Secondary surgery sudah berhasil dibuat, dan memiliki task (daftar tugas yang harus dikerjakan
perawat) yang tidak sebanyak primary surgery karena data (seperti time entry) yang diperlukan sudah
didokumentasikan di primary surgery

4. Kemudian isi task tersebut sama seperti langkah sebelumnya


- Time entry
- Team entry
- Intra-OP Surgery services for the particular specialty
- Release of Surgery documentation for secondary surgery.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 26/56


Note : Untuk pendokumentasian pada tindakan yang lebih dari satu, maka pendokumentasian dapat
diakses melalui subsequent surgery situation.

6. Surgery Tasklist
a) Preparation
 Material Request : permintaan yang dilakukan untuk order alat kesehatan dan obat-obatan yang
digunakan selama operasi.
Langkah Prosedural Permintaan Barang (Material Request)
Perawat dapat meminta material dengan pilihan menu New Entries Material Set yang sesuai untuk
pemakaian di ruang perawatan tertentu.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 27/56


Jika memilih set materi yang diminta, secara otomatis maka sistem akan mengeluarkan seluruh item
barang yang terdapat dalam set material tersebut.

Untuk melengkapi langkah permintaan material, perawat menggunakan icon dan mengakhiri langkah

permintaan degan klik icon .

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 28/56


Setelah klik icon request, maka status di system berubah menjadi sebagai berikut :

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 29/56


 Team Entry :
Untuk memasukan nama team operasi selama tindakan berlangsung.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 30/56


 PMD Pra Tindakan: dokumen serah terima pasien yang diisi oleh perawat ward dan di release oleh
perawat OK

b) Pre Operasi
 Vital Signs
Merupakan dokumentasi yang dilakukan untuk input tanda tanda vital awal

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 31/56


 PMD Sign in

 Form Keselamatan Tindakan Non Bedah

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 32/56


 PMD Time-Out Bedah

 PMD Time-Out

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 33/56


c) Intra operative task
 Form pemantauan pada pada pasien dengan anastesi lokal

 Maintain intra-OP surgeries


Untuk menambahkan jenis tindakan jika di tengah operasi berlangsung ada tindakan tambahan, atau jika
ada tindakan emergency pada dokter spesialis yang sama

1. Klik pada

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 34/56


2. Click pada value di service code.

3. Pilih service and click proceed .

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 35/56


4. Click Save to save. Dan menu service baru akan terinput

 PMD sign Out

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 36/56


 Material Consumption
Di gunakan untuk meng input alat kesehatan yang digunakan selama operasi berlangsung.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 37/56


 Surgery Complications
Pendokumentasian yang dilakukan jika selama operasi berlangsung ada komplikasi yang terjadi pada
pasien.

Langkah - langkah :

1. Akses dari the task list.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 38/56


2. Tambahkan new complication dengan klik complication code.

3. Enter Degree of complication and time phase of complication

Degree of complication

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 39/56


Time-phase of complication

4. Click SAVE to save the complication data...

d) Post Opertive Task


 Vital Sign Assessment
Untuk input vital sign setelah tindakan operasi. Dan Langkah nya sama dengan yang di atas.
 Team Entry
Bisa di isi jika di saat operasi berlangsung ada perubahan team atau penambahan team. Dan langkah
yang dilakukan sama dengan yang diatas.
 PMD Post Tindakan
Merupakan sarah terima pasien antara perawat surgery dengan perawat ruangan. Perawat OT
hanya melakukan save kemudian akan di RELEASE oleh perawat yang menjemput pasien.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 40/56


User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 41/56
 Time Entry
Merupakan catatan waktu setiap tindakan yang dilakukan selama operasi berlangsung. Untuk
bagian yang d blok kuning akan otomatis terisi .

e) OT Area services
Digunakan untuk menginput jenis alat kesehatan atau stent yang digunakan selama di ruangan OT,
Endoskopi dan cathlab.
Langkah - langkah

1. Click on

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 42/56


2. Click on value help on service code.

3. Select the service and click proceed .

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 43/56


4. Click Save to save the newly entered service.
After save,System displays all services (including surgery) for the current surgery specialty.

f) Maintain Surgery Document


Berfungsi untuk menginput semua dokumen yang terlah dilakukan selama tindakan dan merupakan
langkah akhir pengechekan semua tindakan yang dilakukan sudah terdokementasi.
Langkah :

1. Access the task from the task list.

2. Verify the document for surgery data and click “Release” .

3. Validasi mandatory akan muncul jukan selesai mengakses. Jika ada yang belum selesai dikerjakan akan
muncul peringatan sebagai berikut.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 44/56


User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 45/56
4. Check and enter the missing information

5. Release the surgery documentation after completing the mandatory data.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 46/56


6. Release message of surgery documentation displays as shown below.

7. Pendokumentasian pemberian obat


a. Function Header Medication Administration

i. Obat tidak diberikan dan harus dikembalikan


ii. Finalisasi pemberian obat
iii. Pemberian obat dalam kondisi emergency
iv. Pemberian obat rutin di area “Surgery”
b. Mendokumentasikan pemberian obat
Setiap pemberian obat - obatan di OT, Catlab, endoskopi wajib dilakukan scan barcode agar
semua obat masuk ke sistem. Semua order obat harus melalui order yang dilakukan oleh dokter
di Quippe. Jika dokter tidak melakukan order, maka perawat tidak bisa melakukan admin
barcode.
Langkah nya:
i. Klik nama pasien yang bersangkutan , kemudian klik OT Med Administration (Per
Patient)
ii. Masuk ke menu OT Med Handover for Administration (per patient)
Cara:
Pilih pasien  klik barcode admin akan muncul tampilan i.s.h medication barcode : ADMIN 
arahkan kursor ke kolom case ID document, lalu scan admin bag label pindahkan kursor ke
wrist band, lalu scan gelang pasien  pindahkan kursor ke kolom drug label, lalu scan barcode
obat yang akan diberikan  jika semua label obat pada event tersebut sudah di scan, lalu klik
administered.

Langkah 1. Sorot pasien, kemudian klik OT Med Administration

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 47/56


Langkah 2. Akan tampil list obat, klik salah satu list obat kemudian klik Tombol
Langkah 3. Scan barcode gelang pasien dan barcode obat.

Langkah 4. Klik Administer

NB :
- Jika obat tidak diberikan semua, isi kolom Scrap dengan sisa obat yang tidak diberikan.
- Obat tertentu seperti obat high Alert, kolom Witness harus diisi.

Status berubah menjadi ADM (sudah diberikan ke pasien)

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 48/56


Catatan :
Untuk pemberian beberapa obat, maka perawat harus melakukan scan gelang pasien dan scan barcode obat
berulang sesuai dengan jumlah obat yang akan diberikan. Tujuannya untuk memastikan benar pasien dan benar
obat.

Pada saat pemberian obat pasien, ada beberapa masalah yang mungkin akan terjadi, salah satunya adalah obat
oral dimuntahkan, obat oral hanya diberikan setengah dosis, obat oral terjatuh tetapi sudah dibuka dari
kemasan, atau obat injeksi tidak dapat diberikan karena akses vena buruk, maka perawat harus mencatat
masalah tersebut pada layar i.s.h medication barcode ADMIN sebagai berikut :

a. Obat diberikan tetapi tidak sesuai dengan dosis awal yang direncanakan dokter. Misal : dokter
menginstruksikan pemberian 10mL obat injeksi tetapi karena suatu hal maka dokter mengubah dosis saat
pemberian obat menjadi 5 mL maka perawat harus mencatat ada kolom Admin sesuai dengan dosis yang
aktual diberikan pada pasien.Perawat juga harus mengisiReason for Dose Difference
b. Apabila dokter menuliskanCondition tertentusebagai syarat pemberian obat. Maka perawat harus
memperhatikan condition yang muncul, misalkan : hanya diberikan jika suhu 39°Cdan perawat memberi
tanda checklist pada Check Condition.
c. Obatyang diberikan adalah obat high alert sehingga sesuai kebijakan RSpemberiannya harus disaksikan oleh
perawat lain, maka perawat harus mengisi kolom Witn. Dengan nomor karyawan perawat lainnya sebagai
saksi. Nama perawat lain dapat dicaridengan cara double klik dan mengetik nama.
d. Jika pada saat pemberian obat terjadi reaksi efek samping obat perawat dapat mencatat pada tab Details dan
selanjutnya melakukan dokumentasi alergi di dokumen Quippe.
e. Obat dimuntahkan
o Jika obat diminum tetapi karena sesuatu hal obat tersebut tidak dihabiskan, maka isi kolom
scrap dengan dosis yang tidak diminum.
o Jika obat tersebut sudah diminum tetapi dimuntahkan, maka isi kolom scrap sebanyak dosis
yang seharusnya diberikan.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 49/56


f. Obat sudah dibuka dari kemasan tetapi terjatuh sehingga tidak dapat diberikan lagi.
o Pada kolom scrap isi dosis sesuai dengan dosis yang seharusnya diberikan kemudian beri tanda
check list pada pilihan not administered.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 50/56


Pendokumentasian Pemberian Adhoc Event (Emergency Event)
Mendokumentasikan Pemberian Obat Emergency

Langkah 1. Pilih pasien (jangan double click), kemudian klik tombol Barcode Admin
(Emerg)

Langkah 2. Cari obat yang dimaksud, berikan tanda centang pada obat yang akan diberikan, kemudian klik

tombol Shopping Cart. Obat yang sudah dipilih akan muncul di kolom shopping cart
(KotakBiru).

Langkah 3. Setelah semua obat yang digunakan masuk ke shopping cart, selanjutnya klik tombol
order.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 51/56


Langkah 4. Akan terbuka Screen Barcode ADMIN, tempatkan kursor di kolom Case ID @Document kemudian
scan barcode di gelang pasien. Demikian juga pada kolom CaseID @WristBand.

Setelah itu, kursor akan berada di kolom Barcode @Drug Label, silahkan scan Barcode yang tertempel di label
obat :

Langkah 5. Muncul Screen Qty, input jumlah yang diberikan dan klik tombol save.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 52/56


Langkah 6. Sorot obat yang diberikan dan klik tombol “Post Good Issue”

Akan ada notifikasi “Function Called Succesfully” yang menandakan dokumentasi obat emergency telah berhasil
dilakukan.

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 53/56


8. BOOKING ENDOSKOPI DI KAMAR OPERASI
1. Klik Menu OT Schedule Monitor

2. Masukan Nama yang akan di lakukan endoskopi

Akan muncul tampilan seperti di bawah ini, kemudian klik 2, pada Ruangan OT Yang masih kosong

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 54/56


NB : apabila ada perawat OT, yang melakukan akan terlihat siapa yang melakukan perubahan
tersebut , dengn cara klik kanan pada ruangan yang di booking

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 55/56


-----------------------------------------------------------------------END-----------------------------------------------------------------------

User Manual | Role: xxxxxxxxx | Version: 01 Page 56/56