Anda di halaman 1dari 19

Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

RENCANA KERJA & SPESIFIKASI TEKNIS

PERATURAN UMUM
Pasal 1
Jenis & Lingkup Pekerjaan

1.1 Jenis Pekerjaan


Nama Proyek : Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3
Lokasi Pekerjaan : JL. Butta-Butta Caddi No.08, Kel. Kaluku Bodoa, Kec.
Tallo
Kota : Makassar
Propinsi : Sulawesi Selatan

1.2 Lingkup Pekerjaan Pemborongan

 Pekerjaan Rangka Baja


 Pek. Pemasangan KalsiFloor
 Pekerjaan Grouting
 Pekerjaan Screed Floor
 Pekerjaan Epoxy
 Pekerjaan Pengecetan

Pasal 2
Setting Out

2.1 Untuk menentukan posisi serta keinginan rencana rehab bangunan di lapangan, Kontraktor harus
melakukan pengukuran di lapangan secara teliti dan benar, sesuai dengan kondisi lapangan
seperti ditunjukkan dalam gambar.
2.2 Dalam hal terdapat perbedaan antara rencana dalam gambar dengan hasil pengukuran, maka
Kontraktor harus melaporkan hal ini kepada Direksi/Konsultan Pengawas untuk mendapatkan
keputusan dan dinyatakan dalam Berita Acara.
2.3. Keputusan akan didasarkan atas keamanan konstruksi serta kelancaran kegiatan di luar dan di
dalam Kompleks.

1
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

Pasal 3
Pekerjaan Persiapan

3.1. Pembongkaran dan pembersihan Lapangan


Sebelum memulai pekerjaan Kontraktor harus mempersiapkan dan berhati hati dalam
pembongkaran atap, rangka atap & plafond. Segala Kerusakan yang diakibatkan pada pekerjaan
pembongkaran menjadi tanggung jawab kontraktor. Pembersihan hasil bongkaran harus selesai
dilaksanakan sebelum memulai pekerjaan, Untuk tempat kerja, penumpukan bahan bahan
bangunan gudang sementara, Direksi Keet dll. Kontraktor harus terlebih dahulu membersihkan
serta membenahi lapangan.
3.2. Penerangan, Pagar dan tanda-tanda pengaman.
Kontraktor harus menyediakan penerangan di daerah kerja, pagar dan tanda-tanda pengaman
yang diperlukan.

Pasal 4
Pekerjaan Pendahuluan

4.1. Kontraktor akan diberikan petunjuk mengenai tempat penyimpanan bahan untuk pelaksanaan
pekerjaan ini.
4.2. Kontraktor harus membatasi operasinya dilapangan yang betul betul diperlukan untuk pekerjaan
tersebut. Tata letak yang meliputi jalan masuk lokasi penyimpanan bahan bangunan dan jalur
pengangkutan material dibuat oleh Kontraktor dengan persetujuan Direksi.

Pasal 5
Material

5.1. Bahan yang dipakai diutamakan produksi dalam Negeri yang memenuhi pesyaratan teknis yang
ditentukan.
5.2. Jika Kontraktor mengajukan bahan lain yang akan digunakan , maka mutunya minimal harus
sama dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Tender. Untuk pemesanan bahan itu harus
diberitahukan terlebih dahulu pada Direksi yang meliputi jenis, kualitas serta kuantitas dari bahan
yang dipesan untuk mendapat persetujuan.
5.3. Semua bahan-bahan yang akan dipakai dalam pekerjaan ini harus memenuhi ketentuan-
ketentuan umum yang berlaku di Indonesia, mengenai bahan bangunan serta persyaratan-
persyaratannya akan dicantumkan di dalam pasal-pasal berikut.

2
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

Peraran-peraturan khusus antara lain, yaitu:


 PUBI-1992 : Peraturan Bahan Bangunan di Indonesia
 NI-3 PMI PUBB 1970 : Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia
 SNI 03 - 1729 – 2000 : Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung
 NI-8 : Peraturan semen Portland Indonesia
 SNI 2834 : Standar Tatacara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal
 NI-4 : Persyaratan cat Indonesia
 Standar Industri Indonesia (SII).

a.Air
Air yang digunakan sebagai bahan pengikat spesi maupun adukan campuran beton adalah
air yang tidak mengandung zat asam, alkali, garam dan bahan-bahan lain yang dapat
merusak mutu campuran spesi maupun agregat beton.
b.Pasir
Pasir untuk adukan spesi maupun beton harus memenuhi persyaratan sesuai PBI-1971 /
NI-2, bebas dari lumpur, tanah, akar tumbuhan, ataupun bahan lain.
Pasir untuk plesteran disyaratkan pasir yang halus dengan ketentuan sperti diatas, bila
bercampur dengan agregat yang lebih besar harus diayak.
Pasir untuk campuran beton disyaratkan pasir dengan butiran kasar atau Pasir Beton.
Tidak diperkenankan memakai pasir yang berasal dari muara sungai atau yang
mengandung air asin maupun payau.
c.Kerikil
Kerikil atau koral untuk semua pekerjaan beton bertulang dipakai ukuran 1 s/d 3 cm, harus
bersih dari semua kotoran, debu, tanah, tidak mengandung lumpur lebih dari 1 %, tidak
mengandung garam dan tidak keropos.
d.Semen
Semen yang digunakan untuk pekerjaan pasangan, maupun beton disyaratkan sesuai
ASTM atau SNI -15-0302-1994, Type Semen yang disyaratkan adalah setara dengan
Semen Portland Type I, jenis A. atau Semen Portland Pozoland untuk penggunaan umum
yang tidak memerlukan persyaratan khusus.
e.Baja
Bahan Baja yang digunakan untuk konstruksi bangunan harus memenuhi standart SNI
(Spesifikasi Bahan Bangunan Besi/Baja). Sistem struktur dan komponen struktur harus
direncanakan untuk mempunyai kemampuan-layan batas dengan mengendalikan atau
membatasi lendutan dan getaranvibrasi. Kemampuan layan batas ini juga berlaku untuk

3
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

setiap baut. Di samping itu untuk bangunan baja diperlukan perlindungan terhadap korosi
secukupnya.
5.4. Bilamana akibat satu dan lain hal bahan yang disyaratkan tidak dapat diperoleh. Kontraktor harus
mengajukan usul perubahan pada Direksi sepanjang mutunya paling tidak sama dan apa yang
disyaratkan.

5.5. Direksi akan menilai dan memberikan persetujuan secara tertulis sepanjang memenuhi
persyaratan teknis dan Kontraktor diwajibkan untuk sejauh mungkin mempergunakan bahan-
bahan produksi dalam negeri.

Pasal 6
Aksebilitas

Dalam melaksanakan pekerjaan dan pengangkutan bahan-bahan untuk keperluan pekerjaan, Kontraktor
harus berhati-hati sedemikian sehingga tidak mengganggu kelancaran aksebilitas atau menimbulkan
kerusakan terhadap bangunan yang telah ada serta prasarana lainnya.

Pasal 7
Cuaca

Pekerjaan harus diberhentikan apabila cuaca tidak mengijinkan, penundaan pekerjaan tersebut harus
tercatat dan atas instruksi konsultan pengawas dengan pertimbangan apabila pekerjaan dilanjutkan
dapat mengakibatkan penurunan mutu pekerjaan, misalnya pada saat pengecoran, plesteran dinding
bangunan dll.
Pasal 8
Peralatan Survei

Kontraktor harus menyediakan peralatan survey yang akan dipakai, dan alat-alat tersebut harus disetujui
oleh Direksi. Setelah pekerjaan selesai seluruh peralatan tersebut akan dikembalikan kepada Kontraktor.

PEKERJAAN PENDAHULUAN

4
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

 Pekerjaan pengukuran, sebelum pekerjaan dimulai dilakukan pengukuran dengan menggunakan


alat ukur sehingga di dapat hasil ukur yang akurat.
 Penyediaan peralatan P3K yang berisi obat-obatan yang diperlukan untuk pertolongan pertama
pada kecelakaan
 Air kerja untuk keperluan pekerjaan sehingga tidak mengalami keterlambatan pelaksanaan
dikarenakan kekurangan air.
 Listrik Kerja digunakan untuk keperluan penggunaan alat bantu dari mesin seperti mesin pemotong,
mesin bor dll dan penerangan ruangan.
 Kontraktor harus membuat dan memasang Papan Nama Proyek dengan ukuran 1.20x0.75 m
dengan konstruksi tiang dari kayu ukuran 5/7 cm dan papan tebal 2 cm atau multiplek 12 mm, atau
sablon yang isinya sesuai dengan petunjuk direksi dilapangan.
 Konsultan pengawas berhak untuk menolak dipekerjakannya tukang-tukang yang menurut
penilaiannya tidak memiliki keahlian/keterampilan yang cukup untuk mengerjakan Pekerjaan
ini.Dalam hal seperti itu, Pemborong harus dengan segera mengganti tukang tersebut dengan
tukang-tukang lain yang memenuhi syarat-syarat keahlian/keterampilan. Dalam hal pengambilan
tindakan tersebut, maka tetap akan menjadi tanggungan Pemborong sepenuhnya.

PEKERJAAN RANGKA BAJA PROFIL


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi :
- Pemasangan balok konsol baja profil UNP
- Pemasangan balok utama dan balok pengikat baja profil UNP
- Pemasangan Anchor Bolt
- Pengelasan baja
2. Bahan
Semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini terdiri dari :
 Baja profil
Baja yang di gunakan baja UNP 100 untuk balok utama, baja UNP 75 untuk balok konsol dan
balok pengikat
 Anchor Bolt
Baut baja yang digunakan dalam bangunan struktur baja yang umumnya dipakai yang
berbentuk kepala baut dan mur berbentuk segi enam. Pada bagian baut terdapat ulir, yang
menahan geser dan tumpu untuk mempermudah dalam memperkuat penyambungan untuk
pemasangan. Ukuran diameter baut yang digunakan dalam konstruksi di lapangan berukuran
16 mm
 Elektroda / Kawat Las
5
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

Kawat las yang digunakan khusus untuk baja / steel, yang memiliki ketahanan terhadap
keretakan
3. Teknisi
 Mandor
 Tukang Pekerjaan Baja
 Tukang Las
4. Metode Pelaksanaan
 Penentuan posisi titik angkur horizontal pada balok beton existing harus memperhitungkan
lendutan pada plat beton. Besarnya lendutan tidak sama untuk semua plat existing yang ada
sehingga titik bor untuk angkur horizontal akan berbeda pula. Diingatkan bahwa lendutan pada
plat tidak boleh dipaksa untuk normal kembali, karena lendutan yang terjadi sudah permanen
dan bila dipaksa untuk normal kembali akan menyebabkan plat beton hancur. Jadi posisi titik
lubang angkur harus disesuaikan lendutan plat pada masing-masing lajur.
 Pembuatan lubang angkur pada balok beton dilakukan dengan hati-hati agar pemboran tidak
menyebabkan kerusakan pada beton utamanya pada tulangan beton. Diameter lubang dibuat
kuranglebih 25 mm (diameter angkur 16 mmm). Lubang ini akan digrouting setelah rangka baja
telah terpasang. Disarankan menggunakan bor intan dengan memberi semprotan air agar mutu
beton existing tidak terganggu.
 Pemasangan rangka balok utama UNP 100 dan balok pengikat UNP 75 dengan sambungan las
dengan tebal minimal 6 mm, pada kedua sisi pemukaan media yang disambung dan las
menutup penuh celah setiap sambungan. Pengelasan hanya dilakukan bila permukaan yang
akan dilas bersih dari kotoran dan karat.
 Pemasangan angkur vertical pada balok konsol dengan menggunkan las tebal sesuai gambar
rencana (8 mm), untuk itu dipakai 2 kali lajur pengelasan dengan tebal masing-masing 4 mm.
 Pemasangan balok konsol (sudah terpasang angkur vertical) pada balok beton, yang dipasang
pada kedua sisi balok beton. Angkur horizontal dan vertical dipasang secara bersamaan dan
semua angkur dipasang tidak kencang (masih longggar) agar memudahkan penempatan
rangka balok utama pada balok konsol.
 Pemasangan panel kalsifloor deck pada permukaan atas rangka balok utama dengan sekrup
secukupnya, agar panel kalsifloor tidak lepas dari rangka balok utama.
 Pemasangan rangka balok utama pada balok konsol baja. Pemasagan ini agak rumit
berhubung karena adanya lendutan permanen pada plat. Untuk mengantisipasi tersebut maka
sesuai uraian diatas agar angkur yang terpasang tidak dikencangkan (dilonggarkan). Setelah
rangka balok utama terpasang (duduk) diatas balok konsol, dilakukan pengencangan angkur
vertical secara bersamaan. Pada saat pengencangan perlu dilakukan secara hati-hati agar
pengencangan ini tidak menyebabkan plat beton retak. Setelah pengencangan angkur vertical
6
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

(rangka balok utama sudah pada posisi yang benar dan berfungsi sebagai penyangga plat
beton), angkur horizontal dikencangkan.
 Pengelasan rangka balok utama pada balok konsol dengan ketebalan las 6 mm. Pengelasan ini
dilakukan setelah dipastikan bahwa kedudukan rangka utama sudah sesuai yang diharapkan
yaitu berfungsi sebagai penyangga plat beton dan tidak terjadi retak pada plat beton.
 Pemasangan grouting pada lubang-lubang angkur

PEKERJAAN KALSIFLOOR
1. Pekerjaan Dinding
a. Lingkup Pekerjaan
Pengadaan tenaga kerja, peralatan, dan bahan-bahan yang diperlukan untuk pekerjaan
pemasangan KalsiFloor di bawah plat lantai
b. Bahan
 KalsiFloor 20mm Merk “Kalsi”
 Baut Sekrup
 Adukan Mortar
 Pengisi Nat keramik jenis fleksibel
c. Teknisi
 Tukang Plafond / Ceiling Fixer.
d. Metode Pelaksanaan
Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor terlebih dahulu harus menyerahkan contoh-contoh
bahan yang akan digunakan guna mendapatkan persetujuan dari Pengawas.
 Sebelum dilaksanakan pemasangan KalsiFloor, pekerjaan lain yang berada di atasnya
harus sudah terpasang seperti misalnya pipa, kabel dan lain-lain.
 Bilamana dikehendaki, Pemborong wajib membuat mock-up sesuai dengan petunjuk
Pengawas sebelum pekerjaan mulai dipasang.
 Pemasangan panel KalsiFloor pada permukaan atas plat yang di las pada rangka balok
utama dengan sekrup secukupnya, agar panel KalsiFloor tidak lepas dari rangka balok
utama.
 Semua unit Panel KalsiFloor terpasang rapi dan kuat sesuai dengan pola gambar rencana.
 Penyambungan Panel KasliFloor atau celah pada pertemuan antara panel, dilakukan
dengan joint compound, joint tape, uniflot dan lain-lain atau sesuai standard dan
rekomendasi dari pabrik “Kalsi” / petunjuk Pengawas, sehingga permukaannya rata, rapih
dan bebas dari bekas sambungan.
PEKERJAAN PLAFOND

7
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

1. Rangka Plafond
a. B a h a n ;
Untuk rangka plafond Calsiboard dipakai rangka hollow galvanis dimana terdiri dari :
 Suspension Rod
 Suspension Clip
 Suspension Bracket
 Wall Angle
 Main Runner
 Furing Chanel.
b. Teknisi
 Tukang Rangka Alumunium
c. Pemasangan ;
 Pembuatan sketsa (marking) pada slab beton yang nantinya digunakan sebagai patokan
dalam penentuan letak kawat penggantung (suspension rod).
 Tentukan ketinggian akhir plafond / ceilling dari data yang telah direncanakan sesuai ukuran
gambar.
 Ukur ketinggian akhir plafond / ceilling dari data yang telah direncanakan sesuai ukuran di
gambar.
 Pindahkan pada ketinggian dari siku metal (wall angle) untuk ditambahkan di atas tanda
garis dari ketinggian plafond.
 Tempatkan bagian atas siku metal (wall angle) pada tanda garis dengan jarak perkuatan
(sekrup atau paku rivet) pada jarak maksimum 600 mm untuk posisi jarak penggantung dan
gelagar rangka.
 Tempatkan siku penggantung (bracket) harus berjarak 300 mm dari permukaan dinding
kawat penggantung
 Kawat penggantung (suspension rod) yang pertama pada rangka utama harus berjarak 300
mm dar tepi dinding, kemudian jarak selanjutnya maksimum pada setiap 1200 mm. Ketika
melakukan penyambungan diatur secara menyilang.
 Rangka untuk panel (metal furing, terletak di bawah rangka utama) dipasang berlawanan
arah dengan rangka utama, penyambungan diatur secara menyilang.
 Penempatan jarak penunjang maksimum berjarak 600 mm.
 Setelah semua rangka plafond / ceiling terpasang, lakukan perataaan (leveling) plafond
sebelum pemasangan papan kalsi dan matikan adjusting (steel).

8
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

2. Plafond Calsiboard
a. Bahan ;
Plafond yang dipergunakan adalah Plafond Calsiboard 4 mm merk kalsi harus berkualitas baik.
Contoh dari bahan yang akan digunakan harus diajukan terlebih dahulu untuk mendapatkan
persetujuan tertulis dari MK / Konsultan Pengawas.
Calsiboard adalah suatu campuran serat calsium dan bahan semen atau bahan pengikat
hidrolis lainnya yang dibentuk lembaran datar. Lembaran bahan harus padat tetapi elastis
dengan tepi potongan yang lurus, tidak berkerut , tebal merata 4 mm pada seluruh bidang, tidak
berlubang atau cacat yang merugikan. Lembaran Calsiboard harus mudah dipotong dan dipaku
tanpa menimbulkan cacat atau kerusakan lainnya. Maksimum penyerapan air 20 % kedap air
dan mempunyai kuat tekan 200 kg/cm2 dan sesuai standar SII 0015-76. Bahan Calsiboard
digunakan pada pasangan penutup plafond yang dijelaskan pada gambar rencana.

b. Teknisi
 Tukang Plafond / Ceiling Fixer

c. Pemasangan ;
 Sebelum dilaksanakan pemasangan plafon, pekerjaan lain yang berada di atasnya harus
sudah terpasang seperti misalnya pipa, kabel dan lain-lain.
 Bilamana dikehendaki, Pemborong wajib membuat mock-up sesuai dengan petunjuk
Pengawas sebelum pekerjaan mulai dipasang.
 Penyimpanan bahan rangka, calsiboard dan material lain di tempat pekerjaan harus
diletakkan pada ruang dengan sirkulasi udara yang baik, kering dan tidak lembab serta tidak
terkena cuaca langsung. Harus diperkirakan semua sambungan dalam pemasangan klos,
baut, angkur dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan
memperhatikan kerapian terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-
lubang atau cacat bekas penyetelan.
 Semua unit plafond calsiboard terpasang rapi dan kuat sesuai dengan pola gambar
rencana.
 Penyambungan plafond calsiboard atau celah pada pertemuan antara panel, dilakukan
dengan joint compound, joint tape, uniflot dan lain-lain atau sesuai standard dan
rekomendasi dari pabrik calsiboard / petunjuk Pengawas, sehingga permukaannya rata,
rapih dan bebas dari bekas sambungan.

PEKERJAAN GROUTING
9
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi menutup lobang angkur pada sambungan rangka baja dengan adukan pasta
grouting hingga padat
2. Bahan
 Air Bersih
 Semen Grouting
Pada umumnya campuran antara material grout dan air, untuk mendapatkan adukan pasta yang
mempunyai kekentalan cukup baik untuk pengaliran (flowable), digunakan takaran sebagai berikut:
1 (air) : 2 – 2,5 (semen grouting).
untuk pemakaian 1 sak (25 kg) semen grouting (sekitar 9 liter volume semen grouting) supaya
mendapatkan adukan yang dapat mengalir dengan gravitasi (flowable), pada umumnya
ditambahkan air sebanyak 4 liter - 4,25 liter sampai memperoleh adukan pasta dengan volume 13
liter - 13,25 liter.
3. Teknisi
 Tukang Grouting
 Tukang Plesteran
4. Pelaksanaan
 penuangan pasta grouting sedapat mungkin dilakukan dari satu titik atau sisi dan dibiarkan
mengalir dengan sendirinya
 jika luasan permukaan cukup besar dan tertutup base plate yang lebar pula, dilakukan
penuangan dari tengah dengan membuat lubang-lubang kontrol pada base plate.
 jika terpaksa dilakukan penuangan dari beberapa titik, tidak boleh ada pertemuan antar aliran
pasta grouting yang tidak terkontrol atau tidak terlihat, untuk memastikan pertemuan antar
aliran dapat menyatu dengan sempurna
 penuangan harus dilakukan dengan tidak menimbulkan gelembung udara terperangkap dalam
adukan pasta yang dialirkan
 penuangan harus continue dan tidak terputus antar adukan, harus diperhatikan antara
kecepatan penuangan dan pengadukan pasta grouting
 tidak dilakukan penggetaran dengan alat concrete vibrator
 seluruh proses penuangan dan pengaliran harus diselesaikan dalam waktu 25 menit setelah
pengadukan material pasta grouting
 suhu adukan selama pelaksanaan, sampai 48 jam setelah penuangan selesai harus dijaga
supaya tidak lebih dari 30°C
.

10
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

PEKERJAAN SCREED LANTAI / LEVELING LANTAI

A. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini adalah pekerjaan lapisi lantai yang mengalami penurunan dengan cara meratakan
kembali lantai dengan menggunakan campuran Semen/PC dengan pasir dengan komposisi
tertentu sesuai spesifikasi yang disyaratkan dan finishing berupa acian semen.
2. Bahan & Alat
 Semen Portland
 Pasir
 Air bersih
 Waterpass
 Benang /Nylon
 Compresor
 Roskam Kayu
 Sendok Spesi
 Molen
3. Teknisi
 Tukang Beton / Concrete
 Tukang Plesteran
4. Metode Pelaksanaan
 Keramik lantai harus dilepas atau dihancurkan
 Lantai beton harus kasar dan dibersihkan dari debu/kotoran
 Buat Marking untuk Elevasi Screed dengan selang air / Waterpass
 Siram permukaan lantai dengan air sampai lembab
 Pasang Benang Nylon pada jalur kepalaan (Elevasi sesuai dengan marking)
 Buat caplakan jalur kepalaan sesuai dengan tinggi screed dengan jarak 1,5 - 2 m & bagian atas
diberi triplek 5 x 5cm.
 Isi adukan dengan campuran 1 : 3, dan ratakan dengan jidar alumuniumkemudian aluskan
dengan roskam kayu. Aci permukaan screed setelah berumur 2 – 3 hari.

11
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

PEKERJAAN EPOXY

1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu kerja
yang diperlukan dalam pelaksanaan hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan
sempurna sesuai yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar.

2. Bahan
 Primer Epoxy
 Plamir Epoxy
 Cat Epoxy

3. Teknisi
 Mandor
 Tukang Aplikator Epoxy
 Pekerja

4. Metode Pelaksanaan
 Permukaan lantai halus, tidak bergelombang dan tidak kasar.
 Metode pengupasan permukaan seperti menggunakan alat grit-blasting, waterjetting, Blastrac
ataupun diamondize scrubber bisa digunakan terutama untuk permukaan yang telah
terkontaminasi oleh tumpahan semen atau kotoran kering yang telah membatu dan lainnya.
 Gunakan air dan sabun untuk mencuci bersih kotoran cair berupa minyak, oli atau pasta.
 Setelah itu lantai harus dikeringkan minimal 2 x 24 jam sebelum dilanjutkan dengan
pemasangan Cat Epoxy . Gunakan kipas angin berskala besar (blower) dapat membantu
proses pengeringan kondisi lantai yang basah atau lembab
 Pastikan beton bersih dari debu , bersihkan dengan alat penyedot debu (vacuum cleaner)
 Lantai beton yang telah memenuhi syarat, dilapisi terlebih dahulu dengan Primer Epoxy dan
Plamir Epoxy dapat diaplikasikan dengan roller ataupun disemprot dengan tekanan udara.
 Tunggu Lapisan Primer Epoxy dan Plamir Epoxy kering untuk paling tidak dibiarkan selama 2-3
jam
 Kemudian laukan tahapan Base Epoxy Coat, Body Coate dan Top Coate) – Tiap tahapan di
Sending dan Cleaning.
 Gunakan roller yang berkwalitas baik, dimana bulu-bulunya tidak akan rontok saat digunakan.
 Pelapisan dilakukan 2 kali, dimana arah pelapisan sebaiknya saling bersilangan

12
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

 Selama proses pelapisan, perhatikan kebersihan lantai dari debu,serangga terbang seperti
lalat, laron, nyamuk dan lainnya. Jika didapati kotoran atau hewan yang jatuh harus segera
dibuang dan dilapis kembali.
 Selama proses pengerjaan bukalah semua jendela dan pintu karena ruangan tertutup
membahayakan keselamatan pekerja.
 Dilarang keras merokok dari mulai pencampuran hingga pelapisan
 Setiap kali selesai pelapisan, lantai tidak boleh dilewati orang, gerobak ataupun kendaraan
lainnya hingga minimal 12 jam
 Setelah 12 jam, orang dijinkan menginjak lapisan cat epoxy lantai akan tetapi dengan sangat
hati-hati dan tidak menggunakan sepatu yang memiliki ujung atau sol sepatu yang tajam atau
keras.
 Sebaiknya pekerja berjalan tanpa menggunakan sepatu sama sekali atau hanya menggunakan
sandal karet yang lunak
 Gerobak, handpallet, forklift ataupun kendaraan lain baru boleh melewati lantai setelah 7 hari
dari pelapisan terakhir.

PEKERJAAN PEMASANGAN PINTU

A. Pekerjaan Pemasangan Pintu Panel

1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu
kerja yang diperlukan dalam pelaksanaan pemasangan pintu panel kayu sebagai penghubung
ruang luar & ruang dalam.
2. Bahan
Bahan pintu panel dari Kayu Bayam, tidak cacat, harus lurus dan kering.
3. Teknisi
 Tukang Kayu
4. Metode Pelaksanaan
 Permukaan pintu harus halus, tidak berongga dan motif sesuai gambar kerja.
 Kayu harus kering.
 Ukuran sesuai gambar kerja.
 Menggunakan 3 engsel pintu.
 Menggunakan kunci double slag.
 Pintu harus dicat.

13
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

PEKERJAAN ELEKTRIKAL
A. PEKERJAAN SISTEM PENERANGAN
1. Umum
Semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi semua persyaratan
PUIL/LMK. Semua kabel/kawat harus baru dan harus jelas ditandai mengenai ukurannya, jenis
kabelnya, nimir dan jenis pintalannya. Semua kawat kawat dengan penampang 6-10 mm
keatas haruslah terbuat secara dipilin (stranded). Instalasi ini tidak boleh memakai kabel
dengan penampang lebih kecil dari 2,5 mm2 kecuali untuk pemakaian remote control.
Kecuali persyaratan lain, konduktor yang dipakai adalah dari type :
 Untuk instalasi penerangan adalah NYM. Semua instalasi
penerangan dan stop kontak menggunakan system 3 core dimana core yang ketiga
merupakan jaringan pentanahan. Pentahanan disatukan didalam panel.
 Untuk kabel distribusi dan penerangan taman dengan menggunakan
kabel NYFGbB, NYY. Semua kabel harus berada didalam conduit PVC super high impact
yang disesuaikan dengan ukurannya, cable tray, cable trench, cable crack dan harus
diklem. Digunakan flexible conduit dengan bahan yang sama untuk menghubungkan
instalasi ke masing-masing fixture lampu.
2. Bahan
 bahan isolasi untuk splice, connection dan lain-lain seperti karet, PVC, tape sintetis, splice
case, composition.
 Lampu Phillips 18 Watt (Hemat Energy).
 Saklar Tungga Tanam
 Saklar Seri Tanam
 Stop Kontak 10 A – 25 A
 Fitting Lampu Tanam
3. Teknisi
 Teknisi Instalasi Listrik.
4. Metode Pelaksanaan
 “Splice” / Pencabangan
Tidak diperkenankan adanya “splice” ataupun sambungan-sambungan baik dalam feeder
maupun cabang-cabang kecuali pada outlet atau kotak-kotak penghubung yang bias
dicapai (accessible). Sambungan pada kabel circuit cabang harus dibuat secara mekanis
dan harus teguh secara electris dengan cara-cara “compression atau solidered”. Dalam
membuat “splice” konektor harus dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan baik,
demikian sehingga semua konduktor tidak ada kabel-kabel telanjang yang kelihatan dan

14
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

tidak bias lepas oleh getaran. Semua sambungan kabel baik didalam junction box, panel
ataupun tempat lainnya harus mempergunakan connector yang terbuat dari tembaga yang
diisolasi dengan porselin atau bakelite ataupun PVC, yang diameternya disesuaikan dengan
diameter kabel.
 Penyambungan Kabel
Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak penyambungan yang
khusus (misalnya junction box, dll).
Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau namanya masing-masing
dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan
harus dilakukan pengetesan.
Penyambungan kabel tembaga harus menggunakan penyambungan-penyambungan dari
ukuran-ukuran yang sesuai.
Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan pita PVC/protein yang
khusus untuk listrik.
Cara-cara pengecoran yang ditentukan oleh pabrik harus diikuti misalnya temperature-
temperatur pengecoran dan semua lubang udara harus terbuka selama pengecoran.
Bila kabel dipasang tegak lurus dipermukaan yang terbuka, maka harus dilindungi dengan
pipa baja dengan tebal 3 mm setinggi minimum 2,5 m.
 Saluran Penghantar dalam Bangunan
Untuk instalasi penerangan didaerah yang menggunakan ceiling gantung, saluran
penghantar (conduit) dipasang diatas rak kabel dan digantung tersendiri diatas ceiling.
Setiap saluran kabel dalam dinding bangunan dipergunakan pipa conduit PVC minimum Ø
¾ “. Setiap pencabangan ataupun pengambilan saluran keluar harus menggunakan junction
box yang sesuai dan sambungan yang lebih dari satu harus menggunakan terminal strip
didalam junction box.
Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan junction box harus dilengkapi dengan
“socket/lock nut”, sehingga pipa tidak mudah tercabut dari panel. Bila tidak ditentukan lain,
maka setiap kabel yang berada pada ketinggian muka lantai sampai dengan 2 m harus
dimasukkan dalam pipa. Dan pipa harus diklem ke bangunan pada setiap jarak 50 cm.
 Instalasi Saklar dan Stop Kontak (outlet)
Saklar
Saklar nantinya di pasang sesuai titik pada gambar. Saklar-saklar tersebut bingkainya harus
dipasang rata pada tembok pada ketinggian 150 cm diatas lantai yang sudah selesai
kecuali ditentukan lain . Saklar-saklar tersebut harus dipasang dalam kotak-kotak dan ring
(standart). Sambungan-sambungan hanya diperbolehkan antara kotak-kotak yang
berdekatan.

15
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

Kotak Kontak
Kotak kontak haruslah dengan tipe yang memakai earthing contact dengan rating 10 A, 16
A, 25 A, 250 V AC. Semua pasangan kotak kontak dengan tegangan kerja 220 V harus
diberi saluran ke tanah (grounding). Kotak kontak harus dipasang rata dengan permukaan
dinding dengan ketinggian 30 cm dari atas lantai yang sudah selesai atau wali outlet sesuai
gambar rencana atau petunjuk Pengawas.
Lampu-lampu
Semua fixture harus dilengkapi dengan lampu-lampu dan dipasang sesuai dengan
persyaratan dan gambar. Lampu fluorescent haruslah dari jenis cool white. Semua lampu
fluorescent atau lampu lainnya yang memerlukan perbaikan factor daya harus dilengkapi
dengan capasitor.
 Testing dan Commissioning
Sesudah semua pemasangan Instalasi dan Sistem.
Setelah seluruh instalasi selesai terpasang dan sistem telah dilaksanakan, maka harus
dilakukan pengetesan disaksikan oleh Pemilik/Pengawas dan Perencana minimum 1
minggu sebelumnya diberitahukan secara tertulis. Biaya testing tersebut dan lain-lain
menjadi beban Pemborong disertai dengan Berita Acara Testing dan Commissioning.
Sebelum dilakukan penyerahan Instalasi di lapangan.
Sebelum penyerahan instalasi harus di test dihadapan Pemilik Proyek/Pengawas dan
Perencana dengan kapsitas beban maksimum dan secara terus-menerus selama 1x24 jam.
Apabila selama proses pengetesan berlangsung terjadi kerusakan, Pemborong harus
mengembalikan seperti dalam keadaan semula secepatnya dan atas beban / tanggungan
pelaksana pekerjaan.

16
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

PEKERJAAN FINISHING / PENGECATAN


1. Pengecetan Dinding
a. Lingkup Pekerjaan
Dilaksanakan pada dinding bangunan, listpank GRC dan struktur beton yang terexpose.
Cat untuk dinding dalam & dinding luar menggunakan cat yang sama.
b. Bahan
Bahan Cat dasar dinding menggunakan Cat dasar Aries, bahan Cat penutup dinding
menggunakan Cat Nippon Vinilex.
c. Teknisi
 Tukang Cat Bangunan
d. Metode Pelaksanan
 Semua bagian dinding bangunan yang akan dicat harus kering dan bersih. Pengecatan
dinding dilaksanakan dengan terlebih dahulu mengampelas sampai kotoran yang melekat
hilang, kemudian dilapisi cat dasar / siller / plamur tembok sebagai penutup pori-pori/retak
terkecuali dinding bagian luar yang terkena sinar matahari langsung tidak boleh diplamur.
 Lapisan pengecatan dilakukan minimal tiga lapis atau sampai hasil akhir rapih dan rata,
sesuai ketentuan dan arahan direksi.
 Cat yang akan digunakan wajib terlebih dahulu di ajukan ke direksi dan dibuatkan berita
acara sebagai lampiran untuk penagihan.
 Waktu Pelaksanaan : Dilaksanakan setelah pekerjaan dinding.
 Kinerja Produk didasarkan pada volume luas pengecatan yang dilaksanakan seesuai dalam
RAB.

2. Pengecetan Plafond
a. Lingkup Pekerjaan
Dilaksanakan pada plafond luar & dalam bangunan, dan list profil pinggiran plafond.
b. Bahan
Cat plafond menggunakan cat yang sama dengan cat dinding. Yaitu Cat Nippon Vinilex.
c. Teknisi
 Tukang Cat Bangunan
d. Metode Pelaksanan
 Cat dasar plafond sebaiknya dilaksanakan pada tripleks sebelum dipasang pada kerangka
plafond.
 Nat sambungan antar tripleks plafond didempul sehingga rata.

17
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

 Pengecatan akhir plafond dilaksanakan setelah dempul nat plafond kering dan tidak retak
dengan warna cat plafond sesuai ketentuan.
 Lapisan pengecatan dilakukan minimal tiga lapis atau sampai hasil akhir rapih dan rata,
sesuai ketentuan dan arahan direksi.
 Waktu Pelaksanaan : Dilaksanakan setelah pekerjaan plafond.
 Kinerja Produk didasarkan pada volume luas pengecatan yang dilaksanakan seesuai dalam
RAB
 Daftar Bahan
 Secepat setelah penandantanganan kontrak, tetapi paling lambat 2 bulan sebelum
pekerjaan cat dimulai, pemborong wajib menyerahkan kepada MK/Konsultan Pengawas,
daftar bahan yang akan dipergunakan, semua bahan yang dipakai harus disetujui oleh
MK/Konsultan Pengawas.

3. Pengecetan Kayu
a. Lingkup Pekerjaan
Dilaksanakan pada bagian kayu kusen jendela & pintu, pintu panel kayu, lisplank, gording kayu
dan rangka kuda-kuda kayu
b. Bahan
 Cat untuk gording dan rangka kuda-kuda kayu mengunakan Cat residu / ter
 Cat kayu kusen, pintu dan lisplank menggunakan Cat meni (Nippon) dan Cat Kayu (Avian)
c. Teknisi
 Tukang Cat Bangunan
 Tukang Plitur Kayu
d. Metode Pelaksanan
 Kusen yang terpasang sudah dihaluskan (diamplas), dibersihkan dari kotoran-kotoran
terutama yang mengandung minyak kemudian dicat dasar meni.
 Setelah cat dasar, dilakukan pendempulan pada seluruh bagian kayu untuk menutup pori-
pori/retak.
 Pada listplank kayu, cat dasar dan dempul sebaiknya dilaksanakan sebelum terpasang
pada kerangka atap.
 Pengecatan akhir (finishing) dilakukan dengan terlebih dahulu mengampelas permukaan
kayu/kusen yang telah didempul.
 Lapisan pengecatan dilakukan minimal tiga lapis atau sampai hasil akhir rapih dan rata,
sesuai ketentuan dan arahan direksi.
 Waktu Pelaksanaan : Dilaksanakan setelah pekerjaan dinding.

18
Rehabilitasi SD Inpres Galangan Kapal 3 – Tahun Anggaran 2019

 Kinerja Produk didasarkan pada volume luas pengecatan yang dilaksanakan seesuai dalam
RAB.

4. Pengecetan Besi
a. Lingkup Pekerjaan
Dilaksanakan pada bagian teralis / atribut pengaman jendela & Ventilasi dari bahan besi beton.
b. Bahan
Cat Besi yang digunakan Cat besi anti karat / Cat Meni (Nippon)
c. Teknisi
 Tukang Cat Bangunan
d. Metode Pelaksanan
 Segera setelah besi dibersihkan permukaan besi diberi cat dasar meni sebanyak dua lapis
dengan tebal 30-35 micron. Besi yang telah diberi cat dasar sebelum pengiriman harus
diperiksa terhadap cacat.
 Cat dasar yang tidak memenuhi syarat harus dibersihkan dengan sikat baja sampai bersih.
Semua pengecatan yang cacat harus dikerok dan semua karat dibersihkan.
 Semua besi yang menjadi terbuka harus segera ditutup dengan cat dasar seperti disebut
diatas. Besi galvanis dicat dengan zinchromat tanpa dimeni lebih dahulu.
 Waktu Pelaksanaan : Dilaksanakan setelah pekerjaan dinding.
 Kinerja Produk didasarkan pada volume luas pengecatan yang dilaksanakan seesuai dalam
RAB.

Makassar, Mei 2019


Konsultan Perencana,
PT. ABITAMA KARYA KONSULTAN

Abidin M., SAP., MSP, IAP.


Direktur

19