Anda di halaman 1dari 3

KASUS 1

Tn L (49 tahun) masuk ke RS dengan keluhan nyeri pada perut bagian kanan atas dan
mual namun tidak disertai dengan demam. Pasien tidak pernah merasakan gejala
apapun sebelumnya. Pemeriksaan antropometri dilakukan dengan panjang ulna yaitu
25,5 cm, berat badan 68,8 kg dan lingkar lengan atas 35 cm. Setelah dilakukan
pemeriksaan ditemukan hasil tekanan darah 140/80 mmHg, HR 83x/menit, RR
20x/menit, suhu 36oC, dan urin berwarna kuning. Hasil pemeriksaan laboratorium
didapatkan bilirubin total 5,59 mg/dl, bilirubin direk 3,45 mg/dl, bilirubin indirek 2,14
mg/dl, albumin 3,3 gr/dl, hemoglobin 14,1 gr/dl, eosinofil 0,6%, neutrofil 72,9%,
SGOT 449 unit SI, dan SGPT 392 unit SI. Diagnosis medis mengatakan bahwa pasien
menderita Cholecystitis dengan Diabetes Mellitus dan gangguan fungsi hati.
Sebelum masuk rumah sakit pasien terbiasa makan nasi 2 centong 2x sehari, mie instan
4x/minggu, sayur sop 50 gram/hari dan sayur bayam 50 gram/hari, ayam goreng 1
potong sedang 2x/minggu, ikan goreng 1 ekor sedang 3x/minggu, tahu dan tempe
goreng masing-masing 2 potong sedang/hari, dan mengonsumsi teh dengan gula 2 sdm
3x/hari. Pasien tidak menyukai buah-buahan Selain itu pasien juga mengonsumsi susu
200 ml/minggu, jengkol dan pete masing-masing 20 gram 2x/minggu.
Pada saat masuk rumah sakit pasien hanya mengonsumsi makanan dari rumah sakit
ditambah dengan sedikit biskuit yang dibeli di luar rumah sakit. Pada pagi hari pasien
makan bubur 100 gram, telur cetak 50 gram, tempe goreng 50 gram, sup wortel 100
gram, dan telur puyuh 40 gram. Setelah itu pasien mengonsumsi snack yaitu biskuit 4
buah. Pada siang hari pasien makan dengan nasi 100 gram dengan soto 100 gram.
Setelah itu pasien mengonsumsi snack berupa biskuit 3 buah, bubur kacang hijau 65
gram, dan susu 200 ml. Dan pada malam hari pasien makan nasi 100 gram, ayam kecap
75 gram, tempe mendoan 50 gram, dan soto 100 gram.
Tn L adalah seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai security di sebuah
perusahaan. Pendidikan terakhir Tn L adalah SMA
KASUS 2

Nama : Tn.Z
Usia : 62 tahun
Pekerjaan : Wiraswasta
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Diagnosis Medis : Ikterik Susp Hepatitis
Asupan makan pasien saat di rumah menurut penuturan istri pasien dan keluarga pasien
adalah sebagai berikut : Pasien gemar sekali mengonsumsi makanan yang mengandung
tinggi lemak atau kolesterol yaitu daging kambing dan tinggi natrium seperti telur asin.
Kebiasaan pasien yaitu konsumsi teh 2 gelas/hari. Pasien jarang mengonsumsi
gorengan, santan dan makanan yang memiliki rasa pedas. Pola makan pasien yaitu
makan 3x sehari. Pasien terbiasa mengkonsumsi sayur bayam, sop, daging kambing
dan jarang mengonsumsi lauk nabati. Buah tidak terlalu sering dikonsumsi, namun
biasanya pasien mengkonsumsi buah pisang dan semangka. Pasien tidak memiliki
makanan pantangan atau makan yang dihindari.
Pasien mengaku belum pernah mendapat konseling mengenai penyakit hepatitis terkait
dengan kondisi pasien. Pasien tidak menyadari bahwa mengidap penyakit hepatitis.
Pasien hanya mengeluhkan adanya nyeri dada dan perut besesek saat akan makan.
Sebelum sakit, pasien melakukan aktivitas sehari-harinya dengan bekerja dari Senin
sampai Sabtu. Pasien biasanya menghabiskan waktu santainya di hari Minggu bersama
keluarga, kadang pasien mengajak jalan-jalan keluarga, namun pasien tidak pernah
memanfaatkan waktu libur untuk berolahraga.
Selama pasien dirawat dirumah sakit, pasien hanya beristirahat total tanpa melakukan
aktivitas apapun. Hal ini disebabkan adanya rasa nyeri dada dan perut yang besesek.
Pasien lebih sering mengonsumsi makanan berlemak tinggi dan tinggi natrum. Akan
tetapi istri pasien selalu menyediakan makanan yang sehat dan selalu menyediakan
sayur di rumah untuk dimakan pasien. Berdasarkan penuturan pasien, pasien mulai
mengurangi makanan yang mengandung tinggi lemak dan natrium ketika pasien mulai
merasakan adanya rasa tidak nyaman pada perut dan nyeri dada.
Kemampuan pasien menerima makanan memiliki gangguan. Pasien hanya
mengonsumsi makanan sekitar 3-5 sendok makan. Penyebab dari pasien makan dengan
porsi sedikit dipengaruhi dengan adanya rasa tidak nyaman pada bagian perut serta
adanya nyeri dada dan rasa mual yang menyebabkan pasien tidak bisa makan dengan
porsi cukup.

Tn. Z jarang menimbang berat badan dan tinggi badan namun saat konseling, istri Tn.Z
memberitahukan bahwa saat Tn.Z dirawat di rumah sakit berdasarkan pengukuran Tn.Z
memiliki tinggi badan 158 cm. Pengukuran antropometri yang dilakukan oleh konselor
diperoleh hasil bahwa untuk LILA pasien yaitu 21,5 dan panjang ulna yaitu 24 cm.
Data laboratorium sbb ;

Tn. Z datang ke rumah sakit dalam kondisi yang lemas disertai dengan nyeri dada dan
perut besesek. Pemeriksaan tekanan darah terakhir yang dilakukan oleh Tn. Z yaitu
160/90 mmHg. Selain itu pemeriksaan tanda vital lain yaitu nadi 80 kali/menit,
respirasi 20 kali/menit, dan suhu 36,7oC.