Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN

Hubungan riwayat pemberian ASI dan susu formula terhadap risiko


kejadian obesitas pada balita
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Metodologi Penelitian
Dosen pengampu :
Prof.dr.HM.Sulchan,MSc.,DA.Nutr.,SpGK.

Disusun oleh:
Novia Dwi Haryani 22030116130070

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor utama yang
diperlukan dalam melaksanakan pembangunan nasional. Faktor kesehatan dan gizi
memegang peranan penting daripada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas SDM.
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang harus dilaksanakan adalah
peningkatan dan perbaikan gizi dan kesehatan. Upaya tersebut harus dimulai sejak dini
terutama diterapkan pada kelompok rentan khususnya balita.
Balita adalah anak dengan usia dibawah 5 tahun yang memiliki karakteristik
pertumbuhan sangat cepat terutama pada usia 0-1 tahun. Periode tumbuh kembang anak
yang sangat pesat adalah pada masa balita, karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang
akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan kemampuan berbahasa, kreatifitas,
kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan
landasan perkembangan berikutnya (Supartini 2004). Salah satu masalah besar yang
terjadi khususnya pada balita di Indonesia saat ini adalah kejadian obesitas.
Obesitas merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, tidak hanya terjadi di
negara maju tetapi negara berkembang juga mengalami masalah yang sama. Kejadian
obesitas tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi terjadi juga pada balita. Faktor-
faktor yang erat kaitannya dengan kejadian obesitas pada anak antara lain keturunan atau
genetik, asupan makanan, aktifitas fisik, riwayat makan seperti pemberian ASI, dan berat
badan lahir.
Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita sebagian besar dipengaruhi oleh
jumlah ASI yang dikonsumsi, termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di
dalam ASI tersebut. ASI adalah satu-satunya sumber nutrisi dan energi dalam bentuk
lipid, protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, dan dianggap sebagai standar untuk
mendukung perkembangan optimal dan perkembangan bayi baru lahir. Lipid pada ASI
dihasilkan oleh sel epitel kelenjar susu mewakili hingga 55% dari total asupan kalori
bayi baru lahir (Sophie, 2015). Health Organization Dunia merekomendasikan untuk
menyusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan untuk melengkapi
pemberian ASI dengan makanan bayi yang tepat sampai usia 2 tahun atau lebih. Bayi
yang diberi makan bayi mengurangi risiko obesitas dan penyakit metabolik kemudian
berlanjut hingga bayi diberi susu formula susu bayi (IMF) (Langley, 2014). Pemberian
ASI juga memiliki efek positif pada fungsi kognitif dan kekebalan.
Hasil penelitian Yan et al. (2014) menunjukkan bahwa pemberian ASI dikaitkan
dengan risiko penurunan obesitas pada anak-anak. Analisis dari 17 studi mengungkapkan
pengaruh antara durasi menyusui dan penurunan risiko obesitas. Panjang durasi
menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko obesitas dimana anak-anak yang diberikan
ASI selama ≥7 bulan secara signifikan cenderung lebih rendah menjadi gemuk. ASI
mengandung energi dan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan bayi, seperti gula, air,
protein dan lemak (Stolzer 2011).
Menurut Agostoni et al. (2009), susu formula memiliki kandungan lemak dan
protein yang lebih tinggi dari kebutuhan bayi. Asupan protein dan lemak yang lebih
tinggi pada anak usia dini telah dikaitkan dengan adipositas. Menurut Riskesdas (2013),
secara nasional prevalensi obesitas (BB/U) pada balita yaitu 4.5%, sedangkan prevalensi
gemuk (BB/TB) pada balita yaitu sebesar 11.8%. Persentase jenis makanan prelakteal
yang diberikan berupa susu formula sebesar 79.8%, yang diduga menjadi salah satu
penyebab kegemukan pada balita. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mempelajari
hubungan riwayat pemberian ASI dan susu formula dengan risiko obesitas pada balita.
2. Tujuan
2.1 Tujuan Umum
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mempelajari hubungan riwayat
pemberian ASI dan susu formula dengan risiko obesitas pada balita.
2.2 Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi riwayat pemberian ASI dan susu formula pada balita.
2. Menganalisis keterkaitan riwayat pemberian ASI, susu formula, dan karakteristik
keluarga serta anak dengan risiko obesitas pada balita.
3. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan sikap gizi ibu.
4. Mengidentifikasi karakteristik keluarga (besar keluarga, pendidikan orangtua,
pekerjaan orangtua, pendapatan orangtua) dan balita (usia, jenis kelamin, dan berat
badan lahir).
3. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran tentang
riwayat pemberian ASI dan susu formula pada anak balita dengan risiko obesitas.
Khususnya bagi subjek penelitian dan masyarakat umum, hasil penelitian ini diharapkan
dapat memberikan masukan dalam hal pentingnya memberikan ASI secara eksklusif
pada bayi usia 0-6 bulan, pentingnya melakukan inisiasi menyusui dini bagi bayi baru
lahir, pentingnya memberikan ASI kepada anak dengan frekuensi dan lama menyusui
yang cukup dan pola pemberian susu formula yang tepat apabila anak tidak
memungkinkan mendapatkan ASI supaya dapat mencegah risiko obesitas pada balita.
Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan masukan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.

4. Variabel Penelitian
1. Variabel bebas : frekuensi pemberian susu formula dan ASI pada balita
2. Variabel kontrol : pemberian susu formula dan ASI pada balita
3. Variabel terikat : tingkat kejadian obesitas pada balita yang diberi susu formula
dan ASI
DAFTAR PUSTAKA

Chih-Kuang Chuang et al. 2013. Comparison of free fatty acid content of human milk from
Taiwanese mothers and infant formula
Sophie Gallier et al. 2015. A novel infant milk formula concept: Mimicking the human milk
fatglobule structureSophie
Jardí Pinana et al. 2015. Nutritional composition of infant milk formulas. Level of
compliance in their manufacture and adequacy of nutritional needs
Shannon et al.2017. Breastfeeding Is Associated With Reduced Obesity in Hispanic 2- to 5-
Year-Olds Served by WIC
S.C. Langley-Evans, Nutrition in early life and the programming of adultdisease: a review, J.
Hum. Nutr. Diet. 28 (2014) 1–14.

Stolzer JM. 2011. Breastfeeding and obesity: a meta-analysis. Open J Prev Med. 1: 88-93.

Supartini Y.2004. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta (ID): EGC.