Anda di halaman 1dari 55

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembangunan adalah upaya perubahan suatu kondisi tertentu menjadi
lebih baik daripada sebelumnya. Pembangunan ditujukan untuk meningkatkan
kesejahteraan seluruh masyarakat. Pembangunan tidak hanya menjadi tanggung
jawab pemerintah tetapi seluruh masyarakat termasuk masyarakat perguruan
tinggi atau civitas akademika.
Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan
pengabdian masyarakat merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat
dipisahkan. Salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat
dilakukan oleh masyarakat perguruan tinggi adalah menjalankan Kuliah Kerja
Nyata (KKN). KKN telah menjadi salah satu mata kuliah di Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman sehingga seluruh mahasiswa di Fakultas Kedokteran ini
wajib mengikuti KKN ini.
Pembangunan desa mempunyai arti yang sangat penting mengingat desa
kaya akan SDM dan SDA yang belum terolah secara maksimal. Indonesia yang
sebagian besar terdiri dari pedesaan membuat pemerintah mengambil langkah
penting dengan mengeluarkan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah
dinilai sangat tepat dan penting karena dengan adanya Undang-undang ini, desa
mempunyai tanggungjawab dan kewenangan secara menyeluruh untuk
mengembangkan potensi yang ada.
Demi terbentuknya desa binaan yang telah diamanatkan dari Fakultas
Kedokteran Universitas Mulawarman perlu adanya kerjasama dari aparat
pemerintah setempat dengan mahasiswa agar proses identifikasi masalah sampai
pada rencana intervensi yang akan dilakukan benar tepat sasaran.
Oleh karena itu, sesuai dengan kompetensi yang kami miliki, program
KKN diharapkan dapat membantu pemerintah mengembangkan program
pembangunan dan pembinaan di bidang kesehatan. Dalam hal ini peran
mahasiswa diharapkan mampu memotivasi dan menggali serta memberdayakan
seluruh potensi desa dalam menyongsong otonomi daerah sehingga terwujud
pembangunan desa yang berkualitas, sehat, dan responsif demi mendukung
terlaksananya program “GERBANG RAJA” dari Pemerintah Kutai Kartanegara.

1
1.2 Tujuan
1.2.1 Mahasiswa
a. Melatih cara berpikir mahasiswa dalam menemukan dan memecahkan
masalah yang ada dimasyarakat
b. Melatih keterampilan mahasiswa dalam melakukan program-program
pengembangan kesehatan dan pembangunan desa
c. Membina mahasiswa untuk menjadi inovator, motivator, dan problem
solver
d. Memberi pengalaman dan keterampilan mahasiswa sebagai kader
pembangunan kesehatan
e. Melatih sikap mahasiswa terhadap kepedulian sosial dan tanggung
jawab terhadap kemajuan kesehatan masyarakat
1.2.2 Perguruan Tinggi
a. Sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi khususnya Fakultas
Kedokteran Universitas Mulawarman dalam menerapkan ilmu dan
teknologi dalam pemecahan masalah kesehatan dimasyarakat
b. Adanya umpan balik bagi perguruan tinggi tentang hasil integrasi
mahasiswa dengan tokoh masyarakat dan masyarakat
1.2.3 Masyarakat
a. Meningkatkan cara berpikir, bersikap, dan bertindak terhadap masalah
kesehatan yang ada
b. Mendapatkan inovasi baru terkait pemecahan masalah kesehatan
dimasyarakat
c. Terbentuknya kader-kader kesehatan dimasyarakat sebagai penerus
program pemecahan masalah

BAB II
DATA DESA

2
A. DATA UMUM
2.1 Kondisi Umum
2.1.1 Letak
Desa Batu-batu terletak di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai
Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Desa ini terdiri dari 6 (enam) RT
(Rukun Tetangga), yaitu RT 01, 02, 03, 04, 05, dan 06.
Tabel 2.1 Batas Wilayah Desa Batu-Batu

Batas Desa / Kelurahan Kecamatan


Sebelah Utara Salo Cella & Tanjung Limau Muara Badak

Sebelah Timur Badak Baru Muara Badak


Sebelah Selatan Muara Badak Ulu & Muara Muara Badak
Badak Ilir, Gas Alam

Sebelah Barat Badak Mekar , Tanah Datar Muara Badak

2.1.2 Luas
Tabel 2.2 Luas Wilayah Desa Batu-Batu
Luas Tanah Kering 5.388.77 Ha
Luas Tanah Basah 8 Ha
Total Luas Wilayah 5.396.77 Ha

2.1.3 Kependudukan
Tabel. 2.3 Jumlah Penduduk Menurut RT

Jumlah Jumlah Penduduk


KK L P
RT. I 120 225 193
RT. II 127 344 213
RT. III 35 54 50
RT. IV 120 209 188
RT. V 36 72 53
RT. VI 26 49 39
Jumlah 464 953 736

Tabel. 2.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia


Rentang Usia Laki - Laki Perempuan

3
Usia 0 - 12 Bulan 69 44
Usia > 1 - 5 tahun 90 77
Usia > 5 - 7 tahun 73 45
Usia 7 - < 15 tahun 131 100
Usia > 15 - 56 tahun 475 381
Usia > 56 tahun 115 89
JUMLAH 953 Orang 736 Orang

2.2 Sumber Daya Alam


2.2.1 Pertanian
Tabel 2.5 Tanaman Sektor Pertanian Desa Batu-Batu
Jenis Tanaman Luas (Ha) Hasil Panen (Ton/Ha)
Jagung 20 1.8
Kacang tanah 2.5 0.5
Sawi 2 1
Kacang panjang 2.5 0.7
Cabe 2.5 1.5
Tomat 2.5 1.6
Terong 0.5 0.7
Kangkung 1 0.4
Bayam 1.5 0.5

2.2.2 Perkebunan
Tabel 2.6 Tanaman Sektor Perkebunan Desa Batu-Batu
Jenis Swasta /Negara Rakyat
Luas Hasil (Ton/ha) Luas (Ha) Hasil
( Ha ) (Ton/ha)
Karet 0 0 65 1
Lada 0 0 15 1
Kelapa Sawit 275 Ha 2 Ton 639 Ha 1.5

2.2.3 Peternakan
Tabel 2.7 Jenis Populasi Ternak
Jumlah Jumlah
Jenis Ternak
Pemilik Populasi
Sapi 6 KK 12 Ekor
Kerbau 3 KK 3 Ekor
Ayam Kampung 209 KK 385 Ekor
Ayam Boiler 3 KK 99.500 Ekor
Bebek 12 KK 87 Ekor

4
Kambing 0 KK 0 Ekor
Babi 0 KK 0 Ekor
Angsa 15 KK 65 Ekor
Burung Walet 2 KK 0 Ekor
Burung Kakatua 0 KK 0 Ekor
Burung Beo 0 KK 0 Ekor
Burung Langka Lainnya 0 KK 0 Ekor
Anjing 0 KK 0 Ekor
Kelinci 0 KK 0 Ekor
Kucing 0 KK 0 Ekor

2.2.4 Perikanan
Di sektor perikanan, Desa Batu-Batu menghasilkan 1 ton/tahun ikan nila.

2.2.5 Bahan Galian


Sektor bahan galian terdiri dari pasir, batu bara, minyak bumi, gas alam,
dan tanah liat.

2.3 Keadaan Pemerintahan


Perangkat Desa di Desa Batu-Batu terdiri dari kepala desa, sekretaris dan
bendahara desa, 5 kepala urusan, 1 kepala dusun, dan 9 orang staf. Jumlah Rukun
Tetangga (RT) di wilayah ini sebanyak 6 RT. Lembaga lain yakni Badan
Perwakilan Desa (BPD) dan PKK desa.

2.4 Instansi Kesehatan


Desa Batu-Batu memiliki fasilitas kesehatan berupa 2 posyandu, 1
POSKESDES, 1 posyandu USILA . Untuk fasilitas PUSKESMAS, Desa Batu-
Batu masih bergabung dengan PUSKESMAS Desa Badak Baru. Tidak ada
fasilitas rumah sakit umum pemerintah maupun swasta , rumah sakit khusus
pemerintah maupun swata, dan rumah bersalin di wilayah Desa Batu-Batu.
Praktek tenaga kesehatan yang tersedia di Desa Batu-Batu antara lain 2
orang dukun bersalin terlatih, 3 orang bidan, dan 2 orang perawat. Tidak ada
praktek dokter umum, dokter gigi, maupun dokter spesialis.

2.5 Keadaan Perekonomian


Perekonomian Desa Batu-Batu hanya didukung oleh sebuah BUMDes
(Badan Usaha Milik Desa) yang beranggotakan 6 orang.

2.6 Keadaan Sosial Budaya


Desa Batu-Batu merupakan pusat pemerintahan di kecamatan Muara
Badak karena kantor kecamatan berada di desa ini. Desa ini memiliki 1 lapangan

5
sepak bola yang ada di depan kantor kecamatan yang digunakan untuk beberapa
kegiatan penting di kecamatan Muara Badak. Dan desa ini tidak memiliki tempat
kebudayaan dan panti asuhan.
Sarana pendidikan yang tersedia di Batu-Batu adalah 1 TK, 1 SD negeri, 1
SD Filial di RT 5, 1 SMP negeri dan 1 SMA negeri. Tidak ada sekolah swasta
yang dibangun di wilayah ini.

2.7 Keadaan Kelembagaan


Jenis kelembagaan yang ada di Desa Batu-Batu antara lain LPM (Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat), PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga),
Karang Taruna, BPD (Badan Pemusyarakatan Desa) dan Rukun Tetangga.

B. DATA KHUSUS
Data Kunjungan 10 Besar Penyakit Pasien Rawat jalan dan Rawat Inap di
PUSKESMAS desa Muara Badak Baru Tahun 2012, 2013 dan 2014.

Tabel 2.8 10 Penyakit Terbanyak Tahun 2012 PUSKESMAS

No. Penyakit Jumlah Persentase

1 Nasopharingitis akuta 106 17.49


2 Hipertensi Primer 86 14.19
3 Atopic Dermatitis 78 12.87
Infeksi akut Lain pada Saluran Pernapasan
4 77 12.71
Atas (ISPA)
5 Asma 39 6.44
6 Pharingitis 31 5.12
7 NIDDM 19 3.14
8 Tonsilitis 19 3.14
9 Penyakit Pulpa dan Jaringan Periapikal 19 3.14
10 Diare 18 2.97
11 Penyakit lain 114 18.81
Total 606 100.00

Tabel 2.9 10 Penyakit Terbanyak Tahun 2013 PUSKESMAS


No. Penyakit Jumlah Persentase

6
1 Hipertensi Primer 54 19.42
2 Nasopharingitis akuta 44 15.83
3 Atopic Dermatitis 33 11.87
4 Bronkhitis akuta 22 7.91
5 Infeksi akut Lain pada sal Pernapasan atas 19 6.83
6 Pharingitis 16 5.76
7 NDDM 15 5.40
8 Diare 8 2.88
9 Conjungtivitis 7 2.52
10 Tronsilitis 7 2.52
11 Penyakit lain 53 19.06
Total 278 100.00

Tabel 2.10 10 Penyakit Terbanyak Tahun 2014 PUSKESMAS dan POSKESDES


No Nama Penyakit
PUSKESMAS POSKESDES
1 Hipertensi ISPA
2 Nasopharingitis Acuta (commond cold) Hipertensi
3 Gastritis Commond cold
4 Pharingitis Gastritis
5 Dermatitis Cepalghia
6 Pusing Dermatitis
7 Kencing manis Athritis
8 Demam
9 Diare
10 Arthritis tidak spesifik

BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH

Proses identifikasi masalah kesehatan di Desa Batu-Batu kami lakukan


tanggal 4 - 13 Agustus 2014 dengan mewawancarai para aparat pemerintah
kecamatan dan desa, setiap ketua Rukun Tetangga (RT), tenaga kesehatan desa
seperti bidan, kader posyandu, dan pengambilan data dari PUSKESMAS. Berikut
adalah hasil wawancara yang berhasil kami rangkum dari pernyataan-pernyataan
para narasumber saat mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan tersebut untuk
menyusun prioritas masalah Desa Batu-Batu.
No Narasumber Informasi yang didapt

7
1. Informasi mengenai kenakalan remaja yang
didengar dari laporan masyarakat bahwa banyak
remaja sekolah yang menggunakan NAPZA
(Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif
lainnya)/Nge-lem.
2. Berharap terwujudnya wacana desa untuk

1. Camat Muara Badak membentuk Desa Batu-Batu bebas dari NAPZA


3. Harapannya ada tindak lanjut sebagai bahan
(Drs. H. Sunggono, MM)
evaluasi dari wacana desa tersebut.
4. Mindset warga yang salah mengenai keparahan
atritis yang lebih parah dari Diabetes Mellitus
(DM).
5. Permasalahan sampah menjadi permasalahan
utama di kawasan Muara Badak termasuk Desa
Batu-Batu yang letaknya dipinggir jalan besar.
2. Kepala Desa Batu-Batu 1. Laporan dari masyarakat banyak remaja yang
(Basri, SE) Nge-lem di sekolahan.
2. Banyaknya warga desa yang cemas mengenai
komplikasi penyakit degeneratif terutama DM dan
Hipertensi. Mereka juga tidak terlalu mengetahui
faktor resiko apa yang menyebabkan penyakit itu
terjadi.
3. Banyaknya sampah yang berserakan disekitar
jalan dan beberapa rumah walaupun ada
disediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS)
kecil didepan rumah. Namun terkendala dengan
petugas kebersihan yang tidak memiliki jadwal
tetap mengangkut sampah bahkan tekadang
petugas tersebut kewalahan dengan tugas di Desa
Badak Baru padahal pihak desa sudah
memberikan dana operasional untuk
pengangkutan sampah. Dibeberapa tempat seperti
selokan, gorong-gorong menjadi TPS sehingga
sampah menumpuk dan baunya menggangu

8
warga.
1. Harapannya dapat dibentuk Memorandum of
Understanding (MoU) mengenai NAPZA yang
ada di Desa Batu-Batu karena banyak remaja yang
sering menyalahgunakan NAPZA/Nge-lem.
2. Muara Badak dikenal sebagai salah satu bandar
peredaran NAPZA, tetapi untuk Desa Batu-Batu
belum ada ditemukan bandarnya. Sehingga
penting untuk mendukung wacana Desa Batu-
Batu bebas dari NAPZA
3. Di dapatkan beberapa warga di RT 01 menderita
Demam Berdarah Dengue (DBD). Sehingga
PIMPUS Badak Baru
3. sempat dilakukan fogging dibeberapa tempat di
(dr. Rahmawati Rifai)
RT 01.
4. Sempat 1 orang kecolongan meninggal karena
DBD di Desa Saliki yang sempat dirawat di Klinik
BOHC.
5. Laporan tentang keinginan imunisasi yang rendah
dari warga Desa Batu-Batu yaitu di RT 02 yang di
huni kebanyakan orang Madura.
6. Di pinggiran jalan wilayah Desa Batu-Batu
terutama RT 01, 02, 03, dan 04 terlihat banyak
sampah yang berserakan. Kesadaran mereka
sedikit kurang.
4. PUSKESMAS Badak Baru 1. Penyakit degeneratif yang tercatat dipoli umum
PUSKESMAS tertinggi adalah Hipertensi
kemudian diikuti gastritis, common cold,
faringitis, athritis, DM, dan seterusnya.
2. 10 penyakit tertinggi di Desa Batu-Batu, yaitu
Hipertensi, common cold, gastritis, pharingitis,
dermatitis, cephalgia, DM, demam, diare dan
gastroenteritis non spesifik, atritis non spesifik
3. Laporan mengenai Kesehatan Lingkungan
(Kesling) berupa TPS yang ada di Desa Batu-Batu
sebanyak 24. Selain itu laporan mengenai

9
kebiasaan beberapa warga yang masih
menggunakan air hujan untuk keperluan sehari-
hari yang berhubungan dengan pertumbuhan
jentik nyamuk.
4. Laporan dari P2M sebanyak 3 orang menderita
DBD di Desa Batu-Batu
1. Kesadaran persalinan oleh tenaga kesehatan di
Desa Batu-Batu sudah baik, tidak ada yang ke
dukun beranak lagi.
2. Kunjungan ANC dan KNF di Desa Batu-Batu
baik, jika mereka tidak datang ke instansi
kesehatan maka bidan yang datang langsung
kerumah-rumah.
Poli KIA PUSKESMAS 3. Penggunaan KB di Desa Batu-Batu baik untuk
5.
(Rusmawati, Amd. Keb.) mewujudkan program 2 anak cukup walaupun ada
beberapa keluarga yang masih memiliki banyak
anak. KB yang banyak digunakan adalah KB
suntik 3 bulan karena lebih mudah dan tidak ribet
menurut warga.
4. Imunisasi di Desa Batu-Batu secara garis besar
sudah baik akan tetapi warga RT 02 yaitu bagian
Madura masih rendah kesadaran imunisasinya.
6. Bidan Desa Batu-Batu 1. Kesadaran imunisasi untuk Posyandu Terkini baik,
(Herlina Ramli, Amd. Keb.) sedangkan di Posyandu Anggrek Putih untuk RT
02 sedikit menurun karena kebanyakan warga
Madura disana tidak mau imunisasi karena sibuk
mencari uang dan tidak mau anaknya demam
setelah imunisasi. Sedangkan di RT 05 dan 06
tidak memiliki posyandu sendiri sehingga mereka
harus pergi ke Pusban terdekat (Pusban Salo
Cella) atau PUSKESMAS terdekat.
2. Kesadaran masyarakat sekitar terkait persalinan
sudah lebih baik karena proses persalinan
sekarang kebanyakan menggunkan tenaga

10
kesehatan apalagi dapat memanggil bidan.
3. Sempat ditemukan 1 anak yang berada pada
Bawah Garis Merah (BGM) menggunkan Kartu
Menuju Sehat (KMS) lama tetapi setelah ditelaah
lebih dalam di cek lagi dengan KMS yang baru
dari PUSKESMAS Badak Baru ternyata anak
tersebut masih dalam kategori normal
4. Laporan mengenai kesehatan warga Usia Lanjut
(USILA) di Desa Batu-Batu saat ini baik. Para
USILA rajin melakukan kontrol dan pengecekan
kesehatan di Posyandu USILA POSKESDES
Desa Batu-Batu
5. Kesehatan pasangan usia subur di Desa Batu-Batu
tidak ditemukan masalah karena mereka sebagian
besar paham mengenai ini dan terkadang mereka
jika ada uang dapat langsung memilih pergi ke
kota untuk mengunjungi dokter kandungan.
6. 7 penyakit terbesar yang didapat dari
POSKESDES yang menunjukkan peringkat
tertinggi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas
(ISPA).
7. Mengenai kesling sudah dibentuk kader
JUMANTIK (Juru Pemantau Jentik) sampai saat
ini. Mengenai sampah sebenarnya masyarakat
sudah bagus kesadarannya hanya dari pihak desa
tidak memiliki petugas kebersihan desa sendiri
yang dapat mengangkut sampah desa. Pihak desa
hanya mengandalkan petugas kebersihan dari
Desa Badak Baru dengan memberikan upah
operasional pengangkutan sampah padahal mereka
sering kewalahan menangani sampah di Desa
Badak Baru ditambah dengan jadwal angkut
sampah yang tidak tentu setiap minggunya.
8. Sering mendengar laporan-laporan dari warga

11
mengenai remaja usia sekolah yang marak
menggunakan lem dengan cara dihirup.
9. Walaupun akses ke POSKESDES sudah sangat
mudah tetapi masih terbatas pada tempat
pelayanan yang sempit, yaitu hanya dapat 2 orang
saja lalu seringnya terlambat dalam distribusi obat
juga masih belum dikenal secara luas karena
tempatnya sedikit didalam.
10. Pasien-pasien USILA yang sering kontrol ke
POSKESDES seperti pasien hipertensi dan DM
banyak yang takut dengan komplikasi penyakit
yang terjadi dan kurangnya pengetahuan
mengenai faktor resiko yang menyebabkan
penyakit tersebut.
11. Permasalahan sampah dan perilaku hidup bersih
dari masyarakat Desa Batu-Batu sedit kurang.
1. Mengenai Penyalahgunaan NAPZA di Desa Batu-
KAPOLSEK Muara Badak Batu mereka memiliki data tersendiri dan
7.
(IPTU Rizky Pratama W.P.) mendukung program wacana Desa Batu-Batu
bebas NAPZA.
8. Ketua Lembaga 1. Dulu air bersih menjadi permasalahan mendasar
Pemberdayaan Masyarakat bagi warga Desa Batu-Batu. Namun setelah
(LPM) musyawarah dengan desa, atas peranan LPM juga
(Suwandi, S.Pd) air PDAM dapat masuk ke Desa Batu-Batu
walaupun untuk RT 05 dan 06 masih
menggunakan air sumur bor atau air hujan untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Dulu masalah MCK, warga mengandalkan sumur
di kebun/ hutan. Sekarang mayoritas sudah
memiliki tempat MCK masing-masing dirumah.
3. Banyak sampah yang bersebaran di pinggir jalan
poros dan sekitar rumah. Beberapa warga
memiliki kesadaran yang baik untuk membuang
sampah pada tempatnya akan tetapi masalah

12
petugas kebersihan yang mengangkut sampah dari
TPS kecil menuju TPA memiliki jadwal yang
tidak jelas sehingga sampah-sampah banyak yang
busuk dan baunya mengganggu sekitar.
4. Beberapa warga masih belum mengetahui faktor
resiko DM. Sebagian besar mereka mengikuti
budaya dari daerah asal seperti makan makanan
yang manis, atau buat kue rasanya manis sekali.
5. Selain itu warga juga kurang mengetahui faktor
resiko dari hipertensi. Sebagian warga memiliki
kebiasaan mengkonsumsi makanan yang asin dari
ikan asin sampai sayurnya padahal itu sebagai
salah satu penyebab hipertensi.
6. Banyak anak-anak SD yang masih kurang peduli
dengan kebersihan tangan karena saat disekolah
sering melihat anak-anak habis main langsung
pegang makanan.
7. Ada beberapa anak SD terutama yang sudah besar
pernah dilihat membolos pergi ke hutan untuk
Nge-lem.
9. Ketua Badan 1. Kebutuhan air bersih warga berasal dari PDAM
Permusyawaratan Desa dan sudah mencukupi.
2. Kebutuhan bahan makanan 4 sehat 5 sempurna
(BPD)
warga desa Batu-Batu rata – rata tercukupi.
(Burhan)
3. Di desa Batu sudah ada TPS, yaitu bak sampah
yang ada di pinggir jalan dan di RT 02. Namun
tidak ada petugas yang mengambil sampah secara
rutin. Sehingga warga memilih membuang
sampah di sekitar rumah lalu dibakar, membuat
lubang di belakang rumah dan ada juga yang
membuangnya ke kebun.
4. Penyakit degeneratif terbanyak di desa adalah
Hipertensi, asam urat dan DM.
5. Kebutuhan air bersih warga berasal dari PDAM
dan sudah mencukupi.

13
6. Masih ada warga yang menggunakan bantuan
dukun beranak.
7. Ada kasus DBD di RT 01. Dan sudah dilakukan
pemberantasan dengan cara fogging.
10. Ketua Karang Taruna 1. Kesadaran masyarakat sekarang untuk berobat saat
(Jamaluddin) kondisi sedang sakit sangat baik, tidak mesti
menunggu sakit dulu saat sudah tim,bul gejala
yang tidak nyaman langsung berobat.
2. Terakhir mendengar laporan dari teman-teman
karang taruna RT 01 bhwa disana ada yang
menderita DBD yaitu anak kelas 1 SMP dan kelas
1 SD. Sebagian besar warga disekitarnya merasa
khawatir jika DBD sampai menyebar ke RT lain.
3. Dulu pernah ada warga yang menggunakan shabu,
double-L di Desa Batu-Batu tapi sekarang sudah
pulang ke daerah asal.
4. Pernah ditemukan dari hasil laporan masyarakat
ada anak yang Nge-lem disekitar rumah tetapi
sekarang sudah diantar kembali ke sulawesi.
5. Bebeapa penyakit yang menjadi perhatian bagi
masyarakat adalah penyakit tekanan darah tinggi/
hipertensi dan DM karena bebeapa warga takut
jika ada yang meninggal mendadak karna
jantungan dan takut mengalami gangguan
penglihatan. Selain itu juga ada warga yang
mengeluhkan sakit pada persendiannya saat
bergerak.
6. Perilaku warga sekitar yang sebenarnya sudah baik
karena beberapa warga ingin buang sampah pada
tempatnya namun yang mengangkut sampah dari
TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
memiliki jadwal yang tidak jelas serta tidak
tersedianya TPS yang besar yang dapat
menampung sampah sehingga warga lebih

14
memilih membakar sampah.
1. Presentase kehadiran bayi dan balita yang
mengikuti imunisasi di posyandu ini baik,
kesadaran mereka mengenai imunisasi baik,
terutama RT 03 dan RT 04.
2. Kendala yang didapatkan berupa tempat posyandu
yang masih kecil dan seringnya terlambat dalam

Kader Posyandu Terkini distribusi vaksin imunisasi, MP-ASI, Vit-A, dll


11.
(Hasnah) dari pusat ke PUSKESMAS
3. Posyandu ini aktif setiap bulan di tanggal 6 dan
Jumlah kader yang ada sebanyak 7 orang.
4. Kegiatan imunisasi disini meliputi penimbangan,
pemberian vaksin, MP-ASI, dan pemberian
makanan setelah imunisasi (bubur).
5. Komunikasi antar warga mengenai imunisasi yang
dilakukan diposyandu ini cukup baik
1. Anggrek Putih untuk melayani warga di RT 01
dan RT 02.
2. Kegiatan imunisasi di Anggrek Putih dilaksanakan
setiap tanggal 8.
3. Ada 2 petugas dan 5 kader di posyandu Anggrek
Putih.
4. Ada beberapa warga khususnya warga Madura
yang tidak membawa anaknya untuk imunisasi.
Ketua Kader Posyandu
Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman
12. Anggrek Putih
warga tentang kesehatan dan karena kesibukan
( Maulidah)
mereka.
5. Hampir seluruh balita yang berkunjung di
posyandu Anggrek Putih memiliki indeks gizi
yang baik. Beberapa balita mengalami kurang
gizi.
6. Pelatihan kader jarang dilaksanakan dari
puskesma. Dalam setahun hanya beberapa kali
diadakan.
13. Ketua RT 01 1. Kesadaran warga tentang kesehatan sudah cukup
( Suparman ) baik.

15
2. Kesadaran warga untuk imunisasi sudah baik.
3. Di RT 01 sudah ada TPS, yaitu bak sampah yang
ada di pinggir jalan. Namun tidak ada petugas
yang mengambil sampah secara rutin. Sehingga
warga memilih membuang sampah di sekitar
rumah lalu dibakar, membuat lubang di belakang
rumah dan ada juga yang membuangnya ke
kebun..
4. Penyakit degeneratif terbanyak di RT 01 adalah
Hipertensi dan DM.
5. Kebutuhan bahan makanan 4 sehat 5 sempurna
warga RT 01 rata – rata tercukupi.
6. Kebutuhan air bersih warga berasal dari PDAM
dan sudah mencukupi.
7. Sering ditemukan kasus nge-lem di RT 01. Dan
yang memakainya adalah anak-anak sekolah, yaitu
SMP, SMK dan SMA.
8. Ada kasus DBD di RT 01 dan sudah dilakukan
pemberantasan dengan cara fogging.
9. Meskipun penjualan lem sudah dibatasi, namun
mereka masih bebas untuk membeli lem di
bengkel-bengkel.
14. Ketua RT 02 1. Kesadaran warga tentang kesehatan sudah cukup
( Misaji ) baik.
2. Keinginan warga untuk segera berobat saat akit
cukup baik. Namun masih ada sebagian warga
khususnya warga Madura yang masih kurang
menyadari pentingnya pengobatan saat sakit.
3. Hampir semua warga memiliki kartu jaminan
kesehatan terutama jamkesmas, namun warga
masih belum paham mengenai alur rujukan ke
rumah sakit dengan kartu ini.
4. Kesadaran warga untuk imunisasi sudah baik.
Namun masih ada sebagian warga khususnya
warga Madura yang tinggal sedikit jauh dari jalan
raya tidak membawa anaknya untuk ke posyandu

16
tiap bulannya.
5. Pernikahan dibawah umur sudah tidak ada.
6. Wanita hamil di RT ini sudah langsung datang
kontrol ke bidan atau langung ke puskesmas.
7. Di RT 02 sudah ada TPS, yaitu bak sampah yang
ada di pinggir jalan. Namun tidak ada petugas
yang mengambil sampah secara rutin dan juga ada
pengrusakann tong sampah oleh masyarakat.
Sehingga warga memilih membuang sampah di
sekitar rumah lalu dibakar, membuat lubang di
belakang rumah.
8. Penyakit degeneratif terbanyak di RT 02 adalah
Hipertensi dan DM.
9. Kebutuhan air bersih warga berasal dari PDAM
dan sudah mencukupi. Kendalanya air hanya
mengalir dua hari sekali. Air bisa untuk diminum
tapi harus diendapkan dulu semalaman baru
dimasak kemudian diminum.
10. Pemakaian obat-obat terlarang dan nge-lem sudah
jarang ditemukan. Namun, masih ada yang
diteukan meminum alkohol.
11. Penyuluhan kesehatan lumayan sering dari
puskemas. Namun masih ada sebagian warga
khususnya warga Madura yang jarang datang saat
penyuluhan.
12. Kematian warga di RT ini lebih banyak karena
usia yang sudah tua.
1. Kesadaran warga tentang kesehatan sudah cukup
baik.
2. Kesadaran warga untuk imunisasi sudah baik.
3. Di RT 03 sudah ada TPS, yaitu bak sampah yang
ada di pinggir jalan. Namun tidak ada petugas
15.
yang mengambil sampah secara rutin. Sehingga
Ketua RT 03
warga memilih membuang sampah di sekitar
( Allu Andare )
rumah lalu dibakar, membuat lubang di belakang
rumah dan ada juga yang membuangnya ke

17
kebun..
4. Penyakit degeneratif terbanyak di RT 03 adalah
Hipertensi dan DM.
5. Tidak pernah ditemukan kasus nge-lem di RT 03.
6. Kebutuhan bahan makanan 4 sehat 5 sempurna
warga RT 03 rata – rata tercukupi.
7. Kebutuhan air bersih warga berasal dari PDAM
dan sudah mencukupi.
1. Kesadaran warga tentang kesehatan sudah cukup
baik.
2. POSKESDES Desa Batu-Batu berada di RT 04.
3. Kesadaran warga untuk imunisasi sudah baik.
4. Di RT 04 sudah ada TPS, yaitu bak sampah yang
ada di pinggir jalan. Namun tidak ada petugas
yang mengambil sampah secara rutin. Sehingga
warga memilih membuang sampah di sekitar
rumah lalu dibakar, membuat lubang di belakang
Ketua RT 04
16. rumah dan ada juga yang membuangnya ke
( Asri )
kebun..
5. Penyakit degeneratif terbanyak di RT 04 adalah
Hipertensi, DM dan asam urat.
6. Pernah ditemukan kasus nge-lem di RT 04. Dan
yang memakainya adalah remaja.
7. Kebutuhan bahan makanan 4 sehat 5 sempurna
warga RT 04 rata – rata tercukupi.
8. Kebutuhan air bersih warga berasal dari PDAM
dan sudah mencukupi.
17. Ketua RT 05 1. Warga RT 05 kebanyakan berobat ke Pusban desa
( H. Renreng ) tetangga yaitu desa Salo Celak. Karena
POSKESDES Desa Batu-Batu lokasinya lebih
jauh daripada Pusban desa Salo Cela.
2. Kesadaran warga untuk imunisasi sudah baik.
3. Di RT 05 tidak terdapat TPS. Jadi warga
membuang sampah di sekitar rumah lalu dibakar,
membuat lubang di belakang rumah dan ada juga
yang membuangnya ke hutan.
4. Penyakit degeneratif kebanyakan di RT 05 adalah

18
Hipertensi dan DM.
5. Tidak pernah ditemukan kasus nge-lem di RT 05.
6. Kebutuhan bahan makanan 4 sehat 5 sempurna
warga RT 05 rata – rata tercukupi.
7. Kebutuhan air bersih warga berasal dari sumur bor
dan belum mencukupi secara keseluruhan.
Sebagian warga ada yang masih mandi dan
mencuci di sungai yang ada di kebun. Untuk air
minum warga menngunakan air gallon.
1. Kesadaran warga pada kesehatan kurang. Warga
hanya akan ke tempat pelayanan kesehatan jika
sakitnya sudah parah.
2. Kesadaran warga untuk imunisasi kurang.
Kendalanya adalah RT 06 jauh dari posyandu.
3. Warga RT lebih memilih berobat ke Pusban desa
tetangga karena letaknya lebih dekat.
4. Di RT 06 tidak terdapat TPS. Jadi warga
membuang sampah di sekitar rumah lalu dibakar,
membuat lubang di belakang rumah dan ada juga
Ketua RT 06
18. yang membuangnya ke hutan.
( Sutra )
5. Tidak pernah ditemukan kasus nge-lem di RT 06.
6. Kebutuhan bahan makanan 4 sehat 5 sempurna
warga RT 06 rata – rata tercukupi.
7. Kebutuhan air bersih warga berasal dari sumur bor
dan belum mencukupi secara keseluryuhan.
Sebagian warga ada yang masih mandi dan
mencuci di sungai yang ada di kebun. Untuk air
minum warga menngunakan air gallon.
8. Penyakit degeneratif kebanyakan di RT 05 adalah
Hipertensi dan DM.
19. Ketua PKK 1. Kesadaran warga tentang kesehatan sudah cukup
( Rita Rukban ) baik.
2. Kesadaran warga untuk imunisasi sudah baik.
3. Penyakit degeneratif terbanyak di RT 04 adalah
Hipertensi dan DM.
4. Di RT 04 sudah ada TPS, yaitu bak sampah yang
ada di pinggir jalan. Namun tidak ada petugas

19
yang mengambil sampah secara rutin. Sehingga
warga memilih membuang sampah di sekitar
rumah lalu dibakar, membuat lubang di belakang
rumah dan ada juga yang membuangnya ke kebun.
5. Pernah ditemukan kasus nge-lem di RT 04. Dan
yang memakainya adalah remaja.
6. Kebutuhan bahan makanan 4 sehat 5 sempurna
warga RT 04 rata – rata tercukupi.
7. Kebutuhan air bersih warga berasal dari PDAM
dan sudah mencukupi.
1. Kesadaran warga tentang kesehatan sudah cukup
baik.
2. Kesadaran warga untuk imunisasi sudah baik.
3. Penyakit degeneratif terbanyak di RT 04 adalah
Hipertensi dan DM.
4. Di RT 04 sudah ada TPS, yaitu bak sampah yang
ada di pinggir jalan. Namun tidak ada petugas
yang mengambil sampah secara rutin. Sehingga
warga memilih membuang sampah di sekitar
rumah lalu dibakar, membuat lubang di belakang
Mantan Ketua PKK
20. rumah dan ada juga yang membuangnya ke kebun.
( Rahma ) 5. Pernah ditemukan kasus nge-lem di RT 04. Dan
yang memakainya adalah remaja.
6. Kebutuhan bahan makanan 4 sehat 5 sempurna
warga RT 04 rata – rata tercukupi.
7. Kebutuhan air bersih warga berasal dari PDAM
dan sudah mencukupi.
8. Pernah digalakkan program menanam TOGA.
Namun karena kurang pengawasan akhirnya
terbengkalai.
9. Setiap hari Jumat dilaksanakan senam jantung
sehat. Namun sekarang sudah tidak berjalan.

21. Warga RT 01 1. Masalah sampah sering ditemukan dipinggiran


(Intan) jalan dan juga untuk tenaga pengangkut
sampahnya kurang, jadi warga kebanyakan

20
membakar sampah.
2. Kesadaran warga untuk berobat cukup baik.
Banyak warga yang berobat ke puskesmas.
3. Keadaran untuk mengikuti KB cukup baik
4. Air yang digunakan dari PDAM dan sudah
mencakup sebagian besar warga.
1. Air yang digunakan dari PDAM dan sudah
mencakup sebagian besar warga.
2. Air minum menggunakan air isi ulang.
3. Kesadaran warga untuk berobat ke tenaga medis
cukup baik. Biasanya warga berobat ke Puskesmas
maupun klinik. Ibu hamil biasanya melakukan
Warga RT 03 pemeriksaan ke bidan. Dukun beranak jarang
22.
(Sumarti) ditemukan.
4. Lingkungan rumah cukup bersih sehingga jarang
dilakukan gotong royong.
5. Penyakit yang sering diderita warga biasanya
ISPA.
6. Warga berharap pelayanan kesehatan lebih dekat.
7. Penyuluhan kesehatan jarang dilakukan.
8. Sering mengikuti kegiatan Posyandu.
1. Penyakit paling banyak ISPA
2. Warga kurang menyadari untuk membersihkan
lingkungan khususnya lingkungan rumah mereka.
3. Kegiatan gotong royong jarang dilakukan.
4. Air PDAM kurang layak untuk diminum.
Sedangkan untuk air inum warga lebih banyak
menggunakan air isi ulang. Warga ada juga yang
menggunakan air sumur.
Warga RT 02 5. Sampah yang ada di TPS terkadang dibiarkan
23.
(Burhanuddin) lama karena pihak petugas kebersihan tidak
memiliki jadwal mengangkut sampah yang tetap.
Adanya kebiasaan warga yang memilih membakar
sampah dari pada dibuang ke TPS kecil karena
tidak diangkut.
6. Kesadaran warga untuk berobat cukup baik.
Warga lebih banyak berobat ke bidan daripada ke
puskesmas.

21
BAB IV
ANALISIS MASALAH

Setelah masalah kesehatan di Desa Batu-Batu teridentifikasi,


maka untuk mencari pemecahannya kami menggunakan metode
PAHO (Pan American Health Organization) untuk menentukan
skala prioritas masalah. Maka didapatkan hasil sebagai berikut :
Masalah M S V C A Total Prioritas
No
Penyakit degeneratif II
1.
(Hipertensi, DM, Asam 3 3 4 3 2 15
urat)
2. I
5 5 5 2 3 20
PHBS
3. IV
3 3 2 4 2 14
NAPZA/ Nge-lem
4. III
3 3 4 3 2 15
ISPA
5. V
3 2 2 2 2 11
Imunisasi

Keterangan:
M= Magnitude
S=Severity
V=Vulnerability
C=Concern

22
A=Affordable

Nama masalah : PHBS


M :5
 Sebagian besar seluruh warga di semua RT memiliki kebiasaan
membuang sampah sembarangan
 Hasil observasi ditemukan banyak sampah berserakan dipinggir jalan
 Beberapa warga masih menggunakan sumber mata air ,sumur bor, dan air
hujan.
S :5
 Seluruh warga sekitar terganggu dengan bau sampah yang tertumpuk lama
V :5
 Kendaraan untuk mengangkut sampah tersedia tetapi jarang beroprasi
 Tempat pembuangan sampah sementara yang ukurannya besar hanya satu
C :2
 Pemerintah sudah berusaha membuat TPS tetapi warganya banyak yang
menolak untuk dibuatkan TPS
 Biaya pemasangan PDAM cukup mahal
A :3
 Biaya dan lahan untuk membuat tempat sampah tersedia tetapi warga
banyak yang menolak karena takut bau yang ditimbulkan dari tempat
pembuangan sampah tersebut

Nama masalah : Imunisasi


M :3
 Banyak warga RT 2 yang tidak memberikan imunisasi lengkap bahkan
tidak memberikan imunisasi sama sekali kepada anaknya
S :2
 Beberapa anak-anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap dikarenakan
pengetahuan orang tua yang kurang tentang imunisasi
V :2
 Kurangnya promosi kesehatan untuk imunisasi
C :2

23
 Banyak masyarakat yang takut anaknya demam setelah imunisasi
sehingga tidak mau membawa anaknya imunisasi
 Pemerintah sudah memberikan imunisasi gratis
A :2
 Tidak tersedia pengobatan gratis untuk penyakit akibat apabila tidak
diimunisasi

Nama masalah : Penyakit degeneratif (Hipertensi, DM, Asam urat)


M :3
 Karena sebagian besar warga kurang kesadaran untuk memeriksakan diri
ketika memiliki keluhan pada kesehatannya
 Hasil observasi ditemukan banyak warga mengeluh memiliki penyakit
degeneratif tetapi tidak memeriksakan diri
S :3
 Warga USILA banyak yang mengeluh memiliki gejala penyakit
degeneratif tetapi masih bisa beraktivitas sehari-hari
V :4
 Alat-alat untuk pemeriksaan sederhana penyakit degeneratif tersedia di
POSKESDES dan PUSKESMAS
 Tersedia POSYANDU LANSIA yang memberikan pemeriksaan tekanan
darah, kadar gula darah sewaktu, kadar kolesterol, dan kadar asam urat
gratis untuk warga
 Tersedianya obat penyakit degeneratif
C :3
 Pemerintah peduli dengan memberikan alokasi dana untuk pemeriksaan
gratis berkala
 Warga kurang aktif memeriksakan diri, kecuali jika penyakitnya dirasa
parah
A :2
 Tidak tersedianya dana untuk pengobatan gratis penyakit degeneratif

Nama masalah : NAPZA


M :3

24
 Karena sebagian besar warga tidak mengetahui bahaya NAPZA, terutama
lem yang sering disalahgunakan
 Hasil observasi tokoh-tokoh masyarakat mengetahui banyak anak-anak
sekolah yang menyalahgunakan NAPZA, terutama lem
S :3
 Hasil observasi didapatkan banyak warga yang ketergantungan NAPZA
karena telah menggunakan NAPZA sejak kecil
V :2
 Pernah dilakukan penyuluhan-penyuluhan tentang bahaya NAPZA, tetapi
kurang tepat sasaran
 Tidak tersedia obat untuk pengguna NAPZA
C :4
 Pemerintah memberikan alokasi dana untuk poster-poster penolakan
NAPZA di sekolah-sekolah dan tempat umum lainnya
 Pihak sekolah membantu merazia tas siswa-siswi
 Warga yang melihat anak-anak menyalahgunakan NAPZA berusaha
menegur dan menasihati
A :2
 Tidak tersedianya dana untuk pengobatan ketergantungan NAPZA

Nama masalah : ISPA


M :3
 Hasil observasi data di POSKESDES dan PUSBAN didapatkan banyak
pasien yang menderita ISPA
S :3
 Warga terganggu dengan gejala ISPA saat beraktivitas
V :4
 Tersedianya alat pemeriksaan di POSKESDES, PUSBAN, dan
PUSKESMAS
 Tersedianya obat ISPA
C :3
 Warga aktif memeriksakan kesehatannya ketika muncul keluhan ISPA
A :2

25
 Tidak tersedianya dana untuk pengobatan gratis penyakit ISPA

26
BAB V
FISH BONE (Ishikawa)
PERMASALAHAN KESEHATAN, FAKTOR RISIKO DAN SUMBER DAYA

METODE
MANUSIA

Belum
Belum adanya
adanya program
program khusus
khusus untuk
untuk
Petugas:
Petugas: menangani sampah
menangani sampah
Kurangnya
Kurangnya promosi
promosi gaya
gaya hidup
hidup sehat
sehat yang
yang Tenaga
Tenaga kesehatan
kesehatan ada
ada
dilakukan
dilakukan oleh
oleh petugas
petugas dan
dan kader
kader untuk
untuk pencegahan
pencegahan DBD
DBD
posyandu.
posyandu.
warga:
warga:
Kurangnya
Kurangnya pemahaman&pengetahuan
pemahaman&pengetahuan
tentang
tentang pentingnya
pentingnya hidup
hidup bersih dan sehat
bersih dan sehat
KURANGNYA
KURANGNYA
PERILAKU
PERILAKU HIDUP
HIDUP
BERSIH
BERSIH DAN
DAN
Tersedia
Tersedia tempat
tempat sampah
sampah SEHAT
SEHAT (PHBS)
(PHBS)
di
di beberapa
beberapa rumah
rumah tetapi
tetapi
Belum
Belum adaada sarana
sarana tempat ukurannya
pembuangan
tempat
sementara
ukurannya kecil
kecil Kebiasaan
Kebiasaan masyarakat
masyarakat membuang
membuang
pembuangan sementara
dikarenakan sampah
sampah di
di belakang
belakang rumah
rumah dan
dan
dikarenakan armada
armada pengangkut
pengangkut
sampah Tersedia dana untuk dibakar
dibakar
sampah yang
yang kurang
kurang
Lingkungan
Lingkungan yang
yang kurang
kurang bersih
bersih
pembangunan TPS Kurangnya
Kurangnya penyediaan
penyediaan Tempat
Tempat
Pembuangan
Pembuangan Sampah
Sampah Sementara.
Sementara.

SARANA DANA LINGKUNGAN

27
METODE
MANUSIA

Belum ada program khusus untuk


Petugas:
Petugas: penanganan penyakit degeneratif
-Kurangnya
-Kurangnya promosi
promosi tentang
tentang penyakit
penyakit Tenaga
Tenaga kesehatan
kesehatan ada
ada
degenerative.
degenerative.
-Tidak
-Tidak ada
ada tenaga
tenaga kesehatan
kesehatan
Pasien:
Pasien: BANYAKNYA USILA
-Bantuan
-Bantuan dan
dan dukungan
dukungan
Kurangnya
Kurangnya pemahaman&pengetahuan
pemahaman&pengetahuan
pemerintah
YANG MENDERITA
tentang
tentang penyakit
penyakit degeneratif
degeneratif pemerintah
-Senam
-Senam kesehatan
kesehatan USILA
USILA HIPERTENSI DAN
PENYAKIT
DEGENERATIF
Posyandu USILA LAINNYA
Kebiasaan
Kebiasaan masyarakat
masyarakat yang
yang tidak
tidak
Dikarenakan
Dikarenakan belum
belum adanya
adanya mau
mau memeriksakan
memeriksakan kesehatannya
kesehatannya
Sarana
Sarana posyandu
posyandu USILA
USILA program
program khusus
khusus untuk
untuk penyakit
penyakit Kebiasaan
Kebiasaan masyarakat
masyarakat yang
yang masih
masih
kurang
kurang memadai degeneratif,
degeneratif, maka
maka belum
belum ada
ada mempercayai
memadai mempercayai dukun
dukun untuk
untuk
alokasi
alokasi dana
dana khusus.
khusus. kesehatannya.
kesehatannya.

SARANA DANA LINGKUNGAN

28
METODE
MANUSIA

Belum ada program khusus penanganan


Pasien ISPA
Pasien ::
Kurangnya
Kurangnya kesadaran
kesadaran warga
warga terhadap
terhadap Tenaga
Tenaga kesehatan
kesehatan ada
ada
perlindungan
perlindungan diri
diri dari
dari debu
debu

BANYAKNYA
PASIEN
PENDERITA
ISPA
Tersedia
Tersedia POSKESDES
POSKESDES Alokasi dana tidak ada Tempat kerja (perjalanan
Batu-Batu menuju kebun) berdebu,
Batu-Batu dan
dan PUSBAN
PUSBAN
Muara
karena digunakan juga untuk
Muara Badak
Badak Ulu
Ulu jalanan perusahaan

SARANA DANA LINGKUNGAN

29
METODE
MANUSIA

Belum adanya program khusus untuk


Petugas:
Petugas: menangani penyalahgunaan NAPZA
Belum
Belum ada
ada petugas
petugas kesehatan
kesehatan khusus
khusus untuk
untuk
menangani
menangani penyalahgunaan
penyalahgunaan NAPZA
NAPZA

Pasien:
Pasien: Iklan
Iklan dan
dan dukungan
dukungan
Kurangnya
Kurangnya pemahaman
pemahaman & & pengetahuan
pengetahuan pemerintah
pemerintah tentang
tentang
tentang
tentang bahaya
bahaya penyalahgunaan
penyalahgunaan NAPZA
NAPZA NAPZA
NAPZA BANYAKNYA
LAPORAN
PENYALAHGU
NAAN NAPZA
Banyaknya
Banyaknya anak-anak
anak-anak sekolah
sekolah yang
yang
Belum
Belum adaada sarana
sarana menyalahgunakan
menyalahgunakan NAPZA
NAPZA
penanganan untuk Alokasi dana tidak ada Barang
penanganan untuk Barang yang
yang disalahgunakan
disalahgunakan mudah
mudah
pengguna NAPZA didapat
didapat
pengguna NAPZA
Beberapa
Beberapa warga
warga mengetahui
mengetahui tetapi
tetapi tidak
tidak
tau
tau harus
harus melapor
melapor kemana
kemana

SARANA DANA LINGKUNGAN

30
METODE
MANUSIA

Petugas:
Petugas: Belum ada program khusus untuk
penanganan balita yang tidak diimunisasi
Kurangnya
Kurangnya promosi
promosi kesehatan
kesehatan yang
yang
Tenaga
Tenaga kesehatan
kesehatan ada
ada
dilakukan
dilakukan oleh
oleh petugas
petugas dan
dan kader
kader
posyandu.
posyandu.
Bantuan
Bantuan dan
dan dukungan
dukungan BANYAKNYA
Pasien:
Pasien:
pemerintah
pemerintah ANAK YANG
Kurangnya
Kurangnya pemahaman&pengetahuan
pemahaman&pengetahuan
tentang
TIDAK
tentang pentingnya
pentingnya imunisasi
imunisasi
DIIMUNISASI
Dikarenakan belum adanya Dana tersedia untuk
Sarana ada tetapi jauh
program khusus untuk alat dan bahan Kebiasaan
Kebiasaan masyarakat
masyarakat yang
yang
dari rumah warga
imunisasi, maka belum ada imunisasi menghindari
menghindari imunisasi
imunisasi agar
agar tidak
tidak
alokasi dana khusus. demam
demam
Ketakutan
Ketakutan masyarakat
masyarakat jika
jika setelah
setelah
imunisasi
imunisasi terbentuk luka di
terbentuk luka di lengan
lengan

SARANA DANA LINGKUNGAN

31
BAB VI
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

PERMASALAHAN FAKTOR RISIKO POTENSIAL SUMBER DAYA


 Kurangnya sarana dan prasarana  Mahasiswa KKN
tempat Pembuangan Sampah
Sementara (TPS).  Bagian promkes
 Sampah yang berserakan PUSKESMAS Badak
menumpuk dan menimbulkan Baru
bau ke lingkungan sekitar.
 Bidan POSKESDES Desa
 Sampah berserakan disekitar
Batu-Batu
jalan poros
1. Kurangnya Perilaku  Tidak adanya Tempat  Warga Desa Batu-Batu
Hidup Bersih dan Pembuangan Akhir (TPA)
Sehat (PHBS)  Penggunaan sumber air selain
PDAM, misalnya air hujan yang
di taruh di drum sebagai tempat
berkembangnya jentik nyamuk
yang menjadi media dari virus
dengue menjadi DBD
 Kebiasaan anak kecil yang habis
main langsung makan tanpa cuci
tangan

 Pola makan warga yang kurang  Mahasiswa KKN


baik
 Faktor resiko yang tidak
2. Penyakit
diperhatian masyarakat
degeneratif
 Komplikasi yang akan terjadi
dari penyakit tersebut tidak
diperhatikan

 Warga kurang memiliki  Mahasiswa KKN


3. Banyaknya kesadaran diri untuk
kunjungan ISPA menggunakan Alat Perlindungan
Diri (APD) saat pergi kerja

4. Adanya laporan  Adanya orang dari luar desa  Mahasiswa KKN


penyalahgunaan yang membawa serta
NAPZA/Nge-lem menularkan kebiasaan buruk ini
dikalangan remaja  Adanya orang yang menjual
barang yang dibutuhkan
(NAPZA/lem)

32
 Keingintahuan remaja yang
tinggi yang tidak didampingi
dengan pengetahuan akan
bahaya penyalahgunaan

 Kurangnya pemahaman  Mahasiswa KKN


5. Kurangnya tentang pentingnya imunisasi
kunjungan imunisasi  Anggapan yang salah tentang
warga RT 02 Kejadian Pasca Imunisasi
(KPI)

BAB VII
PENELITIAN KETEPATAN INTERVENSI

Permasalahan Kesehatan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

NO STRATEGI/INTERVENSI P E A R L
1. Penyuluhan dan pembagian pamflet tentang PHBS Y Y Y Y Y

33
2. Gotong royong Y Y Y Y Y
3 Lomba mading recycle antar kelas di SMAN 1 Muara Y Y Y Y Y
Badak
4 Penyuluhan dan praktikum cuci tangan di SDN 019 Y Y Y Y Y
Batu-Batu
5. Pengadaan TPS yang lebih besar dan kendaraan Y T Y Y Y
operasionalnya.
Keterangan :
Y = Ya
T = Tidak
Permasalahan Kesehatan : Penyakit Degeneratif

NO STRATEGI/INTERVENSI P E A R L
1. Penyuluhan Y Y Y Y Y
2. Pemeriksaan tekanan darah gratis Y Y Y Y Y
3 Pemeriksaan gula darah gratis Y T Y Y Y

Permasalahan Kesehatan : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

NO STRATEGI/INTERVENSI P E A R L
1. Pendataan penyebaran penyakit ISPA di daerah Desa Y Y Y Y Y
Batu-Batu
2. Pemetaan penyebaran ISPA. Y Y Y Y Y

Permasalahan Kesehatan : NAPZA

NO STRATEGI/INTERVENSI P E A R L
1. Penyuluhan kepada warga Y Y Y Y Y
2. Penyuluhan di SMP dan SMA dan pembentukan kader Y Y Y Y Y
sebaya
3. Pembuatan plakat tanda tangan Y Y Y Y Y

Permasalahan Kesehatan : Imunisasi

NO STRATEGI/INTERVENSI P E A R L

34
1. Penyuluhan Y Y Y Y Y

BAB VIII
PLAN OF ACTION

1. Permasalahan Kesehatan : Kurangnya kesadaran terhadap Perilaku Hidup


Bersih dan Sehat (PHBS)
Tujuan Jangka Panjang : Warga berperilaku hidup bersih dan sehat
Tujuan Jangka Pendek : Terciptanya lingkungan RT 04 yang bersih dari
sampah
NO STRATEGI SETTING TARGET PERAN SUMBER EVALUAS
INTERVEN DAN POPULASI DAN DAYA I
SI METODE TANGGUN

35
G JAWAB
1. Penyuluhan Setting:  Warga RT Fasilitator:  Mahasiswa Absensi
tentang Kegiatan 04 Mahasiswa KKN kehadiran
PHBS PKK, KKN peserta
Posyandu dalam
dan Penanggung penyuluhan
Pengajian jawab:
Ketua
Metode: Kelompok
Penyuluhan KKN
tentang
PHBS dan
pemberanta
san Demam
Berdarah
(DBD)
rumah ke
rumah
a. Hasil yang dicapai :
Hari, tanggal : Sabtu, 16 Agustus 2014
Waktu : 10.00-13.00 WITA
Tempat : RT 04 Desa Batu-Batu
Pelaksana Kegiatan :
- Tim 1 : Effi Setyoadi & Faqih Sulton
- Tim 2 : Eviana Rouli, Fatimah Zahra, Eka Yuliana Sari
- Tim 3 : Hj. Riska Yulianti, Gita Rosalina
Kelompok KKN-3 dibagi menjadi 3 tim dengan wilayah penyuluhan masing-
masing berbeda di RT 04
Penyuluhan dijalankan dengan cara rumah ke rumah
Warga mendengarkan penjelasan dengan baik
b. Tantangan dan Hambatan :
Beberapa warga yang rumahnya dikunjungi, menolak untuk dilakukan
penyuluhan
Beberapa rumah yang dikunjungi, tidak ada penghuninya
c. Indikator Keberhasilan
1. Sampah yang berserakan bisa berkurang
2. Terciptanya Desa Batu-Batu yang bersih dan sehat
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi

36
Telah dibagikan dan dilakukan penyuluhan kepada 23 rumah di RT 04.
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
Tidak semua warga menerima mahasiswa KKN untuk melakukan
penyuluhan. Diharapkan mahasiswa lebih giat mengunjungi rumah warga yang
belum mendapat penyuluhan.

STRATEGI SETTING TARGET PERAN DAN SUMBER


NO INTERVEN DAN POPULASI TANGGUNG DAYA EVALUASI
SI METODE JAWAB

2 Gotong Setting: Seluruh Fasilitator:  Mahasis Partisipasi


. royong warga di wa KKN warga setiap
RT 01 - 06 masing- Mahasiswa RT dalam
Desa Batu- masing RT KKN dan para  Seluruh gotong
Batu ketua RT warga royong
masing-
Metode: Penanggung
masing
jawab:
Gotong RT
royong Mahasiswa
KKN

a. Hasil yang dicapai


 Hari, tanggal : Jumat dan Minggu, 22 & 24 Agustus 2014
 Waktu : 08.00-10.00 WITA
 Tempat : RT 02, 03, 05, dan 06
 Pelaksana Kegiatan :
- RT 03 : Eka Yuliana Sari, Fatimah Zahra, Hj. Riska Yulianti
- RT 05 : Effi Setyoadi, Gita Rosalina
- RT 06 : Eviana Rouli, Faqih Sulton
- RT 02 : Effi Setyoadi, Faqih Sulton
Warga semangat melakukan gotong royong
b. Tantangan dan Hambatan

37
Di RT 01 tidak dapat dilakukan gotong royong karena adanya acara
pernikahan disamping posyandu karena direncanakan gotong royong akan
dilakukan disekitar posyandu
Di RT 04 tidak dapat dilakukan karena warga masih merasa lelah karena hari
sebelumnya baru saja mengikuti pawai
c. Indikator Keberhasilan
Terciptanya lingkungan Desa Batu-Batu yang bersih dan sehat
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Di RT 02 dilakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar
poskamling dan belakang mushola. Sedangkan di RT 03 dilakukan
pembersihan disekitar poskamling. RT 05 dan 06 membersihkan masjid di
masing-masing RT.
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
Dibutuhkan penyesuaian waktu gotong royong dengan kegiatan-kegiatan
atau kesibukan warga.

STRATEGI SETTING TARGET PERAN DAN SUMBER


EVALUAS
NO INTERVEN DAN POPULASI TANGGUNG DAYA
I
SI METODE JAWAB

3. Lomba Setting:  Siswa- Fasilitator: Mahasiswa Mading


mading Lomba siswi Mahasiswa KKN yang dibuat
recycle antar antar kelas Kelas XI KKN, pihak dan
kelas di XI di SMAN 1 sekolah Absensi
SMAN 1 SMAN 1 Muara kehadiran
Muara Muara Badak Penanggung peserta
Badak Badak jawab: dalam
Kelompok perlombaan
Metode: KKN
Lomba
mading dan
presentasi
isi mading
a. Hasil yang dicapai
 Hari, tanggal : Senin, 25 Agustus 2014
 Waktu : 08.30-11.00

38
 Tempat : SMAN 1 Muara Badak
 Peserta penyuluhan tampak antusias mendengarkan penyuluhan dan
mengajukan pertanyaan

b. Tantangan dan Hambatan


Guru sudah menyampaikan informasi sesuai dengan arahan dari
mahasiswa KKN tapi murid-murid tidak mengerjakan mading dengan
maksimal karena suatu alasan
c. Indikator Keberhasilan
Murid-murid SMAN 1 Muara Badak mampu memanfaatkan barang-
barang bekas untuk menciptakan sesuatu yang unik dan kreatif
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Mading yang dibuat oleh murid-murid sudah menggunakan barang-barang
bekas tapi belum maksimal
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
Lomba mading diikuti seluruh kelas sehingga jika ada yang tidak sempat
mengerjakan, peserta lomba tetap memadai.

39
STRATEGI SETTING PERAN DAN
TARGET SUMBER EVALUAS
NO INTERVE DAN TANGGUNG
POPULASI DAYA I
NSI METODE JAWAB
4. Penyuluhan Setting:  Siswa- Fasilitator: Mahasiswa Dihadiri
dan Ruang siswi Mahasiswa KKN oleh
praktikum kelas SDN Kelas I KKN, pihak seluruh
cuci tangan 019 Muara SDN 019 sekolah siswa-siswi
di SDN 019 Badak Muara kelas I
Muara Badak Penanggung
Badak Metode: jawab:
Penyampai Kelompok
an materi KKN
dan
praktikum

a. Hasil yang dicapai :


 Hari, tanggal : Senin, 18 Agustus 2014
 Waktu : 09.00-10.30
 Tempat : Ruang kelas 1 SDN 019 Muara Badak
 Pelaksana Kegiatan :
- Penangungjawab kegiatan : Eka Yuliana Sari
- Presentator : Riska Yulianti
- Dokumentasi : Eviana Rouli Sipahutar, Fatimah Zahra
- Anggota : Gita Rosalina, Effi Setyoadi, Faqih Sulton
 Peseta penyuluhan dan praktikum cuci tangan di SDN 019 Muara Badak
ini adalah murid kelas 1 yang terdiri atas 2 kelas
 Pada tahap pertama yaitu penyuluhan, murid-murid kurang menaruh
perhatian terhadap materi yang disampaikan. Namun, saat tahap praktikum
dengan menggunakan sabun dan air, murid-murid tampak antusias untuk
mencoba mempraktekkan
 Dilakukan 3 putaran praktikum dimana setiap putaran diikuti oleh 4 orang
murid. Sedangkan murid-murid lain diminta untuk memperhatikan
temannya yang mengikuti praktikum
 Setelah selesai praktikum, dilanjutkan dengan penyerahan plakat/tanda
terima kasih dan poster cara mencuci tangan 7 langkah kepada kepala
sekolah
b. Tantangan dan Hambatan :

40
 Tidak adanya LCD untuk menampilkan bahan presentasi dan video cara
mencuci tangan 7 langkah.
 Sulit menenangkan murid-murid yang sibuk bercanda dengan teman-
temannya.
c. Indikator Keberhasilan
Siswa-siswi SDN 019 Batu-Batu mampu melakukan teknik cuci tangan
yang benar dan mengetahui saat-saat harus mencuci tangan.
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Beberapa murid mampu melakukan teknik cuci tangan tanpa dicontohkan
lagi. Sedangkan murid lainnya masih perlu dicontohkan lalu mereka mengikuti.
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
 Mengajarkan sesuatu yang lain/poin PHBS lain dilain kesempatan atas
permintaan Kepala Sekolah SDN 019 Muara Badak
 Memastikan ketersediaan alat yang dibutuhkan seperti LCD dan kabel

STRATEGI SETTING TARGET PERAN DAN SUMBER


EVALUAS
NO INTERVE DAN POPULASI TANGGUNG DAYA
I
NSI METODE JAWAB
5. Usulan Setting: Aparat desa Fasilitator: Mahasiswa Usulan
Pengadaan Masing- Mahasiswa KKN diterima
TPS yang masing RT KKN untuk
lebih besar Desa Batu- dipertimba
dan Batu Penanggung ngkan
kendaraan jawab:
operasionaln Metode: Kelompok
ya. Pengajuan KKN
usul
kepada
aparat desa

2. Permasalahan Kesehatan : Penyakit Degeneratif


Tujuan Jangka Panjang : Penderita penyakit degeneratif dapat mengontrol
kondisinya.
Tujuan Jangka Pendek :Penderita mengetahui faktor resiko dan
komplikasi dari penyakit degeneratif yang
dideritanya.

41
STRATEGI SETTING PERAN DAN
TARGET SUMBER EVALUAS
NO INTERVEN DAN TANGGUNG
POPULASI DAYA I
SI METODE JAWAB
1. Penyuluhan Setting:  Warga Fasilitator: Mahasiswa Absensi
Selama Desa Mahasiswa KKN kehadiran
perayaan Batu-Batu KKN, ketua peserta
HUT RI di secara RT pemeriksaa
Desa Batu- umum n kesehatan
Batu  Warga Penanggung
usia lanjut jawab:
Metode: (USILA) Ketua
Pembuatan secara Kelompok
mading khusus KKN
recycle
berisi
tentang
penyakit
degeneratif
serta
pemberian
informasi
setelah
pemeriksaa
n kesehatan
a. Hasil yang dicapai
 Hari, tanggal : Minggu, 24 Agustus 2014
 Waktu : 10.00-18.00 WITA
 Tempat : Posko KKN Desa Batu-Batu
Materi tentang penyakit penyuluhan ditampilkan dalam bentuk mading
recycle yang dibuat oleh mahasiswa KKN. Mading ini dan beberapa poster
tentang penyakit degeneratif, rokok, dan PHBS juga ditempel didinding
posko
Beberapa warga datang melihat-lihat dan membaca materi yang ditampilkan
b. Tantangan dan Hambatan
 Kurangnya minat warga
Kurangnya promosi dari mahasiswa KKN
c. Indikator Keberhasilan
Masyarakat mengerti faktor-faktor resiko dan komplikasi penyakit
degeneratif

42
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Kondisi tempat berlangsungnya acara perayaan HUT RI di Desa Batu-
Baru tidak sesuai dengan perkiraan sehingga kurang memungkinkan untuk
dilakukan penyuluhan yang maksimal.
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
Kurang maksimalnya penyuluhan dengan cara ini maka diharapkan
dapat dilakukan penyuluhan rumah ke rumah

PERAN
STRATEGI SETTING
TARGET DAN SUMBER EVALUAS
NO INTERVEN DAN
POPULASI TANGGUN DAYA I
SI METODE
G JAWAB

43
2. Pemeriksaan Setting: Warga Desa Fasilitator: Mahasiswa Absensi
tekanan Selama Batu-Batu Mahasiswa KKN peserta
darah gratis perayaan yang KKN pemeriksaa
HUT RI, menghadiri n tekanan
bersamaan perlombaan Penanggung darah
dengan perayaan jawab:
pemeriksaa HUT RI Kelompok
n gula KKN
darah

Metode:
Pemeriksaa
n tekanan
darah

a. Hasil yang dicapai


 Hari, tanggal :
Diadakan 2 tahap, pertama dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan gula
darah ke setiap RT, yaitu Minggu-Rabu, 17-20 Agustus 2014. Kedua
dilakukan saat acara perayaan HUT RI Minggu, 24 Agustus 2014
 Waktu : 1. 16.00-19.00 WITA, 2. 10.00-18.00 WITA
 Banyak warga datang memeriksakan tekanan dan gula darahnya
b. Tantangan dan Hambatan
Cuaca yang tidak mendukung saat perjalanan ke RT 05 dan 06, sehingga
mahasiswa KKN kebasahan dijalan
c. Indikator Keberhasilan
50 orang warga Desa Batu-Batu mengikuti pemeriksaan tekanan darah
gratis
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Ada sekitar 30 warga yang memeriksakan tekanan darahnya meskipun
belum maksimal
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
Situasi yang tidak sesuai dengan perencanaan sehingga dibutuhkan
perencanaan lebih maksimal

44
STRATEGI SETTING TARGET PERAN DAN SUMBER
EVALUAS
NO INTERVEN DAN POPULASI TANGGUNG DAYA
I
SI METODE JAWAB
3. Pemeriksaan Setting: Warga Fasilitator: Mahasiswa Absensi
gula darah Ke masing- USILA Desa Mahasiswa KKN peserta
gratis masing Batu-Batu KKN yang
tempat di mengikuti
RT Penanggung pemeriksaa
jawab: n
Metode: Kelompok
Pemeriksaa KKN
n gula
darah dan
tekanan
darah
a. Hasil yang dicapai
 Hari, tanggal : 17-20 Agustus 2014
 Waktu : 16.00-19.00 WITA
 Tempat : RT 1 di Posyandu Anggrek, RT 2 di Langgar RT 2, RT 3 di
rumah ketua RT 3, RT 4 di BPU, RT 5 di rumah salah satu warga, RT 6 di
rumah salah satu warga.
 Untuk RT 01-04 jumlah peserta pemeriksaan yang hadir kurang dari
jumlah kupon yang dibagikan. Sedangkan di RT 05-06 warga sangat
antusias untuk diperiksa. Sehingga peserta pemeriksaan melebihi jumlah
kupon yang diberikan.
b. Tantangan dan Hambatan
 Hujan turun saat perjalanan menuju RT 05 dan 06.
 Alat pemeriksaan gula darah yang kadang-kadang error sehingga butuh
waktu untuk diperbaiki
 Beberapa peserta pemeriksaan gula darah dan tekanan darah yang
mendapat kupon bukan usila
c. Indikator Keberhasilan

45
70% Usila yang mendapatkan kupon datang memeriksakan tekanan dan
gula darah gratis
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Total peserta pemeriksaan gula darah dan tekanan darah yang memiliki
kupon di keenam RT adalah sebanyak 56 orang sehingga pencapaian 56%.
Total peserta secara keseluruhan (yang berkupon maupun tidak) adalah 97
orang sehingga pencapaian 97%.
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
Terjadi kesalahpahaman ketua RT terkait pembagian kupon. Sehingga
beberapa warga yang mendapat kupon bukan usila

3. Permasalahan Kesehatan : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

46
Tujuan Jangka Panjang :Sebagai pedoman pembantu pembentuk kebijakan
Tujuan Jangka Pendek : Menggambarkan pola penyebaran penyakit ISPA
di Desa Batu-Batu
STRATEGI SETTING PERAN DAN
TARGET SUMBER EVALUAS
NO INTERVEN DAN TANGGUNG
POPULASI DAYA I
SI METODE JAWAB
1. Pendataan Setting: Instansi Fasilitator: Mahasiswa Diberikann
dan Posko kesehatan Mahasiswa KKN ya hasil
pemetaan KKN terkait KKN pemetaan/
ISPA medical
Metode: Penanggung mapping
Pendataan jawab: kepada
dan Kelompok instansi
medical KKN kesehatan
mapping terkait di
Desa Batu-
Batu
a. Hasil yang dicapai
 Hari, tanggal : Kamis, 21 Agustus 2014
 Waktu : 08.00-17.00 WITA
 Tempat : Posko KKN
b. Tantangan dan Hambatan
Butuh waktu untuk menganalisis data dari berbagai sumber
c. Indikator Keberhasilan
Tersedianya pemetaan yang dapat memberi gambaran mengenai
penyebaran penyakit ISPA di wilayah Desa Batu-Batu.
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Telah dibuatnya pemetaan penyebaran penyakit ISPA di Desa Batu-Batu
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
Diharapkan dilakukan pendataan lebih lengkap terkait alamat, gejala,
dan diagnosis penyakit sehingga memudahkan dilakukan pemetaan

47
4. Permasalahan Kesehatan : NAPZA
Tujuan Jangka Panjang : Desa Batu-Batu bebas NAPZA
Tujuan Jangka Pendek : Warga dan remaja mengenal dampak
penyalahgunaan NAPZA/Nge-lem

STRATEGI SETTING PERAN DAN


TARGET SUMBER EVALUAS
NO INTERVEN DAN TANGGUNG
POPULASI DAYA I
SI METODE JAWAB

48
1. Penyuluhan Setting: Warga Desa Fasilitator: Mahasiswa Warga
kepada Beberapa Batu-Batu Mahasiswa KKN memahami
warga rumah KKN materi yang
disetiap RT disampaika
yang dipilih Penanggung n
secara jawab:
purposif Kelompok
sampling KKN

Metode:
Penyuluhan
rumah ke
rumah
a. Hasil yang dicapai
 Hari, tanggal : Sabtu-Minggu, 16-17 Agustus 2014 dan Jumat, 22
Agustus 2014
 Waktu :
- Sabtu : 10.00-13.00 WITA (RT 04), 15.00-17.00 WITA (RT 01-02)
- Minggu : 14.00-16.00 WITA (RT 01, 03, 04)
- Jumat : 09-00 WITA (RT 05-06)
 Tempat : Beberapa rumah dimasing-masing RT
b. Tantangan dan Hambatan
Ada beberapa warga yang tidak mau dilakukan penyuluhan dirumahnya
c. Indikator keberhasilan
Laporan dari masyarakat mengenai penyalahgunaan NAPZA berkurang
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Telah dibagikan sekitar 85 lembar pamflet NAPZA
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
Lebih giat mengunjungi warga yang sebelumnya menolak dilakukan
penyuluhan dirumahnya

49
STRATEGI SETTING PERAN DAN
TARGET SUMBER EVALUAS
NO INTERVEN DAN TANGGUNG
POPULASI DAYA I
SI METODE JAWAB
2. Penyuluhan Setting: Siswa-siswi Fasilitator: Mahasisw Absensi
di SMP dan SMPN 2 dan SMPN 2 dan Mahasiswa a KKN kehadiran
SMA Muara SMAN 1 SMAN 1 KKN, pihak peserta
Badak dan Muara Muara sekolah dalam
pembentukan Badak Badak penyuluhan
kader sebaya Penanggung dan
Metode: jawab: pembagian
SMPN 2 : Kelompok Kartu
Penyuluhan KKN Pengawas
diselingi NAPZA
lomba baca (KAWASA
puisi tentang N)
NAPZA
SMAN 1 :
Penyuluhan

50
yang
diselingi
lomba
mading
recycle
tentang
NAPZA

a. Hasil yang dicapai


 Hari, tanggal : Rabu, 20 Agustus 2014
 Waktu : 08.00-09.30 WITA
 Tempat : SMPN 2 Muara Badak dan SMAN 1 Muara Badak
 Dihadiri 41 murid SMAN 1 Muara Badak
 Dihadiri sekitar 50 murid SMPN 2 Muara Badak
 Diadakannya lomba baca puisi dengan tema “NAPZA” setelah
penyampaian materi NAPZA di SMPN 2 Muara Badak
 Hadiah diberikan kepada pemenang lomba baca puisi
 Diadakan lomba mading recycle yang membahas tentang NAPZA di
SMAN 1 Muara Badak
b. Tantangan dan Hambatan
Tidak ditemukan adanya hambatan dalam pelaksanaan penyuluhan
NAPZA
c. Indikator keberhasilan
1. Laporan dari masyarakat mengenai penggunaan NAPZA dikalangan
remaja berkurang
2. Terbentuknya kader sebaya
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Telah dibentuknya kader sebaya yang dinamakan Kader Pengawas
NAPZA (KAWASAN) di SMPN 2 Muara Badak dan SMAN 1 Muara Badak
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
Tidak didapatkan adanya masalah-masalah yang belum terselesaikan
dalam kegiatan intervensi ini

51
STRATEGI SETTING PERAN DAN
TARGET SUMBER EVALUAS
NO INTERVEN DAN TANGGUNG
POPULASI DAYA I
SI METODE JAWAB
3 Pembuatan Setting:  Camat Fasilitator: Mahasiswa MoU yang
. Memorandu Incidental Muara Mahasiswa KKN sudah
m of Badak KKN lengkap
Understandi Metode:  Kepala ditandatang
ng (MoU) Penandatan Desa Penanggung ani
penolakan ganan Batu-Batu jawab:
penyalahgun MoU  Para Kelompok
aan NAPZA Ketua RT KKN
 Ketua
Karang
Taruna

52
 Kapolsek
Muara
Badak
 Tokoh
masyarak
at lainnya

a. Hasil yang dicapai


 Hari, tanggal : Minggu-Kamis, 17-28 Agustus 2014
 Waktu : Incidental
 Tempat : Incidental
b. Tantangan dan Hambatan
 Sulitnya menyesuaikan waktu penandatanganan MoU dengan pihak-pihak
yang terkait
 Sulitnya mendapatkan percetakan yang terdekat
c. Indikator Keberhasilan
Dibuatnya MoU Penolakan Penyalahgunaan NAPZA
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Telah dibuatnya MoU dan telah ditandatangani
f. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan
dan Kemungkinan Pengembangannya
Mengadakan forum diskusi antara pihak terkait
dengan warga

5. Permasalahan Kesehatan : Imunisasi


Tujuan Jangka Panjang : Seluruh anak-anak Desa Batu-Batu sudah
mendapat imunisasi lengkap
Tujuan Jangka Pendek : Warga atau para orang tua memahami pentingnya
imunisasi
STRATEGI SETTING PERAN DAN
TARGET SUMBER EVALUAS
NO INTERVEN DAN TANGGUNG
POPULASI DAYA I
SI METODE JAWAB

53
1. Penyuluhan Setting: Warga RT Fasilitator: Mahasiswa Warga
Beberapa 02 Mahasiswa KKN setuju dan
rumah di KKN memahami
RT 02 tentang
Penanggung imunisasi
Metode: jawab:
Penyuluhan Kelompok
rumah ke KKN
rumah dan
pemeriksaa
n tekanan
darah
a. Hasil yang dicapai
 Hari, tanggal : Selasa, 26 Agustus 2014
 Waktu : 15.30-17.30 WITA
 Tempat : RT 02
 Warga bersedia dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan penyuluhan
b. Tantangan dan Hambatan
Ada warga yang menolak untuk diperiksa dan dilakukan penyuluhan
c. Indikator Keberhasilan
Warga mengerti dan memahami pentingnya imunisasi dan Kejadian Pasca
Imunisasi (KPI)
d. Pencapaian Kegiatan Intervensi
Warga mendengarkan penjelasan tentang imunisasi dengan seksama
e. Masalah-Masalah yang Belum Terselesaikan dan Kemungkinan
Pengembangannya
Tidak ditemukan masalah-masalah yang belum terselesaikan

BAB IX
KESIMPULAN DAN SARAN

9.1 Kesimpulan
1. Daftar permasalahan kesehatan di Desa Batu-Batu ialah masalah
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyakit degeneratif
(hipertensi, DM, dan asam urat), ISPA, NAPZA/nge-lem, dan imunisasi.

54
2. Prioritas masalah kesehatan berdasarkan PAHO ialah masalah Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyakit degeneratif (hipertensi, DM,
dan asam urat), ISPA, NAPZA/nge-lem, dan imunisasi.
3. Rencana intervensi kegiatan yang dilakukan secara umum berupa
penyuluhan, perlombaan, advokasi/kerjasama, pemeriksaan tekanan dan
gula darah gratis.
4. Secara umum, kegiatan intervensi sudah terlaksana dan mencapai
indikator keberhasilan meskipun masih ada beberapa tantangan dan
hambatan.

9.2 Saran
Melihat masih adanya tantangan dan hambatan serta masalah-
masalah yang belum terselesaikan, diharapkan kepada para pihak yang
berwenang, dalam hal ini dosen pembimbing lapangan, aparat Kecamatan
Muara Badak, aparat Desa Batu-Batu dan tokoh-tokoh masyarakat untuk
memberi kritik dan saran terkait pelaksanaan kegiatan intervensi.

55