Anda di halaman 1dari 12

Ken Link ( Designer Nike & Adidas Kobe )

Sejak Nike meluncurkan Jordan Brand sebagai anak perusahaannya sendiri pada tahun
1998, baik silo produk kinerja dan gaya hidup berasal dari tim desainer yang sama, dengan
desainer yang mengerjakan sepatu dari semua penggunaan secara bersamaan. Ke depan,
perusahaan telah memutuskan untuk membagi tim desainer mereka menjadi dua tim desain
terpisah yang akan fokus secara individual pada kinerja dan sepatu kasual.

Link, salah satu tokoh paling dihormati di kampusnya di Western Oregon University,
telah bergabung dengan perusahaan selama dua puluh tahun, dan menciptakan beberapa model
bola basket dan sepakbola yang ikonik sepanjang kariernya. Dia sebelumnya memegang peran
sebagai Direktur Desain Nike Basketball selama pertengahan hingga akhir tahun 2000-an, dan
yang terbaru bekerja sebagai Direktur Desain di kategori Pelatihan Nike dan Nike Cleated.
Dalam perubahan kepemimpinan besar-besaran di Markas Besar Dunia Nike, desainer lama
Swoosh, Ken Link, baru-baru ini dinobatkan sebagai Direktur Desain Merek Jordan yang baru,
tempat ia akan menetapkan inisiatif musiman dan membingkai bahasa desain alas kaki kinerja
merek. Produk penuh musim pertamanya yang pertama diharapkan akan dirilis pada musim
panas 2017.

"Kenzo" bekerja pada Zoom Kobe 1 dan 2, dan paling terkait dengan karya desainnya
untuk LeBron James pada LeBron 2-6 dan tiga model Zoom Soldier pertama. Saat bekerja pada
pelatihan dan produk cleated, ia membuat Zoom Revis, Alpha Talon, Zoom Vapor Untouchable,
Lunar Trout dan banyak lagi, banyak produk level pernyataan lainnya.

1
Ken Link memang orang di balik layar Nike, tetapi di bawah asuhan Link muncul
desain-desain sepatu yang sangat keren, salah satunya adalah desain sepatu signature LeBron
James dan Kobe Bryant. Sejak awal bekerja dengan Nike, Ken Link ini fokus kepada sepatu
basket dan sepatu training. Baru pada tahun 2015 kemarin, Ken Link diangkat menjadi Jordan
Brand Design Director. Seperti diketahui nih Urbaners, Jordan Brand adalah salah satu kekuatan
utama dari Nike.

Perombakan kelas atas ini datang pada waktu yang tidak tepat untuk merek tersebut: Nike
telah menderita kemerosotan penjualan di Amerika Utara, dan Adidas tetap panas pada tumit
Swoosh. Kembali pada bulan November, direktur desain Nike Ken Link pergi setelah 22 tahun
untuk saingan merek Adidas dan sekarang mulai bergabung dengan Adidas, di mana ia
bergabung dengan perancang sepatu sneaker Marc Dolce. Dan itu bukan hanya Tiga Garis: Baru
minggu ini, kepala pemasaran Nike untuk Converse dikatakan telah melompat kapal ke Supreme
pada bulan Februari, sebuah pengingat bahwa raksasa pakaian olahraga itu tidak kebal terhadap
kehilangan bakat untuk merek baru, juga. Sudah beberapa bulan kasar bagi raksasa Beaverton,
dan kami tidak berharap mikroskop akan bergerak dalam waktu dekat.

Untuk urusan brand olahraga, nggak ada yang mengalahkan persaingan antara Nike dan
Adidas. Kedua brand besar ini hampir setiap tahun bersaing saling mengalahkan untuk
mendapatkan posisi puncak. Ternyata nih Urbaners, persaingan antara Nike dan Adidas ini
nggak hanya melulu soal jumlah penjualan, tetapi juga soal karyawan.

Ken Link memang orang di balik layar Nike, tetapi di bawah asuhan Link muncul desain-
desain sepatu yang sangat keren, salah satunya adalah desain sepatu signature LeBron James dan
Kobe Bryant. Sejak awal bekerja dengan Nike, Ken Link ini fokus kepada sepatu basket dan
sepatu training. Baru pada tahun 2015 kemarin, Ken Link diangkat menjadi Jordan Brand
Design Director. Seperti diketahui nih Urbaners, Jordan Brand adalah salah satu kekuatan utama
dari Nike.

Kobe Bryant masuk jajaran pemain NBA yang jadi duta untuk dua merek ternama. Sejak masuk
draft selepas SMA pada 1996, ia sudah mendapat tawaran dari adidas dan Nike. Namun, ia lebih

2
memilih adidas karena harga kontrak yang lebih tinggi. Disebut-sebut, ia menandatangani
kontrak sebesar AS$48 juta dengan jangka waktu enam tahun. Di era itu, memang berbagai
merek sepatu berlomba-lomba mencari duta dari para rookie.

Berikut merupakan karya Desain sepatu Kobe Adidas dan Nike :

adidas Equipment (EQT) Elevation (1996-1997)

Inilah sepatu pertama yang digunakan Kobe muda bersama adidas. Ia meraih kepopuleran
setelah berhasil memenangkan NBA Slam Dunk Contest dengan berstatus rookie. Ia mulai
dikenal publik dengan adidas EQT Elevation sebagai sepatu pertamanya.

adidas KB 8 (1997-1998)

Desainer adidas EQT Elevation, James Carnes, didapuk menjadi desainer khusus untuk sepatu
adidas KB8. Sepatu ini kini lebih dikenal dengan nama adidas Crazy Eight. adidas KB8 adalah

3
sepatu basket berkonsep futuristik di eranya. Carnes memfokuskan pada sepatu basket dengan
performa mumpuni.

adidas KB8 II (1998-1999)

Sepatu ini adalah pengembangan dari adidas KB8 untuk memperbaiki performa. Sayangnya,
lock-out yang terjadi pada NBA musim 1998-1999 membuat jam bermain Kobe juga berkurang,
sehingga sorotan untuk sepatu ini ikut berkurang.

adidas KB8 III (1999-2000)

4
Generasi ketiga KB8 muncul di saat yang tepat. Kobe Bryant dan Shaquille O’Neil bahu-
membahu mengantarkan timnya meraih juara di musim 1999-2000. Kobe menggunakannya
hampir di sepanjang musim. Walau begitu, Kobe Bryant justru menggunakan adidas KOBE One
di laga final. KB8 adalah karya terakhir James Carnes untuk Kobe.

adidas KOBE One (2000-2001)

Eirik Nielsen datang menggantikan James Carnes. Ia meramu KOBE One yang terinspirasi dari
Audi TT yang memiliki aura luar angkasa yang kental. Sebagian menyukainya, tapi tak sedikit
pula yang mencemooh. Kobe Bryant mengangkat piala juara untuk kali pertama menggunakan
sepatu ini.

adidas KOBE Two (2001-2002)

5
Sepatu ini adalah hasil pengembangan dari versi sebelumnya dengan memfokuskan konsep pada
konsep sepatu masa depan. Walau KOBE One memang seperti itu, nyatanya tidak bagi KOBE
Two. Sang Black Mamba, julukan Kobe, tak begitu nyaman memakainya. Hal itu terbukti saat
laga final NBA 2001-2002, ia justru menggunakan KOBE One. Sepatu ini pun jadi sepatu
terakhirnya bersama adidas

Periode Bebas (2002-2005)

Setelah tak melanjutkan kerja sama dengan adidas, Kobe kini bebas menggunakan sepatu apapun
sesuka dia. Berbagai merek dan jenis sepatu ia coba, beberapa di antaranya adalah sepatu
kolaborasi. Ia pernah tercatat menggunakan sepatu hasil kolaborasi Allen Iverson bersama
Reebok, Reebok Question. Ia juga pernah menggunakan Nike Air Force 1 Mid hingga Nike Air
Zoom Huarache 2K4 yang digunakan oleh Ron Artest.

Nike Air Zoom Huarache 2K4 (2005)

6
Seri ini adalah seri Nike pertama yang digunakan oleh Kobe Bryant untuk Nike. Ia bersanding
dengan Ron Artest yang juga sudah menggunakan Air Zoom Huarache 2K4 setahun sebelumnya.
Sepatu ini membawa Kobe menjalani masa-masa awal kerja samanya bersama Nike. Desainer
sepatu ini kemudian menjadi desainer Nike Zoom Kobe seri 1 hingga 11, kecuali seri 2.

Nike Zoom Kobe I (2005-2006)

Inilah awal masa keemasan Kobe Bryant dengan Nike. Ia mantap menggunakan teknologi sol
Zoom di saat banyak pemain lebih memilih Air Sole Unit ada di tapak kaki mereka. Desainer
untuk sepatu ini adalah Erik Avar dibantu Ken Link. Avar sendiri adalah desainer senior bidang
basket untuk Nike saat itu. Ia juga desainer untuk Nike Air Penny, Nike Air Foamposite One,
dan Nike Zoom Flight 98.

Nike Zoom Kobe II (2006-2007)

Musim ini bukan musim yang fantastis bagi Lakers. Namun, Kobe tetap menunjukkan permainan
gemilang. Ia berhasil mencetak beberapa rekor menggunakan Zoom Kobe II. Ia rata-rata

7
mengumpulkan 31,6 poin, 5,7 rebound dan 5,4 asis per pertandingan. Pada tahun ini pula ia
mengganti nomor punggungnya dari 8 ke 24.

Nike Zoom Kobe III (2007-2008)

Desain Zoom Kobe III cenderung tinggi, mengikuti tren sepatu basket saat itu. Namun berkesan
aerodinamis dan ringan. Performa Kobe musim ini ditunjang dengan fitur yang dimiliki sepatu
ini. Ia memakainya hampir sepanjang musim. Walau bermain gemilang, Lakers terpaksa gigit
jari setelah harus merelakan gelar juara kepada Celtics di laga final.

Nike Zoom Kobe IV (2008-2009)

Sepatu ini mengantarkan Kobe merasakan gelar juara. Desain Kobe IV merupakan prototipe dari
semua seri Zoom Kobe setelahnya. Perkembangan pesat dilakukan Eric Avar hampir di semua
bagian sepatu, mulai dari struktur, bahan, hingga ukuran. Sepatu ini benar-benar mengikuti
ukuran serta kontur kaki Kobe Bryant.

8
Nike Zoom Kobe V (2009-2010)

Di musim ini, Lakers berhasil jadi juara dan Kobe dinobatkan sebagai MVP. Zoom Kobe V jadi
sepatu terbaik Kobe. Sepatu berjenis low-top ini nyatanya bantu Kobe mencetak 28,6 angka per
pertandingan. Omong-omong, Zoom Kobe V adalah sepatu terakhir Kobe yang digunakan untuk
meraih gelar juara.

Nike Zoom Kobe VI (2010-2011)

Eric Avar kini berani memainkan tampilan sepatu milik Kobe. Hal ini membuat Zoom Kobe VI
adalah sepatu pertama yang bertekstur kulit ular. Walau gagal jadi juara, Lakers tetap berhasil
memenangkan 57 laga bersama Kobe.

9
Nike Zoom Kobe VII (2011-2012)

Tambahan teknologi Cushion Foam berpadu dengan pengembangan Zoom Air Panel membuat
sepatu ini jadi yang paling nyaman. Sayangnya, lockout yang terjadi di musim ini membuat jatah
bermain Kobe bersama Zoom Kobe VII jadi berkurang.

Nike Zoom Kobe VIII (2012-2013)

Para penikmat kultur sneaker mulai melirik sepatu Kobe sejak Zoom Kobe VIII. Hal itu terkait
pembenahan bagian atas jadi keputusan tepat Eric Avar. Ia sengaja mengganti bahan atas yang

10
semula Kurim berganti menjadi jaring nilon halus nan ringan. Sayangnya, Kobe justru menderita
cedera otot achilles saat menggunakan Zoom Kobe VIII.

Nike Zoom Kobe IX (2013-2014)

Pasca cedera, Nike merilis sepatu ini. Perubahan signifikan terlihat ketika mereka membuat
sepatu high-top bagi Kobe, meski kemudian Nike juga merilis versi low-top. Bahan jaring nilon
pun diganti dengan flyknit yang lebih ringan dan kuat. Kestabilan jadi poin kunci seri ini. Zoom
Kobe IX mampu mengembalikan performa Kobe pasca cedera

Nike Zoom Kobe X (2014-2015)

Tak banyak perubahan disematkan di seri ini. Namun, warna yang lebih berani tersaji di seri ini
sebagai usaha Nike menggaet lebih banyak penikmat kultur sneaker. Walau di musim ini Kobe
11
tak begitu bersinar, tapi Kobe X tetap punya karisma tersendiri lewat bahannya yang berkualitas
tinggi.

Nike Zoom Kobe XI (2015-2016)

Nike Zoom Kobe XI merupakan seri terakhir karena ia memutuskan untuk pensiun pada 13 April
2016 lalu. Di pertandingan terakhirnya ia berhasil mengukuhkan 60 poin dengan menggunakan
sepatu ini. Kita patut berterima kasih kepada Kobe Bryant karena sepatunya kini jadi salah satu
yang terbaik di kelasnya.

12