Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

SKILL LAB 5
“KOMUNIKASI EFEKTIF”

Dosen Pembimbing : dr. Eka Silvia, M. Kes


KELOMPOK 9

1. Gayatri Putri Kinasih 16310117


2. Ghini Mayliani 16310119
3. Gilang Bayu Laksono 16310120
4. Gilang Fitra Dininta 16310121
5. I Nyoman Gandhi Sumertha 16310130

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MALAHAYATI
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang
Komunikasi Efektif meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima
kasih pada Ibu dr. Eka Silvia, M. Kes selaku Dosen yang telah memberikan tugas ini.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai komunikasi yang efektif. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata
yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda
demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Bandar Lampung, Oktober 2016

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................. iii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
B. Perumusan Masalah .................................................................... 2
C. Tujuan ......................................................................................... 2
BAB II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi Efektif .................................................. 3
B. Proses Komunikasi Efektif ......................................................... 4
C. Bagaimana Melakukan Komunikasi Efektif .............................. 5
D. Unsur-Unsur Komunikasi Efektif .............................................. 6
E. Komponen Komunikasi Efektif.................................................. 6
F. Hambatan dalam Komunikasi Efektif ........................................ 7
G. Prinsip dasar Komunikasi Efektif............................................... 8
H. Bentuk Komunikasi Efektif ........................................................ 8
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 11

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Komunikasi merupakan bagian paling mendasar dalam kehidupan
manusia. Tanpa komunikasi manusia tidak dapat hidup. Bahkan yang tidak
dapat melakukannya secara verbal pun akan berusaha melakukannya dengan
cara lain yaitu nonverbal seperti pengguanaan bahasa tubuh.
Komunikasi merupakan seni penyampaiaan informasi (pesan, ide,
sikap, atau gagasan) dari komunikator atau penyampaian berita, untuk
mengubah serta membentuk perilaku komunikasi atau penerima berita (pola,
sikap, pandangan, dan pemahamannya), kepola dan pemahaman yang
dikehendaki bersama. Seseorang yang mampu melakukan komunikasi verbal
baik lisan maupun tulisan akan memanfaatkannya sebaik mungkin agar
mendapat pengakuan akan eksistensi dari lingkungan sosialnya. Sikap
keterbukaan terhadap lingkungan sosial sekitarnya akan membuat seseorang itu
menjadi berharga bagi lingkungan disekitarnya itu sendiri.
Menurut Taylor (1993) mengemukakan komunikasi adalah proses
pertukaran informasi atau proses yang menimbulkan dan meneruskan makna
atau arti, berarti dalam komunikasi terjadi penambahan pengertian antara
pemberi informasi dengan penerima informasi sehingga mendapatkan
pengetahuan. Oleh karena itu, dalam menjalin hubungan dengan lingkungan
sosialnya, seseorang akan berusaha agar dirinya dapat diterima dengan terbuka
oleh lingkungannya. Berbagai cara dan upaya pun dilakukan sehingga antara
dirinya dan lingkungan sosialnya tidak terdapat lagi jurang pemisah yang dalam
atau setidaknya dapat di eliminir.
Komunikasi harus dilakukan secara efektif agar komunikasi itu dapat
mudah di mengerti oleh komunikan, komunikasi yang efektif dapat dilakukan
apabila seseorang yang berkomunikasi memahami tentang pengertian dari
komunikasi efektif, proses komunikasi efektif dan unsur-unsur komunikasi
efektif. Komunikasi efektif merupakan kompetensi yang harus dikuasai oleh
seorang dokter. Dokter harus menerapkan prinsip-prinsip komunikasi untuk
menetapkan dan mempertahankan pengobatan lengkap dan hubungan dokter

1
2

pasien yang etikal. Juga menerapkan prinsip kerahasiaan, otonomi pasien,


reaksi positif dan aspek pengobatan dalam hubungan pasien dokter , dalam hal
anamnesis, konseling, penjelasan berbagai prosedur, negosiasi pembuatan
keputusan dengan keluarga dan pendidikan pasien. Hubungan dokter-pasien
dan keluarga yang baik sangat menunjang proses terapeutik.

B. Perumusan Masalah
Berdasakan latar belakang yang telah dijelaskan dapat di rumuskan
suatu masalah yaitu apa itu komunikasi efektif?

C. Tujuan
a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian komunikasi efektif
b. Mahasiswa mampu menjelaskan proses komunikasi efektif
c. Mahasiswa mampu melakukan komunikasi efektif
d. Mahasiswa mampu menjelaskan unsur-unsur komunikasi efektif
e. Mahasiswa mampu mengetahui komponen komunikasi efektif
f. Mahasiswa mampu mengetahui hambatan komunikasi efektif
g. Mahasiswa mampu mengetahui prinsip dasar komunikasi efektif
h. Mahasiswa mampu mengetahui bentuk dari komunikasi efektif
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi Efektif


Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan
perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi.
Komunikasi efektif memungkinkan seseorang dapat saling bertukar informasi,
ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang atau kelompok yang
hasilnya sesuai dengan harapan. Tujuan komunikasi efektif adalah memberi
kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan
penerima pesan. Sehingga tercipta feed back yang baik antara pemberi dan
penerima pesan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah proses
penyampaian dan penerimaan pesan atau berita antara 2 orang atau lebih, agar
pesan yang dimaksud dapat dipahami. Lebih lanjut lagi, komunikasi efektif
adalah komunikasi yang tepat sasaran dan mencapai tujuan. Komunikasi
dikatakan efektif jika, informasi, ide atau pesan yang disampaikan dapat
diterima dan dipahami dengan baik sehingga terbentuk kesamaan persepsi,
perubahan perilaku atau saling mendapatkan informasi atau menjadi paham.
Komunikasi efektif melibatkan kejelasan, perkataan langsung, aktif
mendengarkan dan bahasa tubuh.
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa inggris “communication”,
secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa latin
communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Dalam kata
communis ini memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses
penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam
pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu
merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi
manusia yaitu: Human communication is the process through which
individuals –in relationships, group, organizations and societies-respond to
and create messages to adapt to the environmnt and one another. Bahwa
komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam

3
4

suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan


menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.

B. Proses Komunikasi Efektif


Suksesnya proses komunikasi sehingga dapat menghasilkan
komunikasi yang efektif tentu saja dipengaruhi oleh banyak factor baik itu
factor komunikator maupun dari komunikan. Faktor dipengaruhi antara lain :
1. Pesan yang dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat
menarik perhatian komunikan. Untuk meracang suatu pesan yang dapat
menarik perhatian ini sebaiknya sebagai komunikator harus mencari
tahu dulu karakteristik orang yang akan kita beri pesan. Selain itu
komunikator harus mempunyai kemampuan sebagai penyampai pesan
yang menarik dan mudah dipahami.
2. Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada
pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga
sama-sama mengerti. Sebaiknya pesan disampaikan dengan beberapa
metode dan tidak hanya secara lisan. Pesan yang disampaikan dengan
melibatkan beberapa panca indera misalnya dapat dilihat, didengar,
diraba akan lebih mudah dimengerti daripada pesan itu hanya
disampaikan secara lisan.
3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan
menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. Jadi
pesan harus sesuai harapan atau sesuai kebutuhan penerima pesan.
Pesan yang disampaikan akan terasa membosankan dan tidak ada arti
bagi penerima pesan apabila pesan itu tidak dibutuhkan.
4. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan
dimana komunikan digerakkan untuk memberikan tanggapan sesuai
yang dikehendaki. Solusi pemecahan masalah harus dikemukakan untuk
dapat membantu klien keluar dari masalahnya..
Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila memenuhi 3 hal berikut :
1. Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang
dimaksud oleh pengirimnya.
2. Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima
dan tindak lanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
5

3. Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya
dilakukan untuk menindak lanjuti pesan yang dikirim.

C. Bagaimana agar dapat Melakukan Komunikasi Efektif


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan, antara
lain :
1. Pemahaman teman bicara kita.
Pemahaman teman bicara kita penting, agar kita dapat menentukan
metode penyampaian dan gaya bahasa yang cocok dengan mereka.
2. Konteks komunikasi
Yaitu ruang, tempat, banyaknya audiens, level komunikasi, seperti usia,
wilayah, jenis kelamin, dan kemampuan intelektual penerima pesan
3. Bahasa tubuh atau komunikasi nonverbal
Hal ini meliputi, posisi tubuh, lengan, kontak mata,dan ekspresi wajah.
Yang terpenting adalah kontak mata dan senyum.
4. Gangguan
Emosi bisa mengganggu, misalnya komunikator dalam keadaan marah
atau komunikan kecewa atau tidak setuju dengan komunikator, bisa
terjadi pesan yang disampaikan akan diterima tidak sesuai dengan yang
dimaksud.
5. Pikiran terbuka
6. Menunjukkan empati, menghargai pendapat orang lain, rendah hati dan
tidak arogan.
7. Mendengarkan aktif
8. Refleksi
Pastikan pemahaman kita terhadap ucapan orang lain benar, dengan cara
mengkonfirmasi atau mengklarifikasi pesan yang telah disampaikan. Hal ini
bisa dengan mengulang kembali dengan pertanyaan tertutup, atau meringkas isi
pesan.
Selain itu, ada beberapa kunci agar komunikasi efektif dapat terjadi,
antara lain adalah tersenyum, berbicara dengan jelas, tidak multi tafsir, serius
tapi santai, variatif dan tidak monoton. Komunikator dan komunikan juga perlu
mendengarkan dan memahami lawan bicara.
6

D. Unsur-Unsur Komunikasi Efektif


Dalam proses komunikasi untuk mendapatkan hasil yang efektif perlu
diperhatikan unsur-unsur dari komunikasi, yaitu :
1. Komunikator (pandai menggunakan bahasa, intonasi, symbol dan
mimic yang menarik, simpati dan empati dari komunikannya).
2. Pesan (cara penyampaian, isi pesan sesuai dengan kebutuhan dan
diminati oleh komunikan).
3. Media (sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dan sesuai dengan
kebutuhan komunikan).
4. Perhatikan gangguan-gangguan yang mungkin akan menghambat
proses komunikasi.
5. Komunikan (latar belakang dan lain-lain)
6. Pengaruh atau umpan balik (yang diharapkan atau tujuan penyampaian
pesan).

E. Komponen Komunikasi Efektif


Komunikasi dalam Public Relations selalu merupakan komunikasi
timbal balik, demi kepentingan semua pihak. Dalam berkomunikasi kita
menciptakan persamaan pengertian mengenai, ide, pemikiran, dan sikap kita
terhadap orang lain. Jadi, intinya komunikator dan komunikan menuju
kesepakatan pesan. Menumbuhkan terciptanya persamaan mengenai pesan
tertentu sehingga merupakan suatu pengertian. Dalam proses komunikasi,
paling sedikit terdapat lima komponen yang terlibat. Berdasarkan paradigma
Lasswell tersebut dapat dikaji model komunikasi yaitu :

1. Sender : Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang


atau sejumlah orang.
2. Encoding : Penyandian yakni proses pengalihan pikiran kedalam bentuk
lambang.
3. Message : Pesan yang merupakan seperangkat lambang yang bermakna
yang disampaikan oleh komunikator.
4. Media : Saluran komunikasi tempat berlalunya pesan komunikator
kepada komunikan.
7

5. Decoding : Pengawansandian yaitu proses dimana komunikan


menetapkan makna pada lambang yang di sampaikan oleh komunikator
kepadanya.
6. Receiver : Komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
7. Response : Tanggapan, reaksi pada komunikan setelah di terpa pesan.
8. Feedback : Umpan balik, tanggapan komunikan apabila tersampaikan.
9. Noise : Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses
komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang
berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator.

Model komunikasi di atas menegaskan faktor-faktor kunci dalam


komunikasi efektif. Komunikator harus tahu khalayak mana yang dijadikannya
sasaran dan tanggapan apa yang diingikannya. Ia harus terampil dalam
menyandi pesan dengan memperhitungkan bagaimana komunikan sasaran
biasanya mengawasandi pesan. Komunikator harus mengirimkan pesan melalui
media yang efisien dalam mencapai khalayak sasaran.

F. Hambatan dalam Komunikasi Efektif


Komunikasi yang efektif adalah komunikasi dimana psan yang diteima
sama dengan pesan yang dimaksudkan oleh pengirim, tetapi kadang kadang di
dalam berkomunikasi bias terjadi salah paham. Hal ini bias terjadi karena
adanya hambatan komunikasi.
Beberapa hambatan komunikasi, antara lain :
1. Pengalaman si penerima yang membuatnya memiliki interpetasi tertentu
terhadap pesan dari pengirim.
2. Kredibilitas pengirim di mata penerima pesan.
3. Isyarat nonverbal yang berlawanan dengan isyarat verbal.
4. Kondisi emosi pengirim maupun peneima.
5. Kerangka berpikir yang bebeda.
6. Penggunaan bahasa asing atau istilah-istilah teknis yang sulit.
7. Sikap negate pengirim maupun penerima.
8. Keterbukaan antara pihak pengirim dan penerima pesan.
8

G. Prinsip Dasar Komunikasi Efektif

1. Respect adalah perasaan positif atau penghormatan diri kepada lawan

bicara. Anda menghargai lawan bicara sama halnya menghargai diri sendiri.
Prinsip menghormati ini harus selalu anda pegang dalam berkomunikasi.
2. Empaty adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau

kondisi yang tengah dihadapi orang lain. Anda mampu merasakan apa yang
dirasakan oleh orang lain, sehingga komunikasi akan terjalin dengan baik
sesuai dengan kondisi psikologis lawan bicara anda.
3. Audible mengandung makna pesan yang harus dapat didengarkan dan
dapat dimengerti. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus anda
perhatikan, yaitu :
a. pesan harus mudah dipahami, menggunakan bahasa yang baik
dan benar. Hindari bahasa yang tidak dipahami oleh lawan
bicara.
b. sampaikan yang penting.pastikan yang penting. Sederhanakan
pesan anda. Langsung saja pada inti persoalan.
c. gunakan bahasa tubuh anda. Mimik wajah, kontak mata, gerakan
tangan dan posisi badan bisa dengan mudah terbaca oleh lawan
bicara anda. Tunjukan kesejatian anda dengan mengoptimalkan
bahasa tubuh dan pesan.
d. gunakan ilustrasi atau contoh.karena analogi sangat membantu
dalam menyampaikan pesan.
4. Clarity adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan. Salah satu
penyebab munculnya salah paham antara satu orang dengan yang lain
adalah informasi yang tidak jelas yang mereka terima.
5. Sikap rendah hatianda rendah diri, rendah hati memberi kesempatan
kepada orang lain untuk berbicara terlebih dahulu, dan anda menjadi
pendengar yang baik bentuk.

H. Bentuk Komunikasi Efektif


1. Komunikasi Verbal
a. Berlangsung secara timbal balik.
b. Makna pesan ringkas dan jelas.
9

c. Bahasa mudah di pahami.


d. Cara penyampaian mudah di terima.
e. Di sampaikan secara tulus.
f. Mempunyai tujuan yang jelas.
g. Memperlihatkan norma yang berlaku.
h. Di sertai dengan humor.
2. Komunikasi Non Verbal
a. Penampilan fisik.
b. Sikap tubuh dan cara berjalan.
c. Ekspresi wajah.
d. Sentuhan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada dasarnya komunikasi itu sangat penting bagi setiap orang, apalagi bagi
mahasiswa kedokteran. Karena selain dituntut agar cakap berbicara dan
berkomunikasi, seorang dokter juga harus mampu berkomunikasi secara
berkesinambungan. Proses untuk berkomunikasi efektif pun banyak dengan
menggunakan media-media lain. Dari proses pertukaran informasi dan ide tersebut
akan menghasilkan feedback, sehingga dapat merubah sikap dan perilaku yang
sebelumnya menyimpang

10
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012. “http://ocw.gunadarma.ac.id/course/diploma-three-program/study-


program-of-midwife-practices-d3/komunikasi-konseling-dalam-praktek-
kebidanan/komunikasi-efektif”
Anonim, 2012. “http://ocw.gunadarma.ac.id/course/diploma-three-program/study-
progrem-off-midwife-practicesd3/komunikasi-konseling-dalam-praktek-
kebidanan/komunikasi-efektif”
Anonim, 2002. History of Present Illness, The School of Medicine, The University
of California, San Diego.
Anonim, 2011. “http://www.wikipedia.com/2011/01/model-komunikasi-
pemasaran1”
Anonim, 2011. “http://aditfebrian.files.wordpress.com/2011/01/model-komunikasi-
pemasaran1”
Christina lia uripni, untung sujianto, tatik indrawati. (2003). Komunikasi kebidanan.
EGC. Jakarta
eJournal lmu Komunikasi, 2014, 2(1): 419-433 ISSN 0000-0000,
“ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id”
Jurnal Psikologi : 996 NO.2, 31-39
Littlejohn, Stephen W. 2001. Theories of Human Communication. USA: Wadsworth
Publishing.

11