Anda di halaman 1dari 114

BUKU SAKU

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN


TEKNIK MANAJEMEN STRES

Tim Pengajar:
DR. Budi Anna Keliat, SKp, M.App.Sc

Program Magister Keperawatan


Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia
Depok 2014

0|Page
DAFTAR ISI……………………………………………………………… 1

Action-Based Strategies (ABS):


1. Job Analysis……………………………………………………………………….. 3

2. Managing Your Boundaries………………………………………………….. 5

3. The Breaking Point……………………………………………………………… 7

Perception-Based Strategies (PBS) :


1. Are You a Positive Or Negative Thinker………………………………… 8
2. Awareness, Rational Thinking&Positive Thinking…….. 10
3. Cognitive Restructuring………………………………………………………. 11
4. Imagery……………………………………………………………………………… 13
5. Using Affirmations……………………………………………………………… 15
Coping Strategies (CS):
1. Toffler’S Stability Zones………………………………………………………. 17
2. Meditation…………………………………………………………………………. 19
3. How To Be Patient………………………………………………………………. 22
4. Ready For a Real Vacation?........................................................... 24
5. Surviving Business Travel……………………………………………………. 26
Managing Performance Stress (MP):
1. Performance Planning…………………………………………………………. 28
2. Centering……………………………………………………………………………. 30

1
Relaxation & Sleep (RS);
1. Physical Relaxation Techniques……………………………………………. 31
2. How To Relax After a Hard Day…………………………………………… 37
3. Rest, Relaxation & Sleep………………………………………………………. 39
4. Getting a Good Night’s Sleep……………………………………………….. 45
Self-Confidence & Self-Esteem (SC-SE):
1. How Self Confident Are You?........................................................ 48
2. Building Self Confidence……………………………………………………… 51
3. Boosting Your Self………………………………………………………………. 55
4. Beating Self Sabotage………………………………………………………….. 57
Anger Management:
1. How Good Is Your Anger Management?...................................... 58
2. Anger Management…………………………………………………………….. 61

My Stress Diary……………………………………………………………… 64

2
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
JOB ANALYSIS
- Dewi, Fadli, Endah, Harun, Nurul L, Nurul K -

I. Pengertian
Job Analysis adalah suatu kegiatan untuk mencatat, mempelajari dan
menyimpulkan keteragan-keterangan atau fakta-fakta yang berhubungan
dengan masing-masing jabatan secara sistematis dan teratur (Susan M.
Heathfield).

Proses yang sistematis dari menghimpun informasi dari tugas, kewajiban


dan tanggungjawab dari pekerjaan tertentu.

II. Tujuan
Tujuan Umum:
Memberikan kerangka berpikir untuk menantang pekerjaan dan
mengidentifikasi inkonsistensi yang mungkin terjadi dalam melakukan
pekerjaan

Tujuan Khusus:
1. Memfokuskan pada kegiatan penting dan meminimalkan usaha
kegiatan lainnya
2. Menyelidiki , peranan dan tanggung jawab suatu jabatan
3. Memberikan gambaran tentang tugas dan tanggung jawab setiap
pekerja
4. Memahami dan menyelaraskan prioritas dalam pekerjaan

3
III. TEKNIK JOB ANALYIS
1. Observasi
2. Wawancara
3. Quesioner
4. Catatan harian karyawan

IV. Langkah - langkah:


1. Memahami Strategi Organisasi
2. Memahami Budaya Organisasi
3. Review dokumentasi formal pada pekerjaan
4. Cari tahu siapa yang berprestasi dan memahami mengapa mereka
sukses
5. Berpikirlah tentang pengembangan karir
6. Cari tahu sumber daya yang dapat melakukan pekerjaan secara
bersama

Referensi:

Job Analysis; By Susan M. Heathfield, About.com Guide


http://humanresources.about.com/od/jobdescriptions/g/job_analysis.htm;
dikutip tanggal 26 September 2011, pukul 21.00 WIB

4
STANDART ASUHAN KEPERAWATAN

“ MANAGING YOUR BOUNDARIES “


-Heri S -Henny K – Misswarti –Shensyie V W-

1. Pengertian
Batas Diri seseorang adalah tentang hal-hal yang boleh dilakukan baik diri
sendiri maupun oleh orang lain terhadap diri kita, batas diri bisa dikatakan
sebagai prinsip hidup seseorang. Penetapan batas diri merupakan cara tegas
dan bertanggungjawab untuk membuat orang lain yakin menghormati
kebutuhan seseorang,dan seseorang akan menghormati orang lain. Batas
adalah pagar simbolis, didefinisikan oleh nilai-nilai diri, yang melindungi
keyakinan diri, ide-ide, emosi, hak, kebutuhan dan ruang pribadi.

Setiap manusia merusmuskan konsep mengenai batas dirinya. Konsep batas


diri ini kemudian terwujud dalam mentalitas mengenai apa yang masih
dianggap wajar dan apa yang tak dapat lagi ditolerir. Batas diri setiap orang
pastilah berbeda. Orang yang menetapkan batas-batas harus menyadari
bahwa tidak masalah untuk mengatakan “tidak” kepada orang lain. Dengan
mengembangkan satu set batas-batas, kita dapat menghindari merasa
frustrasi dan kewalahan oleh banyak hal, termasuk diri sendiri atau merasa
seperti dimanfaatkan oleh orang yang mengambil keuntungan dari kita.

Batas hubungan perawat – klien terdiri dari batas peran, waktu,tempat dan
ruang, uang, pemberian hadiah dan pelayanan, pakaian, bahasa,
pengungkapan diri secara personal, kontak fisik (Stuart & Sundeen, 1995)

2. Jenis Jenis Batasan Diri


Ada beberapa area dimana batasan dapat diterapkan yaitu :
a. Batasan Material

5
Batasan material dapat dirasakan atau dikenali saat kita memberikan atau
meminjamkan sesuatu barang misalnya uang, mobil, pakaian, buku,
makanan dan lain-lain. Ada beberapa orang yang berprinsip atau
membuat batasan dirinya terkait dengan meminjamkan mobil, ada yang
berprinsip tidak meminjamkan mobilnya ke orang lain ketika bukan dia
yang mengemudikannya.
b. Batasan Fisik
Batasan fisik berhubungan dengan ruang personal, privasi dan tubuh.
Batasan fisik dapat dirasakan dan diketahui saat kita berjabat tangan,
melakukan sentuhan ataupun memeluk orang lain. Kita dapat melihat
dan merasakan bagaimana reaksi orang lain saat kita melakukan hal
tersebut. Contoh ketika kita berada di lift yang penuh sesak dengan orang
orang, ketika ada yang keluar dari lift maka orang orang yang berada di
dalam lift membuat jarak antara yang satu dengan yang lainnya.
c. Batasan Mental
Batasan mental terkait dengan pikiran, nilai-nilai dan opini. Apakah kita
termasuk orang yang mudah tersugesti, apakah kita mengetahui apa yang
kita yakini dan dapat mempertahankan opini kita, apakah kita dapat
mendengar dengan pikiran terbuka terhadap opini orang lain tanpa
bersikap kaku? Apabila kita bersikap sangat emosional, argumentatif
atau defensif maka berarti kita memiliki batasan mental yang lemah.
d. Batasan Emosional
Batasan emosional membedakan dan memisahkan emosi dan tanggung
jawab kita terhadap orang lain dari orang lain. Hal tersebut seperti garis
imajinasi atau area yang memisahkan diri kita dengan orang lain.
Batasan diri yang sehat mencegah kita dari menasehati orang lain,
menyalahkan orang lain atau menerima kesalahan. Batasan diri yang
sehat akan melindungi kita dari perasaan bersalah terhadap perasaan
negatif orang lain atau masalah dan komentar personal. Reaksi yang

6
berlebihan menunjukkan batasan emosional yang lemah. Batasan
emosional yang sehat membutuhkan kejelasan batasan internal
(mengetahui perasaan dan tanggung jawab kita terhadap diri sendiri dan
orang lain).
e. Batasan Seksual
Batasan seksual terkait dengan perlindungan terhadap tingkat
kenyamanan pada sentuhan atau atau aktivitas seksual (apa, dimana,
kapan dan dengan siapa). Contoh di suatu Negara suami istri berprinsip
suami atau istri berhak untuk menolak berhubungan badan ketika tidak
menghendaki hubungan badan, bahkan ada kasus yang mencuat
mengenai pemerkosaan oleh seorang suami karena istri tidak mau
berhubungan badan dengan suaminya waktu itu.
f. Batasan Spiritual
Batasan spiritual berhubungan dengan keyakinan dan pengalaman
spiritual kita terhadap Tuhan. Contohnya, ada waktu waktu tertentu
dimana seseorang membuat batasan dirinya ketika sedang beribadah, dan
tidak mau diganggu.

3. Tujuan
a. Memberikan privacy pada kehidupan pribadi
b. Menghormati hak – hak pribadi dan orang lain
c. Menselaraskan kehidupan pribadi dengan norma, aturan dan nilai-nilai
d. Menselaraskan hubungan sosial / masyarakat
e. Mengetahui sumber daya diri sendiri
f. Mempertahankan keseimbangan, Ketika mengatakan Ya atau Tidak pada
hal diluar kenyamanan kita, hanya untuk menyenangkan orang lain maka
itu akan menambah stress ( bagaimanakita bisa berharap oang lain untuk
menghormati kita sedangkan kita tidak menghormati batas diri kita).

7
Menetapkan batas diri yang tepat akan mampu menjaga keseimbangan
dalam hidup kita.
g. Minimalkan konflik, ketika kita melakukan suatu hal yang seharusnya
tidak kita lakukan, akan membuat kita marah sendiri, sedangkan kita
mempunyai kesibukan sendiri, apapun persepsi kita,kita tahu kalau kita
mengalami stress dan marah pada kondisi ini. Jika kita merasa marah atau
frustasi pada situasi yang kita ahadapi dan mengarahkan perasaan marah
tersebut pada orag lain,maka akan membuat kita terasing dari orang lain.
Menjaga batas diri akan membuat orang lain tahu batas kita dan dapat
menghindari penyebab konflik, kebencian da perasaan negative lainnya.
h. Meningkatkan batas diri, kesalahan persepsi dalambatas diri kita adalah
menempatkandan menjaga orang lain diluar kemampuan kita. Tujuan
yang sebenarnya dalam batas diri itu adalah menempatkan orang lain
dekat dengan kita tetapi tidak berlebihan. Batas diri akan memiliki
hubungan dekat dengan menghormati kebutuhan orang lain.

4. Cara Menetapkan Batas Diri (Setting Boundaries)

Pedoman umum yang dapat membantu kita untuk lebih menyadari batas
personal diri kita berikut ini adalah tanda-tanda kita perlu menetapkan batas
diri :
a. Saat kita merasa marah atau kesal karena orang lain terlalu banyak
bertanya pada kita
b. Saat kitamengatakan “ya” terhadap hal yang sebenarnya “tidak” ingin
kita lakukan, hanya karena kita khawatir mengecewakan orang lain.
c. Saat kita merasa marah atau kesal karena kita melakukan banyak hal
untuk orang lain dibandingkan apa yang telah orang lain lakukan
terhadap kita.

8
d. Saat kita merasa bahwa banyak hal yang telah kita lakukan untuk orang
lain tidak sebanding dengan penghargaan yang orang lain berikan pada
kita.
e. Saat stress yang kita rasakan karena telah mengecewakan orang lain
lebih besar dari stress saat melakukan sesuatu hal yang tidaknyaman atau
menguras tenaga untuk menyenangkan orang lain.
Banyak cara dapat dilakukan untuk membuat dan menetapkan batas diri
diantaranya adalah cara berikut :
a. Periksa hidup anda. Jika Anda merasa frustasi atau kewalahan, Anda
mungkin perlu untuk membangun satu set batas. Menetapkan batas akan
membantu Anda memprioritaskan kehidupan Anda dan tetap beroperasi
dengan lancar. Ini juga akan membantu Anda menghindari menjadi
terlalu sibuk dan merasa dimanfaatkan atau kewalahan oleh orang lain.
b. Menentukan area di mana Anda perlu batas. Sebagai contoh, jika sekolah
anak Anda sering memanggil Anda untuk menjadi sukarelawan dan
Anda tidak bisa mengatakan tidak karena rasa bersalah atau alasan lain,
Anda mungkin perlu batas. Dalam contoh ini, tetapkan batas yang
membatasi jumlah waktu Anda setuju untuk menjadi relawan. Jika
relawan seminggu sekali benar-benar apa yang Anda inginkan dan dapat
masuk ke dalam jadwal Anda, maka atur batas ini dan tepati itu.
c. Yakinkan diri bahwa batas-batas penting. Kembangkan daftar batas-
batas yang diperlukan, dan masukkan dalam pikiran. Sadarilah bahwa
Anda dapat menjadi lebih baik dalam banyak hal ketika Anda tidak
kewalahan oleh mereka. Atur batas-batas Anda dalam suatu cara yang
memungkinkan waktu untuk Anda dan keluarga Anda dan teman-teman.
Ingatlah apa prioritas utama Anda dalam hidup dan mengakui bahwa
perasaan orang lain tidak selalu lebih penting daripada Anda sendiri.
d. Belajarlah untuk mengatakan tidak. Setelah Anda telah memeriksa
hubungan Anda dan membuat beberapa batasan, belajar untuk

9
mengatakan tidak. Jika, misalnya, Anda telah membuat batas untuk
bertemu seorang teman untuk makan siang hanya sekali seminggu, dan
dua orang teman menelepon Anda untuk janji makan siang, tunda
pertemuan teman kedua hingga tanggal yang akan datang. Jadilah hormat
dan baik, namun jelaskan bahwa Anda tidak dapat makan siang minggu
ini karena keterbatasan waktu, namun Anda akan senang bertemu dia
minggu depan. Tetap dengan keputusan Anda dan tidak merasa buruk
atau bersalah untuk mengatakan tidak.
e. Menganalisis batas-batas Anda. Secara berkala, lihat daftar Anda dan
menentukan apakah batasan-batasan ini masih berlaku. Jika perlu
disesuaikan, ubahlah. Beranikan diri untuk tetap dengan batas dan Anda
kemungkinan besar akan mulai melihat perbedaan dalam hidup Anda.

5. Alat/Media
Buku kerja/catatan harian klien dan alat tulis yang digunakan untuk refleksi
diri

6. Langkah – langkah Pelaksanaan


a. Identifikasi pikiran tentang batas diri yang akan ditetapkan terhadap diri
sendiri dan orang lain, batasan diri yang dimaksud adalah prinsip prinsip
yang dipegang oleh masing masing orang, dapat berupa batasan materi,
fisik, mental, emosional, seksual, dan spiritual.
b. Catat dalam buku kerja/catatan harian
c. Identifikasi tentang batas diri yang ditetapkan terhadap kelebihan dan
kekurangannya
d. Pilih batas diri yang akan ditetapkan dan dilakukan
e. Identifikasi tentang kemungkinan pelanggaran batas diri
f. Memperkuat dan memelihara penetapan batas diri

10
g. Lakukan evaluasi tentang batasan diri yang telah dibuat, untuk
menentukan apakah batasan diri atau prinsip tersebut membuat kita dan
orang lain nyaman atau tidak, karena terdapat konsekuensi dari batasan
diri yang telah kita tetapkan. Apabila membuat kita tidak nyaman maka
perlu dilakukan modifikasi mengenai batasan diri yang telah kita buat.

Referensi

a. Stuart,G.W & Laraia,M.T (2005), Principles and Practice of


Psychiatric Nursing (7th edition). St Louis: Mosby
b. http://www.mindtools.com/pages/article/new/TCS_87 .htm , Stress
Management Techniques : Managing Your Boundaries, diakses
tanggal 24 Februari 2014
c. http://www.artikelpria.com/2011/09/25/cara-membangun-batas-
hubungan.html, diakses tanggal 24 Februari 2014
d. http://stress.about.com/od/relationshipskills/a/Boundaries-In-
Relationships-And-Stress.htm diakses tanggal 24 Februari 2014
e. http://panicdisorder.about.com/od/livingwithpd/fl/Setting-Boundaries-
and-Panic-Disorder.htm diakses tanggal 24 Februari 2014
f. http://stress.about.com/od/relationshipskills/a/Setting-Boundaries-For-
Stress-Management.htm diakses tanggal 24 Februari 2014
g. http://stress.about.com/library/boundaries/boundariesA.htm diakses
tanggal 24 Februari 2014

11
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
BREAKING POINT
~ Laili, Maria, Windu, Zaini ~

Cemas dapat didefinisikan secara umum sebagai tanggapan terhadap tuntutan


atas individu tertentu dan hal ini merupakan reaksi tubuh terhadap suatu
perubahan yang membutuhkan respon penyesuaian fisik, mental, atau
emosional. ssssssssssMereka kerapkali mengalami sindrom yang dirasa tidak
mengenakkan bagi dirinya, sehingga seringkali individu yang mengalami stress
berusaha menghindari pikiran, perasaan atau situasi yang berhubungan dengan
penyebab stres tersebut (Pieter, Z. H. 2011).
Individu yang mengalami cemas merasa khawatir, tertekan, letih dan marah.
Terdapat tigas aspek perubahan yang terjadi pada individu dengan cemas yaitu
aspek fisik, kognitif dan emosional. Kondisi stres dapat menimbulkan efek
patologis seperti aktifitas neuro endokrin dan hormonal. Selain berpengaruh
pada kondisi biologis, stres juga berpengaruh pada kondisi psikologis berupa
depresi. Sesuatu yang menyebabkan stres disebut sebagai stressor. Stressor akan
menstimuli baik intrnal maupun eksternal yang mengaktifkan hipotalamus
pituitary adrenal (HPA) axis dan sistem saraf simpatis yang mengakibatkan
perubahan fisiologis.
Ketika individu mengalami burn out maka perlu adanya suatu mekanisme
koping yang positif untuk mengahadapinya yang nantinya berpengaruh pada
proses emosional dalam dirinya agar kualitas hidup individu menjadi
meningkat.
1. Tujuan penulisan makalah
Menjelaskan konsep-konsep dasar manajemen stres dengan menggunakan
teknik breaking point.

12
2. PENGERTIAN:
A. Definisi
Terminologi
breaking point: a state of mental or emotional strain or suspense; the degree
of tension or stress at which something a person breaks down or a situation
becomes crucial; the moment of crisis in a situation.
Breaking point adalah suatu tehnik untuk mengatasi suatu keadaan dimana
situasi (kerja/relasi) sudah berada di ambang krisis.

Adapun penyebabnya meliputi: target yang ingin dicapai tidak realistis,


beban kerja yang multitasking yang ingin dikerjakan pada waktu yang
bersamaan (misalnya: melimpahnya sarana sistem komunikasi teknologi
yang seperti: e-mail, telepon, SMS, blog, dll), serta melimpahnya
informasi yang masuk begitu saja sebagai konsumsi kognitifnya tanpa
sempat untuk diolah sebagai informasi yang memang dibutuhkannya,
kurangnya dukungan dari lingkungan sosial,
Gejala yang tampak pada seseorang yang membutuhkan dilakukannya
breaking point, seperti:
a. Malaise/ lesu/ tidak bersemangat
b. Sering marah
c. Sering absen
d. Sering membawa pekerjaan ke rumah
e. Berusaha untuk resign/keluar dari pekerjaan
f. Berusaha melakukan sabotase
g. Melakukan pembunuhan/teror/bunuh diri

13
2. TUJUAN :
Strategi manajemen stress yang termasuk dalam ABS (Action Based
Strategy) yang menekankan pada keberanian seseorang untuk keluar dari
batasan-batasan, kebiasaan atau rutinitas yang dianggap membatasi diri
seseorang dan menjadi stressor tersendiri guna:
a. Mengurangi kecemasan
b. Mengoptimalkan potensi seseorang

3. LANGKAH-LANGKAH :
a. Actively develop new leaders' leadership skills

Kegiatan mentoring bertujuan untuk memunculkan kapasitas-


kapasitas yang dimiliki oleh seseorang (maintee) agar dapat
menjadi seorang pemimpin dengan tetap mendampinginya
dalam kegiatan perencanaan, pelatihan, pemberian dukungan
dan umpan balik.

b. Manage new leaders' performance pro-actively and avoid


under-employing people
Menciptakan suasana kerja tim yang ‘mengalir’- saat mencapai
sebuah hasil-untuk mengurangi kelesuan pengaruh tempat kerja
sehingga hasil maksimal dapat dicapai. Kemampuan yang baik
dalam mengkomunikasikan tujuan dan target yang ingin dicapai
sangat mempengaruhi performa kerja tim dalam memberikan
respon tepat terhadap kemampuan yang akan diupayakannya
justru karena ia telah memahami isi komunikasi tersebut.
c. Reduce stress through commitment, control and challenge

Perlu untuk memperbaharui komitmen dengan tujuan yang


disepakati bersama namun dengan semangat yang baru sehingga
semua bisa tetap: fokus pada tujuan, tetap maju, tidak

14
merisaukan hal-hal yang tidak dapat dirubah, namun pada hal
yang dapat dikontrol saja.

d. Create a "Stop Doing" List


Mengurutkan hal-hal negatif penyebab stress akan
menghasilkan dampak negatif pada diri sendiri. Sebaiknya
kegiatan seperti ini dihentikan saja bahkan sejak dalam pikiran.
Abaikan hal-hal yang buruk!
e. Focus on your strengths

Fokus pada kekuatan-kekuatan yang dimiliki untuk melakukan


hal yang terbaik dengan cara yang lebih efisien. Dengan fokus,
kita akan bisa menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak
efisien.

f. Avoid fighting battles you don't need to win


Mulai dengan memilih persaingan yang bijaksana tanpa harus
membutuhkan korban.
g. Focus on your priorities
Meminimalkan stres juga bisa dimaknai dengan melihat
kehidupan melalui lensa holistik. Prioritas itu tampak dari
bagaimana seseorang itu menjalani kehidupannya sehari-hari.
h. Consider promotion outside of management
Promosi ini bertujuan untuk memungkinkan berkembangnya
potensi staf di bidang yang lain.

15
REFERENSI :

Cook, B. 2011. Family Near to Breaking Point. Reed Bussines Information.


United Kingdom

Matinuzzi, B. 2007. Stress Management Techniques : The Breaking Point.


http://www.mindtools.com/pages/article/new/TCS_87 .htm , diakses 24
Februari 2014

Royal collage of Nursing. 2012. Beyond Breaking Point. The Royal Collage of
Nursing. London.

Stuart, Gail W. (2009). Principle and practice of psychiatric nursing (9th


edition). St. Louis: Mosby Year Book

Pieter. Z Herri et al. 2011. Pengantar psikopatologi untuk keperawatan, edisi 1.


Kencana Jakarta

-. 2003. Collins English Dictionary – Complete and Unbridged. HarperCollins


Publisher

-. 2009. The American Heritage Dictionary of the English Language. 4th edition.
Houghton Mifflin Company

16
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN

BERFIKIR POSITIF

~ Berlian, Ellya, Ririn, Sukma, ~

I. Pengertian
Proses berpikir berkaitan erat dengan konsentrasi, perasaan, sikap, dan
perilaku. Berpikir positif dapat dideskripsikan sebagai suatu cara berpikir
yang lebih menekankan pada sudut pandang dan emosi yang positif, baik
terhadap diri sendiri, orang lain maupun situasi yang dihadapi (Elfiky, 2008).

II. Tujuan
Mengubah pikiran negative menjadi positif, mengetahui penyebab perasaan
negatifyang dirasakan, membantu menegndalikan diri dan pencegahan serta
pertumbuhan pribadi (Burn, 1980 dalam Stuart, 2009).

Manfaat berpikir positif menurut Dwitantyanov, Hidayati, dan Sawitri


(2010) yaitu membuat individu mampu bertahan dalam situasi yang rawan
distress (Brissette dkk dalam Kivimaki dkk, 2005), meningkatkan
kemampuan untuk menyelesaikan beragam masalah dan tugas (Fordyce
dalam Seligman dkk, 2005), membantu individu dalam memberikan sugesti
positif pada diri saat menghadapi kegagalan, saat berperilaku tertentu, dan
membangkitkan motivasi (Hill & Ritt, 2004).

Menurut Seligman (1991) pola berpikir positif dapat digunakan saat ingin
mencapai suatu prestasi, saat ada peristiwa yang menekan, situasi berlarut-
larut dan kesehatan fisik terganggu, ingin memimpin atau memberi semangat
kepada orang lain. Sedangkan berpikir positif disarankan tidak digunakan
jika tujuan yang ingin dicapai mengandung resiko tinggi dan tidak menentu,

17
tujuannya memberi konsultasi pada seseorang yang masa depannya belum
tentu, ingin bersimpati terhadap permasalahan yang dihadapi orang lain.

III. Langkah-Langkah
Seligman (2005) menjelaskan bahwa orang yang berpikir positif cenderung
menafsirkan permasalahan mereka sebagai hal yang sementara, terkendali,
dan hanya khusus untuk satu situasi, orang yang berpikir negatif sebaliknya
yakin bahwa permasalahan mereka berlangsung selamanya, menghancurkan
segala yang mereka lakukan dan tidak terkendali. Seligman (1991) dalam
Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, mengenalkan model teori A-B-C-
D-E yang intinya adalah merekontruksi pikiran agar lebih positif sehingga
individu dapat lebih baik dalam menanggapi setiap permasalahan yang
dihadapi.
Maksud dari model A-B-C-D-E adalah :
a. Adversity (A), sadari adanya pikiran negative berupa peristiwa, yang
bersifat negatif, seperti rencana gagal, permusuhan dengan teman,
kematian seseorang yang dicintai. Di bawah ini terdapat kuesioner yang
dapat membantu individu menganalisis pikiran negative dan positif.
b. Belief (B) yaitu kepercayaan dan interpretasi tentang suatu peristiwa
yang menyebabkan akibat. Ubah sudut pandang terhadap masalah.
c. Consequences (C) yaitu bagaimana perasaan dan perilaku yang
mengikuti peristiwa (A). Yakinkan diri anda bahwa pikiran positif akan
membawa tindakan dan hasil yang positif.
d. Disputation (D) yaitu argumen yang dibuat untuk membantah keyakinan
yang telah dibuat sebelumnya (B). Kembangkan pikiran positif. Hal ini
dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu distraksi dan disputasi itu sendiri.
Distraksi adalah mengalihkan pikiran tentang sesuatu hal pada hal lain,
sedangkan disputasi adalah berargumentasi dengan diri sendiri. Untuk
melakukan dispustasi perlu dipertimbangkan empat hal, yaitu: (1) bukti,

18
artinya mencari bukti-bukti bahwa apa yang diyakini adalah tidak tepat,
(2) Alternatif, Artinya semua peristiwa yang terjadi tidak hanya
disebabkan oleh satu hal tetapi bisa hal-hal yang lain, (3) implikasi,
artinya apapun yang terjadi pada suatu peristiwa tidak selalu mempunyai
implikasi negatif, (4) Kegunaan artinya apakah ada manfaatnya untuk
memikirkan apa yang diyakininya selama ini.
e. Energization (E) yaitu akibat emosi dan perilaku dari argumen yang
dibuat (D). Evaluasi perasaan dan tindakan setelah membuat argument
yang positif.

IV. Instrumen Positif or Negatif Thingking

TIDA
KADAN SANGA
K
N JARAN G- SERIN T
PERTANYAAN SAMA
O G, KADAN G, SERIN
SEKA
G, G
LI,
Ketika atasan saya atau
pelanggan meminta untuk
berbicara dengan saya, saya
1 secara naluriah menganggap 5 4 3 2 1
bahwa dia ingin mendiskusikan
masalah atau memberi saya
umpan balik negatif .
Ketika saya mengalami
kesulitan di tempat kerja /
2 rumah , saya juga merasa 5 4 3 2 1
negatif tentang bagian-bagian
lain dari kehidupan saya .
Ketika saya mengalami masalah
, saya cenderung percaya
rintangan akan bertahan untuk
3 jangka panjang , misalnya 5 4 3 2 1
"Dana tersebut tidak jadi cair,
jadi saya rasa mereka membenci
proyekku. Semua pekerjaan ini

19
sia-sia"
Ketika tim saya berfungsi buruk,
saya percaya bahwa hal ini tidak
berangsur lama dan memiliki
solusi sederhana . Misalnya, "
4 Kami tidak bekerja dengan baik 1 2 3 4 5
pada saat ini , tetapi jika kita
dapat memperbaiki masalah ini,
maka kita akan melakukan jauh
lebih baik ! "
Ketika aku tidak dipilih untuk
tugas yang saya inginkan, saya
cenderung percaya bahwa saya
5 tidak memiliki keterampilan 1 2 3 4 5
khusus yang mereka cari
sekarang , karena mereka pikir
saya tidak terampil
Ketika terjadi sesuatu yang saya
tidak suka atau hargai, saya
cenderung menyimpulkan
bahwa penyebabnya adalah
banyak hal dan akan terus
mengganggu saya . Misalnya, "
6 Asisten saya tidak mengirim 5 4 3 2 1
email padaku namun langsung
mengirimnya pada bos saya .
Asisten Administrasi
membuktikan betapa jauh lebih
cerdas daripada supervisor
mereka . "
Ketika saya tampil sangat baik
pada sebuah tugas , saya
percaya bahwa itu karena saya
7 berbakat dan cerdas , sebagai 1 2 3 4 5
lawan berpikir. Saya memang
baik dalam satu daerah yang
sangat spesifik .

20
Intrepretasi Hasil :
14 – 31 Anda selalu merasa seperti ada “awan hujan” yang menggantung di
atas kepala sepanjang hari. Anda terbiasa melihat hal-hal yang terjadi
adalah kesalahan Anda dan Anda telah belajar untuk melepaskan
kontrol Anda dalam banyak situasi. Mengambil kuis ini adalah
langkah pertama dalam mengubah rasa pesimis disekitar Anda.
32-50 Anda mencoba untuk bersikap optimis dan positif namun beberapa
situasi sudah lebih baik. Identifikasi pemicu untuk berpikir negatif dan
gunakan latihan berpikir rasional untuk lebih optimis lagi.
51-70 Anda memiliki pandangan positif dan optimis terhadap kehidupan.
Anda dapat melihat bahwa kegagalan tidak akan merusak sisa hidup
Anda.

Keterangan :
Item Permanence Item Pervasiveness Item Personalization
Permanence Percaya bahwa sesuatu yang kita alami dapat bersifat
(pertanyaan 3, menetap atau sementara. Skor yang rendah berarti anda
4, 9, 11) berpikir buruk dan bisa berdampak panjang. Skor yang
tinggi menunjukkan keyakinan bahwa anda percaya diri dan
mampu berpikir kembali serta berpikir dengan cepat.
Contoh:
Pesimis: saya kehilangan pekerjaan, saya tidak akan
mendapatkan pekerjaan yang baik lagi bahkan mencari
lagipun tidak ada gunanya.
Optimis: saya kehilangan pekerjaan, syukurlah ada peluang
lain yang bisa saya eksplor lebih baik lagi.
Pervasiveness Percaya bahwa faktor situasional menyebabkan apapun bisa
(pertanyaan 2, terjadi dan tidak bisa diperhitungkan. Skor yang rendah
5, 6, 7, 13) menunjukkan bahwa anda cenderung berpikir bahwa jika
anda mengalami masalah di suatu tempat maka di tempat
lainpun anda bermasalah. Skor yang tinggi menunjukkan
bahwa anda bisa beradaptasi dengan situasi apapun

21
Contoh
Pesimis: saya kehilangan pekerjaan saya, perusahaan
semuanya sama, yang dipedulikan hanya uang. Saya tidak
tahu mengapa saya repot-repot bekerja disana.
Optimis: saya kehilangan pekerjaan, mungkin karena kondisi
perusahaan kami sedang memburuk. Untungnya saya sudah
mendapatkan banyak ilmu disana.
Personalization Percaya bahwa sesuatu dalam diri anda mempengaruhi hasil
(pertanyaan 1, atau sesuatu diluar anda. Skor yang rendah menunjukkan
8, 10, 12, 14) bahwa anda cenderung menyalahkan diri sendiri dalam
setiap hal buruk yang terjadi, daripada menghubungkan
dengan factor yang lain.
Contoh:
Pesimis: saya kehilangan pekerjaan saya. Seandainya saya
pernah menjadi keryawan teladan, mereka akan menemukan
pekerjaan baru bagi saya.
Optimis: saya kehilangan pekerjaan saya. Saya telah
memberikan semua kemampuan saya, namun mereka tidak
bisa menggunakan kemampuan saya saat ini

22
Referensi

Dwitantyonov, A. Farida, H. & Dian, R. 2010. Pengaruh Pelatihan Berpikir


Positif Pada Efikasi Diri Akademik Mahasiswa (Studi Eksperimen pada
Mahasiswa Psikologi UNDIP Semarang). Jurnal Psikologi Undip Vol. 8,
No.2, 135-144 Elfiky, I. 2009. Terapi Berpikir Positif. Jakarta: Zaman

Rosma S. 2013. Pengaruh Pelatihan Berpikir Positif Untuk Menurunkan


Kecemasan Pada Mahasiswa Yang Sedang Menempuh Skripsi. Jurnal
Psikologi Undip Vol. 2, No.1, 135-144.

Seligman., dkk. 2005. Positive Psychology Progress: Empirical Validation of


Interventions. Diadaptasi Pada: 10 Mei 2009. Journal of American
Psychologist. Vol. 60, No. 5, 410-421.

Stuart, Gail W. (2009). Principle and practice of psychiatric nursing (9th


edition). St. Louis: Mosby Year Book

Varcarolis, E.M, Carson, V. B, Shoemaker, N. C. (2006). Foundation of


psychiatric mental health nursing. 6th ed. St. Louis: WB Saunders
Company

23
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
THOUGHT AWARENESS, RATIONAL THINKING, dan POSITIF
THINKING

~ Amelia, Fajri, Gati, Zakiyah ~

A. Pendahuluan
Secara umum stress dapat dialami oleh siapa saja. Ketika seseorang
mengalami stress, yang terpikir adalah tuntutan terhadapnya terlalu
tinggi melebihi batas kemampuan pribadi dan sumber daya yang
dimiliki. Ketika seseorang mengalami stress, ia merasa terancam, dan
menilai diri apakah mampu untuk melewatinya. Stress yang dialami
bergantung pada bagaimana penilaian mereka tentang situasi yang
dialami.
Persepsi memegang peranan penting terhadap tingkat stress yang
dialami, baik secara fisik, sosial, atau karir. Stress dan emosi
merupakan bagian dari sistim peringatan dini yang mengingatkan kita
tentang adanya ancaman dari situasi yang dialami. Stress dapat
menimbulkan rasa tidak bahagia, dan menurunkan rasa percaya diri.
Ada beberapa teknik manajemen stress yang dapat dilakukan dalam
rangka mengelola stress yang sering dialami, diantaranya melalui
teknik; Kesadaran berpikir (Thought awareness), Berpikir rasional
(Rational Thinking), dan Berpikir Positif (Positive Thinking).

B. Pengertian
1. Kesadaran berpikir (Thought awareness)
Thought awareness adalah proses dimana individu mengobservasi
dan menyadari tentang apa yang ada dalam pikiran di kepalanya.
Thought awareness merupakan langkah pertama dalam proses

24
manajemen pikiran negative yang disebabkan karena individu tidak
dapat mengatur pikiran negatif yang tidak disadarinya. Melalui
pendekatan Thought awareness, individu dapat mengobservasi
kesadarannya terkait dengan pikiran tentang situasi yang membuat
stress, bukan malah menekan pikiran tersebut: membiarkan pikiran
saat pikiran tersebut ada di kepala, dan menuliskan pikiran tersebut
dalam lembaran kerja. Pendekatan umum lainnya untuk kesadaran
berpikir adalah dengan Stress Diary. Salah satu manfaat
menggunakan Stress Diary adalah dalam satu atau dua minggu kita
melakukan log semua hal yang tidak menyenangkan dalam hidup
kita yang menyebabkan stress. Diary ini akan menampung pikiran
negatif dan rasa cemas, pengalaman yang tidak menyenangkan,
dan situasi yang kita anggap negatif. Dengan melakukan logging
pikiran negatif dalam periode tertentu, kita dapat melihat pola
pikiran negatif yang kita miliki. Ketika kita menganalisa diary kita
pada akhir periode kita dapat melihat pikiran yang paling umum
dan paling merusak. Kita dapat melakukan hal ini sebagai prioritas.

2. Berpikir rasional (Rational Thinking)


Langkah kedua untuk mengontrol pikiran negatif adalah dengan
melawan pikiran negative yang telah teridentifikasi sebelumnya
melalui teknik thought awareness. Teknik yang dilakukan adalah
dengan melihat setiap pikiran yang sudah ditulis dan alasan untuk
melawannya. Tanyakan pada diri sendiri apakah pikiran tersebut
masuk akal dan dapatkah hal tersebut bertahan sebagai
perlindungan diri. Dengan menganalisa Stress Diary
memungkinkan kita untuk mengidentifikasi seberapa sering pikiran
negatif muncul. Perasaan-perasaan negatif yang biasanya sering
muncul, seperti : Perasaan tidak mampu, khawatir bahwa pekerjaan

25
yang dilakukan tidak cukup baik, rasa cemas akan hal-hal diluar
kontrol yang dapat merusak usaha yang dilakukan, atau khawatir
tentang reaksi orang lain terhadap pekerjaan yang dilakukan.
Berpikir rasional dapat dimulai dengan langkah-langkah berikut
ini:
a. Perasaan tidak mampu, untuk perasaan ini kita dapat berpikir
apakah kita dilatih dan dididik cukup baik untuk melakukan
pekerjaan kita? Apakah kita memiliki pengalaman dan sumber
daya yang kita butuhkan? Apakah kita memiliki rencana,
persiapan, dan pelatihan yang sesuai? Jika kita telah melakukan
semuanya, maka kita sudah melakukan apa yang seharusnya
dilakukan. Bila masih ada perasaan khawatir, berarti kita
menetapkan standar yang terlalu tinggi/sulit dijangkau untuk
melakukan pekerjaan tersebut.
b. Khawatir tentang penampilan diri, untuk kekhawatiran seperti
ini kita dapat berpikir tentang apakah kita memiliki pelatihan
sehingga orang dapat berpikir bahwa pelatihan tersebut
diperlukan untuk pekerjaan yang kita lakukan? Apakah kita
memiliki perencanaan yang tepat? Apakah kita memiliki
informasi dan sumber daya yang kita butuhkan? Apakah kita
memiliki cukup waktu dan dukungan dari tim? apakah kita
sudah memiliki persiapan yang sesuai? Jika kita belum
memiliki persiapan, maka kita perlu melakukan hal ini dengan
cepat. Bila kita sudah melakukan semua persiapan, maka kita
berada pada posisi dimana kita dapat menunjukkan kinerja yang
terbaik.
c. Masalah dengan hal-hal di luar kontrol diri, untuk masalah ini
kita dapat berpikir tentang apakah kita memiliki rencana
kemungkinan lain dari rencana utama yang kita miliki?apakah

26
kita sudah memikirkan dan mengelola semua kemungkinan
resiko yang terjadi? Jika sudah, berarti kita siap untuk
menangani kemungkinan masalah lain yang terjadi di luar
rencana utama.
d. Khawatir tentang reaksi orang lain terhadap kita, untuk
kekhawatiran seperti ini kita dapat berpikir tentang hal: bila kita
sudah memiliki persiapan yang baik, dan melakukan hal terbaik
yang dapat kita lakukan, maka kita perlu ketahui hal tersebut
(bahwa kita memang benar-benar dapat melakukannya). Bila
kita mampu menunjukkan kemampuan kita maka orang lain
yang baik cenderung akan merespon dengan baik. Bila ada
orang lain yang tidak baik dan menilai kita tidak cukup baik,
maka kita perlu sadari bahwa hal tersebut di luar kendali kita.
Ada beberapa tips yang dapat dilakukan dalam rangka berpikir
rasional; Pertama, jangan membuat kesalahan dengan
mengeneralisir satu kejadian. Kita membuat kesalahan di tempat
kerja, tapi bukan berarti kita buruk pada pekerjaan kita. Demikian
juga, kita harus memiliki pandangan yang cukup tentang kejadian
yang menimbulkan stress. Bukan berarti karena kita stress dengan
tanggung jawab kita yang baru lalu kita akan selalu stress ke
depannya. Pikiran terbaik adalah mengutamakan komentar orang
lain. Tulis respon rasional kita pada setiap pikiran negatif dalam
kolom Rational Thought pada lembar kerja. Kedua, bila kita
merasakan kesulitan untuk melihat pikiran negatif secara obyektif,
bayangkan bahwa kita adalah teman terbaik, pelatih atau mentor
yang dihormati. Lihat daftar pikiran negative. Bayangkan bahwa
pikiran negative ditulis oleh seseorang yang sedang memberikan
nasehat kepada kita, dan berpikir bagaimana cara kita melawan
pikiran-pikiran negatif tersebut.

27
Bila kita melawan rasional pikiran negatif, kita dapat melihat
dengan cepat pikiran yang salah, atau substansi yang salah dari
pikiran tersebut. Bila ada beberapa substansi, segera ambil
tindakan yang tepat. Dalam kasus ini, berpikir negatif telah
memberikan peringatan dini tentang tindakan yang perlu
dilakukan.

3. Berpikir Positif dan Mencari Peluang


Ketika kita melakukan Berpikir Rasional untuk melawan pikiran
negatif yang tidak benar, hal tersebut berguna untuk persiapan
berpikir positif dan afirmasi untuk melawan pikiran negatif.
Berpikir positif juga berguna untuk melihat situasi dan peluang
yang ada dari pikiran tersebut. Afirmasi dilakukan untuk
membangun rasa percaya diri. Dengan berdasar pada afirmasi yang
jelas, penilaian rasional terhadap fakta-fakta tentang berpikir
rasional, membantu kita merubah pikiran negative yang merusak
rasa percaya diri. Afirmasi akan lebih kuat bila dinyatakan dalam
kalimat present tense karena dianggap memiliki kekuatan secara
emosional.

C. Tujuan
Thought awareness, Rational Thinking, dan Positive Thinking
memiliki tujuan untuk merubah pikiran negatif atau persepsi yang
tidak tepat menjadi pikiran positif melalui proses menyadari pikiran
rasional.

D. Teknik Pelaksanaan
Pertama
1. Ambil sebuah kertas kosong dan buat tiga kolom.

28
2. Pada kolom pertama tuliskan setiap pemikiran negatif yang anda
miliki baik itu pemikiran yang telah anda alami atau pemikiran
tentang anda sekarang atau masa depan (kemampuan, dll)
3. Pada kolom kedua tuliskan setiap tantangan rasional dari pemikiran
negatif yang sudah anda tulis di kolom pertama.
4. Pada kolom kedua minta orang lain untuk membantu anda
membuat tantangan rasional agar menghindari subyektifitas dari
anda. (Bila anda menginginkan)
5. Pada kolom ketiga tuliskan afirmasi dari setiap pemikiran negatif
dalam bentuk kalimat present tense.
6. Gunakan afirmasi yang telah anda buat. Katakan berulang – ulang
atau ketika pikiran negatif mulai muncul.

Kedua
1. Ambil sebuah buku “stress diary”
2. Isi tanggal dan waktu pada lembaran stress diary
3. Tulis pengalam stress anda yang baru anda alami
4. Tulis perasaan bahagia anda (-10 bila pernah bahagia),(+10 bila
saat ini bahagia). Tulis perasaan yang anda alami.
5. Tulis bagaimana kemampuan kerja anda saat ini (skala 0-10);
0= tidak efektif, 10= efektifitas terbesar yang pernah dicapai)
6. Tulis penyebab stress (jujur dan seobyektif mungkin)
7. Tulis gejala yang anda rasakan (misal: rasa tidak enak di perut,
sakit kepala, telapak tangan berkeringat, dan sebagainya)
8. Tulis bagaimana anda menangani satu kegiatan, bagaimana
reaksi anda, apakah anda melakukan hal-hal buruk.

29
Analisa Diary:
Setelah beberapa hari, analisa diary anda dan lakukan tindakan.
1. Lihat adanya perbedaan tekanan yang anda alami saat anda
menuliskannya ke dalam diary. Lihat tekanan yang paling
sering dialami dan orang-orang yang paling tidak
menyenangkan.
2. Mulailah mengambil tindakan pada tekanan yang paling
mempengaruhi anda, bagaimana anda menilainya, dan apa
penyebabnya. Apakah masalah yang anda sorot perlu
diperbaiki?
3. Bila iya, buat daftar penyelesaiannya.
4. Tulis bagaimana perasaan anda ketika tekanan yang anda
rasakan berkurang, eksplorasi bagaimana hal tersebut
mempengaruhi kebahagiaan dan efektifitas anda dalam bekerja
Setelah menganalisa stress diary , pahami apa sumber stress yang
paling utama dan paling sering dalam hidup anda, hargai perasaan
bahagia ynag anda alami. Ketahui jenis situasi yang menyebabkan
stress, sehingga dapat mempersiapkan diri untuk mengatasinya
dengan baik.

Referensi
- http://www.mindtools.com/pages/article/new/TCS_87 .htm ,
Perception based strategic: Thought awareness, Rational
Thinking, and Positive Thinking, diakses 24 Maret 2014.

30
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN

RESTRUKTURISASI KOGNITIF

~ Buntar Handayani, Giur Harigiana, Ir aOcktavia, M. Ari A, Yuni Sandra~

1. Pendahuluan
Restrukturisasi kognitif mengajarkan bagaimana mengenali pikiran-pikiran
yang menyimpang dan menggantinya dengan yang realistis. Dalam
kehidupan manusia sering mengalami kondisi stress, karena stress
merupakan fenomena kehidupan yang tidak bisa dihindarkan dalam
kehidupan sehari-hari. Stress dapat menyebabkan reaksi berantai dari
pikiran-pikiran yang dimulai dengan hal yang kecil, masalah yang sederhana
dan mengarah ke kecemasan berat dan panik.
Pada kenyataannya manusia bekerja dari waktu ke waktu, seiring
berjalannya waktu sering muncul pikiran-pikiran yang tidak rasional yang
dapat menyebabkan stress. Dengan restrukturisasi kognitif, anda dapat
belajar untuk mengontrol pikiran-pikiran, dan tidak hanya tetap positif, tapi
harus realistis juga.
Restrukturisasi kognitif terdiri dari enam tahap yaitu: Kenali munculnya
prediksi-prediksi negative yang muncul dalam kurun satu waktu minggu
kebelakang, Cari Pikiran yang paling akurat (track the accuracy of a
thought), Lakukan pengetesan terhadap perilaku berfikir (behaviourly testing
your thought), Evaluasi setiap fikiran negative yang muncul kemudian cari
bukti nyata tentang hal tersebut, MindFulness Meditation, dan Self
Comparison.

2. Definisi
Cognitive restructuring atau disebut juga cognitive reframing, merupakan
teknik inti dari terapi kognitif perilaku atau cognitive behavior therapy

31
(CBT). Restrukturisasi kognitif adalah teknik untuk menata kembali pikiran
yang menyebabkan timbulnya stres, perasaan tidak bahagia dan suasana hati
serta pemikiran negatif yang tidak perlu menjadi pikiran yang positif.
Restrukturisasi kognitif dapat membantu kita mengubah suasana hati
sehingga kita bisa mendekati situasi dalam kerangka berpikir positif.
Restrukturisasi kognitif juga melatih untuk berfikir dengan cara yang
berbeda, mengubah dasar pemikiran yang salah, dan menggantinya dengan
yang lebih rasional, dan realistis.

3. Tujuan
Restrukturisasi kognitif baik diterapkan untuk menangani masalah
kecemasan atau depresi. Ketika seseorang mampu mengubah pikirannya,
mereka dapat melakukan pendekatan pada kehidupan sehari-hari dan
masalah mereka dengan lebih banyak energi dan kepercayaan diri. Ini
disebabkan karena stress, kecemasan dan pemikiran irasional memiliki
dampak besar pada kehidupan sehari-hari.pikiran negatif atau ketakutan
dapat menjadi penyebab depresi, kecemasan atau perilaku menghindar.
Restrukturisasi kognitif membantu seseorang untuk belajar berfikir,
bertindak yang berbeda. Beberapa tujuan restrukturisasi kognitif antara lain:
a. Agar klien terampil dalam mengenali dan mengamati sejauhmana pikiran
dan perasaan saat ini
b. Mengubah cara berfikir klien yang salah
c. Belajar tentang proses pembuatan keputusan
d. Agar klien dapat mengevaluasi tingkah laku yang negatif menjadi positif

4. Teknik Pelaksanaan
a. Berdasarkan Stuart 2013,
1) Mengenali pikiran dan perasaan (monitoring Thought dan feeling)
2) Bertanya mengenai kenyataan tentang yg dipikirkan

32
3) Memilih kemungkinan alternative penyelesaian
4) Decatastrophizing, teknik “apa-jika”
5) Reframing
6) Tought stoping
b. Alice Boyes, Ph.D, menjelaskan dalam melakukan cognitive
reconstructing terdapat enam tahapan, yaitu;
1) Kenali prediksi-prediksi negative yang muncul dalam kurun waktu
satu minggu kebelakang;
- Contoh : dalam pemikiran anda muncul prediksi “tugas/makalah
anda ajukan tidak akan diterima oleh dosen yang mengajar”.
- Jika muncul hal tersebut maka tanyakan tiga hal berikut pada diri
anda sendiri:
o Apa hal terburuk yang bisa terjadi?
o Hal yang mungkin terbaik yang bisa terjadi?
o Hal yang paling realistis?
2) Cari Pikiran yang paling akurat (track the accuracy of a thought)
Contoh: renungkan “jika saya banyak memikirkan mengenai masalah
saya, hal tersebut akan membantu saya menemukan solusinya"
- Untuk contoh tersebut, tuliskan setiap pikiran yang muncul dalam
sebuah kolom
- Kemudian catatkan pada kolom kedua mengenai solusi-solusi yang
muncul setelah anda merenung
- Pada setiap akhir pekan , tentukan persentase lama waktu yang
anda gunakan untuk merenung.
- Kemudian anda dapat menentukan berapa banyak waktu yang anda
butuhkan untuk menemukan solusi dari masalah yang ada.
3) Lakukan pengetesan terhadap perilaku berfikir (behaviourly testing
your thought)
Contohnya: “saya tidak memiliki waktu untuk istirahat”

33
- Minggu pertama lakukan kegiatan seperti biasanya, kemudian pada
setiap malam hari, berikan reating terhadap produktivitas anda (0-
10)
- Minggu ke dua, setiap 60 menit bekerja, sisihkan waktu 5 menit
untuk beristirahat.
4) Evaluasi setiap fikiran negative yang muncul kemudian cari bukti
nyata tentang hal tersebut
Contohnya: misalnya isi pikiran anda “Saya tidak pernah bias
melakukan segala sesuatunya dengan benar”.
- Buatlah dua kolom dalam kertas anda, kolom pertama isi dengan
bukti-bukti nyata (evidence) yang mendukung ide anda, bahwa
anda tidak dapat mengerjakan hal tersebut dengan benar.
- Pada kolom kedua tuliskan fakta-fakta yang menunjukan bahwa
pikiran anda tidak benar.
- Kemudian anda bandingkan hasil antara kedua kolom tersebut
untuk refleksi diri anda.
5) MindFulness Meditation
Mindfulness meditation termasuk melibatkan pemilihan metode untuk
memfokuskan fikiran kembali.
- Contohnya dengan nafas dalam, ambilah nafas dalam setiap fikiran
negatif mulai muncul.
6) Self Comparison
Self Comparison termasuk, berbicara dengan lemah lembut/penuh
kasih sayang terhadap diri sendiri, saat anda merasakan suatu
kesedihan/suatu yang membuat menderita. Kebalikan dari self critism.
- Contohnya: saat anda melakukan sesuatu yang memalukan, maka
secara naluriah anda biasanya akan mengkritik diri sendiri,
misalnya muncul kata-kata: “betapa bodohnya saya”

34
Seiring dengan berjalannya waktu, jika kita bias mengganti
kebiasaan mengkritik diri dengan self-compassion, pemikiran kita
akan berubah. Ketika kita sudah terbiasa melakukan self
compassion, maka kita akan mampu bersikap lebih ramah dan
dapat menerima orang lain dengan lebih terbuka.
c. Padesky (dalam Mindtools)
Langkah 1 : Tenangkan Diri, rileks, Jika masih dalam kondisi marah atau
stres oleh pikiran anda , anda mungkin akan merasa sulit untuk
berkonsentrasi dan menjalani terapi ini. Gunakan meditasi atau
pernapasan dalam untuk menenangkan diri jika Anda merasa sangat stres
atau marah.

Langkah 2 : Identifikasi Situasi Mulailah dengan menjelaskan situasi


yang memicu suasana hati yang negatif Anda , dan menulis ini ke dalam
kotak yang sesuai pada lembar kerja .

Langkah 3: Analisis Mood Anda ketika menghadapi situasi diatas ,


tuliskan Mood (suasana hati) anda pada kolom yang tersedia. Mood
adalah perasaan mendasar yang kita miliki, perlu diingat mood bukan
pemikiran yang muncul. Cara mudah untuk membedakan suasana hati
dan pikiran: Suasana hati dapat digambarkan dalam satu kata, sementara
pikiran yang lebih kompleks. Misalnya, "Dia meremehkan saran saya di
depan rekan-rekan kerja saya "  Pikiran , suasana hati: frustrasi ,
kemarahan , atau rasa tidak aman.

Langkah 4: Identifikasi Pikiran Otomatis Sekarang, menuliskan reaksi


alami pikiran atau "pikiran-pikiran otomatis", Anda alami ketika Anda
merasakan suasana hati yang tidak baik. contoh:
- "Mungkin kemampuan analisis saya tidak cukup baik",

35
- "Apakah aku gagal untuk mempertimbangkan hal-hal ini?"
- "Dia tidak menyukai saya karena ... "
- "Dia sangat kasar dan sombong ! "
- "Tidak ada yang suka padaku”
- " Tapi argumen saya adalah suara "
- "Ini merusak masa depan saya dengan perusahaan ini . "

Langkah 5: Identifikasi bukti-bukti objektif terhadap pikiran yang


muncul, Mengidentifikasi bukti objektif yang mendukung pikiran-pikiran
otomatis Anda .
Dalam contoh:”Dia mengidentifikasi kelemahan di salah satu argumen
saya. "

Langkah 6 : Cari Tujuan bukti-bukti objektif yang kontradiktif terhadap


pikiran yang muncul, Selanjutnya, mengidentifikasi dan menuliskan bukti
yang bertentangan dengan pikiran-pikiran otomatis.
Contoh: "Analisa teman saya terhadap ide yang saya berikan cukup
objektif dan berdasar"

Langkah 7: Identifikasi Pikiran-pikiran secara Adil dan Seimbang


Pada tahap ini, Anda telah melihat bukti-bukti objektif terhadap pikiran
kita. .:
Contoh: " Analisis saya cukup bagus, namun memiliki kelemahan "

Langkah 8 : pantau setiap perasaan yang muncul.


Anda sekarang harusnya sudah memiliki pandangan yang lebih jelas dari
sebuah situas , dan Anda cenderung untuk menemukan bahwa suasana
hati Anda telah membaik. Tuliskan bagaimana perasaan Anda

36
Selanjutnya, renungkan apa yang bisa Anda lakukan terhadap situasi yang
anda hadapi.
Kemudian, buat beberapa afirmasi positif yang dapat Anda gunakan
untuk melawan pikiran otomatis serupa di masa mendatang.

d. SAK manajemen Stress


1) Mengenalkan pada klien tentang pengertian restrukturisasi kognitif
kemudian klien mempelajari dan melatihnya.
2) Menyuruh klien mengidentifikasi pikiran-pikiran positif dan negatif
terhadap suatu situasi masalah.
3) Memperkenalkan prosedur dan cara penanggulangan stress dengan
teknik nafas dalam, imajinasi dan lain-lain.
4) Beralih dari pikiran yang merusak diri/ negatif kepada pikiran
penanggulangan positif.
5) Pengenalan dan latihan membuat pernyataan-pernyataan yang positif.
6) Perawat memberikan penguatan positif pada saat berhasil
melaksanakannya.
7) Berhenti berfikir. Teknik ini sangat baik digunakan pada saat
disfungsi pemikiran mulai muncul. Pertama kali saat pasien
mengidentifikasi pikiran tentang masalah dan membicarakan masalah
(melalui imajinasi) perawat akan berkata STOP setelah itu klien perlu
melatih hal ini sendiri.
8) Melanjutkan latihan di rumah serta ditindaklanjuti oleh perawat

5. Kesimpulan
Restrukturisasi kognitif adalah teknik untuk menata kembali pikiran yang
menyebabkan timbulnya stres, perasaan tidak bahagia dan suasana hati serta
pemikiran negatif yang tidak perlu menjadi pikiran yang positif. Beberapa
tujuan restrukturisasi kognitif antara lain: Agar klien terampil dalam

37
mengenali dan mengamati sejauhmana pikiran dan perasaan saat ini,
Mengubah cara berfikir klien yang salah, Belajar tentang proses pembuatan
keputusan dan Agar klien dapat mengevaluasi tingkah laku yang negatif
menjadi positif.
Restrukturisasi kognitif terdiri dari enam tahap yaitu: Kenali munculnya
prediksi-prediksi negative yang muncul dalam kurun satu waktu minggu
kebelakang, Cari Pikiran yang paling akurat (track the accuracy of a
thought), Lakukan pengetesan terhadap perilaku berfikir (behaviourly testing
your thought), Evaluasi setiap fikiran negative yang muncul kemudian cari
bukti nyata tentang hal tersebut, MindFulness Meditation, dan Self
Comparison.
6. Hasil Penelitian
a. Debra A. HopeÆ James A. BurnsÆ Sarah A. HayesÆ.James D.
HerbertÆ Michelle D. Warner.2010. Automatic Thoughts and
Cognitive Restructuring in Cognitive Behavioral Group Therapy
for Social Anxiety Disorder
Penelitian ini Cognitive Restructuring digunakan sebagai sesi
dalam CBGT, hasil dari penelitian menunjukan CBGT dengan
memasukan Cognitive Restructuring dapat menurunkan asietas
secara signifikan
b. María Xesús Froján-Parga, Ana Calero-Elvira* and Montserrat
Montaño-Fidalgo.2011. Study of the Socratic Method During
Cognitive Restructuring
Penelitian ini membandingkan penggunaan metode socratic dalam
pelaksanaan Cognitive Restructuring.
c. Brett J. Deacon, PhD, Tamer I. Fawzy, PhD, James J. Lickel, PhD
.2011. Cognitive Defusion Versus Cognitive Restructuring in the
Treatment of Negative Self-Referential Thoughts: An Investigation
of Process and Outcome

38
Hasil penelitian, Cognitive Restructuring lebih signifikan
dibandingkan dengan Cognitive Defusion dalam mereduksi pikiran
negatif terhadap bentuk badan (Body Image)

REFERENSI

Greenberger, Dennis, and Padesky, Cristine A. 1995. Mind Over Mood


Changing how You Feel by Changing How You think.Guildfold Press:
London

Mindtools Team, 2013. Cognitive Restructuring Reducing Stress by Changing


Your Thinking.
http://www.mindtools.com/pages/article/newTCS_81.htm

Stuart, (2013), Principles and Practice of Psychiatric Nursing, Mosby,


Philadelphia

39
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
GUIDED IMAGERY

~ Aprillia, Dini, Elsi, Joula, Kusila, Ratnawati, Sunirah ~

A. Pengertian Imagery
Stopa (2009) mendefinisikan imagery sebagai mental representasi yang
terjadi tanpa perlu masukan sensorik eksternal , yang dapat dengan
sengaja dihasilkan sendiri. Menurut Kaplan & Sadock (2010), guide
imagery adalah metode relaksasi untuk menghayalkan tempat dan
kejadian berhubungan dengan rasa relaksasi yang menyenangkan.
Representasi mental seperti bisa dalam berbagai bentuk , termasuk
gambar dari benda nyata atau orang-orang (termasuk diri) dan peristiwa
(nyata atau fantasi), baik bayangan yang sekarang , masa lalu atau di
masa depan (Holmes & Hackmann, 2004). Guide imagery menekankan
bahwa klien membayangkan hal hal yang nyaman dan menenangkan.
Pada penggunaannya tidak dapat memusatkan perhatian pada beberapa
hal dalam waktu yang bersamaan, sehingga klien dibimbing dalam
menfokuskan pada satu hal secara kuat, mendalam dan menyenangkan
(Brannon & Feist,2000)

B. Jenis Imagery
Berdasarkan proses sensori, imagery dibagi menjadi : imagery audio,
visual, audio-visua. Selain itu imagery seseorang juga dapat melakukan
imagery penciuman, perabaan, maupun perasa.

40
C. Tujuan
Tujuan dari guide imagery adalah memberikan respon psikofisiologis
yang kuat seperti perubahan dalam system immune (Potter &
Perry,2009).

D. Teknik Imagery (langkah-langkah)


1. Persiapan
Persiapkan lingkungan yang nyaman, tenang, bebas dari gangguan
untuk membantu klien focus pada imajisasi yang dipilihnya.
2. Kerja
a. Jelaskan rasional, tujuan, keuntungan dari teknik guide imagery.
b. Anjurkan klien memilih posisi yang bebas, nyaman, rileks.
c. Anjurkan klien untuk melonggarkan ikat pinggang, anjurkan untuk
bersandar atau terlentang, berikan perintah untuk menutup mata.
d. Untuk terapi kelompok : anjurkan kelompok memilih tempat yang
tenang, nyaman, yang dipilih sebagai objek yang di bayangkan.
e. Panggil nama klien, gunakan suara yang jelas, nada suara tenang
dan netral (untuk terapi individu)
f. Anjurkan klien nafas dalam, memalui hidung dan dikeluarkan
lewat mulut perlahan lahan sampai klien merasa rileks.
g. Dorong klien untuk membayangkan hal hal yang menyenangkan.
h. Bantu klien untuk mengidentifikasi imajinasi yang menyenangkan
dengan memimpin imajinasi tersebut.
a) Bayangkan diri Anda sedang berbaring di hamparan rumput
yang indah, dibawah pohon pinus.
b) Bayangkan pepohonan yang rindang di sekitar Anda dan suara
burung berkicau mengelilingi anda.
c) Bayangkan awan biru terhampar di langit
d) Tarik nafas dalam dan cium segarnya udara pegunungan.

41
e) Rasakan hangatnya sinar matahari di kulit Anda.
f) Rasakan melalui mulut Anda, segarnya minuman tropis yang
menyegarkan.
g) Tetap berada pada kondisi ini selama yang Anda suka.
h) Rasakan seberapa relaks dan tenang Anda.
i) Nikmati perasaan relaks ini menjalar ke seluruh tubuh Anda,
dari kepala hingga ujung kaki.
j) Rasakan seberapa jauh Anda cemas dan stres selama ini.
k) Ketika Anda siap, perlahan hitung mundur dari 10 dan buka
mata perlahan.
i. Minta klien mengekplorasi respon terhadap imajinasinya. Bila
subjek menyampaikan respon yang negative ulangi lagi untuk
menemukan respon yang positif.
3. Terminasi
a. Kaji perasaan klien setelah melakukan teknik guide imajery.
b. Anjurkan klien untuk melakukan teknik tersebut.

REFERENSI

Holmes, E. A., & Hackmann, A. (2004). Special edition of Memory: Mental


imagery and memory in psychopathology. Memory, 12.

Kaplan & Sadock (2010).Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku


Klinis,Jilid 2.Tangerang : Bina Rupa Asara Publisher

Kozier B.,Erb G.(2009). Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis,Edisi 5.Jakarta:


EGC

Lyn. Cohen. Stewar.White. Link. Palmer.Welton. (2008).Freeman Imagery


Intervention for Recovering Breast Cancer Patients: Clinical Trial of
Safety and Efficacy. Journal of the Society for Integrative Oncology, Vol
6, No 2 (Spring), 2008: pp 67-75

42
Potter P.A.,Perry A.G (2006). Fundamental Keperawatan: buku 2 Edisi
7.Jakarta: Salemba

Stopa, L. (2009). Imagery and the threatened self: An introduction. In L. Stopa


(Ed.),Imagery and the threatened self. Perspectives on mental imagery
and the self in cognitive therapy (pp. 1–14). Hove: Routledge.

43
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
AFIRMASI
Ety Nurhayati, Fitri Fujiana, Immawanti, Nurmukaromatis Saleha, Nurul Evi,
Sri Mintasih

A. Pengertian :
Afirmasi diartikan dengan penegasan atau penguatan, yang pada umumnya
dalam bentuk kalimat yang positif.
Afirmasi merupakan penguatan dalam diri sendiri melalui kalimat positif
pendek yang mencakup suatu hal yang kita inginkan atau hal-hal lain yang
ingin kita rubah dalam hidup.

B. Tujuan :
Tujuan Umum :
Bertujuan untuk mereduksi stress dengan mengubah ide -ide yang tidak
rasional menjadi ide yang rasional sehingga dapat merubah pandangan
negatif mengenai perasaan dan keinginan sesuai dengan harapan - harapan
dan tuntutan dari lingkungannya
Tujuan Khusus :
1. Mengembangkan berfikir logis mengenai diri
2. Mengembangkan dialog diri yang lebih positif dan kontruktif
3. Mengembangkan pengertian dan keyakinan yang lebih positif dan
kontruktif
4. Mengembangkan sikap yang lebih relaks
5. Meningkatkan fokus perhatian baik eksternal maupun internal
6. Meningkatkan tanggung jawab
7. Meningkatkan konsentrasi dan ketepatan dalam bertindak
8. Meningkatkan rasa percaya diri

44
C. Sasaran :
Intervensi dilakukan terhadap seseorang yang mengalami stres yang tidak
beralasan, dialog diri yang maladaptif, pengertian dan keyakinan yang salah,
otot tegang, berkeringat, jantung berdetak cepat, tangan gemetar, perhatian
menurun akibat gangguan internal, perhatian menurun akibat gangguan
eksternal, sikap terburu – buru dan kecemasan yang berlebihan dalam
intensitas tinggi.

D. Teknik Afirmasi
1. Menggunakan kata ganti orang pertama, misalnya : “saya” dan “aku”.
Maksutnya adalah afirmasi berisi tujuan, keinginan, nilai – nilai dari diri
sendiri, bukan orang lain.
2. Afirmasi ditujukan pada saat sekarang, sebab jika afirmasi dibuat dalam
masa yang akan datang, pikiran bawah sadar tidak akan menganggap
penting untuk diproses “sekarang”.
3. Membuat sebuah afirmasi yang realistis sehingga lebih dapat diterima
oleh pikiran
4. Ucapkan afirmasi dalam bentuk kalimat positif
5. Buat afirmasi yang singkat dan mudah diingat, kalimat dalam bentuk
slogan.
6. Ucapkan afirmasi anda beberapa kali sehari dan ulangi afirmasi anda
segera setelah mulai terlibat dalam pikiran negatif, sehingga pikiran positif
akan menjadi suatu rutinitas atau kebiasaan.

E. Langkah - langkah :
1. Persiapan
a. Ruangan yang tenang
b. Kursi yang nyaman
c. Alat tulis

45
2. Pelaksanaan
a. Mengidentifikasi perilaku, situasi, respon emosi dan pikiran negatif
yang mengganggu dan menyebabkan munculnya stress
b. Niatkan apa yang ingin dirubah dalam hidup, menetapkan tujuan dan
perubahan yang ingin dicapai.
c. Membuat pernyataan sederhana yang mencerminkan realitas apa
yang ingin dicapai. Kelimat pernyataan seolah – olah sudah terjadi,
bukan ingin menjadi kenyataan. Contoh : “saya merasa lebih damai
setiap hari” bukan “saya ingin merasa lebih damai”.
d. Berpikir dan berkata positif dalam keyakinan dan perasaan, ini berarti
berpikir apa yang ingin dilihat dan dialami. Misalnya dari pada
berpikir, “saya tidak ingin merasa cemas”, lebih baik gunakan “aku
merasa damai”, sebab pikiran negatif dan konsep “cemas” adalah apa
yang ingin dihindari.
e. Lakukan secara berulang – ulang dan ikuti dengan perbuatan nyata
yang realistis.

F. Evaluasi :
Evaluasi keberhasilan intervensi tersebut dilakukan setelah program
intervensi selesai dilaksanakan melalui observasi tanda/gejala stres dan
pemberian test. Intervensi dikatakan berhasil apabila mengalami penurunan
pada tanda/gejala dan skor test. Peserta yang berhasil mengikuti kegiatan
intervensi adalah peserta yang mampu mengubah afirmasi diri yang negatif
menjadi afirmasi diri yang positif dalam setiap sesi intervensi.

46
REFERENSI

Corell, et al.,. (2004). An Affirmed self and an open mind : Self-affirmation


and sensitivity to argument strenght. Journal of Exsperimental Sosial
Psychology, 40, 350-356.

Jessop, D. C., Sparks, P., Buckland, N., Harris, P. R., & Churchill, S. (2013).
Combining Self-Affirmation and Implementation Intentions: Evidence
of Detrimental Effects on Behavioral Outcomes. Annals of Behavioral
Medicine : A Publication of the Society of Behavioral Medicine.
doi:10.1007/s12160-013-9536-0

Nasional Safety Council. (2004). Manajemen stres. Jakarta : EGC

Potter and Perry (2005). Fundamental of Nursing. Jakarta : EGC

Wileman, V., Farrington, K., Chilcot, J., Norton, S., Wellsted, D. M.,
Almond, M. K., … Armitage, C. J. (2014). Evidence That Self-
Affirmation Improves Phosphate Control in Hemodialysis Patients: A
Pilot Cluster Randomized Controlled Trial. Annals of Behavioral
Medicine : A Publication of the Society of Behavioral Medicine.
doi:10.1007/s12160-014-9597-8

Steele.,CM. The psychology of self-affirmation: Sustaining the integ-rity of


the self. In: Berkowitz ,1988, ed. Advances in experimental social
psychology, vol. 21. New York: Academic;: 261-302.

47
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN

TOFFLER’S STABILITY ZONES

- Dewi, Endah, Fadli, Harun, NurulIka, NurulLaili-

1. Pengertian

Zona Stabilitas adalah sesuatu hal yang membuat kita merasa aman dan

terlindung dari hal-hal yang mengancam diri kita. Konsep Toffler“s

merupakan konsep yang sangat sederhana , zona stabilitas merupakan area

berfikir sederhana yang membuat kita lebih merasa nyaman, relaks dan

aman.

Zona Stabilitas juga merupakan perlindungan diri kita terhadap stressor dari

luar sehingga kita merasa aman dalam zona tersebut.

Zona stabilitas ini merupaka sesuatu yang tidak dapat diubah dan tidak

terbatas pada tempat, orang, objek dan ide berfikir.

2. Jenis

Jenis zona stabilitas terdiri dari orang, tempat, ide, hal-hal (harta benda), dan

organisasi.

Orang : seseorang yang berda pada zona stabilitas mustinya akan

merasakan relaks merasakan bahwa benar benar merasakan suasana tenang

dan santai .

48
Tempat: Tempat merupakan area yang membuat seseorang merasa nyaman,

baik dalam skala besar maupun kecil.

Ide : ide di sabilitas zone dapat berupa keyakinan akan nilai yang dipegang

teguh seperti nilai-nilai keagamaan, politik dan kepercayaan (

Hal-hal (harta benda): Hal-hal yang sangat disukai dan membuat

seseorang merasa lebih baik misalnya buku-buku atau benda benda pusaka

milik keluarga yang sangat disukai dan dicintai

Organisasi : Tempat favorit baik itu grub, perusahaan atau tempat lain yang

membuat orang merasa diterima.

3. Tujuan :

a. Memberikan rasa nyaman

b. Rileks

c. Memberikan rasa aman dan terlindungi

4. Alat/Media

Bukukerja/catatanhariandanalattulis

5. IdentifikasiZonaStabilitasDiri :

Untuk menentukan Zona Stabilitas dimulai dengan memikirkan dua atau

tiga pilihan untuk setiap pilihan zona stabilitas. Pilih zona stabilitas yang

dapat digunakan dan dari setiap jenis zona stabilitas dengan cara bertanya

pada diri sendiri :

49
1. Bagaimana stabilitas dari jenis zona tersebut ?

Apakah zona stabilitas tersebut terdapat kenyamanan, dan seseorang merasa

ketergantungan terhadap zona stabilitas tersebut. Misalnya: jika seseorang

bekerja di tempat tertentu, apakah tempat itu menjadi zona stabilitasnya

dengan dia meyakini bahwa teman-temannya akan selalu bersama dia dan

memberikan kenyamanan, atau bisa juga tempat itu tetap menjadi zona

stabilitas dia dengan berharap tidak akan ada perubahan pada tempat yang

membuat dia nyaman.

2. Sejauhmana kemampuan dalam mengendalikan terhadap zona

stabilitas tersebut ?

3. Apakah anda mempunyai waktu untuk mengembangkan dan

memelihara zona stabilitas tersebut?

Seseorang perlu menyediakan waktu untuk mengembangkan dan

memelihara zona stabilitas, terutama dengan orang-orang yang ada didalam

kehidupannya. Jika tidak memiliki waktu atau keinginan untuk

menyediakan waktu dan tempat dalam hubungan ini, maka mungkin yang

akan ditemukan adalah seseorang tidak akan merasa nyaman dan stabil.

4. Apakah zona stabilitas anda kokoh dan mantap dari waktu ke

waktu?

Satu-satunya hal yang pastiterjadi adalah perubahan. Seseorang ingin hal-

hal yang stabil dalam hidupnya yang tidak akan berubah dengan cepat,

tetapi pada kenyataannya adalah bahwa pada akhirnya semua akan berubah.

50
6. Menciptakan zona stabilitas dengan tim

Memiliki lingkungan kerja yang kondusif/stabil menjadi sangat penting bagi

seseorang di dalam bekerja. Anda bertanggung jawab dalam tim dan Anda

berpikir bahwa anggota tim Anda sedang berjuang menghadapi perubahan,

kemudian anda mengajarkan mereka tentang lingkungan kerja yang

stabil/kondusif dan membantu mereka dalam melalui hari-hari yang sulit

dan dalam mendapatkan semangat baru.

Strategi yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Yakinkan pada anggota tim anda bahwa sangatlah beralasan mengambil

waktu istirahat makan siang

2. Dorong pada anggota tim untuk tidak menggunakan waktu malam hari

dan akhir pecan untuk bekerja

3. Pertimbangkan untuk mengadakan pelatihan mengenai berpikir positif,

kepemimpinan dan pendelegasian

4. Pertimbangkan untuk memberikan insentif pada anggota tim anda bagi

yang berpartisipasi dalam latihan fisik

Referensi

http://www.mindtools.com/pages/articel/nem/TCS 87. htm, Stress

Management Techniques : Tofflers Stability Zones, diakses 4 Agustus 2011

51
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN

MEDITASI
-Heri Setiawan-Henny Kusumawati-Misswarti-Shensyie Wetik-

1. PENGERTIAN
Meditasi berasal dari bahasa latin ”meditatum”, dalam bahasa inggris
berarti ”to ponder”, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sama dengan
kontemplasi. Meditasi dapat didefinisikan sebagai suatu aktivitas yang
mengakibatkan hubungan erat dengan Tuhan.
Meditasi adalah menunggu. Menunggu berarti bersungguh-sungguh
membiarkan sebuah proses berlangsung secara lengkap. Seseorang yang
dapat menunggu adalah orang yang mempunyai kepercayaan dan oleh
karena itu dia mempunyai kesabaran untuk menunggu. Jadi kemampuan
untuk menunggu menggambarkan kesabaran dan kepercayaan. Meditasi
sangat membantu membersihkan pikiran kita dan meningkatkan konsentrasi.
Riset di Universitas Wisconsin menunjukkan bahwa praktik meditasi
melatih otak untuk menghasilkan lebih banyak gelombang Gamma, yang
dihasilkan saat orang merasa bahagia. Dari penelitian terungkap bahwa
meditasi bermanfaat untuk mengatasi gangguan fungsi ginjal dengan
meningkatkan produksi melatonin dan serotonin serta menurunkan hormon
stress kortisol. Selain itu, Dr Herbert Benson, seorang ahli jantung dari
Universitas Harvard adalah orang pertama yang dengan penuh keyakinan
menggabungkan pengobatan gaya barat dengan meditasi. Secara ilmiah, ia
menjelaskan manfaat-manfaat dari meditasi yang telah di praktikkan oleh
orang selama berabad-abad. Telah terbukti bahwa meditasi selama 15 menit
sama dengan kita beristirahat selama 1 jam. Bahan kimia yang ada dalam
tubuh anda benar-benar berubah selama meditasi yang membuat anda lebih
rileks dan damai.

52
Menurut sumber lain, meditasi yang dilakukan selama 20 menit sebanyak
1 atau 2 kali sehari, menunjukkan efeknya untuk menurunkan tekanan darah
dan gejala terkait stress lainnya (Davis, Eshelman, & McKay, 2008 dalam
Townsend, 2009). Hasil penelitian lain yang membandingkan efek meditasi
dengan edukasi saja pada 46 pasien dengan kecemasan, menunjukkan bahwa
pasien yang diberikan terapi meditasi menunjukkan penurunan kecemasan
secara signifikan (Stuart, 2009).
2. TUJUAN
a. Mengontrol pikiran agar dapat rileks
b. Meyakinkan diri akan kemampuan positif yang dimiliki
c. Meningkatkan kedisiplinan mental
d. Memberikan ketentraman diri
e. Memperbaiki sirkulasi darah sebagai unsur penting dalam sistem tubuh
manusia
f. Memperbaiki organ-organ tubuh dan sel tubuh agar bekerja lebih teratur
g. Menunda demensia pre senilis
h. Mampu mengatur dan mengendalikan orang lain serta memaafkannya
i. Mendekatkan diri pelaku meditasi pada Tuhan

3. LANGKAH-LANGKAH MEDITASI
a. Carilah tempat yang tenang untuk memulai meditasi
b. Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman
c. Lakukan meditasi (= kontemplasi = muhasabah), disarankan pukul 02.00-
04.00 adalah waktu optimal dalam berkonsentrasi.
d. Posisi duduk bersila di lantai atau di taman yang teduh, hening atau
dalam ruang pribadi. Silakan kedua telapak tangan diletakkan di atas
kedua paha dekat lutut. Telapak tangan kiri diletakkan di atas lutut kiri
dan telapak tangan kanan di atas lutut kanan. Kondisikan tubuh dalam
kondisi rileks, nyaman dan hilangkan keraguan dalam hati agar pikiran

53
yang dipenuhi persoalan hidup sejenak ditanggalkan dan alihkan kepada
hal-hal menyenangkan dalam khayalan.
e. Jika tidak biasa duduk bersila di lantai karena postur tubuh tidak
memungkinkan, silahkan melatih meditasi dengan cara duduk di kursi.
Sebaiknya punggung lurus dan jangan menyender. Tungkai kaki
direnggangkan dan telapak kedua kaki menapak bumi. Lutut kaki kanan
dan kiri dilemaskan membentuk sudut 90 derajat jika dilihat dari
samping. Letakkan kedua telapak tangan bertumpu pada paha kanan dan
kiri. Tetap santai dan ucapkan affirmasi pelan – pelan dalam hati atau
lewat mulut agar ditangkap alam bawah sadar. Mata mulai terpejam dan
tarik nafas melalui hidung dalam hitungan 1-2-3…s/d 8 hitungan lalu
tahan nafas di dada dalam hitungan 1-2-3…s/d 8 hitungan. Segera buang
nafas dalam delapan hitungan secara pelan-pelan melalui mulut mendesis.
Ulangi siklus tarik-tahan-buang nafas ini.
f. Bila sudah delapan kali tarik-tahan-buang nafas niatkan seluruh tubuh
mulai dari ubun-ubun kepala hingga ujung jari-jari telapak kaki menjadi
rilek serilek mungkin dan pasrahkan segala sesuatunya kehadirat Tuhan
Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bernafaslah alami selanjutnya
dengan tarik dan buang nafas melalui hidung. Tetap santai dan tidak ada
kekuatan negatif yang mampu menyentuh Anda bahkah bila Anda
berbakat dalam waktu singkat akan mencapai ketenangan bhatin. Tahan
posisi meditasi ini selama 20-30 menit. Saat meditasi, rangkaian kalimat
teduh dalam zikir ( bagi Muslim ) yang diucapkan berulang-ulang, atau
doa lain sesuai Iman dan Kepercayaan dan diiringi musik yang tenang
(musik klasik) dan suasana yang hening.

54
REFERENSI

Bahan kuliah manajemen stress. Kelas elektif, gasal 2011.

Montes, Alexandra, et all. 2013. Effectiveness of meditation on perceived stress


and mindfulness. Undergraduate Journal Psychology. The University of
Minnesota: USA
Mayo clinic staff. (2014). Meditation: a simple, fast way to reduce stress.
www.mayoclinic.com/health/meditation/HQ01070 diakses pada tanggal
22 Maret 2014
Stuart, G.W. (2009). Principles and Practices of Psychiatric Nursing. 9th ed. St.
Louis : Mosby Elsevier.
Townsend, Mary C. (2009). Psychiatric Mental Health Nursing : Concepts of
Care in Evidence-Based Practice. 6th ed. Philadelphia : F.A Davis Company.

55
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
How To be Patient

~ Laili, Maria, Windu, Zaini ~

1. Definisi
Keadaan dimana seseorang menunjukkan perilaku yang mampu
mengendalikan dirinya dan menahan respons sesuatu yang tidak
disenangi tepat ketika sesuatu itu terjadi pertama kali. Sabar dalam
bahasa Indonesia berarti : tahan menghadapi cobaan seperti tidak lekas
marah, tidak lekas putus asa dan tidak lekas patah hati.

2. Tujuan : Untuk mengatasi ketidaksabaran, karena ketidaksabaran


merupakan salah satu penyakit hati, yang seyogyanya
diantisipasi dan diterapi sejak dini.

3. Langkah-langkah Pelaksanaan
Step 1 : Kenali bentuk/kondisi yang membuat anda bersifat tidak
sabar
a. Cobalah untuk mengingat bagaimana anda bisa bersikap
marah, tuliskan kondisi–kondisi yang membuat anda marah.
b. Tentukan penyebab yang sering membuat anda bersifat tidak
sabar. Caranya: duduk rilek kemudian tentukan kondisi yang
sering membuat anda cemas, sedih atau berfikir irrasional.
c. Amati pola dari kondisi yang membuat anda tidak sabar. Kita
bisa belajar dari pengalaman yang tidak menyenangkan dan
membuat kita marah.
Step 2 :Catat pengalaman-pengalaman yang membuat anda tidak
sabar selama 1-2 minggu, penyebabnya dan hal-hal yang
berhubungan dengan ketidaksabaran yang terjadi. Buat

56
kesimpulan bahwa ada keadaan yang tidak menyebabkan stres.
Dengan cara ini, Anda akan dapat lebih mengontrol
ketidaksabaran.

Step 3 : Mengatasi ketidaksabaran


a. Lakukan tarik napas dalam sebanyak 3-5 kali
b. Kosongkan pikiran atau alihkan pikiran dari hal-hal yang
membuat ketidaksabaran
c. Lakukan breaking point
d. Abaikan masalah yang terjadi, lakukan pekerjaan diluar
kegiatan rutin

Step 4 : berfikirlah luas


a. Ingatlah kenangan-kenangan bahagia
b. Semua yang baik dalam hidup membutuhkan waktu dan
dedikasi jika menginginkan hasil yang baik.
c. Ingat polanya, suatu ketidaksabaran terjadi sehingga harus lebih
sabar.
d. Mempunyai pandangan positif dalam hidup, semua masalah
selalu ada hikmahnya

Step 5 : Melangkah Kembali


a. Perkirakan hal-hal yang tidak terduga dan berpikir realistis.
b. Istirahatkan diri. Tidak melakukan apapun dalam beberapa
menit dan cari bantuan orang lain untuk melakukan pekerjaan
Anda

57
REFRENSI:
Brent. 2012. How to be patient. http://www.wikihow.com/Be-Patient.
Diakses pada tanggal 12 Maret 2014

Manktelow, James. 2010. How to be patient.


http://www.mindtools.com/pages/article/newTCS_78.htm. Diakses
pada tanggal 12 Maret 2014

Stuart, G.W., & Laraia M.T (2005).Principles and practice ofpsychiatric


nursing, (8th ed), St. Louis: Mosby.

Varcarolis, E.M., Carson, V.B., Shoemaker, N.C. (2006). Foundations


ofpsychiatric mental health nursing: A clinical approach, (5th ed), St.
Louis: Elsevier.

58
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
Ready for a Real vacation
-Berlian N, Ellya Q, Ririn I, Sukma A-

1. Definisi
Vacation adalah suatu perjalanan khusus (a spesific trip or journey) yang
tujuannya adalah untuk rekreasi dan wisata. Orang sering mengambil
liburan selama pekan liburan, festival atau perayaan tertentu. Liburan
biasanya dilakukan bersama dengan teman-teman atau keluarga.
Persiapan sebelum melakukan liburan akan mendukung keefektifan
liburan yang akan dilakukan. Persiapan meliputi persiapan menjaga
keamanan rumah dan pekerjaan yang ditinggalkan serta mempersiapkan
kebutuhan selama liburan.

2. Tujuan
Tujuan dari vacation adalah :
1. Menurunkan stress
2. Menjaga kesehatan fisik dan mental
3. Meningkatkan kualitas tidur dan mood

3. Langkah-langkah membuat suatu vacation


Ada 12 langkah yang perlu diperhatikan saat pembuatan vacation
a. Stay Within Budget
Buat budget untuk liburan dan liburan yang dilakukan tetap dalam
budget yng direncanakan
b. Start a Vacation Fund
Buat suatuaccount/tabungan khusus untuk vacation sehingga
mempermudahkan proses administrasi vacation.
c. Find a Good Place to Stay

59
Cari suatu tempat yang baik dan menyenangkan yang dapat
menurunkan stress dengan beberapa kriteria berikut yaitu terdapat
sunshine, fresh air, play time, creativity, freedom, relaxation.
d. Consider Renting a House
Pertimbangkan menyewa rumah jika vacation dalam jangka waktu
yang lama, pilih penginapan yang membuat nyaman.
e. Stay Someplace That Has a Refrigerator and an Oven.
Pilih suatu tempat/penginapan yang mempunyai kulkas maupun oven
agar dapat menyinpan makanan yang sehat atau makanan sesuai diet
sehingga kondisi tubuh tetap fit.
f. Don’t Overindulge
Saat liburan, manjakan diri dengan makanan dan minuman akan tetapi
jangan terlalu berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan.
g. Consider Inviting Friends or Family
Ajak teman-teman atau keluarga agar liburan lebih menyenangkan.
h. Pay Attention to Seasonal Weather Patterns
Perhatikan pola cuaca agar liburan seuai cuaca yang ada.
i. Opt For Convenience
Perhatikan kenyamanan perjalanan anda, pilih akomodasi yang
membuat liburan aman dan nyaman
j. Spend More Time Planning
Jangan terburu-buru melakukan suatu vacation, buat perencanan yang
baik. Persiapkan segala sesutu yang diperlukan untuk vacation mulai
biaya, akomodasi, penginapan dan tempat yang nyaman dan
menyenangkan.
k. Make Time for Rest
Pastikan bahwa waktu vacation yang ada hanya untuk beristirahat
dan menikmati perjalanan sehingga tubuh dapat relaks.

60
l. Evaluate Life
Evaluasi vacation dan kehidupan yang dijalanai sehingga dapat
membuat perencanaan yang lebih baik lagi untuk vacation.

4. MempersiapkanKeamananRumahdanPekerjaanyang Ditinggalkan
a. Menyewa penjaga rumah dan hewan peliharaan yang bertugas untuk:
1. Mengambil surat kabar langganan
2. Menjaga kebersihan halaman rumah
3. Menyalakan dan mematikan lampu penerangan di dalam rumah
b. Membuat sistem keamanan rumah
c. Melatih setiap orang yang akan memasuki rumah saat ditinggalkan
liburan tentang cara menggunakan system keamanan rumah (termasuk
cara mengunci pintu dan jendela, melepas regulator dari tabung gas,
melepas stop contact, melewati detektor gerakan, tindakan yang harus
dilakukan jika alarm berbunyi, dan cara untuk mematikan alarm).

REFERENSI:
Tim Penyusun. 2011.BukuSakuStandarAsuhanKeperawatanTeknikManajemen
Stress. FIK UI

Mind Tools Essential Skill for An Excellent Career. Stress Management


Techniques. http://www.mindtools.com: Diperoleh tgl 24 Maret2014

Central Station Alarm Association.Are You Ready For


Vacation.www.csaaul.org: Diperolehtgl 24 Maret 2014

61
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
Surviving Busines Travel
-Norman Wijaya Gati, Zakiyah, Fajri, Amelia Susanti-

1. Pengertian
Surviving busines travel adalah membuat suatu perjalanan bisnis menjadi
menarik, sehingga menjauhkan dari stres selama perjalanan bisnis.
Perjalanan bisnis sering dilakukan dengan perasaan tidak menyenangkan.
Bagi sebagian orang, melakukan perjalanan bisnis dapat menyebabkan
kecemasan hingga berakibat pada sakit fisik, hal tersebut adalah
merupakan tanda dari stress. Kejadian pesawat yang harus tunda
keberangkatan, hambatan komunikasi yang canggung dengan rekan kerja,
pecah ban ditengah jalan, tetapi dilain pihak tugas kantor harus tetap
terselesaikan dengan atau tanpa hambatan diatas. Beberapa cara untuk
dapat menikmati perjalanan bisnis disajikan berikut :

2. Langkah:
a. Persiapkan dalam melakukan perjalanan, langkah-langkahnya yaitu:
1) Tentukan jadwal keberangkatan
2) Buat Scedule Perjalanan. meliputi awal, selama perjalanan, ketika
ditempat pertemuan dan ketika pulang dari perjalanan, hal ini
berguna untuk mengefektifkan waktu yang ada.
3) Beri tahu orang terdekat. Tinggalkan nomor telpon atau alamat
tempat pertemuan pada saudara atau keluarga, hal ini untuk
mempermudahkan apabila ada masalah-masalah penting yang perlu
dikoordinasikan.
4) Persiapkan obat. Siapkan obat-obat ringan misalnya obat flu, obat
batuk atau obat mual. Bila menderita penyakit misalnya hipertensi,

62
DM atau penyakit jantung, siapkan obat sesuai kebutuhan selama
melakukan perjalanan.
5) Persiapkan dokumen. Siapkan dokumen-dokumen yang penting,
misalnya tanda pengenal, paspor atau surat-surat penting yang
diperlukan dalam perjalan.
b. Metode untuk dapat menikmati perjalanan bisnis
1. Stay Ahead of the game
Persiapan adalah hal paling penting dalam memulai sebuah
perjalanan, begitu juga dengan perjalanan bisnis, perlu persiapan
agat tidak tertinggal pesawat, terlambat saat meeting, apabila
diperlukan buatkan double alarm. Selalu bawa tas anda agar tas
tidak tertinggal. Berfikir dengan teori “whatever can go wrong, will
go wrong”, hal tersebut akan membuat anda menikmati perjalanan
dengan rekan kerja.
2. Pack smart
Bawalah beberapa barang pribadi anda, contohnya earplug, yang
bisa digunakan saat rekan kerja sekamar anda mendengkur, atau
saat-saat anda butuh waktu sendiri untuk berdiam diri, serta
bawalah karti kredit/debit dalam saku atau dompet anda, sewaktu
waktu kartu ini dapat digunakan untuk membayar ekstra time saat
anda dan rekan kerja ingin duduk berbincang lebih lama saat
makan siang.
3. Dress the part
Saat melakukan packing barang –barang bawaan anda, pastikan
baju yang dikenakan saat itu sesuai dengan tema acara dan tempat,
misalnya saat bertemu klien atau reken sekerja di bandara pastikan
anda tidak menggunakan pakaian olahraga, tetapi pilihan rok dan
blouse bisa lebih cocok. Saat berada di hotel, jangan mengandalkan

63
pihak hotel menyediakan jubah tidur untuk anda atau bahkan untuk
rekan kerja sekamar anda, bawalah piyama sendiri.
4. Make it fun
Tidak semua area tujuan bisnis mempunyai tempat wisata pantai,
tapi bukan berarti tidak menarik, temukan hal-hal menarik disana,
anda dapat menggunakan bantuan dari situs tertentu conton
www.RoadsideAmerica.com yang akan membantu anda dalam
menemukan ho spot di wilayah yang anda tuju. Buat kegiatan
menarik dan menghibur disana, missal dengan rekan kerja
membuat foto lucu atau konyol, yakinkan pada rekan kerja anda
bahwa hal tersebut digunakan untuk memperkuat tim bukan untuk
menghibur diri atau istirahat.
5. But not too much fun
Hal diatas dilakukan, tetapi tidak berlebihan, bagaimanapun juga
ini adalah perjalanan bisnis, bukan liburan musim panas pribadi.
Tetap jaga diri dengan tidak minum alcohol berlebihan, dan tetap
ikuti semua pertemuan kantor dengan baik.
6. Keep smiling
Minta pendapat dan saran dari beberapa orang yang sering
melakukan perjalan untuk meminta beberapa tips perjalanan.
Perjalanan bisnis mungkin akan mengalami hambatan, sepertii
pesaawat yang tertunda keberangkatan, mobil sewa yang tidak
sesuai, kempes ban dan lain-lain. Bersikaplah positive, karena
sikap ini akan menular kepada rekan kerja, dengan bersikap positif
akan membuat rekan kerja anda menjadi tertarik dengan anda dan
ini mungkin bisa menjadi jembatan untuk kenaikan posisi anda .
c. Lindsey Pollak seorang millennial workplace expert menyatakan
beberapa hal yang belum disebutkan diatas

64
1. Get to the airport ridiculously early
Rasional dari trik ini adalah, bahwa bila kita memiliki tenggat
waktu yang luas/lama akan membuat stress berkurang, dengan
berkurangnya level stress kita, akan membuat emosi stabil, lebih
toleransi terhadap kemuningkinan yang tidak menyenangkan,
misalnya perubahan jadwal pesawat.
2. Bring Distraction
Bawalah barang-barang yang dapat digunakan untuk dapat
mendistraksi anda saat menunggu lamanya antrian security check,
atau menunggu jadwal saat pesawat delay. Beberapa barang yang
memungkinkan untuk dibawa meliputi, Ipad, HP, majalah, buku
teka teki silang dan beberapa snack atau mungkin hal lain kesukaan
anda yang masih ringkas untuk dibawa. Selain untuk mengalihkan
pikiran, hal ini juga bisa digunakan untuk menghemat anda, dri
pada berbelanja di dalam bandara yang mempunyai harga mahal.
3. Do everything you can to get “elite” status
Terdapat sebuah maskapai yang mempunyai kebijakan khusus,
yang menguntungkan pelanggan setelah mencapai jarak tertentu
dalam setahun, gunakan promo ini dengan sebaik mungkin
sehingga anda dapat memperoleh bonus dan melakukan
penghematan.
4. Find a Safe Heaven
Terdapat beberapa kartu kredit yang mempunyai promo gratis
untuk dapat pass ticket di lounge di bandara manapun. Anda dapat
menggunakan ini untuk beristirahat saat menunggu pesawat delay
selama berjam-jam tanpa harus berebut mencari tempat untuk dapat
duduk dan harus bertengkar dengan orang untuk dapat meluruskan
kaki anda saat beristirahat.

65
d. Tips agar perjalanan bisnis serius namun tetap fun, langkah-
langkahnya yaitu:
1) Cerdaslah dalam Mengemas Barang. Bawalah barang-barang yang
memang diperlukan, jangan terlalu banyak membawa pakaian yang
tidak perlu.
2) Istirahat yang Cukup. Ketika dalam perjalanan misalnya, didalam
mobil atau pesawat gunakan waktu untuk istirahat.
3) Memuaskan Diri. Ketika ada waktu untuk istirahat atau tidak ada
pertemuan, sediakan waktu untuk berjalan-jalan di tempat yang
dilakukan pertemuan. Sediakan waktu untuk membeli barang-
barang yang memang kita sukai yang ada di kota tempat
pertemuan.
e. Tips mengurangi stres selama perjalanan
1) Lupakan minuman yang mengandung kafein,
2) Cobalah minuman hangat, misalnya coklat hangat
3) Bawa selalu makanan favorit Anda, makanan kecil misalnya
kacang dsb
4) Berjalan-jalan, bila tiba di terminal titipkanlah barang-barang anda
ditempat penitipan, dan berjalan-jalanlah disekitar terminal.

REFERENSI:

Lindsey pollak, Hearo worship: 5 tips for surviving business air travel,
July 29, 2008
http://www.lindseypollak.com/hearo-worship-5-tips-for-surviving-
business-air-travel/
Lynze Wardle Lenio, May 29, 2012. 6 Secrets for Surviving a
Business Trip. diakses dari http://www.themuse.com/advice/6-secrets-for-
surviving-a-business-trip pada 1 maret 2014

66
Membuat Perjalanan Dinas menjadi menyenangkan, wow!
.http://rahasiadiva.com/membuat-perjalanan-dinas-menjadi-
menyenangkan-wow/

Travelling Tips. http://backpackseru.com/articles/1-latest-news/73-


travelling-tips-.html

Surviving business Travel. january 2003. By J. Alfred Companeli


ibmag.com/main/archive/surviving_business_travel_8367.aspx

67
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
PERFORMANCE PLANNING
~ Buntar Handayani, Giur Harigiana, Ir aOcktavia, M. Ari A, Yuni Sandra~

1. PENGERTIAN
Performance disebut juga dengan kinerja, Ilyas (2001) mendefinisikan
kinerja sebagai penampilan hasil karya personil baik kuantitas maupun
kualitas dalam suatu organisasi. Kinerja dapat merupakan penampilan
individu maupun kelompok kerja personil. Menurut As’ad (2003) kinerja
(job performance) adalah hasil yang dicapai oleh seseorang menurut
ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan.
Performance Planing adalah membuat daftar rencana kerja yang
digunakan untuk mempersiapkan pekerjaan.

2. TUJUAN
Meningkatkan ektifitas dan efesiensi kerja
Kriteria:
a. Semua persiapan kerja teridentifikasi
b. Kemungkinan kesalahan/ kegagalan terantisipasi
c. Pekerjaan berjalan sesuai rencana
d. Kegagalan/ kesalahan yang terjadi dapat diatasi

3. LANGKAH-LANGKAH
 Siapkan fisik dan mental sebelum melakukan pekerjaan
 Buat daftar catatan untuk persiapan kegiatan/pekerjaan dengan rinci
dan jelas.
 Siapkan dan periksa peralatan dan perbaiki atau siapkan penggantinya
bila ada yang tidak berfungsi
 Buat dan atur rute perjalanan menuju tempat pekerjaan

68
 Persiapkan paket peralatan dan bagasi selama dalam perjalanan
 Lakukan perjalanan ke lokasi kerja
 Atur/susun peralatan untuk melakukan pekerjaan
 Saat menunggu teliti kembali persiapan pekerjaan.
 Tempatkan cacatat recana pekerjaan yang telah dibuat dengan jelas
dan mudah dibaca pada tempat yang mudah untuk mendapatkan bila
sewaktu-waktu diperlukan
 Berfikir positif dan fokus pada pekerjaan
 Lakukan pekerjaan sesuai langkah-langkah yang direncanakan.
 Bekerjalah dengan antisipasi kemungkinan masalah yang terjadi
selama melakukan pekerjaan.
 Antisipasi terjadinya kegagalan saat menemukan masalah dengan:
a. Gunakan back-up peralatan atau materi cadangan.
b. Hindari resiko yang tidak perlu
c. Gunakan teknik menajemen stres yang baik
 Jika terjadi kegagala/kesalahan, gunakanlah langkah-langkah:
a. Terima kesalahan, kesalahan sudah terjadi dan tidak akan dapat
diperbaiki lagi.
b. Fakus pada pada masa kini, karena mengkhawatirkan yang sudah
terjadi tidak akan membatu.
c. Tenang, tarik nafas dalam dan gunakan teknik relaksasi yang tepat
untuk menenangkan diri.
d. Fakus pada kinerja yang normal dan baik, karena menentukan
target yang lebih baik setelah menghadapi kegagalan akan
menambah stres.

69
Referensi

As’ad, M., 2003, Psikologi Industri, Yogyakarta: Liberty

Ataya, Lama (2013) 10 Ways to Improve Your Performance at Work.


http://www.wamda.com/2013/06/10-ways-to-improve-your-performance-
at-work. diakses tanggal 08 April 2014

Ilyas, Y., 2001, Kinerja, Teori, Penilaian dan Penelitian, Jakarta: Pusat Kajian
Ekonomi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat

Mind Tools Essential Skill for An Excellent Career. Stress Management Techniques.
http://www.mindtools.com: Diperoleh tgl 4 Agustus 2011.

Performance Planning - Planning to Manage Distractions.


http://www.mindtools.com/stress/PerformanceStress/PerformancePlannin
g.htm: Diakses tanggal 11 Oktober 2011

70
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
KETERPUSATAN (CENTERING)
- Apriliani Y W, Dini kurniawati, Elsi Utami, Kusila Devi R, Joula Timisella,
Ratnawati, Sunirah-

1. Definisi
suatu teknik mengelola situasi stressful ekstreem dalam bentuk pemusatan
konsentrasi sehingga energi stress berubah menjadi energi yang positif dan
mendorong kesiapan seseorang mampu menghadapi stresful tersebut.

2.Tujuan
1.Mampu mengelola situasi stresful dengan mencipakan
ketenangan pikiran
2.Mampu mengubah energi stres menjadi konsentrasi untuk
pembentukkan energi

3.Indikasi
Klien yang mempunyai kesulitan berkonsentrasi saat menghadapi stres, klien
yang mengalami kecemasan, klien yang tidak mampu fokus saat menghadapi
stressor yang banyak, dan klien yang menghadapi stress kerja.

4.Tenik Centering
a. Tehnik Aikido
b. Tehnik Kageyama

71
a. Tehnik Centering Aikido

1) Sadarilah pernapasan Anda.


Luangkan beberapa detik untuk benar-benar fokus pada pernapasan Anda.
Tarik napas dalam-dalam ke perut Anda dan buang napas perlahan. Lakukan
ini sampai seluruh fokus Anda adalah pada pernapasan Anda dan tidak ada
yang lain lagi
2) Cari pusat Anda.
Cari pusat fisik gravitasi atau pusat kestabilan tubuh Anda untuk
Mengingatkan Anda bahwa Anda memiliki keseimbangan dan kontrol lalu
tarik nafas dalam setidaknya lima kali .
3) Melepaskan energi negatif Anda
Bayangkan semua energi negatif dalam tubuh Anda mengumpul di satu
tempat. Ini bisa menjadi bola energi yang akan anda buang atau bayangkan
anda sedang memegang balon yang berisi energy negative dan siap anda
lemparkan.
4) Visualisasikan energi ini mulai dari pusat Anda , dan bergerak ke arah mata
Anda . Saat Anda menarik napas , mengatakan "Mari . " Saat Anda
mengeluarkan napas , mengatakan " Go.

b. Tehnik Centering Kageyama


1) Memilih titik fokal
Pilihlah tempat yang nyaman. Pastikan bahwa titik fokus anda adalah di
bawah mata. Titik fokus ini membantu untuk meminimalkan gangguan &
menghindari godaan untuk terlibat dalam pemikiran otak kiri.
2) Tetapkan tujuan yang jelas
Tetapkan tujuan yang akan anda raih ketika anda berhasil melewati stressor
saat itu. Gunakan bahasa yang tegas dan deklaratif seperti ”Saya pasti bisa“,
”semua akan baik baik saja“.Hindari menggunakan kata ”tidak“ karena kata
tsb akan membentuk pikiran negatif yang menghasilkan ketakutan dan

72
keraguan. Belajarlah untuk fokus pada apa yang diinginkan bukan pada apa
yang tidak diinginkan.
3) Perhatian penuh pada bernafas
Salah satu teknik yang paling baik untuk mengatasi respons stres yaitu
bernapas diaphragmatically. Ketika stres, tubuh kita memiliki kecenderungan
untuk pernapasan dada, dangkal, dan cepat. Pernapasan diafragma paling
efisien dan kondusif untuk mengaktifkan respon sistem saraf parasimpatis
sebagai penangkal tubuh kita terhadap serangan.

4 .Lepaskan seluruh ketegangan


Pikiran negatif dan stress membuat otot kita cenderung tegang dan kaku.
Mengontrol otot dari kepala sampai kaki dan terus bernapas dalam secara
perlahan, fokuskan pada satu kelompok otot pada waktu tertertu, kemudian
lepaskan ketegangan padanapastersebut.

5 . Temukan/rasakan keterpusatan
Lokasi tertentu dalam tubuh kita dimana energi cenderung untuk berkumpul
adalah di pusat gravitasi seseorang. Jika kita pernah melihat master seni bela
diri ataupun penari maka akan ditemukan perhatian/konsentrasi, keanggunan
dan keseimbangan terlepas dari ukuran atau dimensi fisik mereka.Tidak hanya
perasaan terpusat yang sangat menenangkan dan meyakinkan, tetapi tindakan
menemukan perasaan terpusat akan menenangkan aktivitas otak kiri.

6 .Ulangi proses melalui isyarat


Kecenderungan seseorang saat stress yaitu hiperfokus pada rincian waktu
(menit). Solusi terhadap masalah ini adalah fokus terhadap isyarat otak kanan
yang pada dasarnya mengingat apa yang didengar, dirasakan atau dilihat
untuk menghasilkan kata-kata yang tepat sesuai yang diinginkan.caranya,
yaitu;

73
1) Brainstorm dan bereksperimen dengan kata-kata isyarat berupa
suara/perasaan/image. Contoh kata-kata yang digunakan seperti kuat,
tenang, mudah, mampu dll.
2) Mehindari menggunakan kata-kata, tetapi melihat diri anda melakukan
persis seperti apa yang anda inginkan.

7 .Energi langsung
Pada langkah ini, kita ada dalam kondisi mental yang lebih tenang dan
terfokus untuk melakukan yang terbaik. Anda akan menyalurkan energi
menjadi kinerja yang dinamis dan terinspirasi. Langkah ini adalah bagaimana
menggunakan energi daripada mencoba menyingkirkanya.

74
REFERENSI

Kaplan & Sadock (2010). Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku


Klinis,Jilid 2.Tangerang : Bina Rupa Asara Publisher

Kozier B.,Erb G.(2009). Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis,Edisi 5. Jakarta:


EGC

Mind Tools Essential Skill for An Excellent Career. Stress Management Techniques.
http://www.mindtools.com: Diperoleh tgl 4 Agustus 2011.

Performance Planning - Planning to Manage Distractions.


http://www.mindtools.com/stress/PerformanceStress/PerformancePlannin
g.htm: Diakses tanggal 11 Oktober 2011

Potter P.A.,Perry A.G (2006). Fundamental Keperawatan: buku 2 Edisi 7.


Jakarta: Salemba

Stopa, L. (2009). Imagery and the threatened self: An introduction. In L. Stopa


(Ed.),Imagery and the threatened self. Perspectives on mental imagery
and the self in cognitive therapy (pp. 1–14). Hove: Routledge.

Stuart, G.W. (2009). Principles and practice of: Psychiatric nursing. St. Louis:
Mosby Elsevier

Townsend, M.C. (2009). Psychiatrict mental health nursing: Concepts of care


in evidence-based practice. Philadelphia: F.A. Davis Company

75
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
PHYSICAL RELAXATION TECHNIQUES

~Immawanti, Nurul E, Ety N, Nurmukaromathis S, Sri M, Fitri F ~

1. BERNAFAS DALAM

1. Pengertian
Teknik nafas dalam merupakan salah satu metode sederhana yang
paling efektif untuk relaksasi. Nafas dalam adalah suatu metode
melakukan napas dalam, napas lambat (menahan inspirasi secara
maksimal) dan menghembuskan napas secara perlahan. Teknik ini
mudah digunakan kapan saja dan dimana saja.

2. Tujuan
1. Mengurangi kecemasan
2. Mengurangi nyeri
3. Menurunkan depresi
4. Meningkatkan self-esteem
5. Menurunkn stress dan pemulihan lebih cepat dari stres

3. Alat / Media
- Diri sendiri

4. Pelaksanaan
- Duduklah di kursi atau di lantai. Jaga punggung agar tetap lurus
- Tempatkan tangan Anda dipaha dengan telapak tangan menghadap
ke atas atau bawah. Istirahatkan kaki Anda rata di lantai jika Anda

76
sedang duduk di kursi. Silangkan pergelangan kaki atau kaki jika
Anda duduk di lantai.
- Tutup mata Anda untuk mencegah pikiran dan merasa terganggu
oleh benda luar
- Tarik nafas dalam melalui hidung selama sekitar satu menit,
sampai hitungan keempat dan amati napas Anda. Tutup mulut
Anda dan rilekskan otot-otot wajah.
- Ulangi tiga sampai lima menit

REFERENSI

 Angela, A. (2013). Deep Breathing Meditation Technique.


http://www.livestrong.com/article/342513-deep-breathing-
meditation-technique/

 Elisabeth, W., Birgitta, L., Tomas, E., Orjan, F., Goran, H., &
Arne, T. (2008). Deep-Breathing Exercises Reduce Atelectas is and
Improve Pulmonary Function After Coronary Artery By pass
Surgery. doi:10.1378/chest.128.5.3482.

 Fatima, S., Vinay, H., & Muninarayanappa, N.V. (2014).


Effectiveness Of Deep Breathing Exercise (Dbe) On The Heart
Rate Variability, Bp, Anxiety & Depression Of Patients With
Coronary Artery Disease. Nitte University, Paneer, Mangalore –
575018.

 Vargogli, L. Christina, D. (2011). Stress Management Techniques:


evidence-based procedures that reduce stress and promote health.
Vol. 5 issue 2. pp 74-89, Health Science Journa

77
2. PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION

1. Pengertian
Progressive Muscle Relaxation (PMR) merupakan salah satu teknik
untuk mengurangi stress dan kecemasan dengan merileskan otot – otot
yang menegang. Teknik ini dikembangkan oleh Edmund Jacobson
pada awal 1920 yang berpendapat bahwa karena otot yang tegang
dapat menimbulkan kecemasan, maka kecemasan tersebut dapat
dikurangi dengan merilekskan otot.

2. Tujuan
- Merilekskan otot yang tegangannya berlebihan dan otot yang tidak
perlu tegang
- Mengatasi stress
- Mengurangi kecemasan
- Mengatasi gangguan tidur atau insomnia
- Membangun emosi positif dan emosi negative
- Memperdalam relaksasi

3. Prinsip
- Tempat tenang dan posisi nyaman
- Bernapas dalam
- Berlatih secara teratur
- Seluruh tubuh vs kelompok otot tertentu
- Fokus pada pelepasan ketegangan
- Mengkombinasikan dengan teknik lain
- Latihan pada beberapa situasi yang berbeda
- Mengembangkan relaksasi

78
- Dilakukan sebelum tidur
- Tidak dianjurkan bagi penderita hipertensi

4. Alat / Media
- Diri sendiri

5. Pelaksanaan
1) Gerakan pertama untuk melatih otot tangan dengan cara
menggenggam tangan sambil membuat suatu kepalan dengan
kuat. Kemudian rileks selama 10 detik.
2) Gerakan kedua untuk melatih otot tangan bagian belakang
dengan menekuk kedua lengan kebelakang, jari-jari menghadap
ke langit-langit.
3) Gerakan ketiga untuk melatih otot-otot biceps dengan
menggenggam kedua tangan kemudian membawa kedua
kepalan kepundak.
4) Gerakan keempat untuk melatih otot-otot bahu dengan cara
mengangkat kedua bahu setinggi-tingginya sehingga menyentuh
kedua telinga
5) Gerakan kelima ditujukan untuk melemaskan otot wajah.
Gerakan untuk dahi yaitu mengerutkan dahi dan alis sampai
ototnya terasa dan kulitnya keriput.
6) Gerakan keenam ditujukan untuk mengendurkan otot mata
dengan menutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan
ketegangan disekitar mata.
7) Gerakan ketujuh untuk mengendurkan ketegangan otot rahang
dengan cara mengatupkan rahang, dengan menggigit gigi – gigi.
8) Gerakan kedelapan dilakukan untuk mengendurkan otot – otot
sekitar mulut.

79
9) Gerakan kesembilan untuk merilekskan otot-otot leher bagian
depan maupun belakang. Klien diminta menekankan kepala
pada permukaan bantalan kursi.
10) Gerakan kesepuluh untuk melatih otot leher bagian depan
dengan cara membawa kepala ke muka, lalu membenamkan
dagu ke dadanya.
11) Gerakan kesebelas untuk melatih otot-otot punggung dengan
cara mengangkat tubuh, punggung dilengkungkan, busungkan
dada selama 10 detik lalu rileks.
12) Gerakan keduabelas
Gerakan ini untuk melemaskan otot dada, klien nafas dalam dan
merasakan ketegangan di dada kemudian turun ke perut, tahan
10 detik kemudian rileks.
13) Gerakan ketigabelas
Gerkan untuk melatih otot-otot perut dengan cara menarik kuat-
kuat perut ke dalam, kemudian tahan selama 10 detik lalu rileks.
14) Gerakan terakhir
Gerakan keempatbelas melatih otot-otot paha dengan
meluruskan kedua belah telapak kaki dan dilanjutkan dengan
mengunci lutut, tahan 10 detik lalu rileks.

REFERENSI

 Davy,V., Marc, DH., Jan, K., Katrien M., Julie, R., Seppe, D.,
Sander, R & Michel, P. (2011). Effects Of Progressive Muscle
Relaxation On State Anxiety And Subjective Well-Being In People
With Schizophrenia: A Randomized Controlled Trial.doi :
10.1177/0269215510395633.

80
 Singh, V., Rao., Prem, V., Sahoo, RC & Keshav. (2009).
randomized controlled pilot study A −− Comparison of the
effectiveness of music and progressive muscle relaxation for
anxiety in COPD. Chronic Respiratory Disease 2009 6: 209. doi :
10.1177/1479972309346754.

 Vargogli, L. Christina, D. (2011). Stress Management Techniques:


evidence-based procedures that reduce stress and promote health.
Vol. 5 issue 2. pp 74-89, Health Science Journal

3. RELAXATION RESPONSE

1. Pengertian
Respons Relaksasi (The Relaxation Response) adalah cara untuk
memperoleh kondisi relaksasi atau tenang. Respons relaksasi itu
adalah respons fisiologis umum yang ditemukan pada berbagai jenis
relaksasi, meditasi dan berdoa secara sprititual.

2. Tujuan
- Menurunkan stress
- Menurunkan cemas
- Mengurangi gangguan tidur
- Mengurangi ketegangang

3. Prinsip
- Fokus utama pada pikiran
- Dalam kesadaran penuh dengan sikap pasif
- Pada situais rileks, pernafasan perut, penuh konsentrasi, mengalir
secara ritmis

81
4. Alat/ Media
- Diri sendiri

5. Pelaksanaan

- Duduk dengan tenang dsalam kondisi yang nyaman lalu pejamkan


mata
- Rilekskan otot Anda. Dimulai dari otot wajah sampai otot kaki.
- Tarik nafas dalam kemudian hembuskan secara perlahan - lahan
- Lakukan selama 10 – 20 menit. Setelah selesai, duduk perlahan selama
satu menit atau lebih, awalnya dengan mata tertutup dan kemudian
dengan mata terbuka.
- Praktikkan teknik ini satu atau dua kali setiap hari.

REFERENSI

Benson, H. (1975). The Relaxation Response. page 162 – 163.

82
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
HOW TO RELAX AFTER A HARD DAY
-Dewi, Endah, Fadli, Harun, Nurul Ika, Nurul Laili

1. Pendahuluan
Setelah seharian melakukan rutinitas pekerjaan ditempat kerja hal ini tentu bisa menyita
energy yang luar biasa, sehingga kita memerlukan waktu istirahat sejenak sebelum
memulai aktivitas esok harinya. Istirahat dalam hal ini bisa diartikan sebagai cara kita
merilekskan diri dari beban kerja yang kita lakukan seharian penuh. Sebelum kita
melakukan rileksasi ada dua prinsip yang perlu untuk kita perhatikan agar kita betul-betul
merasa bahwa sudah saatnya kita rileksasi. Prinsip yang dimaksud adalah :
a. Meninggalkan pekerjaan di tempat kerja
Pada prinsip ini dikatakan bahwa pada saat anda dirumah maka berhentilah sejenak
untuk memikirkan urusan kantor/pekerjaan. Gunakanlah waktu tersebut untuk betul-
betul istirahat. Hal yang perlu dipraktikkan setelah anda bekerja seharian dikantor
dengan rileksasi napas dalam agar kita dapat istirahat dengan baik, lebih enerjik, dan
focus sehingga keesokan harinya kita telah siap untuk menjalani aktivitas yang baru
dengan semangat.
b. Apakah bersantai itu benar-benar penting
Terkadang setelah seharian bekerja terkadang kita mengalami kesulitan untuk
beristirahat karena masih memikirkan pekerjaan dikantor. Meskipun pada saat itu kita
sudah tahu bahwa setelah dirumah seharusnya kita sudah bisa istirahat dan akibat yang
terjadi jika tidak istirahat saat itu seperti kelelahan dan bahkan stress sehingga sangat
perlu untuk kita melakukan rileksasi.
2. Pengertian
Teknik relaksasi adalah strategi terapeutik yang dapat diterima dan sering digunakan
dalam terapi psikologis, biasa digunakan pada klien dengan kecemasan (Stuart, 2009).
Relaksasi setelah mengalami hari yang berat adalah merilekskan tubuh dari ketegangan
dan tekanan dari pekerjaan atau tugas-tugas lain setelah beraktivitas yang berat. Setiap
individu memiliki cara masing-masing untuk relaksasi, ada yang merasa rileks dengan
melakukan aktivitas motorik seperti olahraga, jogging, dan latihan fisik lain. Sementara
yang lainnya merasa rileks dengan teknik pernafasan dan relaksasi otot progresif
(Townsend, 2009).

83
3. Tujuan
Untuk menurunkan ketegangan dan kecemasan.
4. Langkah-Langkah
a. Carilah posisi senyaman mungkin.
b. Nafas teratur dengan tarik nafas dalam lewat hidung keluarkan pelan-pelan lewat
mulut.
c. Rilekskan tubuh atau kendorkan otot-otot yang tegang.
d. Perubahan kondisi kesadaran (an altered state of consciousness).
e. Makna atau pengalaman relaksasi pada setiap orang dapat berbeda.
5. Cara Relaksasi setelah Seharian Bekerja
a. Mandi air hangat dengan aromatic buble (buah-buahan) bisa dengan mengunakan
berbagai aromah buah yang disukai. Sebagai alternative bisa dengan menggunakan
sabun bayi dan membuat buih atau busa. Hal ini diyakini bisa membuat pikiran jadi
rileks dan memberikan energy positif sehingga kita bisa istirahat dengan nyaman.
b. Makan-makanan kesukaaan, diyakini meningkatkan energy setelah seharian bekerja.
Jenis makanan yang dikomsumsi bisa dengan sup hangat, namun semua disesuakan
individu masing-masing.
c. Memberikan penerangan yang redup ini bisa dilakukan dengan mengganti
penerangan dengan menggunakan lilin dengan aromaterapi sehingga bisa
menyebabakan efek rileksasi. Selain itu dianjurkan tidur dengan kondisi kamar yang
gelap hal ini dikarenakan kondisi gelapnya menyebabkan hormone melatonin
diproduksi yang berperan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga begitu bangun
dalam kondisi rileks. Selain itu hormone melatonin juga berperan mencegah
terjadinya ca payudara dan ca prostat.
d. Mendengarkan musik melalui CD atau radio sesuai musik kesukaan. Music klasik
dengan volume yang sesuai merupakan salah satu pilihan yang tepat mengingat
music klasik tidak berisik, hindari penggunaan music rock,opera, punk, dan pop
kecuali jika dirasa music tersebut mampu memberikan energy.
e. Mempersiapkan tempat tidur senyaman mungkin dan sesegera mungkin agar bisa
istirahat dengan cukup dan bangun dalam kondisi fresh. Disarankan sebelum tidur
supaya suhu didalam kamar nyaman, hal ini bisa dilakukann dengan membuka
jemdela kamar beberapa saat sehingga sirkulasi udara lebih baik kemudian suhu
diatur sesuai kebutuhan.

84
f. Menonton film namun sebelumnya ddisarankan telah menyiapkan camilan dan
minuman Favorit kemudian nonton film pavorit, jika betul-betul dalam kondisi lelah
bisa dilakukan sambil nonton diatas tempat tidur, disarankan agar lama menonton
tidak lebih dari 2 jam.

REFERENSI
Anonym. www.allbusiness.com
Anonym. www.spiceworks.com.
Bahan kuliah manajemen stress. Kelas elektif, gasal 2011.
Stuart, G.W. (2009). Principles and Practices of Psychiatric Nursing. 9th ed. St. Louis
: Mosby Elsevier.
Townsend, Mary C. (2009). Psychiatric Mental Health Nursing : Concepts of Care in
Evidence-Based Practice. 6th ed. Philadelphia : F.A D
avis Company.

85
TEKNIK MANAGEMENT STRESS
ISTIRAHAT TIDUR DAN RELAKSASI
~Miswarti, Henny, Heri, Syenshie~

A. DEFINISI
Istirahat dan relaksasi adalah penghentian kerja, tenaga, atau kegiatan yang
dapat menciptakan kedamaian, kemudahan, berkurangnya gangguan,
ketenangan jiwa & emosional dan penyembuhan.
B. TUJUAN
Kemampuan rileks bertujuan untuk mengelola sress dan kecemasan secara
lebih efektif. Manfaat relaksasi diantaranya adalah Menurunkan kecemasan,
pencegahan terhadap cumulative stress, meningkatkan energy dan
konsentrasi, mengurangi masalah gangguan fisik, dan meningkatkan
kepercayaan diri (Bourne, 2000).
Istirahat dan relaksasi mengembalikan dan merevitalisasi tubuh kita. Selama
istirahat atau tidur ada pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, dan
energi adalah kekal dan disimpan. Istirahat memberikan awal yang baik, dan
membantu kita menjadi fokus dan efektif pada apa yang kita lakukan. 'The
Healthy Wellbeing'
C. PERSIAPAN
Persiapan tempat:
1. Sebuah ruang ( tertutup atau terbuka) yang memungkinkan udara bebas
keluar masuk sangat dianjurkan untuk istirahat, relaksasi dan tidur.
2. Siapkan fasilitas yang dapat mendukung untuk dapat istirahat, rileks
dan tidur (kursi yang nyaman, bantal leher yang nyaman, dll)
D. PELAKSANAAN
1. Mengambil posisi yang nyaman dan berbaring tanpa melakukan apa-
apa.

86
2. Ambil nafas dalam dengan santai dantetap pada pernafasan, rasakan
sensasi rileks di seluruh tubuh anda
3. Putar musik dengan nada yang tenang, dengarkan dan nikmati musik
dengan santai sampai anda merasa sangat rileks bahkan langsung jatuh
tertidur.
4. Bila masih belum bisa tertidur, dapat dilakukan berbagai macam teknik
relaksasi (PMR)
5. Agar dapat tertidur dengan cepat, dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut :
a. Berbaring untuk tidur hanya jika Anda mengantuk.
b. Jangan gunakan tempat tidur Anda untuk apa pun kecuali tidur ;
yaitu, tidak membaca, menonton televisi, makan, atau khawatir di
tempat tidur. Aktivitas seksual adalah satu-satunya pengecualian
untuk aturan ini. Pada kesempatan tersebut, instruksi yang harus
diikuti setelah itu, ketika Anda berniat untuk pergi tidur.
c. Jika Anda tidak bisa tertidur, sebaiknya bangun danpergi ke ruang
lain. Tetap bangun selama yang Anda inginkan dan kemudian
kembali ke kamar tidur untuk tidur apabila sudah terasa mengantuk.
Sebaiknya Anda tidak melihat jam. Ingat tujuannya adalah untuk
mengasosiasikan tempat tidur Anda dengan jatuh tertidur dengan
cepat! Jika Anda berada di tempat tidur lebih dari sekitar 10 menit
tanpa segera tertidur dan masih terbangun, Anda tidak mengikuti
instruksi ini.
d. Set alarm Anda dan bangun pada waktu yang sama setiap pagi
terlepas dari berapa banyak tidur yang Anda punya pada malam hari.
Ini akan membantu tubuh Anda mendapatkan ritme tidur yang
konsisten.
e. Jangan tidur di siang hari.

87
REFERENSI

Hamid,A.Y. Keliat,B.A.(1995) Panduan Relaksasi dan Reduksi Stress .


edisi ketiga

http://www.dartmouth.edu/~healthed/relax/

http://www.azamra.org/Heal/Parents_Guide/sleep.htm

http://healthscience.org/index.php?option=com_content&view=category
&id=72&Itemid=110

http://www.psychologymania.com/2012/05/pengertian-stress.html

http://www.washington.edu/admin/hr/benefits/publications/carelink/tipsh
eets/rest-relax.pdf NHS Choices, insomnia,

http://www.nhs.uk/Conditions/Insomnia/Pages/Treatment.aspx Accessed:
19/10/2011
Nhs Choices, Sleep and tiredness,

http://www.nhs.uk/planners/birthtofive/pages/sleepandtiredness.aspx
Accessed: 16/10/2011

Relaxation, http://heartofhealing.net/relaxation-wellness/benefits-of-
relaxation/
Accessed: 17/10/2011

88
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
Getting A Good Night’s Sleep
~ Laili, Maria, Windu, Zaini ~

1. Pengertian
Tidur berkualitas adalah kondisi tidur yang merupakan cara terbaik untuk
mendapatkan kembali energi yang telah digunakan selama seharian untuk
bekerja atau beraktivitas.
2. Tujuan
Tidur malam yang berkualitas akan membantu menghilangkan stress di pagi
hari sehingga dapat memulai hari dengan rasa segar dan penuh energi.
3. Langkah-Langkah Pelaksanaan
1. Jadwalkan tidur secara teratur
 Tetapkan waktu tidur yang teratur
 Bangun pada waktu yang sama setiap hari
 Tidur siang untuk mengganti tidur malam yang hilang
 Pertimbangkan dengan tepat mengenai tidur siang
 Melawan rasa kantuk setelah makan siang
2. Ciptakan lingkungan yang tenang
 Matikan televisi dan komputer
 Jangan membaca dari perangkat backlit pada malam hari
(seperti iPad)
 Ubah bola lampu Anda
 Pastikan ruangan yang gelap
3. Buat rutinitas tidur dengan santai
 Jauhkan dari kebisingan
 Jaga ventilasi kamar agar tetap dingin
 Pastikan tempat tidur nyaman

89
 Mandi dengan air hangat
 Dengarkan musik lembut
4. Makan sehat dan olah raga teratur
 Jauhi makan besar di malam hari
 Hindari alkohol sebelum tidur
 Kurangi kafein
 Hindari minum terlalu banyak cairan di malam hari
 Berhenti merokok
5. Identifikasi stress dan kecemasan
 Berhenti khawatir
 Lakukan manajemen stress : relaksasi, nafas dalam, visualisasi
tempat yang dapat memberikan kedamaian dan ketenangan
6. Kembali tidur ketika terbangun di malam hari
 Fokus pada perasaan dan sensasi tidur
 Lakukan relaksasi : guided imagery, nafas dalam, atau meditasi.
7. Mencari pertolongan dokter, bila
 Kantuk yang menetap di siang hari atau kelelahan
 Mendengkur keras disertai dengan henti napas
 Kesulitan tidur atau tetap tertidur
 Sering sakit kepala pagi hari
 Ketidakmampuan untuk bergerak saat tertidur atau waktu
bangun . Tertidur di waktu yang tidak tepat

Referensi

Stuart, G.W & Laraia,M.T (2005), Principles and Practice of Psychiatric


Nursing (7th edition). St. Louis: Mosby
http://www.mindtools.com/pages/article/TCS 87.htm, Stress Management
Techniques : Sleep Good Night

90
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
‘HOW SELF CONFIDENT ARE YOU ?
-Berlian Nurtyashesti. K, Ellya Qolina, Ririn Isma. S, Sukma Ayu C.K-

1. Pengertian
Percaya diri adalah perasaan positif tentang apa yang bisa kita lakukan dan
tidak mengkhawatirkan apa yang tidak bisa kita lakukan. Percaya diri
merupakan kunci vital Anda untuk meraih kesksesan dalam kehidupan
pribadi dan pekerjaan (Perry M, 2005). Ciri-ciri orang yang percaya diri
adalah lebih focus pada apa yang bisa dilakukan dan hasil positif yang akan
diraih, bukan pada apa yang tidak bisa mereka lakukan dan apa yang
mungkin salah. Sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga
dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk
melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas
perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki
dorongan prestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri
sendiri.
2. Tujuan
- Mampu menilai tingkat self confident
- Mampu mengatasi tantangan baru
- Yakin pada diri sendiri dalam situasi sulit
- Melewati batasan yang menghambat
- Menyelesaikan hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya
- Menunjukkan bakat dan kemampuann sepenuhnya
- Memberikan keberanian untuk tidk mengkhawatirkan akibat kegagalan
3. Langkah-Langkah
 Siapkan alat tulis/pensil/ballpoint
 Siapkan ceklist penilaian self confident
 Isi sesuai petunjuk

91
 Jumlahkan skor
 Lihat hasil interpretasi skor

Petunjuk Pengisian :
Setiap statement beri tanda ceklist (v).
Cara menilai :
- Skor pertanyaan nomor 1, 2, 3, 5, 6, 7, 9, 10, 12, 13, 14, dimulai dari kiri
ke kanan secara berurutan 1,2,3,4,5.
- kecuali nomor 4, 8, 11 skor dimulai dari 5, 4, 3, 2, 1 dari kiri ke kanan.
- Setelah itu jumlahkan semua nilai kemudian lihat kriteria skoring
dibawah.

Pernyataan Tidak Jaran Kadan Serin Sanga


Semu g g g t
a sering
1 Saya cenderung untuk melakukan apa
yang saya pikir hal tersebut saya
harapkan, daripada apa yang saya yakini
sebagai sesuatu yang "benar."
2 Saya menangani situasi baru dengan
relatif nyaman dan mudah.
3 Saya merasa positif dan berenergi
tentang kehidupan.
4 Jika sesuatu tampak sulit, saya
menghindari untuk melakukannya
5 Saya terus mencoba, bahkan setelah
orang lain sudah menyerah
6 Jika saya bekerja keras untuk
memecahkan masalah, saya akan
menemukan jawabannya
7 Saya mencapai tujuan yang saya
tetapkan untuk diri saya sendiri
8 Ketika saya menghadapi kesulitan, saya
merasa putus asa dan negatif
9 Saya berhubungan dengan orang-orang
yang bekerja sangat keras, dan masih
tidak mencapai tujuan mereka

92
10 Orang-orang memberi saya umpan balik
yang positif pada pekerjaan dan prestasi
saya
11 Saya perlu adanya pengalaman
keberhasilan di awal suatu proses, atau
saya tidak akan melanjutkannya
12 Ketika saya mengatasi kendala yang ada,
saya berpikir tentang pelajaran yang
telah saya pelajari
13 Saya percaya bahwa jika saya bekerja
keras, saya akan mencapai tujuan saya
14 Saya memiliki kontak dengan orang-
orang yang memiliki keterampilan dan
pengalaman serupa dengan orang-orang
yang saya anggap sukses
Total

INTERPRETASI SKOR

SKOR KOMENTAR
Anda ingin memiliki kepercayaan diri yang lebih baik lagi! Lihatlah
lebih dekat pada semua hal yang anda raih dalam hidup anda. Anda
mungkin cenderung lebih berfokus pada apa yang tidak anda miliki,
14-32 dan ini membutuhkan waktu dan perhatian dari mengenali dan
menggunakan keterampilan dan bakat. Baca artikel tips membangun
rasa percaya diri anda. (Pada SAK berikutnya : Membangun Rasa
Percaya Diri)
Anda dapat melakukan pekerjaan dengan baik dan mampu mengenali
keterampilan anda, serta percaya pada kemampuan diri. Tapi anda
sedikit terlalu keras pada diri sendiri, dan ini dapat mengganggu
33-51
anda untuk mendapatkan manfaat penuh dari pengalaman. Tinjau tips
kami untuk mengetahui bagaimana untuk meningkatkan rasa percaya
diri anda. (Pada SAK Berikutnya : Membangun Rasa Percaya Diri)

93
Excellent! Anda melakukan pekerjaan yang hebat, mampu belajar
dari setiap pengalaman, dan tidak membiarkan hambatan untuk
mempengaruhi anda. Tapi anda perlu memupuk rasa percaya diri
52-70
anda, jadi gunakan tips di SAK berikutnya : Membangun Rasa
Percaya Diri, untuk memastikan bahwa hidup Anda tetap penuh
validasi dan kesuksesan.

REFERENSI

Al Aqsari. 2005. Kunci Sukses Membangun Rasa Percaya Diri. Jakarta.


Cendikia.

Thantaway .2005. Kamus istilah Bimbingan dan Konseling. Jakarta.

Widarso, Wishnubroto. 2005. Sukses Membangun Rasa Percaya Diri.


Jakarta.Grasindo
http;//www.e-psikologi.comG;/345strategi-membangun-rasa-percaya-
diri.html (Diakses tanggal 15 September 2011).

Performance Planning-Planning to Manage Distractions.


http://www.mindtools.com/stress/PerformanceStress/PerformancePlanning.h
tm: diakses tanggal 11 Oktober 2011.

Perry, M. (2005). Confidensce Boosters Pedongkrak Kepercayaan Diri. Jakarta


: PT Gelora Aksara Pratama.

Mind Tools Essential Skill for An Excellent Career. Stress Management Techniques.
http://www.mindtools.com: Diperoleh tgl 4 Agustus 2011:

94
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN

MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI

-Fajriyati Nur Azizah, Amelia Susanti, Norman Wijaya Gati, Zakiyah-

A. Pengertian
Selfconfidence/ rasa percaya diri adalah keyakinan bahwa seseorang dapat
meraih kesuksesan dan kompeten dalam melakukan sesuatu. Hal ini berarti
seseorang percaya pada diri sendiri bahwa dirinya mampu dan mengacu
pada tugas yang spesifik serta keyakinan diri untuk mempu menjalani
kehidupan.
Building selfconfidence/ membangun rasa percaya diri adalah cara yang
digunakan oleh individu dalam meningkatkan rasa percaya diri untuk
mencapai kesuksesan.
B. Tujuan
- Meningkatkan pengetahuan tentang cara membangun kepercayaan diri
pada seseorang.
- Mengidentifikasi cara membangun kepercayaan diri
C. Langkah-langkah Pelaksanaan
1. Persiapan
a. Mengecek program terapi medik atau yang lainnya
b. Melakukan kontrak (waktu, tempat, topik)
c. Memperiapkan alat dan lingkungan yang kondusif
2. Tahap Orientasi
a. Mengucap salam terapeutik
b. Melakukan evaluasi dan validasi
c. Menjelaskan langkah tindakan
d. Menjaga privasi
3. Tahap Kerja
a. Mempersiapkan Perjalanan

95
Perjalanan yang dimaksud adalah mempersiapkan individu untuk
melakukan “perjalanan”/perubahan untuk menjadi diri yang lebih
percaya diri. Perjalanan dimulai dengan memposisikan diri bahwa
diri siap untuk melakukan “perjalanan” menuju pribadi yang lebih
percaya diri. Poin penting dalam “perjalanan” ini adalah berpikir
tujuan utama (pribadi lebih percaya diri), berpikir positif,
komitmen untuk memulai dan menyelesaikan “perjalanan” ini.
Dalam mempersiapkan untuk perjalanan, lakukan hal-hal berikut:
a. Lihat apa yang sudah dicapai

a) Tulis sepuluh hal terbaik yang pernah dicapai dalam


"Logbook Pencapaian"
No Waktu Pencapaian

a) Buat "Logbook Pencapaian" semenarik mungkin dan mudah


untuk dilihat
b) Luangkan waktu beberapa menit tiap minggunya untuk
menikmati keberhasilan yang sudah dicapai
b. Pikirkan tentang kekuatan diri

a) Gunakan teknik analisis Strength Weakness Opportunity


Threat (SWOT) untuk melihat siapa dan dimana Anda
berada (Lampiran 1)
Strength : tuliskan kekuatan yang anda miliki baik dari
dalam atau lingkungan diluar diri anda.

96
Weakness: tuliskan kelemahan yang anda miliki baik dari
dalam atau lingkungan diluar diri anda.
Opportunity :tuliskan peluang atau hal-hal yang dapat
mendukung kesuksesan yang akan anda raih
Threat: tuliskan ancaman atau hal-hal yang kemungkinan
dapat menghambat kesuksesan anda
b) Lihat "Logbook Pencapaian" Anda, dan refleksikan dalam
kehidupan anda akhir-akhir ini
b) Pikirkan apakah teman-teman Anda dapat disertakan sebagai
kekuatan atau kelemahan dari diri anda
c) Pikirkan tentang peluang dan ancaman yang Anda hadapi
d) Luangkan waktu untuk merenungi apa yang menjadi
kekuatan Anda.
c. Pikirkan hal yang penting bagi Anda, dan tujuan Anda pergi

Tuliskan tujuan akhir dan ukur keberhasilan anda dalam


melalui “perjalanan” ini. Caranya:
a) Buat tujuan dan ukuran keberhasilan hidup Anda dalam
beberapa katagori seperti karir, keuangan, pendidikan,
keluarga, perilaku, fisik, kepuasan diri dan public service
(Tabel pada akhir SAK)
b) Lakukan brainstorming dengan diri sendiri, pilih mana tujuan
yang benar-benar ingin dicapai
c) Tujuan yang ingin dicapai adalah murni dari keinginan diri
sendiri bukan orang lain
d) Buat rencana tahunan, 6bulanan, mingguan berdasar pada
tujuan yang ingin anda capai (ingat prinsip Spesific,
Measurable, Attainable, Relevant and Time/ SMART)
e) Identifikasi langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk
mencapai tujuan tersebut

97
f) Buat loogbook Goal Setting
d. Mulai kelola pikiran anda

Bangkitkan energi positif anda dan hilangkan pikiran negatif


yang dapat menghambat dan merusak kepercayaan diri
e. Berkomitmen untuk meraih kesuksesan

a) Yakin dan jangan ragu-ragu untuk melangkah dan


menggunakan kemampuan diri secara optimal untuk
mencapai tujuan
b) Jika muncul pikiran negatif dan kebingungan, tulis apa yang
menjadi hambatan dan atasi secara perlahan dan rasional.
c) Untuk mengurangi resiko, lihat analisa SWOT anda
(threat/ancaman)
b. Mengatur diri
a. Mulai dari yang kecil dan mudah
b. Identifikasi dan tingkatkan ketrampilan dan kompetensi yang
mendukung pencapaian tujuan
c. Fokus pada tujuan utama (membangun percaya diri)
Lakukan dan nikmati prosesnya. Lakukan dengan sederhana
dan jangan berfikir terlalu perfeksionis.
d. Mulai dari tujuan yang paling ringan. Buatlah setiap langkah
menjadi kebiasaan yang baik hingga tujuan benar-benar
tercapai
e. Jaga pikiran untuk tetap positif

c. Berkomitmen untuk terus berusaha mencapai tujuan.


Tahapan dimana anda menikmati keberhasilan pertama anda.
Lanjutkan pada tujuan yang lebih besar. Tingkatkan komitmen
anda dan tingkatkan terus kompetensi anda.

98
4. Tahap Terminasi
a. Mengembalikan klien dalam posisi nyaman
b. Evaluasi respon subyektif dan obyektif klien setelah terapi
dilakukan
c. Validasi kemampuan individu untuk membangun rasa percaya
dirinya
d. Rencana tindak lanjut
e. Melakukan kontrak yang akan datang (waktu, tempat, topik)
f. Penutup/ mengakhiri pertemuan
g. Dokumentasi tindakan yang sudah dilakukan dan hasil yang
dicapai

REFERENSI

Mind Tools Essential Skill for An Excellent Career. Stress Management Techniques.
http://www.mindtools.com/selfconf.html. Diperoleh 11 April 2014
RMIT Counselling Service. Building Selfconfidence,Self Esteem and Resilience.
http://mams.rmit.edu.au/elh5d4nc7sfd.pdf
Building Self-Confidence and Self Esteem
http://www.disability.co.uk/sites/default/files/resources/Building%20Confidence
%20and%20Self%20Esteem.pdf

99
LOGBOOK GOAL SETTING
Nama :
Tanggal :
Jangka Rencana Langkah yang Waktu Keterangan
Waktu dilakukan dimulai
Karir: 1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
Keuangan: 1. 1.
2. 2.
3. 3.
Pendidikan: 1. 1.
2. 2.
3. 3.
Keluarga: 1. 1.
2. 2.
3. 3.
Perilaku: 1. 1.
2. 2.
3. 3.
Fisik: 1. 1.
2. 2.
3. 3.
Kepuasan diri: 1. 1.
2. 2.
3. 3.
Public Service: 1. 1.
2. 2.
3. 3.

100
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
BOOSTING YOUR SELF ESTEEM
~ Buntar Handayani, Giur Harigiana, Ir aOcktavia, M. Ari A, Yuni Sandra~

1. PENGERTIAN
Stuart (2009), mengatakan bahwa harga diri adalah penilaian individu
terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku
memenuhi ideal dirinya.
Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri
adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa
seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat, 1999). Dapat
diartikan bahwa harga diri menggambarkan sejauhmana individu tersebut
menilai dirinya sebagai orang yang memeiliki kemampuan, keberartian,
berharga, dan kompeten. Sementara itu, Buss (1973) memberikan
pengertian harga diri sebagai penilaian individu terhadap dirinya sendiri,
yang sifatnya implisit dan tidak diverbalisasikan.

2. TUJUAN
a. Meningkatkan penerimaan diri
b. Meningkatkan rasa percaya diri

3. LANGKAH-LANGKAH
 Identifikasi kondisi atau situasi yang mengganggu. Saya, sedang
belajar
 Lakukan sesuatu pekerjaan yang mungkin pernah anda tunda. Pilih
satu lakukan.
 Lakukan sesuatu yang anda kuasai. Yang dikuasai pilih, lakukan.
 Berhenti menyalahkan diri sendiri
 Ingat semua yang telah dicapai

101
 Semua orang bisa salah.
 Ingat dan tulis semua hal positif yang telah anda capai.
 Ingat bahwa anda bisa melakukan kesalahan.

REFERENSI

Anonim (2013) Boosting Your Self Esteem. http://www.mindtools.com/stress/


PerformanceStress/BoostingYourSelfEsteem.htm. Diakses 11 April
2014

Anonim (2013) Mind Tools Essential Skill for An Excellent Career Stress
Management Techniques. http://www.mindtools.com Diakses 11 April 2014

Anonime (2011) Self-esteem: 4 steps to feel better about yourself.


http://www.mayoclinic.org/healthy-living/adult-health/in-depth/self-
esteem/art-20045374?pg=2. Diakses 11 April 2014

Anonime (2013). 7 Ways To Boost Your Self Esteem Quickly http://www.self-


confidence.co.uk/articles/7-ways-to-boost-your-self-esteem-quickly/
Diakses 11 April 2014
Stuart, G.W (2013). Principles and practice of psyhiatric nursing. (7th ed.). St.
Louis : Mosby Year B.
Workshop Keperawatan Jiwa FIK – UI, (2007). Kumpulan Terapi Individu.
Jakarta: FIK – UI (Tidak dipublikasikan)

102
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
Beating Self-Sabotage
Recognizing and Overcoming It
- April, Dini, Elsi, Devi, Joula, Ratna, Sunirah -

A. Definisi
Self-sabotage (sabotase diri, merusak atau menggagalkan diri) menurut
merupakan perilaku disadari atau tidak disadari yang dapat mengurangi
kesempatan seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam hidupnya.

B. Tujuan

1. Memahami bahwa sabotase diri terjadi bukan karena seseorang lemah,


melainkan, karena impian seseorang yang lemah.
2. Mengambil tindakan dan menggunakan teknik mengalahkan sabotase
diri untuk memperkuat daya tarik dari mimpi seseorang untuk
menghindari sabotase diri.
3. Menentukan prioritas pekerjaan sesuai dengan tujuan.
4. Mengubah lingkungan umpan balik- averse menjadi lebih jujur dan
terbuka.
5. Meningkatkan pengembangan professional kinerja individu.

C. Indikasi
1. Blame, yaitu sifat menyalahkan keadaan atau orang lain.
2. Excuse, yaitu mencari-cari alasan untuk menguatkan kegagalan.
3. Denial atau penyangkalan diri, yaitu menolak perubahan dan menerima
kenyataan bahwa memang inilah kondisi yang harus diterima.

D. Alat dan Bahan

Pengendalian diri

103
E. Pelaksanaan Therapi
1. Self-assessment (penilaian diri), yaitu mencoba menganalisa hal-hal yang

bertentangan dalam diri dan menyelidiki penyebab dan kapan konflik


muncul pertama kali.
2. External assessment (penilaian orang lain atau lingkungan sosial), yaitu

mencoba mengajukan pertanyaan untuk menggugat kepercayaan yang


salah dan lihat dari perspektif baru.
3. Absorbing the feedback (menerima umpan balik), yaitu mulai memahami

dan proses penerimaan terhadap umpan balik, saran atau solusi dari orang
lain.
4. Taking action toward change (mengambil tindakan terhadap perubahan),

yaitu individu mencoba untuk melakukan perubahan melalui tindakan


mengembangkan tujuan yang realistis, menciptakan sistem pendukung,
dan menghargai diri sendiri untuk prestasi masa depannya.

REFERENSI
Burns, D. D. (1999). The feeling good handbook. New York: A Plume Book

Eva, K. W., Armson H., Holmboe E., Lockyer J., Loney E. M.,....................
& Sargeant J. (2012). Factors influencing responsiveness to feedback:
On the interplay between fear, confidence, and reasoning processes.
Adv Health Sci Educ Theory Pract, 17 (1): 15-26. doi:
10.1007/s10459-011-9290-7

Jackman, J. M. & Strober M. H. (2003). Fear of Feedback. Harv Bus Rev,


81 (4): 101-7, 124.

Johnston, M. (2013). We have met the enemy, and it is us. Genetics,


194(4):791-2. doi: 10.1534/genetics.113.153486.

Makkar, S. R. & Grisham J. R. (2013). Effects of false feedback on affect,


cognition, behavior, and postevent processing: The mediating role of
self focused attention. Behav Ther, 44 (1): 111-24. Doi:
10.1016/j.beth.2012.07.005

104
Molen M. J., Poppelaars E. S., Van H. C. T., Harrewijn A., Gunther M. B.,
& Westenberg P. M. (2014). Fear of negative evaluation modulates
electrocortical and behavioral responses when anticipating social
evaluative feedback. Front Hum Neurosci, 21;7:936. doi:
10.3389/fnhum.2013.00936.

Ness D. E. & Groat M. (2011). How can we help masochistic inpatients not
to sabotage psychiatric treatment before it even starts?. J Psychiatr
Pract,17(2):124-8. doi: 10.1097/01.pra.0000396064.97645.b8.

Sansone R. A., Wiederman M. W., & McLean J. S. (2008). The relationship


between childhood trauma and medically self-sabotaging behaviors
among psychiatric inpatients. Int J Psychiatry Med, 38(4):469-79.

Sargeant, J., Armson H., Chesluk B., Dornan T., Eva K.,...................... &
Vleuten C. (2010). The process and dimensions of informed self-
assesment: A conceptual model. Acad Med, 85 (7): 1212-20. Doi:
10.1097/ACM.0b013e3181d85a4e.

105
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
HOW GOOD IS YOUR ANGER MANAGEMENT
Ety Nurhayati, Fitri Fujiana, Immawanti, Nurmukaromatis Saleha, Nurul Evi,
Sri Mintasih

1. Pengertian
Tingkat kemarahan yang sesuai memberikan kita energi untuk
mengambil tindakan yang tepat, memecahkan masalah, dan
menangani situasi secara konstruktif. Sehingga kita harus mengelola
kemarahan ketika agar tetap konstruktif dan tidak menjadi destruktif.
How good is your anger management? Adalah suatu metode dalam
manajemen marah dimana individu dapat mengenali pada level
manakah kemampuannya untuk mengotrol kemarahan.

2. Tujuan
a. Untuk menilai kemampuan individu dalam mengontrol marah.
b. Untuk mengukur sejauh mana individu berisiko mengalami
marah secara maladaptif.
c. Untuk mengetahui terapi yang tepat diterapkan pada tiap level
marah.

3. Alat / Media
- Diri sendiri

4. Pelaksanaan
a. Mengisi format analisa diri terkait kemampuan mengontrol
marah.
b. Menjumlah nilai yang ada di format analisa.
c. Mengklasifikasikan level kemampuan mengontrol marah.

106
Not Some Very
Statement at all Rarely times Often Often
1 I seem to get angry unexpectedly,
without really understanding why.
2 When someone makes me angry, I try
not to show my emotions, and pretend
to tolerate it.
3 When I encounter a problem, I identify
the "right" solution myself and get it
implemented as fast as possible.
4 When I'm angry, I hit something (or I
want to hit something).
5 When something frustrating happens, I
know it's not the end of the world.
6 When something really frustrates me, I
can usually see the humor in the
situation, and I laugh at myself and/or
the others involved.
7 When people make me angry, I try to
understand why they did or said what
they did.
8 I feel that I'm able to control my anger.

9 I can forgive people after they've hurt or


angered me.
10 When I feel angry, I give myself a “time
out” (I walk away to calm down).
11 I have an activity, hobby, or routine I
use to release my feelings of anger.
12 When I’m angry, I tend to focus on my
feelings and how I’ve been wronged.

REFERENSI

http://www.mindtools.com/pages/article/newTCS_97.htm. diakses
tanggal 10 April 2014.

107
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
MANAJEMEN MARAH
Apriliani Y W, Dini kurniawati, Elsi Utami, Kusila Devi R, Joula Timisella,
Ratnawati, Sunirah-

A. Pengertian
Kemarahan adalah keadaan pengalaman (emosional, fisiologis, dan kognitif) yang
berhubungan dengan motivasi dan respon perilaku tetapi juga dipisahkan dari perilaku
(Deffenbacher, 2011)
Manajemen marah adalah sebuah dasar pengetahuan yang diajarkan
untuk tujuan mengurangi atau mengendalikan gairah dan ekspresi yang berlebihan dan
mengganggu kemarahan atau kemarahan melalui panduan, dan membentuk suatu
perilaku baru yang lebih baik (Kassinove & Tafrate, 2002; Schiraldi & Kerr, 2002)

B. Tujuan
American Psychological Association dalam Josephs and McLeod (2014)
menjelaskan bahwa tujuan dari manajemen marah adalah untuk mengurangi perasaan
emosional dan gangguan fisiologis yang disebabkan oleh marah.Marah tidak dapat
dihindari, disingkirkan atau menghilangkan sumber penyebab marah, yang dipentingkan
bagaimana mengelola reaksi / respon terhadap marah tersebut. Menurut APA strategi
yang dapat di agunakan untuk mengendalikan marah adalah relaksasi , restrukturisasi
kognitif ,pemecahan masalah , komunikasi yang lebih baik, humor, mengubah
lingkungan, mengurangi up pada diri sendiri , dan latihan asertif .

C. Pelaksanaan
1. Saat anda merasakan “ tidak nyaman” terhadap seseorang atau suatu hal dan ingin
marah, katakan dengan keras “stop”

2. Tarik napas dalam

3. Mulai berhitung dari 1 sampai 20 sebelum anda berreaksi atau menjawab

4. Cari ruang yang tenang, bermeditasi selama lima menit

5. Koreksi pikiran negatif anda : apakah benar dia begini dan begini??

108
6. Ubah kedalam pikiran positif, ingat tentang hal-hal baik dalam situasi ini

7. Berempatilah, setiap orang bisa saja membuat kesalahan termasuk diri anda.

8. Berpikirlah tentang kelucuan yang akan muncul saat anda marah

9. Pikirkan bahwa hari ini merupakan hari terakhir anda hidup. Apakah hal terakhir
yang ingin ada lakukan adalah dengan marah-marah?

10. Maafkanlah dan lupakan, dan rasakan bahwa hidup anda baik-baik saja

REFERENSI

Booth, Brenda E, BSN Msed Anger Management for Nurses. Journal of Practical Nursing;
Fall 2010; 60, 3; ProQuest pg. 9
Deffenbacher, J. L. (2011). Cognitive-Behavioral Conceptualization and Treatment of
Anger. Cognitive and Behavioral Practice, 18, 212 – 221
Kassinove, H. & Tafrate, R. C. (2002). Anger management: The complete Treatment
guidebook
Lynn Santa Lucia Anger Management Scholastic Choices; Nov/Dec 2004; 20, 3; ProQuest
Research Library pg. 28
Patrick, CJ. 2013. The therapeutic expression of anger : emotionally expresive writing and
exposure . The University of Wisconsin – Milwaukee
Paul Willner,at all. (2011). for practitioners. Atascadero, CA: Impact Anger management for
people with mild to moderate learning disabilities: Study protocol for a multi-centre
cluster randomized controlled trial of a manualized intervention delivered by
dayservice staff. http://www.trialsjournal.com/content/12/1/36

109
MY STRESS DIARY….

Name : ……………

110
MY MANAGEMENT STRESS JOURNAL
Stress Result
No Date Stressor
Management

111
MY STRESS EXPERIENCES
No My Experiences What should I do nexttime

MY STRESS EXPERIENCES
No My Experiences What should I do nexttime

112
MY STRESS EXPERIENCES
No My Experiences What should I do nexttime

MY STRESS EXPERIENCES
No My Experiences What should I do nexttime

113