Anda di halaman 1dari 9

IKHTIAR HMI: MENELAAH DAMPAK POLITIK IDENTITAS TERHADAP

RUNTUHNYA NILAI PANCASILA DI ERA GLOBALISASI

OLEH

Wahyudin Nteu

Komisariat Ibnu Khaldun, Cabang Gorontalo

Wahyualfatih99@gmail.com

Abstrak

Kemajemukan bangsa indonesia merupakan sebuah kekuatan yang patut dibanggakan dan
dijadikan sebagai modal untuk kemajuan bersama. Pulau terluas dan terbesar, serta sistem
keagamaan yang majemuk, namun kemajemukan yang menjadi identitas kita sebagai bangsa
indonesia menjadi terancam oleh politik identitas yang bisa meruntuhkan nilai-nilai
pancasila sebagai ideologi bangsa. Dan juga bisa menghancurkan integritas kehidupan
beragama yang telah lama dipertahankan. Politik identitas dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara membentuk dominasi arus besar untuk sebuah kepentingan kelompok yang akan
memeras dan menyingkirkan kelompok lawan atau kelompok minoritas. Politik identitas
sangat terlihat dalam bentuk identitas agama, etnisitas, dan ideologi politik tertentu. Politik
identitas agama inilah yang paling menonjol di Indonesia, pemahaman ajaran agama yang
bersifat dogmatis menghadirkan eklusivisme dalam kelompok mayoritas yang kemudian ini
tumbuh dan menghasilkan intoleran dan permusuhan dalam kompetisi politik di negara ini.

Pendahuluan

Pancasila sebagai ideologi negara yang bermakna bahwa sila-sila dalam pancasila
nilainya merupakan ide dasar untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Sesuai
yang dicita-citakan. Negara Indonesia merupakan negara yang menganggap pancasila sebagai
ideologi terbuka dan pancasila sebagai sumber nilai. Namun hari ini pancasila terkesan tidak
lagi dijadikan sebagai “rujukan utama” dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal
ini di lihat dari berbagai faktor politik identitas, yang sering mengacu pada ras, kebangsaan
dan Agama. Di mana politik identitas kerap kali di artikam sebagai politik yang
mengedepankan relasi emosional tanpa ada pertimbangan rasionalitas. Sehingga pilihan yang
diambil lebih karena bersifat dorongan primodial. Atau pilihan yang tidak
mempertimbangkan kemanfaatan umum. Inilah kemudian menjadi tantangan besar bagi HMI
dengan munculnya bebagai aspek gerakan transnasional yang merusak tatanan kebangsaan
akibat pengaruh dari anti pancasila sudah semakin jelas muncul di negri Indonesia. Pada
dewasa ini banyaknya kasus yang menjadi ancaman ideologi seperti maraknya aksi
radikalisme mengatasnamakan agama, konflik antar umat beragama, perselisihan umat satu
dengan yang lainnya, seakan menjauhkan kita dari budya kehidupan harmonis dalam
memeluk keyakinan di indonesia.

Contohnya, “pembakaran masjid di papua” pada hari raya idul fitri tahun 2015,
kemudian “tragedi pembakaran gereja di aceh” pada tanggal 13 Oktober 2015.
Ketidaksesuaian inilah yang kemudian merusak nilai” pancasila itu sendiri. Sebagaimana
terdapat dalam pancasila sila pertama “ketuhanan yang maha esa” dapat memberikan kesan
tidak menerima adanya kemajemukan keyakinanan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Selain itu, di era kekinian tentang realitas sosial dimasyarakat bahwa banyaknya
konflik yang menjadikan agama sebagai alat kekerasan, adanya pemberitaan tentang
organisasi radikal seperti ISIS (Islamic State of Irak and Sirya), larangan beribadah oleh
pihak tertentu, dan ketidakadilan karena adanya diskriminalisasi tokoh-tokoh agama. Dari
identifikasi di atas, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mempunyai peran strategis sebagai
agen of change bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Karena pada dasarnya pancasila
memberikan pedoman hidup dalam kemajemukan keyakinan di negri ini. Terlebih diperkuat
dengan adanya pasal 29 UUD 1945 tentang kebebasan beragama, yang berbunyi:

1. Negara berdasar atas ketuhanan yang maha esa


2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya
masing-masing dan untuk beribadah menurut agamnaya dan kepercayaan itu.
Inilah gambaran bahwa indonesia mengarah pada zaman dimana kita sebagai warga
negaranya mengalami amnesia akan identitasnya sendiri, karena perananya cukup
berpengaruh di masyarakat. Maka dari itu perlu adanya suatu wadah dimana
mahasiswa dikader dan ditempa menguatkan ideologi, agar mereka mampu
mengaktualisasikan nilai”pancasila.
Himpunan Mahasiswa Islam atau disingkat HMI merupakan organisasi ekstra kampus
yang bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur. HMI merupakan
organisasi mahasiswa yang mengkader anggotanya menjadi insan akademis yang
bernafaskan islam dan mampu menjadi pencipta maupun pengabdi demi terciptanya
masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh allah swt. Organisasi ini pun
menghormati dan menjunjung tinggi pancasila sebagai ideologi bangsa yang tetap
harus dilaksanakan. Karena, islam dan pancasila disandingkan demi tercapainya
tujuan HMI.

Metode penelitian

Penelitian ini menggunakan studi pustaka dalam menghimpun informasi dari beberapa
referensi yang saya temukan. Hal ini bertujuan untuk dijadikan sebagai analisa yang bisa
dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Pembahasan

A. Pancasila sebagai sumber nilai

Pancasila sebagai dasar (filsafat) negara mengandung makna, bahwa nilai-nilai yang
gerkandung dalam pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi penyelenggaraan bernegara.
Nilai-nilai pancasila pada dasarnya adalah nilai-nilai yang sifatnya mendasar. Nilai dasar
pancasila bersifat abstrak, normative dan nilai itu menjadi motivator kegiatan dalam
penyelenggaraan bernegara.

Pancasila sebagai dasar negara. Berarti nilai-nilai pancasila menjadi pedoman


normative bagi penyelenggaraan bernegara. Konsekuensi dari rumusan demikian berarti
seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintah negara Indonesia termasuk perundang-
undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai pancasila. Penyelenggaraan bernegara
mengacu dan memiliki tolok ukur, yaitu tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan,
kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.1 Misalnya:

1. Sila petama: ketuhanan yang maha esa


Sila ketuhanan yang Maha Esa dalam pancasila pada prinsipnya menegaskan
bahwa bangsa indonesia dan setiap warga negara harus mengakui adanya Tuhan.
Oleh karena itu, setiap orang dapat menyembah Tuhan sesuai dengan
keyakinannya masng-masing. Segenap rakyat Indonesia mengamalkan dan
menjalankan agamanya dengan cara yang beradab, yakni; saling menghormati

1
Trihayu, jurnal pendidikan ke-SD-an, Vol. 1, Nomor 1 September 2014, hlm. 57
satu sama lain. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan
kepercayaannya.2
Dengan sila ketuhanan ini, ditegaskan bahwa Indonesia sebagai negara
pancasila adalah sebuah negara religius. Di negara ini tidak boleh ada sikap dan
perbuatan yang anti ketuhanan dan anti keagamaan. Di saat yang sama,
“negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamnya
masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaanya itu”.
Dengan demikian, segenap agama yang ada diindonesia mendapat tempat dan
perlakuan yang sama dari negara.

2. Sila kedua: kemanusiaan yang adil dan beradab


Sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pancasila padada prinsipnya
menegaskan, bahwa kita memiliki negara kepulauan Indonesia merdeka yang
berada pada lingkungan kekeluargaan bangsa-bangsa.
Sila ini menegaskan bahwa negara Indonesia merupakan bagian dari
kemanusiaan universal, yang dituntut mengembangkan persaudaraan dunia
berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang berkeadilan dan berkeadaban.3
Kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan kesadaran sikap dan perbuatan
manusia yang didasarkan kepada potensi akal budi dan hati nurani manusia dalam
hubungan dengan norma-norma dan kesusilaan umum, baik terhadap diri pribadi,
sesama manusia maaupun terhadap alam dan hewan. Kemanusian yang adil dan
beradab inilah merupakan akhlak mulia yang dicerminkan dalam sikap dan
perbuatan yang sesuai dengan kodrat, hakikat, dan martabat manusia.

3. Sila ketiga: persatuan indonesia


Sila persatuan Indonesia (kebangsaan Indonesia) dalam pancasila pada
prinsipnya menegaskan bahwa bangsa Indonesia merupakan negara kebangsaan.
Bangsa yang memiliki kehendak untuk bersatu. Persatuan indonesia dalam sila

2
Pimpinan MPR dan Tim kerja sosialisasi,empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, (jl. Jend. Gatot
Subroto No.6 Jakarta- 10270,) hlm. 45.

3
Ibid., hlm. 51
ketiga ini mencakup persatuan dalam arti ideologis, politik, ekonomi sosial
4
budaya dan keamanan.
Persatuan Indonesia ialah persatuan kebangsaan indonesia yang dibentuk atas
bersatunya beragam latar belakang sosial, budaya, politik, agama, suku, bangsa,
dan ideologi yang mendiami wilayah indonesia bersepakat menyatakan sebagai
satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa yang didorong untuk mencapai
kehidupan kebangsaan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan
berdaulat dengan satu bendera negara, satu bahasa negara, satu Lambang Garuda
Pancasila, serta satu lagu kebangsaan indonesia raya.

4. Sila keempat: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam


permusyawaratan/perwakilan.
Sila keempat ini pada prinsipnya menegaskan bahwa bangsa indonesia akan
terus memelihara dan mengembangkan semangat bermusyawarah untuk mencapai
mufakat dalam perwakilan. Bangsa Indonesia akan tetap memelihara dan
mengembangkan kehidupan demokrasi. Bangsa Indonesia akan memelihara serta
mengembangkan kearifan dan kebijaksanaan dalam bermusyawarah.5
Dalam kaitan ini, mohammad hatta menjelaskan bahwa, “kerakyatan yang dianut
oleh bangsa indonesia bukanlah kerakyatan yang mencari suara terbanyak saja,
tetapi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan”. Selanjutnya dikatakan, “karena itu demokrasi
indonesia bukan demokrasi liberal dan juga bukan demokrasi totaliter, karena
berkaitan dengan sila-sila pancasila lainya.

5. Sila kelima: keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia


Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia (kesjahteraan) dalam
pancasila pada prinsipnya menegaskan bahwa seyongyanya tidak akan ada
kemiskinan dalam indonesia merdeka. Bangsa indonesia bukan hanya memiliki
demokrasi politik, tetapi juga demokrasi ekonomi. Indonesia harus memiliki

4
Ibid., hlm. 62

5
Ibid., hlm. 68
keadilan politik dan keadilan ekonomi sekaligus. Indonesia harus memiliki
kehidupan yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat indonesia.6
Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dimasyarakat di segala bidang
kehidupan, baik material maupun spritual bagi seluruh rakyat indonesia. Secara
umum, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia adalah mereka setiap warga
indonesia berhak mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik,
sosial, ekonomi dan kebudayaan.

B. Implementasi pancasila sebagai dasar negara


Pancasila memiliki posisi yang bervariasi di dalam struktur negara dan bangsa
indonesia, yaitu sebagai dasar negara, ideologi nasional, pandangan hidup bangsa dan
ligatur atau pemersatu bangsa. Semua ini berbasis pada konsep nilai 4 pilar bangsa,
yakni pancasila, UUD 1945, Bhineka tunggal ika dan NKRI. 7 Sebagai konsep 4 pilar
kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan kumpulan nilai-nilai yang harus
dipahami oleh seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam kehidupan
ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa yang adil, makmur, sejahtera, dan
bermartabat. Melalui pengalaman nilai-nilai empat pilar ini, maka diharapkan dapat
mengukuhkan jiwa kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme generasi penerus
bangsa untuk semakin mencintai dan berkehendak untuk membangun negri ini.
Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut patut disyukuri dengan
cara menghargai kemajemukan yang hingga saat ini tetap dapat terus dipertahankan,
dipelihara, dan dikembangkan. Semua agama turut memperkukuhh integrasi nasional
melalui ajaran-ajaran yang menekankan rasa adil, kasih sayang, persatuan,
persaudaraan, hormat menghormati, dan kebersamaan. Selain itu nilai-nilai luhur
budaya bangsa yang dimanifestasikan melalui adat istiadat juga berperan dalam
mengikat hubungan batin setiap warga bangsa.
Bangsa dan negara republik indonesia dengan ideologi pancasila memiliki arti cita-
cita atau pandangan dalam mendukung tercapainya tujuan nasional negara indonesia.
Setiap bansa dalam melanjutkan keberadaan serta eksistensinya selalu berusaha
memelihara ideologinya agar bangsa itu tidak kehilangan identitas nasionalnya.
Karena pada dasarnya indonesia itu dibangun atas dasar moral kodrati, yang mana
6
Ibid., hlm. 79

7
Kamuli Sukarman, M.si, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, (Gorontalo: Agustus, 2013,) hlm. 31.
kita harus tunduk padanya dan wajib membela serta melaksanakan, baik dalam
susunan maupun dalam kehidupanya.

C. Pancasila dan politik identitas di indonesia


Akhir-akhir ini kita sering menyaksikan ada begitu banyak pergesekan antar satu
golongan dengan golongan yang lain. Hal itu terjadi dikarenakan kerasnya
pemahaman mereka terhadap golongan mereka masing-masing, dan ditambah dengan
kurangnya keterbukaan mereka dalam memandang golongan yang ada diluar dari
golongan mereka sendiri. Tentu hal ini sangat bertolak belakang dengan ideologi
pancasila yang kita anut sebagai dasar negara kita.
Salah satu permasalahan yang sedang dihadapi oleh indonesia akhir-akhir ini
adalah permasalahan politik identitas. Berbagai komunitas dalam masyarakat
merumuskan diri mereka sendiri dalam tema-tema kultural, seperti kesamaan agama,
bahasa, sejarah, nilai, kebiasaan dan lembaga. Jika hal tersebut dibiarkan begitu saja
tentu akan berpotensi untuk menimbulkan radikalisme.

D. Hmi dan politik identitas


Himpunan mahasiswa islam (HMI) adalah organisasi mahasiswa islam tertua di
indonesia. Berdiri di yokyakarta pada 5 februari 1947, yang HMI didirikan dengan
semangat keislaman dan keindonesiaan. Namun diera globalisasi, HMI mendapat
tantangan yang cukup berat. Karena HMI mencirikan organisasi islam, maka paling
tidak HMI mendapat tantangan dari aspek islam itu sendiri. Harus diakui, dalam
beberapa tahun belakangan ini, muncul aksi teror atas nama agama, kelompok yang
ingin mengganti ideologi bangsa, serta kelompok literalis.
Padahal jika kita lihat sejarah proses yang terjadi di indonesia, yang merdeka ini
bukanlah suatu negara yang berdiri di atas suatu golongan agama, atau suku tertentu
saja. Gagasan tentang kesatuan bangsa ini dilakukan dalam dasar negara kita, yaitu
pancasila.

E. Tantangan HMI di era globalisasi


Tantangan paling besar saat ini adalah munculnya arus gerakan transnasional yang
mulai menjalar ke indonesia. Pengaruhnya dapat segera dirasakan seperti maraknya
teror atas nama agama yang dalam dua dasawarsa terakhir kerap terjadi. Bahkan di
daerah tertentu, kelompok separatis islam kian menunjukan eksistensinya dikhalayak
publik. Tidak hanya itu, juga ada sebagian kelompok pemikiran islam yang eksklusif
(menutup diri dari upaya ijtihad). Kelompok ini umumnya menolak sistem demokrasi
dan ingin menegakkan bentuk pemerintahan model khilfah. Tak jarang model
semacam ini memberikan label kafir pada atribut-atribut demokrasi.
Munculnya kembali politik identitas ini berpotensi memecah integritas indonesia
yang sudah ditakdirkan kebhinekaanya. Tentu saja, kita berharap hadirnya pikiran-
pikiran jernih seperti diera Nurcholis Madjid dalam menjawab tantangan zaman saat
ini.

F. Ikhtiar HMI Dalam Politik Identitas


....Sejauh mana ikhtiar Hmi dalam mengatasi politik identitas di indonesia ini?. Nah
untuk persoalan kita bisa merujuk dalam buku NDP, dijelaskan pada BAB 3 bahwa
“kemerdekaan manusia dan keharusan universal”.
....Dari interpretasi penulis bahwa kemerdekaan manusia itu sifatnya menyeluruh,
menyeluruh dalam arti tidak terpecah-pecah oleh identitas ras, budaya, dan agama.
....sehingga kader HMI itu mampu menyatu dengan siapapun, tanpa melihat
perbedaan suku, ras, dan agama.
. Sehingganya ke depan, melihat persoalan politik identitas yang marak terjadi di era
globalisasi sekarang ini, maka untuk melebur itu HMI harus mampu meng-counter
paham-paham radikal yang menjurus pada terorisme, kelompok-kelompok eksklusif
yang hendak merubah Indonesia menjadi negara teokrasi serta kelompok literalis
(yang minim budaya membaca).
....Karena pada dasarnya peran dari HMI sebagai organisasi mahasiswa, organisasi
kader dan organisasi perjuangan itu selaras dengan perkembangan diatas. Artinya
dalam pandangan HMI, keislaman dan keindonesiaan telah terpadu secara utuh,
sehingga dengan mengapresiasikan keislamanya, HMI telah sekaligus menyatakan
keindonesiaanya.
....Pemikiran keislaman dan keindonesiaan HMI menjadi titik temu dengan pancasila
yakni dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Penutup
....Indonesia secara tradisional merupakan sebuah wilayah yang penduduknya sangat
beragam. Dalam soal keberagaman di dalam suatu negara, indonesia menempati
peringkat teratas dibandingkan dengan negara manapun.
....Berdirinya indonesia adalah atas dasar kesepakatan bersama golongan-golongan
yang berbeda tersebut dalam suatu nilai luhur yang disebut pancasila. Meminjam
istilah Syafi’i Ma’arif, kesadaran masa lalu adalah sebuah ‘nalar sejarah’. Indonesia
mesti berhati-hati dengan politik identitas, yang berjubah kebaikan, baik itu klaim
agama secara tekstual maupun klaim kebinekaan yang hendak menegasikan golongan-
golongan. Dua-duanya bisa berujung pada sifat fatalistik dan fasis.
....Politik identitas merupakan tindakan politik yang mengedepankan kelompok-
kelompoknya yang memiliki kesamaan etnis, ras, suku, agama dan budaya untuk
mencapai sebuah kekuasaan.

Daftar pustaka

Trihayu, jurnal pendidikan ke-SD-an, Vol. 1, Nomor 1 September 2014, hlm. 57

Pimpinan MPR dan Tim kerja sosialisasi,empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,
(jl. Jend. Gatot Subroto No.6 Jakarta- 10270,) hlm. 45.

Sukirman kamuli, M.si, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, (Gorontalo: Agustus,


2013,) hlm. 31.