Anda di halaman 1dari 4

SOP

RESISUTASI PADA ASFIKSIA BAYI BARU


LAHIR
SPO
No. Dokumen
:
No. Revisi
:
Tanggal Terbit
: 1 April 2016
Halaman
: 1/4
P
USKESMAS
W
AEHAONG
K
OTA
A
MBON
DR. ADRIYATI ARIEF
Nip. 19640111 200604 2 002
1.
Pengertian
Keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernafas secara spontan
dan teratur.
2.
Tujuan
Melancarkan kelangsungan pernafasan bayi baru lahir.
3.
Kebijakan
SK Pimpinan Puskesmas waihaong nomor /SK/Pkm Waihaong/ 2016
tentang Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.
4.
Persiapan

Persiapan peralatan
a. perlengkapan penghisap
Bulb syringe
Penghisap mekanik dan pipa/salurannya
Kateter penghisap 5F,6F,8F,10F atau 12F atau slam sacker
Pipa lambung 8F dan spuit 20 ml
Penghisap mekonium
b. peralatan balon dan sungkup

Balon resusitasi neonatus (BMS dan BTMS) dengan katup
pelepas tekanan atau manometer ( balon harus dapat
memberikan oksigen 90%-100%)

T-piece rescucitator

Sungkup ukuran bayi aterm dan premature (dianjurkan
yang memilki bantalan pada pinggirannya)

Sumber oksigen dengan pengatur aliran/flowmeter
(ukuran hingga 10 lpm)
c. peralatan intubasi

Laringoskop dengan daun lurus no 0 (bayi prematur) dan
no 1( bayi aterm)

Lampu dan baterei cadangan laringoskop

Pipa endotrakeal no 2,5-3,0-3,5-4,0 mm diameter internal
1

Stilet

Gunting

Plester

Kapas alcohol

Alat pendeteksi CO2 dan sungkup larings (bila tersedia)

Sungkup laring (bila tersedia)
d. Obat-obatan dan peralatan iv line

Adrenalin/epinefrin 1:10.000 (0,1 mg/ml) – dalam semprit
3 ml.

Kristaloid isotonic – NaCl 0,9% atau ringer laktat 100 atau
250 ml

Natriumbikarbonat 4,2% (5 mEq/10 ml) – dalam semprit
10 ml

Nalokson hidroklorida 0,4 mg/ml – dalam spuit 1 ml atau 1
mg/ml – dalam semprit 2 ml

Dextrose 10% 250 ml

Larutan NaCl 0,9% untuk bilas

Pipa orogastrik 5F (bila tersedia)

Kateterisasi vena umbilikalis – sarung tangan steril,
scalpel, gunting, larutan jodium, plester umbilical, kateter
umbilical 3,5F, 5F, there-0way stopcock.

Spuit 1,3,5,10,20,50 ml

Jarum 25G, 21G, 18G, ataub alat penusuk lain
e. Peralatan

Sarung tangan dan pelindung diri

Alat pemancar panas atau sumber panas/penghangat
lainnya

Jam

Kain hangat

Stetoskop

Plester ½ atau ¾ inci

Monitor jantung dan pulse oximeter

Jalan nafas orofarings (0, 00, 000 atau panjang 30, 40, 50
mm)
2
5.
Prosedur
a. Dalam beberapa detik setelah bayi lahir 4 pertanyaan harus
segera dijawab atau ditentukan.

Apakah bayi cukup bulan ?

Apakah ketuban jernih/tidak ada mekonium atau tanda-
tanda infeksi?

Apakah bayi bernafas baik/menangis?

Apakah tonus ototnya baik?
b. Menyikapi bayi lahir
(1) Tindakan Pertama
a) alat pemancar panas sudah siap
b) sejak kepala bayi muncul bila perlu bersihkan lendirnya
c) terima bayi dengan selembar kain kering
d) letakkan bayi dibawah alat pemancar panas (pada bayi
dengan mekonium segera hisap lender)
e) keringkan seluruh tubuh bayi
f) ganti kain basah dengan kain kering
g) atur posisi kepala bayi bila perlu beri ganjalan tipis
idbawah pundak
1/2
h) lanjutkan pembersihan mulut kemudian hidung dengan
penghisap
i) awasi bayi bila perlu berikan rangsangan taktil atau usap-
usap punggungnya.
j) segera nilai apakah bayin sudah bernafas spontan
(2) Tindakan Ke-2
a) bila bernafas langsung lakukan tindakan ke-3
b) bila megap-megap atau tidak bernafas segera lakukan VTP
dengan O2 100% Setelah 15-30 detik
c) segera nilai frekuensi jantungnya
d) bila frekwensi < 60 x/menit
_ VTP + penekanan dada
e) bila frekwensi > 80 x/menit _ VTP terus + penekanan dada
f) bila frekwensi >100 x/menit _ amati dengan pernafasan
spontan, baru ventilasi bantuan di hentikan
3
i) bila sampai dengan 30 detik, frekwensi jantung tetap <80
x/menit _ VTP + penekanan dada + obat – obatan
j) VTP dengan O2 100% + penekanan dada, bila
berjalansudah dapat 2 menit, segera pasang pipa
orogastrik
(3) Tindakan ke-3
a) bila bayi ternyata napas spontan
b) segera nilai frekwensi jantung
c) bila frekwensi jantung <100 x/menit _ VTP dengan O2
100% setelah 15 – 30 detik
d) segera nilai frekwensi jantungnya
e) bila frekwensi <60 x/menit _ VTP + penekanan dada
f) bila frekwensi tetap <80 x/menit _ VTP terus + penekanan
dada
g) bila frekwensi >80 x/menit _ VTP
h) bila frekwensi >100 x/menit _ amati dengan pernapasan
spontan, baru ventilasi bantuan di hentikan
i) bila sampai dengan 30 detik, frekwensi jantung tetap <80
x/menit _ VTP + penekanan dada + obat – obatan
1/3
j) VTP dengan O2 100% + penekanan dada,bila berjalan
sudah dapat 2 menit, segera pasang pipa orogastrik.
(4) Tindakan Ke-4
a) bila bayi bernapas spontan, frekwensi jantung >100
x/menit
b) segera evaluasi warna kulit
c) bila pucat, kemerahan, sianosis perifer _ dipantau atau di
observasi
d) bila ternyata biru _ berikan oksigen
e) catat semua tindakan secara lengkap dan urut
f) berikan identitas bayi, tanggal, jam, nama ibunya, Ny ....,
Alamat ...
g) selimuti bayi dengan benar
4
h) tunjukkan pada ibunya (bila ibu dalam keadaan sadar)/
keluarga
i) pindahkan ke ruangan tetap dengan kondisi hangat
j) serahterimakan dengan petugas ruangan secara lengkap
dengan
Unit terkait
Ruang Bersalin, IGD
1/4
DAFTAR PUSTAKA: RSUD Dr. Soetomo, Resusitasi Neonatus, Bidang Diklat, 200