Anda di halaman 1dari 7

RESUME KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH II

PADA KLIEN Tn.M DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK


DIRUANG HEMODIALISIS RSUD M. HAULUSSY

DISUSUN OLEH:

NAMA : Cqamaria paokuma

NIM : P07120317071

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KEMENKES KESEHATAN MALUKU
PRODI KEPERAWATAN MASOHI
T . A 2018 / 2019

LEMBAR PENGESAHAN

RESUME KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH II


PADA KLIEN Tn.M DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK
DIRUANG HEMODIALISIS RSUD M. HAULUSSY
DISUSUN OLEH:

NAMA : cqamaria paokuma

NIM : P07120317072

MENGESAHKAN

CI LAHAN CI INSTITUSI

(............................................) (..................................................)
NIP : NIP :
RESUME KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH II
PADA KLIEN Tn.M DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK
DIRUANG HEMODIALISIS RSUD M. HAULUSSY

I. IDENTITAS DIRI KLIEN


Nama : Tn. T Pendidikan : S1
Umur : 51 Tahun Pekerjaan : guru
Jenis Kelamin : Perempuan Tgl Masuk Rs : 22 feb 2018
Alamat : salobar Tgl Pengkajian : 28-Mei-2019
Diagnosa Keperawatan : Gagal Ginjal Kronik

II. KELUHAN UTAMA : Sakit ginjal disertai dengan mual muntah dan pusing

III. RIWAYAT KELUHAN : pasien tidak merasa sakit tetapi mengeluh produksi eliminasi urine kurang
IV. KELUHAN YANG MENYERTAI : tidak ada

V. PEMERIKSAAN FISIK
A. Tanda – Tanda Vital
1. Kesadaran : Composmentis, GCS : 15 (E = 4, V = 5, M = 6)
2. TTV : TD = 120/80 mmHg, N = 90 x/m, S = 36°c, R = 21x/m
3. BB : 73 Kg, TB = 165 m

B. Body Of system ( sesuai keluhan utama )


1. Sistem Pencernaan
 Sclera = tidak ikterus
 Bibir = lembab
 Mulut = stomatitis
 Kemampuan menelan = tidak baik
 Gerakan lidah = kurang baik
 Gasder = tidak ada kembung
2. Sistem Kardiovaskuler
 Conjungtiva : tidak anemi
 Arteri carotis : normal
 Suara jantung : S1,S2 vesikuler

3. Sistem Perkemihan
 Keadaan kandung kemih : normal
 Edema palpebra : tidak ada
 Nocturia, dysuria, kencing Batu : tidak ada
 Penyakit hubungan seksual : tidak ada
VII. KLASIFIKASI DATA
DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF
 Berkemih tetapi tetapi sedikit  Distensi kandung kemih
 Sering buang air kecil  Berkemih tidak tuntas

IX. ANALISA DATA


DATA ETIOLOGI MASALAH
Ds : Penurunan kapasitas kandung Gangguan eliminasi urine
 Berkemih tetapi tetapi sedikit kemih
 Sering buang air kecil
Do :
 Berkemih tidak tuntas
Do : Disfungsi ginjal Risiko perfusi renal tidak efektif
 Distensi kandung kemih

X. MASALAH KEPERAWATAN
1. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan Penurunan kapasitas kandung kemih
2. Risiko perfusi renal tidak efektif berhubungan dengan Disfungsi ginjal
XI. INTERVENSI KEPERAWATAN
Hari / tggl Diagnosa keperawatan Tujuan & kriteria hasil Intervensi
Kamin 23 – Gangguan eliminasi Noc : Nic :
05 - 2019 urine berhubungan Setelah dilakukan tinda Manajemen cairan
dengan Penurunan kan keperawatan selama 1. Timbang berat badan setiap
1 x 24 jam diharapkan hari dan monitor status pasien
kapasitas kandung
pola eliminasi urine 2. Monitor status hidrasi
kemih pasien dapat teratasi (misalnya : membran mukosa
dengan kriteria hasil : lembab, denyut nadi adekuat
Eliminasi urine dan tekanan darah ortostatik)
1. Pola eliminasi tidak 3. Monitor perubahan berat badan
terganggu pasien sebelum dan setelah
2. Bau & warna urine dialisis
normal 4. Persiapkan pemberian produk-
3. Jumlah & kejernihan produk darah(misalnya cek
urine normal darah)
4. Dapat mengosongkan
kandung kemih
sepenuhnya
Kamis 23 – Risiko perfusi renal Noc : Nic :
05 - 2019 tidak efektif Setelah dilakukan Monitor Asam Basa
1. ambil spesimen yang diminta
berhubungan dengan tindakan keperawatan
untuk pemeriksaan laboratorium
Disfungsi ginjal selama 1 x 24 jam
keseimbangan asam basa
diharapkan nyeri akut
(misalnya : analisa gas darah,
pasien dapat teratasi
urine dan serum)
dengan kriteria hasil : 2. Analisa kecenderungan serum
Perfusi jaringan : pH pada pasien yang beresiko
organ abdominalis (seperti pasien dengan
1. tekanan darah sistolik gangguan ginjal)
& diastolik normal 3. Identifikasi kemungkinan
2. nilai rata-rata tekanan penyebab sebelum mengobati
darah normal ketidakseimbangan asam basa
3. keseimbangan
karena hal ini lebih efektif
elektrolit asam/basah
mengobati etiologi daripada
normal
4. output urine normal mengelola ketidakseimbangan
4. Bandingkan kondisi saat ini
dengan sebelumnya untuk
mendeteksi adanya perbaikan
dan penurunan kondisi pasien

XII. IMPLEMENTASI
Hari/tggl No.Dx Implementasi Taraf
Kamis 23 – I 1. Timbang berat badan setiap hari dan
05 – 2019 monitor status pasien
2. Monitor status hidrasi (misalnya : membran
mukosa lembab, denyut nadi adekuat dan
tekanan darah ortostatik)
3. Monitor perubahan berat badan pasien
sebelum dan setelah dialisis
4. Persiapkan pemberian produk-produk
darah(misalnya cek darah)
Kamis 23 – II 1. ambil spesimen yang diminta untuk
05 – 2019 pemeriksaan laboratorium keseimbangan
asam basa (misalnya : analisa gas darah,
urine dan serum)
2. Analisa kecenderungan serum pH pada
pasien yang beresiko (seperti pasien
dengan gangguan ginjal)
3. Identifikasi kemungkinan penyebab sebelum
mengobati ketidakseimbangan asam basa
karena hal ini lebih efektif mengobati etiologi
daripada mengelola ketidakseimbangan
4. Bandingkan kondisi saat ini dengan
sebelumnya untuk mendeteksi adanya
perbaikan dan penurunan kondisi pasien

XIII. EVALUASI
Hari / Tggl Dx Keperawatan Evaluasi Nama / Paraf
Kamis 23 – Gangguan eliminasi urine S : pasien mengatakan berkemih
05 – 2019 berhubungan dengan lancar
Penurunan kapasitas
kandung kemih O : berkemih tuntas

A : masalah teratasi
P : lanjutkan intervensi
Kamis 23 – Risiko perfusi renal tidak S : pasien mengatakan berkemih
05 – 2019 efektif berhubungan lancar
dengan Disfungsi ginjal
O : keadaan berkemih normal

A : masalah teratasi

P : lajutkan intervensi

XV. TINDAKAN KEPERAWATAN YANG DILAKUKAN


 Tindakan keperawatan : latihan nafas dalam

1. Pengertian
Melatih pasien melakukan nafas dalam
2. Tujuan
a. mengurangi nyeri
b. meningkatkan kapasitas paru
3. Kebijakan
Klien dengan nyeri
4. persiapan alat dan bahan
-
5. prosedur pelaksanaan
a. Tahap prainteraksi
1) Mengecek proram
2) Mencuci tangan
3) Menyiapkakn alat
b. Tahap orientasi
1) Memberikan salam dan sapa nama pasien
2) Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
3) Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien
c. Tahap kerja
1) Menjaga privacy pasien
2) Mempersiapkan pasien
3) Meminta pasien meletakkan satu tangan didada dan satu tangan lagi diabdomen
4) Melatih pasien mlakukan nafas perut ( menarik nafas dalam melalui hidung hingga 3
hitungan, jaga mulut tetap tertutup )
5) Meminta pasien merasaakan mengembangnya abdomen ( cegah lengkung pada
punggung )
6) Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan
7) Meminta pasien menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan (lewat mulut, bibir
seperti meniup )
8) Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari otot
d. Tahap terminasi
1) Evaluasi perasaan pasien
2) Merapikan pasien
3) Berpamitan dengan pasien