Anda di halaman 1dari 6

Belajar Menulis Rumah Membaca

Materi 3

Ketepatan Pemakaian
Kata dalam Menulis
Setiap kata itu mempunyai arti/makna. Karena
itu tidak ada bahasa yang tidak memiliki
pemahaman dan pengertian, apalagi ketika
sudah tersusun menjadi sebuah kalimat. Baik
dalam tulisan non-fiksi atau pun karya fiksi,
akan selalu ada yang namanya makna tersurat
(teks) atau arti tersirat (konteks). Dalam hal
ini, bisa kita pahami, bahwa tak ada tulisan
yang tidak punya makna, karena setiap kata
yang digunakan pun memiliki arti secara
mutlak.

Hanya saja antara non-fiksi dan fiksi sangat


berbeda. Perbedaannya adalah titik tekan yang
ada dalam bahasanya: kalau non-fiksi lebih
mengarah kepada teks atau bahasa sendiri,
sehingga kata-katanya harus benar-benar
ilmiah. Sedangkan fiksi selalu bersandar pada
konteks atau sering disebut makna kias, arti
tersirat, sehingga bahasanya cenderung
multitafsir atau bersifat interpretasi –
membutuhkan penafsiran.

A’yat Khalili
Belajar Menulis Rumah Membaca

Penulis Non-Fiksi

Nah, dalam hal ini, kita secara fokus


mempelajari bahasa non-fiksi. Sebagai penulis
non-fiksi, seseorang harus benar-benar
menguasai tata bahasa, metode, teknik
menulis, terutama penggunaan bahasa ilmiah
dan populer, termasuk kata baku. Tidak hanya
itu, seorang penulis non-fiksi juga harus
memiliki kemampuan menyusun rangkaian
bahasa yang benar-benar lugas, tepat dan
jelas, bukan bersifat fragmentasi atau imaji.
Tulisan non-fiksi harus memberikan
pemahaman umum, bukan subjektif. Sekali
pun tulisan itu lahir dari opini pribadi yang
mengandung ide, gagasan dan pokok
persoalan, tetap harus bisa menjadi pandangan
bersama.

Karena itu, tidak boleh ada bahasa-bahasa


yang secara umum masih asing digunakan,
termasuk bahasa alay, planet, pepsoden atau
bahasa yang tidak sesuai dengan PUEBI.
Selain itu, susunannya juga mesti bersandar
pada dasar-dasar konsep seperti SPOK
(Subjek, Predikat, Objek, Keterangan, dan
Pelengkap) dan tata tulis yang lain. Secara
struktur atau sistematis, posisi setiap kata

A’yat Khalili
Belajar Menulis Rumah Membaca

seperti kata ganti, kata kerja, kata keterangan,


kata sifat, kata depan, kata penghubung dan
tanda baca juga harus tepat di mana
kedudukan dan letak dalam rangkaian kalimat.

Maka, ketika kamu sudah menulis, sekarang


cek setiap posisi kata yang kamu tulis itu,
sudah benarkah sesuai ejaan? Setelah itu, cek
dan telaah juga tentang pemahamannya.
Sebab, kadangkala dari segi susunan sudah
betul, tetapi secara arti/makna/logika
pemahamannya belum sesuai dan belum
benar.

Contoh 1: Sambal ini rasanya hangat sekali

Nah, kata sifat “hangat” itu kurang tepat


digunakan untuk menerangkan sifat dari
“sambal”, karena cabai/sambal itu tidak
hangat, tetapi pedas.

Contoh 2: Orang-orang negro itu mempunyai


kulit yang sangat gelap

Kata “gelap” pada dasarnya memang kurang


tepat digunakan sebagai penjelasan dari
“kulit”, karena gelap bukan nama warna. Jadi,
yang benar adalah “hitam”.

A’yat Khalili
Belajar Menulis Rumah Membaca

Hanya saja, hal ini tidak terlalu runyam dan


sudah tidak terlalu dipermasalahkan. Bahkan,
mungkin sudah jarang yang memperhatikan,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, dalam
pergaulan dan percakapan, juga dalam tulisan,
sudah menjadi kebiasaan yang dibenarkan.
Karena itu kadangkala muncul hanya berupa
sinonim/persamaan kata. Seperti kata “gelap”,
itu juga sinonim dari “hitam”, jadi masih
punya satu kesatuan arti.

Apalagi, dalam tulisan-tulisan prosa dan puisi.


Kata-kata sudah lebih bebas memerankan
artinya. Sehingga, bukan saja sinonim yang
bermain, tetapi juga bahasa kias, majas dan
simbol yang bermetamorfosis makna. Hanya
saja, sebagai seorang pelajar bahasa dan
seorang penulis, kita harus bisa memahami
kata dan bahasa sejak dari logika dasar dan
arti leksikalnya.

Untuk itu, berikut ini adalah beberapa teks


bahasa/kalimat yang secara umum belum
sempurna atau kurang baik. Sebagai sebuah
tes/ujian kemampuan bagi teman-teman,
kalian harus bisa membentulkannya ke dalam
susunan kalimat yang baik dan benar.

A’yat Khalili
Belajar Menulis Rumah Membaca

Test Bahasa Nonfiksi


Perbaikilah kalimat di bawah ini yang
menurut anda salah/tidak benar, baik dari segi
huruf, kata atau susunan ke dalam bahasa
yang baik dan benar (formal) secara
gramatikal dan sesuai PUEBI.

1. Saya gagal paham


2. Gak pake lama, bro
3. Tetap hangat di musim dingin (konteks
bahasa ini digunakan untuk orang
Indonesia)
4. Banyak rumah-rumah yang tergusur di
jakarta
5. Para mahasiswa-mahasiswi sedang
turun kejalan untuk berdemo
6. Striker kami tinggal bersisa dua
7. Kuterima hadiah kedua kakakku
dengan senang hati
8. Angkatan Bersenjata republik
Indonesia
9. Sarah akan pergi keluar negeri
10. Nuansa makam ini sangat seram sekali
11. Absensi kehadiraN

A’yat Khalili
Belajar Menulis Rumah Membaca

Jawaban:

A’yat Khalili