Anda di halaman 1dari 2

LSM Mitra Publik Nilai Kepala BKPSDMD Kota Ternate Tabrak Aturan

Ternate-teropongmalut.com, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Publik


menilai kebijakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya
Manusia (BPKSDM) Daerah Kota Ternate Junus Yau, menabrak aturan dalam
pemberian Beasiswa Pendidikan kepada PNS di lingkup Pemerintah Kota Ternate
pada tahun 2017. Sebab, pemberian beasiswa kepada PNS bertentangan dengan
Surat Edaran (SE) Menpan & RB Nomor 4 tahun 2013. Demikian dikemukakan
Direktur LSM Mitra Publik Isra Latif, kepada teropong malut.com Kamis (29/05).
Ketidak sesuaian tersebut lanjut Isra termuat pada diktum “Memutuskan” yang
menyebutkan selama mengikuti pendidikan, mahasiswa tugas belajar tetap
melaksanakan tugas pokok sehari-hari. “Diktum tersebut tidak sesuai dengan SE
Menpan & RB yang menyebutkan bahwa PNS yang memiliki jabatan struktural
dibebaskan dari jabatannya dan PNS yang memiliki jabatan fungsional dibebaskan
sementara dari jabatannya,” jelas Isra. (dar)
Bantuan Beasiswa kepada PNS Pemkot Ternate Rp 360 Juta Tak Sesuai Aturan
Ternate-teropongmalut.com, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Publik,
menyebut pemberian bantuan beasiswa kepada PNS dilingkup pemerintah Kota
Ternate oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah (BPKSDMD) senilai Rp 360 juta bertentangan dengan Surat Edaran (SE)
Menpan RB Nomor 4 Tahun 2013. Demikian dikemukakan Direktur LSM Mitra Publik
Isra Latif, kepada teropongmalut.com Kamis (29/05).
Menurut Isra, sesuai Hasil Audit BPK Perwakilan Malut Atas ketidaksesuaian
keputusan Wali Kota Ternate dengan SE Menpan dan RB Nomor 4 tahun 2013
seharusnya masing-masing pegawai tidak dilengkapi dengan keputusan Wali Kota
tentang Penetapan Mahasiswa Izin Belajar. Hal ini dikarenakan yang bersangkutan
masih tetap melaksanakan tugas kepegawaiannya sehari-hari pada unit kerja masing-
masing.

Atas kondisi tersebut Kabid


Peningkatan Kompetensi Aparatur
mengakui bahwa sebagian pegawai yang tercantum dalam
tugas belajar sebagaimana SK Wali Kota tersebut tidak
dibebaskan dari pelaksanaan pekerjaan kepegawaian
sehari-hari dan mendapatkan biaya bantuan beasiswa.
Sesuai SE Menpan dan RB Nomor 4 tahun 2013 kepada yang bersangkutan tidak
memenuhi kriteria diberikan tugas belajar. Yang bersangkutan seharusnya diberikan
Izin Belajar dan dengan tanpa bantuan beasiswa.
Berdasarkan bukti pertanggungjawaban diketahui bahwa 16 pegawai yang
melaksanakan tugas belajar dengan bantuan beasiswa total senilai Rp 360 juta.
Namun, masih melaksanakan kegiatan kepegawaian pada masing-masing unit kerja.
(dar)