Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. DASAR TEORI
Menopause merupakan masa berhentinya menstruasi yang terjadi
pada perempuan dengan rentang usia 48 sampai 55 tahun. Masa ini sangat
kompleks bagi perempuan karena berkaitan dengan keadaan fisik dan
kejiwaannya. Selain perempuan mengalami stress fisik dapat juga
mengalami stress psikologi yang mempengaruhi keadaan emosi dalam
menghadapi hal normal sebagaimana yang dialami oleh semua perempuan
(Baziad, 2004).
Kehidupan manusia normal mengalami pertumbuhan dan
perkembangan dalam berbagai tingkatan umurnya. Semakin bertambah
umurnya maka pertumbuhan dan perkembangan akan berada pada suatu
tahap yang mengakibatkan berbagai perubahan fungsi tubuh. Perubahan
fungsi tersebut biasanya terjadi pada proses menua, karena pada proses ini
banyak terjadi perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan yang terjadi
tersebut paling banyak terjadi pada wanita karena proses menua terjadi
suatu fase yaitu fase menopause. Menopause merupakan fase dimana
wanita tidak mengalami menstruasi. Seringkali wanita menghadapi
menopause dengan rasa cemas dan takut karena memasuki usia tua dan
sudah tidak dapat melahirkan anak (Palupi, 2012). Menurunnya hormon
estrogen, hormon progesteron dan hormone seks dapat menimbulkan
gejala fisik yang mungkin dialami saat mencapai masa menopause yakni
berupa rasa panas yang tiba-tiba menyerang bagian atas tubuh, keluar
keringat yang berlebihan pada malam hari, sulit tidur, iritasi pada kulit,
gejala pada mulut dan gigi, kekeringan vagina, kesulitan menahan buang
air kecil, dan peningkatan berat badan (Spencer, 2008).
Perubahan keseimbangan hormonal ini dapat menyebabkan
berbagai gejala psikologis ditandai dengan sikap yang mudah tersinggung,

1
depresi, cemas, suasana hati (mood) yang tidak menentu, menurunnya
kemampuan berfikir dan daya ingat. Gangguan emosi berupa rasa takut
menjadi tua dan tidak menarik, sulit tidur, mudah marah, sangat
emosional, merasa tertekan dan sedih tanpa diketahui sebabnya.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa sebenarnya menopause itu?
2. Apa hubungan perubahan fisik dengan perubahan psikologis wanita
pada menopause?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa itu menopause.
2. Untuk mengetahui hubungan antara perubahan fisik dengan perubahan
psikologis wanita pada masa menopause.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. DEFINISI MENOPAUSE
Kata “Menopause” berasal dari bahasa Yunani, yaitu men yang
berati ‘bulan’ dan peusis artinya ‘penghentian sementara’ yang digunakan
untuk menggambarkan berhentinya haid. Sebenarnya secara linguistic
yang lebih tepat adalah ‘Menocease’ yang berarti berhentinya masa
menstruasi Menopause diartikan sebagai suatu masa ketika secara
fisiologis siklus menstruasi berhenti, hal ini berkaitan dengan tingkat
lanjut usia perempuan (Smart, 2010, p.17).
Menoupase didefinisikan oleh WHO sebagai penghentian
menstruasi secara permanen akibat hilangnya aktivitas folikular ovarium.
Setelah 12 bulan amenorea berturut-turut, periode menstruasi terakhir
secara retrospektif ditetapkan sebagai saat menopause (Kuncara, 2007).
Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi
yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang
mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui
apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya
yang terakhir sampai satu tahun berlalu (Wijayanti, 2009).
Menopause adalah suatu fase dari kehidupan wanita yang ditandai
dengan berakhirnya menstruasi dan berhentinya fungsi reproduksi, namun
seorang wanita dikatakan telah mengalami menopause setelah dia tidak
mengalami menstruasi minimal selama 12 bulan. Semakin sedikit folikel
berkembang, semakin kurang pembentukan hormon di ovarium, yaitu
hormon progesteron dan estrogen. Haid akan menjadi tidak teratur hingga
akhirnya endometrium akan kehilangan rangsangan hormon estrogen.
Lambat laun haid pun berhenti yang disebut proses menopause (Kasdu,
2002).

3
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
menopause merupakan berhentinya menstruasi yang permanen, sekurang-
kurangnya satu tahun.

B. BATASAN MENOPAUSE
Ratna (2014) menemukan bahwa usia wanita menopause terbanyak
adalah umur 45-54 tahun (73,1%) dengan usia rata-rata yaitu 50 tahun.
Tahun tahun menjelang menopause ditandai dengan menstruasi
tidak teratur dan tanda gejala terkait. Biasanya 2-8 tahun antara 29-51
tahun. Secara klinis tidak terjadi menstruasi secara berturut turut (sebelum
FSH<40 mIU/l). terjadi antara usia 48-55 tahun atau rata rata 51 tahun.
Menopause dikatakan terjadi apabila selama 12 bulan haid tidak
datang lagi, maka ditetapkan menopause sebenarnya. Sebelum
menghadapi masa menopause secara alamiah, seseorang akan dihadapkan
pada masa premenopause yang terjadi 3–5 tahun sebelum menopause
sebenarnya. Pada tahap ini keluhan klimakterium mulai berkembang.
Selanjutnya diikuti pada tahap menopause sampai akhirnya
postmenopause yaitu tahap awal setelah 12 bulan tidak haid. Tahap
postmenopause akan dihadapi semua wanita menopause baik yang alamiah
maupun menopause dini karena insidensi tertentu. Gabungan
premenopause dan postmenopause disebut masa perimenopause. Pada
masa inilah terjadi keluhan yang memuncak (Reid, 2014).
Klimakterium merupakan suatu masa peralihan dari kehidupan
seorang wanita yang berawal sejak fungsi indung telur berkurang hingga
beberapa waktu sampai berhentinya haid. Masa klimakterium ini biasa
terjadi pada usia 45 – 60 tahun. Kondisi yang demikian jika terjadi pada
rentang usia dibawah 45 tahun termasuk pada kondisi menopause dini
(Baziad, 2003b).

4
C. ETIOLOGI MENOPAUSE
Berdasarkan penyebabnya, ada dua tipe menopause yaitu
menopause fisiologis dan artifisial menopause (De Cherneydan Nathan,
2003).
1. Menopause Fisiologis
Menopause secara alami terjadi karena penurunan aktivitas
ovarium yang diikuti dengan penurunan produksi hormone reproduksi.
Pada saat lahir, bayi perempuan memiliki 1 – 2 juta oosit, dan pada
saat pubertas jumlah ini berkurang menjadi 300.000 sampai 500.000
(De Cherney dan Nathan, 2003).
Penurunan jumlah folikel terus berlanjut sampai akhirnya
folikel-folikel ovarium mengalami atresia yang berakibat pada
terhentinya siklus menstruasi.
2. Artifisial Menopause
a. Menopause karena operasi.
Ini terjadi akibat proses pembedahan, diantaranya operasi
rahim (histerektomi) dan pengangkatan kedua indung telur
(oophorectomy bilateral). Kondisi ini sering disingkat dengan
istilah TAHA/BSO. Bila rahim diangkat dan dinding telur tetap
dipertahankan maka masa haid berhenti namun gejala menopause
tetap berlangsung ketika wanita tersebut mencapai usia menopause
alami. Itu artinya wanita tersebut akan tetap mengeluhkan rasa
ketidaknyamanan seperti keringat berlebih, panas yang dirasakan
ditubuh dan kesulitan tidur pada dirinya saat usianya mencapai
masa klimaterium atau pada kisaran usia 40 tahun keatas.
b. Menopause karena kondisi medis.
Kemoterapi karena menderita kanker sering kali berakibat
pada kondisi menopause dini sementara ataupun permanen. Obat–
obatan anti kanker dinilai mempengaruhi produksi hormon yang
diproduksi oleh indung telur. Tidak hanya itu, perilaku dan
kebiasaan mengkonsumsi obat–obatan anti hipertensi, reumatik

5
dan jantung akan mempercepat datangnya masa menopause. Obat–
obatan ini diduga akan memberikan efek penekanan produksi
hormon–hormone reproduksi (Nirmala, 2003).

D. TAHAPAN MENOPAUSE
Ada beberapa tahap-tahap menopause yaitu tahap pramenopause,
perimenopause, menopause, postmenopause dan senium.

1. Pramenopause
Pramenopause adalah fase dimulainya menopause yang terjadi
sekitar usia 40 tahun. Saat ini menstruasi mulai tidak teratur yang
sering ditandai dengan siklus menstruasi yang memanjang, jumlah
darah relative banyak dan sering disertai dengan nyeri haid.
2. Perimenopause
Perimenopause adalah fase peralihan antara pramenopause dan
pasca menopause disebut dengan tahap perimenopause. Gejala yang
dialami pada masa perimenopause hampir sama dengan fase
pramenopause. Rata-rata lama masa perimenopause adalah 4 – 5 tahun,
namun kadang-kadang bisa bervariasi antara beberapa bulan hingga
mencapai 10 tahun (Mayer et al., 2005; Curran, 2009).
Masa perimenopause berakhir dalam waktu 1 tahun setelah
dimulainya menopause (Curran, 2009).
3. Menopause
Menopause merupakan masa berakhirnya menstruasi, dimana
seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 1 tahun (12 bulan)
penuh, dengan syarat masih memiliki uterus, tidak sedang hamil,
ataupun menyusui.
4. Post Menopause
Fase setelah menopause disebut dengan pasca menopause. Pada
fase ini ovarium sudah tidak berfungsi sama sekali karena folikel-
folikel yang mengalami atresia. Hal ini akan menyebabkan penurunan

6
kadar hormon estrogen, progesteron, dan testosteron yang berdampak
pada munculnya keluhan-keluhan post menopause (Reid, 2014).
5. Senium
Senium adalah masa sesudah pasca menopause, ketika telah
tercapai keseimbangan baru dalam kehidupan wanita, sehingga tidak
ada lagi gangguan vegetative maupun psikis. Patologi pada tahap
senium adalah gejala osteoporosis karena tulang tipis dan keropos,
mudah terjadi patah tulang terutama tulang paha. Gejala pada IQ yaitu
cepat lupa, ingatan berkurang, tidak terasa bila berkemih atau devekasi
sulit melakukan aktivitas kerja.

E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN


DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE
1. Pengetahuan
Pengetahuan yang cukup akan membantu wanita memahami dan
mempersiapkan dirinya menjalani masa menopause dengan lebih
baik(Kasdu, 2002, p.115).
2. Pendidikan
Menurut Kasdu, 2002, p.89, wanita yang berpendidikan akan
mempunyai kesehatan yang lebih baik. Pendidikan merupakan
pembelajaran untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan
tertentu sehingga sasaran pendidikan bisa berdiri sendiri(Notoatmodjo,
2003, p.44).
3. Sosial ekonomi
Keadaan sosisal ekonomi mempengaruhi faktor fisik, kesehatan
dan pendidikan. Wanita yang berasal dari golongan ekonomi rendah
cenderung pasrah dan mampu beradaptasi dengan baik saat mengalami
menopause ( Kasdu, 2002, p.92).
4. Budaya
Budaya berpengaruh sangat besar terhadap cara wanita
menanggapi proses berhentinya haid atau menopause. Wanita

7
indonesia yang mayoritas muslimah umumnya dapat menerima
menopause dengan baik(Kasdu, 2002, p.94).
5. Usia
Semakin bertambahnya usia seorang pengalamannya makin
bertambah, sehingga akan lebih baik menghadapi menopause
(Notoatmodjo, 2003, p.22).

Kesipaan wanita dalam menghadapi menopause akan sangat


membantu seorang wanita menjalani masa ini dengan lebih baik ( kasdu,
2002, p.65).
a. Mengkonsumsi makanan bergizi
b. Menghindari stres
c. Menghentikan merokok dan minum alkohol
d. Olahraga secara teratur
e. Berkonsultasi dengan dokter
f. Dukungan keluarga

F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENOPAUSE


1. Usia saat haid pertama kali (menarche).
Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara usia
pertama kali mendapat haid dengan usia seorang wanita memasuki
menopause. Semakin muda seseorang mengalami haid pertama
kalinya, semakin tua atau lama ia memasuki masa menopause.
2. Faktor psikis
Keadaan seorang wanita yang tidak menikah dan bekerja dapat
mempengaruhi perkembangan psikis seorang wanita.Wanita akan
mengalami masa menopause lebih muda, dibandingkan mereka yang
menikah dan tidak bekerja/bekerja atau tidak menikah dan tidak
bekerja.
3. Jumlah anak

8
Beberapa penelitian menemukan bahwa semakin sering
seorang wanita melahirkan maka semakin tua atau lama mereka
memasuki masa menopause. Pengaruh jumlah paritas dengan nusia
menopause disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron pada saat
akhir kehamilan dan dan sesudah melahirkan sehingga akan
memperlambat usia menopause.
4. Usia melahirkan
Semakin tua seseorang melahirkan anak, semakin tua ia mulai
memasuki usia menopause. Wanita yang masih melahirkan di atas usia
40 tahun akan mengalami usia menopause yang lebih tua. Hal ini
terjadi karena kehamilan dan persalinan akan memperlambat sistem
kerja organ reproduksi, bahkan akan memperlambat proses penuaan
tubuh.
5. Pemakaian kontrasepsi
Pemakaian kontrasepsi jenis hormonal memiliki pengaruh
dalam usia menopause. Hal ini bisa terjadi karena cara kerja
kontrasepsi yang menekan fungsi indung telur sehingga tidak
memproduksi sel telur. Wanita yang menggunakan kontrasepsi ini
akan lebih lama atau tua memasuki usia menopause.

9
6. Merokok
Wanita perokok akan lebih cepat memasuki masa menopause.
Berdasarkan beberapa penelitian didapatkan hasil bahwa merokok
mempengaruhi usia wanita menopause. Wanita yang mengkonsumsi
rokok lebih banyak (16 batang perhari) akan mempercepat usia
menopause. Hal ini disebabkan merokok mempengaruhi cara tubuh
memproduksi dan membuang hormone esterogen. Banyaknya rokok
yang dihisap tiap harinya berpengaruh terhadap ovarium yang
disebabkan efek toksik asap rokok. Efek nikotin terhadap regulasi dan
metabolism hormone seks menimbulkan menopause 2 tahun lebih
awal.
7. Sosial ekonomi
Usia menopause seorang wanita juga dipengaruhi faktor social
ekonomi. Beberapa penelitian menunjukkan beberapa hal yang
mempengaruhi persepsi seorang perempuan antara lain faktor sosial
ekonomi. Tingkat ekonomi akan berhubungan dengan pengetahuan,
apabila tingkat ekonomi rendah akibatnya pengetahuan yang didapat
juga rendah atau tidak tahu sama sekali mengenai premenopause yang
sedang dialami. Berdasarkan ketidaktahuan ini banyak wanita banyak
mengamai keluhan yang dirasakan sebagai tanda gejala menopause.
8. Beban Kerja
Berdasarkan penelitian Sintania tahun 2014 tentang faktor
faktor yang berhubungan dengan kejadian menopause dinibeban kerja
dengan usia menopause didapatkan bahwa semakin berat beban kerja
seorang wanita maka akan lebih cepat mengalami menopause, karena
berpengaruh ke perkembangan psikis seorang wanita.

10
G. GEJALA MENOPAUSE

1. Perubahan siklus menstruasi


Mengalami perubahan siklus menstruasi dan jumlah darah yang
keluar saat menstruasi juga mungkin akan lebih banyak, lebih sedikit,
atau mungkin hanya berupa flek atau spotting. Durasi menstruasi juga
mungkin menjadi lebih singkat.
2. Hot flashes
Hot flashes merupakan kondisi di mana seseorsng mengalami
sensasi panas, baik di bagian atas tubuh atau bahkan seluruhnya.
Wajah dan leher mungkin dapat menjadi merah dan menjadi
berkeringat. Intensitas hot flash dapat bervariasi mulai dari ringan
hingga kuat, bahkan sampai mengganggu tidur. Kondisi ini biasa
berlangsung antara 30 detik hingga 10 menit. Sebagian besar wanita
mengalami kondisi ini selama satu hingga dua tahun setelah
menstruasi terakhir mereka. Hot flash mungkin akan terus berlanjut
setelah menopause, namun seiring dengan berjalannya waktu, kondisi
ini akan semakin jarang dialami.

11
3. Rasa kering di vagina dan nyeri saat berhubungan
Berkurangnya produksi estrogen dan progesteron dapat
mempengaruhi kelembapan lapisan tipis yang melapisi dinding vagina.
Gejala yang dialami dapat berupa rasa gatal atau panas di bagian mulut
vagina.
4. Insomnia atau kesulitan tidur
Dapat berolahraga pada siang hari agar Anda cukup lelah untuk
tidur pada malam harinya.
5. Sering buang air kecil dan masalah saluran kemih
Mengalami nyeri saat berkemih. Hal ini disebabkan karena selama
menopause, jaringan di vagina dan saluran kemih kehilangan
elastisitasnya. Selain itu, otot-otot yang mengelilingi pelvis juga
melemah. Untuk menghadapinya, dapat minum air putih lebih sering,
hindari minuman beralkohol, dan lakukan latihan kegel untuk
memperkuat otot pelvis Anda.
6. Penurunan gairah seksual
Penurunan kadar estrogen dapat memperlambat reaksi orgasme,
memperlambat reaksi klitoris, dan menyebabkan keringnya vagina.
7. Gangguan suasana hati (mood)
Perubahan produksi hormon dapat mempengaruhi suasana hati
wanita yang sedang menghadapi menopause
8. Perubahan kulit dan rambut
Seiring dengan bertambahnya usia, penurunan jaringan lemak
dapat membuat kulit lebih kering dan tipis. Berkurangnya estrogen
juga dapat membuat rambut lebih rapuh dan kering.

12
H. PERUBAHAN TUBUH / DAMPAK MENOPAUSE PADA SAAT
MONOPAUSE
Perubahan pada tubuh dalam tiga tahapan menopause yaitu yang
terjadi sebelum, saat, dan sesudah menopause.
1. Perimenopause
Terjadi beberapa tahun sebelum menopause terjadi, ketika produksi
hormon estrogen oleh indung telur sudah mulai berkurang. Biasanya
pada 1-2 tahun sebelum menopause terjadi, hormon estrogen
berkurang secara drastis.
a. Periode menstruasi mulai tidak teratur
b. Kesuburan wanita menurun
c. Vagina terasa kering
2. Menopause
Terjadi saat wanita sudah tidak mengalami periode menstruasi lagi
selama satu tahun. Saat ini juga, indung telur sudah benar-benar tidak
melepaskan sel telur dan sudah berhenti memproduksi hormon
estrogen dan progesteron.
a. Hot flushes
b. Masalah saat tidur
c. Mood swing
3. Postmenopause
Ini terjadi setelah satu tahun Anda menopause. Pada saat ini, tanda
menopause, seperti hot flushes, lama-kelamaan akan hilang. Namun,
risiko kesehatan yang berhubungan dengan hormon estrogen akan
meningkat pada wanita setelah menopause.
a. Tulang keropos
b. Perubahan kulit
c. Perubahan gigi dan gusi

13
I. KERANGKA TEORI
Menopouse diartikan sebagai suatu masa ketika secara fisiologis siklus
menstruasi berhenti, hal ini berkaitan dengan tingkat lanjut usia
perempuan(Smart, 2010, p.17).

Pengetahuan

Sosial
ekonomi Kesiapan wanita pre
pendidikan menopause
menghadapi
Usia menopause

Budaya

Gambar1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan menopause


Sumber: Modifikasi Notostmodjo(2008), dan Kasdu (2002)

J. KERANGKA KONSEP

Pengetahuan
wanita pre
menopause
tentang
menopause Kesiapan wanita pre
menopause menghadapi
menopause

Pendidikan ibu pre


menopause

14
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi
yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang
mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui
apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya
yang terakhir sampai satu tahun berlalu (Wijayanti, 2009). Batas
menopause. Ratna (2014) menemukan bahwa usia wanita menopause
terbanyak adalah umur 45-54 tahun (73,1%) dengan usia rata-rata yaitu 50
tahun. Tahun tahun menjelang menopause ditandai dengan menstruasi
tidak teratur dan tanda gejala terkait. Biasanya 2-8 tahun antara 29-51
tahun.
Artifisial Menopause terbagi menjadi due. Menopause karena
operasi dan karena kondisi medis. Sedangkan tahap-tahap menopause
dibagi menjadi tahap pramenopause, perimenopause, menopause,
postmenopause dan senium. Faktor yang mempengaruhi menopause
diantaranya adalah usia saat haid pertama kali (menarche), Faktor psikis,
jumlah anak, usia melahirkan, pemakaian kontrasepsi, merokok, sosial
ekonomi, beban kerja.

B. SARAN
Sebagai perawat dalam melakukan tindakaan asuhan keperawatan
berperan dalam upaya pendidikan dengan memberikan penyuluhan tentang
pengertian menopause, penyebab dan gejala menopause. Berperan juga
dalam peningkatan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan serta
peningkatan pengetahuan. Peran terakhir adalah peningkatan kerja sama
dan sistem rujukan antara berbagai tingkat fasilitas pelayanan kesehatan,
hal ini akan memberikan nilai positif dalam upaya peningkatan derajat
kesehatan masyarakat.

15
DAFTAR PUSTAKA

Dutton, Lauren A, dkk, 2010. Rujukan Cepat Kebidanan. Terjemahan oleh Devi
Yulianti. 2012. Jakarta : EGC
PDFdigilib.unila.ac.id.”menopause”.(https://www.google.co.id/url?sa=t&source=
web&rct=j&url=http://digilib.unila.ac.id/6407/106/BAB%2520II.pdf&ved=2
ahUKEwiW6JyindzaAhWLULwKHXZDBGUQFjAAegQICBAB&usg=AO
vVaw2JmcmxL3K59pYckncnabPk).diunduh tanggal 26 April 2018
https://bukuteori.com/2018/01/15/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-usia-
menopause/ (tanggal 29 April 2018)
PDFerepo.unud.ac.id.”menopause”.(https://www.google.co.id/url?sa=t&source=w
eb&rct=j&url=http://erepo.unud.ac.id/19330/3/1490761004/3/BAB%2520II.p
df&ved=2ahUKEwiW6JyindzaAhWLULwKHXZDBGUQFjACegQIBxAB
&usg=AOvVaw2P6suKa4CeRNcUPieHjQas).diunduh tanggal 26 April 2018
https://hallo sehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/10-gejala-anda-sedang-memasuki-
masa-menopause/
https://hellosehat.com/hidup-sehat/seks-asmara/inilah-yang-terjadi-saat-
menopause
PDFerepo.unud.ac.id.”menopause”.(https://www.google.co.id/url?sa=t&source=w
eb&rct=j&url=http://erepo.unud.ac.id/19329/3/1490761003/3/BAB%2520II.p
df&ved=2ahUKEwiW6JyindzaAhWLULwKHXZDBGUQFjADegQIBBAB
&usg=AOvVaw0QhXX_kZOVTWFekAn-qfdJ).diunduh 26 April 2018
https://www.alodokter.com/pentingnya-mengenali-tanda-tanda-menopause-pada -
wanita

16